Author's Note:
Ehee terimakasih mau diintip ff saya yang pertama yang abal ini, sebelumnyaa mohon ampun kalau ada typo dan segalanya yang tidak mengenakan hati boleh dikomentar di review corner *ngarep*
Ya ya cerita romancenya belom muncul nih, maafkan yaa, but seriously akan mulai di chapter berikutnya! Tunggu yaa :3
Jadiii... mulai aja deh yaa
Disclaimer: Vocaloid bukan milik saya, kalau milik saya akan selalu jadi TunaIceCream! Tapi cerita ini pure milik saya :D
"Aku akan pergi menghadap Ratu Mayu!"
Luki langsung memutar bola matanya
"Tidak Luka! Nii-chan tidak mengizinkannya, Ayah juga, Ibu juga!"
"Tapi dia hanya ingin melihat Luka bukan? Kasihan Teto! Lagipula mengapa Ayah sampai harus kehilangan tanahnya hanya karena permohonan sesimpel ini?"
"Ibu mengerti, tapi perasaan ibu juga berkata lain, sepertinya dia akan meng.." ucap Ratu Ann yang terputus. Sepintas ia melihat Luka yang berteriak minta tolong.
Ratu Ann memang mempunyai kemampuan melihat masa depan, tapi kekuatannya itu tidak sempurna mungkin dikarenakan karena ia lumpuh. Yang dapat ia lihat hanya samar-samar saja.
"Tidak Luka, jangan pergi..." lanjut Ratu Ann yang kembali terputus. Ia pingsan dengan keringat sedikit bercucuran dari kepalanya.
"Ibu!" teriak Luki dan Luka bersamaan
.
.
.
Luki membaringkan ibunya di kamar Luka (secara kamar Luka paling dekat dengan ruang tengah). Kemudian Luki keluar mendapati keempat adik kecilnya berpose aneh. Mengintip kamar Luka.
"Hei hei, kalau kalian khawatir akan keadaan ibu, kalian tidak usah pura-pura mengintip begitu, masuk saja"
"Huh? Kami tidak mengintip kok! Iya kan Len?" sahut Rin yang berusaha menutupi kesalahannya
"Eh? Iyaa kok Luki-nii!" Jawab Len yang agak ragu
"Yak, pintar sekali...Asal kau tahu saja, kamu sama sekali tidak pintar berbohong Len" Luki sweat-dropped
"Ah sudahlah Luki-nii, ayo masuk Oliver, SeeU-nee..." balas Rin sembari menarik tangan SeeU dan Oliver, namun...
"SeeU-nee? Oliver?" Tanya Rin yang mencari lengan mereka
BLETAKKK!
"Ouch! Apaan sih Luki-nii?!"
"Lihat, mereka semua sudah masuk kedalam" jawab Luki sambil menunjuk ke arah Oliver yang sudah ada di dalam kamar Luka
"Ah! Jahat! Bilang-bilang dong kalo udah masuk, Oliver!" teriak Rin yang mendapat death-glare dari Luka
"Hush! Rin, tolong jangan teriak-teriak, Ibu butuh istirahat"
"Iyadeh..." jawabRin yang menunduk minta ampun
Akhirnya karena keempat adiknya terlalu bosan, Luka membawa mereka berempat ke kamar mereka yang digabung dan membacakan buku cerita.
"Jadi pangeran berhasil menyelamatkan sang putri lalu..." lanjut Luka yang terputus ketika menyadari semua adiknya telah tertidur
Hoaaam...
"Sepertinya aku harus tidur juga" batin Luka
Akhirnya Luka pergi ke dapur dan membuat coklat hangat untuknya sebelum tidur. Ia duduk di meja makan dan menikmati coklat hangat itu. Kemudian Luki yang masih terjaga menghampirinya dan berkata
"Luka, apakah kamu akan mengurungkan niatmu?"
"Itu tidak mungkin, nii-chan. Luka tidak bisa se-egois itu, tanah Ayah akan diambil dan Teto... Teto akan..."
"Hah aku tau ini bukan keputusan yang mudah... Apakah ada jalan lain..."
"Sepertinya jalan keluarnya hanya satu, Luka pergi kepadanya"
"Luka-nee mau pergi kemana?" tanya Len yang menggosok matanya
"Len? Kamu tidak tidur?" Tanya Luka
"Aku mimpi buruk..."
"Ooh..."
"Jadi Luka-nee mau pergi kemana?"
"Tidak Len, dia tidak akan kemana mana" sahut Luki
"Mari Len, biar Luka-nee temani kamu tidur" ajak Luka
Len yang masih membisu dibawa Luka ke kamar milik Luka, namun karena ia baru ingat ibunya tidur di kamarnya, jadi ia membawanya ke kamar Luki dan menemani Len sampai ia tertidur, begitu pula Luka juga tertidur.
"Sepertinya kali ini aku harus tidur di sofa..." gumam Luki
Malam pun mulai berganti, burung-burung mulai berkicau dan matahari mulai terbit dari sebelah timur. Luka pun terbangun dari tidurnya. Pagi itu ia bersiap dan langsung pergi. Pergi ke Kerajaan Hatsune tanpa sepengetahuan keluarganya.
Sesampainya ia disana, Ia mengetuk pintu kayu besar milik keluarga Hatsune. Setelah mendapat perintah, pengawal kerajaan Hatsune membukakan pintu dan mengawalinya masuk, langsung ke tempat dimana Ratu Mayu berada.
"Oh my, my... lihat siapa yang datang...Aku tidak menyangka Al secepat itu membawa dirimu kepadaku!" kata Ratu Mayu dengan senyuman yandere-nya
"Permisi Ratu Hatsune, ada perlu apakah engkau memanggil saya?" tanya Luka
"Hmm, memang benar kata rakyat kecilmu itu, kau memang mempunyai paras seperti dewi" lanjut Ratu Mayu tanpa menjawab pertanyaan Luka
"Terima kasih yang mulia, namun bolehkah engkau menjawab pertanyaan saya?"
"Hahaha! Aku suka gadis sepertimu, Luka! Datang kesini sendiri, sungguh seorang Putri yang berani!" tawa Ratu Mayu yang masih mengacangi Luka
Luka pun terdiam, sungguh capek bertanya pada Ratu yang satu ini, sama sekali tidak mendengarkan perkataanya sedikitpun.
"Ah aku yakin kamu pasti bertanya mengapakah aku memanggilmu kesini"
Oh Tuhan terima kasih, akhirnya Ratu ini mendengarkan pertanyaan yang Luka lontarkan dari tadi.
"Jadi... Pertama, memang benar aku ingin melihat wajahmu yang cantik itu...Kedua..."
Luka kaget. Sekujur tubuhnya mulai merinding. Ada maksud kedua? Oh ya, Luka kau seharusnya lebih berfikir panjang saat ingin berhadapan dengan keluarga Hatsune, ingat mereka selalu tamak bukan?
"Asal kau tahu, aku mengetahui rahasia besar keluargamu!"
Tunggu, rahasia yang mana? Banyak sekali rahasia keluarga Megurine yang bahkan Luka sendiri tidak tahu.
"Pengawal! Tahan gadis ini dalam sel terbaik!" Seru Ratu Mayu kepada pengawal-pengawalnya
"Baik yang mulia!" Sahut pengawal-pengawalnya itu
Kaki Luka bergetar. Dia memang seharusnya tidak sendirian pergi ke kerajaan Hatsune.
"Apa yang akan kau lakukan terhadapku ini yang mulia?" tanya Luka yang bersihkeras lepas dari genggaman pengawal-pengawal Hatsune
"Luka sayang, apakah kau tidak tahu kalau masuk ke tempat ini adalah dosa? Cepat turuti saja perkataanku! Kalau tidak hambamu yang bernama Teto akan kubakar hidup-hidup!" teriak Ratu Mayu
"Kau tidak mempunyai hak membunuhnya! Aku tidak akan membiarkannya!" sahut Luka dengan berani
"Kau bisa lihat rambut merah ini? Ini miliknya! Sekali saja kubakar rambut ini, habislah nyawanya itu!" ancam Ratu Mayu sambil memperlihatkan sejenggut rambut keriting milik Teto
Luka yang tergencet tidak memiliki harapan untuk kabur. Ratu Hatsune benar-benar licik. Apasih yang membuatnya menahan Luka? Rahasia Megurine? Sekarang Luka terpenjara dalam sel "terbaik" milik kerjaan Hatsune yang masih terlihat lusuh.
"APAAA?!" teriak Raja Al yang panik mendapat berita bahwa Luka pergi ke kerajaan Hatsune sendirian
"Maaf yang mulia, kami tidak terjaga saat nona Luka keluar" jawab kedua pengawal yang bersujud meminta belas kasihan dari Raja Al.
"Argh! Kuharap dia baik-baik saja!" gerutu Raja Al
DRAP DRAP
"Yang Mulia! Berita buruk!" seru seorang pengawal yang terengah-engah berlari
"Kuharap itu bukan tentang Luka" ucap Raja Al yang sudah berkeringat
"Mohon ampuni hamba, tapi ini mengenai nona Luka. Ia ditahan dalam sel Kerajaan Hatsune" jawab sang pengawal sambil menunduk
"HATSUNE! MULAI SEKARANG KITA ADALAH MUSUH ABADI! Cepat panggil segala ksatria terkuat dari kalian! Bawa ia padaku SEKARANG JUGA!" teriak Raja Al geram
Para pengawalpun bergegas keluar
"Ayah! Biar aku saja yang menyelamatkan adikku!" Seru Luki yang mulai panas yang dari tadi mendengar berita adiknya dari luar ruangan ayahnya.
"Tidak Luki, aku tidak ingin mereka mempermainkan keluargaku lagi! Kau sebaiknya jaga adik-adikmu yang lain!" jawab ayahnya yang masih kesal
"Tapi yah, aku tidak bisa tinggal diam mengetahui adikku terpenjara dalam tangan Hatsune!" bantah Luki dengan suara keras
"Tidak Luki! Sekali tidak tetap tidak! Keluarlah dan jangan biarkan adik-adikmu yang lain mendengar berita ini" perintah Raja Al
DRAP DRAP
"Yang Mulia! Kami telah membawa ksatria terbaik di seluruh Crypton!" kata salah seorang pengawal
"Bawa dia masuk!" jawab Raja Al
"Permisi Yang Mulia, ada apakah anda memanggil saya?" seru seorang pemuda yang tengah masuk ke dalam ruangan
"Siapakah namamu anak muda?"
"Kaito Shion, Yang Mulia" tunduk pemuda bersurai biru itu
"Anakku, Luka, ditangkap dan dikurung dalam oleh Hatsune! Bawa dia kembali kesini dengan selamat!" jelas Raja Al dengan sangat cepat dan singkat
"Hei ingat bawa dia dengan selamat! Awas kalau dia terluka sedikitpun, kau akan..."
"Luki! Sudah kubilang keluarlah!" tegas Raja Al
"Baik yah." jawab Luki dengan ketus sambil melirik kea rah pemuda yang bernama Kaito itu
"Apakah kau sudah mengerti tugasmu?" Tanya Raja Al meyakinkan sekali lagi
"Ya, Yang mulia" jawab Kaito
"Bagus, pergilah sekarang" perintah Raja Al
"Roger"
