Sequel: Snow Love
Rated: T
Disclaimer:
FF ini murni milik saya dan hasil imajinasi saya^^
Cast:
Yewook
Luna
Other
Sudah 5 bulan setelah wookie dan yesung berpacaran.
Wookie yang memang tinggal sendirian pun tidak merasa kesepian lagi, karena hampir setiap hari yesung menemaninya, entah menjemputnya pulang kuliah, ataupun menunggunya sampai ia selesai kerja part time di sebuah restoran.
"oppa, maaf menunggu lama, karena sebentar lagi hari libur panjang, restorannya jadi selalu ramai", ujar Wookie tidak enak.
"nggak apa-apa, lagi pula, oppa baru sampai disini 10 menit yang lalu, oppa kan nggak mau kalo kamu pulang sendirian malam-malam begini", kata Yesung lembut, namja itu langsung menarik tangan wookie menuju motornya.
"hhehe, jeongmal gomawo oppa", wookie memeluk erat Yesung dari belakang.
"wookie-ah, aku langsung mengantarkanmu ke apatemenmu ya?, ini sudah terlalu malam",
"ne, oppa"
[**************]
Sudah 2 jam setelah umma wookie menelponnya, ia masih menatap miris ponsel yang ini pegang.
Beberapa tetes air mata pun, membasahi pipi putihnya.
"appa nyebelin, kenapa aku harus pindah ke Jepang sih?, aku baik-baik aja kok di sini", gumam wookie.
'wookie, maafkan appa dan umma, kamu harus pindah ke Jepang, umma nggak mau kamu hidup sendirian di seoul, 3 hari lagi umma akan menyuruh anaknya teman umma untuk menjeputmu,araso?'
Kata-kata umma-nya masih terdengar jelas di telinga wookie.
"kenapa tiba-tiba umma menyuruhku pindah sih?", gumam wookie lagi.
Wookie menangacak-acak rambutnya frustasi.
[*************]
Setelah meminta izin untuk mengundurkan diri dari pekerjaanya, wookie terus-terusan melamun.
"wookie-ah, kenapa kamu kenapa? Kenapa dari tadi wajahmu di tekuk seperti itu sih?"Tanya Yesung yang dari tadi memperhatikan Wookie yang hanya mengacak-acak makanan pesanannya
"ng…, oppa, appa menyuruhku untuk pindah ke Jepang", kata Wookie dengan suara yang sangat pelan, dan menunggu reaksi dari Yesung.
"oh, jadi itu yang membuat wajahmu kayak benang kusut?, kalo itu yang terbaik untuk wookie, ya… turuti saja perintah appa-mu", ujar Yesung bijak.
"yah…, nanti nggak bisa ketemu oppa lagi donk", kata Wookie dengan nada melas.
"haha, pasti bisa kok"
"oppa, nggak sedih kalo aku pindah?", Tanya wookie sedih.
"siapa bilang, oppa sangat sedih malah, tapi… apa boleh buat, itu perintah appa-mu", Yesung pun mengelus ssayang kepala yeojyachingunya.
"kapan kamu akan pindah?"
"besok", kini air mata wookie-pun berjatuhan, yeojya itu tidak bisa menahan rasa sedihnya.
"sudah, sudah…, jangan nangis donk, entar wookie jadi jelek, kita kan masih bisa LDR", hibur Yesung yang langsung memeluk erat wookie.
"oppa, oppa mau menunggu ku nggak?, aku pasti balik lagi kok, walaupun nggak tau kapan", lrih Wookie.
Yesung tersenyum mendengarnya.
"tentu aja, pasti oppa akan setia menunggu Wookie", kata Yesung tegas.
"plok…plok…plok…" tiba-tiba terdengar suara tepukan dari belakang mereka.
"wah…wah…, romantic banget ya?, aku jadi terharu", Luna menghempaskan tubhnya menghadap ke sejoli itu.
"mau apa kau?", Tanya wookie yang langsung mengelap air matanya.
Luna –pun tersenyum penuh arti kepada Wookie.
"aku Cuma lewat sini, eh nggak sengaja mendengar perbicaraan kalian, gitu doank kok", setelah berkata seperti itu, Lunapun pergi begitu saja.
'misi pertama, berjalan lancar…, kita lihat siapa yang bisa mendapatkan hati Yesung oppa!', batin Luna sambil melirik pada pasangan itu dengan tatapan penuh kemenangan.
"jangan di pikirkan wookie", ucap Yesung.
"oppa, oppa nggak akan selingkuhkan?", Tanya Wookie yang langsung di sambut dengan tawa Yesung.
"kamu takut oppa selingkuh?, nggak kok… oppa nggak akan selingkuh"
"janji ya?", Wookie mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Yesung, tanda perjanjian mereka.
[************]
Setelah berkemas-kemas dengan barang yang akan di bawanya, Wookie pun berpamitan dengan ahjussi pemilik apartemen, dan bernagkat ke bandara Incheon dengan di temani Sungmin.
"wookie, kalo udah samapi jangan lupa kirim email ya, jangan lupa sering-sering ngasih kabar oke?", ujar sungmin sedih.
"oke umma", kata Wookie memeluk sahabatnya dengan sedih.
"yesung oppa nggak datang mengantar?", Tanya sungmin.
"aku nggak tau, mungkin ada jadwal kuliah pagi", kata Wookie berusaha tetap tersenyum walau hatinya berkata lain. Wookie ingin bertemu Yesung sebelum pesawatnya take off.
"Annyeonghaseyo…, kamu Kim Ryeowook kan?", tiba-tiba seorang namja muncul di sampingnya *udahkayakhantu aja #plakk.
"annyeong, ne, ya itu aku", wookie menatap heran namja di depannya.
"Henry imnida, aku anaknya teman Teuki ahjumma, aku yang di suruh menjemputmu wookie-ssi", kata namja itu.
"oh, jeongmal gomawo ya, maaf kalo merepotkan"
"maaf kalo udah nunggu lama, tadi aku bingung mencarimu, kajja, 10 menit lagi pesawatnya akan take off"
"Minnie-ah, sampaikan salamku untuk Yesung oppa ya", kata wookie memeluk sungmin lagi.
"oke bos, jangan lupa kirim email", wookie melepaskan pelukannya dan berjalan memgikuti henry, masih ber-dadah dengan sungmin dan berharap Yesung tiba-tiba datang dan memeluknya seperti di film-film, tapi khayalannya hanyalah tinggal khayalan, kini ia sudah duduk di dalam pesawat, berusaha kuat untuk tidak menangis.
"aku tau, kamu pasti sedih banget, jadi tolong jangan menangis ya?, aku nggak sanggup melihat kamu menangis", kata Henry yang memberinya tisu.
"gomawo, memangnya kenapa?", Tanya Wookie penasaran.
"yeojya itu kalo nangis jelek", ujar Henry yang menahan untuk tidak tertawa.
"enak aja, jadi kamu ngatain aku jelek?, asal tau aja ya, banyak namja di kampusku yang nembak aku", kata Wookie sewot.
"haha, jangan marah donk, aku kan Cuma bercanda", henry pun tertawa melihat raut wajah wookie.
Wookie-pun ikut tersenyum.
"nah…, gitu donk senyum, jangan cemberut terus", kata Henry, yang berhasil membuat wajah wookie jadi merah semerah tomat busuk (?).
At Yesung home's
"apa? Kenapa perusahaan appa bisa bangkrut?", pekik Yesung ketika mendengar berita itu dari kyuhyun.
"iya, dan appa juga menyuruh hyung untuk bertunangan dengan nenek lampir yang ayahnya temen appa, kata appa sih, itu salah satu untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan ayahnya nenek lampir, agar perusahaan appa bangkit lagi dari kematiannya (?)"
"Mwo?!" yesung pun tambah terkejut mendengarnya.
"kenapa nggak sama kamu aja sih yang di tunangin sama Luna?", yesung mengacak-acak rambutnya frustasi.
"enak aja, aku kan nggak mau hyung", bela kyuhyun.
"mana hyung nggak nganterin Wookie ke bandara lagi", ujar Yesung.
"hyung, hyung nerima jadi tunangan nenek lampir nggak?, Tanya Kyuhyun iseng.
"ya nggak lah, pokoknya kamu harus bantu menyelidiki kasus bangkrutnya perusahaan appa, dan membantu hyung untuk tidak bertunangan denagn Luna", kata Yesung berapai-api.
"tapi ada imbalannya ya hyung, oke? Oke?"
"tenang aja, nanti hyung kasih imbalan"
"sip, kalo begitu"
"maafkan appa ya Yesung, ini jalan terbaik untuk kita", kata appa-ya setelah 1 jam beradu argument dengan Yesung.
"yesung-ah, Luna mencarimu", seru umma Yesung.
Dengan ogah-ogahan Yesung pun meninggalkan ruang kerja appa-nya dan dengan malas ia berjalan menuju ruang tamu.
"ada apa luna?" Tanya Yesung .
Luna yang sedang di temani dengan ummanya langsung memeluk erat yesung.
"kok gitu sih nanya-nya?, Luna kan kangen banget sama oppa", kata Luna dan langsung mencium pipi Yesung.
"iieuw…", kata kyuhyun yang juga ada di sana.
"oppa, nanti malam temani aku ke suatu tempat ya?"
"kemana?"
"nanti oppa juga tau", Luna mengdipkan matanya nakal.
_TBC_
A/N:
hhaha… ff nya giman nih readers?, karena ada yang minta sequel, akhirnya dengan kecepatan jari author, author pun bikin ff ini dengan waktu yang lumayan singkat, jadi maaf ya kalo ada kata-kata yang salah atau sebagainya, maaf juga untuk peran antagonisnya author pake nama member f(X), hehe…, jangan lupa tinggalkan review ya, boleh kesan, pesan, saran atau kripik…eh kritik maksudnya, tapi kritik yang membangun ya^^, gomawo, jika ada waktu senggang silahkan baca ff author yang lain, hehe.
