Chapter dua ini bercerita tentang Miku, Mikuo, Rin, dan Len yang mau pergi ke hawai tapi tiketnya cuma ada 2. Bagaimana mereka bisa pergi berempat?
Selamat membaca!
Pairing : -
Genre : Humor
Disclaimer : Yamaha
Warning : Gaje, mungkin kurang lucu, tidak bisa dimengerti, dan membuat readers menekan tanda panah di ujung kiri.
Siang hari di komplek perumahan.
Hatsune Miku, gadis berambut hijau toska sedang berjalan pulang sambil membawa sekantong penuh negi, makanan favoritnya.
Di tengah perjalanannya, ia melihat dua orang yang sedang duduk di tepi jalan dengan meja di depannya. Ada spanduk kecil yang bertuliskan 'Tiket murah ke Hawai.'
Miku pun tertarik dan menghampiri mereka.
"Ini tiket murah ke Hawai?" Tanya Miku pada dua orang yang berdiri di sana.
"Iya. Nona mau mencobanya? Ada beberapa paket di sini." Jelas salah seorang yang duduk di belakang meja. Ia memberikan sebuah brosur yang sampulnya gambar pesawat dengan awan di belakangnya.
"Perkenalkan, nama saya IA, lalu rekan saya yang duduk di sebelah ini namanya SeeU." Kata gadis berambu pink itu memperkenalkan namanya dan nama rekannya.
Miku hanya mengangguk-angguk. "Paket yang dua orang ini harganya berapa?" Tanya Miku sambil menunjuk rangkaian tulisan yang ada di dalam brosur.
"Paket untuk dua orang harganya 500.000 untuk 2 orang." Jawab SeeU singkat.
"Kalo yang empat orang berapa?" Tanya Miku yang baru sadar kalau dia cuma ajak Rin aja, pasti kembarannya itu mau ikut. Karena Len laki-laki sendiri, alhasil dia akan mengajak Mikuo dan hasilnya, mereka akan pergi berempat.
"Empat orang ke Hawai harganya 5.000.000." Jawab SeeU lagi.
"A-apa? Astaga... perbedaan harga yang cukup tinggi, padahal cuma tambah dua orang... " Gumam Miku sambil menelan ludah.
"Kalau anda keberatan, anda bisa menggunakan cara 'dua kali daftar.'" Kata IA memberi Miku secuil harapan.
"Ba-bagaimana itu caranya? Aku gak ngerti tuh... " Kata Miku sambil tersenyum miris.
"Pertama, anda mendaftar pada kami, beli tiket paket dua orang ini, lalu, anda mendaftar lagi dengan nama orang lain biar daftar pengunjung kami kelihatannya banyak. Anda hanya perlu membayar 1.000.000 dengan cara ini. Anda menghemat 4.000.000, kami mendapat 2 pelanggan dalam satu orang." Jelas IA dengan wajah datar.
"Satu juta? Menghemat empat juga ya... tapi aku cuma punya 500.000... " Gumam Miku pada dirinya sendiri.
"Kalau anda hanya punya uang 500.000, anda bisa mengambil paket yang dua orang ini." Kata IA dengan nada datar.
"Tapi yang pergi mau empat orang... " Kata Miku dengan wajah kecewa.
"Kalau begitu anda bisa mengambil paket yang empat orang." Kata IA dengan ekspresi wajah yang masih sama. "Harganya 5.000.000 kalau tidak dua kali daftar, 1.000.000 kalau dua kali daftar." Tambah SeeU yang wajahnya sedikit dihiasi senyuman.
"Tapi uangku cuma 500.000! ngerti gak sih?!" Kata Miku agak emosi.
"Menyerah saja." Kata IA dengan wajah dan nada yang datar. Matanya pun setengah terbuka melihat kelakuan Miku.
"Tapi aku ingin pergi ke Hawai... " Kata Miku dengan nada pelan.
"Harganya 5.000.000 kalau tidak dua kali daftar, 1.000.000 kalau dua kali daftar." Jelas SeeU dengan kata-kata yang sama.
"Tapi uangku tidak cukup!" Kata Miku yang menahan emosi menghadapi dua orang di depannya ini.
"Kalau begitu cukup ajak 1 orang saja." Kata IA masih dengan ekspresi yang sama, selalu.
Miku tampak berpikir. "Mengajak Rin-chan saja? Apa bisa ya? Pergi di tengah malam saat Len dan Mikuo sedang tertidur... " Batin Miku sambil melihat sepatunya.
"Tidak ada taksi di tengah malam, menyerah saja." Tanya IA. "HEH! Kau bisa baca pikiran ya!?" Kata Miku yang kaget setengah matang.
"Tidak, itu yang biasa dilakukan orang-orang kalau tiket yang mereka punya tidak cukup dengan jumlah orang yang ingin mereja ajak. Mereka akan pergi di tengah malam saat semua orang tertidur. Tapi sayangnya, tidak ada taksi di tengah malam." Jelas IA masih dengan ekspersi datar.
"500.000 untuk paket dua orang." Kata SeeU dengan senyum lebar, seperti yakin kalau Miku akan mendaftar.
"Ngg... gimana yah? Gak ada diskon gitu?" Tanya Miku. "Anda mengambil paket dua orang, tidak ada diskon." Jawab IA singkat. "Beda lagi kalau kau mengambil paket yang 4 orang, kau akan mendapat diskon." Jelas SeeU.
"Berapa!?" Tanya Miku antusias.
"1.000.000 saja." Jawab SeeU sambil tersenyum manis.
"Hah?! Menghemat 1.000.000 lebih baik aku daftar dua kali! Kalau aku punya uang 5.000.000, daftar dua kali bayarnya 1.000.000, sisanya bisa kupakai untuk beli oleh-oleh!" Kata Miku yang kaget dengan mata melotot.
"Kami juga berharap anda mendaftar dua kali. Agar daftar pengunjung kami kelihatan banyak." Kata IA sopan.
"Baiklah, aku beli yang paket dua orang sajalah... " Kata Miku dengan keputusannya yang sudah bulat. "Masalah Len dan Mikuo kupikirkan nanti saja. Yang penting aku dan Rin-chan bisa pergi ke Hawai!" Batin Miku.
"Silahkan isi kertas pendaftaran di sini, kalau sudah selesai tolong tanda tangan di sini." Kata IA sambil menyodorkan kertas putih dengan garis-garis dan tulisan-tulisan ke arah Miku.
Miku mengisi formulir itu layaknya sedang mengisi kertas ujian UN. "Lulusnya aku dalam mengisi kertas ini akan berpengaruh pada pergi atau tidaknya aku dan Rin-chan ke Hawai! Salah sedikit saja fatal akibatnya!" Batin Miku masih fokus menulis.
10 menit kemudian.
"Ini kertasnya." Kata Miku sambil menyodorkan kertas itu pada IA. IA pun menerima kertas itu. SeeU di sebelahnya menyodorkan dua tikuet pesawat tujuan Hawai.
"Silahkan bayar di airport. Tunjukkan stempel ini pada mereka." Jelas IA. "Apa anda yakin tidak mau daftar dua kali? Anda akan sangat membantu kami." Lanjut IA.
"Uangku sudah habis tau!" Kata Miku yang segera pergi meninggalkan mereka.
"Ah, maaf. Nona, kantong belanjaan anda tertinggal." Kata IA sambil mengangkat kantong berisi negi itu.
Miku memang malas untuk kembali ke sana, tapi negi berharganya masih berada di sana. Mau tidak mau, demi neginya, Miku kembali lagi ke sana dan mengambil kantong itu dengan kasar dari tangan IA.
Sampai di rumah.
"Aku pulang."
"Selamat datang." Jawab bersaudara kembar yang sedang duduk sambil menonton TV LCD 60 inch yang mereka beli dari uang patungan.
"Aku lelah sekali... " Kata Miku yang langsung melempar tubuhnya ke sofa yang empuk.
"Lelah karena berbelanja ya?" Tanya Rin yang menggeser posisinya agar tempat Miku lebih luas.
"Bukan. Sebenarnya harusnya aku sudah pulang dari tadi, tapi karena mengurusi tiket pesawat aku jadi capek begini... " Jelas Miku sambil menghela nafas berat.
"Tiket pesawat? Miku-chan mau pergi ke mana?" Tanya Rin antusias. Begitu juga Len yang diam-diam menguping.
"Kita akan pergi ke Hawai Rin-chan! Tapi jangan kasih tau Len dan Mikuo soal ini! Soalnya tiketnya cuma ada 2! Uang hasil menang lomba sudah ku pakai semua!" Bisik Miku pada Rin. Len yang punya ikatan batin sama Rin pun entah kenapa merasa senang dan tidak sabar. Samar-samar Len mendengar kata Hawai dari bisikan Miku pada Rin.
Malam hari sebelum berangkat ke Hawai.
"Rin-chan, semua barangmu sudah siap?" Tanya Miku pada Rin yang sedang ada di kamarnya. Rin mengangguk mantap. Jam menunjukkan pukul 11 malam. Taksi masih ada pada jam segitu. Mereka pun bergegas pergi keluar sambil membawa tas mereka masing-masing.
Tapi ternyata di depan pintu keluar sudah ada dua laki-laki yang mejeng dengan posenya masing-masing.
"Berhenti di situ! Rin! Miku!" Kata Len yang kakinya udah bentol-bentol digigitin nyamuk.
"Kalian?!" Kata Miku layaknya bertemu musuh utama di dalam game.
"Fufufu... kami telah mengetahui rencana kalian yang mau pergi ke Hawai tanpa kami. Jadi kalian bermaksud memanfaatkan kami untuk menjaga rumah. Ia kan?!" Kata Len menuduh Miku dan Rin sambil menggaruk kakinya yang gatal.
"Cih! Miku-chan!" Decak Rin yang rencananya diketahui oleh saudaranya itu.
"Eh bukan gitu... kalian salah paham... kami pergi berdua karena tiket yang kami punya Cuma ada dua... " Jelas Miku dengan senyum miris.
"Kenapa gak beli empat!?" Tanya Mikuo yang sudah emosi.
"Uang yang aku miliki kan cuma cukup untuk beli dua... " Kata Miku dengan mulut maju sambil memain-mainkan jadi telunjuknya.
"Kami mau ikut. Bagaimanapun caranya!" Kata Len ngotot mau ikut pergi. Begitu juga Mikuo yang mengangguk setuju.
Miku dan Rin berpikir keras. Setelah berpikir selama 30 menit, akhirnya mereka menemukan jawaban yang sama.
"Kalian bisa masuk ke dalam kardus."
"Apa?" Tanya Len dan Mikuo tidak percaya.
"Ya, kalian jadi penumpang gelap." Kata Miku sambil tersenyum jahil.
"Ah gak mau! Nanti kan dimintain tiketnya!" Kata Len dengan wajah sinis.
"Heh! Dikira kita ke Hawai naik kereta apa? Kita naik pesawat mana mungkin tiketnya diperiksa! Lagi pula kalian kan masuk dalam kardus." Kata Rin sambil memencet-mencet batang hidungnya.
"Baiklah kalau begitu. Ayo Mikuo! Kita berkemas!" Kata Len yang segera berlari ke kamarnya. Diikuti Mikuo di belakangnya.
"Apa tidak apa-apa Miku-chan, kalau mereka masuk dalam kardus?" Tanya Rin khawatir. "Tenang saja... " Kata Miku sambil mengusap kepala Rin.
"Masalahnya, kardus apa yang mau kita gunakan?" Tanya Rin yang bikin Miku jadi mikir dua kali untuk mengajak mereka berdua.
"Kardus indomie cukup untuk Len, tapi kardus apa yang cukup untuk Mikuo?" Tanya Miku sambil mengobrak-abrik gudang miliknya.
"Miku-chan. Kardus kipas ini bisa digunakan tidak?" Tanya Rin pada Miku sambil mengeluarkan sebuah kardus yang cukup untuk Mikuo.
"Oh, bisa tuh. Yang itu saja." Kata Miku sambil mengeluarkan kardus indomie untuk Len.
Jam menunjukkan pukul 12 tengah malam.
"Cepat! Kita harus cepat sebelum taksinya pulang!" Kata Rin yang berlari paling depan.
"Tunggu Rin-cha, jangan terlalu bersemangat!" Teriak Miku dari belakang.
"Itu taksinya! Taksi! Taksi!" Teriak Rin memanggil taksi yang hanya tinggal satu-satunya.
Mereka pun sukses naik taksi terakhir itu.
"Dengan apa kita membayar taksi ini kalau uangmu saja habis untuk membayar tiket pesawat... " Kata Rin sambil melihat ke arah Miku yang duduk di samping supir. Miku berpikir sejenak.
"Len, Mikuo, kalian punya uang gak?" Tanya Miku pada laki-laki yang duduk di belakang.
"Aku punya 50.000 doang." Jawab Len.
"Aku... 20... 40.000." Jawab Mikuo sambil membuka isi dompetnya.
"90.000... " Gumam Miku.
Akhirnya mereka sampai ke tujuan tanpa macet sedikit pun.
"Harganya 60.000 aja." Kata Si supir.
"Wah, ini pak uangnya. Masing ada sisa 30.000!" Kata Miku yang senang sambil memegang kembaliannya itu.
"Baiklah, mulai dari sini, kalian sudah harus masuk kardus." Kata Miku yang membuka kardus kipas angin itu.
Mikuo dan Len pun masuk ke kardus mereka masing-masing dan di dorong menggunakan kereta yang di dorong oleh Miku.
Di tempat penukaran tiket, telah duduk IA dan SeeU menunggu kehadiran para pelanggan maskapai penerbangan mereka.
"Hih! Mereka lagi!?" Kata Miku yang melihat mereka dari jauh. "Apa boleh buat."
"Selamat malam, nona Hatsune Miku." Sapa kedua orang yang sekarang memakai seragam maskapai mereka.
"Malam." Jawab Miku dengan wajah sinis.
"Silahkan tunjukkan tiket anda." Kata IA tanpa senyum sedikit pun.
Miku pun menyodorkan dua lembar tiket tujuan Hawai kepada IA. Setelah melihat sekilas, IA merobek bagian samping tiket itu lalu memberikannya kembali pada Miku. Ia juga memberikan 2 lembar kertas bertuliskan 'Voucher tiket'.
"Apa ini?" Miku membaca lebih jelas kertas voucher yang diberikan 2 lembar itu.
"Voucher tiket ke Hawai... potongan harga 200.000?!" Kata Miku yang membaca tulisan di kertas itu. "Kenapa waktu aku mendaftar kemarin kau tidak memberikan ini padaku?!" Tanya Miku pada IA yang sedang duduk tenang di kursinya.
"Anda hanya dapat mendapatkan voucher ini di tempat pendaftaran resminya saja. Apa anda ingin menggunakannya sekarang?" Tanya IA dengan nada sopan.
"Ya tentu saja! Aku menghemat 400.000 kalau begitu! Untuk makan dan bayar hotel!" Kata Miku agak emosi.
"Oh? Tiket ini sudah mencangkup semuanya. Mulai dari hotel, makan selama 3 hari 2 malam, dan penerjemah." Jelas SeeU dengan senyum seperti biasa.
"astaga! Berarti aku bisa menggunakannya untuk membeli oleh-oleh!" Kata Miku senang.
"Apa tidak terlalu murah ya, tiket pesawat, hotel, makan selama 3 hari 2 malam, dan seorang penerjemah dengan harga 250.000 per orang... wah wah... " Kata Len geleng-geleng di dalam kardus indomie.
Mereka pun berjalan menuju ruang tunggu. Mereka duduk berdekatan dengan kardus berisi manusia yang diletakkan di depan kaki mereka. Tiba-tiba, datang seorang perempuan berambut pink tapi bukan IA.
"Perkenalkan, nama saya Megurine Luka. Saya penerjemah dalam paket tiket pesawat anda." Kata wanita itu memperkenalkan dirinya.
"Oh, i-iya... silahkan duduk... " Kata Miku mempersilahkan Luka untuk duduk di sampingnya.
Mereka menunggu selama 50 menit dan akhirnya pesawat yang ditunggu pun datang juga. Miku dan Rin mendorong kardus berisi manusia itu ke dalam pesawat bersama Luka yang berjalan di belakang mereka.
Mereka pun berangkat ke Hawai sambil mengantongi uang 400.000 untuk beli oleh-oleh. Mereka tidak memikirkan soal tiket pulang.
To Be Continued
Chapter 2 selesai! Author mengharapkan review lebih banyak dari readers... hehe...
Kalau Lucu,
Jangan lupa review! :D
Terima kasih bagi readers yang sudah membaca apalagi me-review!
