Laisa
Genre : Angst, Romance, YAOI,LEMON, dan bisakan ini di kategorikan sebage RAPE O.O ?, MPREG, OOC, abal, Typo n Misstypo, menerjang EYD seenak jidat dan gajeness
Fandom : D Gray man
Pair : Yuullen / KandaXAllen
Rate : M
Disclaimer : D Gray Man punya mbak Katsura Hoshino, tapi penpik penuh dengan kenistahan ini ada di otak saia #geplaked
Maap karena tugas dan kegiatan perkuliahan yang begitu menggunung dengan bejatnya DDX sehingga menyita waktu untuk melanjutkan beberapa penpik yang menuggak apdetannya m(_ _)m maap kali ini cuman bisa nulis sependek ini aja.
Theme song : Apocalyptica – the unforgiven
Tambahan : di fic ini ada lemon scene maleXmale jadi bagi yang tidak suka YAOI dan sejenisnya, silahkan klik tombol back atau close tab saja dari pada ujung-ujungnya saia di FLAME. KARAKATER OOC BERTEBARAN DIMANA MANA. I've warn you, if still stubborn take your own risk. Don't Like Don't Read
Karena malu perutnya yang semakin membuncit ditambah lagi Allen akan sangat malu jika semua penghuni Black Order tau bahwa dia hamil dan anaknya Kanda, secara diam-diam Allen kabur dari Black Order, tapi Lenalee berhasil membuntutinya, Allen pergi tanpa tujuan, hingga dia hampir pingsan di tengah jalan, Lenalee yang menolongnya, dan membawanya ke rumah sepupunya yaitu Road (nb: anggap saja Road yang OOC kali ini adalah sepupu Lenalee *ditabokin reader*)
"Allen... kau mau kemana ?" Lenalee mencoba menenangkan Allen yang terisak tanpa suara
"dia kenapa Lenalee ?" Road juga bingung apa yang sedang terjadi dengan Allen
"Le...Lenalee"
"iya, Allen..."
"a...aku tidak mau kembali ke Black Order" Allen berusaha mengehentikan airmatanya yang tidak berhenti meleleh
"kenapa ?" Lenalee sangat iba melihat kondisi Allen saat ini, dalam keadaan mengandung dan jiwanya sangat rapuh, Allen butuh dukungan, pengakuan dan tanggung jawab dari Kanda
"Aku malu..., aku sangat malu..."
"Kenapa Allen ? bukankah akan lebih baik jika kau di Black Order, paling tidak akan ada kami yang bisa menjagamu setiap saat"
"tidak Lenalee, aku tidak mau menyusahkan kalian, ini masalahku, aku tidak ingin melibatkan dalam hal ini"
"ta...tapi"
"tidak ada tapi Lenalee"
"Allen, setidaknya biarkan Kanda mengetahui hal ini..., dia ayah dari bayimu..."
"apa ? bayi ?" Road sangat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Lenalee "tunggu Lenalee jelaskan apa yang terjadi di sini, siapa yang hamil ?"
Lenalee hanya mengigiti bibirnya dan menatap Allen dalam seolah tatapannya meminta ijin kepada Allen untuk menceritakan semuanya, Allen hanya mengangguk lemah dan semakin menundukkan wajahnya, dia sangat malu
"Road,... Allen sekarang ini sedang hamil"
"a... apa kau bilang ?" Road sangat kaget "ma...mana mungkin ?"
"jika kau tidak pecaya, kau bisa memeriksanya, kau seorang dokter bukan ?"
(catatan author: anggap saja Road kali ini seorang dokter #maksa)
"haaaahhhh" Road mengurut kepalanya "Lalu, siapa ayah dari bayi yang Allen kandung"
"Yuu Kanda..."
"heehhh ? pemuda jepang yang seperti balok es itu"
"iya"
"kau sedang tidak bercandakan ? Lenalee ?"
"tidak, memang dia yang bertanggung jawab"
"ya tuhan, sepertinya dunia ini benar-benar sudah terbalik"
"tolonglah dia Road, tolong jaga dia juga bayi dalam kandungannya... aku percaya padamu"
"baiklah kalau begitu ceritanya, lagi pula di rumah ini aku juga sendirian" lalu Road duduk di sebelah Allen dan menggenggam tangannya erat
"tidak usah takut, Allen, banyak yang mendukungmu..."
"Terima kasih" gumam Allen lirih, Lenalee segera bediri dan berpamitan
"aku masih banyak tugas di Black Order, jadi aku harus segera kembali"
"hati-hati Lenalee" ucap Allen dan Road bersamaan
.
Flash back END
Allen terkaget saat Road mengetuk pintu kamarnya
"Allen, kau sudah tidur ?"
"eh iya... sebentar Road" Lalu Allen berjalan menuju pintu dan membukakannya untuk Rhode
"kau tidak makan malam ?"
"tidak, aku sedang tidak ingin makan Road"
"kasian janin yang ada di kandunganmu, tidak tidak akan mendapatkan nutrisi jika kau tetap tidak mau makan"
"tapi sama saja Road, aku pasti akan memuntahkan makananku jika di paksa"
"baiklah, tapi setidaknya minumlah susu yang sudah aku buat ini" Road menyodorkan segelas susu hangat untuk Allen
"terima kasih Road, kau sangat baik"
"ini semua juga untuk kebaikanmu Allen" Road tersenyum manis sekaligus iba melihat kondisi Allen, Road tampak berfikir sejenak, dia melihat lengan Allen yang kurus
"nee, Allen, bisakah aku memeriksamu sebentar ?"
"tentu" Allen meletakkan susunya yang masi bersisa setengah ke meja di dekat tempat tidurnya, lalu dia berjalan mengikuti Road ke ruang tengah, dia duduk di sebuah sofa, dengan cekatan Road memeriksa tekanan darahnya, detak jantung bayinya dan memeriksa lingkar perut dan lingkar lengan Allen
"Allen, kondisi bayimu baik-baik saja, tapi sepertinya dia pasif, setidaknya untuk bayi berumur 4 bulan setidaknya ada gerakan, tapi ini gerakangannya sangat lemah, mau tidak mau aku harus menyuntikmu dengan nutrisi, jika tidak bayimu bisa mati di dalam sana-" belum selesai Rhode berkata, Lenalee dengan cerianya mendobrak pintu dan sukses membuat Road marah-marah karena pintunya rusak karena ulah Lenalee, sedangkan Allen hanya bisa sweatdrop saja melihat ulah temannya ini
"Aku datang~~~"
"tsk. Kau ini bisa tidak datang dengan cara yang 'normal'" Rhode senewen karena dia harus membetulkan pintunya yang di rusak oleh Lenalee sendirian, meskipun Allen laki-laki tapi dia sedang hamil dan dia tidak mungkin meminta bantuain kepada Allen
"ehhhh, maaf besok akan aku bantu membetulkan" Lenalee menoleh kepada Road sebentar lalu beralih ke Allen "Allen-chan ~" segera saja dia memeluk Allen, sedangkan Allen hanya megap-megap dapat bear hug dari Lenalee, sebisa mungkin dia segera melepaskan bear hug dari Lenalee jika tidak dia akan mati kehabisan nafas
"Le...lepas Lenalee, kau mau membunuhku dan bayiku ya"
"ehehehehe, maaf, nee Allen, kau semakin sulit saja di peluk karena perutmu yang besar itu"
"jangan salahkan aku" Allen berusaha membetulkan bajunya yang sudah tidak bisa menutupi tubuhnya dengan sempurna
"oh iya, Allen aku membawakan banyak baju baru untukmu" Lenalee menyerahkan bungkusan kain besar kepada Allen
"ehh baju ?"
"yap, ayo aku bantu" Lenalee menyeret Allen ke kamar dan mengambil sebuah dress untuk wanita hamil dengan warna biru langit sebatas lutut dengan hiasan renda-renda pada ujung-ujungnya
"Le...Lenalee inikan baju perempuan" Allen berusaha mati-matian menolak dress pemberian Lenalee
"sudah, pakai saja" Lenalee juga tidak mau mengalah, dan memaksa Allen memakainya, Allen keluar kamar dengan wajah merah padam 'guh ! apa-apaa yang di lakukan lenalee kali ini' Road yang melihat Allen menggunakan dress hampir saja menjatuhkan gelas susu Allen yang dia bereskan
"kyaaaa... Allenn o" Road hanya berteriak-teriak histeris melihat Allen yang begitu imut dalam balutan dress warna biru
"a...ada apa ?" Allen mengalihkan pandangannya, wajahnya merah seperti kepiting rebus
"nah apa aku bilang, dia cute kan ?" Lenalee mengacungkan jempolnya ke arah Road, sedangkan Road hanya mengangguk-angguk setuju
"ugh, kalian apa-apaan ini, aku ini laki-laki kenapa harus memakai baju perempuan begini"
"hei jika kau tetap memaksa menggunakan baju laki-lakimu yang sempit itu, juga tidak baik bagi janinmu"
'ugh ! perkataan Road ada benarnya juga'
"nee... Allen ini sudah sangat malam, sebaiknya beristirahat lah, tidak baik untukmu tidur terlalu malam"
"ayo, aku antar ke kamarmu" tawar Lenalee
"iya-iya"
Akhirnya malam itu Allen tidur mengenakan dress pemberian dari Lenalee, entah kenapa kali ini Allen merasa sangat senang dan tenang, padahal sebelumnya dia sangat depresi karena memikirkan bagaimana caranya agar Kanda mau bertanggung jawab atas janinnya, tapi melihat teman-temannya yang begitu peduli padanya, Allen tidak peduli lagi dengan Kanda. Sampai suatu saat Ketika dia membantu Road dikebunnya tanpa dia sangka sangka, Kanda datang bersama Lenalee, Allen yang melihat kedatangan Kanda langsung pucat seketika, dia hanya bisa mematung ditempatnya berdiri sekarang ini, sedangkan Road sedang sibuk memindahkan jeruk – jeruk yang baru saja dia panen kedalam rumah, Road memanggil – manggil Allen untuk segera masuk kerumah tapi tidak ada jawaban dari Allen segera dia berjalan keluar dan Road juga tidak kalah kaget dengan Allen melihat kedatangan Lenalee bersama Kanda. Kanda hanya diam seribu bahasa, tapi Lenalee tetap ceria seperti biasa, begitu dia sampai dan membuka pintu gerbang Road, Lenalee langsung dengan cerianya berlari menuju Allen yang sedang dikebun, mengenakan dress warna putih yang nampak serasi dengan rambut dan kulitnya, Allen terlihat sangat cantik.
"Allen-chaaannnn~~ " Lenalee dengan beringasnya (?) langsung memeluk Allen. Allen yang sedari tadi hanya melamun saja, tersadar karena bear hug dari Lenalee
"Le... Lenalee... kau...mem...bhunuh..kuhh..." Allen berusaha melepaskan bear hug dari Lenalee
"Allen..." suara bariton Kanda mengagetkan Allen, yang langsung berusaha menjauh dari Kanda, ada rasa trauma mendalam mendengar nama Yu Kanda bagi Allen, seolah nama Yu Kanda adalah hal yang sangat tabu bagi Allen.
"pergi..." Allen beringsut mundur, Allen berusaha lari kedalam rumah, tapi saat hendak berbalik kakinya terkilir dan dia merasa bahwa dirinya akan jatuh, dengan kondisi perutnya yang mulai membesar sangat sulit bagi Allen untuk bisa menyeimbangkan tubuhnya, dia sudah pasrah jika tubuhnya menyentuh tanah, tapi Allen berasa melayang. Ternyata Kanda menangkap Allen sebelum dia jatuh sepenuhnya.
"Kau, harusnya lebih berhati – hati, kau sedang hamil. Dasar moyashi" Kanda tetap dingin seperti biasa.
Tapi tanpa meminta ijin dari Allen, Kanda langsung menggendong Allen ala bridal style masuk ke rumah Road. Allen berusaha berontak, dia tidak ingin dekat-dekat dengan Yu Kanda, mengingat apa yang telah Kanda lakukan padanya
"turunkan aku !" Allen berusaha berontak dengan memukuli Kanda, berharap itu akan menyulitkan Kanda
"Allen, kau itu berat, lagi pula jika aku menurunkanmu disini belum tentu juga kau bisa berjalan sendiri" Kanda dengan dinginnya menjawab pertanyaan Allen dan terus saja membawa Allen hingga masuk kedalam rumah Road
"Kau, kenapa Allen ?" Road buru-buru menghampiri Allen yang didudukkan Kanda di sebuah kursi
"sepertinya kakinya terkilir, bisa kau urusi dia ?" Kanda tetap dengan wajah datar tanpa ekspresinya
"tentu" Road segera mengambil kotak P3K miliknya dan segera membebat Allen tanpa ampun, sedangkan Allen hanya bisa meringis kesakitan karena ulahnya sendiri dia jadi seperti ini, sedangkan Kanda hanya memperhatikan Allen dari belakang Road, melihat Allen dari ujung kepada sampai ujung kaki, 'berbeda' batin Kanda, Allen Walker yang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu.., rambutnya yang dulunya hanya sebatas leher kini sudah mencapai bahunya, dan ditambah perutnya yang membuncit karena menjadi 'tempat tinggal sementara' bagi anaknya, dalam hatinya Kanda merasa sangat bersalah karena dia tidak peduli kedapa Allen selama 6 bulan ini, andai saja dia lebih peka, pasti sekarang ini mungkin dialah yang ada disamping Allen, menenangkan Allen, mengelus perutnya jika bayi dalam kandungannya berulah, merawat dan mendukungnya hingga bayinya lahir, bukannya meninggalkannya seperti yang dia lakukan sekarang ini.
"Allen, aku mau bicara denganmu.."
Seketika itu juga Allen membeku ditempatnya. Dia hanya menatap Kanda dengan pandangan nanar sekaligus takut
"aku tidak akan menyakitimu, percayalah" bujuk Kanda
Allen hanya bisa menggigit bibirnya, Allen takut, dia bimbang disatu sisi dia tidak ingin berbicara maupun bertemu dengan Kanda lagi, tapi disatu sisi dia ingin meneriakkan semua luka yang ia tanggung kepada Kanda.
to be continued
.
.
huwaaaaaaaaaa pendek banget TT^TT maap minna aku bener bener bingung mau ngelanjutin ini gimana #plaakk ini aja aku ketik waktu jam kuliah *ditampol dosen* btw, terima kasi review2nya maap ga bisa bales satu satu, terima kasi juga buat yg udah ngingetin m(_ _)m. dan kayaknya aku berencana nyelesein Laisa ini dalam 3 ato 4 chapter saja TT^TT permasalahan tidak banyak waktu menghambatku untuk nulis penpik *halah apapula ini* *ditabok reader*. ripiu please
