Telah sampailah kita di chapter terakhir di fanfic yang berjudul Activities of Vocaloid ini. Saya gak tau mau ngomong apa lagi...

Selamat membaca.

Pairing : -

Genre : Humor

Disclaimer : YAMAHA

Warning : Ini hanya karya author belaka.

Pagi hari di kediaman Vocaloid.

Seminggu telah berlalu sejak Rin dan Len melakukan operasi giginya. Dan sekarang Miku berencana untuk membayar hutangnya di rumah sakit. Tapi hal pertama yang harus dilakukannya adalah membangunkan Mikuo.

"MIKUO! Bangun! Sudah jam 9!" Teriak Miku sambil mengguncang-guncangkan tubuh adiknya.

"Ngg... " Erang Mikuo yang mempererat selimut yang menutupi dirinya.

"MI-KU-O!" Teriak Miku sambil menarik selimut adiknya dengan sekuat tenaga.

"Ngg... jangan... " Gumam Mikuo.

"Apanya yang jangan! Cepat bangun!" Teriak Miku lagi.

"JANGAN TINGGALKAN AKU MARIA!" Teriak Mikuo yang sedang mengigau.

"A-apa?!" Miku kaget mendengar ngingauan adiknya. Tiba-tiba ide unik muncul di kepala Miku.

"IYA! AKU TIDAK AKAN MENINGGALKANMU ESMERALDA!" Teriak Miku dengan nada sedih.

"HAH!? ESMERALDA!?" Mikuo langsung terbangun dari tidurnya. Miku nyengir melihat adiknya yang kaget dengan rambutnya yang berantakan.

"Apa?! Kenapa jadi Esmeralda?! Siapa dia?!" Tanya Mikuo yang sedang duduk di atas kasurnya. Menyadari Miku ada di kamarnya, Mikuo menatap Miku dengan tatapan sinis.

"Jadi kau Esmeraldanya?! Ganggu orang tidur aja!" Gerutu Mikuo.

"Hei, hei, hari ini aku berencana untuk pergi ke ATM, dan satu-satunya orang yang mengerti soal ATM hanya kau. Ayo cepat bangun, mandi lalu sarapan!" Kata Miku sambil tertawa sesekali melihat reaksi adiknya.

Mikuo terdiam melihat kakaknya yang keluar sambil tertawa.

Activities of Vocaloid

Pagi hari di meja makan kediaman Vocaloid. Makanan enak yang disajikan di meja makan sudah habis tanpa sisa.

"Ehem! Nah, sekarang, kita berempat akan pergi ke ATM untuk membayar biaya operasi Rin-chan dan Len!" Kata Miku sambil menepuk tangannya sekali.

"ATM? ATM itu apa?" Tanya Rin yang baru selesai menghabiskan susunya.

"ATM! Anjungan Tunai Mikuo!" Jawab Miku asal.

"EH! Bukan! ATM! Anjungan Tunai Master!" Jawab Mikuo tidak kalah asal.

"Oh iya ya, kan Master yang pegang buku tabungan kita... berarti Anjungan Tunai Master... betul itu!" Kata Miku.

"Aku sudah mengambil buku tabungan kita masing-masing. Ini punyaku, ini punya mu, dan ini punya kalian berdua. Maap-maap aja nih, kalian harus berbagi tabungan karena kalian kembar." Jelas Mikuo sambil memberikan buku tabungan mereka masing-masing.

"Kau tau? Menjadi Vocaloid yang punya kembaran itu tidak selalunya enak. Buku tabungan cuma satu, itu berarti tabungan kita sama dong." Kata Rin yang agak kecewa.

"Ehem! Karena di sini aku kakaknya, jadi akulah pemegang tabungan terbesar. Buku tabungan ini aku yang pegang, dan aku boleh mengambil uang sesuka hatiku, dan yang terakhir, kau hanya boleh mengambil uang dari ATM dengan seizinku." Jelas Len.

"IIH! Ini gara-gara sepak bola! Siaal!" Gerutu Rin.

"Angka apa ini? Nolnya banyak banget... " Gumam Miku.

"Itu nominal tabunganmu. Semakin banyak nolnya, semakin banyak uangmu." Jelas Mikuo singkat.

"Wah! Wah! Wah! Ini nolnya ada berapa?! Gak kehitung pake jari!" Teriak Miku. Rin dan Len pun berebut ingin melihat angka nol di tabungan mereka.

"Nol-nya banyak ya... " Gumam Rin.

"Ini bacanya berapa ya?" Tanya Len.

"Ya, udah. Jangan terkesima dengan tabungan kalian. Ayo kita ke ATM." Ujar Mikuo.

"Ini kartu apa?" Tanya Miku.

"Itu kartu kredit." Jawab Mikuo singkat.

"AAH! Si Gesek!" Teriak Miku. Miku langsung memeluk, mencium, mengusap, meniduri -?- kartu kreditnya itu.

"Kita tinggalin ajalah... " Mereka bertiga meninggalkan Miku yang sedang jatuh cinta pada kartu 'gesek' barunya.

Di ATM.

"Wah! Rame banget!" Ujar Rin yang melihat ke sekeliling ruang ATM yang antriannya bukan main panjang banget.

"Eh, sembaring nunggu giliran kita, aku punya tebakkan lho." Kata Rin.

"Apa?! Apa?!" Tanya Miku antusias.

"Kalau Black Rock Shooter jadi presiden Amerika sekarang, namanya berubah jadi apa?" Tanya Rin dengan ekspresi wajah misterius.

"Apa? Presiden Rock Shooter?" Tanya Miku.

"Salah."

"Black Presiden Shooter?" Tanya Mikuo.

"Penembak gelap presiden...? bukan."

"Black Rock Presiden?" Tanya Len.

"Rok gelap presiden? Presiden Amerika pake rok?"

"Nyerah deh." Ujar Miku.

"Ganti pertanyaan! Kalau Black Rock Shooter nikah sama presiden Obama nama anaknya siapa?" Tanya Rin.

"Black Obama Shooter?"

"Obama Rock Shooter?"

"Black Rock Obama?"

"Salah semua."

"Jadi apa dong jawabannya?" Tanya Miku geregetan.

"Jawabannya adalah... " Gumam Rin.

5 menit.

15 menit.

30 menit.

"Apa? Kasih tau jawabannya!" Kata Len agak membentak.

"Jawabannya adalah... " Gumam Rin lagi.

"Barack Rock Shooter... "

Suasana hening sejenak.

"BWA HAHAHAHAHAA! Apa katanya!? Barack apa?!" Tanya Mikuo yang terguling-guling di lantai ruang ATM.

"HIHIHIIIHIHIHI! Barack Rock Shooter! HAHAHA!" Miku pun juga tertawa lebar.

"Hahahaha! Lucu juga tebak-tebakkanmu! Barack Rock Shooter... kalau aku bayangkan, Barack Obama pakai bra hitam, jaket hitam, dan salah satu matanya mengeluarkan sinar biru...!" Ujar Len yang memegangi perutnya karena sakit.

Rin mengangguk-ngangguk karena lawakannya berhasil.

"Eh! Udah giliran kita tuh! Gak terasa ya..." Ujar Miku. Mereka pun mengambil uang mereka dari tabungan mereka masing-masing.

"Miku-chan emang bisa makenya?" Tanya Rin.

"Bisa dong. Kan tulisannya jelas. Mau ambil berapa, mau tranfer, dan lain-lain." Jelas Miku.

Uang 100.000-an pun keluar segepok dari dalam mesin ATM.

"Miku-chan ambil berapa?" Tanya Rin.

"20 juta." Jawab Miku santai.

"Kalau gitu aku juga!" Kata Rin yang baru akan mulai memencet-mencet mesin ATM ketika Len berkata, "Tanpa seizinku, kau tidak boleh memencet satu tombol pun."

Len pun menekan beberapa tombol di mesin ATM itu. Sejumlah uang pun keluar dan langsung dikantongi oleh Len.

"Buatku mana?" Tanya Rin dengan wajah polos.

"Nanti jatahmu ada di rumah." Jawab Len singkat.

"UUH! Pelit! Kalau pelit nanti kuburannya sempit!" Gerutu Rin.

"Tenang aja, aku udah pesen kuburan di kawasan elit! 30x20 meter! Sampe aku bisa dugem di dalam!" Kata Len tidak mau kalah.

"Kalau diterusin pasti akhirnya berantem lagi... " Gumam Miku. Miku pun memisahkan kedua anak kembar yang hampir bertengkar itu.

"Eh, ngomong-ngomong, kita ngambil uang sebanyak ini mau dipake buat apa?" Tanya Miku.

"Kalo aku sih buat beli PSP! Biar bisa main Project DIVA! Gini-gini aku belom pernah main lho." Jawab Mikuo santai.

"Kalo aku buat ke salon, perawatan muka, perawatan rambut, pokoknya dari ujung rambut sampe ujung kaki deh!" Jawab Len.

"Kalo aku mau beli baju baru! Sepatu baru! Tas baru! Bando baru! Semuanya baru deh!" Jawab Rin.

"Eh! Kamu kan gak punya uang!" Potong Len.

"Eh? Bukannya nanti kau yang bayarin?" Tanya Rin.

"Lu pikir gua emak lu apa?!" Kata Len dengan mata melotot.

"HIIH! Pelit amat! Nanti juga kena copet!" Gerutu Rin sambil membuang muka.

"Kalau aku... buat makan aja deh. Beli sayur yang banyak biar kita gak susah cari makan lagi... " Jawab Miku bijaksana.

Mereka bertiga melihat Miku yang seakan-akan disinari oleh cahaya surga yang suci.

"Kak. Kau dermawan sekali..." Puji Mikuo.

"Iya, Miku-chan bisa me-manage uang ya... " Gumam Rin.

"Betapa bijaksananya engkau wahai Hatsune Miku... " Gumam Len.

Miku ngangguk-ngangguk.

"Hari ini kita makan malam di restoran ya!" Ajak Miku.

"Idih! Biasanya kita makan di warung pecel! Sekarang restoran! Asik!" Kata Rin sambil melompat-lompat.

"Kalo ginikan aku jadi semangat konser... sekaligus tau gajiku dibawa kemana..." Gumam Len sambil meraba-raba uangnya.

"Tapi sebelum itu kita ke toko game dulu yuk! Beli PSP buat aku!" Kata Mikuo.

"Ih... tapi kan kita belum makan siang... " Kata Miku sambil memegangi perutnya yang lapar.

"Ya udah deh, habis makan kita langsung ke toko game ya!" Kata Mikuo.

"Eh! Tunggu! Habis makan kan kita lewatin toko baju, boleh ya, mampir ke sana dulu... " Kata Rin meminta sangat pada Mikuo. Karena kasihan, Mikuo pun mengangguk.

"Habis ke toko baju, kita ke toko—"

"Kita kan lewatin salon, jadi ke salon dulu! Lihat rambutku sudah acak-acakan!" Protes Len.

"Ih! Gak pa-pa-lah! Kali-kali ganti model rambut kenapa!? Kalau habis makan ke toko baju, terus ke salon, keburu tutup tokonya!" Protes Mikuo.

"Ya udah, pergi aja sendiri-sendiri." Kata Miku menengahi.

"Gak ah." Jawab mereka bertiga.

"Kenapa? Kan waktunya jadi gak kebuang-buang... " Kata Miku dengan wajah keheranan.

"Soalnya kalo jalannya gak sama Miku-chan, serasa gak jalan bareng mama!" Kata Rin yang memeluk lengan kiri Miku.

"Iya, di salon itu kan lama, kalo aku pergi sendiri, terus nanti ada banci gimana?" Kata Len yang memeluk lengan kanan Miku.

"Y-ya sudah, kita jalan bareng. Tapi jangan salahkan aku kalau toko gamenya keburu tutup ya... " Kata Miku sambil mengusap-usap kepala dua anak kembar yang sudah seperti anaknya itu.

"Cih! Selalu aku! Selalu aku! Sekali-kali kalian dong yang ngalah!" Protes Mikuo.

"Iih! Mikuo protes terus nih ya! Nanti kuburannya sempit lho!" Kata Rin.

"Iya! Nanti gak bisa dugem dalem kuburan lho!" Tambah Len.

"Diem ah! Omongan kalian itu bullshit semua!" Teriak Mikuo yang sudah kesal.

"Ih! Mama! Papa marah!" Kata Rin yang semakin erat memeluk lengan Miku.

"Mikuo! Jangan gitu dong! Rin-chan jadi takut tuh!" Kata Miku memarahi adiknya yang terlihat cuek bebek.

Mereka tidak sadar kalau percakapan mereka telah menjadi tontonan banyak orang.

"Itu Hatsune Miku kan?" Terdengar suara dari pada fans Miku.

"Ngg... Rin-chan, Len, Mikuo, ayo kita cepat-cepat pergi ke restoran... biar gak diserbu fans... " Bisik Miku.

Mereka pun main kejar-kejaran sama fans mereka. Miku dkk sudah berhasil mendapatkan uang yang banyak dari mesin ATM yang kata mereka sih Anjungan Tunai Master, dan mereka tidak perlu pusing memikirkan uang belanja. Bahkan sekarang Mikuo bisa mewujudkan keinginannya untuk membeli PSP dan main Project DIVA.

Mereka sekarang hidup layak bahkan bisa dibilang hidup mewah. Inilah arti, usaha harus dimulai dari bawah. Tapi beda dengan mereka yang tidak tau kalau hasil usaha mereka ditabung ke sebuah tempat yang bernama bank.

Dan inilah mereka, para Vocaloid yang hidup dalam satu rumah kecil yang sekarang sudah hidup normal seperti kebanyakan artis di TV-TV. Mereka melakukan konser dimana-mana. Tetapi tentu saja, mereka tidak kehilangan waktu luang mereka bersama di hari minggu.

OWARI

JENG! JENG! XD

Sudah tamat semuanyaa!

Kalo gak lucu ya maap deh...

Untuk ke depannya saya akan membuat Activities of Vocaloid dengan seri terbaru! Pastinya sih gak sekarang, karena saya sedang disibukkan dengan tugas saya di fandom lain. Tapi jangan khawatir! Saya pasti akan mempublishkan fic-fic baru untuk readers yang menyukai karya saya! Terus dukung saya ya! Muah! Muah!

Jangan lupa review! :D