Bis itu berhenti di tempat pemberhentian bis didekat rumah Sakura. Sakura langsung turun dari bis umum itu dan berjalan menuju rumahnya sambil melamun kembali. Setelah sampai rumah, Sakura langsung berjalan menuju kamarnya tanpa mengucapkan salam kepada kaasan nya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.

Sakura merebahkan badannya di ranjang nya dan menyimpan tasnya di sisi nya. Sakura mengacak-acak rambutnya frustasi. 'Kenapa aku menjadi kebingungan seperti ini? benar-benar pertanyaan sulit. Aku tinggal jawab ya atau tidak saja itu sangat sulit sekali. Aku tidak ingin jawaban ku nanti tidak mengecewakan Sasuke-san dan Ayumi-chan.' batin Sakura sambil membalikan posisi badan nya kesamping sehingga Sakura berhadapan dengan tas nya.

Sakura menatap tas nya itu dan tiba-tiba saja Sakura teringat sesuatu. Sakura langsung mengambil tas itu dan mulai membukanya mengambil sesuatu yang ada di dalam tas nya tersebut. Ternyata Sakura mengambil selembar poto yang diberikan Ayumi tadi. Sakura tersenyum melihat poto itu dan tiba-tiba saja mukanya bersemu. 'Entah kenapa setiap aku melihat poto ini, wajah ku selalu memanas.' Batin Sakura.

Sakura memfokuskan penglihatan nya kepada poto itu kearah Sasuke yang memasang wajah datar sambil merangkul Sakura. 'Sasuke-san, anda adalah sosok tousan yang baik untuk putri mu. anda rela melakukan apa saja untuk putri mu dan itu membuat putri mu bahagia. Anda mempunyai sifat yang baik walau terkadang menyebalkan tapi itu memang anda. Dan seiring dengan berjalan nya waktu, aku memang mulai menyukai anda, Sasuke-san.'

Cintaku, Guru Private Putri Ku

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Drama & Family

Pairings : Sasuke U. & Sakura H.

Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.

Sakura sekarang sedang bekerja sebagai guru private Ayumi. Sakura sedang mengajar Ayumi sedangkan Ayumi mendengarkan penjelasan Sakura. Kegiatan belajar-mengajar itu terlaksana selama 2 jam. Dan kini mereka sudah selesai melakukan kegiatan belajar-mengajar tersebut. "Akhirnya selesai juga." ucap Ayumi sambil menutup bukunya.

Hening melanda mereka berdua sampai Sakura memecahkan keheningan itu. "Ayumi-chan, sudah makan?" tanya Sakura.

"Belum. Buat makanan yuk, sensei?" usul Ayumi.

"Ayo." Ucap Sakura. Ayumi dan Sakura keluar dari kamar Ayumi dan berjalan beriringan menuju dapur.

Tidak terasa langit mulai menggelap tanda hari sudah mulai malam. Sasuke sudah pulang dari kerjanya. Sasuke masuk ke dalam rumahnya dan langsung menghampiri ruang keluarga karena Sasuke mendengar suara televisi yang menyala dan dua orang yang sedang bercakap-cakap. Dan saat sampai di dekat pintu ruang keluarga, terlihat Sakura dan Ayumi sedang duduk menghadap televisi sambil mengobrol. Sasuke tersenyum tipis melihat mereka berdua. "Tadaima." Ucap Sasuke.

Sakura dan Ayumi lansung mengalihkan pandangan nya dari televisi ke arah pintu ruang keluarga tersebut. Tiba-tiba saja wajah Sakura bersemu saat tidak sengaja tatapan Sasuke dan Sakura bertemu. Ayumi langsung berjalan menghampiri Sasuke. "Okaire, tousan." ucap Ayumi sambil memeluk pinggang Sasuke.

Sasuke tersenyum tipis kearah Ayumi dan mengacak-acak rambut Ayumi. Ayumi hanya tersenyum. "Emm... sa-saya mau mengambil tas saya dulu, di kamar Ayumi-chan." ucap Sakura.

Sasuke menganggukkan kepala nya. Sakura langsung pergi meninggalkan ruang keluarga itu sementara Sasuke dan Ayumi langsung duduk di sofa yang menghadap televisi. "Bagaimana hari mu disekolah? Tidak ada kejadian seperti dulu lagi?" ucap Sasuke.

"Menyenangkan, tousan. Tidak kok."

Sakura sudah kembali dari kamar Ayumi. Dia sudah membawa tas nya. "Sa-sasuke-san, Ayumi-chan, saya pamit pulang dulu. Permisi." Ucap Sakura.

Setelah mengucapkan itu Sakura langsung pergi keluar dari kediaman Uchiha itu. Sasuke yang awalnya akan berbicara pada Sakura langsung terhenti karena Sakura sudah pergi. 'Buru-buru sekali.' Batin Sasuke.

Sakura berjalan dengan terburu-buru keluar dari kediaman Uchiha. Dia sekarang sedang berjalan menuju halte bis. Sakura menghela nafas begitu merasa dirinya sudah jauh dengan kediaman Uchiha. "Hah... aku takut Sasuke-san menanyakan jawaban pertanyaan nya itu karena aku belum menemukan jawaban nya. jadi, aku belum siap untuk bertemu dengan nya." gumam Sakura. Bis berhenti di depan Sakura. Sakura menaiki bis itu dan seperti biasa duduk di dekat jendela bis tersebut.


Seminggu sudah Sakura selalu menghindari Sasuke. Setiap Sasuke akan berbicara, Sakura selalu saja mengalihkan nya padahal Sasuke tidak akan menanyakan jawaban Sakura. Hari ini Sasuke pulang kerja pukul 3 sore karena tugas Sasuke di kantor nya untuk hari ini sudah selesai. Sasuke berjalan menuju kamar putrinya, Ayumi. Sasuke melihat Ayumi yang sudah selesai belajar bersama Sakura di dekat pintu kamar Ayumi.

Ayumi tersenyum senang karena belajar dan mengerjakan PR nya sudah selesai. Merasa ada yang memerhatikan, Ayumi melihat kearah pintu kamarnya dan tampak Sasuke dengan wajah datar nya. Sakura pun menatap nya dengan tatapan sedikit terkejut. "Tousan? kok sudah pulang?" tanya Ayumi menatap Sasuke bingung.

"Tugas tousan dikantor sudah selesai." Ucap Sasuke sambil berjalan mendekati Ayumi dan Sakura.

Sasuke mengalihkan pandangan nya dari Ayumi kearah Sakura yang sedari tadi menatapnya. Pandangan mereka bertemu. Tanpa sadar wajah mereka bersemu dan Sakura langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Sasuke melihat gelagat Sakura yang malu dan salting entah kenapa itu membuat Sasuke tersenyum tipis. 'Lucu sekali.' Batin Sasuke.

"Tousan, cari makan yuk? Aku baru saja selesai belajar dan belum makan." Ucap Ayumi.

"Mau makan dimana?" ucap Sasuke sambil mengusap ubun-ubun Ayumi.

"Di restoran yang ada di mall. Sekalian ingin jalan-jalan. Hehe..." ucap Ayumi sambil tersenyum.

"Ya sudah. Ayo kalau begitu."

"Yee... terimakasih, Tousan. sensei ikut ya?"

Sakura menatap Ayumi yang sedang menatapnya dengan tatapan memohon. Sakura langsung menatap Sasuke dengan tatapan ragu-ragu. "Kamu boleh ikut kok." Ucap Sasuke sambil menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, sensei ikut." Ucap Sakura menyetujui ajakan Ayumi.

"Yee. Ayo sensei, tousan kita berangkat sekarang." Ucap Ayumi langsung menarik tangan Sakura dan Sasuke.

Sakura langsung membawa tasnya dan berjalan menuju keluar rumah bersama Ayumi yang menarik tangan nya. Sakura melihat ke arah kirinya dan terlihat Sasuke sedang tersenyum menatap Ayumi yang sedang semangat ingin cepat-cepat ke mall. 'Aku memang benar-benar menyukainya.' Batin Sakura sambil tersenyum menatap Sasuke.

Sasuke, Sakura, dan Ayumi menuju mall dengan mobil Sasuke. Tidak lama mereka berangkat menuju mall dan sekarang mereka sudah sampai di mall. Setelah memarkirkan mobil, Sasuke, Sakura dan Ayumi berjalan beriringan menuju sebuah restoran dengan Ayumi berjalan di tengah Sasuke dan Sakura. Sekarang Sasuke, Sakura dan Ayumi sudah berada di sebuah restoran. Dengan antusias Ayumi memanggil pelayan restoran itu dan memesan makanan yang dia inginkan. Begitu juga dengan Sasuke dan Sakura. Setelah mencatat pesanan mereka, pelayan itu pergi meninggalkan bangku itu. "Sepertinya makanan pesanan Ayumi dibuat nya lama deh." Ucap Ayumi.

"Iya. bersabarlah, Ayumi-chan." ucap Sakura sambil mengusap rambut Ayumi.

Ayumi hanya tersenyum kepada Sakura. Ayumi melihat sekeliling isi restoran itu dan matanya langsung tertuju pada area permainan untuk anak-anak di restoran itu. "Tousan, bolehkah Ayumi bermain disana?" pinta Ayumi kepada Sasuke sambil menujuk area permainan itu.

Sasuke melihat kearah apa yang Ayumi tunjuk. "Hn. Boleh."

"Yee... Ayumi kesana ya. kalau sudah ada makanannya panggil Ayumi kesana ya, tousan, sensei."

"Iya. hati-hati." ucap Sakura.

Ayumi langsung berlari dengan riangnya menuju area permainan itu meninggalkan Sakura dan Sasuke berdua disana. Suasana canggung menghampiri mereka berdua. Sakura melihat Sasuke yang sedang memainkan handphone nya. Merasa dipandang, Sasuke melihat ke sebrang nya dan tampak Sakura sedang menatapnya lembut. Entah kenapa hati Sasuke menjadi tenang begitu matanya bertemu pandang dengan Sakura. Sasuke berdehem sehingga Sakura tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya. "Seminggu ini kamu menghindari ku." ucap Sasuke menatap Sakura datar.

Sakura terkejut begitu mendengar ucapan dari Sasuke. 'Kenapa Sasuke-san bisa tau ya?' batin Sakura bingung.

Sakura hanya diam tidak merespon ucapan Sasuke. Hening melanda mereka berdua. 'Aku tidak suka dengan keadaan hening seperti ini.' batin Sakura lagi.

"Jadi, apa jawaban mu?" ucap Sasuke yang membuat Sakura kaget.

'Apa aku harus jawab sekarang?' Sakura melihat Sasuke yang sedang menatapnya menunggu jawaban dari Sakura. Sakura menghela nafas. "Aku... menerimanya ah maksud ku ja-jawaban ku iya." Ucap Sakura dengan yakin dan sedikit gugup.

Rasanya sangat tidak percaya, lamaran Sasuke diterima oleh Sakura. Sungguh, perasaan Sasuke sekarang sangat bahagia. Secara tiba-tiba tangan Sasuke bergerak dan menggenggam tangan Sakura. Sakura terkejut begitu tangan nya di genggam oleh Sasuke. Blush... wajah Sakura pun bersemu. "Terimakasih, Sakura." ucap Sasuke sembari tersenyum kepada Sakura.

"I-iya, Sasuke-san." Ucap Sakura salting dan masih gugup.

"Bagaimana kalau kita menjalin hubungan sebagai kekasih dulu? Untuk saling kenal lebih dalam satu sama lain terlebih dahulu sebelum menjalin hubungan yang sangat serius." Usul Sasuke kepada Sakura.

"Itu terserah anda, Sasuke-san."

"Panggil aku Sasuke-kun, Sakura. Sekarang kita sudah mempunyai hubungan lebih. Jadi, bersikaplah biasa, jangan formal seperti itu."

"Baik, Sa-sasuke-k-kun." ucap Sakura malu-malu.

Seorang pelayan datang menuju bangku Sasuke dan Sakura dengan membawa makanan yang dipesan Sasuke, Sakura dan Ayumi. Sasuke langsung melepaskan genggaman tangan nya dan menatap sedikit kesal kepada pelayan itu. Setelah menyimpan makanan itu, pelayan itu pergi meninggalakn meja Sasuke dan Sakura. "A-aku panggil Ayumi-chan dulu." Ucap Sakura sembari beranjak dari duduk nya.

Sasuke menganggukkan kepalanya mempersilahkan Sakura untuk memanggil Ayumi. Sakura pergi meninggalkan Sasuke yang masih terdiam ditempat. Sasuke menatap punggung Sakura dengan tatapan sulit diartikan. 'Aku akan menjadi seorang suami lagi? Sungguh tidak percaya. Ini seperti mimpi. Entah kenapa perasaan ku sangatlah senang dan bahagia.' Batin Sasuke tidak percaya.

'Perasaan ku saat ini sangat lah bahagia sekali. Entah kenapa.' Batin Sakura sembari tersenyum melihat Ayumi yang berjalan menghampiri nya.

"Sensei kenapa disini?" tanya Ayumi.

"Pesanan kita sudah datang. Yuk kita makan." Ucap Sakura.

Ayumi mengangguk. mereka berdua berjalan menuju bangku dimana ada Sasuke sedang menunggu mereka berdua. Setelah mengisi perut mereka dengan makanan, mereka bertiga jalan-jalan mengelilingi mall. Tangan Ayumi menggandengan tangan Sasuke dan Sakura. suasana diantara mereka seperti sebuah keluarga sederhana yang bahagia. Banyak yang menatap kagum ke arah mereka.

Ayumi menghentikan jalan nya begitu melihat sebuah toko buku. Sakura dan Sasuke pun otomatis berhenti jalan karena tangan mereka di pegang oleh Ayumi. "Ada apa?" tanya Sakura kepada Ayumi.

Ayumi menatap tousan nya dengan wajah memelas. "Komik?" ucap Sasuke.

Ayumi tersenyum dan menganggukkan kepala dengan senang. Sasuke menghela nafas. "Ya sudah. Ayo kita kesana." Ucap Sasuke pasrah.

"Yee.. terimakasih tousan. tousan baik deh." Ucap Ayumi kegirangan.

Ayumi menarik tangan Sakura dan Sasuke untuk memasuki toko buku itu. Ayumi langsung melepaskan pegangan tangan nya pada tangan Sakura dan Sasuke begitu mereka sudah di tempat rak khusus komik. Sakura terkikik melihat Ayumi yang antusias nya melihat komik-komik yang ada disana. "Ayumi-chan lucu. Hihi" ucap Sakura sembari terkikik.

"Dia memang begitu. setiap ke mall, dia pasti ingin beli komik." Ucap Sasuke.

Sakura terkejut ternyata Sasuke sudah ada di belakang nya. "O-oh begitu." ucap Sakura.

Mereka menghabiskan waktu di mall dengan menghampiri toko-toko yang Ayumi ingin masuki. Sedangkan Sasuke dan Sakura hanya menuruti kemauan Ayumi. Kini, mereka beristirahat di sebuah toko yang menjual aneka ice cream. "Tousan, aku ingin ice cream strawberry dan vanilla." Ucap Ayumi.

"Hn. Sakura, kamu mau?" tawar Sasuke.

"A-aku samakan saja dengan Ayumi-chan."

Sasuke pergi menuju tempat pemesanan ice cream. Ayumi mengambil buku komik yang ada di kantong kresek putih yang Sakura pegang. Buku komik yang dibelinya saat di toko buku. Sakura melihat isi kantong kresek itu. Terdapat banyak aksesoris. Sakura menggeleng-gelengkan kepala. "Ayumi-chan, suka sama aksesoris?" tanya Sakura.

"Yah begitulah." Ucap Ayumi tidak mengalihkan pandangan nya dari komik.

"Lain kali kalau mau beli aksesoris, jangan terlalu banyak seperti ini. ini pemborosan. Tidak langsung sekaligus kan Ayumi memakai aksesoris ini? dan bukan nya di rumah, aksesoris Ayumi-chan banyak dan masih bagus-bagus?"

"Iya, aksesoris Ayumi dirumah bagus-bagus dan banyak. Ayumi suka mengoleksinya, Sensei. Tousan juga tidak protes kok" Ucap Ayumi cemberut.

"Sebaiknya kebiasaan mu ini yang suka mengumpulkan aksesoris, jangan keseringan. Mending uang nya ditabungkan untuk keperluan nanti." Ucap Sakura menasihati Ayumi.

"Iya deh, sensei." Ucap Ayumi masih cemberut.

Sasuke kembali sambil membawa dua ice cream. Ayumi yang awalnya cemberut langsung tersenyum begitu melihat tousan nya kembali dengan membawa ice cream. Sasuke memberikan salah satu ice cream itu kepada Ayumi. Ayumi menerimanya dengan senang hati. "Terimakasih, tousan."

Sasuke hanya tersenyum merespon ucapan Ayumi. Sasuke memberikan ice cream yang satunya lagi kepada Sakura. dengan malu-malu Sakura menerimanya. "A-arigatou, Sasuke-kun."

Tiba-tiba Ayumi menghentikan acara memakan ice cream nya. Ayumi menatap bingung kepada Sasuke dan Sakura. "Sasuke-kun? sejak kapan sensei memanggil tousan dengan sebutan itu? bukan nya panggil seperti itu berarti kalian sudah akrab dan dekat?" ucap Ayumi polos.

"Yah seperti itulah. Tousan sudah dekat dengan sensei mu ini. dan juga sensei mu ini akan menjadi kaasan mu."

Ayumi masih menatap bingung Sasuke. "Maksud tousan?" ucap Ayumi tidak mengerti.

Sasuke menghela nafas. "Maksud tousan, sensei mu akan menjadi ibu tiri mu."

Ayumi memasang wajah tidak percaya. Dia menatap Sakura yang sedikit salah tingkah. Ayumi tersenyum dan langsung berteriak dengan bahagia nya. "Yee... Ayumi akan punya kaasan lagi."

"Sst.. Ayumi-chan jangan berteriak." Ucap Sakura mengisyaratkan Ayumi untuk diam.

Sasuke hanya tersenyum melihat putrinya yang sedang kegirangan dan kekasihnya-ah lebih tepatnya calon istrinya yang sedang kepanikan karena Ayumi berteriak-teriak. Calon istri ya? ah sungguh ini tidak percaya.

Siang telah berlalu dan kini malam telah tiba. Tepat pukul 7 malam, Sakura diantar pulang menuju rumahnya oleh Sasuke. dan sekarang mobil Sasuke sudah terparkir di depan rumah Sakura. "Arigatou, Sasuke-kun." ucap Sakura.

"Hn."

"Ayumi-chan, mau main kerumah sensei dulu?" tawar Sakura kepada Ayumi.

Ayumi menatap Sasuke yang kebetulan juga Sasuke sedang menatapnya. "Boleh tidak tousan?"

"Terserah kamu saja. asal jangan lama. Sudah malam."

"Aku ingin main dulu ke rumah sensei yang sekarang sudah menjadi calon kaasan ku. hihi" ucap Ayumi sambil cekikikan.

Wajah Sakura tiba-tiba bersemu setelah mendengan ucapan dari Ayumi. "Su-sudah lah. Yuk kita kerumah sensei."

Sakura turun dari mobil di ikuti oleh Ayumi dan Sasuke. begitu sampai di depan pintu rumah, Sakura mengetuk pintu itu dan beberapa menit kemudian pintu terbuka dan tampak seorang wanita dewasa berumur sekitar 45 tahunan membuka pintu itu. sebut saja wanita dewasa ini Haruno Mebuki. Kaasan dari seorang Sakura. "Okaire, Sakura-chan. kamu pulang bersama siapa?" Ucap Mebuki.

"Aku pulang bersama keluarga Uchiha. Sakura mengajak mereka untuk mampir dulu kerumah."

"Kenapa tidak bilang dari tadi, Sakura. Ayo masuk." Ucap Mebuki mempersilahkan mereka untuk masuk.

Sakura masuk ke dalam rumah disusul oleh Sasuke dan Ayumi. Sakura mempersilahkan Sasuke dan Ayumi duduk di ruang tamu. Sasuke dan Ayumi duduk di sofa. Sedangkan Sakura dia duduk kursi sebrang Sasuke dan Ayumi. "Tadi itu kaasan nya sensei ya?" tanya Ayumi.

"Iya."

"Rumah sensei nyaman juga ya."

"Sakura aku ingin berbicara dengan kaasan mu." ucap Sasuke.

"Bicara apa?"

"Tentang hubungan kita."

"Ma-maksud anda?" ucap Sakura bingung.

"Aku akan melamar mu."

Sakura menatap Sasuke dengan tatapan terkejut. "Hah? bukannnya Sasuke-kun bilang kita akan menjalin hubungan sebagai kekasih dulu?"

"Iya. aku hanya ingin melamarmu dan membuktikan kepada kaasan mu bahwa aku serius dengan hubungan kita ini."

"Baiklah, aku akan memanggil kaasan dulu."

Sakura beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan ruang tamu itu. Ayumi yang sedari tadi diam mendengarkan percakapan Sasuke dan Sakura hanya memasang wajah bingung tidak mengerti. Sakura kembali bersama kaasan nya. Sakura dan kaasan nya duduk di sebrang Sasuke dan Ayumi. "Ada apa ya, Sasuke-san?" tanya Mebuki.

"Ayumi kita ke kamar sensei yuk." Ajak Sakura kepada Ayumi.

"Ayo."

Sakura dan Ayumi pergi meninggalkan Sasuke dan Mebuki di ruang tamu itu. "Basan, saya ingin melamar Sakura untuk menjadi seorang istri saya." Ucap Sasuke langsung pada inti nya.

Mebuki terkejut dengan apa yang Sasuke ucapkan. "Melamar? Apa maksud anda? Bukannya anda mempunyai seorang istri?" tanya Mebuki bingung.

"Saya dan istri saya sudah bercerai tujuh tahun yang lalu. Saya seorang duda."

"Ah maafkan baasan."

Hening seketika melanda mereka berdua. "Bisakah saya berbicara dengan tousan nya Sakura?"

Mebuki menghela nafas. "Tousan nya Sakura sudah tidak ada di dunia ini lagi."

"Ma-maafkan aku, baasan."

"Tidak apa." Ucap Mebuki tersenyum kepada Sasuke.

"Jadi, apakah basan merestui ku bila aku melamar dan menikahi Sakura?"

Mebuki menghela nafas lagi. "Basan sih terserah Sakura nya. apabila Sakura bersedia maka basan akan merestui kalian dan begitu juga sebaliknya."

"Saya sudah berbicara dengan Sakura dan dia bersedia."

"Ya berarti, basan merestui hubungan kalian bila Sakura bersedia. Tapi, tolong jagalah Sakura. Dia adalah putri ku satu-satu nya. Cintailah dia sepenuh hati, terimalah dia apa adanya. Jangan biarkan dia sakit hati dan menangis." Pesan Mebuki kepada Sasuke.

Deg, tiba-tiba saja dada Sasuke seperti di cubit oleh ucapan Mebuki tadi. 'Apakah aku mencintai Sakura?' batin Sasuke bertanya-tanya.

Tidak terasa hari sudah semakin malam. Sasuke dan Ayumi pamit pulang kepada Mebuki dan Sakura. Setelah pamit, Sasuke dan Ayumi keluar dari rumah kediaman Haruno diantar oleh Sakura sampai depan rumah. "Terimakasih Sasuke-kun untuk hari ini." ucap Sakura sembari tersenyum kepada Sasuke.

"Hn. Maaf merepotkan selama kita disini."

"Ah tidak kok tidak. Ayumi-chan kapan-kapan main lagi ya kerumah sensei." Ucap Sakura kepada Ayumi.

"Iya sensei." Ucap Ayumi sembari tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Ayumi kamu masuk duluan saja ke mobil. Tousan ingin berbicara dengan Sakura-sensei mu ini sebentar." Perintah Sasuke kepada Ayumi untuk duluan ke mobil.

Ayumi menuruti perkataan Sasuke dan langsung berjalan menuju mobil Sasuke. "Oh ya, beberapa hari lagi kita akan mengadakan acara pertunangan kita. Jadi, bersiaplah"

Sakura mendengar ucapan itu dari Sasuke wajahnya tiba-tiba bersemu dan dengan kakunya Sakura menganggukkan kepalanya. "Emm... anda ingin berbicara apa ya dengan saya sehingga meyuruh Ayumi-chan untuk masuk ke mobil terlebih dahulu?" ucap Sakura sambil memandang Sasuke.

"Entahlah. Hey, sudah kubilang bersikaplah seperti biasa. Jangan formal seperti itu." ucap Sasuke menatap sebal kepada Sakura.

"Ah maaf, Sasuke-kun. saya belum terbiasa." Ucap Sakura menundukkan kepalanya.

"Hn. Aku pulang dulu."

Tangan kanan Sasuke bergerak dan mengangkat dagu Sakura sehingga kini wajah Sakura berhadapan dengan wajah Sasuke. mereka saling tatap dan CUP Sasuke mencium bibir Sakura singkat dan setelah itu Sasuke pergi meninggalkan Sakura yang memasang wajah kaget dan bersemu. 'Apakah tadi Sasuke-kun mencium ku?' batin Sakura tidak percaya.

Sakura masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu itu. Sasuke sekarang sedang berada di mobilnya bersama Ayumi. Ayumi duduk disamping Sasuke yang sedang menyetir mobil itu. 'Kenapa tiba-tiba aku mencium nya? Argh... gila.'

Sasuke mengingat kejadian saat dirinya mencium Sakura tadi dan tiba-tiba saja wajah nya bersemu. Ayumi yang kebetulan sedang menatap tousan nya menatap bingung tousan nya. "Wajah tousan memerah, tousan sakit?" Sasuke hanya menggelengkan kepala merespon ucapan Ayumi.

TBC

Ehem... hay saya kembali lagi dengan membawakan chapter 6 xD~~~~
Sebelum nya, saya minta maaf atas keterlambatan mengupdate chapter 6, saya sempat kebingungan melanjutkan cerita ini x) *plak
tapi walau kebingungan akhirnya selesai juga chapter 6 hehe :D
bagaimana dengan chapter 6, menarik? gak menarik?
maaf kalau tidak menarik dan mengecewakan (_ _)
seperti biasa saya butuh saran, komentar, dan kritikan dari para readers :D jadi review ya x)

Thanks to Reviews :
Faki, HH, Afisa UchirunoSS, , Mako-chan, Always sasusaku, AkasunaAnggi, eonniisoo males login lagi