Mianhae ga bisa bls ripyu satu-satu #bow

Chapter sebelumnya pendek ne? hehe, soalnya waktu chapter 2 aku bikinnya malem dan aku udah ngantuk banget ^^

Ok, menurut CungYunJae sih panjang, tapi ga tau kalo menurut readers -'' /timpukbatu/

Happy reading~

-OoO-

BAD BOY © CungYunJae

Cast : YunJae and other cast

Rated : T

Genre : Romance, Friendship, Family, M-preg

Warning : YAOI, Out Of Character, some typo(s)

Summary

Diumurnya yang sudah menginjak 28 tahun, namun kelakuannya seperti anak berusia 7 tahun! /
"Umma, dimana Heebum?" / "Aigo, aku akan segera punya cucu!" / "Wah, kau cantik sekali Jae, aku iri." /

Chapter 3

"UMMA!"

Samar-samar suara Jaejoong terdengar di luar.

Brak

"UMMA!"

"JAEJOONG JANGAN TERIAK-TERIAK!" teriak Heechul marah. Jaejoong terseyum kikuk. "Umma dimana Heebum?" tanya Jaejoong tak sabar. Heechul menaikan alisnya. "Untuk apa kau mencari Heebum, huh?" tanya Heechul curiga. Jaejoong mendengus kesal. "Ayolah umma cepat~ dimana Heebum?" tanya Jaejoong dengan tergesa-gesa. "Dia sedang makan di dapur," ucap Heechul dan mendudukan dirinya di sofa yang empuk sambil menonton tv. Jaejoong pun berjalan kea rah dapur.

"Ya! mau kemana kau! Sini~"

"Miaw! Grr!"

"Hey, apa yang kau lakukan?" teriak Heechul tampa memalingkan pandangannya dari tv.

"…"

"Jae?" panggil Heechul. Namun hanya di balas dengan suara erangan kucing. "Omo! Heebum!" dengan segera Heechul berlari ke dapur. "OMONA! Jae! Apa yang kau lakukan?" marah Heechul melihat Jaejoong mencium kucing tersayangnya beringas. Mencium kucing? Itu sih biasa. Tapi Jaejoong mencium kucing dengan bibirnya dan dengan beringas lagi. "Hey, lepaskan!" Heechul menarik paksa Jaejoong hingga Heebum terlepas dan lari ke halaman belakang. "Ish, umma ini!" Jaejoong mengerucutkan bibirnya. "Kau ini kenapa sih Jae? Datang-datang teriak, mencari Heebum, dan menciumnya dengan beringas. Ada apa dengan mu jae?" tanya Heechul kesal kepada anak pertamanya ini. "Jaejoong hanya ingin menghilangkan ciuman namja mesum itu," gerutu Jaejoong. "Mwo? Di cium?" kaget Heechul. "Ne, Jae di cium sama namja mesum!"

Flashback

"Yasudah, jika kau tak mau mencium ku, aku akan membatalkan kerja samanya," ucap Yunho cuek. Jaejoong tampak berfikir. Sayang kan memberikan ciuman pertamanya kepada namja mesum macam Yunho tetapi ia juga sayang nyawa jika appanya tau kotrak kerja samanya bantal karena dirinya bisa mati ia. "Err.. baiklah," ucap Jaejoong akhirnya. Yunho menyeringai. Dengan segera Yunho mendekatkan wajahnya ke arah Jaejoong. "Eits! Tunggu dulu," cegah Jaejoong. "Apa lagi?" tanya Yunho kesal. "Ini ciuman pertama ku tau," ucap Jaejoong malu. "Lalu?" "Jadi kau menciumku hanya sekilas, bisa mati aku kehabisan oksigen karena terlalu lama berciuman dengan mu," gerutu Jaejoong. Yunho terkikik geli. "Nama ku Jaejoong, Kim Jaejoong. Siapa nama mu?" tanya Jaejoong. "Yunho, Jung Yunho. Dan asal kau tau Jae, ini adalah ciuman pertama ku juga," ujar Yunho. " Bagaimana bis- hmpft!" "Stt! Nikmati saja Jae," ucapnya di sela ciumannya. "Hmpft.. Yunhh~"

End of flashback

"Begitu umma," ucap Jaejoong menyelesaikam ceritanya. Heechul hanya cengo namun berganti menjadi wajah yang sangat ceria. "Aigo, aku akan segera punya cucu!" seru Heechul girang dan meninggalkan Jaejoong yang menatapnya heran. "Cucu?"

Bad boy

"Yun, tadi ada yang mencari mu," kata Jessica. "Nuguya umma?" tanya Yunho. "Mollayo, sudah sebaiknya kau mandi. Umma menunggumu di meja makan." Dan di angguki Yunho

"Hah.." Yunho menghempaskan dirinya di kasur nyamannya. Ia menerawang wajah Jaejoong. Yunho terseyum mengingat kejadian di kantor tadi. Yunho mengusap bibirnya. "Masih terasa manis."

"Jae, ada tamu tuh," Heechul mengerlingkan matanya genit ke arah Jaejoong. Jaejoong yang sedang asik bermain dengan Wonbum harus terhentikan. "Siapa umma?" tanya Jaejoong. "Molla." Heechul mengangkat bahunya acuh. Namun sebenarnya ia tahu. Jaejoong mengerutkan dahinya akhirnya ia segera membuka pintu.

Cklek

"Annyeong," sapa yeoja cantik itu ramah. Jaejoong terpana dengan kecantikan kannya. "Hey, kau terpana dengan kecantikannya ya?" sahut namja di belakang yeoja cantik. Jaejoong tersadar dari lamunannya. "Ah, annyeong. Ehm, nugu?" jawab plus tanya Jaejoong. Dan namja yang itu menyeringai. "KAU?" "Hey, ada apa ini?" tanya Heechul mendengar keributan di luar rumahnya. "Annyeong," sapa yeoja cantik itu lagi. "Ne, annyeong," balas Heechul dengan senyum cantiknya. "Ayo silakan masuk," ajak Heechul ramah. Yeoja cantik dan namja tampan itu segera masuk meninggalkan Jaejoong yang terbengong-bengong. "Mau apa namja mesum itu? Kenapa dia bawa pacarnya sih? Jadi ada saingan," guaman Jaejoong. Hey apa berarti Jaejoong menyukai Yunho?

Bad Boy

Jaejoong tampak cemberut. Sungguh ia kesal dengan Yunho. Kesal? Ya, Jaejoong kesal karena Yunho merangkul yeoja cantik itu mesra. Jessica Jung, Aigo sepertinya Jaejoong cemburu. "Umma," panggil Jaejoong. Membuat para manusia yang sedang asik berbincang itu terhentikan dengan panggilan Jaejoong. "Umma, namja mesum ini yang mencium Jae!" adu Jaejoong sambil menunjuk Yunho.

"MWO?"

"Yup, namja mesum ini yang mencium ku," kata Jaejoong bangga. Sejujurnya ia berkata seperti itu untuk memanas-manasi pacar Yunho, padahalkan itu umma Yunho. "Jinjja?" tanya Jessica kaget. "Ne, dan sebaiknya kau putuskan saja namja mesum itu," ketus Jaejoong. Yunho menatap Jaejoong tak percaya. Hangeng terseyum mendengar ucapan Jaejoong yang terkesan cemburu itu. Heechul dan Jessica tertawa mendengar ucapan Jaejoong. "Wae?" tanya Jaejoong bingung. Ia mengerjapkan matanya imut. "AIgo, Jaejoong ternyata cemburu. Dan kau perlu tau Jae, ini ummanya Yunho," goda Heechul dan di angguki oleh Jessica.

Blush

Muka Jaejoong memerah. Cemburu kah? Entahlah. Yunho terseyum. Berarti ada harapan kan untuk memiliki Jaejoong. "Mianhae.." ucap Jaejoong. "Ne, gwenchana." "Ini sudah jam berapa?" tanya Hangeng menghentikan bisik-bisik antar tetangga(?). "Oh! Sudah lewat makan siang. Kajja, kita makan bersama," ajak Heechul.

"Wah, kau cantik sekali Jae, aku iri." Puji Jessica. Jaejoong hanya terseyum malu. "Gomawo ahjumma." "Ow, imut sekali~" kata Jessica sambil mencubit pipi Jaejoong. "Appo ahjumma~" ringis Jaejoong. "Ah, mianhae," ucap Jessica watados. "Ahjumma Ajusshi, sebenarnya kedatangan kami kesini ada tunjuannya," kata Yunho. "Tujuan? Tujuan apa?" tanya Heechul penasaran. "Saya disini ingin melamar Jaejoong," aku Yunho. "Uhuk! Uhuk!" "Jinjja?" tanya Heechul berbinar tampa memperdulikan Anaknya yang tersedak. "Ne, dan saya meminta restu." "Bagaimana Hannie?" tanya Heechul. "Aku setuju saja, lagi pula Jaejoong sudah cukup umur untuk menikah," sahut Hangeng. "Appa!" "Yeah! Aku akan segera memberikan cucu umma!" girang Yunho.

Bad Boy

"Umma, kenapa umma mau menerima pinangan Yunho?" kesal Jaejoong. "Wae? Bukan kah kau juga menyukainya?" tanya Heechul sambil membolak-balikan majalah fashion terbaru. "Tapi kan.." "Stt! Umma tidak mau mendengar alasan apapun!" tegas Heechul. "Jae, kau itu sudah besar. Jadi kau berhak menikah," tutur Hangeng. "Sudah sana tidur," usir Heechul. "Ne ne."

"Umma bagaimana jika pernikahan ku di lakukan sebulan lagi?" tanya Yunho. "Itu terserah mu Yun," ucap Jessica lembut sambil membelai rambut Yunho. "Apa umma senang?" Jessica terseyum. "Ne, jika kau senang maka umma pun begitu." "Yun.." "Hm?" sahut Yunho. "Tadi ada yang mencari mu lagi." "Mungkin fans Yunho, umma," narsis Yunho. Jessica terkekeh. "Sudah malam, sebaiknya kau tidur," ucap Jessica dan mengecup pipi anaknya. "Jaljayo." "Ne, Jaljayo umma.

TBC

Add Akasuna Lia