'aku juga sedang duduk. Sakura, besok main emm atau lebih tepat nya kencan yuk? Sudah lama kita tidak berkencan'.
Sakura terkejut membaca sms dari Gaara. "aduh... Gaara-kun telat ngajaknya, harusnya tadi sebelum Sasuke-san mengajak ku". ucap Sakura sedikit kesal.
'maaf Gaara-kun, aku tidak bisa. Lain kali saja ya :D'
'kenapa tidak bisa?'
'aku diajak main sama murid private ku. aku terlanjur menerima ajakannya. maaf ya Gaara-kun sudah ya aku tidur dulu. Selamat malam^^'
Sakura memencet tombol send di handphone nya dan pesan itu pun terkirim. Sakura menyimpan handphone nya di meja yang ada di kamarnya. setelah itu Sakura langsung tidur.
Cintaku, Guru Private Putri Ku
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Drama & Family
Pairings : Sasuke U. & Sakura H.
Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.
Hari minggu merupakan hari dimana seseorang yang bekerja ataupun sekolah libur dan hari dimana seseorang menghabiskan waktunya bersantai atau pun berlibur bersama keluarga, kerabat, pasangan atau pun sendirian.
Sepertinya hal nya Sakura. Sekarang dia sedang berada di kediaman Uchiha. Dia akan pergi ke Taman Bermain Konoha bersama muridnya dan juga ayah muridnya. Sebut saja muridnya Ayumi dan ayah nya Sasuke.
Sakura dan Ayumi sedang menunggu Sasuke yang sedang mengeluarkan mobil dari garasi didepan rumah kediaman Uchiha. "Sensei duduk di depan ya sama tousan, aku duduknya dibelakang kalian". Ucap Ayumi.
"Eh... kenapa begitu?". Ucap Sakura sedikit terkejut.
"Enggak kenapa-kenapa kok, hehe...".
Setelah mengatakan itu, Ayumi buru-buru naik mobil dan duduk dibelakang atau ditengah mobil. "Kenapa duduk dibelakang?". Ucap Sasuke sambil menatap Ayumi di kaca spion depan.
"Ingin saja. Biar Sakura-sensei duduk di depan ya, disamping tousan. Gak apa-apa kan tousan? Kalau sensei duduk dibelakang bersamaku, nanti tousan seperti supir".
"Hn. Baiklah".
Sakura langsung naik mobil Sasuke dan duduk disamping kursi kemudi. Sakura tersenyum canggung kepada Sasuke yang duduk dikursi kemudi menatapnya dengan tatapan datar. "Sa-saya disuruh Ayumi-chan untuk duduk disini. Tidak apa-apa kan, Sasuke-san?". Ucap Sakura sedikit gugup.
"Hn". Ucap Sasuke sambil mulai menjalankan mobilnya menuju Taman Bermain Konoha.
Hening seketika didalam mobil itu. Tidak ada yang bercakap-cakap disana. Suasana canggung terasa oleh mereka bertiga. Sampai Ayumi memulai percakapan suasana pun mulai menghangat. "Sensei, ini pertama kalinya aku dan tousan mengajak orang lain jalan-jalan loh". Ucap Ayumi riang.
"Benarkah?". Ucap Sakura sambil melihat Ayumi di spion depan.
"Iya. Biasanya kalau kita jalan-jalan pasti berdua atau sama nenek. Benarkan tousan?".
"Hn".
Setelah Sasuke mengucapkan itu, hening pun menghampiri mereka lagi. Tiba-tiba Ayumi berucap dengan polosnya... "Kita seperti keluarga ya? Sensei sebagai kaasan, tousan ya sebagai tousan dan aku seperti anak kalian".
Blush, setelah mendengar ucapan dari Ayumi, tiba-tiba saja wajah Sasuke dan Sakura bersemu. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di Taman Bermain Konoha. Ayumi tampak senang dan antusias ingin cepat-cepat masuk ke Taman Bermain Konoha. Ayumi langsung menarik tangan Sakura dan masuk ke Taman Bermain Konoha di ikuti oleh Sasuke.
Disana mereka menaiki macam wahana permainan, membeli makanan, bahkan poto-poto menggunakan camera yang Ayumi bawa. Dan sekarang mereka sedang duduk di bangku yang ada di Taman Bermain Konoha.
Ayumi duduk diantara Sasuke dan Sakura sambil melihat poto-poto hasil jepretan kamera nya. "Sensei, poto bareng tousan ya?". Ucap Ayumi.
Sakura terkejut dengan ucapan Ayumi. "A-apa? Maksud Ayumi-chan?".
"Ish, maksud aku sensei dipoto berdua sama tousan. Tousan mau kan?". Ucap Ayumi sambil memohon kepada Sasuke.
"Enggak". Ucap Sasuke langsung.
"Hmm... kalian jahat". Ucap Ayumi ngambek.
Sasuke yang melihat Ayumi memasang wajah ngambek langsung menghela nafas. "Tousan akan mengabulkan permintaan mu apa saja. Asal, jangan itu". ucap Sasuke.
"Tapi Ayumi pengen tousan di poto berdua sama sensei". Ucap Ayumi kekeh.
"Ayumi-chan, jangan begitu". Ucap Sakura.
"Jangan begitu apanya?". Ucap Ayumi.
"Jangan seperti itu kepada tousan mu".
"Baiklah-baik. Tousan mau dipoto sama sensei mu ini". Ucap Sasuke pasrah.
Ayumi langsung memasang wajah senang sedangkan Sakura dia langsung memasang wajah terkejut lagi. "Nah begitu dong tousan". Ucap Ayumi senang.
"T-tapi, a-aku...". Ucap Sakura sedikit salah tingkah.
"Ayolah, sensei. Sekali ini saja". Ucap Ayumi memohon kepada Sakura.
Sakura menatap Ayumi yang sedang menatap nya dengan tatapan memohon. Sakura menghela napas. "Baiklah". Ucap Sakura pasrah juga.
Ayumi langsung berdiri dan menghadap kearah Sasuke dan Sakura yang duduk agak berjauhan. Ayumi melihat posisi duduk Sasuke dan Sakura di kamera nya. "Hmm... sensei sebaiknya duduk nya lebih dekat lagi deh sama tousan". Ucap Ayumi.
Sakura langsung mendekat kearah Sasuke. "Tousan duduk nya lebih dekat ya kearah sensei. Dan rangkul sensei ya. hihi".
Sasuke langsung mendekat kearah Sakura dan langsung merangkul Sakura. Jadilah Sasuke dan Sakura duduk bersampingan tidak berjauhan. 'Ini anak kecil gayanya haduh...'. Batin Sakura.
'Dasar Ayumi'. Batin Sasuke sambil menatap Ayumi sedikit sebal.
Klik, Ayumi pun memotret Sasuke dan Sakura. Ayumi tersenyum puas dengan hasil yang dia poto. Puk-puk, tiba-tiba ada seorang menepuk pundak Ayumi. Ayumi langsung melihat kearah seorang yang menepuk pundak nya. Ayumi langsung tersenyum senang begitu melihat siapa yang menepuk pundak nya. "Naruto-jisan". Ucap Ayumi.
Tampak Naruto sedang tersenyum lebar sambil menggandeng seorang wanita berambut panjang berwarna lavender yang sedang tersenyum juga kearah Ayumi. "Hinata-basan".
"Hay Ayumi-chan". Ucap wanita itu yang ternyata bernama Hinata.
"Ayumi-chan, kamu disini bersama siapa?". Ucap Naruto.
"Tuh sama tousan dan se-eh Hideki ternyata kamu disini". Ucap Ayumi kepada seorang bocah lelaki seusia dengan nya berambut jabrig berwarna lavender seperti Hinata dan bermata biru seperti Naruto.
Ayumi langsung menghampiri Hideki yang berdiri disamping Hinata. "Kalian disini dulu ya. Kita mau ke sana dulu". Ucap Hinata sambil menunjuk Sasuke dan Sakura yang sedang menatap mereka bingung.
Ayumi dan Hideki mengangguk. Hinata dan Naruto berjalan menghampiri Sasuke dan Sakura yang masih duduk berdekatan tapi Sasuke tidak merangkul Sakura lagi. "Hay teme".
"Hn. Dobe".
"Menikmati liburan mu, heh Teme?". Ucap Naruto sambil sedikit menyeringai.
"Seperti itu lah".
"Dengan calon istri?".
"Ya-Hey, apa maksud mu calon istri?". Ucap Sasuke tidak mengerti.
"Bukan nya wanita yang ada disamping mu itu calon istri mu?". Ucap Naruto sambil menunjuk Sakura.
Sakura yang awalnya tidak mengerti dengan ucapan Naruto langsung mengerti begitu Naruto menunjuk nya dan menyangka bahwa Sakura adalah calon istri Sasuke. Sakura langsung buru-buru berdiri dan menggelengkan kepala. "Sa-saya bukan calon istrinya, Sasuke-san. Saya adalah guru private nya Ayumi-chan". Ucap Sakura sedikit salah tingkah.
"Yah... padahal aku berharap kamu itu calon istrinya. Kalian cocok loh, benarkan Hinata-chan?". Ucap Naruto.
"Iya Naruto-kun". Ucap Hinata sambil menganggukkan kepala nya.
Sakura dan Sasuke yang mendengar ucapan Naruto dan Hinata tiba-tiba saja muka mereka bersemu. "sudahlah kalian berhenti menggoda dia". Ucap Sasuke sambil memutar bola matanya bosan.
"Oh ya, siapa nama mu?". Ucap Naruto.
"Nama saya Haruno Sakura. salam kenal". Ucap Sakura.
"Nama saya Uzumaki Naruto. Salam kenal juga, Sakura. Bolehkan kalau aku memanggil mu Sakura?".
"Iya, Uzumaki-san".
"Salam kenal Sakura-san, nama saya Uzumaki Hinata".
"Iya salam kenal juga, Uzumaki-san".
"Panggil aku Hinata".
"Baiklah, Hinata-san".
Ayumi dan Hideki pun menghampiri mereka berempat. "Sensei, kenalkan ini teman ku di sekolah. Namanya Uzumaki Hideki". Ucap Ayumi memperkenalkan Hideki kepada Sakura.
"H-hay Sakura-sensei". Ucap Hideki sedikit malu.
"Hay Hideki-san, salam kenal". Ucap Sakura sambil tersenyum kepada Hideki.
"Panggil aku Hideki saja".
"Baiklah, Hideki".
Sakura, Ayumi dan Hideki mengobrol seputar kehidupan Ayumi dan Hideki. Sementara Sasuke, Naruto dan Hinata mereka juga mengobrol. "Teme, kurasa Sakura cocok deh dengan mu. Dan liat tuh, Ayumi juga sepertinya senang sekali dekat dengan Sakura".
"Dia memang mempunyai aura menyenangkan untuk anak-anak".
"Iya. Sakura-san tipikal orang yang menyenangkan dan cocok untuk menjadi seorang kaa-san". Ucap Hinata.
"Hn".
"Sudah ah, kita lanjutkan saja bermain disini Hinata. Hideki, ayo kita lanjutkan menaiki wahana permainan disini". Ucap Naruto kepada Hideki.
"Baik, tousan". Ucap Hideki sambil menghampiri Naruto.
"Teme, kita pergi dulu ya". Ucap Naruto.
"Sana pergi".
"Huh... dasar Teme. Ingin berduaan dengan Sakura ya?". Ucap Naruto menggoda.
"Ck, berisik".
Setelah itu Naruto, Hinata dan Hideki pergi meninggalkan mereka bertiga. Hening melanda mereka bertiga. "Jadi, sekarang kita kemana?". Ucap Ayumi.
"Terserah kamu saja". Ucap Sasuke.
Ayumi melihat kesekeliling dan dia melihat bianglala. Ayumi langsung tersenyum senang. "Kita naik itu yuk". Ucap Ayumi sambil menarik tangan Sasuke dan Sakura menuju arena permainan bianglala.
Dan sekarang mereka sedang menaiki permainan bianglala. Ayumi sedang melihat-lihat poto yang ada di kamera nya. Sedangkan Sakura dan Sasuke mereka melihat pemandangan sekitar. "Sensei lihat lah, poto ini bagus sekali". Ucap Ayumi sambil memperlihatkan kameranya kepada Sakura.
Sakura melihat kamera itu dan terdapat poto dirinya dengan Sasuke yang tadi dipoto oleh Ayumi. Sasuke merangkul Sakura sambil menatap datar kearah kamera. Sedangkan Sakura dia hanya tersenyum. Blush, tiba-tiba saja muka Sakura bersemu. "B-biasa saja kok". Ucap Sakura.
"Tapi kata aku, bagus. Tousan lihat poto ini bagus kan?". Ucap Ayumi sambil memperlihatkan kameranya kearah Sasuke yang duduk disamping nya.
Sasuke melihat poto itu dan setelah itu dia langsung mengalihkan pandangan nya kearah lain. "Entahlah". Ucap Sasuke.
"Uh... kalian gak asyik ah. Kalau dilihat di poto ini, kalian cocok loh. Sensei seperti istrinya tousan". Ucap Ayumi polos.
Sasuke dan Sakura secara bersamaan langsung menatap Ayumi. "Tidak mungkin". Ucap Sasuke.
"Hmm... Sakura-sensei, hari ini aku senang sekali. Aku merasa seperti jalan-jalan bersama seorang kaasan". Ucap Ayumi membuat Sasuke dan Sakura terkejut.
'Ayumi...'. Batin Sasuke sambil menatap Ayumi yang sedang tersenyum kepada Sakura.
"Hah... benarkah?". Ucap Sakura.
"Iya, sensei. Sensei, mau enggak jadi kaasan nya Ayumi?". ucap Ayumi sambil menatap kepada Sakura dengan tatapan memohon.
Sejenak Sakura terdiam menatap Ayumi yang sedang menatapnya dengan tatapan memohon. Lalu Sakura mengalihkan pandangannya kepada Sasuke. Sasuke menatap Sakura dan menganggukan kepalanya seolah mengatakan 'turuti saja kemauan Ayumi'.
Sakura menghela napas dan tersenyum kepada Ayumi. "Iya. sensei kan orang tua kedua Ayumi-chan".
"Wah berarti sensei mau menjadi kaasan Ayumi. Terimakasih sensei". Ucap Ayumi sambil tersenyum senang.
Malam hari kemudian, sekarang mereka bertiga sedang didalam mobil Sasuke. Sasuke berencana untuk mengantar Sakura pulang. Sedangkan Ayumi dia sudah terlelap dan tidur di kursi tengah mobil itu. Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai dikediaman Haruno. "Terimakasih, Sasuke-san sudah mengantar saya pulang". Ucap Sakura sambil tersenyum kearah Sasuke.
"Hn".
Sakura pun membuka pintu mobil yang ada disisinya. Baru juga Sakura akan turun dari mobil, tiba-tiba Sasuke menarik tangan kirinya sehingga membuat Sakura terkejut dan memalingkan wajah nya kearah Sasuke. "A-ada apa, Sasuke-san?".
"Terimakasih, Sakura-san".
Sakura langsung memasang wajah terkejut karena dia mendengar ucapan terimakasih yang tulus dari Sasuke dan juga ini pertama kalinya Sasuke menyebut namanya.
"A-ah.. ya terimakasih kembali, Sasuke-san. Emm... anda panggil saya Sakura saja".
"Hn".
Sasuke melepaskan tangn Sakura yang sedari tadi dia pegang. Sakura langsung turun dari mobil Sasuke dan langsung berlari menuju rumahnya. Entah kenapa wajah Sakura bersemu dan jantung nya berdetak lebih cepat. Sakura memedang dadanya. 'kenapa jantungku deg-degan seperti ini? sungguh aneh'. Batin Sakura.
Sementara itu, Sasuke sekarang sedang menyetir mobil untuk pulang kerumahnya. Entah kenapa wajah Sasuke bersemu sejak saat mengucapkan 'Terimakasih' kepada Sakura. 'Kenapa aku mengucapkan terimakasih kepada nya? kenapa wajah ku memanas? Sungguh aneh'. Batin Sasuke.
Sudah hampir 1 bulan lebih Sakura bekerja sebagai guru private ditambah menjaga Ayumi selama Sasuke bekerja. Hubungan Sakura dengan Ayumi sangatlah dekat sekali.
Sedangkan hubungan Sakura dengan Sasuke sudah lumayan akrab dan terkadang Sasuke mengantar Sakura pulang ke rumahnya. Seperti sekarang ini, Sakura akan pulang karena hari sudah malam dan Sasuke sudah pulang. "Sensei, besok kesini lagi ya?".
"Iya, Ayumi-chan. Sekarang kamu tidur ya. Ini sudah malam. Selamat tidur".
"Selamat tidur juga, sensei".
Lalu Ayumi pun pergi meninggalkan Sakura dan Sasuke berduaan di ruang keluarga.
"Sasuke-san, saya pamit pulang dulu".
"Biar ku antar. Jangan membantah. Kamu kunci dulu depan pintu rumah". Ucap Sasuke sambil memberikan kunci rumah nya kepada Sakura.
Sakura menerima kunci itu. Setelah itu, Sasuke pergi keluar rumah di ikuti oleh Sakura. Sekarang Sakura sudah berada di dalam mobil Sasuke dan tentu saja ada Sasuke yang mengemudikan mobil itu. Sakura kaget begitu Sasuke tidak menjalankan mobilnya menuju rumahnya. "Sasuke-san, ini bukan jalan menuju rumah saya".
"Emang bukan. Aku ingin makan malam dulu. Dan kamu temani aku". Ucap Sasuke atau lebih tepatnya perintah Sasuke.
Sasuke memberhentikan mobilnya disebuah restoran sederhana. Lalu mereka berdua berjalan beriringan memasuki restoran itu. Sasuke memilih bangku yang didekat jendela. Seorang pelayan datang menghampiri bangku mereka.
"Aku pesan nasi goreng extra tomat beserta jus tomat. Sakura, kamu mau pesan makanan? Biar aku yang bayar". Ucap Sasuke.
"Aku pesan jus stawberry saja. Tadi saya sudah makan bersama Ayumi-chan".
Lalu pelayan itu menulis pesanan Sasuke dan Sakura. setelah itu pelayan pergi meninggalkan mereka berdua. Sambil menunggu pesanan, Sasuke dan Sakura mengobrol tentang kehidupan masing-masing dan tentang Ayumi. Tapi, yang banyak mengobrol adalah Sakura.
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang dan Sasuke langsung memakan nasi goreng pesanan nya. Sakura melihat kesekeliling restoran itu sambil meminum jus stawberry nya.
Sakura melihat kesamping bangku nya dan betapa kagetnya Sakura melihat seorang pria berambut merah tengah bermesraan bersama seorang wanita berambut coklat yang tidak Sakura kenali. "Gaara-kun, apakah kamu mencintaiku?". Ucap seorang wanita berambut coklat itu.
"Aku sangat mencintai mu melebihi apapun, Matsuri". ucap Gaara sambil mencium ubun-ubun Matsuri.
"Kalau begitu, putuskan lah si pink itu. Aku hanya ingin kamu hanya memiliki ku saja. Dan aku ingin cepat-cepat menikah dengan mu".
"Tunggulah sayang. Aku pasti akan memutuskan si pink itu hingga waktunya tiba. Sekarang bukan saatnya. Aku masih ingin bermain-main dengan nya. Dia sangatlah polos, kau harus tau itu".
Cukup, Sakura sungguh geram dan sakit hati begitu mendengar percakapan kekasihnya dengan selingkuhan nya. Sakura sudah tidak kuat lagi menahan emosinya. Sakura beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju bangku Gaara dan Matsuri.
Sasuke yang sedang menghabiskan makanannya menatap bingung kearah Sakura. BRAK ! Sakura mengebrak meja Gaara dan Matsuri. Gaara sangatlah kaget begitu siapa yang mengebrak meja itu. "Sa-sakura...". Ucap Gaara sambil memasang wajah terkejut bukan main.
TBC
chapter 3 update :D
maaf kan aku, aku baru mengaupdate chapter 3. biasa faktor malas xD *plak
bagaimana chapter 3 nya? seru enggak ? maaf kalau enggak seru atau pun tidak menarik aku cuma bisanya segini :(
terimakasih sudah mau membaca sampai mau mereview cerita ku ini :D
Review lagi ya ;)
thanks to Review :
aitara fuyuharu , Afisa UchirunoSS , Nina317Elf , mako-chan , Rannada Youichi , Fran Fryn Kun , SuntQ , hanazono yuri
