"arigatou, Sasuke-san sudah mengantarku pulang". Ucap Sakura sambil tersenyum paksa kepada Sasuke. Sakura sangatlah kesal kepada Sasuke karena dia selalu saja memotong pembicaraan nya.

"hn. Besok kamu datang lagi kerumah ku untuk mengajar sekaligus menjaga Ayumi". Perintah Sasuke.

"itu pasti, Sasuke-san".

Sakura turun dari mobil Sasuke dan berjalan menuju rumahnya. Sasuke memperhatikan Sakura sampai Sakura masuk kerumahnya. Sasuke secara tiba-tiba tersenyum dan bergumam "dasar perempuan aneh. Pertama kali ini aku diceramahi oleh seorang perempuan yang baru aku kenal". Sasuke menancap gas meninggalkan kawasan rumah Sakura.

Cintaku, Guru Private Putri Ku

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Drama & Family

Pairings : Sasuke U. & Sakura H.

Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.

Siang hari merupakan waktu dimana seorang yang mencari nafkah maupun menuntun ilmu mulai kelelahan dan menjadi waktu untuk istirahat. Banyak orang berlalu-lalang mencari makan dan istirihat, ada juga yang masih bekerja dan baru bekerja.

Seperti hal nya Sakura, dia baru saja memulai pekerjaannya sejam yang lalu sebagai guru private sekaligus pengasuh dan penjaga putri dari bungsu Uchiha. Dan sekarang Sakura sedang mengajar putri dari bungsu Uchiha itu. "nah begitu caranya, Ayumi-chan. Ayumi-chan sudah mengerti kan?". Ucap Sakura.

Ayumi menganggukkan kepalanya. "iya, sensei. Ayumi sudah mengerti". Ucap Ayumi.

"belajarnya cukup disini dulu".

"terimakasih, sensei. Sensei, mau kan menemani Ayumi dirumah sampai tousan pulang?". Ucap Ayumi menatap Sakura dengan tatapan memohon.

"hah? Ayumi belum tau ya? Sekarang kan sensei ini sebagai guru private mu juga sebagai pengasuh dan penjaga Ayumi-chan". ucap Sakura sambil tersenyum lebar kearah Ayumi.

"wah? Benarkah? Asyik, Ayumi dirumah jadi gak sendiri lagi. Hehe". Ucap Ayumi senang.

"iya. sekarang Ayumi tidak sendiri lagi dirumah yang besar ini. oh ya, Ayumi-chan mau makan tidak? Kalau belum, kita buat makanan yuk".

"Ayumi belum makan. Ayumi ingin mie kuah, sensei".

"kalau begitu, kita cari yuk di dapur. Semoga saja ada bahan makanan untuk kita masak dan makan".

Ayumi menganggukkan kepala tanda setuju dengan perkataan Sakura. Sakura dan Ayumi berjalan menuju dapur. Setelah sampai di dapur, Ayumi langsung membuka salah satu lemari yang ada di dapur itu. ternyata isi dari lemari itu adalah makanan dan minuman. Ayumi mengambil dua mie kuah instan. Lalu Ayumi menutup pintu lemari itu dan selanjutnya Ayumi berlari kecil menuju kulkas yang ada didapur.

Ayumi membuka kulkas itu dan membawa dua telur ayam. Isi kulkas itu juga tidak kalah banyak nya makanan dan minuman seperti dilemari yang tadi. Sakura sangat terkejut melihat isi dari lemari dan kulkas itu. 'widih... banyak banget makanan disini. Kalau aku tinggal disini, bisa-bisa makanan disini habis'. Batin Sakura.

"Sakura sensei, kalau buat mie kuah yang aku tau Cuma ini saja. habisnya, kalau tousan masak mie, ya bahan-bahan nya seperti ini". ucap Ayumi sambil memberikan dua buah mie kuah instan dan dua telur ayam kepada Sakura.

Sakura pun menerima nya dan menyimpan dua mie instan dan dua telur itu di meja. "iya , emang seperti ini kok. Buat mie kuah yang sederhana saja". ucap Sakura sambil mengambil panci.

Beberapa menit kemudian, dua mie kuah instan sudah jadi. Sakura memberikan satu mie kuah instan itu kepada Ayumi. Ayumi menerimanya dengan senang hati. "hati-hati bawa nya, takut tumpah". Ucap Sakura.

"iya, sensei".

Mereka memakan mie instan itu diruang keluarga sambil menonton acara yang ada di salah satu stasiun televisi. Tidak lama kemudian, mie kuah instan mereka sudah habis dan mereka menaruh mangkuk itu di meja yang ada di ruang keluarga. "oh ya Ayumi-chan, sensei mau nanya nih. Siapa nama kaasan mu?". Ucap Sakura penasaran.

"tousan bilang sih, nama kaasan Ayumi itu, Karin".

"oh. Ayumi-chan tau tidak kenapa tousan dan kaasan mu bercerai?".

"Ayumi gak tau. yang Ayumi tau, tousan menceraikan kaasan waktu Ayumi masih satu tahun. Dan semenjak itu juga Ayumi jarang sekali bertemu dengan kaasan". Ucap Ayumi sambil memasang wajah sedih.

'mungkin Ayumi-chan kekurangan kasih sayang dari seorang kaasan. Kasihan sekali Ayumi-chan menjadi korban perceraian orang tua nya'. batin Sakura sambil menatap kasihan kearah Ayumi.

"maafkan sensei, Ayumi-chan. sensei telah membuat Ayumi-chan sedih". Ucap Sakura meminta maaf.

"tidak kok, sensei. Sensei mau tau gak, kaasan ku itu seperti apa? Tuh ada potonya".

Ayumi menunjuk sebuah figura yang terpasang di dinding ruang keluarga itu. figura itu adalah poto sebuah pernikahan seorang pria yakni ayah dari Ayumi dan seorang wanita yang pasti ibunya Ayumi.

Mereka berdua tampak memakai baju pengantin. Wanita itu menggandeng tangan pria itu. tampak wanita itu tersenyum dan pria itu hanya tersenyum tipis. "wah... kaasan mu cantik sekali. Matanya mirip sekali dengan mu, Ayumi-chan". ucap Sakura sambil melihat poto itu.

"benarkah? Ternyata benar ya seperti orang-orang katakan setiap melihat poto itu pasti mereka slalu mengatakan seperti itu".

"tapi, kebanyak Ayumi-chan mirip seperti tousan mu".

"berarti Ayumi cantik kebanyakan dari tousan ya?"

Sakura tertawa mendengar ucapan dari Ayumi. "haha... iya-iya. sini mangkok nya, biar sensei cuci". Ucap Sakura.

Ayumi memberikan dua mangkok yang disimpan di meja kepada Sakura. "Ayumi bantu ya".

Sakura menerima dua mangkok itu. "iya".

Mereka berdua pun berjalan menuju dapur untuk mencuci mangkok itu setelah Ayumi mematikan Televisi. Malam hari kemudian, Sakura sudah pulang ke rumah nya. kini di kediaman Uchiha hanya tinggal Ayumi dan Sasuke. mereka berdua sedang berada di kamar Ayumi. Ayumi yang sedang berbaring di ranjang nya dan Sasuke duduk disamping nya. "apakah hari ini menyenangkan?". Ucap Sasuke.

"menyenangkan sekali. Sekarang Ayumi jadi gak kesepian lagi dirumah karena ada Sakura-sensei yang menemani Ayumi. Ayumi lebih senang ditemani Sakura-sensei daripada sama nenek Mikoto".

"kenapa begitu?".

"kalau sama nenek itu bikin Ayumi kesal. Nenek itu cerewet. Tapi kalau nenek masak, Ayumi suka. Hehe".

"nanti tousan bilang ke nenek ya kalau kata Ayumi nenek itu cerewet".

"jangan. Tousan jangan bilang ya. Nanti Ayumi bisa dimarahi sama nenek". Ucap Ayumi memasang wajah cemberut sambil memukul Sasuke.

Sasuke terkekeh. "iya-iya. tousan hanya bercanda. Sekarang kamu tidur ya. Sudah malam. Selamat tidur". Ucap Sasuke sambil membenarkan posisi selimut yang menyelimuti badan Ayumi.

"selamat tidur juga, tousan". Ucap Ayumi.

Sasuke tersenyum menatap Ayumi yang mulai memejamkan matanya. Sasuke langsung mematikan lampu kamar Ayumi dan keluar dari kamar Ayumi. "syukurlah, kalau dia cocok dengan mu, Ayumi-chan. jadi, kamu tidak akan kesepian dirumah ini". gumam Sasuke.


Tidak terasa sudah dua minggu ini Sakura bekerja sebagai guru private sekaligus pengasuh dan penjaga Ayumi. Sekarang Sakura sedang mengajar Ayumi dan Ayumi sedang mengerjakan soal yang diberi oleh Sakura.

TOK TOK TOK , terdengar suara ketukan yang berasal dari depan rumah. Suara ketukan sebanyakan tiga kali itu terdengar lagi. Ayumi berhenti mengerjakan soal yang diberi Sakura. "sensei, sepertinya ada yang mengetuk pintu depan. Mungkin ada tamu".

"sepertinya begitu. Ayumi-chan tunggu disini ya sambil mengerjakan soal yang sensei kasih. Sensei mau membuka pintu depan dulu". Ucap Sakura sambil beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju pintu depan rumah.

Sakura membuka pintu itu dan tampak seorang wanita dewasa berambut biru dongker panjang berdiri disana. dia membawa sebuah tas yang lumayan besar. "emm... maaf, anda cari siapa ya?". Ucap Sakura.

Wanita itu menatap bingung Sakura. "kamu siapa?". Ucap wanita itu.

"saya guru private nya Ayumi-chan".

"oh jadi kamu guru private Ayumi-chan itu. oh ya, Ayumi-chan dimana?". ucap wanita itu sambil masuk ke dalam rumah.

Sakura menutup pintu depan rumah itu dan mengikuti wanita itu. "Ayumi-chan sedang berada di kamarnya". 'siapa sih wanita ini? gak sopan sekali langsung masuk rumah orang seenak nya saja'. batin Sakura.

Wanita itu langsung berjalan menuju kamar Ayumi. Sedangkan Sakura dia mengikuti wanita itu. dia terus menatap wanita itu dengan tatapan curiga. 'kenapa dia tau letak kamar Ayumi-chan? siapa dia?'. Batin Sakura penasaran.

Wanita itu membuka pintu kamar Ayumi dan tampak Ayumi sedang mengerjakan soal yang diberi oleh Sakura. merasa pintu kamarnya di buka, Ayumi melihat ke pintu dan langsung memasang wajah sedikit terkejut. "nenek". Ucap Ayumi.

Sakura terkejut dengan panggilan Ayumi kepada wanita yang ada dihadapan nya itu. 'hah? wanita ini nenek nya Ayumi? Demi apa coba, dia tidak terlihat seperti seorang nenek-nenek'. Batin Sakura kaget.

Wanita itu langsung menghampiri Ayumi dan duduk di ranjang Ayumi. Sakura juga langsung masuk ke kamar Ayumi. "j-jadi, basan itu nenek nya Ayumi-chan?". ucap Sakura.

"iya, kenapa memang nya?". ucap wanita itu sambil tersenyum kearah Sakura.

"saya tidak percaya".

"kenapa tidak percaya? Aku ini benar-benar nenek nya Ayumi-chan dan ibu dari Uchiha Sasuke".

"nenek sih wajah nya seperti umuran tiga puluhan. Padahal nenek sudah lima puluh tahunan". Ucap Ayumi.

"wah... anda tidak terlihat seperti berumur lima puluh tahunan". Ucap Sakura.

"begitu muda kan aku? sampai-sampai orang tidak percaya bahwa aku ini nenek nya Ayumi-chan". ucap wanita itu tersipu malu.

Sakura tertawa pelan mendengar ucapan dari wanita itu yang adalah nenek nya Ayumi-chan. Ayumi hanya menggeleng kan kepala mendengar ucapan dari nenek nya. "oh ya, siapa nama mu?". Ucap wanita itu.

"nama saya Haruno Sakura, basan".

"kalau nama basan adalah Uchiha Mikoto. boleh kan basan memanggil mu Sakura?".

"boleh kok, Mikoto basan". Ucap Sakura sambil tersenyum kepada Mikoto.

"sensei, ini aku sudah mengerjakan soal yang sensei buat". Ucap Ayumi sambil memberikan buku nya kepada Sakura.

Sakura menerima buku itu dan memeriksa hasil pekerjaan Ayumi. "ya, jawaban nya benar semua". Ucap Sakura.

"benarkah? Asyik". Ucap Ayumi senang.

"sudah mengerti dengan soal ini?"

"sudah, sensei".

"baiklah, belajar sudah cukup sampai disini dulu".

"loh kok sudah selesai lagi?". Ucap Mikoto.

"kita belajar dari tadi, nek. nenek gak tau sih". Ucap Ayumi sambil menjulurkan lidah nya kearah nenek nya.

"eh Ayumi-chan, jangan begitu". ucap Sakura.

"ah Ayumi-chan memang suka begitu kok. Oh iya, Ayumi-chan, nenek bawa makanan kesukaan kamu". Ucap Mikoto sambil membuka tas nya yang lumayan besar itu dan mengeluarkan wadah makanan.

Mikoto membuka tutup wadah itu dan terlihat sup tomat. Mata Ayumi langsung berbinar-binar. "wah ayo kalau begitu kita makan. Sensei, nenek, kita makan yuk". Ucap Ayumi sambil berlari keluar dari kamarnya menuju dapur.

Mikoto dan Sakura pun berjalan mengikuti Ayumi yang sudah berjalan ke dapur lebih dulu. Setelah sampai di dapur, Mikoto menyimpan wadah yang berisi sop tomat itu di meja makan dan Sakura mengambil piring dan mengisi itu dengan nasi. "Ayumi-chan, cukup tidak?". Ucap Sakura.

Ayumi menghampiri Sakura dan melihat nasi yang ada di di piring itu. "cukup sensei". Ucap Ayumi sambil mengambil piring yang sudah di isi nasi oleh Sakura.

Mikoto memperhatikan Ayumi dan Sakura. dan tiba-tiba saja dia tersenyum melihat keakraban cucunya dengan sensei private nya. 'tidak biasanya Ayumi cepat akrab dengan orang lain'. Batin Mikoto.

Mereka bertiga pun makan di meja makan yang ada di dapur itu. dan beberapa menit kemudian, mereka telah selesai makan. "ah, kenyang sekali". Ucap Ayumi sambil mengusap perut nya.

"sini piring nya Ayumi-chan, Sakura. biar nenek cuci". Ucap Mikoto.

"biar sama saya saja, basan". Ucap Sakura menawarkan diri untuk mencuci piring.

"tidak usah, Sakura. kamu lebih baik temani saja Ayumi-chan".

"iya, Sensei. Sensei, aku juga mau cerita nih waktu tadi disekolah". Ucap Ayumi.

"cerita apa?".

Mikoto mengambil piring yang tadi dipakai dirinya, Sakura dan Ayumi lalu Mikoto mulai mencuci piring itu. sambil mencuci piring, Mikoto mendengar obrolan Sakura dengan Ayumi. Tampak Ayumi sangat semangat sekali menceritakan kejadian yang ada disekolah nya. sesekali Ayumi dan Sakura tertawa. Mikoto pun tersenyum entah kenapa. 'sepertinya, Sakura cocok untuk menjadi seorang kaasan'. Batin Mikoto.

Tidak kerasa hari sudah malam, Sakura telah selesai bekerja. Sasuke sudah selesai bekerja dan pulang ke rumah. Sakura sudah pulang dari tadi dan Ayumi juga sudah tertidur. Mikoto masih ada dirumah Sasuke. mereka berdua sedang berbincang di ruang keluarga.

"Sasuke-kun, kamu tidak berminat mencari seorang istri ?". Ucap Mikoto.

"Entahlah Kaasan".

"hmm... sebaiknya kamu cari lagi seorang istri dan seorang kaasan untuk Ayumi. Ayumi sangatlah membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seorang kaasan. Sudah hampir tujuh tahun Ayumi tidak merasakan kehadiran dari seorang kaasan".

Sasuke terdiam mendengar ucapan dari sang kaasan. Sasuke mencerna semua ucapan dari Mikoto. 'apa yang di katakan kaasan itu benar'. Batin Sasuke.

"tapi kaasan, mencari seorang istri itu tidak gampang". Ucap Sasuke.

"bagaimana kalau kamu nikahi saja sensei private nya Ayumi-chan?". usul Mikoto sambil menyeringai.

Sasuke menatap Mikoto dengan tatapan sedikit terkejut. "hah? kenapa harus Sakura?". ucap Sasuke.

"kaasan rasa, dia sangatlah cocok untuk jadi kaasan nya Ayumi dan juga jadi istri mu. Dan kaasan juga lihat, Ayumi merasa nyaman dengan Sakura. dan Sakura pun bisa mengerti dengan keadaan Ayumi-chan. Sakura belum menikah kan?".

Sasuke mengangkat bahu. "sebaiknya kaasan pulang, ini sudah malam. Nanti tousan mencari mu, kaasan". Ucap Sasuke mengalihkan pembicaraan.

"baiklah, kaasan akan pulang sekarang. Lagian, supir kaasan sudah menunggu kaasan dari tadi. Pikirkan lah apa yang tadi kaasan katakan. Kaasan hanya ingin putra kaasan yang satu ini bahagia. Jangan mengingat-ingat masa lalu, Sasuke-kun. kaasan pulang dulu". Ucap Mikoto.

Sebelum Mikoto pergi dari rumah itu, Mikoto menepuk pundak Sasuke yang masih duduk terdiam. Mikoto pun pergi dari rumah itu. Sasuke langsung berdiri dan berjalan menuju kamar putrinya.

Sasuke masuk ke kamar Ayumi dan langsung memeluk Ayumi penuh dengan kasih sayang. Sasuke memeluk nya dengan sangat lah erat. Ayumi tidak merasa terusik dengan kehadiran Sasuke yang memeluk nya. 'tousan pasti akan membuat mu bahagia, Ayumi-chan'. batin Sasuke sambil mencium ubun-ubun Ayumi.


Sejak saat kejadian obrolan Sasuke dengan Kaasan nya, Sasuke jadi sering melamun dan memikirkan perkataan dari kaasan nya. dan sekarang pun Sasuke sedang melamun di kantornya.

"sasu-teme. Woy... teme". Tiba-tiba saja ada seseorang mengguncang-nguncang tubuh Sasuke sehingga Sasuke tersadar dari lamunan nya. Sasuke mendelik kesal kearah seorang yang mengganggu nya. orang itu tersenyum lebar. "hay teme".

"ck Naruto, ngapain kesini?". Ucap Sasuke kesal.

"aku hanya ingin kesini saja. sudah lama sekali aku tidak menghampiri perusahaan Uchiha". Ucap pria itu yang ternyata bernama Naruto.

"kalau hanya ingin menghampiri perusahaan, sebaik nya kamu pergi dari ruang kerja ku. karena aku masih banyak pekerjaan". Usir Sasuke kepada Naruto sambil menunjuk pintu ruang kerjanya.

"tega sekali kau teme mengusir ku. aku ini sahabat mu, teme. Ngomong nya banyak pekerjaan, nyatanya malah melamun bukan nya bekerja". Ucap Naruto sambil duduk di kursi disebrang meja kerja Sasuke.

Sasuke terdiam tidak bisa menjawab ucapan dari Naruto. karena ucapan Naruto itu benar adanya. Naruto menatap sahabat nya itu. "kau ada masalah?".

"dobe, apakah aku harus mencari seorang istri lagi untuk menjadi seorang kaasan nya Ayumi?". ucap Sasuke sambil menatap Naruto dengan tatapan serius.

Naruto terdiam mendengar ucapan dari Sasuke. secara tiba-tiba Naruto tersenyum mendengar ucapan dari Sasuke. "kenapa tiba-tiba kamu menanyakan seperti itu? itu sih terserah kamu, Teme. Tapi kalau kata ku sih, lebih baik kamu cari seorang istri lagi. Dan juga Ayumi pasti sangatlah membutuhkan kehadiran seorang kaasan. Dia kan sudah terpisah dengan kaasan nya hampir emm... tujuh tahun mungkin".

Sasuke terdiam mendengar ucapan dari Naruto. 'ucapan dobe seperti apa yang ucapkan kaasan'. Batin Sasuke.

"dobe, terimakasih atas saran nya". ucap Sasuke sambil tersenyum tipis kearah Naruto.

Naruto cengo melihat Sasuke yang mengucapkan terimakasih dan tersenyum tipis ke arah nya. 'baiklah, aku akan mencari seorang istri lagi'. Batin Sasuke.

Malam hari, Sasuke sudah pulang ke rumah nya dan Sakura juga sudah pulang. Dan Sekarang Sasuke dan Ayumi sedang berada di ruang keluarga. "tousan, bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?". Ucap Ayumi.

"boleh juga".

"benarkah? Tousan tidak bekerja?".

"iya. tousan mengambil cuti dulu".

"asyik, tousan ajak Sakura-sensei ya?".

"kenapa harus dengan Sakura-sensei?". Ucap Sasuke bingung.

"aku kan hanya ingin saja. boleh kan tousan?. Ucap Ayumi memohon kepada Sasuke.

Sejenak Sasuke menatap Ayumi yang sedang memohon kepada nya. "hmm... baiklah. Sekarang kamu tidur". Ucap Sasuke sambil menyuruh Ayumi tidur.

"iya-iya. tousan tau kan no HP nya Sakura-sensei?".

"tau".

Setelah mengucapkan itu, Ayumi langsung beranjak dari duduk nya dan pergi menuju kamarnya meninggalkan Sasuke sendirian di ruang keluarga. Sasuke mengambil handphone dari saku celana nya dan mengutak-atik handphone nya dan langsung menelpon seseorang.

Sakura tampak sedang menyisiri rambut panjang nya. Sakura baru saja selesai membersihkan diri. Tiba-tiba handphone Sakura bergetar tampak ada sms. Sakura langsung membuka sms itu dan tampak nama 'Gaara-kun' terpampang di layar handphone nya.

'sedang apa? Kegiatan apa saja yang kamu lakukan hari ini? menyenangkan? Maaf hari ini kita tidak bisa bertemu'

Sakura hanya tersenyum miris membaca sms dari sang kekasih. Ya, Gaara adalah kekasih Haruno Sakura. hubungan mereka mungkin baru tiga bulan. Baru juga Sakura akan membalas sms dari sang kekasih, tiba-tiba No tanpa nama terpampang dilayar handphone Sakura. tanda ada telpon. Sakura langsung mengangkat telpon itu.

"moshi-moshi, siapa ini?".

"ini aku Sasuke"

"ah Sasuke-san, ada apa?".

"tadi Ayumi berkata pada ku untuk mengajak sensei private nya besok jalan-jalan".

"hah, jadi anda bermaksud menelpon saya ingin mengajak saya jalan-jalan?".

"bukan saya tapi Ayumi". terdengar Sasuke mendengus.

"ah iya maksud saya itu". tiba-tiba muka Sakura bersemu karena malu.

"hn. Besok jam sembilan kamu datang kerumah ku. besok akan jalan-jalan ke taman bermain konoha".

"iya, Sasuke-san".

Sambungan pun terputus. Sakura menatap handphone nya dengan tatapan sebal. "apa-apaan dia itu, dia yang menghubungi, dia yang mengakhiri". Ucap Sakura kesal sambil menyimpan no Sasuke ke handphone nya.

Setelah itu Sakura membalas sms dari sang kekasih. 'aku sedang duduk saja. aku melakukan kegiatan seperti biasa. Mengajar dan menjaga murid ku. Gaara-kun sendiri? Iya gak apa-apa kok, bukan nya kemarin kita sudah bertemu :-)'.

Sakura mengirim pesan itu. Sakura menghela nafas. 'gaara-kun itu kekasihku. Tapi, aku tidak merasa bahwa dia itu kekasihku. Kita tidak seperti sepasang kekasih malah seperti adik dan kakak'. Batin Sakura.

Sakura melihat layar handphone nya dan terdapat satu pesan dari Gaara. Sakura membuka satu pesan itu.

'aku juga sedang duduk. Sakura, besok main yuk emm atau lebih tepat nya kencan yuk? Sudah lama kita tidak berkencan'.

Sakura terkejut membaca sms dari Gaara. "aduh... Gaara-kun telat ngajaknya, harusnya tadi sebelum Sasuke-san mengajak ku". ucap Sakura sedikit kesal.

'maaf Gaara-kun, aku tidak bisa. Lain kali saja ya :D'

'kenapa tidak bisa?'

'aku diajak main sama murid private ku. aku terlanjur menerima ajakannya. maaf ya Gaara-kun sudah ya aku tidur dulu. Selamat malam^^'

Sakura memencet tombol send di handphone nya dan pesan itu pun terkirim. Sakura menyimpan handphone nya di meja yang ada di kamarnya. setelah itu Sakura langsung tidur.

TBC

hay... chapter 2 update ^^
maaf ya kalau ceritanya gak menarik, aku berusaha membuat cerita ini sebagus dan semenarik mungkin^^
buat yang sudah mereview chapter 1, terimakasih sekali sudah mereview fict saya ini, aku terharu membaca nya. semuanya menyemangati saya :")
balasan review chapter 1 :

mako-chan : haha... pertanyaan kamu sudah dijawab dichapter ini^^

Kaibutsu : haha, tetap ikuti ceritanya kalau pengen tau apa yang Sasuke lakuin xD #plak

hanazono yuri : yeee... terimakasih ;)

jgfjj : apakah chapter 2 sudah panjang? terimakasih sudah menyemati sayaa~~ :D

mika : ini sudah update :D

saya butuh saran, komentar dan kritik untuk chapter ini :D
terimakasih sudah membaca fict saya :D