Sasuke mengantar Sakura sampai depan rumahnya. "Jaga kesehatan. Beberapa minggu lagi kita akan menikah." Ucap Sasuke.

Tiba-tiba wajah Sakura bersemu. "I-iya. Sasuke-kun juga sama." Ucap Sakura sembari mengambil kunci motornya di tas nya.

Baru juga Sakura akan memasukkan kunci motor ke lubang kunci yang ada di motornya tiba-tiba Sasuke menarik tangan Sakura sehingga reflek Sakura membalikkan badan nya dan CUP Sasuke mencium bibir Sakura. Sakura terkejut mendapatkan perilaku seperti itu pada Sasuke namun pada akhirnya dia membalas ciuman itu. Kehabisan nafas, Sasuke mengakhiri ciumannya dengan Sakura. Dia menatap Sakura sedikit salah tingkah dan wajahnya bersemu. Sama seperti Sakura, wajahnya lebih bersemu dari Sasuke. "Hati-hati." ucap Sasuke.

Sakura menganggukkan kepalanya kaku. Sakuramenjalankan motornya dan mulai meninggalkan kediaman Sasuke. Sasuke tersenyum menatap kepergian Sakura dan dia buru-buru masuk ke dalam rumah nya dan mengunci pintu. 'Sial, aku melakukan nya lagi tanpa sebab. Jantungku berdetak tidak karuan.' Batin Sasuke.

Cintaku, Guru Private Putri Ku

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Drama & Family

Pairings : Sasuke U. & Sakura H.

Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.

Untuk minggu-minggu ini Sasuke dan Sakura sangatlah sibuk sekali mempersiapkan pernikahan mereka. Dan sekarang Sakura dan Sasuke juga Ayumi sedang berada di rumah kediaman Sasuke. Disana ada Mikoto dan juga Mebuki. Mereka tengah membicarakan rencana pernikahan Sasuke dan Sakura yang tinggal 5 hari itu. "Oh ya, kalian sudah memberikan surat undangan kepada kerabat kalian?" tanya Mikoto.

"Sudah kok." Ucap Sasuke singkat.

"Sasuke-kun, bolehkah aku mengundang kaasan nya Ayumi-chan?" tanya Sakura sukses membuat Sasuke menatap Sakura dengan tatapan tidak percaya.

"Untuk apa kamu mengundang dia?" tanya Sasuke balik.

Sakura memasang wajah bingung. "Emm... aku hanya ingin saja. apa tidak boleh?"

"Kaasan nya Ayumi-chan? Karin?" ucap Mikoto.

Sakura mengangguk diikuti dengan Ayumi. "Iya, nek. Waktu hari kapan ya, aku bertemu dengan nya dan menginap di apartemen nya." ucap Ayumi ceria.

"Wah? Bagaimana kabarnya? Nenek sudah lama sekali tidak bertemu dengan nya" ucap Mikoto menatap Ayumi.

"Iya. kabarnya baik kok, kaasan Karin sudah menikah."

Dan selanjutnya mereka mengobrol tentang Karin dan masa-masa saat Karin berumah tangga bersama Sasuke yang bertahan hanya 2 tahun. Sakura yang mendengar kehidupan rumah tangga Sasuke dengan Karin dulu hanya tersenyum mendengar nya. "Ku harap nanti rumah tangga kita bertahan selamanya, Sasuke-kun." gumam Sakura pelan.

Sasuke yang memang duduk disamping Sakura masih bisa mendengar gumaman Sakura. Sasuke tersenyum tipis mendengar gumaman Sakura. "Aku juga berharap seperti itu." ucap Sasuke menatap Sakura dengan tatapan sulit diartikan.

Sakura terkejut mendengar ucapan Sasuke yang ternyata membalas gumaman nya. Sakura menatap Sasuke dan wajahnya bersemu. Sakura tersenyum dan mengangguk kaku.


Keesokan harinya, Sakura disuruh Sasuke untuk menjemput Ayumi pulang sekolah. Dan sekarang Sakura sudah berada di depan gerbang sekolah Ayumi dan disana sudah ada Ayumi yang tersenyum melihat Sakura. "Eh sama sensei ya dijemput nya. hehe" ucap Ayumi.

"Iya. Tousan mu sedang banyak pekerjaan katanya jadi dia menyuruh sensei untuk menjemputmu. Ayo naik." Ucap Sakura menyuruh Ayumi untuk menaiki motornya.

Tanpa babibu, Ayumi langsung naik motor Sakura dan duduk didepan. Sakura menyalakan motor itu dan menjalankan motor nya. "Sensei, sudah makan?" tanya Ayumi.

"Belum. Ayumi sudah makan?" tanya Sakura sembari fokus menyetir motor.

"Belum. Aku pengen makan direstoran yang tidak jauh dengan sekolah. Kesana yuk?" ajak Ayumi.

Sejenak Sakura diam. "Emm... baiklah. Ayo." Ucap Sakura.

Ayumi langsung berteriak senang. Ayumi menunjukkan restoran yang ingin dia tuju. Setelah sampai didepan restoran yang Ayumi tunjuk, Sakura memarkirkan motornya di parkir khusus motor. Sakura dan Ayumi masuk ke dalam restoran itu dan memilih duduk di bangku yang dekat dengan jendela. Ayumi memanggil pelayan restoran itu. Pelayan itu datang menghampiri bangku Sakura dan Ayumi, Sakura dan Ayumi langsung memesan makanan yang mereka ingin kan. Setelah mencatat yang Sakura dan Ayumi inginkan, pelayan itu pergi meninggalkan bangku mereka. "Ada PR?" tanya Sakura.

"Kapan sih sensei ku yang disekolah gak ngasih aku PR?" tanya Ayumi balik sembari memasang wajah sebal dan menyandarkan kepalanya diatas meja itu.

Sakura tertawa pelan melihat Ayumi. Ayumi menatap pintu masuk dan keluar restoran itu dan tiba-tiba Ayumi langsung menegakkan posisi tubuhnya dan tersenyum senang. "Kaasan Karin!" teriak Ayumi tiba-tiba.

Sakura kaget begitu Ayumi berteriak. Sakura mengikuti arah pandang Ayumi dan terlihat wanita dewasa berambut panjang yang terurai berwarna merah, warna bola matanya yang percis seperti Ayumi. 'J-jadi itu kaasan nya Ayumi-chan? C-cantik sekali.' Batin Sakura menatap Karin kagum.

Merasa dipanggil, Karin mencari-cari siapa yang memanggilnya. Ketemu! Karin menatap Ayumi senang dan melambaikan tangan nya kearah Ayumi. Ayumi membalas lambaian tangan Karin dan mengisyaratkan Karin untuk menghampirinya. Karin langsung berjalan menghampiri Ayumi dan langsung duduk di samping Ayumi. "Ayumi-chan." ucap Karin senang sembari membelai rambut Ayumi.

"Wah kaasan. kebetulan sekali kita bertemu disini. hehe" ucap Ayumi senang.

"Kamu kesini sama siapa? Tousan mu?" tanya Karin.

Ayumi menggelengkan kepala. "Bukan. Ayumi kesini bersama Sakura-sensei." Ucap Ayumi sembari menatap Sakura yang sedari tadi hanya diam.

Merasa dipanggil Sakura hanya tersenyum kepada Karin dan Ayumi. Karin menatap Sakura tajam. 'Jadi ini calon istrinya Sasuke-kun?' Batin Karin sembari menatap Sakura tajam.

Sakura menatap Karin bingung sekaligus takut. 'Kenapa K-Karin-san menatap ku tajam? Apa ada yang salah dengan ku?' batin Sakura.

Ayumi menatap kaasan nya dan juga calon kaasan nya bingung. "Oh ya kaasan sering makan disini?" tanya Ayumi mengalihkan tatapan Karin yang tadi menatap Sakura tajam.

"Emm... ya seperti itulah." Ucap Karin.

Lalu Karin memanggil pelayan dan memesan makanan yang dia inginkan. Setelah mencatat pesanan Karin, pelayan itu pergi meninggalkan mereka. Tiba-tiba Sakura teringat sesuatu. Dia merogoh tas yang dia bawa. Sakura mengambil surat undangan pernikahan nya dengan Sasuke. Dia menyodorkan undangan itu kehadapan Karin. "Ka-karin-san" ucap Sakura mengalihkan perhatian Karin yang tadi mengobrol dengan Ayumi langsung menatap Sakura.

"Dari mana kamu tau nama ku?" tanya Karin menatap Sakura bingung.

"Aa.. i-itu..."

"Sensei tau nama kaasan dari aku. aku sering bercerita kaasan kepada sensei. Hehe" ucap Ayumi.

"Iya saya tau nama anda dari Ayumi-chan." ucap Sakura tersenyum kaku kearah Karin.

"Oh begitu. Nama mu siapa?" tanya Karin lagi.

"Nama saya Haruno Sakura." ucap Sakura memperkenalkan diri.

"Oh jadi nama mu Haruno Sakura." ucap Karin menatap Sakura tajam.

Karin melihat di depan nya terdapat sebuah undangan. Dia mengambil undangan itu dan membaca isi undangan itu. Karin sedikit terkejut melihat isi surat undangan itu. "Sebentar lagi kamu akan menikah dengan Sasuke-kun?" tanya Karin menatap Sakura sedikit terkejut.

"I-iya. saya harap anda bisa datang ke acara pe-pernikahan saya dengan S-sasuke-kun" ucap Sakura gugup.

Karin menatap undangan itu lama. Dia menyimpan undangan itu di tas nya dan menghela nafas. "Baiklah, akan aku usahakan untuk datang." Ucap Karin sembari melipat tangan nya di bawah dadanya.

Sakura sedikit menatap Karin tidak percaya. "Terimakasih." Ucap Sakura.

'Aku kira dia akan menolaknya.' Batin Sakura.

"Pernikahan ya? ah jadi ingat deh waktu Sasuke-kun melamarku dan menikahi ku beberapa tahun yang lalu. Sudah lama sekali dan akhirnya malah bercerai." Ucap Karin sembari menggeleng-gelengkan kepala.

Sakura hanya tersenyum menanggapi ucapan Karin. Entah kenapa tiba-tiba Karin malah menceritakan saat dirinya masih mempunyai hubungan dengan Sasuke. mencoba untuk memanas-manasi Sakura. Ayumi yang memang penasaran dengan cerita cinta kaasan nya dengan tousan nya asyik mendengar kan Karin. Sakura hanya diam mendengar mencoba untuk tidak panas. 'Tenang Sakura. itu masa lalunya Sasuke-kun.' Batin Sakura menenangkan diri.

"Oh ya Sakura-san, apakah kamu yakin Sasuke-kun menikahi mu didasari dengan cinta?" tanya Karin tiba-tiba.

Sakura sedikit terkejut dengan pertanyaan Karin. 'Cinta? Aku tidak tahu. Selama ini, Sasuke-kun belum pernah mengucapkan kata cinta kepada ku.' batin Sakura.

Sakura diam tidak menjawab pertanyaan Karin. Karin yang melihat ekspresi Sakura malah menyeringai. "Emang kalau mau menikah itu harus ada cinta ya, kaasan?" tanya Ayumi polos.

Karin menganggukkan kepala. "Iya harus lah. Dulu saja tousan mu menikahi kaasan karena dia mencintai kaasan." ucap Karin dengan bangga nya.

Sakura menatap Karin sedikit tidak suka. 'Ujug-ujug nya cerai tuh.' Batin Sakura.

"Jadi, apakah Sasuke-kun ingin menikahi mu karena apa? Apakah karena dia ingin kamu menjadi kaasan keduanya Ayumi, pengganti ku?" tanya Karin lagi.

Sakura mengepelkan tangan nya kuat. Sakura menatap Karin tidak suka. "Sasuke-kun menikahi saya karena dia emang... emang mencintai saya dan juga ingin saya menjadi kaasan keduanya Ayumi-chan." ucap Sakura menatap Karin dengan yakin nya.

Karin terdiam mendengar ucapan dari Sakura. Dia menatap tajam kearah Sakura. "Benarkah?" ucap Karin sembari menyeringai.

Sakura menganggukkan kepalanya dengan yakin. "Baguslah kalau begitu." ucap Karin.

Tidak lama kemudian pelayan membawa makanan yang mereka pesan. Mereka memakan makanan mereka dengan suasana yang dingin. Terkecuali Ayumi yang terkadang mengajak Karin mengobrol atau mengajak Sakura ngobrol. Kini makanan mereka sudah habis. "Ayumi, kita pulang sekarang." Ucap Sakura kepada Ayumi.

Ayumi mengangguk. "Ayo." Ucap Ayumi.

"Sudah mau pulang lagi ya kalian? yah sayang sekali padahal kita baru bertemu." Ucap Karin memasang wajah sedih kearah Ayumi.

"Iya, kaasan. sebenarnya aku juga masih ingin dengan kaasan. Tapi, aku belum izin kepada tousan. hehe" ucap Ayumi.

"Ya sudah. Hati-hati dijalan nya ya, sayang." Ucap Karin sembari mencium pipi Ayumi.

Ayumi menganggukkan kepala dan tersenyum kepada Karin. Sakura sudah beranjak dari duduknya dan menunggu Ayumi. Ayumi menghampiri Sakura dan menggandeng tangan nya. "Kami pulang duluan. Senang sudah bertemu dengan anda." Ucap Sakura mencoba tersenyum kearah Karin.

"Senang bertemu juga, Sakura-san" ucap Karin sembari menyeringai.

Sakura dan Ayumi langsung keluar dari restoran itu. Sekarang Sakura dan Ayumi sudah berada di rumah kediaman Sasuke, Ayumi sedang mengerjakan PR nya dan Sakura dia malah melamun. Sakura melamun kan ucapan Karin saat direstoran tadi. 'Oh ya Sakura-san, apakah kamu yakin Sasuke-kun menikahi mu didasari dengan cinta?'. Ucapan itu selalu terngiang-ngiang di pikiran Sakura. 'Aku jadi ragu-ragu dengan Sasuke-kun.' Batin Sakura.

Sakura menghela nafas. 'Kenapa aku jadi seperti ini sih? Sakura ingat kamu akan menikah dengan Sasuke 4 hari lagi. Kenapa sekarang malah ragu-ragu?' batin Sakura lagi.

"...Sei. Sakura-sensei." Teriak Ayumi sembari mencubit lengan Sakura.

"Aww... sakit" ucap Sakura sembari menarik tangan nya dari cubitan Ayumi dan mengusap lengan nya yang dicubit Ayumi.

Ayumi menatap sebal kearah calon ibu tirinya itu. "Sensei itu bagaimana sih, Ayumi tadi bertanya malah melamun tidak menjawab pertanyaan Ayumi." ucap Ayumi sebal.

"Maafkan sensei, Ayumi-chan." ucap Sakura menyesal.

"Iya-iya, Ayumi-chan maafkan." Ucap Ayumi sembari tersenyum kearah Sakura.

"Jadi, Ayumi ingin bertanya apa?" tanya Sakura.

Dan mereka pun mulai melanjutkan kegiatan belajar-mengajar sampai selesai. Seperti biasa Sakura menunggu dan menjaga Ayumi sampai Sasuke pulang dari kerjanya. Dan sekarang Sasuke sudah pulang kerja dan langsung menghampiri Sakura dan Ayumi berada. Mereka sedang berada diruang tv. Ayumi yang sedang menonton televisi, dan Sakura yang mengutak-atik handphone nya. Sasuke tersenyum menatap mereka berdua. "Tadaima." Ucap Sasuke sembari duduk disamping kanan Ayumi.

Ayumi sedikit terkejut dengan kehadiran Sasuke tiba-tiba begitu juga dengan Sakura yang duduk disamping kiri Ayumi. Ayumi menatap tousan nya sedikit sebal. "Okaeri, tousan." ucap Ayumi.

Sasuke menatap bingung putri semata wayang nya itu. "Kenapa memasang wajah seperti itu?" tanya Sasuke sembari mencubit pipi Ayumi.

"Habisnya, tousan ngagetin sih. iyakan sensei?" ucap Ayumi.

Sakura hanya mengangguk kaku. 'Apakah aku harus menanyakan nya pada Sasuke-kun sekarang?' batin Sakura sambil menatap Sasuke ragu.

Merasa ditatap, Sasuke menatap Sakura yang sedang menatap nya ragu. "Ada apa, Sakura?" tanya Sasuke.

Sakura langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Dia langsung mengambil tas nya dan beranjak dari duduknya. "T-tidak apa-apa kok, S-sasuke-kun. A-aku pulang dulu. S-selamat malam." Ucap Sakura langsung bergegas pergi dari ruang itu.

Sasuke juga langsung beranjak dari duduknya "Kamu sebaiknya pergi kekamar mu." ucap Sasuke.

Setelah mengucapkan itu Sasuke pergi mengejar Sakura yang sudah keluar dari rumah. Sakura sudah berada di luar rumah Sasuke dan bersiap untuk menaiki motornya namun langkah nya terhenti ketika Sasuke menarik tangan Sakura. "Aku melihat tatapan mu itu, seperti ada keraguan. Ada apa?" tanya Sasuke sembari membalikkan badan Sakura untuk menghadap kepadanya.

Mau tak mau Sakura harus menghadap Sasuke. Sakura menundukkan kepalanya. Enggan menatap mata Sasuke. "Hey, jawab pertanyaan ku!" ucap Sasuke sembari menggoyang pundak Sakura.

Sakura menatap mata Sasuke. Dia menghela nafas. "T-tidak apa-apa, Sasuke-kun. aku ingin pulang. Jadi, tolong lepaskan aku." ucap Sakura sembari melepaskan tangan Sasuke yang bertengger di dua pundak nya.

Sasuke hanya diam menatap Sakura yang sudah menaiki motor dan mulai menyalakan motor. "Hati-hati." ucap Sasuke.

Sakura tidak membalas ucapan Sasuke. Dia langsung pergi dengan motornya meninggalkan Sasuke yang sedari tadi menatapnya. "Mungkin dia sedang banyak pikiran atau dia gugup menjelang pernikahan kita." Gumam Sasuke.

Sasuke langsung masuk rumah dan mengunci pintu rumahnya.


Sakura sekarang sedang duduk termenung di ruang keluarga kediaman Sasuke. Sedangkan Ayumi, dia sedang bermain game di laptop nya. Sakura menghela nafas. 'Aku ingin mempertanyakan perasaan Sasuke-kun kepadaku. Tapi, bagaimana caranya?' batin Sakura.

"Sensei, kenapa hari-hari ini sensei banyak sekali menghela nafas?" tanya Ayumi membuat Sakura tersadar dari lamunan nya.

"Emm... entahlah."

Ayumi menatap calon kaasan nya bingung dan kembali bermain games dilaptop nya. "Sensei aneh ah." Ucap Ayumi.

Sakura hanya tertawa pelan mendengar ucapan dari Ayumi. Malam hari, Sasuke sudah pulang dari kerja dan langsung menghampiri Sakura dan Ayumi yang sekarang sedang duduk diruang meja makan. "Besok aku sudah cuti dari pekerjaan ku." ucap Sasuke menatap Sakura.

Sakura tersenyum kaku. "O-oh begitu." ucap Sakura.

Sasuke menatap Sakura dalam. "Kenapa setiap aku menatap mata mu, tatapan mu itu selalu menatap ku ragu?" tanya Sasuke.

Sakura langsung mengalihkan pandangan nya dari mata Sasuke kearah lain. "A-ah mungkin itu perasaan mu saja, Sasuke-kun. Aku pulang dulu ya." ucap Sakura sembari lari keluar dari kediaman Sasuke itu.

Sasuke dan Ayumi menatap Sakura bingung dan aneh. "Kenapa dengan sensei mu itu?" tanya Sasuke pada Ayumi.

"Enggak tau. Sensei sikapnya jadi aneh setelah bertemu dengan kaasan Karin di restoran dekat sekolah." Ucap Ayumi dengan polosnya.

Sasuke langsung menatap Ayumi dengan tatapan terkejut. "Sakura bertemu dengan Karin?" tanya Sasuke dengan suara yang lumayan terkejut.

"He'em." Ucap Ayumi sembari menganggukkan kepalanya.

"Apakah mereka saling berbicara?"

"Iya. tapi saat mereka berbicara, suasana nya gak enak banget. Oh ya, Kaasan juga menceritakan kisah cinta nya dengan tousan loh. hehe" ucap Ayumi dengan polosnya.

Sasuke terdiam mendengar ucapan dari Ayumi. 'Karin ya? aku yakin, pasti Karin bicara apa-apa kepada Sakura. aku harus mempertanyakan nya besok.' Batin Sasuke.


Siang hari, dikediaman Sasuke terlihat Ayumi yang sedang duduk diruang tamu dengan ditemani Sasuke. Sasuke sudah mengambil cuti kerjanya selama seminggu lebih. "Ayumi, hari ini kamu tidak usah belajar dulu dengan Sakura-sensei ya?" ucap Sasuke.

"Hah? kenapa?" tanya Ayumi menatap Sasuke bingung.

"Sebentar lagi sensei mu dan tousan akan menikah. Jadi dia butuh istirahat. Tidak apakan?"

"Tapi Ayumi ingin belajar." Ucap Ayumi memasang wajah cemberut.

"Tolonglah Ayumi, untuk beberapa hari ini saja ya?" ucap Sasuke sedikit memohon kepada Ayumi.

Ayumi terdiam sejenak. "Emm... baiklah. Tapi sensei kesini kan?"

"Iya. Ada yang ingin tousan bicarakan dengan nya."

"Oh begitu. Ayumi kekamar dulu ya, tousan." ucap Ayumi sembari beranjak dari duduknya.

Sasuke mengangguk mempersilahkan putrinya untuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian, Sakura datang ke kediaman Sasuke dan terkejut begitu melihat sang pemilik rumah ah lebih tepatnya calon suaminya sedang terduduk disofa yang ada diruang keluarga. Dia menatap Sakura dan menghampiri Sakura. "S-sasuke-kun." ucap Sakura.

"Sekarang aku mengizinkan kamu untuk tidak mengajar Ayumi. kamu butuh istirahat. Sebentar lagi kita akan menikah." Ucap Sasuke.

Sakura hanya diam tidak merespon ucapan Sasuke. "Kita akan melaksanakan pernikahan kita 2 hari lagi, Sakura. dan kenapa kamu seperti menghindari ku beberapa hari ini?" tanya Sasuke sembari mengangkat dagu Sakura sehingga mau tak mau Sakura harus menatap Sasuke.

Sakura menatap Sasuke cukup lama. Sampai akhirnya dia melepaskan tangan Sasuke yang tadi dia pakai untuk mengangkat dagunya dan menghela nafas. Sakura menatap Sasuke serius. "Sasuke-kun apakah kamu mencintaiku?" tanya Sakura.

Sasuke sedikit terkejut mendengar pertanyaan dari Sakura. 'Cinta?' batin Sasuke terkejut.

"Apakah Sasuke-kun ingin menikahi ku karena cinta atau karena..."

Tiba-tiba saja Sakura menggantungkan ucapan nya. Sakura menghela nafas kembali. Sementara Sasuke dia diam mendengarkan ucapan Sakura. "Ingin aku menjadi seorang pe-pengganti k-kaasan Ayumi saja?" tanya Sakura mencoba menahan tangis nya.

Sasuke semakin terkejut mendengar ucapan dari Sakura. Dia terdiam tidak menjawab pertanyaan Sakura. 'Selama ini, aku tidak memikirkan perasaan nya.' batin Sasuke sembari menundukkan kepala.

Sasuke tidak berani menatap mata Sakura. dia bingung. Apakah Sasuke mencintai Sakura atau tidak? "S-sasuke-kun tolong jawab pertanyaan ku. disaat hari pernikahan kita semakin dekat. A-aku... hiks... malah ragu dengan mu." ucap Sakura tiba-tiba menangis.

Sasuke mengangkat kepalanya dan menatap Sakura yang sekarang sedang tertunduk dan mengusap pipinya sendiri. Sasuke berjalan menghampiri Sakura dan memeluk Sakura. "Sstt... kumohon jangan menangis. Aku tidak mau melihat mu menangis" Bisik Sasuke kepada Sakura.

"Jawab pertanyaan ku Sasuke-kun... hiks." Ucap Sakura sembari menangis dan enggan membalas pelukan Sasuke.

"Aku tidak tau apa yang aku rasakan saat bersama mu, Sakura. yang jelas aku merasa nyaman ketika bersama mu." ucap Sasuke sembari mempererat pelukan nya dan sukses membuat Sakura yang menangis menjadi terkejut.

TBC

Holla minna-san saya kembali dengan chapter 8 xD~~~
bagaimana? Acak-acakan ya? :(
dan terimakasih untuk semuanya sudah mereview fict saya ini ^^
Dan terimakasih juga Afisa UchirunoSS udah ngasih tau untuk perpindahan scane itu x) chapter kemarin aku lupa tidak dikasih tanda. maaf kalau sempat membuat kamu bingung. hehe *ditampar* sekarang ada kan tanda untuk perpindahan scane ? xD

Besok adalah chapter terakhir yeeeeeeeeeeee \(^_^)/ *joged-joged
tapi, aku bingung upacara pernikahan ala orang jepang itu seperti apa sih? ada yang mau ngasih tau aku ? :D
senang nya, bisa mengupdate karya tulisan abal ku ini di fanfic dan dibaca oleh semua orang, sampai-sampai di review, di follow dan di favorite kan :"D

Seperti biasa saya butuh Review, saran, kritik dan komentar dari anda yang membaca :D

Thanks to Reviews :
Tsurugi De Lelouch,
HH, Afisa UchirunoSS, nadya harvard, mako-chan, pindanglicious, hanazono yuri, sasusaku uciha, Ukida Haruka, sasusaku loversss