Previews Chapter

Hingga akhirnya, sebuah seruan mengalihkan perhatian matanya dari Lee Sungmin dan menatap benci pada orang yang telah memanggilnya tersebut.

"Oppa…"

.

.

hanamiJOY137

Unforgettable Love

KyuMin FIRST fanfictoin

WARNING : THIS IS GENDERSWICH FANFICTION

Rated T goes to M

.

.

Main Cast : Cho Kyu Hyun and Lee Sung Min

Other Cast : Omma, Appa, Lee Donghae, Yesung, Shindong, Kim Ryeowook, Choi Siwon

Dan cast akan bertambah seiring jalan cerita.

.

.

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah Novel karya Tang Xiao Lan, berjudul Unforgettable Love. Ini BUKAN FF remake, karena alur cerita berbeda. Hanya beberapa bagian dan tema cerita yang sedikit (?) sama. Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin tetap milik Tuhan, keluarga, fans dan juga saya (?) ^^

.

.

Love Kyumin, enJOY all !

.

.

"Wae Seohyun-ah ? Dan bisakah kau berhentilah memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu." Jawab Kyuhyun dengan gamlangnya kepada wanita disebelahnya itu.

"Oppa, jebal, bisakah kau bersikap manis padaku? Bukankah nenek bilang bahwa kita akan segara menikah?"

"Cih, menikah? Berhentilah bermimpi Seo Joo Hyun-sshi. Siwon hyung, aku muak disini, aku ingin menyegarkan pikiranku sebentar."

"Ne, arraso Kyu-ah." Kyuhyun pun berlalu dari hadapan kedua kakak-beradik tersebut.

"Seo-sshi, bisakah kau tidak menggangu acaraku malam hari ini? Beruntung aku mengijinkanmu datang kemari." Sakartis siwon pada adik tirinya.

"Oppa, aku ini dongsaeng mu, tidak bisakah kau menyayangiku ?" ujarnya dengan raut wajah yang akan segera menangis.

"Mwo ? Dongsaeng, eoh? Memangnya kapan Ibuku pernah melahirkan wanita penjilat sepertimu? Bahkan Kyuhyun saja menyebutmu jalang. Jadi berhentilah berharap aku akan menganggapmu dongsaeng. Aku tak pernah mempunyai seorang dongsaeng dari wanita yang telah menghancurkan hubungan ayah dan ibuku." Ucapnya tanpa memperdulikan Seohyun yang menggeram marah.

.

.

Setelah acara pembukaan itu selesai, kini, disebuah ruangan yang rasanya terlalu luas jika hanya ditempati oleh tiga orang tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Jangankan berbicara, rasanya mereka bertiga enggan untuk menimbulkan suara apapun, bahkan dentingan jarum yang terjatuh pun akan terdengar oleh ketiganya.

Lee Sungmin, duduk dengan sangat tenang walau batinnya tengah berkecamuk dalam keadaan seperti ini, sedangkan dua orang pria didepannya,,, entahlah, satu pria tersenyum hangat padanya dan satu lagi, errr menatapnya baikan seekor singa yang siap membunuh mangsanya.

"Ehem, Lee Sungmin-sshi, rasanya kita sudah siap untuk memulai perbincangan kita" pecah seorang lelaki tampan didepannya.

"Ah, ne Choi Siwon-sshi. Tapi bagaimana dengan pemegang saham mayoritas yang akan ikut andil juga dalam perbincangan kita, apa dia tidak bisa had-"

"Aku pemegang saham mayoritas, silahkan dimulai Sungmin-sshi" belum selesai ia bicara, lelaki satunya lagi –Cho Kyuhyun- telah memotong pembicaraannya.

"Oh, mianhae Cho Kyuhyun-sshi. Jeongmal mianhae." Ucap Sungmin sembari menahan malunya karena kesalahannya telah mengabaikan lelaki tersebut.

Wawancara eksklusif itu berjalan dengan sangat baik, menurut pengamatan Choi Siwon, namun sadarkah ia akan dua orang lainnya? Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin. Entahlah.

Setelah usai, Sungmin bergegas meminta izin untuk meninggalkan ruangan tersebut. Sedikit bernafas lega karna sudah terlepas dari acara yang cukut membuatnya berkeringat tadi.

"Hahhh, akhirnya selesai juga. Cukup memuaskan, lihat apa yang akan Nona Hwang itu katakan padaku" seulas senyuman merekah dari bibir shape tersebut.

"Lee Sungmin-sshi…." Sebuah suara cukup mengagetkan memanggilnya. Dan seketika ia berbalik, melihat siapa yang memanggilanya, tiba-tiba hanya rasa terkejut yang memenuhi pemikiran dan benaknya.

"Ah, n-nde Cho K-Kyuhyun-sshi…"

KYUHYUN POV

"Hahhh, akhirnya selesai juga. Cukup memuaskan, lihat apa yang akan Nona Hwang itu katakan padaku" kata wanita didepanku ini, sebenarnya aku tak tau kenapa ingin sekali mengikuti wanita ini. Dan rasanya 'bermain-main' sedikit dengan wanita ini akan sangat menyenangkan. Setelah menyusun rencana selama beberapa detik diotak jeniusku ini, aku pun langsung mengirim pesan kepada salah seorang temanku.

"Lee Sungmin-sshi…." akhirnya aku memanggilnya, dan aku rasa ia sedikit terkejut mendengar aku memanggilnya.

"Ah, n-nde Cho K-Kyuhyun-sshi…" terlihat jelas kegelisahannya saat menjawab panggilanku.

"Sepertinya aku masih punya urusan denganmu, hmm bagaimana denganmu Sungmin-ah?" ia sedikit tersentak saat aku memanggilnya dengan begitu akrab. Akupun berjalan kehadapannya. Mungkin karena terlalu terkejut atau tak tau harus melakukan apa, ia hanya diam. Hingga, belum sempat ia bereaksi, pergelangan tangan mungilnya sudah kucengkram erat. Aku menariknya menuju sebuah ruangan lainnya di ujung koridor sana.

KYUHYUN POV END

Kyuhyun mempercepat langkahnya hingga ia sampai didalam ballroom kosong tersebut. Masuk dan menutup pintu kembali. Dengan wajah dingin ia menatap Sungmin yang tengah menunduk dan terengah-engah kehabisan nafas akibat ditarik paksa oleh Kyuhyun tadi.

"Kau telah mengancam karierku saat ini. Sebaiknya apa yang haus aku lakukan, hem?" Tanya kyuhyun pada wanita didepannya. Nada bicaranya lembut, tapi sarat akan sebuah amarah yang tersirat jelas diwajahnya.

"Ah, sepertinya, karierku sudah terlanjur tercoreng oleh beritamu itu, bagaimana jika sekalian saja 'kita' membuat karierku sebagai artis hancur? Tidak masalah, melanjutkan perusahaan keluargaku sepertinya lebih baik…." lanjutnya dengan sebuah senyuman, ah tidak, sekarang itu seperti sebuah seringgaian.

Kyuhyun mendekat. Sungmin berusaha menghindar. Tapi sebelum ia sempat berlari menuju pintu keluar, punggungnya sudah dipaksa memebentur dinginnya dinding dibelakangnya. Saat ia mendongak keatas,

DEG!

Mata itu bertemu dan entah mengapa jantung kedua insan berlainan jenis tersebut tiba-tiba dipompa lebih cepat -diatas batas normal. Namun, mereka masih tetap menjaga wibawanya mempertahankan ego yang sejak awal telah menguasai pikiran keduanya. Dengan satu tarikan nafas, Kyuhyun membuka suaranya. "Jangan bergerak!." Ia sedikit berbisik, tapi suaranya menggambarkan sebuah kewibawaan yang sulit ditentang. Nafas Sungmin mendadak dipenuhi oleh aroma tak terduga yang menyegarkan. Itu aroma parfum edisi terbatas merk Boss. Masih dalam pemikirannya tentang parfum mahal itu, tiba-tiba saja dia merasakan bibir lembut dan panas menempel pada bibirnya sendiri. Wajah tampan lelaki didepannya dapat ia lihat dengan sangat jelas. Pikirannya mendadak seperti disambar petir, menjadi kosong dalam sekejap.

'Apa yang dia lakukan? Mengapa bisa seperti ini?' batin Lee Sungmin.

Walaupun tadi ia melihat Cho Kyuhyun yang angkuh dan dingin bagaikan gunung es, namun bibirnya sungguh terasa sangat panas.

Lee Sungmin memebelalakan matanya dengan binggung, pikirannya benar-benar kacau. Belum lagi sekarang bibir itu mulai bergerak-gerak dirasakan olehnya.

Lelaki tampan Cho itu bukan hanya mengecupnya saja, bahkan kini ia tengah melumat bibir shape tersebut. Setelah mendapat serangan mendadak seperti itu, entah dari mana datangnya keinginan Sungmin untuk menutup matanya, dan menikmati saja ciuman tersebut.

"Eunghhhh…" mendengar leguhan dari wanita didepannya, membuat Cho Kyuhyun menyeringgai disela ciumannya. Sedangkan Lee Sungmin sibuk merutuki dirinya sendiri dalam hati setelah mengeluarkan leguhan nista tersebut.

Sesaat kemudian Lee Sungmin mendadak merasakan ciuman itu begitu ringan, tidak dalam dan tidak menuntut seperti beberapa saat yang lalu. Ketika ia menyadari suhu bibirnya dari panas yang dihantar bibir Kyuhyun tadi berubah menjadi dingin, lelaki yang baru saja menciumnya sudah melangkah pergi meninggalkan tempat ia berada.

Ditelinganya hanya menggema bisikan parau dari lelaki yang menciumnya barusan, "Kita lihat saja nanti!"

Lee Sungmin yang ditinggalkan sendiri, masih mengerjapkan matanya, mencoba menebak maksud dari perkataan tersebut, sampai akhirnya ia mendenggar suara shutter kamera yang tajam dan gesit muncul dengan berkedip-kedip disekelilingnya. Cahaya lampu kamera berdekatan satu sama lain. Sungmin sampai disilaukan dan tidak dapat membuka matanya dalam beberapa detik. Dia hanya berusaha menutupi matanya –menutupi wajahnya- , seolah ia tidak ingin seluruh dunia tau dan melihat dirinya yang tampak memalukan saat ini. Dia kini ia menyadari dengan rasa terkejut, ternyata dirinya begitu membenci cahaya menakjubkan yang dikeluarkan blitz kamera tersebut. 'Mungkinkah ini yang dirasakan oleh mereka yang pernah kukejar dengan sorotan lampu kamera?' batinnya.

Segalanya yang datang secara tiba-tiba ini membuatnya sulit untuk menerima. Sungmin mulai mengerti, kini dirinya telah masuk kedalam perangkap seorang Cho Kyuhyun. Trik yang digunakan oleh Cho itu diibaratkan dengan "mata dibayar mata, uang dibayar uang dan nyawa dibayar nyawa". Tidak sedikitpun dia menjawab pertanyaan tentang hubungannya dengan Choi Seohyun saat disinggung dalam wawancara tadi, malah sekarang ia membuat skandal yang sama setelah pesta perjamuan kelas atas, dan kini ikut melibatkan dirinya. Digosipkan dengan seorang artis besar seperti Cho Kyuhyun, Lee Sungmin sudah menduga selanjutnya dirinyalah yang pasti akan dikejar oleh teman-teman seprofesinya –wartawan media. Dengan begini dia pasti tidak dapat melanjutkan gossip tentang Cho Kyuhyun dengan Choi Seohyun.

Berpikir dengan begini, Sungmin menggertakan gigi bawahnya dengan panas. Marah, takut, gelisah, kalut, ah, semuanya berkecamuk menjadi satu dalam benaknya.

Namun, ketika ia mengingat kembali ciuman itu, hatinya justru dipenuhi gelombang yang tak tertahankan. Saat itu Cho Kyuhyun menatap kedalam matanya. Disana ada sekilas keraguan dan kecemasan. Ia pun tak dapat menduga apa yang sebenarnya sedang dia ragukan dan apa yang sedang dicemaskan? Dia tak tau, yang ia tau hanyalah, setelah ia menghadiri pesta perjamauan pembukaan media kali ini, dirinya telah menjadi karakter "penunggang badai" dalam dunia hiburan. Dia akan digosipkan sebagai salah satu kekasih –dari sekian banyak- artis besar dan penguasa Cho Corporation Korea.

.

.

Ditempat lain. Setelah selesai dengan urusannya tersebut, ia kembali menemui sahabatnya. Tampak seringgaian yang tercetak jelas diwajah tampannya.

"Apa yang sudah kau lakukan pada gadis itu Cho?" Tanya sahabatnya itu.

"Haha, hanya sedikit bermain-main dengannya Siwon hyung."

"Mwo? Bermain-main? Huh, tidakkah kau berpikir lebih jauh pabbo? Bagaimana jika nanti kehidupannya akan lebih sulit jika dunia tau bahwa kau dan dia berhubungan? Pekerjaannya bagaimana?" cecar Siwon padanya.

"Hyung! Dia sendiri saja tidak memikirkan karierku saat itu, lalu untuk apa aku memikirkannya juga. Tapi yeah, jujur saja, saat aku melakukannya aku sedikit ragu."

"Waeyo?"

"Dia manis hyung. Matanya seperti milik ibu." Jawabnya tulus. Dan Siwon, hanya tersenyum simpul mendengar penuturan sahabat sekaligus dongsaengnya itu.

'Kyu-ah, kau tau, aku sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi nanti.' Batin Choi Siwon

.

.

Setiap harinya ada banyak orang yang menelepon penerbit majalahnya dan ponsel Lee Sungmin. Wartawan yang memotretnya dan menguntitnya diam – diam juga takk kalah banyak. Akibatnya Tiffany Hwang memanggilnya keruangan untuk diceramahi, lalu memintanya untuk sementara menghindar dari skandal itu dengan cara pergi meninggalkan Seoul, atu sekalin keluar dari Korea untuk beberapa waktu.

"Aku akan pergi ke Busan, The Talent Case –sebuah ajang pencarian bakat- mengadakan kontes pemilihan bakat disana. Manager Publikasinya mengirim e-mail padaku untuk melihat-lihat kesana. Sore ini aku berangkat."

Lee Sungmin memang tidak ingin menjelaskan dan berdebat dengan Tiffany Hwang. Maka dengan meninggalkan beberapa patah kata ia langsung berbalik dan meninggalkan ruangan tersebut.

Matahari musim panas sangat terik siang ini, panasnya membuatnya sulit bernafas. Langkah Lee Sungmin sangat cepat karena setiap berjalan satu langkah dia akan merasa seperti menginjak kayu yang terbakar, rasanya nyeri dan sangat menusuk.

Setelah pulang untuk mengemasi barangnya, mampir bertemu ayah di perkebunan dan ibu ditoko untuk berpamitan, akhirnya sore itu ia bergegas untuk berangkat.

Bagi penerbit majalah besar, kontes pemilihan bakat sebenarnya sama sekali tidak bernilai. Biasanya kegiatan untuk meliput hal seperti ini akan ditugaskan kepada pegawai baru, tetapi kali ini dia terpaksa pergi meninggalkan Seoul.

Tiffany Hwang kelihatan sangat senang. Lee Sungmin tahu perempuan bertopeng itu selalu ingin mengeluarkannya dari seoul. Kali ini keinginannya akhirnya terkabul. Merasakan hal itu, hatinya samar-samar merasakan amarah yang seketika muncul dibenaknya. Ponselnya berbunyi tanpa henti, lagi, kini wartawan dari media hiburan itu menelfonnya untuk mengetahui gossip-gossip hangat tentangnya itu. Sungmin menolak panggilan tersebut. Dia mengirim pesan singkat kepada Manager Publikasi The Talent Case, Lee Hyukjae untuk memberi tau waktu penerbangannya, lalu tanpa ragu-ragu ia mematikan ponsel, mengeluarkan kartunya dan tidak segan-segan untuk membuangnya. Kartu ponsel tersebut membuat lengkungan diudara dan terakhir menukik di tempat sampah. Di tempat lain, kantor pusat penerbitan Majalah Star, Tiffany Hwang berdiri disebelah mejanya, wajahnya yang dipoles riasan tebal tersebut perlahan-lahan memunculkan seulas senyuman puas atas kepergian salah satu penulis terbaik dikantornya. Penulis yang selalu berhasil merebut perhatian Presdir dan me-nomor duakan dirinya. Lee Sungmin, bawahannya sekaligus rival yang paling sulit untuk dia tendang keluar dari perusahaan tersebut.

.

.

Menyebarnya gossip tentang scandal tersebut tidak terlalu diambil pusing oleh keluarga Lee, karena memang, sejak awal putrinya telah mengatakan bahwa itu semua hanya kesalahpahaman. Walaupun Donghae sempat naik pitam akan fitnah yang menimpa adiknya, tapi ia tak mau gegabah, selain itu Sungmin juga mengatakan bahwa semuanya dapat ia atasi.

Berbeda halnya dengan keluarga Lee, disisi lain, tentu saja ada seorang yang geram akan pemberitaan tersebut. Siapa lagi jika bukan Choi Seohyun. Wanita itu kini seperti orang gila, memikirkan siapa wanita yang telah berani merebut 'Kyuhyun-nya'. Kyuhyun-nya? Ya, entah sejak kapan ia sudah meng-klaim bahwa Kyuhyun itu miliknya seorang, walaupun pada kenyataannya Kyuhyun hanya menganggap ia wanita murahan yang tidak tau malu.

Sebenarnya, saat Senior High School beberapa tahun silam, Kyuhyun sempat tergila-gila dengan Seohyun, akan tetapi, Seohyun yang sangat tergila-gila oleh harta tersebut menolat Kyuhyun mentah-mentah dan menghina Kyuhyun yang dianggapnya hanyalah orang miskin. Sejak Junior high school Kyuhyun memang tak pernah menunjukan kekayaan yang dimilki keluarganya. Ia menjadi seorang pemuda sederhana, yang selalu menggunakan fasilitas umum untuk kesekolah, bahkan ia kadang berjalan kaki. Bukan apa-apa, Kyuhyun hanya tidak mau bergantung pada fasilitas orangtuanya, ia ingin mandiri dan ia selalu berfikiran, rasanya tidak realistis jika ia mengumbar fasilitas mewah milik orangtuanya, bukan dari hasil jerih payahnya. Oleh karena itu Seohyun selalu beranggapan bahwa Kyuhyun hanyalah orang miskin, yang berbeda kasta dengannya.

Sejak saat itulah Kyuhyun mulai membenci Seohyun, selain materialistis, ia juga sering mendapati Seo bercumbu dengan banyak lelaki kaya. Bukan hanya satu atau dua, tapi "banyak".

Beberapa tahun kemudian, setelah tau bahwa Kyuhyun adalah seorang pewaris dari perusaan besar Cho Corporation, ia mulai mengerahkan kekuasaan ayah tirinya untuk memikat Kyuhyun, yeah, salah satunya dengan cara mendekati nenek Kyuhyun. See? Wajar bukan jika wanita itu dipanggil jalang.

"Arghhhh, Lee Sungmin, siapa dia? Hanya wartawan biasa kan? Cantik ? tidak! Aku seratus kali lebih baik darinya. Huh, aku harus menyingkirkannya bagaimanapun caranya." Ucap seohyun penuh penekanan pada setiap kalimatnya.

Dan tanpa ia ketahui, Siwon telah berdiri didepan kamarnya. Akhirnya sesuatu yang ia takutkan saat itu terjadi. Ia takut jika Seohyun bertindak dan ia tidak mau hal itu terjadi baik pada wartawan Lee Sungmin ataupun pada Kyuhyun. Setelah mendengarnya langsung saja menyambar ponselnya, menghubungi seseorang diseberang sana.

.

.

Pagi ini gadis manis itu telah bersiap untuk memulai harinya di Busan. Jeans panjang dan kemeja berlengan panjang berwarna soft brown tipis yang dimasukan kedalam celananya dan mencetak jelas lekuk tubuhnya, serta beberapa aksesoris cantik untuk menunjang penampilannya, seakan melengkapi hari pertamanya dikota ini.

Tak ingin membuat Lee Hyukjae menunggunya lebih lama di lobby hotel, ia segera bergegas, menyambar tas dan kameranya di nakas lalu turun kebawah.

"Lee Hyukjae-sshi, mianhae membuatmu lama menunggu." Ucapnya pada wanita manis didepannya.

"Ah gwencana Sungmin-ah, dan tak perlu memanggilku terlalu formal. Panggil saja Eunhyuk atau kau bisa memanggilku Hyukkie. Agar lebih akrab. Bukankah kita akan bekerja sama dalam waktu yang tidak singkat." Candanya

"ah ne Hyukkie-ah. Kalau begitu kau panggil saja aku Minnie." Jawab Sungmin diiringi denga senyum terbaiknya. 'teman baru, ah tidak tapi sahabat baru yang sangat baik' batinnya

"Ne Minnie-ah. Kajja kita berangkat."

Lalu kedua wanita yang memiliki kadar ke-manisan (?) diatas rata-rata itu berjalan beriringan. Menuju tempat pelatihan, yang tempatnya tak begitu jauh dari tempat karantina peserta sekaligus hotel yang Sungmin tempati saat ini di Busan.

.

.

Berbeda dengan pagi menyenangkan si gadis di Busan tersebut, pagi ini seseorang tengah duduk, menatap datar secangkir kopi pahit didepannya. Tak dapat jelas dibaca ekspresi apa yang ia tunjukan saat ini. Gelisah? Marah? Khawatir? Entahlah hanya ia saja yang tau apa yang ia rasakan saat ini. Yang jelas, saat ini pikirannya hanya tertuju pada seorang gadis cantik yang telah membuat tidurnya tak nyenyak semalaman ini.

TBC, END or DEL ?

Review Please ^^

Hi readers and reviewers

I'm back dengan Chapter 3 ini.. kurang panjang kah?

Mianhae kalo gitu, chap depan saya usahakan lebih panjang deh..

Oh ya, buat yang tanya atasan Ming itu siapa, sebenernya kalo disebuah perusahaan media cetak gitu atasannya ada banyak sih. Yang jelas Wokkie itu atasan ketiganya Ming. Atasan pertama itu Presdir perusahaan, atasan kedua itu Direktur dan Wakil Direktur. Gitu deh pokoknya, Cuma Tuhan, Ming dan Author yang tahu, ~kkkk.. #dilemparreaders

Maaf juga, jika tidak sesuai EYD dan banyak TYPO.. *tampangmemelas*

Follow juga saya ditwitter : tikhaee

Paypay readers kece ^^