Chapter 2 updated yo!

Akhirnya lanjut juga (=w=)v

Gomen kalo updatenya lama, minna! (emangnya lama ya?)

Rin : Akhirnya gue bisa berhenti blushing-blushing gak jelas gini...

Rinto : Author, kapan gue dipasangin sama Lenka?

Rikka : Kalo lu udah pergi ke alam baka, baru gue pasangin sama Lenka WUAHAHAHA... ouch my stomach :v

Rinto : Hiks... kejamnya...

Rin : KYAAA... Rinto-kun KAWAII!

Rikka : Stop duo orenji yang di atas! Minna, sampe ketemu di ABC! LENKA, DISCLAIMER!

Lenka : Ha-hai'

Disclaimer

Vocaloid is not mine. Vocaloid baru jadi milik Rikka pas April mop, WUAHAHAH! #STOP

Vocaloid © Crypton Future Media .Inc

Kagamine Rinto © Vocaloid

Kagamine Lenka © Vocaloid

Koko ni Iruyo © Rikka^^

WARNING : TYPO(s), gaje, abal, cuwaw(?), alur kecepetan, dll.

Title : Koko ni Iruyo!

Summary : Apapun yang terjadi, dimanapun kau berada... aku akan tetap berada di sisimu.

Characters : Kagamine Rinto & Kagamine Lenka

Author : KagamineRikka a.k.a. Rikka

It starts!

.

.

.

.

.

Normal POV

"HEI, KALIAN SUDAH TAU BELUM?!" tanya salah seorang gadis, sebut saja unknown (Author : males ngasih namanya masa' =w=) dengan begitu histeris di kelas Lenka.

"BELOM!" jawab anak-anak yang ada di kelas dengan garang karena gadis itu bertanya (baca: teriak) dengan sangat kencang.

"DUO ORENJI BARU SAJA JADIAN!" teriak gadis itu lagi. Suaranya sangat keras bagaikan toa mesjid(?). (Author: kok gak nyambung yah? /plak)

SIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNN NNGGGGGGGG...

Kesunyian melanda kelas itu. Sepertinya nyawa anak-anak yang ada di kelas itu melayang. Setelah nyawa mereka kembali ke tubuh masing-masing, terbentuklah...

"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!" teriak seluruh anak-anak di kelas kecuali Lenka dan Len.

"KAU BOHONG!"

"CURAAAAAAAAAANGGGGG"

"Mengapa... oh... mengapa... (note : nyanyi lagu syahrini)"

"Oh...RINNY KUUUUUUUU!"

"KYAAAAAA...TIDAAAAKKK...CURAAAAAAANNNNGGGG...AAAR RRRGGHH...GYAAAAAAA"

—sebuah kebun binatang nan ribut. Kelas yang tadinya sepi damai adem ayem(?) mengalahkan kuburan, skarang telah berevolusi menjadi demo dadakan. Hanya ada 2 orang di pojokiri dan pojok kanan yang tidak ikut ribut. Di pojok kiri, ada Lenka dengan wajah frustrasi yang nyawanya telah melayang setengah dan ada pisang berputar-putar di sekeliling kepalanya. Sedangkan di pojok kanan, ada Len. Kondisinya lebih shock dan lebih buruk daripada Lenka, mungkin nyawa Len sudah sepenuhnya melayang(?).

Keadaan Len memang lebih parah, tapi mari pusatkan perhatian pada Lenka

Lenka POV

Ri-Rinto jadian dengan Rin? Jadi dia menerimanya? Tapi... kenapa? Apa Rinto juga menyukai Rin? Lalu, kenapa ia tidak pernah memberitauku? Padahal aku kan temannya sejak kecil... Tapi, kalau dipikir-pikir, akhir-akhir ini Rinto memang agak tertutup padaku. Apa aku pernah membocorkan rahasianya sehingga ia tidak mau lagi membagi rahasianya lagi denganku? (author : doh, Lenka kepo banget deh =w=)

Argh... masa bodo ah' soal itu, itu kan terserah Rinto, apa dia mau membagi rahasianya denganku atau tidak. Kembali ke permasalahan awal. Kalau aku tau Rinto menyukai Rin, pasti aku sudah menyerah sejak dulu. Haah... padahal aku sudah sempat berharap... (author : ecieh Lenka ngarep /plak) Tapi... sejak kapan... Rin menyukai Rinto? Bukankah dia menyukai Len?

~Flashback~

Aku sedang berjalan di sebuah koridor yang sepi, yah... hanya ingin jalan-jalan saja sih. Lalu, tiba-tiba aku mendengar suara Rin.

"A-atashi wa... Rinto ga... suki" kata Rin dengan tergagap.

"Ri-Rin-chan... kau serius?" tanya Rinto ragu-ragu

"Atashi wa Rinto ga suki!" kata Rin lagi, kali ini suaranya terdengar lebih mantap.

DEG...

Ri-Rin... dia serius..?! A-apa Rinto akan menerimanya? Kuharap ia tidak menerima Rin. Kuharap tidak...tidak...tidak...

"Rin-chan... aku..." kata Rinto.

Aku tidak sanggup mendengarnya lagi. Aku belum siap untuk mendengar jawaban Rinto. Aku langsung berlari menuju kelas, dan berharap mimpi burukku tidak akan menjadi kenyataan. Semoga saja...

~End of Flashback~

Dan sekarang, mimpi burukku benar-benar menjadi kenyataan. Haha... aku sama sekali tidak menyangka ini akan terjadi. Kurasa sejak dulu kebahagiaan memang jauh dariku. (Author: hus Lenka gk boleh berpikir begitu | Lenka: pan elu yang bikin ceritanya thor-")

GREEEK...

Suara pintu kelas yang dibuka menyadarkanku dari lamunanku. Dan masuklah dua orang yang paling tidak ingin kulihat saat ini, Rin dan Rinto. Pada saat mereka berdua masuk ke kelas, kulihat banyak orang mulai berbisik-bisik—kebanyakan sih perempuan. Yaah... paling gadis-gadis itu sedang bergosip—maklumlah di kelas ini banyak gossip girl. Lalu kulihat Rinto berjalan ke arah tempat dudukku dan duduk di sampingku. Ah... iya ya, dia kan memang duduk bersebelahan denganku. Setelah itu, aku langsung mengeluarkan earphone-ku lengkap dengan iPodnya, dan aku mulai mendengarkan lagu. Tujuannya sih untuk melupakan stressku sebentar dan nyuekin Rinto. Tapi kurasa aku salah mendengarkan lagu.

When you grow up, would you marry me?

Of course, yes i will, i want to marry you to

Do you remember...

Ya, aku sedang mendengarkan lagu "Yakusoku no Hana". Entah kenapa lagu ini justru membuatku ingin menangis. (Author: ya terus ngapain atuh lu dengerin tu lagu? | Lenka: suka-suka ane lah._.) Tanpa kusadari, air mata pun mengalir dari mataku. Aku berusaha untuk menangis, tapi air mataku tetap terjun bebas dari mataku(?). Dan kurasa... Rinto menyadari kalau aku menangis. Hoh... gawat.

"He-hei Lenka... kau tidak apa-apa?" tanya Rinto dengan nada khawatir. Doh... gue kan lagi denger lagu... jadi wajar kali kalau nangis gara-gara terlalu menghayati lagu.

"G-gak pa-pa kok...ini lagunya sedih aja.. hehe..." jawabku sambil cengar-cengir.

"Kalau nangis, ya nangis aja, jangan nangis sambil ketawa, aneh tau gak ngeliatnya..." kata Rinto sambil memasang wajah anehnya(?).

"Gak tau masa' kakak..." kataku dengan muka inosen(?). Oke sepertinya virus alay mulai terdeteksi.

"Sekali-sekali sadar diri atuh dek. Wait! Gue GAK sudi jadi kakak lu!" jawab Rinto sambil menekankan kata 'GAK'.

Dan tejadilah perbincangan gak jelas bin absurd yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang benar-benar absurd(?). Dari ribut soal 'kakak-adek' ; 'jeruk-pisang' ; bahkan sampai membicarakan 'taman lawang-bunderan HI' (?). Kami terus membicarakan hal-hal gak jelas lainnya sampai-sampai...

BRAAKKK!

Rinto POV

BRAAKKK!

Cih, siapa sih yang berani-beraninya menggebrak mejaku dan mengehentikan pembicaraan seruku dengan Lenka?! (Author: emang seru ya ngomongin bunderan HI? | Rinto: seru tau, masa yah, tadi ada yg berenang di bunderan HI?! | Author: abaikan si jeruk yang satu ini, BACK TO STORY!)

Aku langsung melihat si penggebrak meja menyebalkan ini. Begitu juga dengan Lenka. Dan ternyata dia adalah... (sfx: jengjengjengjeng... jengjengjengjeng...)

"Kalau kalian masih ingin 'berpacaran', silahkan pergi keluar..." kata si penggebrak meja dengan suara yang terdengar 'evil'. Terlihat ada aura gelap disekitarnya. Dan si penggebrak meja adalah...

"ME-MEIKO-SENSEI!" teriakku kaget. Ralat, ternyata Lenka juga ikut berteriak. Jadi namanya adalah 'teriak kami' (?)

GLEK...

Gawat... kalau Meiko-sensei marah... konsekuensinya adalah... memebelikannya sebotol sake. Oh uangku... secepat inikah kau harus melayang? Semoga saja Dewi Fortuna sudah kembali dari liburannya di Hawaii.

"Ya... kalian benar. Nah sekarang... apa kalian mau mengikuti pelajaranku atau tidak?" tanya Meiko-sensei dengan tampang sangarnya. Aku hanya mengangguk, begitu juga Lenka. (Rinto: asaan si Lenka ikut-ikut gue mulu-" | Author: gak apa-apa atulah.-.b)

"Haaah... baiklah kali ini kalian kumaafkan... tapi tidak lain kali.." kata Meiko-sensei dengan 'evil smirk' nya. Lenka hanya bisa ber-sweatdrop ria, sedangkan aku ber-facepalm ria. Tapi setidaknya uangku tidak jadi melayang. Oh... rupanya Dewi Fortuna sudah selesai berlibur!

Setelah itu aku mengikuti pelajaran Meiko-sensei dengan malas. SANGAT MALAS.

-Skip Time-

TENG...TENG...TENG...

Akhirnya musik terindah di dunia berbunyi, BEL PULANG! Yosh, aku bisa pulang sekarang. Aku segera membereskan barang-barangku dan bergegas pulang. Tiba-tiba sebuah suara yang amat sangat kusukai terdengar...

"Rinto-kun, pulang bareng yuk!" kata Rin dengan bersemangat. Aku langsung mengangguk dan tersenyum senang. Lalu, aku berjalan pulang dengan Rin.

Di perjalanan, aku mengobrol banyak hal dengan Rin. Yah, pembaca maklum sajalah, namanya juga kopel baru(?). Dan topik utama pembicaraan kami adalah JERUK. (author: yah inilah jadinya jika duo orenji bersatu.. menjadi kabinet jeruk bersatu /whut) Tiba-tiba Rin melihat ke belakang. Karena penasaran, aku bertanya padanya.

"Rin-chan, ada ap—" omonganku terputus karena tiba-tiba...

—RIN MENCIUMKU!

Lenka POV

Aku sedang dalam perjalanan pulang, sambil mendengarkan musik dari iPod-ku—LAGI. Tiba-tiba aku melihat Rinto sedang berduaan dengan Rin. Ukh... dadaku sesak rasanya saat melihat mereka berduaan. Tiba-tiba, Rin melihat ke arahku, tepat di mataku, dan langsung tersenyum licik kearahku. Lalu... dia kembali mengucapkan sebuah kata tanpa suara.

"Loser!" itulah yang bisa kulihat dari gerak mulutnya. Lalu, dengan gerakan cepat ia langsung mendekat ke arah Rinto, dan menciumnya!

Rasanya hatiku seperti ditusuk ribuan jarum saat melihatnya. Air mataku ingin mengalir seketika. Aku langsung berlari ke rumahku, membuka pintunya, masuk ke dalam, dan membanting pintunya agar menutup. Aku langsung melempar tasku ke segala arah dan meringkuk di sofa. Dan di sana aku menangis sejadi-jadinya(?). Syukurlah, ayahku masih dinas di luar negeri dan ibuku tidak pulang hari ini. Setidaknya tidak akan ada yang melihatku seperti ini sekarang...

TO BE CONTINUED

Yeah, chapter 2 selesai!

Doh, Lenka nangis jadi pengen ikutan nagis :" /woii

Chapter 2 lebih pendek dari yang sebelumnya, hehe... :D

Oke, sekarang jawaban review yah!

Reply to : Yuzumi Suzu'o

Udah update nih! :D

Keep reading yah!

Reply to : Chang Mui Lie

Iya, udah lanjut nih! w)b

Keep reading! :D

Yak! Segitu dulu dari Rikka. Gomen kalo ada kata-kata yang gak dimengerti, soalnya Rikka sendiri pusing bacanya(=w=)v

Mind to RnR? :D