"lain kali jangan nakal lagi, mengerti?" Chanyeol hanya bisa mengangguk sambil memoupoutkan bibirnya sambil menjilati pai yang melekat diwajahnya, setelahnya Kris mengucapkan mantra dan pai yang berada diwajah Chanyeol menghilang
"kemarilah, kau belum makan bukan?" Chanyeol segera berlari dan duduk dikursi dengan semangat,
"Cha-Chanyeol, bukankah kau tadi sudah makan?" Luhan tadi ingat benar kalau Chanyeol sudah makan beberapa porsi dan sekarang ia sudah makan kembali dengan semangatnya
"itu tadi, sekarang belum" watadoss deh ^_^b
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
Title: i'm Wife Of Lucifer
Chapter: 5 of ?
Author: HannaNick09
Main cast:
Sehun as Phantom
~Luhan as Andrea
~Kai as Hans
~Kyungsoo as Kyungsoo
~Kris as Aragon
~Tao as Tao
~Chanyeol as Xean
Warning:YAOI, BL, BoyxBoy, TYPO(S), OOC, CERITA GAJE
Pairing: HunHan, KaiSoo, KrisTao
Rated: T
Genre: Fantasy, dan silahkan anda tentukan sendiri
Disclaimer: This is EXO couple, and this is fav. Author
Milik SM, Family and EXO
If you don't like please don't bash
Happy reading
.
.
.
I'm Wife Of Lucifer Chapter 5
/|\
/o|o\
.
.
.
"Kau belum minta maaf padaku sudah makan dulu, awas kau" dari jauh Kris mengumpat diatas meja makan pada Chanyeol yang terlihat beberapa hari belum makan yang padahal tadi pagi buta sudah makan dengan kenyang, Kyungsoo hanya bisa menggelengkan kepalanya berusaha bersabar dengan pertengkaran kakak beradik ini
"Kris, biarkan Chanyeol makan dahulu...kau tidak lihat berapa piring yang dia habiskan tadi pagi, sepertinya dia sangat kelaparan" Ucap Kyungsoo sambil menggelap saus yang berada dibibir Chanyeol dan mengamatinya lekat lekat membuat Kai yang saat itu memperhatikannya hanya menahan amarah sambil meremas tanganya
"Kau kenapa Kai, otakmu ada yang konslet?" Tanya Tao yang berada disamping Kai, Kai hanya diam saja sambil berusaha makan dengan tenang dan berusaha menutup telinganya dari suara suara yang membuat hatinya terbakar
"Kau haus Chanyeol? Biar aku ambilkan minum" Ucap Kyungsoo pada Chanyeol dan dianggukki oleh Chanyeol, dengan cepat Kyungsoo mengambil gelas Chanyeol dan mengisinya dengan air yang lalu dengan cepat juga Chanyeol menerimanya dan menghabiskannya
"Kyungsoo, kau tahu masakanmu selalu enak aku sangat suka" Ucap Chanyeol setelah menyelesaikan sesi makan paginya yang kedua kali, dirinya kini merasa kenyang dan bersiap ingin tidur rasanya atau paling tidak bermain PSPnya dengan keadaan kenyang itu lebih baik menurutnya
"Benarkah?" Tanya Kyungsoo dengan mata berbinar, Chanyeol pun mengangguk sambil tersenyum hangat
"Ne, masakan Kyungsoo harus selalu enak sampai kapan pun," Gumam Chanyeol, Kyungsoo yang tempat duduknya berada disamping Chanyeol dengan jelas mendengar ucapan tersebut tersenyum malu malu. Kai yang memang sedari tadi berusaha mengalihkan penglihatannya dari Kyungsoo secara tidak sengaja melihat wajah malu malu kyungsoo langsung meninggalkan meja makan dengan hati terbakar menahan marah yang sedari tadi berkobar didalam hatinya.
Semua yang ada dimeja makan menyadari kalau Kai meninggalkan meja makan secara tidak biasa, pergi meninggalkan mereka dengan raut wajah tenang tapi ada guratan menahan marah dan sebuah kepalan yang terasa kuat dari tangan Kai. Saat Kai pergi meninggalkan meja makan semua yang ada disana hanya menatapnya diam diam tidak berani mendekatinya, Kris yang sedari tadi menatapnya pun hanya menyelesaikan makannya dalam diam dan berniat mendekatinya nanti.
"Kai kenapa sih?" Tanya Tao ditengah keheningan yang terjadi saat Kai meninggalkan meja makan, mendengar itu semuanya menatap Tao dan hanya bisa mengangkat bahunya kecuali Sehun yang masih menatap kepergian Kai secara lekat lekat.
"Entahlah," Ucap semuanya setelah mengangkat bahunya dan melanjutkan makannya
"Dia itu aneh" Ucap Kris sambil tersenyum menggejek kepergian Kai yang berlalu dengan pikiran yang membara dikepalanya dan tidak akan menyelesaikan masalah.
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
"Kenapa kau bisa berada disini," Setelah selesai dari sarapannya, semua kembali dengan urusan masing masing yang entah keberadaanya kini dimana termasuk Sehun yang lebih memilih memasuki kamarnya yang selalu gelap dan hanya akan menjadi terang saat ada orang asing yang masuk kekamarnya termasuk Luhan yang hanya ingin melihat keindahan kamar yang disediakan oleh Kris. Kamarnya mewah milik Kris, kamar yang terbakar dekorasinya milik Chanyeol, kamar yang dipenuhi oleh boneka kelinci dengan mata yang berbinar milik Kyungsoo dan sebuah kamar yang terlihat aneh menurutnya. Sebuah lambang sayap hitam dengan bola krystal sebagai badanya, sebuah lambang yang menghias sebuah dinding milik Sehun.
"Aku hanya ingin lihat lihat, disini hawanya lebih dingin dari pada kamar lainnya" Ucap Luhan seenaknya tanpa meminta izin masuk dari snag pemilik, Luhan duduk disisi kasur King size milik Sehun yang terlihat mewah dengan pilar disetiap sudutnya dan kain transparan putih yang menutup sisinya. Sehun hanya diam saja saat masuk kedalam kamarnya dan mendapati Luhan berada dikamarnya untuk yang pertama kalinya.
"Siapa yang menggambar ini?" Tanya Luhan sambil menunjuk kearah lukisan sayap hitam tersebut, dirinya merasa ditak asing dengan lukisan aneh tersebut, dirinya merasa aneh saja karena sebelumnya belum pernah melihatnya namun terasa pernah melihatnya.
"Keluar dari kamarku, sekarang juga" Ucap Sehun sambil bersandar disisi dinding dengan tangan melipat didadanya. Luhan menenggok kearah Sehun dan berjalan kearahnya secara perlahan. Sehun yang bersandar diatas lukisan itu hanya terdiam sambil merasakan rasa hangat saat tangan lembut itu menggelus wajahnya. Tangan lembut milik Luhan menggelus wajah Sehun perlahan berhenti saat melihat lukisan yang berada dibelakang tubuh Sehun mulai menyala. Lukisan dengan cat hitam itu perlahan berubah warna menjadi merah dan membesar.
Lukisan itu makin lama makin membesar, sayap yang terlihat didinding itu mulai keluar dari dimensinya dan menutup tubuh kedua orang tersebut. Sehun dan Luhan masuk kedalam lilitan selimut berupa sayap tersebut, mereka berdua seolah terhipnotis tak bisa bergerak bahkan untuk memedipkan mata saja tak bisa. Lilitan sayap itu menelan tubuh mereka masuk kedalam dinding tersebut dan memperlihatkan sesuatu.
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
"Kau habis dari mana Phantom?" Seorang remaja berlari mendekati makhluk dengan sayap hitam yang baru saja terlihat dengan indra penglihatannya, Andrea...itulah nama remaja itu. Andrea mendekati Phantom yang beberapa hari ini menghilang dari rumah entah kemana. Saat itu Kerajaan Lucifer sedang dalam status siaga untuk melawan Kegelapan yang saat ini sedang dalam perang melawan kerajaan Lucifer.
"Bukan urusanmu" Ucap Lucifer bersayap hitam itu, saat ini Phantom sedang sangat lelah setelah berperang diperbatasan kerajaannya. Beberapa jam yang lalu dirinya baru saja berperang habis habisan hingga tenaganya habis seketika, dirinya yang baru saja pulang ingin menemui kuda miliknya yang sudah lama tidak pernah dia temui dan malah dirinya bertemu Andrea. Dewi fortuna tidak berpihak padaku pikir Phantom,
"Phantom...aku ingin bicara denganmu," Ucap Andrea sambil menarik pakaian yang dipakai Phantom, Phantom melirik pakaiannya yang ditarik Andrea dirinya yang berniat akan pergi secepatnya akhirnya berdiri dan memutar badanya berhadapan dengan Andrea.
"Aku tidak punya waktu," Ucap Phantom dingin, berbalik dan berjalan menuju kamarnya dirinya sudah tidak berkenan lagi untuk menemui peliharaannya dan dirinya berniat melampiaskan amarahnya didalam kamarnya tanpa satu orang pun yang tahu.
"Mian Andrea, mian baby...jaga dirimu baik baik" Lirih Phantom ditengah perjalanannya menuju kamarnya, dirinya terlebih dahulu mendonggakkan wajahnya keatas berusaha menghindari air mata yang tanpa sengaja menggalir dan berniat jatuh dari wajahnya. Phantom bukannya tidak berniat mendengar ucapan Andrea tapi dirinya takut akan kebenaran yang tanpa sengaja masuk kedalam pendengarannya saat melewati kamar andrea.
Saat itu dirinya sedang berniat untuk makan malam bersama Hyungnya, Aragon dan Xean yang baru saja selesai berdiskusi tentang taktik perang untuk melawan kegelapan. Phantom sudah tahu dirinya yang akan menjadi korban dari peperangan tersebut begitu pula yang lainnya kecuali Andrea yang sampai kapan pun Phntom tidak akan tega untuk memberikan kebenaran itu. Ramalan atas kematiannya berasal dari mulut Aragon sendiri, jadi dirinya tidak mungkin untuk dibohongi secara sepihak, Phantom tidak tega untuk meninggalkan Andrea dan anak yang berada diperut Andrea yang merupakan anaknya.
Dirinya hanya bisa menghindari percakapan empat mata dengan Andrea dan hanya bisa menghindari perasaan bersalahnya pada Andrea. Phantom tidak mau Andrea tahu kalau dirinya tidak bisa bersama dengan anaknya dan juga pastinya Andrea, Phantom pernah bertanya pada Aragon jika dirinya memberitahu Andrea jika dirinya akan mati pada perang tersebut dan jawabannya akan lebih buruk, Andrea yang akan mati beserta anaknya sedangakn dirinya yang akan hidup persetan dengan nyawanya sendiri lebih baik dirinya yang berkorban dari pada Andrea.
Dirinya juga tidak menyangka, malam yang indah. Sebuah malam paling indah untuk seumur hidupnya selama ini, saat dirinya bercinta dengan Andrea. Saat darahmu berdesir hebat, saat jantungmu berdetak hebat, saat malam yang dingin itu kau berlumuran keringat hebat, saat bulan purnama pun kalah dengan keindahan tubuhnya, saat suara desahannya itu lebih indah dari piano yang menggalun indah, saat berbagai kulit dari berbagai ras kalah indah dengan kulitmu yang putih pucat, saat bibir secerah strawberry dan semenggairahkan cherry semanis gula seindah plum semua yang sempurna ada pada dirinya.
"Bagaimana, apa semuanya beres?"
"Rumayan, hari ini aku ingin bermalas malasan...lelah sekali hari ini"
"Bagaimana dengan ramalannya?"
"Selama belum ada yang menggetahui semuanya baik baik saja, tapi ada sebuah peristiwa yang belum aku menggerti sampai saat ini"
"Maksudmu?"
"Bulan ungu akan muncul saat kematianmu dan segalanya memulai lagi ceritamu yang seharusnya berhenti yang jadi pertanyaan adalah apa arti dari kemunculan bulan ungu"
"Perang akan terjadi tiga hari lagi jangan memikirkan hal kecil yang tidak perlu"
"Justru hal kecil seperti itu yang harus diperhatikan Phantom, Xean sedang berburu dengan para prajurit kegelapan itu"
"Apa itu akan mengubah takdir?"
"Takdir selalu bisa dirubah selama kau berusaha, seperti jika kau saat ini beristirahat maka kantung matamu harusnya tak terlihat saat ini"
"Jangan melucu, tidak sesuai dengan tabiatku"
"Ayolah, untuk saat ini saja kita bersenang senang kapan lagi coba beberapa hari lagi ajalmu akan mendekat bukan?"
"Tapi bukan seperti itu caraku untuk menghabiskan waktuku"
"Lalu apa? Memperhatikannya dari jauh atau mencoba menggulang waktu dengan bercinta sekali lagi dengannya?"
"Berhenti berkata yang tidak tidak, bibir itu menggandung racun yang mematikan"
"Sekaligus madu yang membuatmu ketagihan, apalagi melihat bibirnya yang merekah seakan ingin menggemutnya dengan nikmat bukan,"
"Heh, menggelikan puitis sekali ucapanmu Aragon"
"Bagaimana jika anak itu menghilang, apa yang akan kau lakukan? Membuatnya lagi?"
"Apa maksudmu berkata seperti itu?"
"Bagaimana jika Andrea tahu dan kalian berdua mati, lalu bulan itu yang membuat cerita yang terhenti itu berlanjut?"
"Aragon..."
"Hmm..."
"Tempat apa yang bagus untuk menyimpan ingatan?"
"Kau pintar mencari orang yang tepat, kufikir bagaimana jika pohon itu kita buat sebagai penampung ingatan dan ingatan itu kita tampung dalam bentuk cair seperti air bagaimana?"
"Air?"
"Ne, air sungai yang jernih dan kosong tanpa arah yang jelas untuk kembali adalah jenis air yang baik untuk menaruh ingatanmu disana"
"Air sungai suci yang tak ada arus asal dan pergi, air yang bebas ingin kemana pun semaunya...air sungai suci"
"Tepat sekali, kau selalu pintar seperti biasanya"
"Jangan menyentuhku..."
"Hei..."
"Hmm..."
"Ajak aku jika kau ingin melakukannya,"
"Jika aku ingat, aku akan mengajakmu"
"Kau seperti biasa, menyebalkan"
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
"Chanyeol..."
"Hmm...ada apa Hyung? Tidak biasanya Hyung memanggilku?"
"Apa kau menggerti arti lukisan dikamar Sehun?"
"Ani Hyung, yang aku baru bisa aku simpulkan cat lukisan itu terbuat dari...darah Andrea"
"Darah Andrea?"
"Ya...bau darah Andrea itu khas sekali, baunya seperti es yang langsung menusuk kedalam indramu"
"Aku tidak menggerti ucapanmu Chanyeol..."
"Bagiku bau darah itu mudah dikenali, seperti saat musim salju jika Hyung bermain salju dan hawa dingin itu masuk kedalam pernafasan maka syaraf akan mudah menggenalinya"
"Kau terlalu lama bermain salju beberapa tahun yang lalu makanya otakmu juga mulai konslet"
"Ani Hyung, aku ini selalu pintar seperti biasa"
"Apanya yang pintar kalau kerjanya hanya makan, tidur dan main"
"Bilang saja Hyung sirik, kalau Chanyeol kerjanya hanya makan, tidur dan main saja"
"Hei Chanyeol..."
"Hmm...wae Hyung?"
"Kita pergi keluar dan mencari roti, aku bosan makanan buatan Kyungsoo"
"Pstt...jaga ucapanmu Hyung, kalau Kyungsoo tahu kau akan dimakannya hidup hidup kau tahu kan tabiatnya kalau ada seseorang yang mengomentari negatif makanannya"
"Aku tidak takut dengannya, toh dia hanya manusia saja kok"
"Terserah kau lah Hyung, bosan aku menasehatimu"
"Ucapanmu masuk telinga kenan dan keluar telinga kiri Chanyeol"
"Makanya sia sia jika aku menasehatimu Hyung"
akhirnya Hyung-Dongsaeng itu bersiap pergi keluar dari rumah tersembunyi mereka, mungkin tujuan mereka pasar yang berada didalam kerajaan Lucifer terbukti dari mata uang yang dipakai kerajaan Lucifer. Chanyeol dan Kris yang telah rapi dengan jubah dan sekantung bubuk bercahaya bersiap pergi tanpa diketahui Kyungsoo.
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
"Siapa disana?"
"Aku,"
"Oh...rupannya kau Phantom, ada apa malam malam begini kekamarku?"
"Apa maksudmu? Milikmu adalah milikku dan kau milikku"
"M-mwo? Apa maksudmu Phant-mphhh"
"Puaskan aku malam ini"
"Empphh~~ enghh~~ Phant-eunghh~~"
"Enggg~~ ashh~~ emphhh~~"
"Eunghh~~~ AKHHHH! Appo Phantom hiks...hiks...keluarkan"
"..."
"AKHHH! Keluarkan Phantom, sakit...ini sakit sekali...Phantom kumohon keluarkan"
"AKHHHHH!"
"..."
"Kenapa kau lakukan ini? Apa berarti kau menyukaiku Phantom?"
"..."
"Katakan walaupun hanya sekali, kumohon Phantom"
"..."
"Jadi yang kau lakukan padaku hanya main main saja..."
"..."
"Mian..."
"Jadi menurutku tubuhku hanya mainan? Kau jahat Phantom"
"Tidurlah..."
"Hiks...hiks...kau jahat Phantom...kau jahat..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"Selamat tidur, Andrea...Maafkan aku ini sebagai ucapan selamat tinggal yang tidak bisa keluar dari bibir sang pengecut sepertiku"
"Zzz..."
"Tidurlah, jaga dirimu dan Baby nantinya...maaf kalau kita tidak bisa bertiga nantinya, aku berikan penggantiku Andrea"
"Good nite Andrea, mine always mine"
CUP
"Say good bye..."
"...For your mine"
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
"Tao, ada apa kemari?"
"Tidak, aku hanya bosan Kyungsoo rumah sebesar ini yang biasanya selalu ramai tiba tiba saja seperti kuburan"
"Benar juga, biasanya ada kau dan Kris yang selalu berisik dan kemarin Chanyeol dengan Luhan lalu besok siapa ya..."
"Berhenti bawa bawa namaku Kyungsoo-ie"
Kyungsoo yang berada didalam dapur masih berkutik pada percobaan masakan barunya dikejutkan dengan kedatangan Tao yang memasang wajah bosan. Tao duduk diatas kursi dekat para peralatan masak milik Kyungsoo, bibirnya yang mempout membuat Kyungsoo gemas sendiri dan berniat mencubit pipi itu gemas. Setelah merasa masakannya telah sukses Kyungsoo mematikan kompornya dan memindahkannya keatas piring lempeng besar sebagai piring makanan utama.
"Kau tahu kenapa sedari tadi Kai diam saja?"
"Entahlah, sejak sarapan tadi tingkahnya mulai aneh"
"Aneh?"
"Ne, tidak biasanya dia diam saja saat aku mengodanya"
"Begitu...ngomong ngomong kau lihat Chanyeol tidak?"
"Tidak, sedari tadi aku juga tidak melihat Kris, Luhan dan Sehun"
"Kalau saat ini Kris pasti pergi kekota untuk membeli buah buahan, kalau Sehun dia pasti berada dikamarnya entah untuk apa lalu kalau Luhan aku tidak begitu kenal dengannya lebih jauh"
"Kris? Kris pergi kekota untuk belanja...tidak kusangka"
"Mungkin Kris menggajak Chanyeol, biasanya mereka berbagi tugas Chanyeol yang indra penciumannya kuat membeli daging segar lalu Kris yang penglihatannya tajam dan detail biasanya mencari buah buahan"
"Kufikir dia hanya bisa berbuat ulah denganku"
"Aku iri denganmu Tao"
"Iri? Apa yang kau irikan dariku?"
"aku iri dengan perhatian Kris yang diberikannya padamu"
"..."
"Aku iri tatapan hangat yang diberikan Kris padamu"
"Apa maksudmu Kyungsoo?"
"Aku iri pada perlakuan yang Kris berikan padamu"
"Hah, apa maksudmu Kyungsoo...aku tidak menggerti"
"Aku menyukai Kris, sejak dulu sampai sekarang"
"M-mwo?!"
"Ne, aku menyukainnya, dan selamanya akan seperti itu"
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
Ditengah keramaian pasar, kedua Hyung-Dongsaeng itu bertemu, dengan berbekal uang mereka langsung berpencar dan kembali ditempat yang sama dengan beberapa kantung besar berwarna coklat yang berisi roti dan lagi sekantung daging.
"Bagaimana? Kau sudah dapat roti yang besar?"
"Tentu saja Hyung, lihat aku sudah dapat dua bungkus penuh"
"Bagus, setelah sampai rumah aku akan menyembunyikannya"
"Kau pelit Hyung"
"Apa maksudmu Chanyeol?"
"Kau mau memakannya sendirian, padahal ada aku Dongsaengmu yang pintar ini lalu kau anggap aku apa Hyung?"
"Aku hanya menganggapmu tikut putih tak berguna Chanyeol"
"Kau menyebalkan Hyung,"
"Kau dapat dagingnya?"
"Ya, aku dapat banyak"
"Kita cari tempat yang sepi, agar kita bisa memakannya"
"Bagaimana kalau kita kehutan yang dekat sungai suci, aku sudah lama tidak kesana"
"Itu terlalu berbahaya, itu dekat Kerajaan nanti Chen Ahjussi akan melihat kita"
"Chen Ahjussi ya...sudah lama aku tidak menemuinya, hei Hyung bagaimana kalau kita kesana sambil bertanya arti bulan ungu dan lukisan sayap itu"
PLUKK
"Dasar bodoh, Sehun saja yang aku tanya maksud dia membuat lukisan itu saja tidak tahu apalagi Chen Ahjussi"
"Appo Hyung..., kalau kita tidak bisa bertanya tentang lukisan itu paling tidak kita bisa bertanya arti bulan ungu kan?"
"Benar juga, nanti saja malam hari kita kesana sambil menumpang makan"
"Lalu kita jadi makan tidak?"
"Tentu saja, sudah lama aku tidak makan daging mentah Kyungsoo selalu memasak daging yang kita beli"
"Hyung..."
"Hmm..."
"Hyung...Kris Hyung..."
"Wae Chanyeol, mau kupukul kepalamu itu lagi?"
"Hyung kau masih mati pengengecap?"
"Ne, aku masih belum bisa merasakan apa apa"
"Kasihan sekali Hyungku ini...Ckckck"
"Kau juga, kasihan sekali makin lama makin bodoh saja"
"Yakk! Hyung macam apa yang mengatai Dongsaengnya bodoh"
"Hyung macam diriku, kenapa kau mau protes?"
"Tentu saja, aku selalu menghormati Hyung, tapi Hyung tak pernah menghormatiku"
"Oh...rupanya kau gila kehormatan ya..."
"Susah aku berdebat denganmu Hyung..."
"Kau selalu kalah dengan diriku Xean"
"Berhenti memanggil nama kerajaanku Aragon"
"Berhenti memanggilku Aragon!"
"Kalau begitu Hyung juga harus berhenti memanggilku Xean"
"Ani, namamu terlalu bagus jika dipanggil Chanyeol"
"Kau juga Hyung, namamu itu sangat bagus tidak sesuai dengan pemiliknya yang tingginya seperti pohon bambu, wajah banyak kerut dan emosian"
"XEAN!"
"Aish...Hyung, berhenti berteriak kita aku malu dilihati semua orang"
"Itu juga gara garamu bodoh"
"Tapi tidak harus teriak, telingaku jadi sakit"
"Terserah diriku"
"Dasar egois..."
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
DORRR
"PHANTOMMMM!"
Tubuh Lucifer hitam itu tertusuk sebuah benda besi kecil yang tajam, tubuh lemah itu tergeletak diatas tanah. Ditengah pertarungan yang akan berakhir ini sang memimpin kerajaan Lucifer gugur setelah ditembak dengan peluru perak oleh Appanya sendiri. Hans tak bisa berkutik, dirinya kalut jika harus memilih Appa atau Dongsaengnya. Andrea yang menggetahui ada perang didekat kerajaan antara Kerajaannya dengan Kegelapan langsung menunggangi sebuah kuda dan mendekati tempat itu, sesampainya disana dirinya bagai tubuh tanpa nyawa...hanya terdiam tak bergerak. Dirinya melihat Phantom tergeletak bersimbahan darah tergeletak tak berdaya disamping sungai.
Andrea mengambil pedang yang dia bawa dari kerajaan dan berniat menusuk pemilik pistol tersebut, tanpa ragu Andrea menusuk Rajanya sendiri dengan pedangnya sendiri...setelahnya semua prajurit kegelapan menghilang bagai abu yang berterbangan.
"Gomawo Andrea, Ahjussi banyak salah"
"Ne, Ahjussi banyak salah, terutama Phantom"
"Katakan maaf yang sebesar besarnya terutama padanya, aku harap diam mau memaafkanku"
"Terlambat, dia sudah tak ada karenamu"
"Begitu ya...jika ada kesempatan katakan kalau aku selalu menyayanginya"
"Hiks, hisk...semuanya terlambat Ahjussi...semua terlambat kalau Ahjussi menyayanginya kenapa kau selalu melukannya...hiks..."
"Andrea, persiapkan pedangmu..."
Sebuah roh berwarna hitam keluar dari tubuh sang Raja, roh berwarna hitam pekat itu dengan cepat Andrea tusuk dengan pedangnya yang selalu ia bersihkan dengan air dari sungai suci. Seiring dengan penusukan roh hitam itu tubuh sang Raja makin lama makin lemah
"Aku selalu sayang kalian semua, Andrea... Hans... Phantom..., Chen jaga anakmu dan anak baptismu"
"Hiks...jadi ini bukan mimpi...kumohon sekali saja katakan kalau ini hanya sandiwara kalian..."
"kita tidak bisa menggubah takdir untuk menemui tuhan, Andrea"
"Kenapa? Kenapa kau tak memberitahuku kalau nantinya Phantom yang harus jadi korban? Kenapa kau tidak memberitahuku Aragon?"
"Mian, ini rahasia kami"
"Kau jahat Aragon...Kau sangat jahat"
"Ne, aku tahu dan aku sangat bangga"
"Aish, Hyung kau ini benar benar...panggilkan dokter jiwa Hyungku gila"
"...Jika kau tahu aku sangat jahat lalu kau mau apa Andrea?"
"Jika dia tidak ada untuk apa aku tak ada, hanya dia tujuanku ada"
"Kau mau apa Andrea, jangan main main dengan pedang itu"
"Andrea! Kumohon jauhkan pedang itu!"
"Kalau pemilik hati ini menghilang, sama saja jiwaku mati...Baby kita susul Appamu"
"Berhenti bermain main dengan pedang Andrea...kumohon"
"Mian Xean, aku tidak bisa hidup tanpanya, aku hanya akan menderita sendirian kumohon..."
"Biarkan saja Xean, kita lihat apa yang benar benar Andrea lakukan"
"Tapi Andrea bisa mati Hyung, bukankah kau disuruh untuk melindungi Andrea dan Baby-nya"
"Jika sarung dari pedang ini lenyap jadikan aku sebagai penggantinya, aku serahkan nyawaku untuk sarung dari pedang suci ini"
CUPP
JLEBBB
"ANDREAAAA!"
I'm Wife Of Lucifer
/|\
/o|o\
"Hyung, apa benar kau belum membuka rahasia yang itu?"
"Yang mana Chanyeol?"
"Kau masih menyimpan ingatan Sehun didalam pohon dekat kerajaan"
"Saat ini bukan aku yang menyimpannya, saat ini pohon itu yang menyimpannya"
"Aku heran padamu Hyung, memangnya tidak ada wadah yang lebih baik selain pohon itu?"
"Pohon itu yang terbaik, pohon yang mengetahui setiap periodik kejadian kita disana"
"Aneh..."
"Tentu saja, karena kau bodoh makanya kau tidak mengerti"
"Kau menyebalkan Hyung..."
"Bagaimana rotinya Hyung, apa rasanya renyah?"
"Rumayan, agak manis"
"Manis?"
"Ne, roti ini agak manis"
"Jangan bilang kau pernah berciuman dengan keturunan Ahjussi prajurit itu"
"Entahlah, aku tidak tahu yang penting saat ini aku bisa merasakan manis"
"Bagaimana dengan daging ini hyung?"
"Rasanya tidak enak seperti wajahmu yang tidak enak dilihat"
"Kau parah Hyung, kerjamu hanya mengolok olokku"
"Terserah diriku, Chanyeol"
"sudah lama, kita tidak berada disini. Selama seratus tahun kita sudah lama kemari"
"Aku masih ingat, disana Andrea menusuk Raja Lucifer lalu disana Phantom ditembak mati, berjarak sedikit Hyung yang sedang bertarung dengan putri ular dari kegelapan anehnya bisa bisanya dia merayumu disaat bertempur"
"Itu karena aku terlalu tampan, Chanyeol"
"Kau itu mudah sekali puas, Hyung"
"Hei, Chanyeol apa menurutmu dia pantas untukku?"
"Siapa? Tao? entahlah, aku tidak tahu"
"Apa aku masih bajingan yang dulu?"
"Tenang saja Hyung, selama kau sudah tidak pernah membunuh lagi"
"Aku merasa bahwa aku masih bajingan yang dulu, apa Tao tahu kalau aku yang memakan tubuh kakeknya"
"Aku rasa itu bukan kesalahanmu Hyung, saat itu kau benar benar setengah sadar dan aku merasa daging itu daging rusa yang berada didalam area pertempuran kita"
"Kurasa kau masih salah presepsi Chanyeol..."
"Hyung, aku sudah bilang padamu kau tidak memakan daging manusia Hyung...aku masih ingat kau memakan daging rusa, berhenti menyalahkan dirimu Hyung"
"Aku...aku tidak tahu lah...malas aku memikirkannya"
"jangan dipikirkan Hyung, nantinya kau yang akan termakan oleh pikiran itu dibuat santai saja hyung..."
AND
OR
TBC
I DON'T KNOW
^o^~~! I'm Back kawan kawan, sebenernya mau hiatus untuk fokus pada UN, tapi karena aku ingin melihat review kalian yang hanya hari ini saja saya bisa bermain dengan internet jadi saya Update saat ini juga,
Kurang puas karen review yang saya terima hanya sedikit, tapi yeah...itu tergantung pare review yang membaca bukan, saya berharap kalian bisa mempromosikan cerita abal abal saya untuk mereka yang punya akun ataupun yang tidak punya untuk mereview saya ini
#Thanks#
Thanks to: Lisnana1, MyJonggie, Tiikaaa, Putchan, Rin Rin kim ChenMin EXOtic, Riyoung kim, Baby Kyungie, Tania3424, Ajib4ff, Christina
#Thanks All#
