"hei Kris, kau tau dari mana kalau kami mencari Phantom?" tanya Kai pada Kris yang sepertinya menunggu seseorang didepan pintu, hingga pintu terbuka hingga keluarlah Phantom yang mereka cari selama ini.

"kau sudah pulang Sehun" Kai, Luhan dan Tao memandang Namja yang disebut Sehun, terlihatlah Namja biasa bersurai pirang yang sama dengan Kris mata hitam yang dapat membuatmu terhipnotis dengan tatapannya dan memakai kaus Vneck hitam dengan celana putih casual sambil membawa sekeranjang penuh apel merah dan tanpa terduga sayap hitam khasnya membentang anggun dengan beberapa helainya jatuh indah

"KKKYYYAAAAA! Tuan muda sudah datang, senang bertemu dengan anda" Kyungsoo langsung menemui Namja itu dan memeluknya erat, Namja itu tersenyum kecil dan memberikan sekeranjang apel itu pada kyungsoo

"ne, aku pulang"


Author: HannaNick

Title: I'm wife Of Lucifer Chapter 4

Main cast:

~ Sehun as Phantom ( putra kedua dari raja dan ratu Lucifer, menurut para tetua yang menjadi penasihat kerajaan saat itu kelahiran Phantom membawa dua dunia secara bersamaan dengan seimbang seperti Yin dan Yang)

~ Luhan as Andrea (putra pertama adik dari raja, diramalkan akan menjadi timbangan keseimbangan untuk Phantom disuatu abad yang berantakan)

~ Kai as Hans (putra pertama dari raja, hyung dari Phantom. hidup selama berabad abad namun tak tua, kecepatan adalah keahliannya dan seorang kunci ingatan Phantom saat masih berada dikerajaan)

~ Kris as Aragon (putra kerajaan Naga Api, kerajaan naga api dan kerajaan lucifer menjalin kerjasama yang kuat namun saat sang raja memihak sang kegelapan semuanya berubah akhirnya Aragon pergi meninggalkan kerajaan dan mencari keberadaan Phantom)

~ Tao (cucu dari prajurit yang melawan kegelapan dan tewas. Tao yang yatim-piatu selama ini diasuh oleh sang kakek kini dibesarkan di Kerajaan, dia tak terkena kutukan seumur hidup)

~ Kyungsoo (manusia yang tak sengaja kris temukan setelah menemukan keluarga Kyungsoo dibantai oleh seseorang yang tidak dikenal, lalu Kris mulai membawa Kyungsoo kedunia makhluk gelap tepatnya disebuah hutan perbatasan antara Kerajaan Lucifer dan Kerajaan Naga Api)

~ Chen (tambahan)

~ EXO's Member

Warning:YAOI, TYPO(S), OOC, CERITA GAJE

Rated: T

Genre: Fantasy, dan silahkan anda tentukan sendiri

Disclaimer: This is EXO couple, and this is fav. Author

Milik SM, Family and EXO

Summary: luhan, Kai dan Tao mencari dimana keberadaan Sehun dan tanpa sengaja bertemu namja tinggi menjulang yang bernama Kris yang ternyata pangeran kerajaan Naga Api dan juga teman Kai sewaktu mereka berlima masih bermain bersama...tunggu, kan ada Kris, Kai, Sehun, Luhan dan ...

Ternyata selama ini Kris-lah yang menjaga Sehun dan menyembunyikannya di Kediamannya

Maaf buat Updatenya yang lama hehehe,,,, peace bro, Now! It's my fanfiction...


If you don't like please don't bash

Happy reading

Щ (^ ᴥ ^) Щ

"kenapa baru pulang, apa saja yang kau lakukan?" tanya Kris yang masih bersandar tubuh didinding depat pintu gerbang rumahnya sambil menatap Namja didepannya beberapa meter yang ia panggil Sehun, menatap Lucifer bersayap hitam elegan yang sedari tadi menatap semu

"maaf, aku hanya berjalan jalan disekira hutan dan menemukan ini" ujarnya sambil memperlihatkan sekeranjang apel yang sedari tadi ia bawa, Kris mengerti dan menghela nafas tenang

"yasudah, sana kembali kekamarmu" Kris meninggalkan Namja bernama Sehun tersebut dan naik keatas tangga dan masuk kekamarnya bersamaan itu Sehun juga naik keatas, sedangkan Kyungsoo sudah kembali kedapur untuk mencuci apel yang dibawa oleh Sehun dan para tamu, anda sebaiknya berkepala dingin saja menghadapi TUAN RUMAH YANG TIDAK PROFESIONAL ok,

"lalu? Kita ngapain dong?" Tao mulai angkat bicara setelah keheninggan terjadi dengan wajah yang mesem mesem kesal dengan pemilik rumah (kesal apa kesel?), Kris membuka pintu dan turun hingga sampai ditempat Kai, Luhan dan Tao kembali sambil membawa beberapa setel pakaian yang terlihat mewah dengan aksen emas kerajaan

"mari kita buat pembagian kamar, disini ada empat buah kamar dirumah ini, pertama kamarku, kedua kamar Sehun dan Ketiga kamar Kyungsoo dan keempat kamar milik Chanyeol jadi kalian pilih yang mana?"

"siapa Chanyeol?" mendengar ucapan Kai, Kris hanya bisa menghela nafas

"oh ayolah Hans masa' kau tak tau, Chanyeol si pembuat masalah kau ingat?" Kai menggeleng dan kris memijat pelipisnya

"Chanyeol Chanyeol, Chanyeol yang sering bermain petak umpet saat kita kecil dikerajaanmu dan berakhir dengan kebakaran, Chanyeol yang menghabiskan air didanau dengan apinya hinga membuat kerajaanku kekeringan selama beberapa bulan, Chanyeol yang membakar habis ikan yang pernah kita pancing dan Chanyeol yang bisa membuatmu bercermin digiginya. Kau ingat?" Kai yang sebelumnya berkerut kini bersenyum lebar WATADOSS XDDD

"oh... yang orangnya terlalu jujur, yang telalu watados yang terlalu tinggi yang terlalu mengherankan, makhluk luar biasa itu ya..." Kris mengangguk, Kai mengerti para tamu terdiam tak mengerti percakapan luar biasa ini

"kau kenal Chanyeol, Tao?" tanya Luhan namun hanya Tao menggeleng,

"well, kalian dikamar siapa?" tanya Kris

"aku dikamar Phantom"

"aku dikamar Kyungsoo" Kris menatap Tao dan mengucapkan beberapa kata di Bibirnya yang seperti berbisik lalu menghilang dan muncul kembali tepat didepan Tao, Kris berjalan maju sedangkan Tao sebaliknya ia terus saja berjalan mundur menghindari Kris hingga ia bersandar disebuah dinding merasa tak ada halangan Kris berjalan agak melambat

"kenapa tidak bersamaku saja sayang hm..." bisik Kris ditelinga Tao sambil meniupkan udara hingga membuat Tao tubuh menegang tubuhnya gemetaran antara geli dan takut dengan Namja mesum didepannya

"aku akan membuatmu tetap hangat sayang..., dimalam menggairahkan dan- Ouch!..." Kris yang sedaritadi mempermainkan Tao dengan melingkarkan tanganya dipinggang Tao kini merintih kesakitan terkena hantaman dari Kai, Kris melirik tajam Kai

"jangan kau ganggu dia, kau tak pantas untuk Namja berbeda umur satu abad denganmu =_=" Kris mesem mesem dan membiarkan Kai berbicara panjang lebar lalu mengucapkan kalimat secara misterius kembali lalu menghilang


Kris terlihat berada disebuah kamar yang tak kalah mewah dari dirinya, yaitu kamar Sehun. Kamar yang dilengkapi fasilitas seni yang tinggi, terlihat seorang Lucifer sedang tertidur nyenyak disebuah kasur king size yang dilengkapi renda renda emas terlihat ia bertelanjang dada tak lupa sepasang sayap berbulu hitam bertengger dipunggungnya. Kris duduk disebuah bangku yang berada disisi kasur tersebut dan menatap Namja yang sedang tidur tersebut,

"apa yang sedang terjadi sebenarnya?" gumamnya sendiri

"entahlah, aku juga tak tahu" ucap Namja yang berada diatas kasur empuk tersebut, ia membuka matanya dan menatap Kris datar

"sama saat kau terlahir, menggelikan" ucap Kris sembari menghela nafas, Kris menatap Sehun yang duduk dari tidurnya hingga memperlihatkan sayap yang tegap dan kokoh seperti bersiap terbang

"jangan kau sia siakan tenagamu, lukamu belum sembuh benar" ucap Kris yang dari tadi menatap luka yang hanya bisa terlihat dalam gelap

"aku mengerti itu, hanya saja ini yang belum kuperhitungkan"

"aku juga tak menyangkan secepat ini" Sehun menatap Kris sembari mengumpat, namun entah kenapa Kris bisa mendengar umpatan yang keluar dari bibir Namja tersebut dan terkikik geli

"hmm... bagaimana dengan bulan ungu itu? Kapan akan muncul?" tanya Kris dan dibalas dengan helaan nafas berat dari Sehun

"entahlah, kau tau keadaanku sekarang...terlihat menggelikan" Sehun tertawa meremehkan dirinya sendiri, Kris juga tertawa meremehkan sehun

"hahaha...benar kau bahkan seperti anak burung, hei! kau kemana...apa ingin bertemu Hans?" tanya Kris sambil menatap Sehun yang turun dari kasurnya dan memakai pakaiannya yang bagai pangeran kerajaan tak lupa sepatu bertali selutut yang biasa dipakai keluarga bangsawan, Sehun mengangguk dan berjalan keluar dari kamarnya meninggalkan kris, ia berhenti didepan pintu kamarnya lalu bersandar

"Appa..." Sehun langsung turun melalui tangga setelah mengucapkan sebuah kata dan menemui sang kakak, Hans atau sekarang dipanggil Kai


Dilain tempat disebuah kamar yang dipenuhi barang barang yang hangus terbakar, seorang Namja sedang memandang luasnya taman milik kakaknya, ia memandang pemandangan tersebut melalui jendela yang terbuka lebar. Namja tersebut terlihat menggembungkan pipinya karena merasa bosan,

"ohhh tuhan! Berikan teman untuk bisa menjadi teman dalam kesendirianku..." ok, Namja ini terdengar seperti curhat

"baik mas?" tanya saya, sang author pada si Namja didalam cerita saya dan si Namja tersebut menatap saya dan menggeleng

"daku sedang tak baik mbak, saya kesepian tak ada teman" ucap Namja tersebut dan saya hanya bisa mengangguk mengerti

"sini saya temenin deh tapi bentar aja saya mau ngetik, masih banyak nih kalau saya gak ngelanjutin ini cerita gak selesai selesai oke!?" dan Namja tersebut hanya mengangguk lalu menggeleng

"mass, mas gila nih? Kok ngangguk ngangguk trus geleng geleng sih?" tanya saya, dan dia hanya nyengir dengan wajah WATADOSS...

"ngak kok mbak, saya tadi malam abis ngedugem trus sampai sekarang masih kelanjut hehehe..." *_ *

"ohhh... tapi tadi pulang selamet?" tanya saya lagi, maklum KEPO

"selamet dong, kan saya dapat pencerahan dari Allah SWT emangnya kenapa mbak?"

"nggak, kau biasanya kalau abis ngedugem sering terjadi kecelakaan lho mass..."

"misalnya 0ᴗ0?" tanya Namja tersebut dengan wajah ingin tahu

"biasanya kan kalau habis ngedugem tuh orang jalannya kayak di Catwalk, bak model kalau jalan lurus terus jalannya trus aja kayak gak ada lubangan lalu kalau belok, beloknya tajem tuh...kebetulan kemarin saya baca dikoran ada Namja yang meninggal setelah belok tajam dengan mobil mass"

"oh gitu ya, makasih ya mbak atas tipsnya"

"gitu ya mas, yaudah deh saya balik dulu ya mass, mikummm... m (- ᴗ -) m"

"byeeee makasih ya udah ditemenin nah kembali kecerita..." ucap Namja tersebut

"ahhh...akhir akhir ini rasanya membosankan" keluhnya, akhirnya ia memilih tengkurap diatas kasurnya dan mengeluarkan PSP miliknya

CCCIITTT

SREEEETTT

BRUMMMMM~~~

GAME OVER! KACIAN DEH XDDD

"ahhhkkk...kubilang juga apa! Hari ini membosankan..." setelah ngedumel tak jelas akhirnya ia tertidur lelap dikamarnya tak lupa dengan keadaan yang sudah malam


"Kyungsoo! Aku mau makan" setelah sampai didapur, tempat suci milik Kyungsoo ia langsung duduk dan menaikkan kakinya diatas meja sedangkan Kyungsoo yang menyadari ada seseorang yang masuk markas miliknya langsung menatap garang Namja tersebut

"YAKKK! Kris bisa tidak sih sehari saja tidak membuat masalah denganku?" tanya Kyungsoo pada Namja didepannya, sedangkan Namja yang diomeli hanya duduk tenang tanpa masalah seolah tak merasa bersalah

"tenanglah kyungsoo, seperti ada kebakaran saja" ucap Kris santai tanpa memandang Kyungsoo lalu menurunkan kakinya dari atas meja dan menenggok Kyungsoo yang wajahnya saat ini seperti udang rebus

"ya! Otakku kebakaran menghadapi tingkahmu Kris" Namja yang diceramahi Kyungsoo kini menatapnya sambil berpangku tangan tak lupa wajah yang memperlihatkan smirk tersebut

"oh...terima kasih Kyungsoo atas ceramahnya besok aku akan membuatmu kebakaran lagi jadi cepat buatkan aku makan jangan lupa untuk mereka" Kyungsoo dengan wajah ditekuk mulai memasak makanan untuk Kris,

"lain kali lebih baik memenuhi ucapannya dari pada kau marah sendiri namun tak ditanggapi" lirih Kyungsoo, setelah beberapa jam berperang didalam dapur akhirnya Kyungsoo membawa masakan buatannya menuju ruang makan kediaman Kris yang dipenuhi oleh lilin berwarna merah dan penerangan yang eksekutif, dan juga disana sudah ada Kris yang wajahnya nyolot, ada Sehun dengan wajah datarnya, ada Kai yang memegang perutnya mungkin sedang ada perang disana 'KRUNYUKKKK', ada Luhan dengan wajah manisnya dan ada Tao yang kini berada dipangkuan Kris ah...Kris pasti menggunakan sihir berpindah tempat lagi

'dasar Kris, cari kesempatan tapi...tipenya Kris lucu banget' batin Kyungsoo tak sadar kalau ada seorang Namja memandanginya tanpa kedip

'ah...kemana Chanyeol?' batin Kyungsoo lagi,

"mungkin Chanyeol masih tidur, sisakan untuk dia" ucap Kris, yeah Kris yang sedang duduk nyaman diatas kursi makan dengan seseorang yang sedang duduk diatas pangkuan Kris merasa risih sedang berbicara dengan Kyungsoo dan tau apa yang dipikirkan Kyungsoo saat ini, Kyungsoo saat ini hanya bisa menghela nafas karena pikirannya diketahui oleh Kris

"duduklah Kyungsoo, Kai sedang bertempur dengan cacing diperutnya" candaan Kris membuat Kai kembali sadar dan mendeath glare Kai, Kyungsoo pun ikut bergabung dimeja makan dan berdoa yang dipimpin oleh Kris

.

.

.

"lalu aku bagaimana makannya, aku juga lapar =A=" Kris tersenyum mendengar ucapan yang keluar dari bibir Tao si Panda imutnya, akhirnya Kris menggumamkan beberapa kalimat dan berpindah ke Kursi awalnya tadi tak lupa membisikkan sebuah kalimat yang membuat Tao kini merah merekah, dan Kris sekarang menatap wajah Tao yang memerah dan tersenyum tipis lalu memakan makan malamnya.

Tak beberapa lama, percakapan dimulai well...sebenarnya buka percakapan tapi ancaman

"Kris! Sudah kubilang jangan menambah masalah dirumah ini lagi" ucap Kyungsoo yang memerah menahan amarah

"memangnya apa yang aku perbuat Kyungsoo" tanya Kris tenang seolah tak terjadi apa apa well, sebenarya sih...

"KENAPAAAA KKKAU MENGAJAKKKK SELURUHHHH PELIHARAANMU KRISSSSSS!" ucapan Kyungsoo menggema diseluruh wilayak Jakarta dan sekitarnya sehingga membuat seluruh penghuni dirumah tersebut pingsan tergeletak masih bernyawa namun tak sadar apalagi pelihraan Kris yang bahkan tak dapat dihitung dengan jari kecuali Kris yang untungnya masih sempat menggunakan sihirnya untuk membuat sekat membram tak terlihat didtelinganya sehingga suara yang menggema bagai KILAT CTARRR hingga tak terdengar dan juga jangan lupakan Tao yang juga terlindungi oleh sihir Kris, kenapa Tao silahkan tanyakan pada Kris...

.

"bagaimana makananya Tao?" Tao menatap Kris dan mengangguk

"makanan buatan kyungsoo adalah yang paling enak, top deh"


Setelah selesai makan para menghuni pergi menuju ruang tamu untuk sekedar menunggu makanan yang masuk tadi menuju lambung yah... ada Namja pirang yang sedang membaca buku, ada Lucifer Panda yang sedang memandangi Namja yang sedang membaca buku ada juga Lucifer yang menatap Namja yang memiliki mata sebening Kristal lalu Namja manis sedang memandangi Lucifer yang sedang mengucapkan kalimat kalimat asing tidak mengerti seperti ucapan 'mbah dukun baca mantra'

"apa ada yang aneh, Tao?" suara tegas menggema diruangan yang sepi tersebut, Tao yang merasa dipanggil mencari arah suara tersebut dan suara tersebut

"apa ada yang aneh denganku Tao kenapa dari tadi kau terus menatapku?" Kris mengulang ucapannya pada Tao dan membuat Tao diam diam bersemu merah

'dari mana dia tahu kalau aku menatapnya padahal dia sedari tadi terus membaca buku itu ughhh...Namja itu pasti geer saat ini' batin Tao dan membuat kris tertawa dalam hati

"berhentilah menghafal kata itu Sehun, telingaku sakit mendengarnya" ucap Kris pada Sehun, Namja yang sedari tadi mengucapkan kata kata melalui bibirnya secara berbisik dan Sehun menghela nafas mendengar komentar Kris dan berniat kekamarnya yang berada paling ujung dekat kamar Chanyeol ngomong ngomong Chanyeol kok belum keluar

"Kris, bagaimana Sehun ada disini bersamamu?" tanya Kai disela sela aktifitasnya menatap Kyungsoo yang sedang duduk santai diatas sofa sambil membaca majalah, ucapan kai mengundang yang lainnya kecuali Sehun untuk mendengarnya

"well, sebenarnya aku hanya mengikuti peta itu saja" ucap Kris dan membuat guratan guratan diantara alis Kai sedangkan yang lainnya mulai bingung kembali dengan percakapan mereka berdua, Sehun yang menjadi topik pembicaraan mulai keluar dari ruangan tersebut dan pergi kesuatu tempat yang sepi yang luas dipenuhi rumput hijau disana ia terlentang menyesuaikan dengan sayapnya dan menikmati malam yang sejuk menghindari masa lalunya yang terbuka dan masa sekarangnya yang tidak bisa ia ingat. Tak lama suara langkahan kaki terdengar ke telinga Sehun dan membuatnya menatap pemilik langkah itu terlihat Luhan menatap ragu ragu Sehun yang menatapnya tajam

"eummm...annu...bisa kita bicara" Luhan merasa ragu bertanya dengan Lucifer ini namun ada sebuah pertanyaan yang mengganjal dihatinya yang belum terjawab sampai saat ini

"apa dengan begitu kau bisa pergi," suara tegas dan kaku itu seakan menyuruhnya untuk mengucapkan apa yang mengganjal dihatinya, berusaha menatap Sehun dan memulai pembicaraan

"annu...Sehun, aku ingin bertanya apa kau Phantom yang 'mereka' maksudku Kai dan Tao cari?" tanya Luhan dan Sehun hanya berdehem pertanda memang benar dia adalah Phantom

"lalu...a-apa be-benar a-aku A-Andrea?" Sehun membelalakkan mata dan menatap Luhan tajam seolah mengimitidasi diri Luhan, merasa ditatap luhan merasa gugup

"entahlah," ucap Sehun dan helaan nafas berat dari luhan

"ah..terima kasih yang waktu itu, tanpa Kau mungkin aku akan mati" Luhan seakan ingin bersembunyi disuatu tempat, teringat dengan ciuman pertamanya oleh Namja dengan gaya Pangeran abad pertengahan ciuman panasnya...

"hmm..."

"baiklah kalau begitu aku pergi, jaga dirimu baik baik Sehun" Luhan segera pergi setelah mengucapkan beberapa kata setelah berhenti ditengah jalan dan kembali melanjutkan langkahnya

"sepertinya berteman dengan Aragon membuatmu agak ramah Phantom-ie" Sehun seakan Shock dengan ucapan yang pernah seseorang didalam ingatanya yang kacau ucapkan saat...saat...argh...Sehun menatap tajam Luhan yang telah pergi entah kemana, berusaha memikirkan kalimat tersebut

"AARRGGGHHHHHH! Apa yang harus aku lakukan" teriaknya pada diri sendiri, ingatan... ingatan yang terlupakan


Pagi cerah menyinari sebuah kamar yang gelap hingga membuat si pemilik kamar terbangun dan merentangkan tanganya sambil mengumpulkan nyawanya yang lepas entah kemana, rambutnya yang pirang acak acakan dan pipinya yang kering setelah membuat pulau menbuatnya segera kekamar mandi dan bergelung dengan air beserta sabun dan shampoo. Setelah selesai ia segera menatap kaca dan membenahi dirinya dan pergi dari kamarnya yang membosankan

"masalah...I'M COMINGGGGGG!" suara menggelegar itu membuat seluruh penghuni rumah terbangun tak Kyungsoo, tak Kai, tak Luhan, dan Sehun semuanya langsung terbangun kaget seperti terjadi kebakaran luhan yang berada dikamar Sehun sedangkan pemiliknya berada di Taman setelah tertidur di Alam bebas, Luhan segera turun melalui tangga dan menatap Namja yang sedang lahapnya makan ditemani Kyungsoo, Luhan hanya menatap Namja itu secara jeli Kyungsoo yang menjadari adanya Luhan menyuruhnya kemari dan duduk untuk sarapan. Namja yang tadi diperhatikan kini menatap Luhan dan terihatlah Namja murah senyum menyodorkan tanyanya dan Luhan bersalaman dengannya

"hai~~ perkenalkan aku Chanyeol, lengkapnya Park Chanyeol dulunya Xean pas dikerajaan. Panggilnyanya Yeol, Cheol, kalau di Jawa panggilnya Gatot kalau di Papua panggilanya Beta, kalau di China panggilanya Chao Yaou, kalau di Inggris panggilnya Thomas Smith Peter Dokter randes Chanyeol. aku suka makan daging dan doyan makan, suka ngobrol aku orangnya asik kok... sama siapa aja mau berteman Yeol kan anak baik suka menolong rajin menabung dan gemar menyontek 0.o (maafkan aku soal ini -(-/\-) ) aku dongsaengnya Kris ^W^"

"MWOOOO!?" Luhan Shock, pribadinya jauh sama Kris, JAUH BANGET! Kalau Chanyeol di Indonesia, kris ada di Eropa, jaraknya Jauh. Luhan sangat Shock, super shock, tolong diriku...

.

.

.

.

.

Berbeda dengan kamar lainnya, kamar Kris yang paling gelap, paling nyaman dan paling tentram. Kris masih tertidur pulas dalam keadaan Topless telanjang dada ia tengah memeluk possesif Namja bersayap yang berada dipelukkanya. Bergelung dengan ranjang terlalu lama membuat Tao akhirnya terbangun dan menatap lengan kokoh yang berada diperutnya, meneggok keatas ada sebuah wajah tampan seorang pangeran sedang tertidur namun setelah nyawanya terkumpul

"KKKKYYYYYYAAAAAAAA! NAMJA MESUM! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU!" Kris hanya tersenyum geli sambil memejamkan mata dan mengucapkan sebuah kalimat untuk menghindari lemparan bantal maupun guling dari Tao hingga terlihat dipolok sisi kamar. Kris menatap Tao yang wajahnya memerah antara kesal dan malu

"KAUUUU! NAMJA TENGIKK! MESUM, BAJINGAN, JELEK, BODOH, dan-"

"terima kasih atas pujiannya, manis"

"AAHHHHHH! BISA GILA AKU DENGANMU!"

"aku bisa jatuh cinta padamu, manis"

"DASAR NAMJA GILA!"

"dasar Noona Panda"

"BERHENTI MEMANGGILKU NOONAAAAAAA"

"lagipula kenapa aku ada disini!"

"kau tak ingat ucapan kita dimeja makan?"

"lalu aku bagaimana makannya, aku juga lapar =A=" Kris tersenyum mendengar ucapan yang keluar dari bibir Tao si Panda imutnya, akhirnya Kris menggumamkan beberapa kalimat dan berpindah ke Kursi awalnya tadi tak lupa membisikkan sebuah kalimat yang membuat Tao kini merah merekah, dan Kris sekarang menatap wajah Tao yang memerah dan tersenyum tipis lalu memakan makan malamnya.

'aku tunggu kau menghangatkan tubuhku dikamarku, bye sayang'

"setelah itu aku langsung mengambilmu di ruang tamu yang tak segaja tertidur" ucap Kris sambil mengambil kemeja di lemari dan mendekat kearah Tao yang terduduk diujung termpat tidur, mendekatkan wajahnya dan memperlihatkan senyumnya yang dibuat buat

"gomawo atas ciuman menggairahkanmu tadi, wow...aku tak menyangka kau sangat hebat" Tao merona hebat saat melihat dada bidang yang saat tidu itu mendekapnya erat tak lupa wajah pemiliknya itu, setelahnya kris langsung keluar dari kamarnya dan mengkancingkan kemejanya yang belum sempai ia lakukan saat menggoda Tao walau ucapannya itu khayal khayalan Kris saja


"kalian sudah bangun?" tanya Kris sesampainya dimeja makan untuk sarapan, Kai yang mendengar itu hanya mendengus sembari memainkan sendok dan garpu tak lupa memandangi kyungsoo yang juga mendengus mendengar penuturan Kris

"ayolah cepat Kris, aku lapar!" kris langsung menduduki kursi dan mengucapkan kembali kalimat dibibirnya hingga terlihatlah Tao diatas kursi, ia terlihat kebingunggan namun Kyungsoo yang kursinya dekat dengan Tao menjelaskan keberadaanya yang tiba tiba berada disini. Keadaan ruang makan sunyi senyap yang terdengar hanya bunyi sendok dan garpu yang berdenting dan wajah Tao yang memerah tak jelas

"HHHHYYYYUUUUUUUNNNNNNNNGGGGG GGG! MIAAAAANNN AKU JANJI TIDAK AKAN PERGI JAUH LAGIIIII" seorang Namja dari ruang tamu masuk menuju ruang makan yang sedang khidmat, Kris menaikkan tangannya lalu kembali mengucapkan sesuatu

BRAKKK

Sebuah batu api terlempar kearah Chanyeol, untungnya tidak mengenai Namja periang itu kalau itu terjadi Kris tidak akan memiliki dongsaeng lagi

"berisik, kau tau kalau aku sedang sarapan CHANYEOL" Chanyeol mengangguk

"lalu kenapa seharian kau tidak makan CHANYEOL!" Chanyeol mulai takut dengan hawa hawa yang berada disekitarnya, seolah hawa hawa tersebut ingin memotong tubuhnya hingga kecil tak terhitung

"a-anu hyung, hyung bilang kan tidak boleh keluar kamar selama satu hari trus Yeol-"

"BUKAN BEGITU BODOH!"

PLAKKKK! Sebuah pai apel tetap mengenai wajah Chanyeol

"lain kali jangan nakal lagi, mengerti?" Chanyeol hanya bisa mengangguk sambil memoupoutkan bibirnya sambil menjilati pai yang melekat diwajahnya, setelahnya Kris mengucapkan mantra dan pai yang berada diwajah Chanyeol menghilang

"kemarilah, kau belum makan bukan?" Chanyeol segera berlari dan duduk dikursi dengan semangat,

"Cha-Chanyeol, bukankah kau tadi sudah makan?" Luhan tadi ingat benar kalau Chanyeol sudah makan beberapa porsi dan sekarang ia sudah makan kembali dengan semangatnya

"itu tadi, sekarang belum" watadoss deh ^_^b

AND

OR

TBC

I DON'T KNOW


Note From Hanna: SEMUAAAAAAA!? Maafkan aku untuk Updatenya yang telat, kuharap ini puas untuk kalian...

Jangan lupa reviewnya untukku... dan untuk do'anya agar lulus Ujian Nasional nanti ya...

Thans to: .79, BoPeepBoPeep137, 0312luLuEXOticS, Ryu ryungie, MyJonggie,

ohristi95, tiikaaa, Xiao Hun Han, dinodeer, ,

christina, rinie hun, vickykezia23, CrayonThat XX, sari2min,

Devina, Jenn2797, lightsaber23