" That Stupid Feeling "

Vocaloid bukan milik saya

==== Warning! =====

My first Pic, Miss. Typo yang paling cantik dan selalu eksis ditiap sudut fic. Titik,koma,tanda seru dan tanda-tanda lainnya yang tidak beraturan, sangat tidak sesuai dengan EYD

Please give me review, terima saran dan lain-lain lastly happy reading.

Genre : Romance

Main Pair : Len X Luka

Sedikit Kaito x Miku

One side Neru x Len

One side Miku x Len

=== That Stupid Feeling===

Putri tidur adalah julukan yang dimiliki Luka dirumahya, julukan ini dia dapatka karena sifatya yang mudah tidur susah untuk itulah ketika jam masih menunjukan pukul 04:30 dan seorang Luka Megurine sudah terbangun dan selesai mandi. menjadikan suasana dikediaman Megurine menjadi sangatlah panik

" Luka-sama apa anda sedang sakit ? "

" Halo dokter bisa tolong segera pergi kekediaman Megurine sekarang, ada pasien gawat tolong kehadirannya secepatnya "

" Luka-sama apa ada yang mengganggu nona disekolah ? kalau iya kami akan segera kesekolahmu dan menghajar mereka semua "

" Hei siapkan mobilnya! Kita bakal kerumah sakit "

" Dan jangan lupakan siapkan beberapa orang untuk menyelidiki sekolah nona Luka dan caritahu siapa yang menjadi musuhnya disekolah itu "

Well akibat ketidak normalan Luka, pagi itu kediaman megurine dilanda kepanikan yang menjadi-jadi. Luka ynag melihat ini semua hanya bisa sweatdrop melihat para pelayan dirumahnya mencapai state of confusion yang terlalu lebay teresebut, karena itu dia mau tidak mau harus menjelaskan dulu kepada pelayan-pelayannya alasan dia bangun pagi.

" Er... etto Maaf semuanya hari ini aku ada janji ama temen makanya aku bangunnya pagi "

" Tapi kenapa pagi ? "

" iya kenapa mesti pagi ? orang itu pasti ada niat gak bener! "

" biarkan kami ikut dengan anda nona! "

" Eh! " Luka yang berniat untuk menenangkan para pelayan tercintanya kali ini justru dibuat shock dengan permintaan para pelayannnya untuk mengikuti dia

" Gak boleh,! Pokoknya gak boleh aku mau ketemuan ama seseorang pagi ini, jadi kalian gak boleh ikut! Kalau gak aku bakal marah "

" Tapi nona keselamatan anda itu nomor satu! "

" Yap benar kalau terjadi apa-apa terhadap nona Luka kami tak akan bisa memaafkan diri kami sendiri! "

" Kami mungkin akan bunuh diri "

" Karena itu kami mohon biarkan kami ikut ! "

" sekali enggak tetep enggak! Kalau kalian melawan aku bakal marah bener dan ngelaporin ini kemama dan papa "

" Tapi... "

Ketika kegaduhan ditempat itu semakin menjadi munculah sosok Luki yang juga baru bangun tidur, sosok pemuda dengan berambut pink itu dengan anggunnya berjalan kearah kamar mandi untuk melakukan jatah hariannya sebelum akhirnya dia terdiam sejenak karena...

" APA YANG LUKA-NEE LAKUKAN DIPAGI SEPERTI INI? KENAPA DIA SUDAH BANGUN ? "

" Hei Luki gak usah teriak-teriak bisakan ? " Luka yang sudah pusing akibat kepanikan berlebihan yang dilakukan oleh para pelayannnya makin menjadi ketika adik kembarnya Luki Megurine ternyata ikut-ikutan panik.

" Tunggu dulu, Luka-nee memang ada yang membullymu ya ? kalau ya seharusnya kau memberi tah kami agar kami bisa membantumu! " Luki yang kehilangan niatan untuk melakulan jatah harannya itu langsung ikut kedalam barisan pelayan Luka yang sedang berdemo.

" LUKI DAN SEMUANYA BISAKAH KALIAN TENANG SEDIKIT ? " kata-kata "lembut" luka barusan meluluhkan hati mereka dan mereka akhirnya menjadi sedikit lebih tenang karena sedikit "kelembutan" yang Luka berikan.

" Baiklah hari ini aku mau kerumah temanku, dan dia itu agak pemalu makannya dia maunya ketemuan pagi-pagi atau sore-sore doang " ucap Luka yang mencoba sedikit berbohong

" Tapi kenapa memangnya dengan dia ? tidak biasanya Nee-san mau dan rela untuk bangun pagi hanya demi ketemuan ama teman Nee-san selain itu teman yang Nee-san sebutkan ini aku ingin tanya.."

" Apa yang kau ingin tanyakan Luki ? "

" Dia itu cewek atau cowok " Jdeeer entah mengapa tiba-tiba ada petir lewat dibelakang Luka yang menyebabkan semua mata memandang kearah Luka dengan pandangan yang harap-harap cemas

" Er... "

" Tolong beritahu kami Luka-sama " semua mata memandang kearah Luka dengan tatapan harap-harap cemas

" Well dia seorang Trap! " jawab Luka dengan asal, meskipun alasannya ngasal semua mata disana terlihat sangatlah bahagia dan euphoria itu terlepaskan dengan sangat anarkis

" Akhirnya Luka-sama bertemu dengan cowok yang dia suka! " ucap beberapa pelayan sambil menangis terharu

" Hari ini kita harus Syukuran! "

" Makan-makan oy! Jangan lupa buat undangan"

" Kalian semua diam dulu! Nee-chan Trap artinya dia cowok kan ! " Luki yang masih belum percaya akan hal yang dia dengar, kembali menahan nafas harap-harap cemas ketika dia menanyakan pertanyaan itu dan dengan sekejap Semua pelayan disana-pun mengikuti yang Luki lakukan karena jawaban pertanyaan ini sangatlah penting bagi mereka

" Iya kenapa memangnya ? "

" HORE! LUKA-SAMA AKHIRNYA MASUK KEJALUR STRAIGHT! "

" AKHIRNYA LUKA-SAMA MELEPAS TITLE YURINYA! "

Semua elayan ditambah Luki menjadi sangat senagn mendengar pernyataan Luka barusan.

" Ayo kita segera kerumahnya dan segera lamar dia! Semuanya siapkan emas kawin, undangan dan janga lupa booking tempat buat nikahan " kali ini Luki yang sangat senang dengan jawaban yang dia terima tidak bisa melepas kebahagiaannya begitu mengetahui nee-chan tercintanya akhirnya melepas diri dari kebiasaan yuri menjadi seorang normal.

" Tunggu dulu apa maksud kalian ? dan aku sama sekali gak ada hubungan apa-apa ama dia ! " ucap Luka yang menjadi merah mendengar kata-kata orang disana terutama saat dia mendengar kata "Yuri" barusan.

" Tidak mungkin! Kalau Nee-chan berani mengorbankan waktu tidur paginya demi orang itu, pasti orang itu sesuatu banget buat Nee-chan ! " Luki yang tahu bagaimana berharganya waktu tidur pagi bagi seorang Luka akhirnya menyerang Luka dengan fakta itu

" Err. Dia itu temen aku yang mau bantuin aku buat ngedapetin hati Senpai-ku "

" WHAT! " Semua yang disana menjadi terkejut mendengar pernyataan Luka tentang apa yang sebenernya hendak dilakukannya dirumah Len

" Tunggu dulu apa itu maksudnya ? "

" Aku mau latihan buat bento dan mau melakukan beberapa hal persiapan "

" ... " keadaan menjadi semakin hening mendenga pernyataan Luka barusan

" Karena itu jangan ikuti aku, atau aku akan sangat marah dan itu termasuk kau juga Luki! "

" ... "

" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya! "

Beberapa saat setelah Luka pergi

" WOI! SEMUANYA STANDBY! KITA MESTI CARI TAU COWOK MACAM APAAN YANG BERANI-BERANINYA MENYERET LUKA-NEE KEJALUR YURI! " Luki yang khawatir akan kenormalan Luka akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi besar-besaran demi mengetahui orang seperti apa yang menyebabkan Luka-neenya kembali kejalur yuri.

" SIAP LUKI-SAMA "

Dan pagi itu kediaman Megurine menjadi lebih ramai dari hari biasanya.

=== That Stupid Feeling ===

Ditaman tempat ketemuan, setelah akhirnya berhasil mengusir para pelayannya yang mencoba untuk mengikutinya akhirnya Luka berhasil menuju tempat ketemuan dan satu hal yang membuat dia benar-benar shock adalah sosok Len yang ternyata sudah menunggu ditempat itu

" Er.. gomen Len-kun ternyata malah kamu yang nungguin aku,bukannya aku yang nungguin kamu "

" Udahlah tenang aja gak ada masalah, lagipula gak baik kalau cewek malem-malem sendirian ditaman kayak gini " ucap Len dengan senyum tipis diwajahnya yang membuat muka Luka menjadi sedikit merah.

" Apa yang kulakukan kenapa pipiku terasa hangat " ucap Luka dalam hati

" Kenapa kamu memerah Luka-san ? apa kamu masih kecapekkan karena lari tadi "

" Enggak! Enggak papa kok " ucap Luka yang panik tanpa sebab itu

" Kenapa aku bisa panik dan kenapa pipiku menghangat ketika aku melihat dia " ujar Luka didalam hatinya (lagi?)

" Baiklah ayo segera berangkat kerumahku! "

" Yap ayo berangkat! "

Dalam perjalanan kearah rumah Len, keduanya sama sekali tidak menyadari kalau dinginnya udara pagi menyebabkan tubuh mereka berdua secara refleks mencoba mencari kehangatan dengan cara saling menggenggam tangan satu sama lainnya untuk mencari kehangatan. Dan mereka sama sekali tidak menyadarinya sampai akhirnya mereka berdua sampai dirumah Len

" Ah, Gomen Len-kun tadi aku gak sengaja ngegenggam tanganmu, soalnya dingin banget sih! "

" Hahaha gak papa aku juga salah soalnya meskipun aku sadar, aku ngerasa sayang ngelepas genggaman perempuan cantik kayak kamu " ucap Len yang mukanya ternyata sudah memerah akibat apa yang barusan saja terjadi

" kalau gitu artinya kita seri kan ? "

" Iya seri, kalau gitu ayo kita cepat saja dan lakukan persiapan memasak kita! "

" OKAY SENSEI! "

Sementara itu sekitar beberapa meter dibelakan mereka

" Mereka bergandengan tangan ! " seseorang pemuda berambut Pink berlinang air mata terharu, akibat melihat adegan yang baru saja terjadi

" Selain itu tadi kulihat Luka-sama, memerah saat berbicara dengan Laki-laki itu Luki-sama " dan dibelakan Laki-laki pink itu terlihat beberapa orang yang ternyata sedang ikut dalam usaha pengintaian tersebut dan diraut muka mereka muka bahagia tampak terlihat dengan jelas

" TERNYATA LUKA-SAMA TSUNDERE! MAKANYA DIA MALU-MALU AMA KITA! "

" POKOKNYA NANTI MALAM KITA MAKAN BESAR! " Teriak Luki dengan semangat

" HAI! "

=== That Stupid Feeling ===

" Hei Len ngomong-ngomong apa kau tinggal sendirian ? " Luka akhirnya membuka mulut saat mereka masuk kedalam dapur Len

" Engak aku punya Nee-chan tapi kalau jam segini biasanya dia masih tidur "

" Oh ... " Luka yang dalam hati merasa senang karena ternyata ada yang memiliki hoby sama dengannya langsung tersenyum mendengar ucapan Len

" Baiklah pertama untuk membuat bento, aku ingin bertanya dulu padamu Bento jenis apa yang ingin kau buat ! "

" Maksudnya ?"

" Well normalnya ada banyak jenis bento, ada yang berisi kebanyakan daging, atau berfokus pada sayur, dan ada juga yang normal dimana banyaknya daging dan sayur sama "

" Emh... kalau aku yang mudah aja gimana yang buat pemula? "

" Emh... kalau gitu mending kita buat Onigiri, "

" Yaph boleh juga!" Itukan mudah adalah apa yang dipikirkan oleh Luka sebelum akhirnya

" Panas! " dia menyadari ternyata membuat onigiri tidak semudah dari yang terlihat

" Luka-kun, dalam membuat Onigiri ada baiknya kau mendinginkan tangan dengan mencuci tanganmu dulu "

" Eh... " Luka yang kaget karena ternyata Len mengetahui kalau dia tadi melupakan acara cuci tangan akibat terlalu senang karena acara membuat bekal.

" Dan seharusnya kalau kamu mau makek isi, seharusnya kamu buletin dulu aja isinya dengan nasi biar mudah dapet kerangkanya "

" Oh begitu... " Luka hanya manggut-mangut saja mendengar penjelasan Len

" Selain itu aku sudah membuat tumis sayur untuk isinya "

" Tumis sayur "

" Well itu isi krocket sebenernya tapi karena aku males buat kulitnya jadi aku buat itu buat isi onigiri aja " Len yang sudah menyelesaikan onigiri ke10nya hanya bisa tersenyum ketika melihat 3 Onigiri milik Luka yang berbentuk sangatlah aneh

" ... ternyata membuat onigiri susah, "

" Tentu saja, tapi gak papa kok aku udah buat lebih " Len yang ternyata sudah menyelesaikan onigiri ke14nya dengan cepat segera memegang tangan Luka dan dengan cepat mengajarkan Luka bagaimanakah langkah-langkah yang benar dan singkat untuk membuat onigiri

" ... " saat tangan Luka dipegang Len entah mengapa muka Luka menjadi merah, sementara Len anya dengan tenang tetap memutarkan onigiri yang sedang dibuatnya ditangan Luka

" Baiklah apa kau sudah mengerti basicnya ? "

" ... "

" Hei Luka ? "

" Yap aku mengerti sensei! " Luka yang mukanya makin memerah akhirnya kembali sadar saat Len melepas tangannya

" Baiklah selanjutnya adalah buah! "

" Buah ? "

" Disini kita bakal ngegunain melon! " ucap Len yang sudah menyiapkan melon yang sudah dipotong-potong menjadi beberapa bagian dari dalam kulkasnya

" Ne ? kok itu udah dipotong ? "

" Karena untuk levelmu, memotong melon masih terlalu sulit "

" Apa maksudnya ? aku bisa melakukannya tau " Luka yang tidak terima dengan ejekan Len ahirnya mengambil melon yang belum terpotong dan dari kulkas

" Aku pasti bisa liat aja nih! " dengan cepat Luka langsung mengambil pisau dan mengarahkannya kearah Len

" Hei Luka jangan arahkan seperti itu kalau kau melakukan hal itu kau terlihat seperti ingin membunuhku tau "

" er... "

" Iya-iya, kalau gitu aku bakal motong nih melon bolehkan ? "

" Iya-iya " mendengar persetujuan Len akhirnya Luka memotong melon tak berdosa itu , menjadi bagian-bagian kecil...

" aku tak menyangka kalau memotong melon itu sulit " Luka yang memotong melon itu menjadi bagian-bagian tak beraturan akhirnya menyerah ketika potongan ke5nya masih belum seindah potongan yang dibuat Len

" Apa kau menyerah ? "

" Aku menyerah ! " setelah puas dengan proses membantai melon tak berdosa itu akhirnya Luka memutuskan untuk tidak melanjutkan acara potong memotongnya, selain itu meskipun tidak terlalu sakit tadi jari Luka sedikit tersayat saat proses memotong Melon tersebut

"Oh ya Luka, satu hal lagi aku yakin tanganmu tadi luka kan ? "

" erh... "

" Lain kali jangan terlalu memaksakan diri kalau memang belum terbiasa " Ucap Len yang mulai mengelap jari Luka yang tersayat dengan tisue, dan dengan cepat dia memplester jari putihnya Luka. Sementara disisi lain Luka hanya bisa memerah mendapatkan perlakuan spesial dari Len.

" Hehee "

" Kenapa kau tertawa Len ? "

" Tidak aku hanya ingat saat aku mengajari Miku, dia itu sepertimu ceroboh dan tidak mau mengalah pokoknya kalau belum luka dia bakal belum nyerah buat mencoba melakukan hal yang aneh-aneh saat masak " wajah Len terlihat tersenyum pahit saat dia mengatakan hal itu

" Begitukah " Melihat muka Len yang sedih itu entah mengapa dada Luka pun terasa sangatlah sakit

" Yap tapi pokoknya udahlah gak usah dibahas lagi, aku sudah gak sedih lagi kok " Len yang menjadi panik saat melihat muka Luka yang sedih karena dia mengatakan hal barusan mencoba menenangkan Luka

" Begitukah ? " Tanya Luka dengan suara menggantung

" YAP POKOKNYA UNTUK SAAT INI KITA FOKUS KEACARA CINTAMU SAJA LUKA! "

" HAIK SENSEI! "

" Yap selanjutnya kita bakal Buat telor dadar atau biasa disebut omelet, apa kau siap muridku!"

" Siap Sensei! "

Dan Setelah itu Len dan Lukapun akhirnya berhasil membuat Bento minimalis dengan onnigiri, omelet dan melon sebagai isinya

" Baiklah selanjutnya tinggal bagaimana kau memberikannya, tapi satu hal yang perlu kau ingat kalau kau melakukan ini dengan serius aku yakin senpaimu pun pasti akan senang "

" Benarkah ? "

" Aku bisa menjamin, pokoknya kamu harus tersenyum dan jangan lupakan untuk selalu semangat mengerti! "

" Mengerti ! oh ya satu lagi sensei "

" Apaan ? "

" Jika aku memberimu Bento apakah sensei akan senang ? "

" Well tentu saja aku sangat senang, pasti aku akan sangat senang " ucap Len dengan muka tersenyumnya, dan entah mengapa tiap melihat muka tersenyum Len pipi Luka menjadi hangat dan otot-otot dipipinya secara refleks selalu ingin membuat sebuah garis senyuman dibibirnya.

" Baiklah sekarang saatnya kesekolah ! see you later sensei! " ucap Luka sambil melambaikan tangan kearah Len

" Yap, hati-hati dijalan Luka! "

" Baiklah kalau aku udah hebat nanti, aku pasti akan membuatkan bento untuk Len sensei, aku ingin melihat dia tersenyum seperti tadi. Mungkin aku sudah kecanduan untuk melihat senyumnya ya ? entahlah aku juga saat ini belum tahu sepenuhnya. Tapi aku sangat ingin membuat dia tersenyum karena diriku bukan karena orang lain " Ujar Luka dalam perjalanan kesekolahnya

==== TBC ====

Akhirnya chapter ini selesai juga, gomen buat yang nungguin nific gak jelas karena Author lagi sakit dan untuk beberapa minggu ini gak kuat buat ngetik lama-lama,

Dan itu aja kata-kata author sebelum mengakhiri Fic ini dan mungkin Love-lovenya belum keliatan ya, karena chapter ini sesuai judulnya stupid feeling jadi masih belum dicinta tapi masih dalam proses mencari tahu perasaan bodoh apa yang diderita Luka barusan.

Pokoknya udah dulu dan harap Reviewnya buat para pembaca, dan mohon jangan menggunakan kata-kata kasar dan panas karena hati Author kan Lemah

Dan see you in next chapter