"Ayumi, kamu kenapa? Jangan buat tousan khawatir. Ceritalah pada tousan kenapa kamu menangis?"

Sejenak Ayumi terdiam. "Tousan maukah tousan mencari pengganti kaasan Karin?" Ucap Ayumi.

Sasuke terkejut mendengar perkataan dari Ayumi. 'Ada apa dengan Ayumi? kenapa dia ingin seorang kaasan?' batin Sasuke.

"Tousan maukan mengabulkan permintaan Ayumi yang satu ini?" ucap Ayumi membuyarkan lamunan Sasuke.

Sasuke terdiam mendengar ucapan dari Ayumi. Sasuke menatap Ayumi yang sedang menatap nya dengan tatapan memohon. Sasuke langsung memeluk Ayumi sambil mengusap punggung Ayumi. "Baiklah, tousan akan mengabulkan permintaan mu itu."

Cintaku, Guru Private Putri Ku

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Drama & Family

Pairings : Sasuke U. & Sakura H.

Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.

Sejenak Ayumi memasang wajah tidak percaya. Ayumi tidak percaya dengan ucapan tousan nya itu. "Benar tousan akan mengabulkan permintaan Ayumi itu?" ucap Ayumi memastikan.

"Iya Ayumi."

"Terimakasih, tousan." ucap Ayumi senang sambil membalas pelukan Sasuke.

Tiba-tiba handphone Sasuke berdering tanda ada telpon. Sasuke melepaskan pelukannnya dari Ayumi dan mengambil handphonenya itu dari saku celananya dan menekan tombol yang ada di handphonenya. Sasuke meletakkan handphonenya di telinga kanan nya. "Hn..." "Iya sebentar lagi aku kesana."

Sasuke mengakhiri percakapan nya dengan seseorang yang menelponnya. Setelah itu Sasuke menghela napas dan menatap Ayumi yang sedang menatapnya Bingung. "Ada apa, tousan?"

"Ayumi, tousan harus kembali ke kantor untuk bekerja. Bagaimana kalau kamu ikut tousan ke kantor?" usul Sasuke.

"Aku gak mau. Aku ingin dirumah."

"Tapi dirumah tidak ada siapa-siapa, Ayumi. Tidak ada yang menjaga dan menemanimu dirumah."

"Kalau begitu, aku ingin nenek ke sini."

"Iya-iya. tousan telpon dulu".

Sasuke langsung mencari no kaasan nya dan setelah itu Sasuke langsung menghubungi kaasan nya. "Moshi-moshi, kaasan sedang dimana?"

"Kaasan sedang berada diluar koto Sasuke-kun, ada apa?"

"Hah? luar kota? Tidak jadi."

Sasuke langsung mengakhiri percakapannya dengan Mikoto. "Nenek sedang diluar kota, Ayumi"

"Hmm... kalau begitu panggil Sakura-sensei kesini." Teriak Ayumi.

Sasuke sedikit kesal menatap Ayumi. 'Kenapa tidak bilang dari tadi?'. Batin Sasuke sebal. Sasuke langsung menghubungi Sakura dan tidak lama kemudian telpon pun tersambung. "Moshi-moshi, Sasuke-san".

"Sakura, bisakah sekarang kamu datang kerumah untuk menemani Ayumi dirumah?". Ucap Sasuke langsung pada intinya.

"Sekarang? Bukannya saya ditugaskan untuk mengajar dan menjaga Ayumi dari jam satu siang?" ucap Sakura bingung.

"Bisa tidak kamu datang kesini sekarang?" ucap Sasuke tidak menjawab pertanyaan Sakura.

"Bisa"

"Bagus. Sekarang kamu kesini. Lima belas menit, aku tunggu." Ucap Sasuke sambil mengakhiri telponnya dengan Sakura.

Dan benar saja, 15 menit kemudian Sakura sudah sampai dirumah Sasuke dengan napas terengah-engah. Dilihat penampilan Sakura agak berantakan karena sakura berlari dari pemberhentian bis dekat rumah Sasuke menuju rumah Sasuke. "Ayumi, tousan kembali lagi ke kantor ya. Sekarang kamu disini bersama Sakura-sensei. Kamu jangan menangis lagi ya?" ucap Sasuke sambil membelai lembut rambut Ayumi.

Sasuke beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Sakura yang masih bingung dengan apa yang telah terjadi. "Ayumi-chan kenapa, Sasuke-san? Menangis karena apa? Terus kenapa dia tidak sekolah?" tanya Sakura kepada Sasuke.

"Aku tidak tau kenapa Ayumi tiba-tiba menangis. Kamu bisa tanyakan pada Ayumi. Ayumi tidak mau bercerita kepada ku, entah kenapa. semoga dia mau bercerita kepada mu. Aku pergi dulu."

Setelah mengucapkan itu, Sasuke pergi meninggalkan Sakura dan Ayumi. Sakura duduk di sisi Ayumi. "Ayumi-chan kenapa? Kamu tidak sekolah?"

"Awalnya Ayumi sekolah, saat disekolah Ayumi gak sengajak tabrakan sama senpai Ayumi disekolah. Dia marah-marah dan bilang Ayumi payah dan sikap Ayumi gak bagus karena menabrak orang seenaknya. Padahal Ayumi gak sengajak menabraknya dan senpai itu bilang Ayumi gak ada yang ngajarin sikap yang bagus karena jauh dan tidak ada perhatian dari seorang kaasan. Ayumi gak terima sama ucapan dari senpai Ayumi itu jadi Ayumi nangis dikelas dan ingin ke tousan. ya jadinya aku pulang kerumah." Ucap Ayumi memasang wajah murung.

"Oh jadi Ayumi tidak terima dengan perkataan dari senpai Ayumi disekolah makanya Ayumi jadi nangis dan ingin pulang?"

Ayumi hanya mengangguk. "Seharusnya Ayumi-chan jangan cengeng kaya gitu dong. Seharusnya Ayumi meyakinkan kepada senpai mu itu bahwa kamu itu punya sikap yang bagus walau tanpa kaasan mu. Sensei yakin kaasan mu itu pasti memperhatikan mu dari kejauhan". Ucap Sakura sambil memencet hidung Ayumi.

Ayumi cemberut karena Sakura memencet hidungnya. "Iya, sensei. Tapi aku ingin kaasan Karin memperhatikan aku secara langsung. Selama ini aku belum pernah bertemu kaasan Karin. Ayumi dibesarkan oleh tousan tanpa adanya kehadiran seorang kaasan. Ayumi ingin sekali mempunyai seorang kaasan yang berada disampingku, menemaniku disaat Ayumi senang, sedih dan ada masalah." Ucap Ayumi sambil memasang wajah akan menangis.

Sakura menatap Ayumi dengan tatapan kasihan. Secara tiba-tiba Sakura langsung memeluk Ayumi dengan erat dan penuh dengan kasih sayang. "Sstt... Ayumi-chan, sensei tau perasaan mu seperti apa. Sensei mengerti." Ucap Sakura sambil mengusap punggung Ayumi.

Ayumi membalas pelukan Sakura. "Sensei, terimakasih sudah mau mendengarkan curhatan Ayumi."

Sakura mengangguk dan melepaskan pelukannya. "Ayumi-chan pasti akan mendapatkan kaasan yang baik untuk Ayumi-chan."

"Ayumi akan berdoa kepada kami-sama semoga Ayumi mendapatkan seorang kaasan yang baik buat Ayumi dan seorang istri yang baik juga untuk tousan."

"Amin. Ayumi-chan, belum pernah bertemu dengan kaasan Ayumi sendiri?" tanya Sakura.

Ayumi menggelengkan kepala. "Aku belum pernah, Sensei."

Sejenak Sakura terkejut dengan ucapan Ayumi. 'Tega sekali Sasuke-san tidak mempertemuan Ayumi dengan kaasan nya. nanti aku harus membicarakannya dengan Sasuke-san.' Batin Sakura.

Malam hari kemudian, Ayumi sudah tertidur diranjang nya ditemani oleh Sakura. Sakura sedang menunggu pulangnya tousan dari Ayumi. Tiba-tiba pintu kamar Ayumi terbuka dan terlihat Sasuke muncul dan menghampiri Sakura. Sakura langsung mengisyaratkan Sasuke untuk keluar dari kamar Ayumi tanpai bersuara. Sasuke pun menurut dan keluar dari kamar Ayumi disusul oleh Sakura."Sasuke-san, saya ingin berbicara." Ucap Sakura.

"Hn. Apa?"

"Ini soal Ayumi." ucap Sakura menatap Sasuke dengan tatapan serius.

"Kalau begitu kita bicarakan diruang keluarga."

Sasuke dan Sakura berjalan menuju ruang keluarga. Sakura duduk di sebrang Sasuke. Sakura mulai menceritakan semua kejadian kenapa Ayumi menangis di sekolah. Sedangkan Sasuke hanya diam mendengarkan ucapan dari Sakura. "Jadi Ayumi tidak terima dengan perkataan senpai nya itu?" ucap Sasuke.

"Iya, Sasuke-san. Oh ya tadi Ayumi berbicara kepada ku bahwa dia belum pernah bertemu dengan kaasan nya. kenapa anda tidak mempertemukan Ayumi dengan kaasan nya? tega sekali anda tidak mempertemukan Ayumi dengan kaasan nya."

"Kenapa saya harus mempertemukan anak saya dengan wanita tidak baik seperti Karin?"

"Sasuke-san, tolong jangan seperti itu, jangan egois. Seburuk-buruknya mantan istri anda dimata anda, dia adalah kaasan nya Ayumi-chan yang telah melahirkan Ayumi."

Sasuke menghela napas. "Iya aku tau. tapi aku tidak mau mempertemukan Ayumi dengan Karin. Lebih baik aku cari saja seorang istri lagi untuk menjadi kaasan nya Ayumi."

"Kalau begitu anda cepat-cepat cari seorang istri yang pas buat anda dan bisa menjadi kaasan Ayumi yang baik. Ayumi sangatlah membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seorang kaasan."

"Hn. Iya-iya."

"Hmm... kalau begitu, saya pulang sekarang. Ini sudah malam." Ucap Sakura pamit pulang.

"Mau diantar?" tawar Sasuke.

"Tidak terimakasih."

Sasuke mengantar Sakura sampai depan rumahnya. Setelah Sakura sudah tidak terlihat lagi, Sasuke langsung masuk ke dalam rumahnya.

Sasuke sekarang sedang bekerja di kantornya, Uchiha Corp. Selama Sasuke bekerja, Sasuke tidak konsentrasi apa yang dia kerjakan. Dia terus berpikir untuk mencari seorang istri seperti apa yang pas buat dirinya dan juga bisa menjadi kaasan yang baik buat Ayumi. Sasuke menghela napas. 'Sasuke, sekarang kamu harus konsentrasi sama pekerjaan mu ini. soal itu, nanti kita pikirkan lagi.' Batin Sasuke.

Tok tok tok, terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar pintu ruang kerja Sasuke. Sasuke menatap pintu itu dan berteriak "Masuk." Pintu itu pun terbuka dan terlihat Uchiha Mikoto ibu dari Uchiha Sasuke. Mikoto menutup pintu ruang kerja Sasuke dan duduk di sofa yang ada di ruang kerja Sasuke. "Ada apa, kaasan?" tanya Sasuke sambil menatap kaasan nya dengan tatapan datarnya itu.

"Tidak apa-apa. Hanya sekedar menghampiri perusahaan dan melihat kedua putra kaasan yang sedang bekerja." Ucap Mikoto sambil tersenyum kearah Sasuke.

Sasuke langsung beranjak dari kursi kerja nya dan segera menghampiri kaasan nya yang duduk di sofa. Lalu Sasuke duduk disamping kaasan nya. "Kaasan, aku ingin mencari seorang istri lagi." Ucap Sasuke sedikit malu menatap kaasan nya dan ucapan Sasuke itu sukses membuat Mikoto memasang wajah terkejut.

"Benarkah? Akhirnya kamu mau juga mencari seorang istri lagi." Ucap Mikoto senang.

"Bisa kah kaasan membantuku?"

"Bisa kok bisa." Ucap Mikoto semangat.

"Mohon bantuan nya kaasan."

Hampir setiap hari Mikoto selalu memberikan poto seorang wanita kepada Sasuke. dan hampir setiap hari juga Sasuke selalu menolak dengan usulan kaasan nya yang menawarkan wanita ada di poto yang kaasannya berikan untuk menjadikan istri Sasuke. Sasuke selalu mengatakan 'Tidak menarik' setiap Mikoto memberikan poto seorang wanita. Dan sekarang Mikoto sedang berada di rumah Sasuke. Mikoto memberikan sebuah poto seorang wanita berambut pirang kepada Sasuke. Sasuke menerima poto itu dan menatap poto itu dengan tatapan datar. "Wanita yang ada di poto itu bernama Shion. Dia merupakan putri dari teman tousan mu. orang nya baik dan tidak manja. cantik kan?" ucap Mikoto.

"Hn. Dan maaf aku tidak tertarik." Ucap Sasuke sambil memberikan poto itu kepada Mikoto.

Mikoto menghela napas. Mikoto sudah mengira bahwa Sasuke pasti akan menolak seperti itu. "Argh~ kaasan menyerah. Kamu itu kenapa sih Sasuke-kun? kenapa slalu bilang tidak menarik setiap kaasan memberikan sebuah poto seorang wanita yang masih single. Padahal mereka itu cantik-cantik dan baik." ucap Mikoto menyerah.

"Tidak kenapa-kenapa. Aku hanya tidak tertarik."

Saat Sasuke sedang mengobrol dengan kaasan nya, tiba-tiba Sakura dan Ayumi datang menghampiri mereka. "Nenek." Ucap Ayumi.

Mikoto melihat kearah Ayumi dan tersenyum. "Eh cucu nenek."

"Emm... Sasuke-san, saya pamit pulang dulu. Ini sudah malam." Ucap Sakura pamit pulang.

"Hn."

"Permisi Sasuke-san, Mikoto-basan saya pulang dulu." Ucap Sakura pamit kepada Sasuke dan Mikoto sambil tersenyum kearah Mikoto.

Mikoto tersenyum dan menganggukan kepala. "Hati-hati di jalan, Sakura."

Sakura menganggukkan kepala. Setelah itu, Sakura pergi meninggalkan kediaman Uchiha. Tiba-tiba saja Mikoto menyeringai setelah melihat Sakura pergi. "Ah Sasuke-kun, bagaimana kalau kamu nikahi saja Sakura? dia masih single kan?" ucap Mikoto sambil menyeringai.

Sasuke langsung memasang wajah terkejut. "Nikah? Tousan mau nikah sama Sakura-sensei?" ucap Ayumi.

"Ayumi, sebaiknya kamu sekarang tidur." Perintah Sasuke kepada Ayumi.

"Ta-tapi Ayumi ing.."

"Tidur sekarang, Ayumi." ucap Sasuke sambil menatap galak kearah Ayumi.

Ayumi langsung pergi menuju kamarnya dengan wajah cemberut. Mikoto hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya dengan cucunya. "Jadi, mau tidak kalau kamu menikahi Sakura? benarkan dia masih single?" ucap Mikoto.

"Iya, Sakura memang masih single."

"Jadi, mau tidak kalau menikahi Sakura?"

Sasuke terdiam tidak menjawab pertanyaan dari sang kaasan. Sasuke pun menghela napas dan menatap kaasan nya. "Entahlah. Akan ku pikirkan."

Mikoto langsung tersenyum senang setelah Sasuke mengucapkan itu. "Kaasan harap sih kamu mau. Coba kamu lihat Sakura, dia itu baik, cantik, bisa menjaga dan mengasuh Ayumi, dan lagi Ayumi juga sangat dekat sekali dengan nya dan Sakura juga merupakan orang yang menyenangkan."

"Hn." Ucap Sasuke sambil memutar kedua bola matanya bosan.

Siang hari tepat nya pukul 1 siang, sekarang Sakura sudah berada di kediaman Uchiha untuk mengajar Ayumi. Dan sekarang Sakura sedang menunggu Ayumi yang sedang ganti baju. Ayumi baru saja pulang sekolah. "Ayumi, kok pulang sekolah nya jam satu? Biasanya juga jam dua belas kan?" ucap Sakura kepada Ayumi yang sudah selesai ganti baju.

"Emm... tadi aku habis mencetak poto, sensei. jadi pulang kerumah nya jam satu." Ucap Ayumi sambil duduk di meja belajarnya.

"Oh jadi gitu ya."

"Sensei, tolong terangkan lagi pelajaran yang ini." ucap Ayumi sambil menunjukan buku catatan nya kepada Sakura.

"Baiklah. Jadi..."

Sakura mulai mengajari Ayumi, sedangkan Ayumi mendengarkan apa yang Sakura ucapkan. Pelajaran pun berlangsung selama 2 jam. Kini jam sudah menunjukan pukul 3 dan Sakura mengakhiri pembelajaran untuk hari ini. "Nah Ayumi-chan, pembelajaran hari ini cukup sampai disini dulu." Ucap Sakura.

"Iya, sensei."

Hening sekejap sampai Ayumi membawa tas nya dan mengambil sesuatu dan itu membuat Sakura bingung. "Sedang mencari apa Ayumi-chan?" tanya Sakura.

Ternyata Ayumi mengambil sebuah album poto. "Ini album yang isinya poto waktu kita lagi di Taman Bermain Konoha. Bagus-bagus loh, Sensei." Ucap Ayumi sambil memberikan album itu kepada Sakura.

Sakura menerima album itu dan mulai membuka album itu. Sakura melihat-lihat poto yang ada di album itu. saat membuka lagi album itu, Sakura melihat poto dirinya dengan Sasuke yang merangkul dirinya. Tiba-tiba saja muka Sakura bersemu. 'Kenapa tiba-tiba wajah ku memanas seperti ini.' batin Sakura.

"Sensei, kenapa? Kok wajahnya memerah?" ucap Ayumi bingung melihat Senseinya yang tiba-tiba saja wajahnya bersemu.

"Emm... Se-sensei tidak apa-apa kok." Ucap Sakura sambil melihat poto itu.

"Sensei mau poto itu? ambil saja, aku mencetaknya tiga kok. Hehe... satu buat sensei, satu buat tousan, satu buat di album itu."

"Hah? A-ah tidak usah." Ucap Sakura menolak.

"Sensei kok menolak sih? sensei harus ambil."

"Baiklah."

Sakura langsung mengambil poto itu dan menyimpan nya langsung ke dalam tas miliknya. "Terimakasih, Ayumi-chan."

"Sama-sama sensei. Kalau dilihat di poto itu, sensei sama tousan seperti suami istri loh. Hihi." Ucap Ayumi menggoda Sakura.

"Ayumi-chan!" ucap Sakura sambil menatap Ayumi dengan tatapan sedikit galak dengan wajah bersemu.

"Apa, sensei? Wajah sensei memerah tuh, haha." Ucap Ayumi sambil tertawa.

"Kamu Ayumi-chan, kecil-kecil udah bisa menggoda orang dewasa. Sini, sensei mau menghukum kamu." Ucap Sakura.

"Aku gak mau dihukum. Kabur~" Ucap Ayumi sambil berlari keluar kamar dan di kejar oleh Sakura.

Mereka berdua pun berlarian di dalam rumah sambil tertawa-tawa. Tidak kerasa hari sudah malam, Sasuke sudah pulang ke rumah nya. Sasuke mendengar di dapur ada dua orang sedang tertawa. Sasuke langsung menghampiri dapur dan disana terdapat Ayumi dan Sakura sedang duduk di meja makan sambil makan. Sasuke tersenyum menatap putrinya yang sedang tertawa bersama sensei nya. "Asyik sekali kalian berdua." Ucap Sasuke sambil menghampiri mereka berdua.

"Eh tousan. kapan pulang?" ucap Ayumi.

"Beberapa menit yang lalu mungkin."

"Kenapa tidak mengucapkan 'tadaima' ?" ucap Ayumi sambil menatap Sasuke sebal.

"Lupa. Sudah makan nya?"

"Sudah kok."

"Sekarang tidur. Tousan ingin berbicara berdua dengan sensei mu ini." ucap Sasuke sambil menatap Sakura yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan Sasuke dengan Ayumi.

"Sini itu piringnya. Biar sensei cuci." Ucap Sakura.

Ayumi memberikan piring yang tadi dia pakai kepada Sakura. Sakura menerima piring itu. Ayumi langsung beranjak dari duduk nya. "Selamat tidur, Tousan, sensei." Ucap Ayumi.

Setelah mengucapkan itu Ayumi langsung pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura berdua di dapur. Sakura langsung beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju tempat pencucian piring dan mulai membersihkan kedua piring itu. Sedangkan Sasuke, dia langsung duduk di kursi yang tadi Ayumi duduki. Setelah membersihkan kedua piring itu, Sakura langsung menyimpan kedua piring itu di lemari khusus piring dan duduk di hadapan Sasuke. "Emm... Sa-sasuke-san ingin berbicara apa ya?" ucap Sakura.

"Sakura, maukah kamu menjadi seorang kaasan nya Ayumi?" ucap Sasuke tiba-tiba dan membuat Sakura sukses terkejut bukan main.

Sakura terdiam mendengar ucapan Sasuke. Sakura masih kaget dan sekarang ditambah bingung. Sedangkan Sasuke dia menatap bingung Sakura yang tiba-tiba saja terdiam. Hening seketika menyelimuti mereka berdua sampai Sasuke membuyarkan lamunan Sakura. "Sakura, kau mendengarkan ku?" ucap Sasuke sambil melambai-lambaikan tangan nya ke arah Sakura.

Sakura tersadar dari lamunan nya. "Maksud anda apa? Anda ingin saya menjadi kaasan nya Ayumi-chan seperti Ayumi katakan waktu kita sedang di Taman Bermain Konoha?"

"Ya seperti itulah. Aku ingin kamu menjadi seorang kaasan nya Ayumi sekaligus... emm... sekaligus..."

"Sekaligus apa?" ucap Sakura penasaran.

"Istri ku." Ucap Sasuke pelan tapi masih bisa di dengar oleh Sakura.

"Hah? kenapa harus saya?" ucap Sakura bingung.

"Haruskah aku jelaskan?" ucap Sasuke sedikit kesal kepada Sakura karena dia slalu bertanya kepadanya.

"Saya memang butuh penjelasan dari anda."

"Aku ingin kamu menjadi kaasan nya Ayumi karena kamu bisa mengerti Ayumi dan aku merasa kamu itu pantas menjadi kaasan nya Ayumi. buktinya, Ayumi lebih memilih bercerita kepada mu tentang masalahnya yang sewaktu dulu dia menangis di sekolah nya daripada bercerita kepada tousan nya sendiri. Ayumi juga ingin kamu menjadi seorang kaasan nya kan?" Ucap Sasuke panjang lebar.

Sakura terdiam mendengarkan apa yang Sasuke ucapkan. Sakura masih memasang wajah bingung sekaligus kaget. "Aku tidak memintamu untuk menjawab nya sekarang, sekarang kamu boleh pulang." Ucap Sasuke sambil mempersilahkan Sakura untuk pulang.

"Baiklah, saya permisi dulu."

"Mau diantar pulang?" tawar Sasuke.

"A-ah... tidak usah. Saya butuh waktu sendiri untuk memikirkan nya."

"Hn."

Sasuke mengantar Sakura sampai depan rumahnya. Sakura berjalan pergi meninggalkan kediaman Uchiha. Sasuke menatap kepergian Sakura dengan tatapan sulit diartikan. Sekarang Sakura sedang berada di bis umum. Di bis umum itu tidaklah banyak penumpang. Sakura duduk di samping kaca bis umum itu.

Sejak menaiki bis umum itu, Sakura terus saja melamun memikirkan perkataan Sasuke 'Sakura, maukah kamu menjadi seorang kaasan nya Ayumi?' kata-kata itu terus terngiang-ngiang dipikiran Sakura. Sakura langsung menggelengkan kepalanya. 'Aku harus jawab apa? Aku benar-benar bingung.' Batin Sakura.

Bis itu berhenti di tempat pemberhentian bis didekat rumah Sakura. Sakura langsung turun dari bis umum itu dan berjalan menuju rumahnya sambil melamun kembali. Setelah sampai rumah, Sakura langsung berjalan menuju kamarnya tanpa mengucapkan salam kepada kaasan nya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.

Sakura merebahkan badannya di ranjang nya dan menyimpan tasnya di sisi nya. Sakura mengacak-acak rambutnya frustasi. 'Kenapa aku menjadi kebingungan seperti ini? benar-benar pertanyaan sulit. Aku tinggal jawab ya atau tidak saja itu sangat sulit sekali. Aku tidak ingin jawaban ku nanti tidak mengecewakan Sasuke-san dan Ayumi-chan.' batin Sakura sambil membalikan posisi badan nya kesamping sehingga Sakura berhadapan dengan tas nya.

Sakura menatap tas nya itu dan tiba-tiba saja Sakura teringat sesuatu. Sakura langsung mengambil tas itu dan mulai membukanya mengambil sesuatu yang ada di dalam tas nya tersebut. Ternyata Sakura mengambil selembar poto yang diberikan Ayumi tadi. Sakura tersenyum melihat poto itu dan tiba-tiba saja mukanya bersemu. 'Entah kenapa setiap aku melihat poto ini, wajah ku selalu memanas.' Batin Sakura.

Sakura memfokuskan penglihatan nya kepada poto itu kearah Sasuke yang memasang wajah datar sambil merangkul Sakura. 'Sasuke-san, anda adalah sosok tousan yang baik untuk putri mu. anda rela melakukan apa saja untuk putri mu dan itu membuat putri mu bahagia. Anda mempunyai sifat yang baik walau terkadang menyebalkan tapi itu memang anda. Dan seiring dengan berjalan nya waktu, aku memang mulai menyukai anda, Sasuke-san.'

TBC

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA... maafkan saya, saya telat mengupdate chapter 5 T^T *sembunyi di kolong kasur*

Aku telat update chapter 5 karena modem ku abis masa paket nya dan gak sempet isi pulsa nya karena gak punya uang ( ._.)(-_- )

Dan lagi aku sempat bingung dengan kelanjutan cerita ini. Whehehe xD

oh ya chapter ini sudah panjang belum? apakah cerita nya masih menarik atau sudah tidak menarik? ._.a

Emm... terimakasih untuk semuanya yang sudah membaca dan mereview cerita ku yang chapter sebelum nya, aku terharu ternyata banyak juga yang ingin melihat kelanjutan cerita ini, padahal cerita ini jelek sekali :") *lebay*

Pokonya saya ucapkan terimakasih banyak :"D

Jangan lupa review dan kasih aku saran, kritik dan komentaran ^^

Thanks to Reviews :
hanazono yuri, Afisa UchirunoSS,
HH, Nina317Elf, Anggra1299, mako-chan, , pikwang, eonniisoo males log in