Previous Chapter
Berbeda dengan pagi menyenangkan si gadis di Busan tersebut, pagi ini seseorang tengah duduk, menatap datar secangkir kopi pahit didepannya. Tak dapat jelas dibaca ekspresi apa yang ia tunjukan saat ini. Gelisah? Marah? Khawatir? Entahlah hanya ia saja yang tau apa yang ia rasakan saat ini. Yang jelas, saat ini pikirannya hanya tertuju pada seorang gadis cantik yang telah membuat tidurnya tak nyenyak semalaman ini.
.
.
hanamiJOY137
Unforgettable Love
KyuMin FIRST fanfictoin
WARNING : THIS IS GENDERSWICH FANFICTION
Rated T goes to M
.
.
Main Cast : Cho Kyu Hyun and Lee Sung Min
Other Cast : Omma, Appa, Lee Donghae, Yesung, Shindong, Kim Ryeowook, Choi Siwon
Dan cast akan bertambah seiring jalan cerita.
.
.
Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah Novel karya Tang Xiao Lan, berjudul Unforgettable Love. Ini BUKAN FF remake, karena alur cerita berbeda. Hanya beberapa bagian dan tema cerita yang sedikit (?) sama. Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin tetap milik Tuhan, keluarga, fans dan juga saya (?) ^^
.
.
Love Kyumin, enJOY all !
.
.
Cho Kyuhyun, entah angin apa yang membuat pikirannya tiba-tiba kosong dan hanya tertuju pada gadis yang ia cium kemarin saat pesta perjamuan tesebut. Yang jelas, saat bertemu mata dengan gadis itu, ia akan teringat akan ibunya yang sudah beberapa tahun terakhir tidak bertemu dengannya. Kyuhyun memang tinggal terpisah dengan kedua orangtuanya sejak beberapa tahun yang lalu. Ia berada dikorea bersama neneknya, sedangkan Tuan dan Nyonya Cho tinggal di Jepang guna mengurus salah satu perusahaan besar milik mereka disana.
Sejak kejadian penolakan dirinya oleh Seohyun dan setelah ia mengetahui tabiat wanita itu, Kyuhyun sama sekali tak pernah menjalin hubungan dengan wanita secara serius. Bukan apa-apa, hanya saja sepanjang ia dekat dengan wantia, mereka pasti hanya akan mengincar harta, status sosial dan popularitas saja, tidak lebih. Karena itulah Kyuhyun tak pernah percaya dengan wanita manapun selain Ibunya. Ia selalu menganggap ibu adalah malaikat dalam hidupnya. Satu-satunya wanita yang paling ia cintai. Tapi rasanya semua itu telah sirna dalam sekejap sejak ia bertemu dengan gadis pencari berita bernama Lee Sungmin. Gadis yang tak ia ketahui bagaimana dan seperti apa, gadis yang tiba-tiba datang dan mengalihkan hampir 45% dunianya dalam waktu kurang dari sehari. Ah, lagi-lagi Tuhan mangajaknya untuk bermain. Mungkinkah ia terjebak dalam perangkap yang ia siapkan untuk gadis itu? Senjata makan tuan rupanya.
"Kyu-ah, gwenchana?" sapaan seseorang yang seketika membuyarkan lamunannya.
"Ah, ne Shindong Hyung. Waeyo hyung?"
"Presdir memanggilmu ke kantor, mungkin saja ia marah akan skandal baru yang kau buat kemarin." Canda hyungnya.
"Ah, orang tua itu.. Baiklah, aku akan bersiap dulu".
.
.
Mentari sudah beranjak semakin keatas, jarum jam telah menujukan pukul 10.15. Lelaki tampan dan sang manager-nya tersebut berjalan beriringan disebuah kantor agensi terkenal dikorea selatan –SMEnt.
Kini disebuah ruangan elegan empat orang tengah duduk berhadapan. Cho Kyuhyun dan sang manager Shin Donghee serta Presdir SMEnt dan asisten pribadinya.
"Kyuhyun-ah, apa lagi yang kau lakukan sekaramg?".
"Aku hanya ingin melakukan apa yang aku mau Lee-sshi" jawabnya santai dan langsung mendapatkan tatapan deathlarge dari sang manager.
"Hah,," hanya terdengar helaan nafas berat dari sang Presdir.
"Baiklah Kyuhyun-ah, kita akan menggelar Konfrensi Pers besok. Kita akan mengumumkan bahwa kau dan SeoHyun akan segera bertunangan sesuai dengan perintah nenekmu. Lalu kita akan meluruskan tentang skandalmu denga wartawan itu" lanjut sang Presdir.
"MWO?! Tidak! Aku pernah dan tidak akan pernah berhubungan dengan Nona Choi Seohyun. Dan dengan segala rasa hormat, saya benar-benar tidak bisa menerima Konfrensi Pers tersebut Lee-sshi" tegas Kyuhyun pada pria paruh baya didepannya.
"Kyuhyun-ah, kumohon ini semua demi kariermu, lagipula ini semua permintaan Nenekmu"
"Baiklah, aku akan bicara pada nenekku, Kajja hyung" ucapnya dan segera berlalu darisana.
.
.
Di Busan
"Hyukkie-ah, kontes yang diselenggarakan tahun ini apakah disokong oleh YJEnt seperti tahun lalu?" Tanya gadis bermata foxy tersebut.
"Aniyo Minnie-ah, kontes kali ini diambil alih oleh WorldPlay Entertaiment. Yah sebagai perusahaan baru di industry hiburan, tentu saja mereka tidak main-main untuk menciptakan idola baru. Salah satunya dengan kontes pencarian bakat seperti The Talent Case ini" jelas Hyukkie pada Sungmin. Sontak saja ia membulatkan matanya. 'WorldPlay? Yang benar saja, bagaimana ini? Bagaimana jika nanti aku bertemu dengan Cho Kyuhyun lagi' batinnya panik.
"Minnie-ah, gwenchana?"
"Ah ne Hyukkie-ah, gwenchanayo".
"Ah, kudengar lusa salah seorang petinggi di WorldPlay akan kemari untuk meninjau kontes ini, dan aku dengar ialah orang yang mengajukan kontes pencarian bakat sebagai modal untuk mendapatkan idola-idola baru di dunia hiburan"
"Jinjjayo?"
"Ne ^^"
'Ah, tidak mungkin pemegang saham itu yang yang datang kemari' batin Sungmin.
.
.
Di Mansion Cho. Ia berjalan menyusuri rumah megahnya, mencari-cari dimana sang nenek saat ini.
"Halmoni…" panggilnya
"Omo! Uri Kyuhyunnie datang berkunjung, eoh?"
"Ah ne ne,, ada yang ingin aku bicaran dengan Helmoni"
"Waeyo Kyunnie?"
"Aku sudah membatalkan Konfrensi pers yang helmoni dan Lee-sshi persiapkan, aku benar-benar tidak mau melakuakannya"
"Oh, wae? Bukankah itu bagus untuk kariermu?"
"Tidak! Kemarin ayah sudah memintaku untuk belajar mengurus perusahaannya, jadi kemungkinan besar aku akan vakum atau mungkin meninggalkan dunia hiburan. Jadi helmoni tidak perlu repot-repot mempersiapkan konfrensi pers seperti itu karna akupun bisa mengurusnya sendiri. Dan untuk Seohyun, aku tidak mau dan tidak akan pernah mau bertunangan dengan wanita seperti dia" jelasnya.
"Kyuhyun-ah, dengarkan helmoni. Helmoni sangat senang mendengar akhirnya kau akan mengurus perusaahn, tapi untuk Seohyun, kau dan dia akan te-"
"Mianata helmoni, untuk kali ini, aku benar-benar tidak bisa menuruti permintaanmu. Aku sudah bisa menentukan masa depanku, dan aku benar-benar tidak ingin untuk urusan pendamping hidupku kelak sampai harus disusun seperti sebuah scenario" sela Kyuhyun saat neneknya belum selesai berbicara.
"Kyuhyun-ah…"
"Helmoni aku pulang dulu, jaga kesehatanmu" ia pun berlalu dari hadapan sang nenek dan pergi meniggalkan istana besarnya itu.
.
Di ruang tamu Mansion yang berdekatan dengan pintu keluar, Shindong dengan setia menunggu Kyuhyun yang tengah berada didalam sana.
"Kyu-ah, otte? Apa kata helmoni? Dia memaksamu? Jika iya, aku kan membantumu" Tanya Shindong bertubi-tubi padanya.
"Ani hyung, aku rasa helmoni tidak dapat menolak keinginanku kali ini. Kalau pun ia menolak, akan kupastikan mulai detik ini aku bukan lagi bagian dari keluarga Cho. Kau tau kan, aku benar-benar muak dengan sebuah perjodohan, apalagi untuk masa depanku. Ditambah lagi dengan Seohyun? Yang benar saja jika aku dengannya, cih!"
"Geurom, apakah benar kau akan keluar dari agensi?" Tanya Shindong perlahan.
Menyadari raut wajah hyung-nya yang mulai berubah, ia berbalik, menatap hyung-nya dan memegang bahunya. "Ne hyung. Tapi kau tenanglah, karna jika aku keluarpun kau akan ikut keluar juga".
"MWO?! Yang benar saja, lalu aku bekerja dimana pabbo. Kau mau aku menganggur dan tak makan karna hal itu?"
"Ah, tak apa hyung, hitung-hitung kau diet jika menjadi pengangguran"
"ANDWE! Kyu-ah, aku tak mau kurus hanya bersisa tulang seperti kau"
"YAK HYUNG! Aishh jinjja. Kau keluar bersamaku hyung, karna kau akan menjadi asisten sekaligus sekertarisku dikantor"
"OMO! Jinja Kyu?" *puppy eyes*
"Aishh, ne ne hyung"
Dan perdebatan kecil itupun berakhir dengan canda dan tawa dari keduanya.
"Ah Kyu, aku hampir saja lupa, besok kau harus menjalankan tugasmu sebagai pemegang saham, sekaligus orang yang bertanggung jawab atas kontes itu"
"Oh keundae, ne arasseo".
.
.
Busan. Selama mengikuti perkembangan kontes pencarian bakat tersebut, Lee Sungmin benar-benar bekerja ekstra. Dari pagi hingga acara pelatihan berakhir ia dan salah satu stasiun tv swasta yang menjadi penyiar utama harus meliput semua kegiatan para kontestan. Setelah itu, ia akan segera menyusunnya, mengerjakan beritanya dan mengirimkannya pada rekan editornya dikantor untuk segera diterbitkan besok pagi.
Melelahkan memang, tapi ia selalu berusaha keras untuk mengerjakannya dengan baik. Malam ini, setelah ia menyeselsaikan semua tugasnya, seperti malam sebelumnya, sebelum tidur ia akan menyempatkan untuk menghubungi orang tuanya ataupun kakaknya di Seoul.
"Yeoboseo Minnie-ah"
"Ne Oppa, apakah Minnie mengganggu?"
"Yak, kapan kau tak pernah menggangguku, eoh?" terdengar kekehan pelan dari seberang sana.
"Aish, oppa, keundae aku tutup telfonnya"
"Mwo, andwee. Aishh, sejak kapan kau jadi kaku dan tak bisa diajak bercanda. Apa teman barumu di Busan seperti ini semua?"
"Aniyo oppa. Hn, oppa, Eomma dan Appa eodiseo?"
"Ini sudah larut Minnie, mereka tentu saja sudah tidur. Dan kau, apakah pekerjaanmu itu sangat berat hingga kau baru menelfon selarut ini?"
"Hihi, mianhae oppa, aku saja yang terlalu asik jalan-jalan tadi, jadinya baru terselesaikan tugasku"
"Ck, ne hari ini kumaafkan, tapi awas saja jika besok kau begini"
"~kkk, arraseo oppa"
"Keureom, kau tidurlah, pejamkan matamu, agar besok tidak ada lingkaran hitam dimatamu"
"Oppa, aku akan tidur kalau kau bernyanyi untukku, otte?"
"Arra"
(In My Dream-Super Junor)
"geunyeoga dolaoneyo mianhadago haneyo iksukhaetdeon geuriun geu songilro eorumanjyeoyo
nal boneun ansseuron nungil deutgo sipdeon geu moksori dajeonghage ijen ulji malraneyo
neol nae pume aneumyeon sarajyeo beorigo nunmuli heulreo begaereul jeoksimyeon
nan geujeya jameseo ggaeeoyo achimeun neul ireohge My Love
yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado
dasineun ggumguji angireul baraedo oneuldo geunyeoro naneun jami deulsuga isseo
geunyeoga utgo itneyo neomuna uraenmanijyo geureon moseub geureohge bodo sipdeon naui geunyeojyo"
"Minnie-ah, Jajljjayo changi".
Dan seiring dengan ucapan tesebut, mulai terdengar pula dengkuran halus dari wanita cantik ini. Mulai berselancar dialam mimpi yang kadang begitu menggiurkan, ditemani oleh mimpi indah yang senantiasa menjaga tidurnya.
.
.
Busan, 22.45 KST
"Ladies and Gentlemen KM137 boeing aircraft with flight number 1321 from Incheon International Airport has landed at Gimhae international Airport."
Setelah menempuh perjalanan yang singkat namun melelahkan tersebut, akhirnya dua orang pria tersebut sampai dengan selamat ditempat tujuan. Tak perlu menunggu lama, ketika panitia dari acara kontes pencarian bakat menjemputnya dan membawa mereka ke tempat penginapan yang telah disediakan.
"Hyung, kita akan menginap dihotel mana?" Tanya pria tampan yang tak lain adalah Cho Kyuhyun pada hyungnya.
"Kita telah disediakan hotel oleh panitia Kyu. Nanti kita akan satu hotel dengan peserta karantina lainnya".
"Ah keundae"
Setelah 15 menit perjalanan dari Airport menuju hotel, mereka langsung beristirahat agar besok dapat memulai aktifitasnya disana dengan baik.
.
.
Sinar mentari pagi mulai masuk kedalam celah jendela di dua kamar yang berhadapan tersebut. Sedikit mengusik ketenangan dua penghuni dikamar berbeda itu. Hingga akhirnya, sang wanita dikamar yang satunya beranjak bangun dan membersihkan diri cukup lama dikamar mandinya.
Dikamar lain yang terletak tepat di depan kamar sang wanita, seorang pria sepertinya sudah mulai terusik dengan suara alarm yang memang telah disiapkan hyungnya tersebut, dengan maksud agar hyungnya tidak perlu repot - repot menggedor kamarnya jika akan dibangunkan. Dengan malas, akhirnya ia beranjak, sedikit menyesuaikan bias matahari yang mengenai retina matanya. Setelah dirasa cukup merentangkan otot-ototnya itu, akhirnya dengan malas ia menyeret kakinya menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah dirasa penampilannya siap, tidak begitu formal, tapi rapi. Sebuah kaos V-neck berwarna abu, celana dan jas hitam, ditambah lagi sebuah rolex melingkar ditangan kirinya seakan menambah karisma yang ia pancarkan pagi itu. Tidak berbeda jauh dengan sang wanita,kaos putih berleher lebar sehingga memperlihatkan kaos dalam hitam yang ia kenakan, serta celana blue denims dan tas hitam yang menggantung dibahunya.
CKLEK!
CKLEK!
Kedua pintu itupun terbuka secara bersamaan. Namun mereka belum menyadari kehadiran masing-masing, hingga akhirnya setelah menutup pintu dan berbalik secara bersamaan. Mata itu bertemu lagi, kedua wajah itu saling memandang, seakan de javu dengan kajadian waktu itu, mereka berdua diam, tak bersuara dan sibuk mengontrol detak jantung masing-masing.
"Neo!" sebuah suara meluncur dari bibir kissable pria itu.
"Anneyonghaseo Cho Kyuhyun-sshi" sapa wanita didepannya dengan sedikit membungkuk.
"Kau kenapa disini?" Tanya sang pria dengan sedikit lembut.
"Ah, saya kebetulan meliput acara pencarian bakat. Hn, saya permisi dulu Cho-sshi". Takut kejadian yang sama terjadi lagi, buru-buru ia menghindar dari lelaki tampan didepannya.
"Changkkama, Lee Sungmin-sshi…" panggilnya, namun gadis itu tetap berlalu, memperlebar langkahnya. Tau gadisnya tidak akan menoleh kebelakang, ia berinisiatif untuk mengejarnya, tapi….
"Kyu-ah, eodiseo? Kita harus bertemu dengan Tuan Kim produser acara ini" belum sempat ia melangkah, sebuah tangan sudah mencekal pergelangan tanggannya.
"Ah n-ne, Kajja hyung" ucapnya lalu berbalik arah dengan gadis itu, walaupun sesekali ia sempat melirik kebelakang.
.
"Hah..hah..hah…." gadis yang baru saja memasuki lift tersebut sedang berusaha menetralkan deru nafasnya akibat berlari tadi.
"Kenapa harus Cho Kyuhyun yang datang kemari? Tadi dia keluar lewat mana? Didepan kamarku? Omo! Eomma eotthoke?" selama di dalam lift, gadis ini hanya sibuk dengan kepanikan dan agrumentasinya tentang apa yang akan Cho itu lakukan lagi padanya.
TING!
Pintu lift itupun terbuka di lobby, langsung saja ia menghampiri Eunhyuk yang sudah berdiri menunggunya disana.
"Hyukkie-ah, siapa perwakilan WorldPlay yang meninjau kemari?" cecarnya pada Eunhyuk yang masih binggung dengan sahabatnya.
"Waeyo Minnie-ah? Kau terlihat panik. Hm yang datang itu kalau tidak salah namanyaa….."
"Cho Kyuhyun" belum sempat Eunhyuk menjawab pertanyaan Sungmin sudah ada seorang yang mendahuluinya.
"Ah ne Minnie-ah, Cho Kyuhyun. Annyeong Cho Kyuhyun-sshi" sapannya sembari mengulang jawaban dari pria tersebut dan hanya dibalas senyuman oleh Kyuhyun.
"Minnie-ah, kenapa diam?" sapaan tadi seakan membuyarkan lamunannnya.
"A-aniyo"
"Ah iya, kenapa tidak menyapa? Oh, aku dengar kalian yang berciuman di pes- AW! Yak, Minnie-ah jangan injak kakiku. Appo" rintih Eunhyuk setelah mendapat injakan gratis dari sahabat disebelahnya.
"Oh keundae, aku tak sengaja hyukkie. Eum, kajja kita berangkat. Cho-sshi, kami permisi dulu". Ucapnya ramah.
"Changkkama. HyukJae-sshi, tadi kau dipanggil oleh Produser Kim, dia menunggumu dikantor" ucapnya tiba-tiba.
"Mwo? Produser Kim? Lalu bagaimana dengan Minnie? Minnie-ah, aku tak bisa ikut denganmu. Kau bisa kesana sendiri kan? Nanti aku akan menyusulmu, Yaksok!" ucap Eunhyuk sebari mengacungkan kelingkingnya, tanda sebuah perjanjian.
"Sungmin-sshi biar pergi bersama saya saja. Kebetulan kita akan ketempat yang sama ,kan, jadi tak ada salahnya" ucap Kyuhyun dengan polosnya, sedangkan wanita yang sedari tadi hanya diam itu kini membelalakan matanya.
"Ah, ide yang bagus, kalau begitu tolong sahabat saya Kyuhyun-sshi. Annyeong" akhirnya Eunhyuk berlalu dari hadapan dua orang tersebut. Langsung saja Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan membawanya kedalam mobil. Sungmin yang awalnya masih kaget tentu saja tak bisa berbuat apa saat tangannya ditarik.
Dan tanpa sepengetahuan mereka sebuah kamera membidik kejadian tersebut.
CKREK!
.
.
In the Car
Sungmin hanya diam, pandangannya hanya tertuju pada hal-hal lain diluar jendela. Sedangkan pria disampingnya yang tengah menyetir tersebut juga tengah membungkam mulutnya walaupun sesekali ia melirik ke jok sebelahnya. Entah sengaja atau tidak yang jelas Audi Hitam yang dikendarainya tersebut berjalan dengan cukup pelan dijalanan yang lumayan sepi.
"Lee Sungmin-sshi… ada yang ingin aku tanyakan. Ehm, bagaimana tanggapanmu tentang scandal kita itu? Ah, maksudku….. Mianhamnida Lee Sungmin-sshi" ucap Kyuhyun tulus.
"N-ne?"
"Mianhamnida atas kejadian waktu itu, mungkin aku hanya terbawa emosi saja"
"Ah keundae, maafkan pula aku atas kejadian 'pengejaran' malam itu Cho-sshi. Mianhamnida" ucapnya dengan sedikit membungkuk.
"Ne, kurahap dengan begini hubungan kita bisa membaik. Dan mungkin saja kita bisa 'berteman' atau…. lebih dari itu" ucapannya melemah diakhir kalimatnya.
"Ah, n-ne" ucapnya kaku.
Sesampainya mereka ditempat pelatihan pagi itu, sontak saja membuat setiap mata memandangnya dengan terkejut. Terkejut? Tentu saja, siapa yang tidak terkejut melihat pasangan yang pernah terlibat scandal heboh lalu tiba-tiba menghilang begitu saja dan sekarang mereka tengah turun dari mobil yang sama dan berjalan beriringan. Wanita yang menjadi sorotan hanya menunduk, sesekali merutuki orang-orang yang menatap mereka. Sedangkan sang pria tampan disebelahnya, tetap tersenyum, seakan tidak terjadi sesuatu yang mengejutkan.
.
.
Mentari mulai beranjak turun. Dan malam pun tiba.
Setelah acara pelatihan hari itu selesai, Sungmin yang telah ditemani kembali oleh Eunhyuk meninggalkan tempat pelatihan dan berjalan-jalan disekitar sembari mencari sesuatu untuk makan malam mereka.
Setelah cukup berkeliling akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam disebuah kedai kecil penjual Hobak Guksu di pinggir jalan kota Busan.
"Minnie-ah, kau tau, tempat pelatihan hari ini benar-benar heboh", kata Hyukkie padanya.
"Hm, Jinjja? Waeyo?"
"Hihihi, itu semua karna kau dan Cho Kyuhyun, Minnie-ah. ~kkkk"
"Aish diamlah Hyukkie, jangan membicarakan itu lagi, aku bosan!" ucapnya dengan emosi menggebu-gebu.
"Huahahahaaa, arraseo Min, jangan marah ne" makan malam itupun diiringi denga canda, tawa serta sedikit kekesalan Sungmin didalamnya.
.
.
Dihotel, lelaki tampan bernama Cho Kyuhyun itu tengah duduk dibalkon yang ada didalam kamarnya. Mengetahui gadis diseberang kamarnya sampai malam mini belum datang, hatinya sedikit merasa gelisah walaupun awalnya ia membuang jauh-jauh pikiran tentang perasaannya itu. 30 menit setelahnya, ia mulai melihat sosok gadis yang di 'tunggunya' telah tiba, ia pun segera beranjak dari balkon menuju ke depan kamarnya.
"Oh Sungmin-ah baru datang, dari mana saja?"
"Ah ne, Kyuhyun-sshi, saya baru selesai makan malam dengan Eunhyuk. Kyuhyun-sshi sedang apa diluar?" ucapnya ramah.
"Ah itu, sedang menunggu Shindong Hyung, tadi dia bilang mau keluar"
"Ah, keundae, saya masuk dulu"
CKLEK!
Belum sempat ia melangkahkan kakinya kedalam kamar, tiba-tiba sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya.
"Wae geure Kyuhyun-sshi?"
CHU~
Entah apa yang ada dipikiran Kyuhyun, tiba-tiba saja ia mencium bibir shape milik gadis didepannya. Beberapa detik berlalu, akhirnya Kyuhyun melepaskan ciumannya. Seakan baru sadar dengan apa yang telah diperbuatnya, Kyuhyun hanya diam tak tau harus berbuat apa, hingga akhirnya dengan cepat ia mengatakan maaf pada Sungmin.
"A-ah, Mianata Sungmin-ah" ucapnya gugup
Tanpa membalas permintaan maaf dari Kyuhyun, Sungmin langsung saja masuk kedalam kamarnya, menguncinya. 'Kyuhyun pabbo, apa yang dia lakukan?' batin Sungmin.
Sedangkan dilar sana, Kyuhyun sibuk merutuki kebodohannya, "Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan?! ARGHH!"
.
.
Ditempat lainnya, Seoul, seorang pria tampan dan seorang wanita tengah duduk berdua disebuah meja disudut sebuah café. Sang pria tampak mengeluarkan beberapa lembah kertas dari dalam saku jacket hitamnya -ah tidak, itu bukan hanya selembar kertas, tapi beberapa lembar foto yang baru saja ia ambil pagi tadi di Busan.
"Ini bukti-bukti foto yang kau minta, aku sudah mengikuti mereka sejak pagi tadi hingga sore" ucap pria tersebut.
"Apa-apaan ini? Apa yang mereka laukan? Arghhhh! wartawan sialan" geram wanita yang baru saja menerima lembaram foto tersebut.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan?"
"Mulai besok aku akan menetap di Busan"
"Kau akan mengikuti Kyuhyun kemanapun?"
"Ani, kupastikan dia tak akan tau, aku hanya akan bermain sebentar dengan wartawan itu" ucap wanita itu.
.
.
TBC or DEL ?
Review Please ^^
Hay readers and silent readers, chap 4 is UP!
Review? Buat SiDers, gak ada salahnya kasih saya masukan, Review juga ne? ^^
Maafkan alur yang hancur, maafkan karna tidak sesuai EYD, maafkan jika banyak TYPO dan maafkan jika saya update lama. Buat next chap, saya usahan lebih panjang lagi dan lebih cepat.
Paypay Readers ^^
Follow : tikhaee
