Sakura menatap Sasuke serius. "Sasuke-kun apakah kamu mencintaiku?" tanya Sakura.
Sasuke sedikit terkejut mendengar pertanyaan dari Sakura. 'Cinta?' batin Sasuke terkejut.
"Apakah Sasuke-kun ingin menikahi ku karena cinta atau karena..."
Tiba-tiba saja Sakura menggantungkan ucapan nya. Sakura menghela nafas kembali. Sementara Sasuke dia diam mendengarkan ucapan Sakura. "Ingin aku menjadi seorang pe-pengganti k-kaasan Ayumi saja?" tanya Sakura mencoba menahan tangis nya.
Sasuke semakin terkejut mendengar ucapan dari Sakura. Dia terdiam tidak menjawab pertanyaan Sakura. 'Selama ini, aku tidak memikirkan perasaan nya.' batin Sasuke sembari menundukkan kepala.
Sasuke tidak berani menatap mata Sakura. dia bingung. Apakah Sasuke mencintai Sakura atau tidak? "S-sasuke-kun tolong jawab pertanyaan ku. disaat hari pernikahan kita semakin dekat. A-aku... hiks... malah ragu dengan mu." ucap Sakura tiba-tiba menangis.
Sasuke mengangkat kepalanya dan menatap Sakura yang sekarang sedang tertunduk dan mengusap pipinya sendiri. Sasuke berjalan menghampiri Sakura dan memeluk Sakura. "Sstt... kumohon jangan menangis. Aku tidak mau melihat mu menangis" Bisik Sasuke kepada Sakura.
"Jawab pertanyaan ku Sasuke-kun... hiks." Ucap Sakura sembari menangis dan enggan membalas pelukan Sasuke.
"Aku tidak tau apa yang aku rasakan saat bersama mu, Sakura. yang jelas aku merasa nyaman ketika bersama mu." ucap Sasuke sembari mempererat pelukan nya dan sukses membuat Sakura yang menangis menjadi terkejut.
Cintaku, Guru Private Putri Ku
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Drama & Family
Pairings : Sasuke U. & Sakura H.
Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.
Sakura terkejut dengan apa yang Sasuke ucapkan. "A-apa maksud mu?" tanya Sakura tidak mengerti dengan ucapan Sasuke.
"Memang awalnya aku ingin menikahi mu menjadi pengganti kaasan nya Ayumi..." ucap Sasuke sukses membuat Sakura yang berada di pelukan Sasuke terkejut.
Sakura melepaskan pelukan Sasuke padanya, dan menatap Sasuke terkejut. "Jadi, Sa-sasuke-kun ingin menikahi itu karena ingin aku meng-" "Ucapan ku belum selesai, Sakura." ucap Sasuke memotong ucapan Sakura.
"Seiring dengan berjalan nya waktu, perasaan ku menjadi aneh ketika bersama mu. Aku merasa kembali menjadi saat pertama kali menyukai seorang wanita. Entah itu perasaan suka atau apa. Yang jelas aku tidak tau apa itu cinta atau bukan, dan jelasnya aku merasa nyaman dan ingin selalu bersama mu. Aku tidak ingin kehilangan kamu..." ucap Sasuke jujur dan panjang lebar.
Dia tidak berani menatap mata Sakura. Malu. Sasuke sukses membuat Sakura terdiam dengan ucapan nya yang panjang lebar itu. Sakura menatap mata Sasuke dalam-dalam. Dan dia pun langsung tersenyum menatap calon suaminya itu. Sakura langsung memeluk Sasuke dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Sasuke. "Aku juga tidak tau perasaan cinta itu seperti apa. Yang jelas aku yakin, Sasuke-kun pasti mencintai ku." ucap Sakura dengan percaya dirinya sembari mempererat pelukan nya pada Sasuke.
Sasuke sedikit terkejut dengan perlakuan Sakura yang tiba-tiba memeluknya. Sasuke tersenyum dan membalas pelukan Sakura. "Apa yang meyakinkan mu bahwa aku ini mencintai mu?" tanya Sasuke.
Sakura mengadahkan kepalanya menatap mata Sasuke. Sasuke menundukkan kepalanya untuk menatap mata Sakura. "Tatapan mu itu. Karena tatapan Sasuke-kun itu tidak bisa berbohong. Aneh kan? Hehe." Ucap Sakura cengengesan.
Sasuke tersenyum menatap Sakura. "Sekarang tidak ragu lagi kan dengan perasaan ku ini padamu? Karena kamu sudah yakin kalau aku ini mencintai mu." ucap Sasuke sembari menatap mata Sakura lembut.
Sakura menganggukkan kepalanya. "Iya maafkan aku, Sasuke-kun. Aku sudah ragu kepada mu." ucap Sakura dan wajah nya tiba-tiba memerah karena malu.
"Iya. Aku sudah memaafkan mu. Yang penting sekarang kita tidak boleh ada keraguan lagi. Kita harus saling percaya. Aku milik mu dan kamu milik ku." ucap Sasuke sembari mendekatkan wajah nya kepada wajah Sakura.
Sasuke mulai memiringkan kepalanya dan Sakura memejamkan mata. Sedikit lagi bibir Sasuke akan mengenai bibir Sakura namun tiba-tiba... "Tousan" teriak Ayumi tiba-tiba.
Sasuke dan Sakura secara reflek melepaskan pelukan mereka dan langsung jaga jarak. Mereka memalingkan muka berlawanan arah. Tampak terlihat wajah mereka bersemu dan mereka salah tingkah. "Hn. A-ada apa Ayumi?" tanya Sasuke.
"Kenapa wajah tousan sama sensei memerah? Eh, kok ada sensei sih?" ucap Ayumi terkejut menatap sensei nya ternyata sudah berada dirumahnya.
"A-ah wajah kita tidak memerah, Ayumi-chan. sensei sudah berada disini dari tadi." Ucap Sakura sembari menghampiri Ayumi.
"Emang benar kok, wajah tousan sama sensei memerah. Kalian sakit? Padahal dua hari lagi kalian nikah. Tapi tadi kenapa tousan memeluk sensei?" tanya Ayumi lagi.
"Iya, kita sedang sakit. Dan tadi tousan sedang menghangatkan calon kaasan mu ini." ucap Sasuke dengan wajah tanpa dosa.
"S-sasuke-kun!" ucap Sakura menatap Sasuke tajam dan wajah nya tambah bersemu.
"Apa? Ayumi, sebaiknya mulai sekarang kamu biasakan panggil sensei mu ini dengan sebutan kaasan. Dua hari lagi, Sakura-sensei mu ini akan menjadi kaasan mu." ucap Sasuke menghampiri Ayumi dan berdiri disamping Sakura.
"Boleh kah, Sensei?" tanya Ayumi memastikan Sakura.
Sakura tersenyum kepada Ayumi dan menganggukkan kepalanya. "Boleh kok, Ayumi-chan." ucap Sakura dengan senangnya.
"Kaasan Sakura." ucap Ayumi senang.
Ayumi langsung memeluk Sakura dan langsung dibalas oleh Sakura. Sasuke pun tiba-tiba ikut memeluk Ayumi dan Sakura. dan mereka bertiga pun tertawa-tawa. Mereka memang sudah pantas menjadi sebuah keluarga.
Malam hari kemudian, Sakura menghabiskan hari ini bersama Sasuke dan Ayumi. Sakura tidak pernah merasa sebahagia ini bersama Sasuke dan Ayumi. dia merasa seperti sudah berumah tangga dengan Sasuke. 'Dua hari lagi, aku akan menjadi istri Sasuke dan menjadi nyonya Uchiha. Tidak menyangka aku menjadi guru private malah menemukan jodoh.' Batin Sakura sembari menatap Sasuke yang sedang mengobrol dengan Ayumi.
"Tousan, besok main yuk? Sama kaasan Sakura. Udah gak sibuk sama persiapan pernikaan kalian kan?"
"Main? Boleh saja, asal jangan jauh-jauh ya. takutnya kecapean. Karena besok itu hari terakhir Sakura dengan tousan melepaskan masa lajang. Takut-takutnya lusa malah sakit. Masa pernikahan nya harus di tunda" Ucap Sasuke.
Sakura dan Ayumi tertawa mendengar ucapan Sasuke. "Iya, tousan. Ayumi-chan tau. Ayumi ingin kita main ke mall lagi. Kaya dulu. Ayumi-chan ingin beli sesuatu." Ucap Ayumi sembari tersenyum kearah tousan dan calon kaasan nya.
"Ingin beli sesuatu? Apa itu?" tanya Sakura penasaran.
"Rahasia. Tapi, ajak nenek Mikoto ya tousan?" ucap Ayumi memohon kepada Sasuke.
"Ngapain kamu ajak nenek kamu?" tanya Sasuke bingung.
"Emm... ya gak apa-apa sih. Kalau tousan gak mau, biar aku sama nenek saja main ke mall nya." Ucap Ayumi memasang wajah cemberut.
"Iya-iya, besok kita main ke mall dengan nenek Mikoto." ucap Sakura mengiyakan ajakan Ayumi.
"Benarkah sen- eh maksud ku kaasan?" ucap Ayumi memastikan Sakura dan memasang wajah senang.
Sakura menganggukkan kepala. "Iya. Sekarang kamu telpon nenek mu dan tidur. Ini sudah malam."
"Baik." Ucap Ayumi senang.
Ayumi langsung pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura yang masih duduk disofa yang berada di ruang tamu. "Sebaiknya aku pulang juga. Ini sudah malam." Ucap Sakura pamit pulang.
"Sebenarnya aku ingin kamu tetap disini. Tapi, kasihan Mebuki-basan sendirian dirumah." Ucap Sasuke.
Sakura terdiam mendengar ucapan Sasuke. 'Kaasan sendirian dirumah? Jadi bila aku menikah dengan Sasuke-kun, kaasan akan sendirian dirumah tanpa ku?' batin Sakura baru menyadari sesuatu.
Sasuke bingung melihat Sakura yang memasang wajah sendu setelah Sasuke berucap tadi. "Sakura, ada apa?" tanya Sasuke sembari menggoyangkan pelan pundak Sakura.
Sakura tersadar dari lamunan nya dan menatap Sasuke lalu tersenyum. "A-ah tidak apa-apa kok." Ucap Sakura sembari berjalan keluar dari rumah Sasuke.
Sasuke mengantar Sakura sampai didepan rumahnya. Sebelum menaiki motornya, Sakura berhenti didepan Sasuke. Sasuke bingung melihat Sakura yang masih diam tidak menaiki motornya. "Ada ap-" CUP. Sakura mencium pipi Sasuke tiba-tiba.
Sasuke terkejut dengan apa yang Sakura perbuat padanya. Sakura tersenyum menatap Sasuke dan wajahnya bersemu. "Aku pulang dulu. Selamat malam, Sasuke-kun." ucap Sakura pamit pulang.
Sakura menaiki motor nya dan mulai menjalankan motornya itu pergi meninggalkan Sasuke yang masih terkejut. Sasuke langsung tersadar dari terkejut nya setelah Sakura pergi meninggalkan kawasan rumahnya. Sasuke tersenyum "Sakura-Sakura" gumam Sasuke.
Tidak lama Sakura menjalan motornya dari rumah Sasuke ke rumahnya, sekarang Sakura sudah sampai di rumahnya dan memasukkan motornya kedalam rumah. Setelah menutup dan mengunci pintu, Sakura berjalan menuju ruang keluarga karena dia mendengar suara televisi. Terlihat Mebuki, kaasan nya Sakura sedang duduk disofa dan menikmati tontontan di televisi. Sakura tersenyum menatap kaasan nya dan langsung menghampiri kaasan nya. "Tadaima" ucap Sakura yang sudah duduk disamping Mebuki.
Mebuki tersenyum menatap putrinya yang sudah pulang. "Okaeri, Sakura-chan."
Sakura menatap kaasan nya dan tiba-tiba saja dia teringat dengan ucapan Sasuke 'Kasihan Mebuki-basan sendirian dirumah.' Tiba-tiba Sakura memasang wajah sendu. "Kaasan, aku menyayangi kaasan lebih dari apapun." Ucap Sakura sembari memeluk erat kaasan nya dari samping.
Mebuki sedikit terkejut mendapat perlakuan dari Sakura. Dia merangkulkan tangan kirinya kepada Sakura dan mengusap punggung Sakura. "Tumben berkata itu kepada kaasan, ada apa nih?"
"Enggak ada apa-apa kok, kaasan. Emang gak boleh Sakura berkata itu kepada kaasan?" ucap Sakura memasang wajah cemberut.
"Haha... boleh kok, sayang. Kamu itu kaya anak kecil saja ya. kamu itu sebentar lagi akan menikah. Hilangkan sifat mu yang kaya anak kecil itu." ucap Mebuki sembari mencubit pipi Sakura.
Sakura menjerit mendapat perlakuan dari kaasan nya. "Ahh~ kaasan. Sakit tau." ucap Sakura sembari melepaskan pelukan nya dari kaasan nya dan mengusap pipi nya.
Mebuki tertawa melihat Sakura. "Kaasan suka mencubit pipi kamu. Mungkin besok terakhir ya kaasan mencubit pipi kamu. Karena lusanya kamu bakal menikah dan gak bakal tinggal disini bersama kaasan." ucap Mebuki menatap Sakura sembari tersenyum sedih.
Sakura terdiam mendengar ucapan kaasan nya. Dia mencoba menahan tangisnya. Sakura langsung beranjak dari duduknya. "Sudah ah. Sakura mau membersihkan diri dulu."
Sakura langsung pergi meninggalkan Mebuki. Mebuki tersenyum menatap kepergian Sakura. 'Terimakasih tuhan telah memberikan putri seperti Sakura kepada ku.' batin Mebuki.
Sakura, Sasuke, Ayumi dan Mikoto sekarang mereka sedang berada di mobil milik Sasuke. seperti rencana Ayumi kemarin, mereka sedang dalam perjalan menuju mall. Ayumi bilang dia ingin beli sesuatu. Mereka sudah sampai di mall dan Sasuke memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus mobil. Mereka berempat turun dari mobil. "Tousan, kaasan, nenek kita makan dulu yuk?" ucap Ayumi.
"Hn."
Ayumi dan Mikoto berjalan duluan sedangkan Sasuke dengan Sakura berjalan dibelakang mereka. Setelah sampai di restoran, mereka memesan makanan. Setelah mencatat makanan yang mereka pesan, pelayan itu pergi meninggalkan mereka. Ayumi menarik tangan Mikoto mengisyaratkan Mikoto untuk membungkuk. Mikoto langsung menuruti apa yang cucunya isyaratkan. Ayumi langsung membisikkan sesuatu dan Mikoto langsung mengangguk-anggukkan kepalanya. Sasuke dan Sakura menatap bingung Ayumi dan Mikoto. "Kenapa kalian berbisik?" tanya Sasuke menatap tajam Mikoto dan Ayumi.
"Bukan apa-apa kok, Sasuke-kun." ucap Mikoto.
"Kaasan, tousan Ayumi sama nenek Mikoto mau ke suatu tempat dulu ya. gak apa-apa kan?" ucap Ayumi minta izin kepada Sasuke dan Sakura.
"Kemana?" tanya Sakura.
"Rahasia. Iyakan, nek?"
Mikoto menganggukkan kepalanya. "Iya gak apa-apa." Ucap Sasuke mengijinkan Ayumi.
"Yeeee~ Yuk, nek." Ucap Ayumi sembari menari tangan Mikoto.
"Iya-iya. cucu nenek gak sabaran banget ya. kita pergi dulu ya, nanti kesini lagi." Ucap Mikoto.
Sasuke dan Sakura langsung menganggukkan kepala mereka. Mikoto dan Ayumi pun pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura. "Oh ya, waktu bertemu dengan Karin, dia bercerita apa saja kepada mu?" tanya Sasuke kepada Sakura yang duduk disamping nya.
Sakura menghela nafas dan langsung menceritakan saat dia bertemu dengan Karin. "Oh jadi begitu. Aku jadi semakin muak saja sama dia." Ucap Sasuke.
"Sudahlah, Sasuke-kun. Jangan begitu. Biarkan saja dia. Sifat Karin-san memang seperti itu." ucap Sakura sembari mengusap lengan Sasuke.
Tidak lama kemudian Ayumi dan Mikoto kembali lagi sembari membawa sebuah kresek putih yang tidak bisa dibilang kecil atau pun besar. "Beli apa?" tanya Sasuke.
"Bukan apa-apa kok." Ucap Ayumi simple.
Tepat setelah Ayumi dan Mikoto duduk dikursi mereka lagi, pesanan mereka datang dan mereka memakan makanan mereka dengan diam.
Sakura diantar pulang oleh Sasuke ke rumah nya. Karena saat mereka akan pergi ke mall, Sasuke menjemput Sakura. "Terimakasih untuk hari ini, Sasuke-kun." ucap Sakura sembari tersenyum menatap Sasuke.
"Hn. Besok jangan bangun kesiangan dan terlambat menuju tempat pernikahan kita." Ucap Sasuke.
Sakura menganggukkan kepalanya. Sakura turun dari mobil dan berjalan menuju rumahnya. Setelah melihat Sakura sudah masuk kedalam rumah, Sasuke menjalankan mobilnya kembali untuk pulang ke rumah nya. "Tadaima." Ucap Sakura sembari menutup dan mengunci pintu rumahnya.
Sakura berjalan menghampiri ruang keluarga dan tidak menemukan kaasan nya. Lalu Sakura berjalan menuju dapur dan dia juga tidak menemukan kaasan nya. 'Kaasan kemana sih?' batin Sakura.
Sakura berjalan menuju kamarnya Mebuki. Saat sudah sampai di depan pintu kamar Mebuki, Sakura mengetuk pintu itu. "Masuk." Teriak Mebuki dari dalam kamar itu.
Sakura membuka pintu itu dan terlihat Mebuki sedang duduk di ranjang nya. Dia tersenyum menatap Sakura. "Ada apa, Sakura-chan?" tanya Mebuki sembari tersenyum kepada Sakura.
Sakura duduk disamping Mebuki. "Enggak ada apa-apa. Sakura cuma ingin melihat kaasan."
Hening seketika menyelimuti mereka berdua sampai Mebuki memecahkan keheningan itu. "Besok putri kaasan satu-satu nya ini akan menikah dan mempunyai suami juga anak. Padahal berasa baru kemarin kaasan melahirkan mu dan tousan mu bahagia dengan kelahiran mu di dunia ini..." ucap Mebuki sembari mengusap lengan Sakura.
"Dan mungkin ah bukan mungkin lagi, sekarang kamu terakhir Menemani kaasan dirumah ini. Sakura berjanjilah kepada kaasan jangan buat suami kamu nanti kecewa kepadamu, jadilah istri dan ibu yang baik. Dan satu lagi jangan lupakan kaasan. sering-seringlah hubungi kaasan dan tengok kaasan." ucap Mebuki lagi dan tiba-tiba saja air matanya jatuh. Mebuki sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya.
Sakura diam membisu mendengar ucapan Mebuki. Tiba-tiba saja Sakura juga ikut menangis. Sakura langsung memeluk erat kaasan nya itu. Mebuki langsung membalas pelukan Sakura dengan erat nya juga. "Iya kaasan, Sakura janji. Tegur Sakura bila Sakura melupakan kaasan. sejujurnya aku juga tidak mau meninggalkan kaasan sendirian dirumah. Ah bagaimana kalau nanti kaasan tinggal saja bersama ku?" ucap Sakura mengajak kaasan nya untuk tinggal bersama nanti.
Mebuki menggelengkan kepalanya. "Tidak, sayang. Kaasan tidak mau tinggal bersama kalian. Takutnya malah menganganggu. Tidak apa kaasan sendirian di sini, yang penting kamu sering ngehubungi kaasan dan menjenguk kaasan itu sudah cukup."
"Kaasan terimakasih sudah menjaga dan merawat Sakura sampai sekarang ini. Kaasan adalah wanita terhebat yang pernah aku temukan. Sakura janji, Sakura tidak akan melupakan kaasan." ucap Sakura sembari melepaskan pelukan nya pada kaasan nya dan mengusap air mata kaasan nya.
Mebuki tersenyum mendengar ucapan Sakura. "Bolehkan untuk malam ini saja Sakura tidur disini bersama kaasan?" ucap Sakura minta izin kepada kaasan nya.
Mebuki menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Boleh kok. Sekalian kita nostalgia yuk." Ucap Mebuki yang langsung di setujui oleh Sakura.
Untuk malam ini, kaasan dan putri Haruno itu bernostalgia sepanjang malam dan tertawa-tawa, menangis dan tidur bersama.
Keesokan harinya, Ini adalah hari yang terindah untuk Sakura maupun Sasuke. Karena hari ini mereka akan resmi menjadi sepasang suami-istri. Terlihat Sakura sedang berada di ruang rias berdiri di depan cermin yang lumayan besar. Sakura menatap pantulan dirinya yang ada dicermin. Sakura sudah memakai pakaian pengantin dan wajah nya terlihat sudah di polesi oleh make up. Sakura terlihat sangat cantik sekali. 'Aku akan menikah dan menjadi seorang istri dari Uchiha Sasuke dan kaasan dari Ayumi-chan? tidak pernah kubayangkan bakal seperti ini' batin Sakura.
"Putri kaasan cantik sekali." Ucap Mebuki tiba-tiba membuat Sakura terkejut.
"Kaasan ngagetin saja." ucap Sakura sembari menatap kaasan nya di cermin di hadapan nya.
"Maaf-maaf." Ucap Mebuki sembari tersenyum.
"Kaasan juga cantik sekali." Puji Sakura kepada kaasan nya.
"Ah Sakura bisa saja." ucap Mebuki tersipu malu.
Sakura dan Mebuki tertawa pelan. Tiba-tiba seorang membuka pintu ruang itu dan tampak Mikoto, seorang wanita entah siapa dan Ayumi. "Sakura kamu sudah siap? Hey, tolong Sakura untuk bersiap-siap." Perintah Mikoto kepada wanita yang bersamanya.
Wanita itu mengangguk dan menghampiri Sakura dan membantu Sakura untuk siap-siap. Mikoto dan Ayumi duduk di sofa yang ada diruang itu. "Sakura itu gadis yang baik." Ucap Mikoto sembari menatap Sakura yang sedang dirapikan oleh wanita tadi.
"Terimakasih, Mikoto-san." Ucap Mebuki.
"Anda mengurusnya dengan baik. Terimakasih telah merestui hubungan Sasuke dengan Sakura."
"Ah terimakasih juga telah merestui Sakura untuk menjadi istri Sasuke."
Ayumi yang bosan mendengar para nenek nya berbicara langsung menghampiri Sakura yang sudah siap. "Waw... kaasan cantik sekali." Puji Ayumi kepada Sakura.
"Benarkah? Terimakasih, Ayumi-chan. Ayumi-chan juga cantik sekali." Ucap Sakura sembari tersenyum kearah Mikoto.
Ayumi tersenyum senang kearah Sakura. "Sebelum menuju tempat pernikahan, Ayumi ingin kita poto-poto dulu. Nenek Mikoto, Nenek Mebuki sini kita poto dulu. Basan tolong dong potoin kita." Ucap Ayumi meminta wanita yang merapikan Sakura tadi untuk memotret mereka dengan I-Pad miliknya.
Mereka langsung mengambil posisi. Sakura di tengah, Mikoto di samping kanan Sakura sedangkan Mebuki di samping kiri Sakura. Ayumi dia berdiri di depan Sakura. KLIK. Wanita itu mengembalikan I-Pad itu kepemiliknya. Ayumi melihat hasil poto itu dan tersenyum. "Terimakasih, basan." Ucap Ayumi.
Semua saksi terlihat sudah duduk di kursi kayu panjang yang disediakan. Terlihat Sasuke menunggu mempelai wanita di altar. Tidak lama kemudian, datanglah mempelai wanita bersama pendamping mempelai wanita itu. Sasuke tersenyum menatap mempelai wanita itu. 'Sakura, kau sangat cantik sekali.' Batin Sasuke memuji Sakura.
Sasuke menyambut Sakura dan mereka berdua berjalan beriringan ke dekat pendeta. Setelah mengucapkan janji, pendeta menyuruh kepada kedua pengantin itu untuk memasang cincin kepada jari manis pasangan mereka. Sakura meraih tangan Sasuke, lalu menyematkan cincin ke jari manis Sasuke. Begitu juga dengan Sasuke kepada Sakura. Setelah itu, pendeta menyuruh mempelai pria untuk mencium mempelai wanita. Sasuke mendekat kearah Sakura. Sasuke mulai memiringkan kepala dan semakin dekat kearah Sakura. Sebelum menempelkan bibirnya pada bibir Sakura, Sasuke berbisik kepada Sakura "Aishiteru."
Ayumi yang berada di sana mata nya langsung ditutup oleh sang paman, Itachi. "Jisan, kenapa mata ku di tutup?" ucap Ayumi kesal.
"Belum waktunya liat." Ucap Itachi dengan santai nya.
CUP, Sasuke langsung mencium bibir Sakura dan memejamkan mata nya. Sakura terkejut mendengar bisikan Sasuke kepadanya. Sasuke mengakhiri ciuman nya pada Sakura. Sejenak mereka saling pandang. Sakura tersenyum dan wajahnya bersemu. "Aishiteru mo, Sasuke-kun." ucap Sakura tulus.
Keesokan harinya, Sasuke dan Sakura berencana untuk berbulan madu. Mereka sudah siap untuk berangkat berdua. Ayumi, Mikoto, Fugaku, Mebuki dan Itachi mereka berada di sana, dirumah Sasuke untuk melihat kepergian pengantin baru itu untuk berbulan madu. "Kaasan, Tousan Ayumi-chan ingin ikut." Ucap Ayumi menatap mohon kepada Tousan dan kaasan barunya.
"Sudah nenek bilang, kamu tidak boleh ikut. Itu acara mereka berdua. Oh ya, sudah di kasih barang itu kepada mereka?" tanya Mikoto kepada Ayumi.
"Oh iya, hampir lupa. Bentar kaasan, tousan kalian jangan dulu berangkat." Ucap Ayumi sembari berlari ke dalam rumah.
Beberapa menit kemudian Ayumi membawa sebuah kado dan memberinya kepada Sakura. Sakura menerima kado itu dan menatap bingung kado yang Ayumi berikan. "Kado? Siapa yang ulang tahun?" tanya Sasuke.
"Itu bukan kado ulang tahun, tousan. Itu kado dari Ayumi atas pernikahan kalian berdua."
"Ayumi beli kado itu dengan uang nya sendiri. Dia belinya waktu kita jalan-jalan di mall. Ingat?" Ucap Mikoto.
"Benarkah? Terimakasih banyak Ayumi-chan." ucap Sakura sembari mengusap rambut Ayumi.
"Sama-sama, kaasan."
"Ayo kita harus segera berangkat." Ucap Sasuke kepada Sakura.
Sakura menganggukkan kepala. "Sakura, Sasuke hati-hati ya dijalan. Semoga saat kalian pulang, Sakura bisa memberikan ku cucu." Ucap Mikoto.
Sasuke dan Sakura mendengar ucapan Mikoto tiba-tiba saja wajah mereka bersemu. "Tidak segampang itu, kaasan. ayo ah Sakura." ucap Sasuke sembari menarik tangan Sakura dan membuka pintu mobil untuk Sakura.
Sakura yang ditarik Sasuke pun hanya pasrah dan langsung masuk ke dalam mobil duduk di kursi samping tempat kemudi. Sedangkan Sasuke, dia duduk di kursi kemudi. Mobil pun Sasuke nyalakan dan pergi meninggalkan kawasan kediaman Sasuke. Acara bulan madu mereka berdua pun dimulai.
Hari, bulan, tahun telah berlalu begitu dengan cepat. Sakura dan Sasuke sudah hidup bersama selama 7 tahun lebih. Sakura memberi Sasuke keturunun dua putra. Putra pertama bernama Uchiha Haru yang berumur 7 tahun dan bersekolah di Elementary School Konoha kelas 1. Dan putra kedua mereka adalah Uchiha Hiroshi yang berumur 4 tahun. Ayumi pun sudah berumur 14 tahun. Ayumi sudah kelas 2 di Junior High School.
Sekarang, Sakura sedang menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya. Itu sudah menjadi aktifitas pagi Sakura. Saat sedang asyik-asyik nya menyiapkan sarapan, tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggang nya. "Ohayou." Ucap nya sembari menyandarkan kepalanya di bahu Sakura.
Sakura sedikit terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu. Sakura menatap kesamping nya dan terlihat suaminya, Uchiha Sasuke tengah memejamkan matanya. Sakura tersenyum menatap nya. "Ohayou mo, Sasuke-kun. Tolong lepaskan pelukan mu ini, aku sedang menyiapkan sarapan." Ucap Sakura melepas tangan Sasuke yang melingkari pinggang nya.
Mau tak mau Sasuke melepaskan pelukan nya pada Sakura. Sasuke tampak rapi dengan pakaian kerja nya. Sasuke duduk di kursi utama meja makan dan menatap Sakura yang menyimpan sarapan di meja makan. Tiba-tiba Ayumi datang dengan berpakaian seragam sekolahnya sembari membawa tas dan duduk di samping kanan nya Sasuke. "Ohayou, kaasan, tousan." ucap Ayumi.
"Ohayou, Ayumi-chan. Oh ya, Ayumi-chan apakah Haru-kun sudah bangun dan mandi?" tanya Sakura.
"Sudah kok."
Tepat setelah Ayumi mengucapkan itu, datanglah seorang anak laki-laki memakai baju seragam Elementary School Konoha sembari membawa tas gendong. Paras anak laki-laki itu seperti Sasuke, rambut nya pun sama seperti Sasuke. Hanya saja mata nya seperti Sakura. dia duduk di samping Ayumi. "Ohayou kaasan, tousan, Ayumi-neechan" ucap anak laki-laki itu. sebut saja Haru.
"Ohayou, Haru" ucap Ayumi sembari mengacak-acak rambut Haru.
Haru menatap sebal kearah neechan nya. Ayumi hanya tertawa melihat ekspresi Haru. Sasuke tersenyum menatap putra dan putri nya. 'Walau pun mereka tidak seibu, mereka akrab. Syukurlah' batin Sasuke.
"Ayo dimakan sarapan nya. nanti kalian terlambat masuk ke sekolah. Kaasan mau lihat jagoan kaasan yang satu lagi."
Setelah mengucapkan itu, Sakura pergi meninggalkan dapur. Sasuke, Ayumi dan Haru mulai memakan sarapan mereka. Sakura pergi menuju kamar Haru dan putra bungsu nya. Sakura membuka pintu kamar itu dan terlihat putra bungsu nya duduk di samping ranjang nya sembari mengusap kedua matanya. Sakura tersenyum menatap putra bungsu nya. "Hiroshi-kun" ucap Sakura sembari menghampiri putra bungsu nya. Hiroshi.
Hiroshi menatap kaasan nya dengan kedua mata onxy nya itu. Paras Hiroshi kebanyakan mirip Sakura, namun untung nya rambut mengikuti tousan nya. "Kaachan. Hiroshi lapar." Ucap Hiroshi dengan polos nya.
Sakura tertawa geli mendengar ucapan Hiroshi. "Hiroshi-kun lapar? Ya ampun, padahal baru bangun tidur. Ya sudah, ayo kita ke dapur. Disana ada tousan, neechan, niichan sedang sarapan." Ucap Sakura sembari menuntun tangan Hiroshi untuk keluar dari kamar nya.
Hiroshi dan Sakura berjalan menuju dapur. Setelah sampai dapur, terlihat Sasuke, Ayumi dan Haru sedang memakan sarapan mereka dengan diam. Sakura dan Hiroshi menghampiri mereka dan tatapan mereka langsung tertuju pada Hiroshi. "Wah... Hiroshi sudah bangun." Ucap Ayumi menatap Hiroshi senang.
"Iya, neechan. Hiroshi sudah bangun."
Mereka pun melanjutkan sarapan pagi mereka. Setelah sarapan mereka habis, Sakura mengantar Sasuke, Ayumi dan Haru ke depan rumah. Mereka hendak melaksanakan kegiatan mereka sehari-hari. Sasuke bekerja, Ayumi dan Haru bersekolah. Sebelum berangkat ke kantor, Sasuke mengantar Ayumi dan Haru ke sekolah.
Sakura dan Hiroshi berdiri di depan rumah sedankan Sasuke, Ayumi dan Haru sudah berada di dalam mobil. "Dadah... tousan, neechan, niichan." Teriak Hiroshi sembari melambaikan tangan kearah mereka yang berada di mobil.
Sasuke tersenyum menatap putra bungsunya dan hanya membalas lambaian tangan nya. Beda sekali dengan Ayumi dan Haru. Mereka melambaikan tangan mereka dengan semangat dan berteriak "Dadah juga, Hiroshi."
Sakura tertawa menatap kedua anak nya. Sedangkan Hiroshi hanya tersenyum saja menatap kedua kakak nya itu. Mobil itu pun berjalan dan pergi meninggalkan kediaman Uchiha itu. Sakura tersenyum menatap kepergian mobil Sasuke itu.
'Ini lah kehidupan ku setelah menikah dengan Sasuke. Nama ku telah menjadi Uchiha Sakura. Aku memberikan dua orang putra kepada Sasuke. Dan Ayumi-chan yang dulu murid private ku dan sekarang telah menjadi putri tiri ku. Walaupun Ayumi-chan itu putri tiri ku, aku menyayangi nya seperti aku menyayangi Haru-kun dan Hiroshi-kun. Dan aku bahagia dengan kehidupan ku yang sekarang. Terimakasih, kami-sama.' Batin Sakura sembari tersenyum.
"Kenapa kaachan tersenyum?" tanya Hiroshi membuarkan lamunan Sakura.
"Ah tidak apa-apa kok, ayo masuk ke rumah, Hiroshi."
Sakura dan Hiroshi pun masuk ke dalam rumah dan Sakura menutup pintu nya.
FIN
HAIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII *lambaikan tangan*
Saya kembali dengan Fict saya yang abal ini xD
bagaimana dengan chapter terakhir ini? abal banget ya? acak-acakan banget ya? gaje banget ? *plak*
habisnya aku sempet bingung sama ending nyaT-T
maaf banget kalau ending nya tidak sesuai apa yang kalian harapkan maaf banget *sujud*
oh ya, apa chapter terakhir ini gak kepanjangan? Maaf kalau kepanjangan *sujudlagi*
sebelum nya terimakasih yang udah ngikutin fict ini sampai tamat. terimakasih banget :"D
terimakasih juga buat para readers yang sudah mereview, ngefollow dan ngefavorite fict ini :"))
Balas review chapter kemarin xD :
Tsurugi De Lelouch : Chapter ini diantara SasuSaku nya enggak ada keraguan lagi kan kak ? :D
Ryouta Shiroi : nih udah ada chapter 10 :D
mako-chan : setiap baca review nya Mako-chan entah kenapa aku suka ketawa-ketawa =)) hehe ._.v
hanazono yuri : ini sudah ada chapter 10 kak :) ending nya gimana kak? :D
sasusaku loversss : hehe aku suka sekali nyiksa Sakura *plak* chapter ini Sakura menang kan kak? xD
pindanglicious : hehe, makasih kak sudah kasih tau aku. aku terkadang melupakan hal sepenting itu xD *plak
sasusaku uciha : Ini sudah ada chapter terakhir :D
nadya harvard : hihi, makasih sudah kasih tau :)
Afisa UchirunoSS : hehe. typo itu sulit dihilangkan x)) *plak* iya, apa disini SasuSaku sudah bahagia kak? :D
aguma : udah nih chapter 10 nya :D
