Dangerous Twin
Author :
oR3n_cH4N
Cast :
Kim Kibum as Kim Kibum
Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun
Kim Heechul as Kim Heechul (Appa)
Jung Jessica as Kim Jessica (Eomma)
Others ~
Pairing : KiHyun (twins)
Rate : T
Genre : Brothership, Romance
Disclaimer : All casts are belong to their self and God.
Warning :
This is STRAIGHT fanfiction (I think like that, but if i'm wrong i'll eraser it next time), if you don't like, please don't read.
Fanfic ini bukan punya saya, saya hanya berkewajiban untuk membantu mempublishkan saja. Jika ada yang kurang berkenan dengan isi cerita, ide, penokohan, pairing, de-el-el silahkan menghubungi author fanfic ini via twitter di renireniLUBIS.
With regrats,
Kim Hyokyo a.k.a Revi Killan
Happy Reading ^^
'Manis…' Gumam Kyuhyun. Kedua keluarga itu tampaknya larut dalam suasana kebahagiaan sekarang. Tawa tak henti-hentinya terdengar memenuhi ruang makan tersebut. Kecuali pada ketiga remaja yang tampaknya hanya saling diam duduk tenang menikmati hidangan makanan di depan mereka.
Heechul yang baru menyadari adanya suasana yang mengganjal antara remaja-remaja itu langsung mengambil inisiatif sendiri.
"Kibum-ah… Di luar langit sangat bagus malam ini. Mengapa kau tidak ajak saja Amber ke taman untuk melihat langit malam ini?" kata Heechul memulai aksinya. Heechul masih sempat-sempatnya melirik Hangeng yang duduk disebelahnya lalu tersenyum penuh arti.
"Kenapa harus aku?" tanya Kibum yang tidak terlalu suka dengan ide Heechul yang menurutnya tidak penting. Kibum lalu beralih menatap Heechul dan mendapatkan tatapan mematikan yang siap membunuh dari Appa nya. Dia tau apa maksud Appa nya. Kibum bergidik merinding melihat tatapan Appa nya kemudian beralih menatap Amber.
"Baiklah. Ayo kita ke taman" ajak Kibum kemudian bangkit dari kursinya dan segera keluar menuju taman depan rumahnya. Amber masih diam terduduk di kursinya sambil menatap punggung Kibum yang mulai menjauh.
"Sayang, apalagi yang kau tunggu? Cepat susul Kibum keluar" kata Taeyeon sambil tersenyum lembut kepada Amber. Amber membalas senyuman Eomma nya sambil mengangguk kemudian keluar menyusul Kibum ditaman.
Kibum dan Amber duduk bersebelahan disebuah kursi panjang taman. Mereka sama-sama menatap langit dalam diam. Cukup lama mereka saling diam. Sampai Amber yang merasa bosan dengan mereka yang saling diam akhirnya menghela nafas panjang. Dia sedikit kaku dengan suasana seperti ini.
"Bulannya bagus ya?" kata Kibum akhirnya mengakhiri aksi diam mereka.
Amber sedikit tersentak dengan pertanyaan Kibum yang tiba-tiba itu.
"Ya… Bulannya bagus" jawab Amber dengan nada yang sedikit ragu.
"Hemm… Dilihat dari penampilanmu, sepertinya kau gadis yang tomboy ya?" tanya Kibum hati-hati. Tentu saja dia tidak mau kalau Amber tersinggung dengan pertanyaannya.
"Ya, begitulah…" jawab Amber seadanya. Ya dia memang sedikit tomboy. Siapa pun tahu itu. Bahkan tak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengubah kepribadian seorang Tan Amber.
"Tapi seandainya saja kau mau mengubah penampilanmu menjadi sedikit lebih feminim, mungkin kau akan terlihat sangat cantik"
"Aku tidak percaya dengan perkataanmu" Kata Amber dengan ekspresi datar.
Kibum langsung menatap Amber. Dia lumayan terkejut dengan perkataan Amber barusan.
"Kenapa kau tak percaya padaku?"
"…" Amber hanya diam tak membalas pertanyaan Kibum.
"Menurutku, adikmu, Kyuhyun lebih manis dibandingkan kau" kata Amber tiba-tiba sambil menatap Kibum.
"Mwo? Apa kau bilang? Tentu saja aku yang lebih manis dari dia " balas Kibum tak terima dengan perkataan Amber bahwa menurutnya Kyuhyun lebih manis dibandingkan dirinya.
"Aku belum selesai bicara. Aku bilang Kyuhyun lebih manis, sedangkan kau lebih tampan" kata Amber sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kibum sedikit terkejut dengan perkataan Amber. Jantungnya berdegup kencang ketika Amber mengatakan bahwa dirinya tampan.
"Ya, aku memang tampan" kata Kibum bangga. Dia mencoba untuk menetralisir degup jantungnya yang semakin kencang.
"Minggu depan kalian mulai masuk sekolah ya?" tanya Amber.
"Ya. Bagaimana denganmu?"
"Sama" jawab Amber. Terjadi aksi diam lagi di antara mereka. Sampai beberapa menit mereka pun masih bertahan dengan aksi diam itu. Amber larut dengan pikirannya, sedangkan Kibum masih berusaha menenangkan detak jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang.
"Sebaiknya aku masuk sekarang" kata Amber akhirnya memecah keheningan di antara mereka sambil berdiri.
"Eh, kenapa? Apa kau kedinginan?" Tanya Kibum bingung.
"Aniya, aku sudah mengantuk"
"Kau tahu, aku lebih merasa nyaman berdekatan denganmu dibandingkan dengan Kyuhyun"
"Mwo?"
"Ya, Kyuhyun orang yang menyebalkan. Selalu saja merusak ketenanganku bila bersamanya"
"Aku harus masuk sekarang. Apa kau mau ikut?" tanya Amber kepada Kibum.
"Kau duluan saja, aku akan menyusul nanti" kata Kibum, kemudian melihat Amber yang sudah mulai memasuki rumahnya. Kibum menghela nafas sebentar. Ada perasaan aneh yang menyergapnya ketika berhadapan dengan Amber. Dia pun tidak tahu perasaan apa itu. Sampai pada akhirnya dia menghela nafas untuk yang kedua kalinya lalu menyusul Amber masuk ke dalam rumah.
"Gomawo, telah mengundang kami makan malam di rumah kalian. Kami sungguh merasa senang" kata Hangeng kepada keluarga Heechul ketika mereka hendak pulang.
"Ah, tidak perlu berterima kasih seperti itu. Kau sungguh berlebihan. Kami justru senang kalian mau datang ke rumah kami ini"
"Baiklah. Ku rasa kami harus pulang sekarang. Sekali lagi jeongmal gomawo, ne Heechul-sshi atas hidangan makan malan hari ini. Mianhae jika kami merepotkan kalian"
"Ne, cheonma. Sering-seringlah datang ke rumah kami, ne? Kami pasti akan sangat senang. Dan kau Amber, ku harap kau mau bermain-main ke rumah kami kapan pun kau mau. Arraseo?" kata Heechul kepada Amber.
"Ne…" balas Amber sambil tersenyum. Dan akhirnya keluarga Hangeng pun pulang ke rumah mereka. Heechul dan Jessica kembali ke kamar mereka, sedangkan Kibum dan Kyuhyun pun menuju kamar mereka masing-masing yang berada di lantai 2. Namun, saat Kibum hendak masuk ke kamarnya, tiba-tiba Kyuhyun mencegat langkah Kibum.
"Ada apa?" tanya Kibum dengan ekspresi datarnya."Aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu sekarang" Lanjut Kibum.
"Aku juga tidak mau berkelahi denganmu. Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu" kata Kyuhyun sedikit ragu. Bila dia menanyakan pertanyaan ini, ia takut Kibum akan mengejeknya.
"Hmm… tadi… apa yang kau lakukan di taman dengan Amber?" tanya Kyuhyun sedikit malu lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia sungguh tidak berani menatap Kibum sekarang.
"Maksudmu?"
"Aish~ tidak jadi!" kata Kyuhyun akhirnya lalu segera bergegas menuju kamarnya. Dan tahukah kalian? Wajah Kyuhyun sedang memerah sekarang. Apakah artinya itu?
"Ada apa dengan anak itu? Aneh" kata Kibum pelan lalu segera masuk ke kamarnya.
Keesokan paginya ~
Kyuhyun tampak sedang berjalan ke arah dapur dengan malas dan rambut yang acak-acakan. Dia berniat untuk membuat segelas coklat panas pagi itu. Sebelum dia membuat coklat panas, terlebih dahulu dia ke kamar mandi untuk menyikat gigi dak mencuci muka. Dan setelah itu dia membuat segelas coklat panas. Setelah selesai, dia menuju ruang tengah untuk menonton TV. Kyuhyun menyalakan TV dan kemudian larut dengan acara televisi yang ditontonnya ditemani dengan segelas coklat panas.
Tak berapa lama, tampak Kibum juga baru keluar dari kamarnya dengan wajah segar. Kibum sepertinya sudah mencuci mukanya. Lalu dia turun ke lantai bawah dan mendapati Kyuhyun sedang asyik menonton televisi disana. Kibum kemudian bergabung dengan Kyuhyun dan duduk di sebelah Kyuhyun. Dengan santainya Kibum meminum coklat panas milik Kyuhyun.
"Ya! Apa yang kau lakukan?"
"Minum" jawab Kibum tanpa rasa bersalah.
"Itu milikku. Kenapa kau seenaknya meminum milik orang lain?" kata Kyuhyun merasa tidak senang dengan perbuatan Kibum meminum coklat panas miliknya.
"Baiklah, aku hanya meminta sedikit. Apa tidak boleh?"
"Sebaiknya terlebih dahulu kau meminta izin padaku sebelum meminum coklat panas milikku" kata Kyuhyun lagi masih tetap tidak terima dengan perbuatan Kibum.
"Arraseo~" kata Kibum datar.
"Aish! Mengapa kau begitu menyebalkan?" kata Kyuhyun frustasi. Mood nya benar-benar rusak pagi ini. Dan Kibum adalah tersangka yang membuat mood nya rusak di pagi hari yang indah ini. Kibum tampaknya tak memperdulikan omelan Kyuhyun di sampingnya. Dia tetap fokus pada acara televisi yang sedang di tontonnya. Ketika Kibum sedang asyik menonton, tiba-tiba Channel TV di ganti oleh Kyuhyun dengan siaran lain.
"Ya! Kenapa kau menukarnya?" kata Kibum dengan nada suara agak tinggi.
"Itu acara yang membosankan" balas Kyuhyun masih tetap mengotak-atik remote untuk mengganti siaran televisi lainnya.
"Berikan remote-nya padaku!" kata Kibum berusaha merebut remote dari tangan Kyuhyun.
"Shirreo!" balas Kyuhyun sambil mencegah tangan Kibum yang akan merebut remote dari tangannya.
"Ku bilang berikan!"
"Tidak mau!"
"Berikan!"
"Tidak mau!"
"Cepat berikan padaku!"
"Ku bilang aku tidak mau!" balas Kyuhyun tidak mau kalah.
"Ya! Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Jessica tiba-tiba dari arah pintu.
"Ada apa ribut-ribut pagi-pagi seperti ini?" tanya Jessica lagi.
"Eomma, Kyuhyun tidak mau memberikan remote-nya padaku" adu Kibum pada Jessica.
"Aniya, dia yang berusaha merebutnya dariku" kata Kyuhyun membela diri.
"Aku tidak merebutnya, kau saja yang tidak mau memberikannya padaku" balas Kibum. Tangannya masih berusaha merebut remote dari tangan Kyuhyun.
"Aku yang duluan mendapatkannya. Kenapa kau mencoba merebutnya dariku?" balas Kyuhyun tak mau kalah.
"Kau sudah lama menonton, sebaiknya bergantianlah denganku!" Kibum masih berusaha merebut remote dari tangan Kyuhyun. Namun, Kyuhyun dengan gesit menghindari tangan Kibum yang berusaha merebut remote dari tangannya.
"Tidak bisakah kalian berhenti bertengkar?" tanya Jessica akhirnya. Dia sungguh-sungguh stres menghadapi dua anak setan seperti dihadapannya sekarang ini. Namun, orang yang bersangkutan masih saja melanjutkan aksi 'rebut remote' mereka tanpa memperdulikan Jessica yang sedang menatap mereka dengan tatapan ingin bunuh diri ke arah mereka.
"Berikan padaku!" Kibum masih saja bersikeras merebut remote itu dari tangan Kyuhyun.
"Tidak mau!"
"Berikan padaku!"
"Tidak mau!"
"Eomma akan menelepon Appa kalian sekarang!" Kata Jessica putus asa.
"MWO? EOMMA, JANGAN…!" Teriak si kembar bersamaan.
.
.
.
TBC~~
Annyeong~~~*lambai – lambai bareng KiHyun* bagaimana dengan chap ini? Apakah readers sudah bisa mengira – ngira(?) apa yang akan terjadi selanjutnya? Semoga ajah belom eoh, karna hyo juga ga tau FF ini akan dibawa kemana- #plak :D oke jangan bakar saya karna nyampah disini.
Nah dari pada readers sekalian gemes dan pengen banget membakar saya, mendingan readers isi kolom review sebagai hadiah untuk author dari FF ini eoh, dan kalau kalian penasaran sama authornya silahkan follow twitter author di renireniLUBIS.
Jeongmal gomawo readers tersayang- :* fly kiss bareng KiHyun #plak *dihajar readers :D
