Chapter 2 - Isn't She…?
hanamiJOY137
Unforgettable Love
KyuMin FIRST fanfictoin
WARNING : THIS IS GENDERSWICH FANFICTION
Rated T goes to M
.
.
Main Cast : Cho Kyu Hyun and Lee Sung Min
Other Cast : Omma, Appa, Lee Donghae, Yesung, Shindong, Kim Ryeowook, Choi Siwon
Dan cast akan bertambah seiring jalan cerita.
.
.
Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah Novel karya Tang Xiao Lan, berjudul Unforgettable Love. Ini BUKAN FF remake, karena alur cerita berbeda. Hanya beberapa bagian dan tema cerita yang sedikit (?) sama. Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin tetap milik Tuhan, keluarga, fans dan juga saya (?) ^^
.
.
Love Kyumin, enJOY all !
Lee Sung Min, seorang perempuan cantik berusia 26tahun, ia bekerja menjadi seorang wartawan sekaligus editor disebuah perusahaan penerbitan majalah Star Magazine. Ia adalah putri kedua dari dari tuan Lee Kang In dan nyonya Park Jung Soo –atau sekarang menjadi Lee Jung Soo dan adik dari seorang namja tampan bernama Lee Donghae.
Kakaknya Donghae adalah seorang guru di Yongsan High School Seoul. Dong Hae dan Sung Min sebenarnya bekerja diluar pendidikan formal mereka. Donghae yang sedari kecil didik untuk belajar bisnis untuk meneruskan perusaah keluarganya, sedangkan Sungmin, memilih untuk melanjutkan sekolahnya di salah satu universitas Fashion dan Design ternama di Jepang . Ayahnya, 5tahun lalu masih menjabat sebagai seorang CEO di perusahaan kunstruksi miliknya, tapi, kuasa Tuhan dan takdirnya mengubah segalanya. Ayahnya terjerat dalam persaingan bisnis yang sangat kejam, ia ditipu ratusan juta won oleh rekan kerja bahkan yang ia sudah anggap sahabatnya pada saat itu. Kejadian itulah yang membuat Lee bersaudara tersebut harus menghentikan kuliahnya, dan menjalani profesi dengan hanya mengandalkan bakatnya saja.
Donghae adalah seorang pemusik yang sangat baik, ia bisa bermian piano, gitar dan beberapa alat music lainnya, karna itulah, dengan bantuan seorang teman dan pembuktian berupa prestasi yang pernah ia torehkan dalam bidang music selama ini, ia dapat mengabdi disekolah terkemuka tersebut. Yah walaupun pendapatannya tak seberapa. Sedangkan Sungmin, ia memang hobi menulis dan fotografi sejak Junior high school, jadi tidak salah jika ia menjadi seorang editor dan penulis handal di majalah Star tersebut. Selain karena hobi yang dimilikinya, Sungmin diterima disana, karena ia memenangkan kontes menulis, dan karna kerja kerasnya ia bisa menjadi seorang penulis yang segani disana. Tuan Lee sendiri saat ini bekerja menjadi buruh tani di sebuah perkebunan buah, sedangkan Nyonya Lee menjadi pembuat kue di sebuah toko kecil milik tetangganya. Sungmin dan Donghae bekerja keras untuk melunasi hutang-hutang keluarganya, sedangkan tuan dan nyonya Lee tidak berpenghasilan yang begitu besar, sehingga hanya cukup untuk makan mereka sehari – hari saja. Tapi keluarga kecil itu tak pernah sekalipun goyah, mereka tetap hidup dalam hangatnya cinta, saling mengasihi, walaupun tidak banyak waktu yang dapat mereka habiskan untuk bersama karena terhalang oleh pekerjaannya.
.
.
.
Suara kicauan burung diluar sana saling bersahutan, bersamaan dengan terbitnya sang mentari. Tidak hanya kicauan burung, bahkan remaja dan beberapa orang juga sedang berkicau tentang berita scandal yang membuat heboh pagi itu.
"Omona ! siapa wanita ini ? beraninya merebut Kyuhyun oppa-ku."
"Huhuhuuu, wanita ini cantik sekali, serasi sekali dengan Cho Kyuhyun ."
"Cih, Cho Kyuhyun itu cepat sekali berganti wanita, padahal baru kemarin dia digossipkan dengan penyanyi bernama Victoria Song."
Kira-kira seperti itulah yang ia dengar sepanjang perjalanannya ke kantor hari ini.
Sungmin memang setiap hari selalu berjalan atau naik kendaraan umum untuk kekantor, ia tidak mempunyai kendaraan pribadi, selain menurutnya akan boros bensin, lebih baik uangnya ia simpan. Lagipula, jika ada tugas untuk mengejar berita mendadak, ia akan dipinjamkan Mercy mewah milik sahabatnya, sekaligus kepala editor di tempatnya bekerja, seperti kemarin.
.
Sesampainya dikantor, sungmin langsung dipanggil oleh kepala editor -Kim Ryeowook. Kim Ryeowook adalah seorang penulis yang baik juga, walaupun kekasih dari Yesung ini selalu mengaku bahwa tulisan Sungmin lah yang terbaik.
Menjadi seorang penulis telah mempertemukan Sungmin kembali dengan sahabat kecilnya tersebut. Ryeowook adalah sahabat kecil sungmin, sebelum Ryeowook harus pindah ke Jepang saat Junior High School dulu. Yesung, Ryeowook dan Sungmin memang bersahabat sejak masih di Junior High School. Yesung dan Ryeowook memang sempat memiliki impian untuk menjadi seorang penulis atau wartawan professional dan sekarang mereka telah mencapai impiannya, bahkan lebih dari itu. Sedangkan Sungmin, impian terbesarnya sedari dulu hanyalah menjadi seorang designer terkenal dengan nama ibunya sebagai merek dari rancangannya. Tapi Sungmin harus menelan pil pahit karena harus menyimpan impiannya tersebut. Dan Yesung adalah seorang pemilik perusahaan majalah segaligus wartawan dan penulis diperusahaan miliknya sendiri. Majalah Star tempat Sungmin dan Ryeowook bekerja dan majalah YStyle milik Yesung memang bersaing, tapi mereka tidak pernah bersaing secara kotor, mereka bersahabat diluar maupun di dalam hubungan bisnis.
.
.
.
"Minnie-ya, bagaimana kau bisa mendapatkan berita heboh ini?"
"ah, semalam aku mengejar berita mahal ini, otte ? bukankah ini bagus?"
"Yah, aku juga tau kalau semalam kau mendapatkannya, maksudku, bagaimana bisa kau tau jika Cho itu akan berkencan semalam? Kau bertanya ii bagus? Tentu saja Minnie-ah, berita ini langsung menjadi trending topic dan web kita diakses oleh ratusan orang pagi ini, belum lagi Koran harian kita."
"Hah,, aku memang hebat Wookie-ah.. ~kkkk."
"aish, sombong sekali eoh?" Ryeowook tersenyum dengan tingkah sahabatnya yang satu ini.
Setelah urusannya selesai, ia beranjak dari ruangan Ryeowook dan kembali ke mejanya, menatap layar monitor didepannya dan bersiap untuk membuat berita ini menjadi semakin berkembang dengan ribuan spekulasi yang akan menyebar dikalangan masyarakat.
_SKIP TIME_
Ditempat lain, seorang namja tampan, tengah mematut dirinya didepan sebuah cermin besar. Ia tampak sangat tampan dengan setelan jas yang melekat pada tubuh jangkungnya. Pagi ini, ia akan menghadiri acara pesta pembukaan media WorldPlay Entertainment. Berusaha keras ia mengabaikan gossip miring yang beredar pagi ini. Bukannya tidak mau meluruskan apa yang terjadi, tapi ia lebih memilih menurut pada manager-nya dan menunggu instruksi dari pimpinan di agensinya.
"Kyu-ah, kau sudah siap ? Kajja, kita berangkat, sebelum terlambat."
"huh, arraseo hyung."
.
Setelah 30 menit menit menempuh perjalanan, Kyuhyun sampai ditempat Pesta pembukaan tersebut. Ia turun dengan dengan gagah dari mobil sport miliknya. Tak lupa, ia menebar senyum menawan yang ia miliki kepada beberapa relasi serta rekan kerjanya sebagai Artis maupun sebagai pewaris Cho Corporation.
"Kyuhyun-sshi, siapa wanita yang bersamamu semalam?"
"apa benar dia calon istri anda?"
"Ada berita bahwa kau dan wanita itu telah dijodohkan oleh keluarga, benarkah?"
"Kyuhyun-sshi… Kyuhyun-sshi…."
Pertanyaan, pertanyaan dan pertanyaan bodoh seperti itulah yang ia dengar disepanjang Red Carpet, tapi sekali lagi ia berusaha mengabaikannya, hanya membalas dengan senyuman menawan yang ia miliki, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dan berlalu begitu saja diiringi teriakan dan tatapan kecewa dari para pewarta berita maupun fans yang telah menunggunya sejak tadi.
Sesampainya ia didalam gedung, sedikit berbasa - basi dengan para relasii bisnis yang sekedar mencari muka didepannya itu, ia lalu duduk disebuah meja ditemani dengan segelas red wine. Berusaha kembali mengabaikan atau setidaknya tersenyum paksa kepada penggangu kedua yang ia temui diacara ini setelah wartawan. Mereka adalah wanita-wanita yang berusaha menarik perhatiannya ; tersenyum, mengedipkan mata, menyapa dan… ah, memikirkannya saja sudah membuat sesuatu didalam perutnya seperti menendang keatas.
.
.
Dimeja lain, seorang wanita tengah merenggut kesal setelah terburu – buru ke acara ini setelah keluar dari ruangan sang Wakil Direktur Star yang dengan seenaknya saja memberikannya tugas dengan mendadak, sekali lagi MENDADAK kepadanya. Pesta pembukaan WorldPlay Entertaiment itu bukankah tugas Choi Sulli untuk menghadiri dan melakukan wawancara eksklusif dengan CEO-nya ? Kenapa tiba-tiba diserahkan bagitu saja padanya ? Lagipula, dia belum pernah mendengar berita penyerahan tugas.
"Choi Sulli diutus ke daerah Daegu untuk melakukan peliputan dan wawancara, tetapi dengan cerobohnya, ia juga membawa kartu undangan pesta pembukaan WorldPlay … jadi kali ini dengan sangat terpaksa aku harus merepotkanmu Sungmin-sshi. Ah! aku juga sudah membuat janji dengan CEO WorldPlay agar kamu bisa wawancara eksklusif, dan selain dengan CEO, kamu juga akan mewawancari pemilik saham mayoritas terbesar kedua disana. Jangan sampai kamu menyia-nyiakan kesempatan ini…."
Kira-kira seperti itulah yang ia dengar dari mulut atasannya tersebut sebelum ia benar-benar menghadiri pesta pembukaan. Sejak ia keluar dari ruangan Wakil Direktu tersebut, senyum menawan yang pagi tadi ia tampilkan berbubah menjadi senyum kaku yang seakan dipaksakan.
Menurut pandangan sebagian orang, mungkin wajah Wakil Direkturnya -Tiffany Hwang yang selalu dipoles dengan riasan, pakaian yang mahal dan berkelas, modis, anggun dan senyuman yang manis, tetapi dimata seorang Lee Sungmin, dia seperti siluman bertopeng yang tidak ada manisnya sedikitpun.
Jika ada yang bertanya, apakah saai itu ia marah ? Tentu saja. Siapa yang tidak akan marah jika diberikan tugas secara mendadak, terlebih lagi kita harus mencari kartu undangan lain untuk dapat masuk dan melakukan tugasnya. Tapi sepertinya, marah itu tidak ada gunanya saat itu. Lebih baik jika ia langsung saja membuka e-mail dan mancari siapa saja rekannya dimedia lain untuk mendapatkan selembar Kartu Undangan. Dan setelah mendapatkannya ia pun langsung ketempat acara.
"Sungmin-ah, kau hebat sekali. Kudengar kemarin malam kau mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk mendapatkan foto Cho Kyuhyun dengan wanita barunya!"
Orang yang duduk disebelahnya, seorang teman yang tidak begitu akrab dan teman seprofesinya menjulurkan kepala disebelahnya. Namun Sungmin hanya membalasnya denga seulas senyuman tipis yang terpatri diwajah cantik.
.
.
Pesta Pembukaan WorldPlay Korea tidak hanya dihadiri oleh media dan pelaku entertainment saja tetapi bayak juga petinggi perusahaan yang datang menghadirinya. Para lelaki dan perempuan hilir mudik berjalan untuk sekedar berjabat tangan dengan para pesaingnya. Setelan jas dan gaun mahal, perhiasan, jam emas dan penjepit dasi para lelaki yang menghiasi setiap lekuk tubuhnya dan senatiasa memberikan sinar cahaya yang cemerlang, terangnya bahkan seakan ingin mengalahkan matahari yang bersinar ditengah hari. Mereka saling mengangkat gelas sambil berbincang dan tertawa yang sangat sopan sembari menutup mulutnya, seakan tidak memiliki kebebasan untuk tertawa lepas. Dimulai dari basa - basi untuk sekedar berjabat tangan, menanyakan kabar, lalu diakhiri dengan membicarakan saham, perencanaan pembangunan dan niat untuk berinvestasi, 'benar – benar bisnis' pikirnya. Ditengah kelompok orang-orang ini, mata foxy Sungmin melihat seorang namja tampan, ia adalah CEO WorldPlay, Choi Siwon. Dia memakai jas hitam model terbaru Giorgio Armani, tampan, sorot matanya yang tegas namun hangat, tinggi dan memiliki tubuh atletis. Dan disebelahnya seorang pria dan seorang wanita. Pertama kali melihatnya, dia belum dapat menyimpulkan dengan terjadinya perang dingin. Dan tiba – tiba sebuah firasat buruk memenuhi benaknya.
Bagaimana bisa seperti ini ? Choi Siwon ternyata bersahabat dengan Cho Kyuhyun dan wanita itu…
DEG!
Seo Joo Hyun, atau yang sekarang sudah berubah marga menjadi Choi Seohyun, adik tiri dari Choi Siwon, wanita yang seharusnya ia hormati sebagai adik CEO WorldPlay agar memberikan kesan yang baik, itu ternyata adalah wanita yang ia kejar semalam, wanita yang berada dalam satu mobil dengan Cho Kyuhyun. Wanita yang foto scandalnya ia tebar dalam sebuah pemberitaan.
Ingin rasanya ia berteriak sekarang. 'Bagaimana ini ? bagaimana jika Choi Siwon tidak mau bekerja sama untuk wawancara eksklusif denganku ? bagaimana jika aku dipecat oleh wanita Hwang itu ?' batinnya.
Sementara Sungmin sibuk dengan sekelebat pikiran-pikiran yang mengganggu benaknya, tanpa ia sadari, seorang lelaki tengah memperhatikannya dengan dingin, tanpa ekspresi yang pasti untuk mengambarkan raut wajahnya, tatapannya seperti melihat sebuah benda tak bernyawa. 'Isn't she..?' batin lelaki tersebut.
Hingga akhirnya, sebuah seruan mengalihkan perhatian matanya dari Lee Sungmin dan menatap benci pada orang yang telah memanggilnya tersebut.
"Oppa…"
TBC, END or DEL ?
Review Please ^^
Hi readers and reviewers
Update kilat ini….
Alurnya agak sedikit berantakan ya, maaf.. *puppyeyes*
Maaf juga jika ada TYPO..
Gimana nih Chap 2 baguskah ?
Kasi saya masukan lewat kotak Review dibawah
Dan buat readers yang tanya, FF ini terinspirasi dari mana, saya udah sempat bilang, FF ini terinspirasi dari novel Fiksi karya Tang Xiao Lan, judulnya sama "Unforgettable Love" ^^
Follow juga nih twitter saya tikhaee ~kkkk.. :p
