Haloha, myst29 datang lagi dengan New Chapter :]
Kok cepat sekali sih? /duagh
Yah, begitulah. myst berasa bersalah nih ._. Maafkan myst ya~
Cerita STRONG juga akan berakhir sedikit lagi, dan myst peringatkan, endingnya akan sangat tidak memuaskan dan angst. :'( Silahkan di baca new chapter :)!
Seluruh warning ada di chapter pertama. Enjoy. (Nggak mungkin enjoy kali ya, cerita abal kea gini m_ _m)
Strong
Fairy Tail ©Hiro Mashima
Story © myst29
Lucy dan Erza kaget dengan kedua bayangan yang muncul di depan mereka. Ai menatap kedua proyektor yang kini terdiam, berbentuk solid itu. Erza mengepalkan tangannya, entah kenapa tampak sedih dan senang pada saat yang bersamaan. Dua figur yang berada di depan Lucy dan Erza, tidak lain dan tidak bukan adalah sosok Jellal Fernandez dan sosok Natsu Dragneel, tapi rambut merah mudanya lebih gelap dari biasanya. Cenderung terlalu gelap.
"Natsu?" Pekik Lucy. "Tapi rambutnya—"
"Itu karena ada dua orang yang mencintaimu, Lucy. Proyektor ini membuat ilusi orang yang mencintaimu. Mereka akan membantu kalian dalam arena pertarungan. Kalau kau tidak sadar. Aku tidak akan bilang," potong Ai Enma. "Oke, marilah kita berlatih. Kalian mempunyai sayap juga, asal kalian tahu. Erza, cobalah sayapmu. Kau hanya perlu berteriak Wings! Dan ada sayap di belakangmu," jelas Ai. Erza mengangguk dan berteriak.
"Wings!" Erza bisa melihat cahaya di punggungnya, dan sepasang sayap bidadari. Bulunya halus dan lembut. Bukannya putih, warna sayap itu adalah merah. Seperti rambut Erza.
"Tenang saja, sayap kalian itu invisible. Sayap kalian juga bisa mengobati luka di tubuh kalian. Lucy, coba punyamu," Ai mengalihkan pandangannya ke Lucy. Lucy mengucapkan hal yang sama saat Erza merapalkan mantra tadi. Sepasang sayap yang berwarna muncul di punggung Lucy. Warna di ujungnya adalah hijau, kemudian di tengahnya biru. Sedangkan di ujung bawah sayap itu berwarna ungu. Sayap yang betul-betul indah. Sayapnya bukan seperti sayap bidadari, lebih seperti sayap peri.*
"Cobalah terbang dengan sayap kalian. Kalian hanya perlu melompat dan mempunyai keinginan untuk berjalan di udara," jelas Ai. Erza dan Lucy saling berpandangan kemudian mengangguk. Erza melompat seakan ingn menyerang sesuatu di udara. Sayapnya terbuka lebar dan dia berada di udara. Lucy mencobanya juga, dan dia terbang di udara.
"Ne, ne Erza! Sugoii!" Seru Lucy. Erza tersenyum. Bisa di akui ini memang menakjubkan. Dia bisa terbang. Ai kemudian melompat di udara. Tanpa sayap, dia bisa melayang di udara.
"Bagus. Sekarang Erza, cobalah Requip," perintah Ai Enma. Erza kemudian mencoba me-requip.
"Kanso!" Serunya. Kemudian armor-nya berubah menjadi armor berwarna merah darah.
"Kau mampu menyerang orang 10 kali lipat dari biasanya. Bila kau menusuk seseorang misalnya. Kau akan mampu menusuk dengan kemampuan sepuluh kali lipat lebih kekuatannya."
"Benarkah? Ini menarik," kata Erza. Kemudian Ai beralih pada Lucy.
"Lucy, kau sudah mengetahui apa-apa saja. Aku akan ajarkan bagaimana cara membuat sihir Yami." Ai menatap Lucy dengan pandangan yang dalam. Lucy mengangguk dengan ekspresi serius. Artinya dia juga serius akan hal ini.
"Keluarkan sebuah cahaya hitam yang sangat-sangat kuat. Kau akan tahu teorinya di dalam kepalamu, targetkan pada ombak di laut," jelas Ai. Lucy kemudian mengangkat tangannya beberapa jengkal dari perutnya. Dia seperti mencengkram sesuatu dengan tangannya, seperti memegang bola. Dia memejamkan matanya, kemudian cahaya hitam mulai keluar dari dalam udara kosong tepat di mana Lucy terlihat menggenggam sesuatu.
"YAMI!" Teriak Lucy keras, kemudian terdapat ledakan yang cukup keras. Terlihat ombak pantai terbawa arus kekuatan itu menjadi kearah yang berlawanan. Ai hanya memperhatikan, dia tidak bicara. Sedangkan mata Erza membulat.
"He-hebat…," ucap Erza kagum.
"Itu masih belum," sela Ai. Lucy dan Erza yang mendengarnya kaget.
"APA!?" Tanya mereka bersamaan.
"Yami yang sebenarnya membuat ombak itu menghilang. Benar-benar menghilang. Tadi itu masih kurang, Lucy. Kau kurang konsentrasi."
"Menghilang…," gumam Lucy cemas. Dia tidak tahu apakah dia bisa melakukannya atau tidak. Sihir Yami membutuhkan kekuatan yang sangat besar. Ai menganggguk.
"Ya, menghilang. Tambah lagi, aku ada latihan untuk kalian. Cobalah untuk…," Sinar berpendar di sekeliling Ai. "Melawanku," katanya menyelesaikan kalimatnya. Erza tampak merequip armornya.
"Ayo Lucy!" Seru Erza. Lucy dengan ragu-ragu terbang mendekati Ai. Ai tidak menunjukan ekspresi sekali. Erza menghunuskan beberapa pedang sekaligus pada sekeliling Ai, tapi seperti ada dinding tidak terlihat yang membatasi mereka.
"Lightning: Bolt!" Seru Lucy keras dan percikan petir langsung mengenai dinding. Erza bisa merasakan bahwa percikan itu bukan sekedar percikan saja; karena ada kekuatan sihir besar di dalam percikan itu. "Terbukalah! Leo!" Lucy memanggil Loke.
"Lucy senang sekali…," Loke terkejut melihat Lucy dengan kekuatan yang barunya. "Apa yang terjad—"
"Loke! Cobalah mengenai perempuan itu! Ayo!" Lucy terbang dan mengeluarkan beberapa elemen sekaligus, yang membuat Loke sedikit pangling.
"Fire: Destruction!" Jerit Lucy. Dia terbang mendekati Ai. Menutup matanya, dia me-requip pakaiannnya. Roknya tetap rok biru, hanya saja warna birunya biru langit. Dia memakai armor berwarna putih bersih di selingi garis biru. "HYAHHHH!" Teriak Lucy, mengumpulkan semua elemen di kakinya dan berniat menendang Ai. JRESHK. Tampak dindingnya menghilang, dan Ai yang melompat sedikit untuk menghindar.
"Bagus sekali, Lucy. Kau menghancurkan dinding pertahananku. Sekarang cobalah untuk melukaiku," lanjut Ai. Erza kemudian muncul di belakang Ai dan dia menusuk pedang terbaiknya, berwarna hitam legan langsung ke jantungnya lewat belakang. Tapi tidak ada darah. Tidak ada apa-apa. Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?
"Heh?" Erza agak kaget dengan hal ini. "Sepertinya kau masih punya kartu As. Lucy!" Seru Erza, dan Lucy serta Loke mengangguk.
"Loke! Serang dia dari depan! Erza, aku punya taktik!" Lucy terbang dengan kecepatan tinggi ke tempat Erza. "Kita harus mengeluarkan kekuatan terbesar kita. Ak—AKH!" Tiba-tiba cahaya berwarna keunguan menembus bahu Lucy. Lucy menoleh, siapa yang melakukannya. Ai.
"Aku juga harus menyerang," ucapnya datar. Lucy tampak kesakitan, namun beberapa detik kemudian tampak beberapa sinar mengelilingi luka Lucy, dan luka Lucy menutup sendiri.
"Itulah salah satu kegunaan sayap kalian. Sayap kalian mengobati. Fungsinya kurang lebih sama seperti dindingku, tidak bisa di sentuh dan di hancurkan semudah itu. Tapi bila ada orang yang menghancurkannya, menargetkan sayap kalian dengan kekuatan besar, sayap kalian bisa hilang dan kekuatan kalian bisa hilang. Tidak ada lagi yang mengobati kalian secara instan, kecuali Erza mengobati Lucy dan dirinya sendiri. Tapi itu butuh waktu." Ai mengangkat tangannya perlahan.
Beberapa cahaya langsung menyerang satu sama lain. Apalagi dengan adanya Loke. Tapi Ai langsung menghancurkan Loke dalam sekejap. Loke balik ke dunianya. Lucy dan Erza tampak kelelahan. Ai kemudian memberi saran.
"Disinilah sihir proyektor berguna. Gunakanlah," saran Ai. Tanpa banyak celoteh, Lucy langsung mendesis kelelahan.
"Hell's Illusion, Heaven's Inderiction to the shadow of moon!" Seru mereka berdua. Bayangan solid Natsu berambut merah muda gelap—hampir hitam datang. Jellal juga. "HYAAHHHH!" Seru Lucy dan Erza, mengeluarkan kekuatan sihir terbesar mereka. "SORA!" Jerit mereka berempat. Sihir mereka berwarna merah, biru, merah muda, kuning, dan khusus untuk Lucy—dia mengeluarkan Yami juga. Sihir mereka mengenai Ai yang berdiri. Ai terlempar. Asap menyelimuti mereka bersamaan dengan hilangnya proyektor Natsu dengan rambut gelap dan Jellal. Erza terduduk karena kelelahan yang luar biasa. Lucy sudah tidak bisa lagi bergerak, walaupun sayap kedua penyihir itu masih bergerak. Mereka ingin melihat Ai yang terlempar.
Perlahan, Lucy mencoba menggerakan otot di punggungnya. Hanya otot dari punggungnya saja yang bisa bergerak. Sayapnya mulai mengepak dan dia terbang. Erza masih bisa bergerak. Walaupun mereka berdua di hadiahkan kekuatan sihir endless, tapi Lucy menggunakan sihir Yami. Erza melesat ke tempat Lucy, membantunya terbang. Mereka segera mengecek Ai. Ai terbaring dengan matanya menutup. Goresan-goresan terlihat di pipinya.
"AI!" Mereka betul-betul tidak habis pikir. Ai sekarang terbaring dengan matanya tertutup.
*) Yang mau gambar contoh sayap Lucy PM ya :)
Pasti kalian bertanya-tanya, 'KENAPA DIKIT BANGET?'
Maaf m_ _m
Saya sudah selesai bikin chapter terakhir, tinggal di update. Tapi minna-san mau akhirnya fokus banget ke Nalu, atau tetep Nalu tapi ada Graylu nya? Review ya :]
