Ah setelah begitu banyak rintagan tugas akhir semester, Sachinn si author abal ini kembali dengan ffnya yang abal, gak enak hati udah lama gak di updet XD
Maaf kalo ceritanya udah mulai gajelas(?) karena semakin hari authornya juga semakin gak jelas...
tanpa basa basi lagi, silakan dibaca...
Disclaimer: Vocaloid dan segala propertinya adalah milik Crypton, author abal ini hanya menulis cerita random :)
-Normal POV-
"Luka-sama!"
"Haiaaa Kaito-san, jangan mengagetkan aku begitu!"
"Ayo cepat nona, sepertinya pengawal itu menyadari bahwa rambut Teto tadi telah diambil!"
"Ah...Tapii..."
"Larilah Megurine-sama..." kata Miku
"Tapi kau bagaimana? Barusan kau bilang kau butuh pertolonganku Miku-san? Maksudnya apa?
"Ah, tidak apa Megurine-sama, aku hanya..."
"Luka-sama! Ayolah!" Ucap Kaito yang tidak bisa menunggu lebih lama lagi
Kaito menarik pergelangan tangan Luka dan membawanya lari
"Ah! Tunggu! Kaito-san!" bantah Luka yang masih terpaksa dibawa lari
"Maafkan hamba sekali lagi nona, tapi kali ini hamba tidak dapat menunggu lagi, Ratu Mayu bisa tahu anda kabur" jawab Kaito tergesa-gesa
"Tapi sepertinya Miku-san tadi itu dalam masalah...KYAAA!"
"Sekali lagi maaf nona, sebab kalau hamba menarik nona seperti tadi, itu lebih berat daripada menggendong anda dan... memakan waktu"
"Maksudmu aku lamban begitu?!"
"Itu kenyataanya nona...Ups..."
"Kaito-san, aku akan me-list apa yang telah kau perbuat padaku dan melaporkannya pada Ayah!" bantah Luka
"Hahahaha baiklah apapum maumu nona..."
"Uughh! Aku serius!" ucap Luka yang blushing sambil memukul-mukul punggung Kaito itu
"Hamba juga serius..." ucap Kaito dengan nada bercanda
Hening sejenak...
.
.
.
.
.
"Oh ya masalah nona yang berambut toska tadi, apa yang anda lakukan terhadapnya, Luka-sama?" tanya Kaito yang masih berlari keluar kerajaan
"Hm? Tujuanku berjalan kembali tadi, memang untuk menyembuhkannya, namun aku juga teringat sama rambut Teto...Eh? Rambut Teto sudah kau ambil kan?"
"Sudah-sudah...Jadi dia sakit apa?"
"Entahlah dia sakit apa, aku juga kurang mengerti, tapi kekuatanku memang tidak cukup untuk memulihkan keadaannya seperti semula"
"Seperti semula..." ucap Kaito ragu, masih terus berlari
"Ada apa memangnya?"
"Ah? Tidak ada apa-apa nona... Sepertinya memang dia tidak bisa kembali seperti semula bagaimanapun nona coba"
"Hah? Kenapa? Apa maksudmu Kaito-san?"
"Tidak ada apa-apalah untuk sekarang ini..."
"Kaito-san tolong jujur!"
"Nanti hamba ceritakan pada nona, setelah anda selamat sampai kembali ke rumah"
"Huh! Awas kalau tidak cerita!"
"Baiklah-baiklah..."
Pintu keluar rahasia yang tadi Kaito gali sudah terlihat.
"Turunkan aku!"
"Apakah nona merasa malu dibopong hamba?"
"..." pipi Luka mulai memerah
"Tidak! Aku hanya merasa tidak sopan saja" ucap Luka yang pipinya semakin memerah
"Hahahaha nona, status hamba kan memang jauh dibawah nona, tidak perlu sungkan"
"Buatku status itu tidak lebih dari sebuah kata"
"Tapi kata itu sangat berarti bagi rakyat yang bekerja dibawah Ayah anda"
"Sudahlah itu tidak penting...
Jadi kau mau turunkan aku tidak?"
"Kalau hamba bilang tidak, apa yang akan nona lakukan?"
"Aku akan berteriak"
"Kalau anda berteriak, pastilah pengawal Ratu Mayu datang kemari dan menangkap anda lagi"
"Kalau begitu aku akan lompat"
"Anda berani mencobanya? Bukan bermaksud apa-apa, namun tangan hamba sangat kuat loh"
"Jadi kau mau aku melakukan apa, supaya kau menurunkan aku?"
"Nona tetap diam sampai hamba membawa nona keluar dengan selamat dan sampai di tanah Megurine dengan tidak terluka sedikitpun"
"Hei, kau bilang tadi mau menurunkanku setelah keluar dari kerjaan Hatsune, kok malah nego sampai ke rumah sih?"
"Tugas hamba kan memang membawa anda selamat sampai rumah, apalagi nyawa hamba akan terancam jika membiarkan nona terluka setitikpun"
"Hah? Kok begitu?"
"Apakah nona lupa mempunyai kakak yang sangat..." kata Kaito yang terputus, tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya
"Oh Luki... Abaikanlah dia... dia hanya membesar-besarkan hal yang tidak terlalu penting"
"Hahahaha hamba tidak bisa, sepertinya dia benar-benar membenci hamba"
"Apapunlah itu, pokonya turukan aku!"
-Kaito POV-
Aduh nona ini, apakah tidak bisa memberi pengertian sedikit? Kalau dia turun sekarang akan memperlambat kerjaku...Tapi apa aku yang tidak mengertinya? Loh kok aku jadi mikir ribet begini sih? Aku ya aku... Aku selalu benar... Um... kok rasanya aneh ngomong aku selalu benar... Sepertinya ada yang tidak beres dengan otaku... Tunggu... bukannya memang aku selalu begini?
"Haaah..."
"Ada apa dengan 'haah'-mu itu?" tanya Megurine-sama yang sedikit mengerutkan keningnya
"Eh? Hamba hanya berpikir sepertinya ada yang salah dengan otak hamba"
"Begitukah? Bukankah otakmu memang aneh? Kunci baja sel Hatsune saja bisa kau hancurkan dengan mudahnya"
"Itu sih bukan otak, tapi tenaga"
"Tenaga mendapat akal dari otak, sepertinya memang otak dan tenagamu sudah aneh, terima sajalah..." ucap Megurine-sama yang sepertinya tidak perduli
"Kaito-san, aku capek bertanya, tapi kapan kau akan menurunkanku? Ini sudah setengah jalan menuju istana"
"Nona, apakah hamba tidak bilang kalau nona akan hamba turunkan setelah sampai di kerajaan? Tunggulah dan berdiamlah, sebentar lagi kan sampai"
-Luka POV-
Halo? Ini udah di tanah Megurine, Kaito-san... Tadi dari keluar dari kerajaan Hatsune nego sampai tanah Megurine, lalu nego sampai istana... Apakah dia enjoy membopong orang? Apakah dia tidak keberatan? Aku capek bertanya... Memang disuruh diam sih... Tapi ugh... aku merasa tidak nyaman digendong begini!
Suasana kubuat hening... memang aku disuruh diam kan?
.
.
.
.
.
.
.
.
"Nona, apakah anda marah pada hamba?" tanya Kaito-san yang tiba-tiba membuyarkan keheninganku
"Tadi kau suruh aku diam, jadi aku diam lah..."
"Ah maaf, bukan begitu maksud hamba..." ucap Kaito-san yang terlihat merasa bersalah
"Sudahlah, turunkan aku sekarang juga. Aku tidak akan menerima alasan apapun lagi. Terima kasih telah membebaskan aku dari penjara Hatsune, Kaito-san."
"Ah maafkan hamba, nona... Hamba..." ucap Kaito-san yang sekarang menurunkanku, terputus ketika melihat sorot mataku
"Cukuplah Kaito-san, terima kasih. Kembalilah ke tempatmu, aku akan berbicara dengan Ayah setelah ini."
"Baiklah nona, hamba permisi dahulu..." tunduk Kaito-san
...
...
...
Aaaahh kenapa aku berkata seperti itu? Tapi memang benar aku merasa tidak nyaman... Tapi kata-kata barusan yang kuucapkan terdengar sangat dingin. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak bisa berfikir lurus saat dia membopongku. Aduh sepertinya ada yang salah dengan otaku juga... Huuh, pipi ini terasa sangat panas... Apa aku demam gara-gara terlalu banyak memakai kekuatanku? Aaahhhh... aku tidak tahu lagi...
"Luka-nee?!"
"Huh? Len?"
"LUKA-NEE! OKAERI!" teriak adik-adiku yang melihatku pulang dan langsung memelukku
"Ah ya... Aku pulang...
Bolehkah kalian melepas pelukan kalian? Aku butuh istirahat sebentar..."
...
"Baiklah, selamat beristirahat, Luka-nee" ucap SeeU tersenyum dengan membawa, tepatnya menyeret Rin, Len, dan Oliver mejauh dariku
Aku bergegas ke kamarku untuk merebahkan badanku sejenak sebelum melapor pada Ayah.
-Normal POV-
" Apa kalian bilang?! Luka kabur dari selnya? Bagaimana bisa?!" Teriak Ratu Mayu yang mendapat kabar dari pengawalnya itu.
"Maafkan kami, Yang Mulia, tapi sepertinya tadi ada seorang pengawal yang membebaskan Luka-sama!" jawab beberapa pengawal Ratu Mayu yang tunduk padanya.
"Argh! Sialan kau Raja Al! Padahal experimenku sebentar lagi sempurna dan berhasil! " teriak Ratu Mayu lagi.
Tiba-tiba ada suara pintu kamar Ratu Mayu yang diketuk
TOK TOK TOK
"Siapa disana?!" Tanya Ratu Mayu pada orang dibalik pintu kamarnya itu dengan kasar.
Lalu dibukalah pintu itu, seorang gadis yang tadi mengetuk pintu itu memperlihatkan sosoknya.
DUNDUNDURUNDUNDUN siapaa ituu?
yay! chapter 5 selesaii, karena libur, mungkin author abal ini akan mengupdate lebih awal dari biasanya :D
ditunggu yaa!
Oh ya, perlukah saya memuat recap chater sebelumnya di awal chapter barunya? Kadang readers bisa lupa, apalagi kalo authornya seperti Sachinn ini, updatenya lama... Tolong dijawab yaa hehehehe :D
Komentar, dan segalanya yang tidak mengenakan hati boleh dishare di review corner!
Thankies udah dibaca! :3
