" That Stupid Feeling "

Vocaloid bukan milik saya

==== Warning! =====

My first Pic, Miss. Typo yang paling cantik dan selalu eksis ditiap sudut fic. Titik,koma,tanda seru dan tanda-tanda lainnya yang tidak beraturan, sangat tidak sesuai dengan EYD

Please give me review, terima saran dan lain-lain lastly happy reading.

Genre : Romance

Main Pair : Len X Luka

Sedikit Kaito x Miku

One side Neru x Len

One side Miku x Len

====== That stupid feeling =====

" Hei Miku apa benar kalau kau menyukai kaito ? "

Pertanyaan itu ditanyakan oleh Rin dan Mikuo-nii tepat setelah aku menerima Kaito senpai sebagai pacarku. Aku saat itu belum terlalu mengerti apa maksud pertanyaan mereka, karena itu aku dengan santai mengatakan

" Iya aku menyukai Kaito senpai, memang siapa yang tidak suka dengan bintang tim sepak bola sekolah kita "

" Begitukah ? " setelah mendengar pernyataanku mereka berdua hanya tersenyum pahit, saat itu aku belum mengerti apa maksud dari kata-kata mereka setelah hal itu.

" Miku kami harap perasaanmu pada Kaito bukanlah perasaan cinta yang salah pada tempatnya "

" Apa maksud kalian berdua ? "
" Well kalau apa yang kami pikirkan benar, kami harap saat kau menyadari hal itu keadaannya tidak separah yang kami pikirkan. "

" eh? " Aku hanya bisa terdiam mendengar pernyataan mereka berdua yang penuh misteri itu.

Butuh waktu sekitar 3bulan bagiku untuk menyadari maksud perkataan Mikuo dan Rin, dan saat itu terjadi keadaan sudah sangat buruk. Saat itu Len sudah menjauhiku, saat itu sudah tidak mungkin bagiku untuk membenarkan keadaan kembali seperti sedia kala. Seperti masa lalu dimana aku dan Len selalu bersama.

Semua itu berasal dari peristiwa beberapa bulan lalu, ya kejadian yang membuat Len menjadi seperti saat ini, kejadian yang berhasil membuat seorang Len Kagamine menjadi seorang pecundang.

==== That stupid feeling ====

Hari itu adalah hari yang normal bagiku dan Len, yang membedakan hanyalah satu sifat baruku yaitu sifat ingin tahu mengenai Kepribadian Kaito-senpai, aku sendiri tidak tahu kapan aku mulai menyukai dan mencoba mencari tahu tentang siapa itu Kaito-senpai, aku hanya mengingat kalau aku saat itu melihat teman-teman menyemangati dirinya yang sedang bermain bola dan entah mengapa semenjak itu terjadi aku terseret kedalam lingkaran Kaito-fans.

" Hei Len apa kau tahu tentang kaito-senpai yang keren itu ? "
" Tidak, kenapa emangnya ? "
" Beneran kamu gak tau? Dia itukan bintang tim sepak bola sekolah kita! "

" Serius Miku, kau kan tahu kalau aku gak punya waktu buat gituan aku ini begitu pulang bakal langsung siap-siap buat kerja, ya mana ada waktu aku buat kenalan ama orang gak jelas gitu " dari suara Len terdengar sedikit nada gusar dan cemburu meskipun bagi Miku itu hal yang biasa saja.

" Iya, iya maaf Len-chan! Gak usah marah gitu dong. Tee hee " Miku langsung memeluk Len untuk meredakan Rasa cemburu Len, dan dengan pelukan dari Miku sang, Grumpy-Len perlahan berubah menjadi Good-guy-Len. Melihat keadaan Len yang membaik Miku akhirnya melanjutkan kembali niatannya untuk mengatakan sesuatu pada Len.

" Oh ya Len maaf ya aku manggil kamu tiba-tiba gini, mana motong waktu kamu buat siap-siap kerja lagi "

" gak papa Miku, emangnya kamu ada masalah apa ? apa ada yang mengganggumu? Atau jangan-jangan kau ingin menyatakan cintamu kepadaku ? "

" Len kau benar-benar sahabatku nomor satu! Aku belum bilang niatanku aja kamu udah ngerti apa niat aku pas manggil kamu ! " ujar Miku dengan efek bling-bling dimatanya

" APA! Siapa yang berani menganggumu Miku? Kenalkan padaku aku akan membuat dia menyesal dia pernah membuat masalah denganmu " begitu Len menyimpulkan kalau ternyata ada seseroang yang mencoba mengganggu Miku, Len langsung berserk dan membuat Miku sweatdrop.

" Kau salah Len bukan itu yang kumaksud! Yang satunya Loh "

" em.. artinya kau ingin menyatakan cinta paa... padaku ? " ucap Len gugup.

" Benar sekali! "

" Eh ? benarkah? "

" Yap Len aku menyukaimu dari lama, mulai dari sifatmu yang baik dan juga kemanisan mukamu karena itu maukah kau menjadi pacarku! "

" APA! Ini benerankan ? Aku tidak bermimpi kan ? "

" Tentu saja tidak, ah kau Len begitu kukatakan begitu saja kau langsung shock ya udah aku pergi bentar ya, dan kamu pikir-pikir bentar " Miku berlari keluar meninggalkan Len yang masih dalam keadaan Bingung. Len yang shock akhirnya berjalan muter-muter ruang kelasnya seolah tidak percaya apa yang dikatakan Miku barusan

Sementara itu Miku yang sedang dalam kejauhan memperhatikan gerak-gerik Len mulai terlihat senang karena

" YES! Kalau Len aja kayak gitu gimana nanti sikap Kaito senpai kalau aku menyatakan cinta ya,

" Melihat Len yang terlihat sangat senang membuat Miku merasa bersalah karena sebenarnya Maksud Miku tadi hanyalah latihan pernyataan cintanya untuk Kaito-senpai yang semua orang bilang sempurna itu.

" Aduh ini bahaya kalau Len benar-benar menganggap ini serius aku akan kasihan sama Lennya "

Ketika dalam perjalanan kembali kekelasnya Miku tidak sengaja berpas-pasan dengan Kaito-senpai.

" Ah! Miku-chan bisakah kau ikut aku sebentar ada yang ingin kukatakan padamu ! "

" err.. maaf Kaito-senpai tapi aku ada perlu dengan Len sebentar "

" Apakah kau ingin menyatakan cintamu padanya ? "

" Tidak, kami hanya teman senpai tapi aku perlu ngomong sesuatu dulu padanya "

" OH! Kalau Cuma ngomong biasa aja kurasa dia bisa nunggu pokoknya kamu ikut aku dulu aja ya, sebentar aja! " Kaito tanpa menunggu persetujuan Miku langsung menarik tangan Miku dan membawanya Kelapangan tengah sekolah, dan sesuatu yang benar-benar membuat Miku kaget karena ternyata dilapangan sudah banyak sekali penggemar dari Kaito.

" AH! Kaito senpai apa maksudmu ini ? "

" Baiklah didepan penggemarku ini aku ingin mengatakan pernyataan simple ini kepadamu, AKU MENYUKAIMU SANGAT MENYUKAIMU KARENA ITU KUMOHON JADILAH PACARKU "

" Ehh! ? "

" Kau adalah bintang dilapangan tenis dan aku bintang dilapangan hijau, kurasa kita berdua akan menjadi pasangan yang cocok "

" Eh tapi masalahnya ? "

" ah disini kau ya Miku "

DEG! Hati Miku terasa berhenti dia baru saja menyatakan cintanya kepada Len dan dia belum sempat menyatakan kalau dia tadi hanya bercanda, karena itu Miku saat itu sangatlah bingung akan apa yang harus dia lakukan apakah menolak cinta Kaito atau menjelaskan kepada Len tentang kebenarannya, ketika bingung hendak memilih apa yang harus dia lakukan Kaito langsung saja menahan Len.

" Maafkan aku tuan tapi meskipun kau teman dari kecilnya dan menyukainya kau tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan cintanya ? "

" Err. Maafkan aku senpai tapi aku tidak mengerti apa yang anda maksud ? " ucap Len bingung

" Maksud ku,saat ini aku sedang menyatakan cintaku padanya dan kurasa TEMANnya tidak memiliki hak untuk mengganggunya dalam urusan ini "

" Well memang kami masih menjadi teman biasa, karena aku belum memberi jawaban padanya dan karena hal itulah saat ini aku sedang ingin menjawab pernyataan Miku tadi "

" Benarkah, tapi apa kau tidak dalam halusinasi ? "
" Huh? "
" Mana mungkin seorang diva Tenis sekolah kita mau menyatakan cinta pada orang yang agak gimana gitu, "

" Benarkah itu Miku ?" Len yang tidak percaya kepada Kaito langsung menanyakan keaslian pernyataan itu pada Miku

" er... " awalnya Miku ingin membela Len tapi begitu mendengar

" Ayolah mustahil Miku menyatakan cintanya pada seorang seperti Len kagamine "

" Iya gak mungkin, pasti itu karena Len ngerasa dia itu teman masa kecilnya Miku makanya dia gak ngebolehin Miku pacaran ama Kaito "

" Kaito dan Miku itu pasangan yang serasi, apa maksud dari kedatangan Len itu ? menggangu saja "

Yap kata-kata orang disekitarnya membuat Miku menjadi ketakutan untuk membantu Len dan karena itulah kata-kata itu keluar dari mulut Miku.

" Maaf Len tapi tadi itu aku sedang percobaan menyatakan cintaku, tapi sebelum aku sempat menjelaskan hal itu aku sudah ditarik sama Shion-senpai "

" Kau dengar itu PECUNDANG! Kau itu hanya temannya kau tidak memiliki hak untuk mengekangnya, bahkan ngaku-ngaku kalau dia ini pacarmu, orang macam apa kau ini! " Yap semerti efek Domino setelah hinaan dari Kaito meluncur keluar para fans-fansnya pun menggila dan ikut mencaci maki Len

" HUUUU! "
" PECUNDANG!"
" PECUNDANG!"
" CEPAT PULANG SANA! "
" HUUU "
" PECUNDANG! PECUNDANG! PECUNDANG "
" PECUNDANG LEN! "

Leriakan-teriakan itu terdengar ditelinga Len tapi fakta bahwa Miku hanya menggunakan perasaannya yang sungguh-sungguh mendengarkan pernyataannya tadi sebagai ajang uji cobalah yang membuat Len ingin menitikkan air matanya, tapi karena berusaha tetap tegar. Len tetap tersenyum dan mengatakan

" Begitu ya , berarti aku salah sangka kalau begitu selamat ya Miku-chan semoga hubunganmu awet "

" Eitt tunggu dulu Kagamine-san,"

" Ada apa lagi senpai? "

" Bisakah kau berhenti memanggilnya Miku-chan, karena aku kurang senang jika ada orang yang memanggil pacarku dengan namanya sepertimu tadi "

" Begitukah jadi kau ingin aku memanggil Miku dengan panggilan Hatsune kah ? "

" Yap dan kuharap kau juga jangan terlalu sering dekat-dekat dengannya, karena sudah jelaskan kau tidak mungkin bisa mendapatkan dirinya ? "

" ... "

" Yap aku mengerti Senpai, dan Hatsune-san kurasa aku hari ini tidak perlu mengantarmu pulang lagi kan? Karena kurasa Shion-senpai akan Marah jika aku mengantarmu pulang kerumah " Len langsung pergi dari hadapan Miku saat itu, perasaan Miku terasa sakit terutama saat Len memanggilnya dengan nama Hatsune-san tadi, dia ingin mengejar Len dan memeluknya dari belakang seperti yang biasa mereka lakukan tapi dia tidak bisa melakukan hal kecil itu, ego dan ketakutannya pada para fans Kaito membuat dia membiarkan Len pergi dari hadapannya, dan dia tak pernah menyadari kalau hari itu adalah hari terakhir dia bisa tertawa dan berbicara dengan Len secara normal.

Dia sama sekali tidak pernah berfikir kalau hal kecil ini bisa membuat hubungan persahabatan yang mereka jalin selama 10tahun menjadi berantakan, seperti puing-puing kecil yang terjatuh dari reruntuhan suatu bangunan.

Hari itu Miku menjadi pacar Kaito-shion dan dia juga tidak sengaja merusak hubungan persahabatannya dengan Len, dia selalu mencoba untuk memperbaiki hubungan itu tapi karena insiden yang dia picu itu, neraka harian Len menjadi sebuah kenyataan.

Akibat sifat Miku yang menyatakan cinta dan membuang Len didepan Kaito, akhirnya terciptalah sebuah permainan yang disebut " Ayo kita tembak Len Kagamine "

Permainan sialan ini terinspirasi dari kejadian penolakan Miku terhadap Len dan memilih mencintai Kaito yang keren.

Jadi setting permainan ini adalah seorang gadis akan menyatakan cintanya pada Len dan nanti saat proses penembakan itu akan ada cowok yang datang dan menembak sang cewek kembali, dan sang cewek akan pergi meninggalkan Len.

Melihat reaksi Len yang baik dan selalu menerima perasaan cewek membuat para peserta permainan ini menjadi sangatlah banyak, jadi tidak heran kalau Len bisa ditembak sampai 3 kali dalam sehari, meskipun pada awalnya Len selalu berusaha positive thinking dan tetap saja meladeni para pembullynya itu, lama-kelamaan diapun menjadi Muak dan akhirnya kehilangan kepercayaan akan pernyataan cinta, karena hal kecil ini dia mulai menolak pernyataan cinta dari gadis2 dan kadang-kadang dengan sedikit emosi dia akan memarahi perempuan yang mencoba menembaknya itu, dan disaat itu seolah deritanya tidak berhenti setelah menolak cewek yang menembaknya Len dipanggil sebagai Raja tega, karena bisa dengan tega-teganya menolak banyak cewek yang menyatakan cintanya kepada dirinya itu.

Dan akibat hal itu hubungan Miku dan Len memburuk, Miku merasa bersalah karena melibatkan dan membuat Len menderita seperti itu, dan Len seolah menjadi batu tidak pernah menghubungi Miku lagi, jika dulu biasanya dia akan mengajak Miku bermain Ps setiap malam minggu dirumahnya, seolah menghilang dari kontak hapenya Miku, Len tidak lagi mengirimnya pesan untuk bermain atau sebagainya

Sekarang tidak ada lagi panggilan "Gadis bau Negi/ Gadis rambut aneh " dihandphone ada hanyalah kata-kata " putri/my princess/ sayang " yang selalu dikirim oleh seorang Kaito Shion.

Tetapi Miku selalu merasa aneh, dia merasa ada yang kurang. Dia sangatlah rindu dengan panggilan aneh dari bocah pisang yang biasa dia kirimi pesan pendek, meskipun sekarang hanya ada kata-kata manis dari pangeran sekolahnya tapi entah mengapa perasaan Miku tidak semanis seperti ketika Bocah pisang itu masih memiliki hoby untuk mengirim pesan padanya.

Butuh waktu yang sangat lama bagi Miku untuk menyadari kalau

" Aku salah menempatkan cintaku, aku menyukai Len tapi aku memilih Kaito-senpai karena aku mengikuti teman-temanku, Aku menyukai Kaito karena teman-temanku mengatakan Kaito-senpai itu ini dan itu, Aku hanya terseret oleh teman-temanku tanpa menyadari perasaanku yang sesungguhnya "

Ini adalah 3 bulan setelah dia berpacaran dengan Kaito, setelah menikmati rasa pacaran selama 3 bulan Miku menyadari berbeda dengan saat dia bersama Len, dia tidak pernah merasakan kepuasan dan kebahagian yang lebih saat dia bersama Kaito.

Baru saat ini dia menyadari kalau bermain Ps dengan Len lebih menyenangkan daripada nonton bareng dibioskop bareng Kaito-senpai, membuat bento Bersama Len jauh lebih mengasyikan daripada menikmati sundae parfait bersama Kaito-senpai.

Butuh waktu 3 bulan baginya untuk menyadari kesalahan yang dia lakukan, dan arti dari kata-kata Mikuo dan Rin saat itu, " Miku kami harap perasaanmu pada Kaito bukanlah perasaan cinta yang salah pada tempatnya "

Yap Miku ingin kembali tertawa bersama Len, kembali main Ps bersama Bocah pisang itu, tapi akibat trauma dan permainan yang dimainkan oleh murid-murid sekolahnya membuat Len kehilangan kepercayaan pada semua tipe dan jenis manusia, dia menjadi tertutup menjadi orang yang dateng telat, pulang cepat. Sangat sedikit waktu bagi Miku untuk berbicara dengannya Len yang saat ini tiak pernah lagi menghabiskan waktunya untuk bermain dia lebih memfokuskan perkerjaan hariannya dia mencoba menghilang dari wajah sekolah itu. Meskipun begitu sang pecundang Len tetap saja terkenal disekolah itu, terutama karena masih ada beberapa orang yang melestarikan budaya " Ayo Kita tembak Len "

Miku ingin kembali bersama Len dia ingin bisa bermain dengan Len dalam lomba CTR mereka, tapi tidak perlu waktu lama baginya untuk menyadari kalau hal itu " sudah tidak mungkin terjadi lagi "

====== That stupid feeling =====

" Oh begitukah, ternyata dirimu sangat menderita ya Len "

" Yap begitulah, tapi setelah mendengar ini aku harap kamu gak ada niatan buat ngeganggu aku kayak gitu juga ya "

" Tidak tentu saja tidak, mana tega aku ngebuat kamu kayak gitu " Air mata perlahan keluar dari mata gadis merah jambu itu..

" Hei Luka kau tidak boleh menangis, karena aku yang mengalami saja tidak menangis "

" Tapi aku hanya merasakan saja, kalau aku yang mengalami hal sepertimu aku pasti akan segera membunuh diri dan menulis besar-besar tulisan "AKU DI BULLY SELAMATKAN AKU" dengan begitu aku yakin mereka akan jera "

" Yap mereka akan jera tapi apa gunanya kalau aku sudah tidak ada didunia ini lagi " bocah blonde itu hanya terlihat menghela nafas mendengar penyelasaian masalah yang sangat top dari Gadis cantik didepan dirinya itu

" Ya sekarang aku udah berbagi cerita memalukanku jadi... "

" Ya aku ngerti, sekarang gantian aku yang cerita kan ? "

" tepat sekali !"

" Well kalau dibilang kisah cintaku lebih normal dari cerita Len-kun "

" OhH... "

" Aku memiliki senpai diEskul merangkai bunga dan upacara Minum teh, setiap aku melihatnya dia selalu saja tersenyum dan terlihat ramah "

" Lanjut! "

" Aku tahu kalau dia itu memang ramah dan baik pada semua orang, tapi karena itu aku tidak ingin terlihat sama dimatanya aku ingin menjadi sesuatu yang spesial karena itulah aku menyatakan cintanya padanya "

" Oh... Lalu kau ditolak dan mencoba bunuh diri ?"

" Yap kata-katanya itu membuatku ingin mati saja! Dia mengatakan padaku kalau sangat tidak mungkin kita bersama bahkan sampai aku mati sekalipun katanya "

" WOW kejam sekali dia, cowok macam apa yang tega nolak cewek cantik kayak kamu begini ?"

" Tapi! Dia nolak aku beneran! Makanya aku ingin sekali bunuh diri aku ingin mati saja ! HWAAAA! " Sang gadis Pink itu kembali menangis begitu selesai bercerita

" Baiklah kalau begitu aku akan membantumu, tapi sebelumnya izinkan aku menemui senpaimu dulu."

" Buat apa ?"

" Aku ingin tahu kenapa dia sampai bilang kalau dia gak mungkin mencintai kamu bahkan sampai dia mati sekalipun, tapi ngomong-ngomong Luka sekolah dimana? "

" Vocalite High School "

" Oh disitu ya oke kita berang... " Mendengar nama sekolah itu Len perlahan memasukkan data sekolah itu kedalam otaknya dan memproses informasi yang dia punya, perlahan informasi dari otaknya keluar dan dia akhirnya menyadari satu poin penting yaitu

" Luka itu sekolah khusus cewekkan ?" tanya Len dengan Muka yang agak-agak aneh.

" IYAA! SENPAIKU GAK MAU JADI PACARKU KARENA DIA JUGA CEWEK " Luka kembali merengek begitu Len menatapnya dengan tatapan "You-are-not-normal"

" Oh gitu... " Len yang mengetahui akar permasalahan akhirnya kembali menarik nafas untuk memperbaiki suasana

" Tapi aku cinta dia dengan setulus hatiku, karena itu meski ini aneh aku tetap tak bisa menghilangkan perasaan ini, Len sekarang pasti berfikir kalau aku aneh kan ?" Luka kembali pundung takut melihat reaksi Len yang mengetahui rahasia forbidden Love miliknya itu

" Aku tidak akan menghinamu "

" Eh...? "

" Saat kau mencintai seseorang, tidak peduli siapa kah itu, dari kasta atas atau bawah, gender yang sama/berbeda, saat kau mencintai seseorang kau tidak bisa untuk tidak menghentikan perasaan sukamu pada orang yang kau cintai itu "

" huh... ? "

" kenapa Luka-san? "

" Aku bingung kenapa kau tidak menganggapku aneh, atau menghina ketidak normalanku? "

" Well aku terlalu sering melihat orang lain mempermainkan kata suka dan cinta, karena itu melihat ketulusan dan kegigihanmu untuk mendapatkan cinta itu membuatku merasa sangat senang karena ternyata masih ada orang yang mau dan tulus mencintai orang lain sepenuh hatinya "

" Ah.. terima kasih " mendengar pernyataan Len, Luka kembali teringat cerita barusan tentang orang lain yang mudah mengatakan cinta dan melepaskannya. Len sudah terlalu sering merasakannya dan dia sama sekali tidak mengganggap tinggi masalah itu, tapi dilihat dari semangat dimatanya itu Luka sangat tahu kalau permainan itu pasti sangat menyakitkan.

" Baiklah aku ingin bertanya! Apakah kau pernah memberi dia Bento buatanmu sendiri? "

" Tidak pernah "

" Baiklah ayo kita latihan membuat bento untuk senpaimu "

" Tapi aku takut jika terjadi banyak kesalahan "

" Tidak apa-apa, kau tidak boleh hanya memberikan kesempurnaan pada senpaimu dengan menunjukan kesalahanmu senpaimu akan mengerti kalau kau itu ingin menjadi orang yang terbuka pada dirinya dan tidak akan sedikitpun menyembunyikan hal sekecil apapun padanya "

" Begitukah? Aku tidak pernah menyadari itu? Aku selalu berfikir kesempurnaan itu adalah nomor satu tapi begitu mendengar pernyataan Len-kun aku rasa aku tidak akan ketakutan lagi! Kesalahan adalah jalan menuju kesuksesan baiklah Len-kun aku siap jadi muridmu! "Luka yang secara tiba-tiba mendapat kekuatan sakral bernama "ssemangat 45 " langsung berdiri dengan tegap dan menarik tangan Len.

" er.., Luka maaf tapi setelah ini aku akan ada Part time Work kalau kau memang niatan mau buat bento besok pagi jam 05:15 siap-siap ditaman deket Voca High school, nanti aku jemput dan kita masak dirumahku! "

" Yahhhh... " begitu mendengar penjelasan Len, Luka secara tiba-tiba kehilangan kekuatan yang baru saja dia dapatkan

" Apa saja yang perlu kubawa! "

" well yang simple aja kalau telor dan lain-lain adakok dirumahku, kecuali kamu mau buat yang agak mahal kayak Sushi atau Karage, kamu perlu bawa ikan/ayamnya Oke! "

" Oke Len-sensei "

" Oh ya sekalian ini nomor hapeku, kalau besok nyasar SMS aja ya!"

" Siap sensei! "

" Baiklah aku pergi dulu ya ! aku ada kerja paruh waktu "

" Yap semangat Sensei!"

Mereka berdua akhirnya berpisah jalur, sang Megurine pink pulang kerumah dengan semangat baru untuk kembali mempersembahkan perasaannya pada senpai tercintanya, dan Len kuning memiliki tujuan untuk kembali semangat menghadapi masalah hidupnya, karena dia memiliki sebuah tujuan tambahan " membuat cinta yang tulus agar tumbuh dan berkembang menjadi bunga yang indah""

====TBC====

Ending buat chapter ini,

entah kenapa fic ini terasa makin lama makin abal aja ==

mohon sarannya jangan lupa Review ya XD.

Dan mohon jangan diflame ya...

Soalnya jiwa author kan lemah selain itu mari kita ramikan FANDOM VOCALOID!

See you in next chance and ciao!