Author: HannaNick
Main cast:
~ Sehun
~ Luhan
~ Kai
~ Chen (tambahan)
~ EXO's Member
Warning:YAOI, TYPO(S), OOC, CERITA GAJE
Rated: T
Genre: Fantasy, dan silahkan anda tentukan sendiri
Disclaimer: This is EXO couple, and this is fav. Author
Milik SM, Family and EXO
Summary: luhan sebenarnya hanya penduduk desa biasa, namun tiba tiba makhluk dari surga yang terbuang datang dan menganggu desa. Lalu bagaimana?
Maaf buat Updatenya yang lama hehehe,,,, peace bro, Now! It's my fanfiction...
If you don't like please don't bash
Happy reading
Part 1: Story
Hari ini, aku memulai hidupku yang baru didunia yang baru dan dunia yang seluruh isinya berbeda dariku. Sekarang aku sedang berada disebuah kerajaan megah tempat baruku, sekarang aku tinggal disini bersama appa baru yang merupakan raja dikerajaan ini, kerajaan lucifer, ia bernama Kim Jongdae. Ia namja yang baik, hangat dan memiliki senyum yang memikat tapi jangan lupa dengan sayap putih dan besar bagaikan malaikat yang mencerminkan bahwa ia adalah lucifer. Ia menyuruhku memanggilnya appa, entah karena apa, aku juga tidak tau. Baru beberapa jam aku berada disini tapi aku bisa merasakan kehangatannya. Kami saling tertawa, menceritakan hal hal yang menarik dan saling memberi pendapat.
Kami bersama pergi berkeliling kerajaan dan aku menyapa para maid yang bekerja dikerajaan ini. Dalam pikiranku aku berfikir kenapa lucifer yang baik seperti ini berani menyerang penduduk desaku, atau desa kami melakukan sesuatu yang salah. Atau ada sekelompok lucifer yang memang jahat dan membutuhkan darah. Entahlah. Bukankah dunia itu membinggungkan
Dalam diriku ada perasan takut pada mereka. Takut pada keganasan mereka dan entahlah ada suatu rasa kepercayaan dari mereka bahwa mereka tak akan menyerangku.
Tapi. Aku siapa?
Aku hanya seorang penduduk desa kecil yang masih percaya pada makhluk hitam
Dan..., entahlah aku pusing
Apa tuhan yang menentukanku berada disini? Berada didunia hitam yang penuh kebahagiaan, atau ini kebahagiaan sementara, yang berujung dengan tangisan
Yang aku berada didalamnya
Siang ini appa menggajakku berjalan jalan di daerah kerajaannya. Seolah aku sering ke tempat ini, seolah hapal dengan tempat ini aku pergi tanpa panduannya. Kami pergi ketaman kerajaan, dan menemukan sebuah pohon besar yang mungkin berusia satu abad atu mungkin lebih. Pohon ini sudah sangat tua, akar akarnya pun sampai keluar hingga bisa diduduki.
"appa, pohon ini sangat besar" ia terkekek lalu duduk diakar besar itu sambil menepuk menepuk tempat disampingnya mengisyaratkan agar aku duduk disana, aku segera duduk dan melihat seberapa besarnya pohon tuan ini. Menarik. Aku berlari kearah batan pohon itu. Menggelus batangnya yang kasar namun hangat. Aku menutup mataku. Merasakannya.
'Dalam gelapku, aku melihat'
'Tempat'
'Tempat ini, tepat berada dipohon ini'
'Ada seorang manusia kecil dengan satu orang lucifer kecil bersayap putih yang tampan, mereka bermain ditaman. Mereka tertawa. Mereka bahagia, tapi... anak manusia itu mirip sekali denganku. Apa aku dulu pernah tinggal disini. Atau aku bagian dari sini'
"hahaha...ayo Andrea, kita main"
'mereka tertawa, lucifer itu bermain dengan anak manusia duduk direrumputan hijau yang luas sambil tertawa'
"ani, Hans aku lelah"
'terlihat lucifer lagi, namun dia berbulu hitam, hitam gagak. Lucifer ini memiliki sayap besar yang tegap, sangat besar hampir sebesar tubuhnya berbeda dengan yang berbulu putih yang hanya sampai pinggang sedang duduk sambil menselonjorkan kaki kanannya dan menekuk kaki kirinya di bagian dalam pohon rindang yang gelap hingga tak terlihat wajahnya'
"Phantom, ayo main kenapa kau duduk, diam dan menyendiri saja?"
'lucifer itu berusaha menghindari kedua orang itu walaupun manusia itu terus menyapannya, berusaha tidak memperdulikan, berusaha tak mengingginkan walau dalam hatinya berbeda, terlihat bola matanya hitamnya yang tajam seolah menyiratkan kekecewaan, kesendirian,membutuhkan kasih sayang, dan... balas dendam'
"pergilah, aku ingin sendiri"
'lucifer itu berdiri dan memasang tudung kepalannya yang jatuh secara tidak sengaja'
'ia hendak pergi dari tempat itu, namun manusia itu memegang bahu lucifer hitam'
"lepaskan..."
'terdengar lirih'
"tidak, ayo kita main dengan Hans"
'seolah setan masuk kedalam tubuhnya, ia membalikkan tubuhnya hingga genggaman dibahunya lepas, menatap anak yang itu tajam dengan bola matanya yang hitam'
'ia pergi dengan menggepakkan sayapnya yang besar dan pergi entah kemana'
"Phantom!, tunggu aku..."
'anak manusia itu berusa memanggilnya, namun tetap tak diperdulikan seolah olah telingannya tertutup'
"Phantom, kau mau kemana?"
'ia melirih... sedih'
"jangan tinggalkan aku, aku ingin selalu bersamamu"
"Andrea, kalau Phantom tak ingin main jangan dipaksa, biarkan dia pergi Selamannya.
Selamannya.
Selamannya"
'siapa mereka, ada apa denganku, dan kenapa dengan tempat ini'
"Luhan," terasa sebuah tepukan dibahu, aku membuka mataku, mendonggakkan kepalaku kebelakan. Terlihat appa memandangku khawatir
"ada apa denganmu? Apa kau sakit?" aku menggeleng
"ayo, lebih baik kita masuk saja langit sudah gelap" aku mengangguk
'apa tadi hanya ilusi'
'namun, terlihat nyata'
Aku memandang pohon besar itu, bolehkan aku mengetahui, siapa mereka?
Malam telah tiba, saat makan malam yang suram dipenuhi canda tawa. Appa selalu menyuguhkan candaan yang tak garing, ia memiliki homuris yang tinggi. Terdapat cinta kasih dalam bola matanya setiap melihatku, dan saat bertemu sapa pada pelayannya. Entalahlah ini nyata atau bukan, tapi seperti ada ikatan batin antara dia dan aku. sebegitu hebatnyakah ia dalam hal seperti ini. Baru pagi hari kami bertemu dan sekarang seperti keluarga, bukan keluarga baru tapi keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Aneh bukan
"luhan, kau baik baik saja?" ia menepuk bahuku pelan dengan mata yang menyorotkan ke khawatiran
"ani, aku baik baik saja appa" ia terkekek dan mengacak rambutku lembut
"kalau ada masalah katakan saja" seolah ia bisa membaca pikiranku, aku menggeleng
"katakan saja" setiap kata ia ucapkan mengandung kelembutan, tapi aku ragu. Ragu untuk jawabannya.
"kau membuat appamu yang tampan ini jadi patung menunggumu, luhan" aku terkekek, ia selalu bisa membuatnya hanyut dengan kalimat seperti ini
"kata siapa appa tampan, wajahku lebih tampan" ia terlihat kesal, atau ia senggaja kesal.
"luhan..." kini dengan wajah yang melas. Aku terkekeh,
"waeyo appa?"
"katakan kalau appa itu tampan"
"ani" ia manyunkan bibirnya,
"luhan,," wajahnya mulai berubah melas, oh...ia terlihat makin jelek
"aniyo,"
"luhhhaaann..."
"baiklah, baiklah appa paling tampan" kini wajahnya berubah cerah
"ia, appa paling tampan, seperti pangerang kodok" ia cemberut dan kami, kami tertawa bersama. Indah bukan, namun kindahan itu entah berakhir kapan dan bagaimana
Ditengah keindahan bulan purnama, saksi kebahagiaanku yang pertama disini
Apa ini hanya topeng, aku dimanfaatkan? Tapi aku bahagia, ketulusannya sama dengan yang diberikan umma
Waktunya tidur, ia bercerita kepada tentang cerita dongeng. Bagaikan seorang anak berumur lima tahun. Tapi aku bahagia. Ia bercerita tentang seorang putri kecil yang hidup sendirian bersama ibunya dan mengalami kejadia kejadian tak terduga hingga bertemu ayahnya. Lalu bahagia, mereka bahagia. Bukankah ini cerita didunia manusia, tapi sepertinya ini terkenal didunia ini, hahaha...mungkin didunia ini ada semacam import. Mungkin.
Tapi cerita ini mengingatkanku pada umma
Aku teringgat pada umma dirumah, ia pasti sendirian, ia pasti kesepian, dan ia sekarang tanpaku, tanpa malaikat yang selalu berada didekatnya
Bagaimana ia sekarang
Umma...aku rindu padamu, umma...
" dan mereka bahagia. Selamannya. Tamat"
Selamannya ya..., apakah aku juga selamannya disini? Aku juga ingin pulang, walaupun disini aku baik baik saja, tapi disini tak ada umma
Tak ada umma,
Ia menutup buku cerita yang berada ditanggannya dan mengecup keningku lembut
"tidurlah, sudah malam appa tak mau membacakan cerita lagi pada bayi besar appa" aku terkekeh
"appa" ia menatapku dengan lembut
"hmm, kenapa luhan?"
"good night" ia tersenyum lalu memasangkan selimut sampai dadaku. Menutup gorden yang sebelumnya memperlihatkan indahnya bulan lalu mematikan lampu dan meninggalkanku yang terlelap dengan kehidupan barunya
"good night, luhan"
Dalam mimpi yang indah hingga tak ingin terbangun, takut menyadari ini hanya ilusi dan harus menghadapi kenyataan yang menyedihkan
Dan dalam lubang yang tak ada jalan keluar, saat kau masuk
Seorang namja terlihat duduk nyaman diruang kerjannya, sambil melihat indahnya bulan. Ia sedang memikirkan sesuatu. Hingga datanglah namja dengan berpakai setelan hitam dan tidak lupa sepasang sayap putih yang masuk setelah namja itu mengetuk pintu dan berjalan hampir mendekati meja namja yang sedang duduk tersebut, ia menundukkan kepalannya sebagi tanda kesopanan. Namja itu mungubah mimik wajahnya yang tadi lembut menjadi serius. Menautkan kedua tangannya dan meletakkannya dibawah dagu mencoba menanggapi dengan tegas.
"bagaimana?"
"saya sudah menarik seluruh pasukan, dan memperbaiki beberapa bangunan berharga"
"lalu?"
"mereka percaya dengan bualan itu"
"baiklah, kau boleh pergi"
"saya undur diri tuan" setelahnya, namja dengan setelah hitam itu pergi hingga menyisahkan namja yang duduk sambil mengamati bulan purnama. Namja itu mengeluarkan sebuah foto didalam jasnya. Terlihat seperti keluarga bahagia. Ia dengan bersama istrinya dan kedua anaknya. Mereka tersenyum. Seakan tak ada masalah. Bukan seolah tak ada masalah, tapi menutupi masalah.
"maafkan aku lagi Xiumin," ia mendongakkan wajahnya dan kembali menatap bulan
'TOK TOK TOK' ia memandang namja muda yang mengetuk kaca tempatnya melihat keindahan bulan. Ia berdiri mendekati namja itu, ia terbang menggunakan sayapnya yang putih
"waeyo Kai?"
"ani, appa sedang memikirkan siapa?" ia tersenyum
"appa sedang memikirkan Kai yang belum pulang dari tadi, appa sedih Kai belum pulang" kekehan terdengar dari mulut namja yang bernama Kai
"appa! Ayo jalan jalan, aku bosan!"
"hei, bukankah dari tadi kau baru saja jalan jalan oeh?"
"ayolah appa" namja itu terkekek
"hmm, baiklah" ia membuka gagang yang berada didepannya tempat yang memisahkan tempat ia berada dan langit yang luas. Menggerakannya kebawah. Pintu kaca itu terbuka. Mengepak ngepakkan sayapnya sebagai persiapan dan pergi menuju langit bersama anaknya.
Matahari menampilkan sinarnya, mengakibatkan namja cantik yang sedang tertidur pulas terbangun karenanya. Luhan, namja cantik ini bernama Luhan, Luhan segera bangun dan berfikir tentang apa yang akan ia lakukan sekang. Lamunannya berhenti ketika seorang maid masuk kekamarnya dan membawakan pakaian
"tuan muda, tuan besar sudah menunggu untuk makan setelah anda selesai mandi" Luhan menangguk tanda mengerti tak lupa memberi balasan senyuman pagi. Dengan cepat ia menuju kamar mandi dengan cepat karna ada seseorang yang menunggunya, tak baik membuat orang menunggu kan?
Ia telah selesai berpakaian, dengan segera ia membuka pintu kamarnya dan menuju ruang makan. Namun ia tak tahu dimana ruangan itu. Ia menatap seseorang yang berada disamping pintu kamarnya. Maid yang berada disampingnya hanya memberikan senyum seolah menggerti dengan raut kebingunggan tuan muda.
"ayo, saya antar keruang makan tuan muda" aku kembali mengangguk. Kami melewati beberapa lorong yang berisi banyak hiasan dinding penuh dengan seni . sampai di ruang makan yang besar dan mewah, hingga melihat appa dan seseorang yang entah siapa karena duduk membelakanggiku dengan sayap putihnya, appa menyadari akan kehadiranku menggeluarkan senyumnya yang hangat. Aku membalas. Aku segera mencari tempat duduk bersebelahan dengan namja itu, dikarenakan hanya ada tiga buah kursi. Namja itu menyadari kehadiranku, ia melirikku, kami saling berpandang.
"hai," ia menyapaku, aku tersenyum
"hai, perkenalkan namaku Luhan, Xi Luhan"
"namaku Kim jongin, tapi appa biasa memanggilku Kai, kau juga boleh memanggilku begitu" aku menggerutkan dahiku
'appa? Appa yang mana?'
"Luhan, ini anakku. Dia anak tertua dikeluarga ini"
"jinjja? Berarti aku harus menanggilnya hyung?" appa mengangguk
"anyyeong Kai hyung"
"anyyeong Luhan"
"ayo kita makan," kami kembali tertawa, ia orang yang humoris
Siang ini aku diajak oleh Kai hyun berjalan jalan kesebuah hutan, kami akan bermain main dengan beberapa hewan disana. Ia bilang bermain dengan rusa rusa disana sangatlah menyenangkan dan bermain dengan hewan hewan lainnya . ia juga bercerita hampir seluruh hewan disini hewan jinak, tapi kita tetap harus berhati hati. Disana juga ada hewan yang tidak akan ditemukan ditempat lain seperti unicorn. kami bersiap.
Kami bertemu di taman. Aku menunggunya agak lama, entah apa yang ia persiapkan. Namun, sekarang ia telah datang dan mengganti pakaiannya yang berbeda dengan yang tadi dan berbekal tas ransel besar yang ia seret.
"maaf membuatmu menunggu, Luhan" ia menyapaku
"tak apa apa Kai hyung, lagi pula aku baru datang" ia mendekat kearahku dengan ransel yang diseretnya,
"kemarilah, luhan" aku menggikuti ajakannya, ia menyerahkan ranselnya. Aku menggerti, aku segera memakai ransel itu. Saat aku memakaiannya, rasannya berat, sangat berat.
"berat ya? Maafkan aku. aku takut sayapku patah saat memakainnya, ransel yang biasa aku pakai rusak" aku mengangguk
"sekarang lingkarkan kedua tanganmu keleherku dan kita berangkat" aku mulai tak yakin, ragu ragu aku melingkarkan tangganku kelehernya. Terciumlah aroma tubuhnya, ia juga melingkarkan tangannya dipinggangku. Aku merasa kakiku sudah tak menyentuk tanah. Inikah rasanya terbang, menyenangkan.
"berpeganggan yang erat, aku taku kau jatuh" nasihatnya, aku menngeratkan pegangganku dilehernya. Terasa dada kami bersentuhan, jantungku terasa kencang, kencang dan makin kecang. Aku merasakan kehangatan tubuhnya. aku mendonggakan wajahku terlihat wajahnya yang lebih sama seperti appa, dan ia tampan
"Luhan?" ia masih fokus pada penglihatannya
"hmm, wae Kai hyung?"
"apa kau sakit?" aku menggerutkan dahiku
"ani, wae hyung?"
"wajahmu merah" tidak mungkin, benarkah wajahku merah. Bunyi kepakkan sayap Kai hyung mulai tak keras lagi, kulihat dari bawah terdapat banyak pohon besar. Mungkin itu hutannya. Benar saja, aku merasakan sudah mengginjak tanah kembali.
"kita sudah sampai?" ia mengangguk dan tersenyum
"ayo, kita cari rusanya" kini giliranku yang mengangguk
.
.
.
Sekarang kai hyung sedang bermain dengan beberapa rusa dan hewan hewan lain entah memberi makan atau sedang memberikan kasih sayang pada mereka, aku iri, sedangkan aku, aku sedang mengikuti rusa buruanku, kalau dibilang buruan tidak juga tapi rusa incaranku. Dia terlihat manis. Aku masih saja menggejarnya dengan hati hati,namun sepertinya dia menyadari hingga dia berlari dengan cepat, aku mencoba menggejarnya. Curang. Pasti aku akan kalah. Demi mendapatkan rusa walau keringat mulai menetes didahiku, namun itu aku masih berlari, berlari dan berlari hingga... aku tak tau dimana sekarang aku berada. Disini gelap dan menyeramkan. Aku takut. Harusnya aku mematuhi perkataan Jongin hyung. Sekarang aku dimana.
"ssshhhhtt..." aku membeku, aku takut dan menyadari bahwa didepanku, didepanku terdapat ular. Ular yang siap mengigitku, Ular dengan badan pipih saat tegak,
Aku berusaha mundur, namun ia terus menggikutiku, mundur hingga sebuah pohon menghentikan usahaku, seolah mempersilahkan ular itu mengigitku. Tubuhku terasa dingin, aku takut.
'Kumohon siapa saja tolong aku'
Ular itu sudah berada tepat didepanku dan kini ia telah mengigit kakiku, dan akan melumpuhkanku
.
.
.
Aku seperti akan mati, tubuhku tak bisa digerakkan, mataku berkunang kunang, tubuhku tergeletak dihutan yang gelap dan menyeramkan. Aku takut dimakan hewan buas. Aku takut disini. Aku mau pulang, appa, Jongin hyung mian..., aku tak bisa membalas kebaikkan kalian.
Beberapa menit sebelum kematian mendekatiku kudengar derap langkah seseorang walaupun sama sama. Dia berjalan. Kemari. Terdengar langkahnya. Cepatlah, aku butuh bantuanmu.
Benar. Walaupun samar samar, ada seorang, seorang...lucifer, ya! Lucifer berjalan dengan tenang tanpa memandangku, seolah aku tak ada.
"to-to long a-a aku" ia memandangku sejenak namun ia kembali mengacuhkanku, aku mencoba menggerakkan tanganku dan menahan kakinya
"ku-mo-hon" ia kembali memandangku dan terdengar helaan nafas, ia mendekat kearah tubuhku. Ia memandangku. Menatapku dengan tajam.
"kau manusia?" terdengar suara beratnya yang tidak bersahabat, aku mengangguk sebisaku. Lalu ia melirik kakiku yang terdapat bekas gigitan ular. Ia mendekati gigitan dikakiku dan entahlah, aku tak bisa melihatnya. Namja dengan jubah hitam hingga menutupi seluruh tubuhnya dan kepalannya dengan tudung kepala.
"e-eung, sa-sakit" terasa seperti hisapan yang berasal dari bibir yang dingin, beberapa menit kemudian ia melepaskan hisapannya dikakiku dan meludah, bukan meludah biasa. Warnanya hitam pekat, ia menghisap bisa ular itu.
Kini wajahnya berada didepan mataku, hanya hidung kami yang membatasi. Aku melihat matanya, mata hitam yang tajam, mata yang berisi kegelapan dan balas dendam. Ia mendekatkan wajahnya tanpa sengaja tudung kepalannya terjatuh dan terlihat wajah rupawannya. Wajah yang berada lebih dari kata tampan, rambut yang berwarna pirang, hidung yang mancung proporsional, tatapan mata yang tajam dengan korneanya yang hitam, dan kulitnya yang putih pucat. Walaupun aku saat ini rapuh masih bisa melihatnya, melihat dirinya, aku merasa ada gemuruh dalam tubuhku. Jantungku berdebar kencang, sama seperti saat aku merasakan hangatnya tubuh Jongin hyung. Jantungku terus berpompa seperti ingin mendekatkan wajahnya terus hingga, kami berciuman. Bibirnya yang dingin bagai musim salju sekarang kurasakan. Ia mencoba menyuruhku membuka mulutnya, aku lemah tak berdaya, tak bisa melawan hanya mengikuti permainannya, entah apa keinginannya. Ia memasukkan lidahnya kedalam mulutku, lidahnya bermain secara liar. Terasa, ia terus saja memproduksi cairan dimulutnya dan memberikannya kepadaku. Mau tak mau aku menelan. Menelan air liur yang terlampau banyak dimulutku. Tubuhku terasa panas, setiap aku menelannya terasa panas, panas membakar tubuhku. Setelah beberapa menit menelan liurnya, aku bisa menggerakkan tubuhku, entah berapa banyak liur yang kutelan, liurnya bagaikan obat yang manis saat kau menelannya dan panas setelah sampai keseluruh tubuhmu yang bisa membuatmu juga candu. Ia melepaskan ciuman ini dan menggelap bibirnya yang penuh dengan saliva entah aku atau dia yang lebih dominan dengan punggung tangannya lalu menutup kembali tudung kepala untuk menutupi kepalannya seakan dia seseorang yang misterius. Menjauhi tubuhku. Dan entah sepertinya ia hendak pergi menuju daerah dalam hutan yang menggerikan itu , aku menarik tangannya dengan cepat sebelum ia pergi dan menggulas senyum kepadanya
"go-ma-wo" ia melepaskan peganggan tanganku dengan kasar,
"phan-tom," ucapan yang secara tak sadar keluar dari mulutku, seakan dia mengenal nama itu, ia, tubuhnya membeku dan seiring tubuhku yang lemas sekarang berada di dekapannya yang dingin bagai salju yang turun dibumi.
AND
OR
TBC
I DON'T KNOW
Note from Hanna: Hai! Maafkan aku! aku minta maaf yang menunggu fanfic ini dengan cepat, soalnya aku belum dapat pencerahan hehehe..., bagi yang mau pairing HunHan atau KaiHan mari kita musyawarahkan.
Aku juga kaget pas lihat banyak review yang ada, terima kasih untuk semua review kalian chingu!
Dan sekali lagi, maafkan aku untuk updatenya yang lama..., semoga cerita ini membuat kalian puas ya...
Maafkan aku juga yang gak sempat bicara thaks buat kalian semua yang mereview,
Sebagai gantinya ini dia balas dariku, maaf bukan bentuk PM
Isnaeni love sungmin o thaks buat reviewnya, benarkah menarik? Hahaha...terima kasih banget kalau begitu
.5 o tenang, udah lanjut kok hehehe...
BaekRen o hehehe...maaf ya kalau updatenya gak kilat, ini alur cerita agak memusingkan sih trus gak dapat pencerahan buat idennya
Kazuma B'tomat o ehm,,, HunHan ya... tapi yang lainnya setuju gak? Takutnya gak setuju
Ryu Chanhyun o ya... bisa dibilang begitu sih, HunHan atau KaiHan saya tanya sama Reviewers semua
Tikaa o jinjja? Kalau gitu aku tunggu reviewnya buat chapter ini
o ya... begitulah, sehun jadi lucifer
Ohristi95 o maaf ya...bukan update kilat, tapi saya usahakan memuaskan
Banana o sebenarnya luhan bukan tumbal, tapi... rahasia
Baby Panda ZiTaoRis EXOtics o kita runding yuk mau HunHan atau KaiHan
luExoKyuElf o hehehe...kamu maunnya KaiHan ya... beda sendiri. Ah (Bow ), park Jae Je imnidda, bangaespeum imnidda
rinie hun o hahaha... masa sih langka, ngalahin langkanya komodo gak?, maaf ya bukan update kilat
i am me o ok, sudah update kok
sari2min o ok, thanks buat reviewnya
003 o masa sih serem, lucifer itu sama kerennya sama malaikan mungkin lucifer itu bentuk bad boynya malaikat (ngawur) hehehe...
0312luLuEXOticS o kalau HunHan atau KaiHan kita musyawarah yuk, mau HunHan atau KaiHan
Dinodeer o ya...saya juga gak tau ini ikut HunHan atau KaiHan,
THANKS SEMUANNYA
