Author: HannaNick
Main cast:
~ Sehun
~ Luhan
~ Kai
~ Chen
~ Tao
~ Kris
~ D.O
~ EXO's Member
Warning:YAOI, TYPO(S), OOC, CERITA GAJE
Rated: T
Genre: Fantasy, dan silahkan anda tentukan sendiri
Disclaimer: This is EXO couple, and this is fav. Author
Milik SM, Family and EXO
Summary: luhan sebenarnya hanya penduduk desa biasa, namun tiba tiba makhluk dari surga yang terbuang datang dan menganggu desa. Lalu bagaimana?
If you don't like please don't bash
Happy reading
Part 1: Phantom Story
/ (-3-) /
Seorang anak manusia sedang menatapi miris seseorang yang berada berada dalam kekanggan. Bocah itu menatap lucifer hitam yang baru saja selesai mendapat hadiah dari appa mereka. terlihat dari tubuhnya yang berlumuran darah akibat banyaknya cambukan berturut turut diseluruh tubuhnya yang tak memakai atasan begitu pula dengan bulu sayap hitamnya yang rontok beberapa helai. Pergelanggannya dikunci dengan rantai yang terhubung dengan dinding agar ia tak bisa lepas. Keadaannya yang sekarang menggenaskan, sama dengan keadaan hatinya yang melihat orang yang kau sukai secara langsung dalam keadaan seperti ini.
perlahan mendekati lucifer itu, menggangkat wajahnya yang menunduk dan memperhatikan wajah putih pucat yang rupawan itu. Ujung bibirnya berdarah sama sama menggenaskan keadaanya sekarang.
"Phantom..." lucifer itu membuka matanya yang kelam dan menggalihkan pandangannya kearah lain tak ingin memandang orang yang menatapnya miris.
"Phantom, bertahanlah" air mata membasahi wajah Andrea, sang anak manusia itu. Karena kesalahan yang tidak ia mengerti, Phantom harus dikurung selamannya disini. Phantom memandang sejenak Andrea yang menangis, ia mendecih lalu memandang tajam Andrea.
"berisik...," satu kata yang membuat Andrea menyeka air matanya dan tersenyum pada Phantom. ia mengerti ucapan Phantom, ia terlalu mengerti Phantom. Phantom menyuruhnya menghentikan tangisannya, itulah maksud Phantom
"mian phantom..." Phantom tak memperdulikan ucapan Andrea, ia malah menatap lengan Andrea yang terkena cambukkan pertama dari namja brengsek karena melindungi dirinya. Ia merasa bersalah pada Andrea, tak seharusnya ia mendapat cambukan itu. Andrea menatapnya bingung
"berikan tanganmu!"
"waeyo Phan-"
"cepat!" belum sempat melanjutkan kata katanya Phantom sudah mendahuluinya, akhirnya ia memberikan tangannya sambil menatap Phantom bingung. Phantom segera menjilati lengan Andrea yang hanya memakai pakaian lengan pendek dengan cepat, memberikan air liurnya yang bisa menyembuhkan luka. Inilah yang membuat Andrea jatuh cinta pada Phantom, Phantom yang dingin namun perhatian padanya dan ia ingin membuat Phantom si pangeran es ini menjadi miliknya untuk selamanya walau entah kapan.
'tap'
'tap'
'tap'
Suara langkah kaki masuk kedalam pendengaran mereka, Phantom tau siapa langkah itu dengan cepat ia menarik kembali jilatannya dilengan Andrea yang telah sembuh. Dia sudah mempersiapkan kembali tubuhnya namun Andrea, ia bingung dengan keadaan yang akan terjadi.
"pergi" terdengar lirih sekaligus paksaan, Phantom takut Andrea terkena cambukan lagi, cukup dia saja yang terluka.
"cepat pergi!" terlambat...,
Masuklah namja tua yang masuk sambil membawa cambukkan sambil menyeringai menatap wajah Phantom, anaenya. Phantom menatap datar wajah didepannya, Andrea menyadari dia pun menenggok dan melihat appanya membawa cambukkan penuh darah yang ia gunakan tadi untuk melukai tubuh Phantom. Appa mereka sudah berada didepan mata, melihat Andrea berada disini, dia menghela nafas.
"pergilah Andrea atau ahjussi akan mencambukmu juga seperti dia..." ia sudah bertekat akan melindungi Phantom
"ani, sudah cukup ahjussi memangnya apa salah Phantom!" ia merentangkan tangannya melindungi Phantom, menutup mata berusaha tidak melihat yang ada didepannya. Ia takut namun ia juga sama saja jika melihat Phantom kesakitan. Ia kalut saat ini. Terdengar suara cambukkan keras namun tak terasa ditubuhku
'CTAR'
"aaaaaakkkkkkkkhhhhhhh..."
'CTAR' 'CTAR'
"hah, hah, aaaaakkkkhhhh..."
'CTAR'
"aaarrrggggghhhh!"
"luhan, luhan kau kenapa?" Luhan membuka matanya perlahan hingga mendapati matahari yang terik dan cicitan burung burung yang ramai, yang menandakan cuaca pagi yang manis disebuah hutan bagian dalam yang agak terang karena sinar matahari
' jadi...tadi mimpi, lalu siapa mereka' batin Luhan
"gwanchanayo luhan?" Luhan hanya mengangguk dan memandang sekitar tempat ia tertidur,
"kau tadi teriak tak jelas, Luhan" ucap kai
"kita dimana Kai hyung?" Kai hanya bisa mengangkat bahu
"entahlah yang aku tahu kita berada dihutan, aku mecarimu seharian hingga putus asa lalu melihatmu bersandar dipohon ini dengan keadaan pingsan. Memangnya apa yang telah terjadi?" ucap Kai, Ia membantu Luhan berdiri dari duduknya yang menyender disebuah pohon lalu menggajaknya berjalan keluar hutan. Kai menenggok kebelakang dan melihat Luhan yang berjalan dibelakangnya dengan jalan agak terseok seok, hingga menimbulkan tanda tanya dibenak Kai
"Luhan" ucap Kai hingga Luhan menatap Kai
"waeyo Kai hyung?" tanya Luhan, Kai mendekatinya dan
"kau digigit ular, dilihat dari diameter taringnya ini ular...Sphanex(ngarang abis) ular paling berbahaya dihutan ini, jika kau tidak memberikan penawarnya dalam jangka tiga puluh menit kau akan mati karena bisa-nya mudah menggalir bersama darah, itupun memerlukan waktu selama sebulan agar sembuh" ucap Kai secara lengkap, detail dan terasa...mengerikan dalam batin Luhan sendiri ia merasa tak apa apa dengan dirinya lalu apa Kai yakin itu gigitan ular ganas. Entahlah.
"jadi siapa yang bisa menolongmu dengan secepat ini Luhan?" Kai bertanya pada Luhan dengan tatapan tanda tanya
"bagaimana ciri ciri orang yang telah menyelamatkanmu?" Kai menatap Luhan penasaran sambil memeriksa kakinya yang digigit ular tadi.
"aku tak terlalu ingat hanya saja, dia lucifer dengan sayap hitam dan-" belum selesai Luhan berbicara, kai sudah bertanya kembali
"tunggu! apa kau yakin?" tanya Kai yang sepertinya ragu dengan perkataan Luhan
"maksud hyung?" Luhan hanya menggerutkan keningnya
"apa kau yakin dia bersayap hitam, didunia ini tidak ada lucifer bersayap hitam kecuali 'dia'..." ucap Kai, terlihat keraguan dengan kata 'dia' memangnya siapa 'dia'itu.
" 'dia' ?" ucap Luhan sambil menggulang kata 'dia' yang diucapkan Kai
"Phantom..." Luhan memandang Kai, apa dia tahu tentang namja bernama Phatom itu, ia sendiri bermimpi melihat namja bernama Phantom yang sama seperti ditaman bersama dengan Appa dan terakhir dimimpinya barusan
"siapa itu Phantom?" Luhan memandang Kai yang terlihat menundukkan kepalanya namun terlihat mimik wajahnya yang terlihat sedih, memangnya siapa itu Phantom lalu siapa Andrea, akhir akhir ini ia sering bermimpi tentang mereka
"dia adalah...dongsaengku, tapi... ini tidak mungkin" ucap Kai dengan tatapan yang entahlah tidak bisa dibaca
"wae hyung?" tanya Luhan pada Kai yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri
"ayo kita bicarakan dengan appa!" kami segera kembali kekerajaan dan mencari namja yang kami panggil 'appa' diseluruh kerajaan, kami mencarinya diseluruh bagian kerajaan hingga menemukannya disebuah ruangan yang belum pernah kulihat isinya karna selalu ditutup rapat dengan berbagai pengaman. Appa sendiri sedang duduk diatas kasur dan menatap jendela dikamar tersebut hingga dia mulai menyadari keberadaan kami didepan pintu menoleh dan memandang kami heran
"ada apa, Kai?" tanyanya sambil menggerutkan dahi, Kai mendekati appa dengan nafas terengah engah karena penerbangannya yang terburu buru
"appa, Luhan bilang ia melihat...Phantom " ucap Kai pada appa namun tak membuat raut kekagetan dalam wajahnya, ia mendekati Kai dan mengelus suraiaan rambut kai dengan halus begitu pula pada Luhan
"aku sudah tau dari mimpi, dia memasuki mimpiku dan mengatakan ingin menebus kesalahannya pada Phantom sekarang carilah Phantom dan bawa dia kemari sebelum bulan purnama yang akan terjadi tujuh malam lagi" ucap appa meninggalkan Kai yang berada didalam kamar itu dan menarik tangan Luhan yang saat itu tak mengerti apa apa. Luhan ditarik appanya menuju sebuah kamar dilantai paling atas kerajaan, sebuah kamar yang masih terawat walaupun berada paling atas. Appa terlihat mengambil sebuah buku tua yang berada disebuah rak buku besar didalam tempat tersebut dan duduk diatas kursi sedangkan aku hanya menginggat kamar ini, seperti pernah melihatnya.
"Luhan" panggil appa pada Luhan
"apa yang kau ketahui tentang dirimu?" tanya appa pada Luhan
"aku hanya penduduk desa kecil lalu-" perkataan Luhan terputus karena appa
"maafkan appa, tapi ada yang harus kita luruskan" ucap appa pada Luhan yang menatapnya binggung
"appa akan menceritakan sebuah cerita, kau harus mendengarkan"
"dahulu kalau kerajaan Lucifer sangat tentram berkat rajanya yang adil dan ramah, sang raja memiliki seorang anak bernama Hans dan calon anak yang akan diberi nama Phantom yang berada dikandungan istrinya, sedangkan adik raja saat itu juga memiliki calon anak yang diberi nama Andrea. Saat itu kerajaan sedang berperang dengan kegelapan yang saat itu menguasai keadaan kerajaan namun mereka kembali dengan kemenangan tanpa tahu kalau diantara mereka kalau ada sesuatu yang terjadi dalam diri sang raja. Tepat saat raja kembali sang ratu akan melahirkan bersamaan dengan adik iparnya, hingga lahirlah anak Lucifer hitam yang menandakan kekuatan hebat dan kebaikan dan lahirlah juga anak manusia yang membuat pangeran kedua agak resah dengan lahirnya anak manusia ini namun setelah menemui penasihat kerajaan dan berbicara dengannya akhirnya ia mengerti yang menyayangi sang putra manusianya itu, namun tepat saat melahirkan Phantom sang ratu meninggal dunia. Sang raja geram dan benci pada Phantom karna Phantom membuat istrinya meninggal dunia, hingga sebagai pelampiasan ia menyakiti Phantom. hingga mereka dewasa Phantom akhirnya menjadi pribadi yang pasif dan ingin membalas dendam pada orang yang selama ini menyiksanya berbeda dengan Phantom, Andrea yang dewasa mulai menyukai Phantom namun ia merasa sampai kapanpun Phantom tak akan membalas perasaannya karena didalam dirinya hanya balas dendam. Hans yang saat itu merasa heran dengan sifat appanya pada Phantom akhirnya menyuruh Phantom untuk berlindung dihutan dan mencari Aragon, pangeran kerajaan naga api yang terkenal bisa menggunakan sihir ia pun berguru pada Aragon atas suruhan Hans. Kerajaan kembali mendapat perang melawan kegelapan, namun anehnya sang raja memihak kegelapan hingga Hans mencari dongsaengnya untuk membantu kerajaan beserta Aragon untuk membantunya. Perang yang diwakili raja dipihak kegelapan dan dongsaengnya dipihak kerajaan berlangsung seri hingga Phantom tertembak peluru dijantungnya, Andrea yang tidak terima pun menusuk jantung sang raja dengan pedang yang dipegang Phantom pada saat saat terakhir sang raja mengucapkan terima kasih telah membunuh kegelapan yang ternyata mencintai istrinya hingga melukai Phantom dan meminta maaf pada Phantom, maaf pada dirinya yang tidak bisa menguasai tubuhnya sendiri sehingga melukai diri anaenya sendiri tak lupa berterima kasih pada Andrea. Andrea sendiri pun tak bisa membendung kesedihan atas kematian Phantom, akhirnya ia bunuh diri dihutan itu sembari mencium Phantom dan meregang nyawa diatas tubuh Phantom. seluruh orang yang berada disana terkena kutukan abadi yang tak bisa bertambah umur, mereka harus menunggu Andrea dan Phantom lahir kembali dan membuat Andrea jatuh kedalam cerita yang bahagia bersama Phantom. selesai"
"jadi, intinya kau adalah Andrea, pemeran utama dalam kisah ini dan sudah saatnya kau mencari Phantom demi semuanya" ucap appa pada Luhan yang sibuk dengan pemikiran kisah tadi.
"dan maafkan aku jika aku menganggu desamu, ini demi pesan dari hyungku, raja kerajaan Lucifer" lirih appa sambil mendekati Luhan
"tapi apa buktinya kalau aku memang Andrea?" tanya Luhan dengan lirih
"tanda sayap hitam dihatimu, didalam jiwamu yang hanya kami yang terkena kutukan yang bisa melihatnya" terang appa
"jadi..."
"ne,...kami bertiga terkena kutukan tersebut dan senang bertemu denganmu anaeku" ucap appa sambil memeluk Luhan sambil meneteskan air mata begitu pula dengan Luhan.
"appa..."panggil Luhan,
"aku ingin ummaku, tolong jemput dia" mohon Luhan pada appanya, ia mengangguk
"kau bisa bersama ummamu setelah kau kembali membawa Phantom kekerajaan" Luhan mengangguk
"namun kau harus ingat Luhan, nantinya kau tak boleh jatuh cinta pada orang lain selain Phantom"
"tidurlah, besok akan menjadi perjalanan yang panjang" Luhan menuruti ucapan appanya dan pergi menuju kamarnya dan tertidur dengan nyenyak menunggu matahari terbit dan membangunkan tubuhnya dan menghadapi hari kedepan
Seharian ini kami bertiga berada dihutan yang sama saat aku pingsan tadi. Aku, Kai dan lucifer bermata panda dengan sayap berwarna putih yang imut bernama Tao. hutan gelap yang menggerikan membuat aku dan Tao merinding, namun ini demi mencari Phantom. Kai sebagai pemandu tentunya berada didepan kami, aku tak menyangka kalau harus pergi ketempat yang menyeramkan seperti ini. Menyebalkan.
"Tao..." panggilku, ia menatapku
"Phantom itu seperti apa sih,?" ia menggedipkan matanya sambil menatapku heran
"aku tak tau Phantom, memangnya apa yang ia jelaskan padamu, Luhan?" aku menggerutkan dahi, Aku? Andrea
"kata appa aku adalah Andrea, namun bagaimana kau bisa menyebutku Andrea memangnya kau ikut pertempuran itu, Tao?" kini ia yang terlihat menggerutkan dahinya
"hei hei hei pertempuran itu sudah terjadi satu abad yang lalu tentu saja aku tak ikut namun yang kutahu dari kakek dari kakekku Andrea berupa namja manis" terang Tao
"memangnya tidak ada yang namanya lucifer dengan sayap hitam?" ia hanya menggeleng, aku melihat tingkahnya seperti anak kecil yang berumur lima tahun dia sangat imut dengan mata pandanya walaupun wajahnya tidak sesuai dengan sifatnya
"memangnya orang tua itu tak memberitahumu tentang phantom juga?" oh...aku mengerti, yang kau maksud orang tua itu orang yang aku panggil 'appa', kau itu menghina appaku
"yak! Noona panda, berhentilah berbicara!" kini hyung didepanku yang mulai melerai kami, namun aura setan terasa disampingku hingga mengharuskan aku menatap namja disampingku yang mengeluarkan aura aura hitam yang membuatku merinding oh...Tao, jangan mulai
"berhenti memanggilku noona aku ini namja!" Tao berlari kearah Kai dan terjadilah perkelahian sengit antara Tao dan Kai, oh...ayolah mereka bukan anak kecil yang maish bertengkar dengan masalah sepele seperti ini.
"kau itu terlihat seperti yeoja dari pada namja, noona panda"
"jangan mulai hyung!" berusaha melerai kedua orang yang memiliki tenaga ekstra, bayangkan sedari tadi mereka sudah memulai perkelahian sebanyak lima kali dan dengan ini mereka masih saja punya tenaga untuk bertengkar seperti anak kecil, oh...ayolah
"berhenti memanggilku noona, kkamjong!"
"jangan kau ladeni dia Tao!"
"menyenangkan ya..." kami segera medonggak kearah sumber suara itu, terlihat namja bersurai pirang agak panjang dengan dagu yang lancip beserta mata yang tajam bagai elang namun tanpa sayap, dia sedang duduk santai diatas dahan pohon yang paling tinggi dengan memakai pakaian sederhana yaitu kaus V neck putih dan celana jeans hitam dengan ikat pinggang perak yang melingkar dipinggangnya,apa dia manusia kalau iya sedang apa disini
"siapa kau?" tanyaku menatap namja itu
"aku bukan siapa siapa hanya bersenang senang, kalian sedang mencari apa dihutan yang menyeramkan ini?" tanya namja itu dengan raut wajah yang tenang namun terdengar baritonnya yang berat
"kami mencari seseorang" ucapku pada namja diatas pohon itu
"well, siapa namja yang beruntung itu?" namja itu terlihat tertarik dengan ucapanku
"entah kami juga tidak tau yang pasti-" belum selesai aku melanjutkan ucapanku ia langsung turun dari pohon yang tinggi itu tanpa bantuan hingga menyentuh tanah dengan kakinya tanpa terluka lalu berdiri didepanku hingga terlihat dengan jelas tingginya yang sangat melebihku. Ia menatap namja panda yang berada disebelah kananku, ia melangkah kearah Tao dan menarik dagunya, hingga mereka bertatap wajah. Namja itu terus mendekat kearah wajah Tao dengan tatapannya tajam dan melepaskan tangannya dari dagu Tao secara kasar lalu menyeringai.
"aku tahu kalian mencari 'dia' bukan?" ucap namja tinggi itu, Luhan menggerutkan dahi dengan pernyataan dari namja yang baru saja mereka temui.
"kau mencari lucifer dengan sayap hitam bukan, berarti kalian mencari Phantom, dongsaeng dari pangeran kerajaan lucifer betul kan Hans" Kai menatap namja itu dengan heran, sedangkan yang ditatap hanya menyeringai dan tertawa keras hingga menimbulkan keheninggan sementara yang diselinggi tawaan yang tak kalah keras dari Kai, Luhan dan Tao hanya diam tak menggerti.
"senang bertemu denganmu pangeran kerajaan naga api, Aragon" ucap Kai sakratis sambil meninju kecil bahu namja yang bernama Aragon namun Aragon hanya memutar bola matanya
"yeah, namun sayangnya aku tak senang bertemu denganmu" jawab Aragon sakratis,
"dan berhenti memanggilku Aragon, mulai sekarang panggil aku Kris" kini Kris mulai mendekati Tao hingga menatapnya dalam dan melumat bibir peach Tao sedangkan Tao hanya bisa shock dengan namja didepannya dan mendorong tubuh Kris namun Kris menyadari dan memeluk erat pinggang Tao, dengan tenaga sisa yang dimilikinya Tao mendorong tubuh kris hingga sebuah lengan yang berada dipinggangnya terlepas beserta pemiliknya tidak lupa Tao
PLAKKK, menampar pipi kanan Kris dengan manis
"kau! Bajingan mesum menyebalkan!" kutuk Tao menggunakan telujuknya tepat didepan wajah Kris dengan wajah memerah diseluruh wajahnya sedangkan yang ditunjuk hanya menyeringai
"lalu apa peduliku?" tantang Kris dengan tenang, namun pertengkaran ronde baru antara Kris dan Tao harus dihentikan terlebih dahulu. Kai segera menarik tangan Kris dan menyuruhnya memberi tahu tempat tinggalnya dikarenakan matahari sudah tenggelam dan gelap serta hewan malam sudah mulai aktif mencari makanan. Setelah berjalan jauh akhirnya mereka sampai disebuah gua gelap dan terdapat banyak kelelawar
"hei, kau yakin ini rumahmu?" tanya Kai sakratis
"aku ini lebih handal dalam mencari tempat persembunyian, Hans" ucap Kris yang masih berjalan didalam gua beserta Kai, Tao dan Luhan. Hingga akhirnya diujung gua terdapat pintu kayu dengan gantungan bulat, Kris mendorong gantungan itu sehingga terlihatlah rumah yang tak kalah besar dengan istana begitu pula dengan taman yang sepertinya lebih luas dari pada kerajaan.
"selamat datang rumah tersembunyi miliku" ucap Kris pada pengunjung pertama segera memandu mereka menuju rumahnya yang dominan berwarna putih gading, dibagian dalam rumah itu pun masih dominan berwarna putih namun juga terdapat sentuhan berwarna hitam dengan barang barang mewah
"Kris!" panggil Luhan pada Kris yang sedang duduk nyaman diatas sofa putih besama Kai ditengan dan Tao diujung sedangkan ia hanya berdiri karena tak ada lahan untuknya duduk, Kris... anda bukan ruan rumah yang baik. Kris yang merasa dipanggil pun menenggok Luhan
"apa tempat ini dibuat oleh sihirmu?" tanya Luhan, Kris pun hanya bisa mengangguk seadannya
"semua yang ada disini dibuat oelh sihirku kecuali-" belum sempat Kris melanjutkan ucapannya seorang namja bermata sebening krystal, berwajah manis dengan bibir sensual datang dengan apron berwarna kuning serta spatula bertengger ditangan kanannya siap untuk memukul namja bernama Kris
"YAKK! Kau pergi kemana saja tadi?" tanya namja itu pada Kris yang tenang tenang saja duduk, sedangkan namja didepannya hanya bisa memberikan deathglare tanpa melihat kedua tamu yang sedang duduk dan seseorang yang masih bediri menunggu jatah lahan tempat duduk sedang memandanginya heran
"tenanglah kyungsoo aku hanya jalan jalan, cepat buat minuman dan siapkan kamar" suruh Kris pada namja bernama Kyungsoo yang sedaritadi menatapnya, sedangkan Kyungsoo hanya diam saat menyadari Kris membawa tamu istimewa.
"m-mian semuanya, aku tak sadar ada tamu tunggulah sebentar aku buatkan minum" Kyungsoo langsung lari terbirit birit tanpa menunggu jawaban dari sang tamu, Kris menghela nafas berat dan kembali secara kilat membawa minuman untuk para tamu
"dia manusia?" tanya Kai tak berkedip memandangi Kyungsoo sedari tadi
"well, kau menyukainya Hans menurutku kau tak cocok dengannya lihatlah dirimu kau sudah berumur satu abad" ucap Kris sakratis sedangkan Kai hanya bisa memutar kedua bola matanya
"berisik" bantah Kai
"hei Kris!" panggil Kyungsoo yang beridiri didepannya sambil melipat tangannya didada, Kris memandangnya
"kau itu tuan rumah yang buruk, berdiri dan biarkan noona ini duduk!" ucap Kyungsoo sambil menyeret tubuh Kris sedangkan luhan yang merasa dikatai 'noona' hanya bisa duduk diantara Tao dan Kai dalam keadaan pundung
"yang sabar ne" ucap namja panda yang melihat kepundungan namja disampingnya sambil mengelus surai Luhan
"hei Kyungsoo, kau menyakiti hati namja ini" ucap Kris yang baru saja datang membawa setoples snack atas suruhan Kyungsoo dalam hatinya Kris masih bertanya tanya 'yang sebenarnya majikan dia atau aku', namun apa boleh buat dan melihat keadaan Luhan yang sedang ditenangkan Tao
"hei luhan, jangan diambil hati ucapan Kyungsoo" ucap Kris yang merasa Kasihan pada hati Luhan yang terluka, 'Kyungsoo ini gara gara kau!'.
"hei Kris, kau tau dari mana kalau kami mencari Phantom?" tanya Kai pada Kris yang sepertinya menunggu seseorang didepan pintu, hingga pintu terbuka hingga keluarlah Phantom yang mereka cari selama ini.
"kau sudah pulang Sehun" Kai, Luhan dan Tao memandang namja yang disebut Sehun, terlihatlah namja biasa bersurai pirang yang sama dengan Kris mata hitam yang dapat membuatmu terhipnotis dengan tatapannya dan memakai kaus Vneck hitam dengan celana putih casual sambil membawa sekeranjang penuh apel merah dan tanpa terduga sayap hitam khasnya membentang anggun dengan beberapa helainya jatuh indah
"KKKYYYAAAAA! Tuan muda sudah datang, senang bertemu dengan anda" Kyungsoo langsung menemui namja itu dan memeluknya erat, namja itu tersenyum kecil dan memberikan sekeranjang apel itu pada kyungsoo
"ne, aku pulang"
AND
OR
TBC
I DON'T KNOW
Note from Hanna: Hai! Maafkan aku untuk keterlamabatannya! Dan maafkan aku juga jika tak sesuai dengan kemauan kalian, udah minta pencerahan tapi gak dapat dan jadilah alur yang abal – abal. Jika diantara kalian mengatakan kalau alurnya kecepetan itu SANGAT BENAR
Aku tunggu revienya dari kalian
Ide cerita itu langsung dari otakku lho...,
Info! Lucifer : adalah nama yang sering kali diberikan kepada iblis/ lucifer yang berarti 'cahaya' dan 'pembawa' sebuah nama untuk bintang fajar
Maafkan aku juga yang gak sempat bicara thaks buat kalian semua yang mereview,
Sebagai gantinya ini dia balas dariku, maaf bukan bentuk PM
Tiikaaa o hehehe...maaf deh kalau ada ularnya. Saya sudah menepati janji yang meminta HunHan,
.79 o ya...lah pukoknya HunHan paling mendominasi, Author Cewek kok pay pay juga deh
0312luLuEXOtics o betul Sehun adalah phantom, tebakan anda benar
Myjongie o gomawo, kalau gitu aku tunggu reviewnya lho...
Ryu Chanhyun o tenang aja kok, sekarang pairingnya HunHan
o bisa dibilang reingkarnasi lah...
.5 o thanks,
CrayonThat XX o hehehe...
Dinodeer o keterangan lebih jelas ada dichapter ini,
Ohristi95 o # kibar foto kissing HunHan for HunHan shipper
Smirkyu o tenang aja, sudah saya buat HunHan kok
Ryu o ya...anggap aja lucifer itu mirip malaikat yang turun dari surga
Rinie hun o hehehe...kalau ngejar badak gak nyambung dong, kalau soal itu silahkan anda baca dulu deh
I am me o udah update kok!
Hunhanaaa o HunHan kok!
ANEmonE o ok!
Yeonri137Joy o tenang aja HunHan kok!
Jenn2797 o udah lanjut kok!
Sari2min o sama saya juga binggung #plakkk
Maafkan aku jika jawaban saya kurang memenuhi,
