# BEFORE THE OPERA #
Chapter2:
THE SMALL TRIC
Disclaimer:
Yu-Gi-Oh©Kazuki Takahashi
Before The Opera©Kim Victoria
Genre:
Adventure, Drama, Supernatural, Romance
Rating: T
.
.
.
Don't Like? Don't Read!
.
.
.
A/N: Halo, saya kembali. Di chapter ini saya menyisipkan lagi 1 chara original saya, tidak apa-apa kan?. Ok, selamat membaca semua.
.
.
.
Chapter2:
THE SMALL TRIC
TIING.. TOONG..
TIING.. TOONG..
Acara belajar mengajar di SMU Domino pun berlangsung. Seperti sekolah kebanyakan, guru datang beri hormat, sebelum mulai pelajaran keluarkan PR, tidak membuat PR dihukum berdiri di depan kelas, pelajaran dilanjutkan, pelajaran selesai, salam penutup, mata pelajaran berganti. Sampai jam istirahat.
Tapi, berbeda dengan hari ini karena datangnya murid baru dari mesir. Siapa lagi kalau bukan Cleo yang menyamarkan namanya menjadi Ortha (lagi) dan merombak sedikit penampilannya yaitu memakai aksesoris kaca mata dan mengulung rambutnya kebelakang. Keberuntungan baginya sudah mendapat persiapan dari gagak hitam, dengan mudahnya Cleo mendapat izin masuk ke sekolah itu tanpa basa basi.
Tentunya pakaiannya sedah diubahnya menjadi seragam siswi SMU Domino walau baginya terlihat norak karena berwarna pink. (PS: Cleo sukanya warna yang mengkilap, menenangkan dan berkesan maskulin contoh: warna pasir alias medium nude, gold, putih, biru, hitam, dan cokelat)
Karena umurnya yang sudah 17 th jadi Cleo masuk ke kelas dua SMU kelas yang berbeda dengan orang sasarannya. Didalam kelas dia memperkenalkan diri. "Halo namaku Ortha Arpha, aku adalah siswi pindahan dari mesir salam kenal." semua siswa-siswi berdecak kagum akan paras dan penuturan Cleo yang anggun.
Bagi Cleo kesan pertama masuk kedalam kelasnya adalah gambaran orang-orang yang ramah walau pun ada beberapa orang berandal dikelasnya itu. Pelajara dilanjutkan gampang-gampang saja untuk Cleo karena memang kepintarannya tidak diragukan lagi.
- SKIP TIME -
Jam pulang sekolah adalah surga bagi siswa-siswi yang tak menyukai pelajaran terhakhir hari ini yaitu fisika. Siswa siswi pun berhamburan keluar kelas sambil bersorak-sorae. Berbeda dengan Cleo yang dengan santai memasukan semua buku-bukunya kedalam tas.
"Hai... namaku Yui Silverina salam kenal." terdengar suara seorang perempuan berambut putih keperkan sepunggung dan berorb green sea di sebelah Cleo yang tengah memperkenalkan diri. "Eh, ya aku Ortha Arpha, kenapa kau belum pulang?"
"Bagiku tak usah buru-buru lagi pula rumahku tak akan pergi kemana-mana." perempuan bernama Yui itu tertawa, Cleo pun ikut terkekeh kecil.
"Hari sudah sore ayo pulang... tapi kenapa tadi pagi kau tidak terlihat?" tanya Cleo. "Oh, tadi aku ada di UKS, aku terkena sakit flu." jawab Yui. Mereka pun berjalan mengeluari lorong sekolah. "Sudah merasa lebih baik?" tanya Cleo lagi. "Lumayan, pusingku sudah agak membaik."
"Minumlah obat ini, kurasa dengan meminum obat ini kau akan sembut dari sakitmu Yui." Cleo menyodorkan sebuah tabung sepulu kali tiga cm yang berisikan sebuah ramuan herbal racikannya sendiri.
"Benarkah? Terimakasi ya." Yui menerima obat itu dengan senang. "Ini obat herbal ya? Kau meraciknya sendiri?" Yui mengarahkan pandangannya pada lawan bicaranya. "Begitulah." Cleo mennggapinya santai tanpa mengetahui Yui yang memasang tampang kagum padanya. "Kau hebat Ortha."
Mereka berjalan beriringan menuruni tangga sambil terkekeh kecil saat bercerita tentang diri masing-masing sampai,
"AWAS MINGGIR!"
"Ap-"
Belum sempat Yui menyelesaikan kalimatnya Cleo menariknya agar tak terjerembab laki-laki yang tengah berlari itu.
GBRUUAK...
"Aduhh... kepalaku." jerit laki-laki itu kesakitan. "Joey! Kau tak apa-apa?" tanya laki-laki berparas imut yang merupakan kawannya. "Aww, aku tak apa-apa Yugi." laki-laki bernama Joey itu berdiri dan mengarah Cleo dan Yui begitu juga dengan Yugi.
"Maafkan aku, aku sedang buru-buru." kata Joey sambil nyengir. "Ya tak apa-apa untung refleks Ortha cepat... terimakasih Ortha." kata Yui sambil membungkuk pada Ortha. "Tak apa-apa memang seharusnya aku untuk melindungi temanku." Ortha tersenyum.
Cleo mengarahkan pandanganya pada laki-laki yang menjadi kawan tersangka penabrakan itu. Orang itu lah incarannya, auranya sangat halus dan lembut seperti desiran ombak pantai. "Hey, kau... lain kali perhatikan jalanmu." ucap Cleo sarkatis pada Joey.
"Gomen ne, aku Jounoichi Katsuga kelas 10C." Joey memperkenalkan dirinya denagn senyum yang dipaksakan. "Aku Ortha Arpha dan dia temanku Yui Silverina dari kelas 11A." tegas Cleo sedangkan Yui melambaikan tangannya pada Joey. Mata Joey terbelalak dan langsung berkeringat dingin. Jadi yang hampir di tabraknya adalah senpai-nya habis lah sudah riwayatnya.
"Gomen ne senpai, kami tidak tau kalau masih ada orang di sekolah jadi kami lari-larian." jelas kawan Joey itu sambil membungkuk dalam-dalam. "Sudahlah jangan di pikirkan Yugi Mutou." ucap Cleo membuat Yugi tercenggah. "Kenapa senpai tau namaku?" tanya Yugi cepat. "Tentu saja tau, kau itu kan satu-satunya siswa yang paling suka main game di SMU ini." senyum Cleo merekah diiringi cengiran dari Yugi.
"Memang apa yang membuat kalian lari-larian seperti itu?" tanya Yui. "Kotak harta karun Yugi tertinggal di kelas." jelas Joey. "Hah..harta karun?" cengah Yui.
"Pergilah, sebelum pintu sekolah ditutup kami akan menunggu kalian." ucap Cleo. 'Terimakasi senpai, Joey ayo cepat!" kata Yugi sambil menyeret Joey. "Heh, Yugi... terimakasih senpai!" teriak Joey dari kejauhan.
"Yui kau tak keberatan menunggukan?"
"Tentu."
Berselang lima menit Joey dan Yugi pun tampak kembali dengan membawa sebuah kotak berhias emas. Yui berdecak kagum saat melihatnya. Cleo hanya memandang kotak itu secara ditail. Bagian depan kotak itu bergambar mata udjat yang terbuat dari emas. Cleo berpikir sejenak, bukankan ini lambang yang sama pada ikat kepala Pharaoh di mesir kuno, mungkin ada kaitanya.
Merek berjalan bersama keluar sekolah untungnya jalan mereka searah. Cleo pun meminta Yugi untuk menceritakan tentang kotak itu secara ditail. Setelah mendengarkan penjelasan Yugi, Yui dan Joey memandang kagum kotak itu. Sedangkan Cleo sendiri hanya tersenyum simpul saat mendengar penjelasan Yugi. Ternyata benar, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui batin Cleo.
THE SMALL TRIC
Mereka pun berpisah saat mendekati rumah masing-masing kecuali Cleo. Cleo hanya pergi ke toilet umum untuk menganti pakaiannya dengan kaos putih yang menutupi lehernya, jaket jeans berwarna hitam marun berhiaskan jaritan benang berwarna emas, rok jeans sepulu senti diatas lutut warna hitam, menganti sepatu talinya dengan sepatu hak lima senti warna hitam, melepas kacamata dan gulungan rambutnya lalu kembali berjalan. "Tak aku sangka secepat ini aku bisa bertemu lagi denganmu."
Menelusuri jalan mencari apartemen yang bisa ditempatinya untuk sementara. Masalahnya sekarang semua uangnya adalah Phound. Hanya batangan emas yang bisa dipakainya. Jika ingin menukarkan uangnya di bank harus mempunya rekening terlebih dahulu. Lagi pula sekarang sudah petang, tidak mungkin ada bank atau toko emas yang buka. Terlintas ide licik dibenaknya untuk mendapatkan uang dengan cepat.
Cleo memasuki sebuah tempat penarikan uang ATM. Dia mengetahui adanya CC TV tapi CC TV itu tak lebih cerdas darinya. Dikeluarkanya sebuah kartu yang sudah di robrak menyerupai kartu ATM. Dengan lamban Cleo memasukanya sambil merapalkan mantra-mantra dan...
BRZZZTT..
CC TV itu konslet. Cleo dengan leluasa mengambil uang yang ada di dalam ATM itu dengan sihirnya (keturunan pencuri hebat nih..*author terkena genjutsu dadakan*). Cukup 30 juta yen agar bisa membeli sebuah apartemen pikir Cleo lalu melanggang pergi dari mesin ATM itu.
Akhirnya sebuah apartemen sederhana dapat dibeli oleh Cleo. Sebenarnya buka itu saja yang dapat dibelinnya. Dia juga telah membeli beberapa bahan makannan, beberapa pakaian dan dua pasang sandal rumah. Penghematanlah untuk apa juga membeli barang-barang yang tidak diperlukan boros itu bukan ciri khasnya.
Merasa bosan Cleo mengunakan bola kristal yang diberikan gagak hitam untuk melihat keadaan Yugi. "Ah, dia telah mengetahui cara menyusun milenium puzzle itu." ucap Cleo saat melihat Yugi tengah menyusun isi kotak harta karunya itu. Sebuah sinar terang terlihat saat milenium puzzle yang diselesaikan Yugi membentuk piramida terbalik dengan lambang mata udjat didepannya. "Selamat datang ke abad 21 Pharaoh." Cleo pun mengakhiri pengintaiannya lalu pergi ke alam mimpi.
.
.
.
To Be Continue_
.
.
.
Cleo: Tor..author bangun. Ceritanya sudah selesai. Aku mau protes, kenapa image fabulous and eleganthku ini berubah jadi seperti perampok kelas kakap?
Author Kim: Nyam... nyam... itu cuma buat (Huahem) kelansungan cerita tidak nyata. Maaf di chapter kali ini cuma proloug untuk masuknya masalah yang sesungguhnya. Saya merasa di chap kali ini oc saya lah yang lebih mendominasai, yah sekali ini saja untuk kelangsungan cerita.
Cleo: Ya sudahlah, untuk para readers yang bingung dengan karakterku bayangkan saja si Phantom Tief, jago akting, menyamar, dan merubah suara. Bedanya aku ini lebih elegant, dan keren (narsis).
Author Kim: Uwahem... ngantuk, ya... ya... itu benar dan jangan lupakan sikap stonic dan jaimnya readers (tiba-tiba hujan pedang cakra menhujani author). Sampai jumpa di chap depan sayonara ne~
Cleo dan Author Kim: Dan ingat tinggalkan REVIEW YA!
