Dangerous Twin
Author :
oR3n_cH4N
Cast :
Kim Kibum as Kim Kibum
Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun
Kim Heechul as Kim Heechul (Appa)
Jung Jessica as Kim Jessica (Eomma)
Others ~
Pairing : KiHyun (twins)
Rate : T
Genre : Brothership, Romance
Disclaimer : All casts are belong to their self and God.
Warning :
This is STRAIGHT fanfiction (I think like that, but if i'm wrong i'll eraser it next time), if you don't like, please don't read.
Fanfic ini bukan punya saya, saya hanya berkewajiban untuk membantu mempublishkan saja. Jika ada yang kurang berkenan dengan isi cerita, ide, penokohan, pairing, de-el-el silahkan menghubungi author fanfic ini via twitter di renireniLUBIS.
With regrats,
Kim Hyokyo a.k.a Revi Killan
^^Happy Reading ^^
Keesokan paginya ~
Pagi itu, tampak Kyuhyun sudah bangun terlebih dahulu daripada Kibum. Kyuhyun menatap ke sekelilingnya sebentar, dan tatapannya terhenti ketika dia memandang wajah Kibum. Dia melirik ke atas sebentar dan merasakan ada kain yang sudah mengering tertempel dikeningnya. Kyuhyun menatap Kibum lagi. Dia baru teringat bahwa tadi malam demamnya naik lagi dan yang mengurus dirinya adalah Kibum. Dan Kyuhyun merasakan bahwa sebelah tangan Kibum sedang menggenggam sebelah tangannya, dan sebelah tangan Kibum yang lain sedang dalam posisi memeluk tubuh Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum tulus sambil memandangi wajah saudara kembarnya itu.
Ada perasaan nyaman yang menjalari tubuhnya saat dalam keadaan seperti ini. Dia merasakan suasana yang hangat pada saat Kibum memeluk tubuhnya seperti sekarang ini. Kyuhyun sama sekali tidak berniat untuk bergerak, apalagi melepaskan pelukan tangan Kibum dari tubuhnya. Dia tidak ingin membangunkan Kibum ketika dia bergerak sedikit pun. Kibum pasti akan terbangun dengan gerakan sekecil apapun. Dia termasuk orang yang sensitif pada saat sedang tertidur. Kyuhyun tampak berfikir sejenak.
'Ini sangat jarang terjadi' ucapnya dalam hati. Kyuhyun kembali tersenyum. Senyum bahagia kelihatannya. Dia benar-benar sungguh merasa nyaman dengan keadaan seperti ini. Dan dia juga tidak mau moment yang jarang terjadi ini, yang dalam setahun sekali pun belum tentu terjadi ini cepat-cepat berakhir. Kyuhyun tidak mau hal ini cepat berakhir. Kyuhyun masih setia memandangi wajah Kibum dan enggan melepaskan senyuman bahagia itu dari wajahnya.
"Gomawo~" bisik Kyuhyun pelan tepat ditelinga Kibum. Selang beberapa detik, Kibum bergerak lalu melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun, dan juga melepaskan pelukannya pada tubuh Kyuhyun kemudian berbalik arah memunggungi Kyuhyun. Kyuhyun cemberut. Padahal dia masih ingin berlama-lama memandangi wajah Kibum.
"Kau memiliki wajah yang tampan. Tapi kenapa kau menjadi orang yang selalu bertampang datar, dingin, bahkan terkesan cuek?" Kyuhyun tampak berbicara pada Kibum meskipun Kyuhyun tahu Kibum tidak akan mendengarnya karena Kibum masih tertidur. Kyuhyun kemudian mengambil kain yang sudah mengering dari keningnya kemudian meletakkannya di atas meja. Dia merasa tubuhnya sudah mnembaik sekarang. Dia merasa sudah sembuh total. Kyuhyun lalu meraih ponselnya yang terletak di bawah bantalnya, kemudian mengecek pesan masuk apakah kemarin Amber membalas pesannya atau tidak. Ternyata tidak. Kyuhyun tampak kesal.
Dia kemudian mengambil PSP yang terletak di samping Kibum dan mulai memainkannya. Kyuhyun menghidupkan PSP-nya dengan volume yang hampir full. Suara berisik yang berasal dari PSP Kyuhyun itu pun akhirnya sukses membangunkan seorang Kim Kibum dari tidur indahnya.
"Ya! Berisik sekali. Apa yang kau lakukan?" tanya Kibum sambil menatap Kyuhyun yang ada di sampingnya. Kyuhyun yang pura-pura tidak mendengar Kibum yang sedang marah kepadanya terus saja fokus pada game yang dimainkannya, seolah-oleh Kibum tidak sedang berbicara kepadanya.
"Ya! Kau mengganggu tidurku Kim Kyuhyun!" teriak Kibum yang perkataannya sama sekali tidak dihiraukan oleh Kyuhyun. Kibum tampak emosi. Adiknya benar-benar membangkitkan amarahnya pagi itu. Kibum menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun yang merasa ditatap oleh Kibum akhirnya menoleh.
"Ada apa?" tanya Kyuhyun dengan tampang tak berdosa.
"Kalau kau tidak ingin mati, sebaiknya kau keluar dari kamarku sekarang!" bentak Kibum kepada Kyuhyun. Tapi apa reaksi Kyuhyun?
"Mwo? Kau kejam sekali kepada adikmu yang manis ini" kata Kyuhyun diiringi dengan gelak tawa yang keluar lepas dari mulutnya. Kibum semakin berapi-api.
"Diam kau!"
"Eomma~ Kibum mau membunuhku… Hahahaha….." Kyuhyun semakin tertawa lepas. Dia sengaja ingin membuat Kibum marah. Rasanya ini adalah hal yang menyenangkan bisa mengganggu Kibum dan membuat dia marah seperti sekarang ini. Wajah Kibum sedang marah sangat lucu menurutnya.
"Wajahmu lucu sekali kalau sedang marah seperti itu. Hahahahah….." Kyuhyun semakin mengeraskan tawanya. Dia sepertinya mendapat hiburan gratis pagi ini.
BUKK
Kibum melempar bantal tepat di wajah Kyuhyun.
"Ya! Kenapa kau melemparku?" tanya Kyuhyun tak terima.
"Memangnya kenapa?" tanya Kibum dengan ekspresi datarnya.
"Kau!"
BUKK
Kali ini Kyuhyun balas melempar Kibum dengan bantal. Kibum tak membalas. Dia masih saja setia dengan wajah datarnya kemudian beranjak turun dari ranjangnya bermaksud untuk keluar kamar.
"Kau menyebalkan" kata Kibum dingin kemudian keluar dari kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang kini sudah mulai tertawa lagi.
'Kenapa belakangan ini aku suka sekali mengganggunya?' gumam Kyuhyun setelah tawanya mereda kemudian melanjutkan permainan gamenya yang sempat tertuda.
"Kau sudah bangun, sayang?" tanya Jessica ketika ia melihat Kibum berjalan ke arah dapur.
"Bagaimana keadaanmu? Sudah baikan?" tanya Jessica lagi sambil meletakkan punggung tangannya ke kening Kibum, memeriksa apakah demamnya sudah turun atau belum.
"Aku sudah sembuh Eomma" kata Kibum sambil menguap.
"Mana Kyuhyun?"
"Di kamar" jawab Kibum cuek.
"Dia sudah bangun?"
"Hmm" jawab Kibum malas. Mood nya rusak pagi ini gara-gara Kyuhyun mengganggu tidurnya.
"Eomma buatkan coklat panas, ne?" kata Jessica sambil tersenyum kepada Kibum. Kibum hanya mengangguk saja menanggapinya.
Sore hari~
Sore ini Kibum sedang berjalan-jalan sendirian mengitari taman dekat kompleks perumahannya. Dia ingin menghirup segarnya udara sore di taman. Dia terlalu bosan dirumah dan sudah muak dengan makhluk menyebalkan bernama Kim Kyuhyun yang selalu saja mencari ribut dengannya. Dia sudah lelah setiap hari beradu mulut dengan Kyuhyun yang tiada hentinya. Kali ini dia ingin menenangkan diri sendirian berjalan-jalan sore tanpa adanya Kyuhyun disekitarnya. Sesekali Kibum mendendangkan lagu yang keluar melalui Headphone yang tertempel ditelinganya. Kibum kemudian berhenti lalu duduk di salah satu kursi taman.
"Kibum…" Merasa ada seseorang yang memanggil namanya, Kibum membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa orang yang memanggilnya tadi.
"Amber?!" Kibum tampak terkejut dengan kedatangan Amber. Dia mulai gugup.
"Sedang apa kau disini?" tanya Kibum.
"Aku hanya sedang berjalan-jalan sore saja. Rumahku juga tidak terlalu jauh dari sini" jawab Amber.
"Apa kau sendiri? Mana Kyuhyun?" lanjutnya.
"Aku hanya sendirian. Untuk apa kau mencari Kyuhyun?" Kibum tampak kesal dengan Amber yang menanyakan tentang Kyuhyun.
"Ah, tidak apa-apa" Sampai beberapa menit, mereka hanya saling diam. Yah… kita semua tahu bahwa Kibum adalah orang yang tidak banyak bicara. Berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang Hiperaktif. Jadi, mereka hanya diam dalam waktu yang cukup lama.
"Kau tunggu disini ya? Aku akan membelikan Ice Cream" kata Kibum tiba-tiba lalu bangkit dari duduknya menuju penjual Ice Cream yang berada tidak terlalu jauh dari tempat mereka duduk.
"Ini untukmu" kata Kibum sambil memberikan Ice Cream yang dibelinya tadi kepada Amber.
"Gomawo" kata Amber sambil tersenyum.
"Oh ya. Mulai minggu depan aku akan pindah sekolah ke sekolah kalian" kata Amber ceria.
"Kita akan bersekolah ditempat yang sama" lanjutnya.
"Jinjja? Itu berita bagus"
"Dan aku akan selalu bertemu dengan kau dan Kyuhyun"
"Eh?"
"Wae?" tanya Amber heran dengan tampang terkejut Kibum.
"Ah… tidak" jawab Kibum gugup.
"Maksudku, kita bisa pergi dan pulang sekolah bersama-sama nanti" cengir Kibum.
"Tentu saja" kini wajah Amber sangat ceria. Dia senang kalau Kibum dan Kyuhyun mau berteman dekat dengannya.
Dan akhirnya pun mereka berdua sudah mulai akrab dan saling bertukar cerita dan pengalaman mereka masing-masing. Sesekali mereka tampak tertawa lepas setelah mendengar cerita yang mereka anggap lucu. Mereka tampak serasi duduk berdua dibangku taman sambil memakan Ice Cream, dan di terpa hangatnya sinar mentari sore yang mulai tampak berwarna oranye. Tanpa mereka sadari, beberapa meter dari tempat mereka duduk tampak seorang namja tampan sedang memperhatikan gerak-gerik Kibum dan Amber. Bibirnya maju beberapa centi melihat adegan yang ada didepan matanya itu. Wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang kesal. Kyuhyun. Ya, itulah nama namja yang kini tengah memperhatikan dua orang remaja yang sedang duduk di salah satu bangku taman sambil memakan Ice Cream. Dan Kyuhyun pun semakin kesal saat dia melihat Kibum dan Amber tertawa lepas seperti sekarang.
"Aish! Sejak kapan si manusia es itu bisa tertawa lepas seperti itu? Bahkan di rumah dia tidak pernah seperti itu" cibir Kyuhyun pelan yang diarahkan kepada Kibum.
"Apa dia menyukai Amber? Aniya! Itu tidak boleh terjadi" Kyuhyun tampak seperti orang gila berbicara sendirian. Dan pandangan matanya tidak lepas dari gerak-gerik Kibum dan Amber. Hampir 30 menit kemudian Kibum dan Amber beranjak dari kursi taman bermaksud untuk pulang ke rumah karena hari sudah semakin sore.
"Aku pulang duluan, ne?" pamit Amber kepada Kibum.
"Mau ku antar?" tawar Kibum.
"Tidak perlu. Rumahku tidak terlalu jauh kok" tolak Amber halus sambil tersenyum manis ke arah Kibum.
"Baiklah. Hati-hati, ne?"
"Arraseo…" Amber pun segera berlalu dari hadapan Kibum dan meninggalkan Kibum yang kini sudah mulai melangkah pulang menuju rumahnya. Baru sekitar beberapa langkah Kibum bergerak, seseorang memanggil namanya.
"Ya~ Manusia es…." tanpa Kibum melihat siapa yang memanggilnya dengan sebutan aneh itu pun dia sudah bisa menebak-nebak siapa orang yang memanggilnya. Kibum sama sekali tidak berminat untuk melihat orang itu. Sudah pasti yang memanggilnya dengan sebutan aneh itu adalah adik menyebalkannya, Kim Kyuhyun. Kibum tetap melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.
"Ya! Aku memanggilmu" tiba-tiba saja Kyuhyun sudah berada disamping Kibum dengan menaiki sepeda sport berwarna hitam miliknya. Tanpa menyahuti perkataan Kyuhyun, Kibum terus saja melanjutkan perjalanannya tanpa melihat Kyuhyun.
"Dari mana saja kau? Kenapa lama sekali pulang?" Kyuhyun yang tampak kesal karena Kibum sama sekali tak menghiraukannya tetap saja bertanya.
"Bukan urusanmu" jawab Kibum dingin.
"Aku pulang duluan" dengus Kyuhyun kesal, kemudian mulai mengayuh sepedanya.
"Kyuhyun…" Kibum berjalan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun menghentikan sepedanya.
"Bukankah ini sepedaku?" tanya Kibum penuh selidik.
"M-mwo?" Kyuhyun tampak terkejut.
"Ya! Jangan asal menuduh. Untuk apa aku memakai sepedamu?" elak Kyuhyun.
"Sudah jelas disini ada namaku" Kibum menunjukkan nama 'Kim Kibum' yang tertera di kursi sepeda tersebut.
"Ya! Aku tidak sengaja mengambil sepedamu. Kau tau sendirikan sepeda kita itu sama persis. Salahkan Eomma yang selalu membelikan barang-barang yang sama untuk kita" Kyuhyun tampak membela diri. Kibum tampak mendengus sebentar.
"Ayo pulang" kata Kibum lalu naik ke belakang sepeda Kyuhyun dengan posisi berdiri sambil memegang bahu Kyuhyun.
"Pegangan yang kuat…." Kyuhyun mulai mengayuh sepedanya dengan cepat. Sebelum mengayuh sepedanya menuju rumah mereka, mereka mengelilingi taman dengan sekali putaran, dan kemudian segera pulang ke rumah mereka.
At Other Side~
"Ada berita apa?"
"Mereka baru saja bermain-main di taman tadi sore"
"Bagus. Terus pantau mereka"
"Baik, Bos" Seringaian tajam pun tampak jelas diwajah seorang namja yang dipanggil Bos tadi.
"Bersiap-siaplah menderita Kim Heechul…"
~TBC~
annyeong readerdeul~ *bungkuk-bungkuk*
terimakasih karena kalian sudah mau baca FF ini, mian ne tidak balas review nya.
Oh iya bagi readers yang kurang suka jangan bash dan jangan flame ff ini, karna ff ini bukan punya saya.
Saya mengharapkan review, kritik, dan saran dari para readers tersayang.
Jeongmal gomawo~~
regrats,
Kim Hyokyo.
