"Aku tidak suka berbasa-basi. Aku ingin putriku untuk pulang sekarang."

"Oh Sasuke-kun, putri mu adalah putri ku juga. Ayumi-chan adalah putri kita. Kau lupa Sasuke-kun bahwa aku yang melahirkan nya. tadi Ayumi-chan sudah bilang pada mu bahwa dia tidak mau pulang sekarang. Apa kamu tidak tega memisahkan kembali putri mu dengan kaasan kandungnya ini setelah sekian lama terpisah lama tujuh tahun?" ucap Karin panjang lebar.

"Aku tidak peduli. Aku tidak ingin putri ku bersama perempuan seperti mu."

"Sasuke-kun tega sekali kepada putri kita ini. besok Ayumi akan pulang. Jadi, jangan ganggu dia untuk malam ini."

Sambungan telepon pun diputuskan oleh Karin. Sasuke melempar handphone nya ke ranjang nya dengan kesal. Sasuke mengacak rambutnya frustasi. "Argh... sial!"

Cintaku, Guru Private Putri Ku

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Drama & Family

Pairings : Sasuke U. & Sakura H.

Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.

Ayumi sekarang sedang berbaring diranjang bersama Karin diruang kamar untuk tamu. "Tousan itu kenapa sih tidak mau mengijinkan Ayumi untuk bertemu dengan kaasan?" ucap Ayumi memasang wajah cemberut.

"Entahlah, mungkin tousan mu itu membenci kaasan sehingga dia tidak mau kamu bertemu dengan kaasan." Ucap karin tersenyum paksa kearah Ayumi.

"Kok bisa-"

Pintu ruang kamar tamu itu terbuka sehingga ucapan Ayumi terhenti. Tampak Suigetsu berdiri didekat pintu itu dan berjalan menghampiri Karin yang sedang berbaring bersama Ayumi. Suigetsu menatap Ayumi dengan tatapan sinis. Ayumi yang dipandang seperti itu mengalihkan pandangannya takut. "Ada apa, sui-kun?" tanya Karin.

"Sepertinya kau senang sekali."

"Iya seperti itulah. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan putri ku ini dan sekarang aku bertemu dengan nya. aku sangat senang." Ucap Karin senang sembari mengusap rambut Ayumi.

Suigetsu memasang wajah sedikit kesal. "Aku ingin dia pergi. Dia mengganggu" Ucap Suigetsu menatap Ayumi tajam.

"Sui, Ayumi-chan tidak sepert itu. begini-begini juga dia adalah putriku, putri tirimu."

"Aku tidak sudi menganggapnya sebagai anak. Apalagi dia adalah keturunan Uchiha." ucap Suigetsu sukses membuat Ayumi teriris hatinya.

'Jahat. Suigetsu-jisan jahat.' Batin Ayumi menahan tangisan nya agar tidak tumpah.

"Sudah, kamu jangan bicara lagi. Apa mau mu?" ucap Karin marah kepada Suigetsu.

"Aku ingin makan yang kamu buat sekarang."

"Baiklah. Ayumi-chan kamu tidur sekarang ya. selamat tidur, sayang." Ucap Karin mencium dahi Ayumi.

Ayumi hanya mengangguk kepala nya. Karin meninggalkan Ayumi sendiri diruang kamar tamu itu dan Suigetsu masih berada disana. Suigetsu menatap sinis kearah Ayumi. "Ck, dasar anak pengganggu. Cepat tidur." Perintah Suigetsu galak.

Ayumi hanya menganggukkan kepalanya kaku. Suigetsu pergi meninggalkan ruang kamar tamu itu dan menutup pintu itu secara kasar sehingga berbunyi dentuman keras. Ayumi terlonjak kaget. Tiba-tiba terdengar suara isakan tangisan dari mulut Ayumi. Tangisan Ayumi pecah. "Tousan Ayumi ingin pulang hiks... suami kaasan jahat sama Ayumi" tangis Ayumi sembari memeluk guling.

Sasuke sekarang dia sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan. Dia hendak menjemput Ayumi disekolah nya. Di dekat gerbang sekolah terlihat Ayumi berdiri sendirian disana. Sasuke memberhentikan mobilnya tepat di depan Ayumi. Sasuke lekas turun dari mobil dan langsung memeluk Ayumi. "Kamu baik-baik saja kan Ayumi?" ucap Sasuke khawatir.

Ayumi langsung membalas pelukan Sasuke. "Tousan, suami kaasan jahat sama Ayumi hiks..." ucap Ayumi tiba-tiba menangis di pelukan Sasuke.

Sasuke melonggarkan pelukan nya dan menatap Ayumi bingung sekaligus khawatir. "Suami kaasan?"

Ayumi menganggukkan kepalanya. Sasuke memangku Ayumi dan mendudukan Ayumi di samping kursi kemudi. Sasuke menjalankan mobilnya menuju rumahnya. "Ayah tirimu jahat karena apa?" tanya Sasuke sambil fokus menyetir.

"Dia tidak menyukai Ayumi. dia tidak mau menganggap Ayumi sebagai anak tirinya. Dan dia selalu bilang Ayumi itu pengganggu dan berkata kasar kepada Ayumi."

Sasuke mengeratkan pegangannya pada setir mobil itu. "Tousan tidak akan mengijinkan mu untuk bertemu dengan kaasan mu lagi kalau kamu tidak izin dulu kepada tousan. kamu mengerti?"

"Iya tousan. maafkan Ayumi."

"Hn."

Sekarang mereka sudah sampai di kediaman Sasuke. Mereka melihat seorang wanita berambut pink tengah berdiri didepan rumah. Itu adalah Sakura. Sasuke dan Ayumi turun dari mobil dan menghampiri Sakura. Sakura yang melihat kedatangan Sasuke bersama Ayumi langsung menghampiri Ayumi dan memeluknya. "Ayumi-chan, kamu baik-baik sajakan?" ucap Sakura khawatir.

Ayumi tidak membalas pelukan Sakura dan tidak merespon ucapan Sakura. Sakura melepaskan pelukannya pada Ayumi. Ayumi menatap Sakura dingin. "Aku tidak mau punya ibu tiri. Tousan, batalkan saja pernikahan nya dengan nya. Sensei jangan so baik deh." Ucap Ayumi dingin.

Sontak Sasuke dan Sakura terkejut mendengar ucapan Ayumi. Ayumi langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Sakura dan Sasuke yang masih syok. Sasuke menatap Sasuke syok kearah Sasuke. "Mi-mimpi itu kenyataan."

Tiba-tiba badan Sakura oleng dan Sasuke langsung menahan Sakura supaya tidak terjatuh. "Sakura, kamu tidak apa-apa?" ucap Sasuke khawatir.

Sasuke membopong Sakura masuk ke dalam rumah dan mendudukkan Sakura di sofa yang ada diruang tamu. "Sa-sasuke-kun, kenapa Ayumi-chan tidak mau aku menjadi ibu tirinya? Ada apa dengan nya? apa yang salah pada ku?" Tanya Sakura bertubi-tubi.

"Mungkin mood Ayumi sedang tidak baik sehingga dia berkata seperti itu." ucap Sasuke mencoba menenangkan Sakura.

Sakura hanya diam tidak merespon ucapan Sasuke. Sasuke menghela nafas. "Nanti aku akan berbicara dengan nya." ucap Sasuke lagi sembari mengusap punggung Sakura.

Sakura hanya menganggukkan kepala. Setelah tenang, Sasuke menyuruh Sakura untuk tidak mengajar dulu Ayumi sekaligus untuk menenangkan diri. Sasuke melihat ke kamar Ayumi dan tampak Ayumi sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya. Sasuke menghampiri Ayumi dan menatap Ayumi yang ternyata hanya menatap pekerjaan rumahnya saja. "Kesusahan mengerjakan PR?" tanya Sasuke membuat Ayumi terkejut.

"Enggak kok." Ucap Ayumi cemberut.

"Sayang sekali ya guru private kesayangan mu itu sudah pulang karena tousan menyuruhnya untuk pulang karena melihat putri tousan ini sepertinya sudah tidak membutuhkan nya. Eh ternyata masih membutuhkan nya." ucap Sasuke bermaksud menyindir Ayumi.

"Tousan bodoh."

"Kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti tadi kepada Sakura-sensei? Bukannya dulu kamu menginginkan pengganti kaasan Karin mu itu?" tanya Sasuke sembari menatap Ayumi serius.

Ayumi diam tidak menjawab pertanyaan Sasuke. "Tousan, karena sensei tidak mengajar Ayumi hari ini, tousan bantu Ayumi kerjakan PR ya?" ucap Ayumi mengalihkan pembicaraan Sasuke.

"Ternyata anak tousan bisa mengalihkan pembicaraan. Ayumi sudah besar ya"

Namun pada akhirnya Sasuke membantu Ayumi mengerjakan pekerjaan rumahnya. Keesokan harinya, Sakura datang ke kediaman Sasuke untuk mengajar Ayumi. Ayumi masih dingin kepada Sakura. Sakura bersabar menghadapi sikap Ayumi. Malam harinya Sasuke sudah pulang dari kerjanya dan sekarang dia sedang bersama Sakura diruang keluarga. "Bagaimana apakah dia sudah berbicara padamu?" tanya Sasuke pada Sakura.

Sakura menggelengkan kepalanya. "Ayumi-chan berbicara padaku seadanya." Ucap Sakura sedih.

"Tenyata Ayumi-chan serius dengan ucapannya." Ucap Sasuke.

Sakura terdiam mendengar ucapan Sasuke. "Bagaimana kalau kita batalkan saja pernikahan kita?" ucap Sakura sukses membuat Sasuke terkejut dan mengalihkan pandangan nya dari arah lain ke arah Sakura.

"Apa maksudmu? Kamu tidak mau menikah dengan ku?"

"Bu-bukan seperti itu, Sasuke-kun. A-aku ingin menikah dengan mu. t-tapi putri mu Sasuke-kun, dia tidak ingin mempunyai seorang ibu tiri." Ucap Sakura menundukkan kepalanya.

Sasuke menggeserkan duduk nya agar lebih dekat dengan Sakura. Sasuke langsung memeluk Sakura. "Ssstt... jangan berkata seperti itu lagi. Kita pasti akan menikah." Ucap Sasuke.

Keesokan harinya, Ayumi masih saja bersikap dingin kepada Sakura dan Sakura harus bersabar lagi menghadapi Ayumi.

Keesokan harinya lagi, Sakura sudah tidak tahan menghadapi sikap Ayumi yang dingin kepadanya selama beberapa hari berturut-turut. dia meyakinkan hatinya untuk bertanya kepada Ayumi. Mengapa Ayumi tidak mau mempunyai seorang ibu tiri dan menjadi dingin kepadanya? Sakura menatap Ayumi di dekat pintu kamar Ayumi. terlihat Ayumi sedang duduk di kursi meja belajarnya. Sasuke menghampiri Ayumi dan duduk di samping nya. "Maafkan sensei datang sedikit terlambat, Ayumi-chan." Ucap Sakura sembari tersenyum kearah Ayumi.

Ayumi menatap dingin Sakura dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia mengalihkan tatapan nya kepada buku yang ada di depan nya. Sakura menghela nafas. 'Aku pasti bisa mengubah Ayumi-chan seperti dulu lagi.' Batin Sakura yakin.

"Ayumi-chan, kenapa kamu tidak mau mempunyai ibu tiri?" tanya Sakura kepada Ayumi yang sedang membaca bukunya.

Ayumi berhenti membaca buku dan menatap Sakura. "Tolong Ayumi jawab pertanyaan sensei, beri alasan yang pas kenapa kamu tidak mau mempunyai seorang ibu tiri." Ucap Sakura lagi dengan memelas.

Ayumi masih tidak menjawab pertanyaan dari Sakura. "Ayumi-chan tolong jawab. Jangan buat sensei seperti ini hiks... sensei sayang sama Ayumi-chan." ucap Sakura tiba-tiba menangis dan sukses membuat Ayumi terkejut.

"Sensei jangan nangis." Akhirnya Ayumi bersuara.

Ayumi mengusap pipi Sakura bermaksud menyeka air mata Sakura. "Maaf, sensei malah jadi nangis." Ucap Sakura sembari menghela nafas.

"Sensei akan membatalkan pernikahan sensei dengan tousan mu asalkan Ayumi-chan memberikan alasan yang pas kenapa Ayumi-chan tidak mau mempunyai seorang ibu tiri." Ucap Sakura mengusap pipi Ayumi dan menatap Ayumi serius.

Ayumi terkejut mendengar ucapan Sakura. "Ayumi takut, sensei." Ucap Ayumi menatap Sakura takut.

Sakura bingung dengan ucapan Ayumi. "Takut? Takut karena apa?" tanya Sakura bingung.

"Ayumi takut sensei akan jahat pada Ayumi kalau sensei jadi ibu tiri aku. ibu tiri itu jahat, sensei." Ucap Ayumi polos.

Sakura terkejut begitu mendengar ucapan dari Ayumi. 'Jadi begitu.' batin Sakura.

"Ayumi-chan, tidak semua ibu tiri itu jahat. Bila sensei menjadi ibu tirimu dan sensei jahat pada mu, kasih tau tousan mu bahwa sensei ini jahat dan tidak pantas menjadi seorang kaasan untuk Ayumi." ucap Sakura tersenyum lembut kepada Ayumi.

Ayumi menatap sensei- ah lebih tepatnya calon ibu tirinya ragu. "Percayalah pada sensei, Ayumi-chan. sensei sangat menyayangi Ayumi-chan." ucap Sakura meyakinkan Ayumi.

Ayumi langsung menganggukkan kepala nya dan tersenyum kepada Sakura. "Maafkan Ayumi-chan ya, sensei. Ayumi telah bersikap dingin pada Sensei. Ayumi hanya takut." Ucap Ayumi menyesal.

Sakura tersenyum dan langsung mengacak-acak rambut Ayumi dan tertawa. "Ayumi-chan lucu juga ya kalau bersikap dingin. Mengingatkan sensei pada tousan mu itu. hahaha" ucap Sakura sembari tertawa.

Ayumi yang mendengar ucapan Sakura ikut tertawa. "Aku kan putrinya, sensei."

"Iya-iya. dan sensei jadi keingat kata-kata kamu yang tadi. Yang bilang 'ibu tiri itu jahat'. Kamu itu polos sekali." Ucap Sakura sembari mencubit pipi Ayumi.

"ih... Sensei lepaskan sekarang ayo sensei bantu aku kerjakaan PR aku." ucap Ayumi sedikit sebal.

"Iya-iya." ucap Sakura melepaskan cubitan nya.

Malam hari, Sasuke sudah pulang dari kerja dan dia mendengar suara tawa dari arah dapur. Sasuke berjalan kearah dapur dan terlihat Sakura dan Ayumi sedang tertawa-tawa entah mentertawakan apa. Sasuke tersenyum melihat mereka berdua sudah akrab kembali. 'Syukurlah, kalian sudah akrab.' Batin Sasuke lega.

Merasa ada yang memperhatikan, Ayumi menatap ke pintu dapur dan terlihat Sasuke berdiri disana. Sasuke tersenyum kearah Ayumi. "Okaeri." Ucap Sasuke.

"Tadaima, tousan." ucap Ayumi.

Ayumi menghampiri tousan nya dan memeluknya dibalas oleh Sasuke. Sakura yang masih duduk di kursi meja makan hanya tersenyum menatap mereka berdua. 'Sebentar lagi mereka akan menjadi keluarga ku.' batin Sakura.

Sakura beranjak dari duduk nya dan menghampiri Sasuke dan Ayumi. "Sudah akrab kembali dengan sensei kesayangan mu ini?" ucap Sasuke sembari menatap Sakura dan tersenyum tipis.

Sakura yang ditatap Sasuke sembari tersenyum tipis dia balik menatap Sasuke dan tersenyum juga dan wajah nya bersemu. "Sudah, tousan. ternyata dingin kepada sensei itu tidak enak. Sudah biasa akrab sama sensei sih." ucap Ayumi polos.

Sakura tertawa pelan mendengar ucapan Ayumi sedangkan Sasuke dia hanya tersenyum. "Makanya jangan so dingin dan apakah kamu sudah menerima sensei mu untuk menjadi kaasan mu?." Ucap Sasuke sembari mengacak-acak rambut Ayumi.

"Aku kan meniru gaya tousan yang dingin bahkan sensei juga bilang kalau aku dingin mengingatkan nya pada tousan. Iya dong aku sudah menerimanya. Ih, tousan jangan acak-acak rambut Ayumi. kaya sensei aja deh hobby nya ngacak-ngacak rambut Ayumi." ucap Ayumi sebal.

"Benarkah?" ucap Sasuke.

"Iya. Dasar kalau udah jodoh emang gitu."

"Sudah sana kamu tidur. Ini sudah malam." Suruh Sasuke mengalihkan pembicaraannya dengan Ayumi dan entah kenapa wajahnya bersemu begitu mendengar ucapan Ayumi tadi.

"I-iya. apa yang dikatakan Sasuke-kun benar." Ucap Sakura juga sama wajah nya bersemu seperti Sasuke.

"Hmm... baiklah. Selamat tidur tousan dan emm.. kaasan. Haha" ucap Ayumi sembari berlari menuju kamarnya.

"Kaasan?" ucap Sakura sedikit terkejut.

"Hah dasar Ayumi." ucap Sasuke.

"I-iya. Sasuke-kun, aku pulang dulu ya?" ucap Sakura pamit pulang.

"Sebelumnya tolong ceritakan kenapa Ayumi bisa seperti itu lagi?"

Mau tak mau akhirnya Sakura menceritakan kejadian yang tadi dia alami. Sakura tersenyum mengakhiri ceritanya. "Seperti itulah, Sasuke-kun."

"Jadi begitu. Ini pasti Karin yang memperngaruhi nya." ucap Sasuke mengepalkan tangan nya kuat.

"Entahlah, aku juga tidak tau, Sasuke-kun." ucap Sakura beranjak dari duduknya.

Sasuke mengantar Sakura sampai depan rumahnya. "Jaga kesehatan. Beberapa minggu lagi kita akan menikah." Ucap Sasuke.

Tiba-tiba wajah Sakura bersemu. "I-iya. Sasuke-kun juga sama." Ucap Sakura sembari mengambil kunci motornya di tas nya.

Baru juga Sakura akan memasukkan kunci motor ke lubang kunci yang ada di motornya tiba-tiba Sasuke menarik tangan Sakura sehingga reflek Sakura membalikkan badan nya dan CUP Sasuke mencium bibir Sakura. Sakura terkejut mendapatkan perilaku seperti itu dari Sasuke namun pada akhirnya dia membalas ciuman itu. Kehabisan nafas, Sasuke mengakhiri ciumannya dengan Sakura. Dia menatap Sakura sedikit salah tingkah dan wajahnya bersemu. Sama seperti Sakura, wajahnya lebih bersemu dari Sasuke. "Hati-hati." ucap Sasuke.

Sakura menganggukkan kepalanya kaku. Sakura menjalankan motornya dan mulai meninggalkan kediaman Sasuke. Sasuke tersenyum menatap kepergian Sakura dan dia buru-buru masuk ke dalam rumah nya dan mengunci pintu. 'Sial, aku melakukan nya lagi tanpa sebab. Jantungku berdetak tidak karuan.' Batin Sasuke.

TBC

Hallo semua, aku kembali dengan chapter 8 :D
bagaimana dengan chapter ini? :)
Ayumi gak kaya anak kecil ya :( kaya yang udah gede gitu xD

ada berita untuk kalian semua, cerita ini mau tamat 2 chapter lagi. mungkin itu juga yang jelas beberapa chapter lagi mau tamat. doakan saja :D
Terimakasih sudah mau membaca dan mereview cerita ku ini, terimakasih banyak ^^
Seperti biasa saya butuh Review komentar, saran, dan kritikan :D

Thanks to Reviews :
Afisa UchirunoSS, Ryouta Shiroi, mako-chan, hanazono yuri, HH, Watermellon Seo, nadya harvard, QRen, sasusaku uciha, Ukida Haruka