Previous Chapter

Ditempat lainnya, Seoul, seorang pria tampan dan seorang wanita tengah duduk berdua disebuah meja disudut sebuah café. Sang pria tampak mengeluarkan beberapa lembah kertas dari dalam saku jacket hitamnya -ah tidak, itu bukan hanya selembar kertas, tapi beberapa lembar foto yang baru saja ia ambil pagi tadi di Busan.

"Ini bukti-bukti foto yang kau minta, aku sudah mengikuti mereka sejak pagi tadi hingga sore" ucap pria tersebut.

"Apa-apaan ini? Apa yang mereka laukan? Arghhhh! wartawan sialan" geram wanita yang baru saja menerima lembaram foto tersebut.

"Lalu, apa yang akan kau lakukan?"

"Mulai besok aku akan menetap di Busan"

"Kau akan mengikuti Kyuhyun kemanapun?"

"Ani, kupastikan dia tak akan tau, aku hanya akan bermain sebentar dengan wartawan itu" ucap wanita itu.

.

.

hanamiJOY137

Unforgettable Love

KyuMin FIRST fanfictoin

WARNING : THIS IS GENDERSWICH FANFICTION

Rated T+

.

.

Main Cast : Cho Kyu Hyun and Lee Sung Min

Other Cast : Leeteuk, Kangin Lee Donghae, EunHyuk, Yesung, Shindong, Ryeowook, Siwon

Dan cast akan bertambah seiring jalan cerita.

.

.

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah Novel karya Tang Xiao Lan, berjudul Unforgettable Love. Ini BUKAN FF remake, karena alur cerita berbeda. Hanya beberapa bagian dan tema cerita yang sedikit (?) sama. Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin tetap milik Tuhan, keluarga, fans dan juga saya (?) ^^

.

.

Love Kyumin, enJOY all !

.

.

Choi House.

BRAK

Pintu kamar itu terbuka dengan kasarnya. Sang pelaku sekaligus pemilik kamar itu kini tengah tergesa-gesa mengemasi beberapa barangnya untuk dimasukkan kedalam sebuah koper kecil.

"Pelayan Kim! Cepat kemari, bantu aku!" layaknya seorang yang tinggal dihutan ia berteriak nyaring dari dalam kamarnya.

Sebenarnya, semua anggota keluarga Choi tidak mengetahui jika salah satu anggota keluarganya berperilaku seperti ini, terkecuali Ibunya dan para maid dirumahnya. Didepan ayah dan kakak tirinya, ia akan bersandiwara bagaikan seorang Princess : Anggun, manis, sopan dan… baik hati.

Tapi pada kenyataannya? Let's we see…

Setelah mendengar teriakan dari sang nona muda, para maid dirumah itu langsung saja berlarian ke lantai dua tempat kamar sang nona berada.

"Nona Seo, ada apa? Kenapa berkemas?" Tanya sang kepala Maid –Pelayan Kim.

"Jangan banyak bicara bodoh! Cepat kemasi beberapa barangku untuk satu minggu kedepan!" teriaknya ketus pada sang pelayan. Sontak para pelayan itupun bergegas menyiapkan apa yang diminta oleh nona mudanya tersebut.

Namun, tanpa sang nona muda ketahui, disebelah kamarnya, tepatnya kamar sang kakak, Choi Siwon, ia mendengar semua teriakan kasar dari mulut adik tirinya, ia mendengar bagaimana Ahjjuma Kim dibentak olehnya. Siwon masih diam saja walau sebenarnya ia sangat geram dengan kelakuan adiknya kepada Pelayan Kim, -orang yang telah merawatnya bersama sang ibu sedari kecil. Tapi ia masih duduk tenang di tepian tempat tidurnya, menunggu moment yang paling tepat untuk melabrak adik tirinya yang diketahui bernama Seo Joo Hyun itu. Sampai akhirnya….

PRANG!

Suara sebuah barang pecah terdengar sampai kekamarnya, seiring dengan suara pecahan tersebut, suara Seohyun juga terdengar menggelegar dari kamar disebelahnya.

"Neo! Tak tahukah kau itu barang mahal? Kenapa menumpahkan make up cair ke atas bajuku Pelayan pabbo?!"

BRAK! Dengan amarahnya, Siwon membuka kasar pintu itu. Dan betapa terkejutnya ia melihat tangan Ahjjuma Kim yang sudah berlumuran darah. Ternyata Seo melemparkan sebuah vas bunga kaca kearah pelayan Kim yang tidak sengaja menumpahkan salah satu make up cair ke atas bajunya.

"Op..oppa, bukankah oppa sedang di Hong kong, kenapa sudah dirumah?" ucap Seo dengan terbata – bata.

"Terkejut, eoh? Memangnya kenapa kalau aku ada dirumahku sendiri? Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau membuat kekacauan dirumahku bodoh?!"

"Oppa, aniyo, ini semua hanya kesalah pahaman saja?"

"Salah paham? Benarkah? Tapi aku sudah mendengar semuanya! Aku sudah muak dengan kelakuanmu Seo Joo Hyun-sshi. Jadi, mulai saat ini aku perintahkan kepada semua Maid yang bekerja dirumah ini, mulai sekarang juga kalian tak aku izinkan dan tak perlu untuk melayani nona muda ini, biarkan saja ia bekerja sendiri, jika dia memanggil anggap saja kalian tidak mendengar. Dan jika ia mengancam laporkan semua padaku" ucapnya tegas, sedangkan sang nona? Tentu saja ia sedang dipuncak amarahnya saat ini. bagaimana tidak, baru mendengar kabar kedekatan Kyuhyun dengan orang lain, salah satu baju kesayangannya terkena noda dan sekarang oppanya mengetahui tabiatnya, belum lagi dengan maid yang akan pernah melayaninya lagi.

Lalu setelah mengucapkan hal tersebut, Siwon langsung mendekati Pelayan Kim. Dan mengajaknya ke ruang tengah untuk diobati luka yang melintang ditelapak tanggannya, dari panggal ibu jari sampai dipanggkal pergelangan tangannya. Seiring dengan kepergian Siwon, para maid yang semula berada dikamarnya pun melangkah keluar, meninggalkannya seorang diri dengan perasaan yang benar-benar kacau.

.

.

Malam ini di Busan dua insan itu kini tengah meringkuk diatas tempat tidurnya masing-masing. Bukan tidur, tapi tengah berusaha keras untuk tidur dan melupakan kejadian tadi.

Sungmin sendiri sudah menyelesaikan tugasnya, menelfon orang tuanya, juga meminta kakaknya untuk bernyanyi agar ia bisa terlelap malam itu. Tapi apa? Semuanya sia-sia, mata dan pikirannya benar-benar tidak bersahabat saat ini. Berkali-kali ia merubah posisi tidurnya, mencoba memejamkan mata, tapi tetap saja tidak bisa. Dipikirannya masih terngiang tentang second kiss-nya tadi. Oh Tuhan, apalagi ini? Fall in Love ? Entahlah ia sendiri tak tau.

Sedangkan pria tampan di sebelah kamarnya –Cho Kyuhyun. Hmm, harus seperti apa dideskripsikan ekspresinya sekarang ? Berbeda dengan sang gadis yang dapat dengan mudah ditebak ekspresinya jika ia sedang gelisah. Sedangkan Cho satu ini, kadang ia tersenyum dengan apa yang ia lakukan, tapi beberapa detik kemudian, ia mulai merutuki kebodohannya sendiri.

'Manis.. hah, bibir itu benar-benar manis'

'Aishhh, Cho Kyuhyun pabbo, kenapa melakukan itu, bagaimana jika ia menghindar darimu?'

'Tapi tak apa yang jelas aku sangat bahagia dapat menciumnya'

'Ahhh, Cho pabbo, besok dia pasti akan marah'

Dan perang batin Kyuhyun pun terus berlanjut hingga kurun waktu yang ia tak ketahui, sampai akhirnya ia pun terlelap di alam mimpinya.

.

.

Esok paginya, Kyuhyun dan Sungmin telah menjalani rutinitasnya seperti biasa, walaupun masih dengan pikiran yang berkecamuk dalam benak dua insan tersebut.

Pagi ini Sungmin lebih memilih untuk berangkat lebih pagi, sepertinya ia hendak menghindar dari pria di seberang kamarnya itu. Tapi toh seberapa jauhpun ia menghindar, nantinya mereka juga akan bertemu di tempat pelatihan, apalagi kini ajang pencarian bakat tersebut sudah memasuki babak semi final, jadi bukankah mereka akan lebih sering bertemu untuk kebutuhan berita dan lain sebagainya? Hmm…..

Ditempat pelatihan, siang ini semuanya berlatih dengan keras untuk malam semi final yang akan terlaksana dua hari lagi. Selain peserta dan pelatih, para kru, pewarta berita dan petinggi dari acara ini juga sama sibuknya. Begitu juga dengan Sungmin dan Kyuhyun. Sungmin terlihat tengah sibuk dengan sebuah kamera, alat perekam dan note kecil ditanggannya. Sedangkan Kyuhyun kini tengah sibuk memberikan sidikit masukan kepada para kru, namun sesibuk apapun ia saat itu, ujung matanya tak pernah berhenti menatap setiap pergerakan Sungmin.

Jarum jam kini telah menunjukan pukul 12.30, hampir waktunya makan siang dan pelatihan dihentikan beberapa waktu untuk hal tersebut. Begitupula dengan Sungmin, wanita ini ingin segera mencari sesuatu untuk makan siangnya. Karena EunHyuk masih sibuk dengan pekerjaannya, maka ia pun keluar mencari makan siang sendirian. Ditengah perjalanannya sembari melihat kesisi kanan-kiri jalan, tiba-tiba…

TIN TINN!

Sebuah suara klakson mobil terdengar disebelahnya, saat ia menoleh, seseorang lalu turun dari mobil tersebut dan menghampirinya.

"Sungmin-ah, kau sedang mencari makan siang?" tanyanya pada Sungmin.

"Ah ne Kyuhyun-sshi" jawabnya pada pria didepannya. Ya, pria itu Cho Kyuhyun. Sedari tadi, Kyuhyun memang sudah mengikuti kemanapun Sungmin pergi, niatnya untuk mencari waktu yang tepat untuk membicarakan sesuatu dan meminta maaf atas kejadian semalam.

"Kebetulan aku pun sedang mencari makan siang sendirian. Kalau begitu, ayo kita pergi bersama"

"Ah, aniyo nanti malah merepotkan, biar aku sendiri saja"

"Tsk! Aku tidak suka penolakan" tanpa menunggu jawaban 'ya atau tidak' Kyuhyun langsung menarik tangan Sungmin dan masuk kedalam mobil.

Didalam mobil, Sungmin hanya diam, sedangkan Kyuhyun, ia mencoba mencairkan suasana dengan sidikit berceloteh. Setelah memilah beberapa restoran di daerah itu, akhirnya pilihan mereka jatuh disalah satu restoran jepang yang cukup dekat dengan pantai.

Sesampainya didalam restoran, Kyuhyun memilih sebuah private room VIP untuk mereka makan siang, padahal di sana masih tersedia banyak meja kosong, alasannya, ia takut ada fans-nya yang akan menyerbunya disana. Sungmin yang awalnya sedikit takut karena mereka hanya berdua saja, akhirnya mulai luluh, entah apa yang membuat keberaniannya tiba-tiba muncul.

Diruangan yang cukup luas hanya untuk dihuni dua orang itu terdapat sebuah tv 21 inc, sebuah meja yang hanya diperuntukan untuk dua orang saja dan sebuah jendela besar yang menghadap keluar. Setelah selesai memesan beberapa makanan, diruangan yang luas itu kini hanya terdengar deru nafas teratur saja, kadang juga helaan nafas berat, dan tidak lebih dari itu, tidak ada percakapan dan sepertinya tidak ada yang memulai untuk berbicara, semuanya diam.

"Jaa, mari makan Sungmin-ah" ucap Kyuhyun setelah pesanan mereka datang.

"Ah, ne"

Dan acara makan mereka pun berlangsung dalam diam, diam dan diam lagi. Kyuhyun yang mulai bosan dengan Susana canggung ini pun angkat bicara.

"Sungmin-ah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi sebelumnya, aku ingin minta maaf tentang kejadian selamam saat aku menciummu, kuharap kau menerima permintaan maafku" ucapnya seraya sedikit membungkukan badannya.

"N-ne Kyuhyun-sshi, aku sudah memaafkanmu" ucapnya tulus. Ia memang sudah memaafkan Kyuhyun sejak pagi tadi. Walaupun semalam ia benar-benar kesal akan kejadian tersebut.

"Dan, aku ingin bertanya padamu, maaf jika ini lancang. Hmm, apa kau sudah mempunyai seorang namjachingu?"

Cukup lama Sungmin memberikan respond an jawaban dari pertanyaan Kyuhyun.

"Maaf, aku benar-benar tidak bermaksud lancang atau apa, hany-"

"Ah, tidak apa Kyuhyun-sshi, tidak ada salahnya menanyakan itu. Aku belum mempunyai namjachingu, wae Kyuhyun-sshi?" tanyanya dengan sebuah perasaan yang sulit diartikan, mengapa hatinya sedikit mengingikan harapan atas pertanyaan dari pria tampan didepannya? Entahlah. Sungmin memang tak menampik perasaan itu, semalam saat ia sulit tidur, ia sedikit tersipu memikirkan second kiss-nya, ia merasa ada sesuatu yang ingin meledak keluar dari dalam hatinya, ada kupu-kupu yang terbang diperutnya, ada sesuatu yang membuat jantungnya ingin melompat keluar dari tempatnya. Sungmin hanya manusia biasa, ia tidak munafik, ia sudah dewasa, sudah mengerti dengan apa maksud hatinya ini. Cinta, kah? Atau yang lainnya, ia tau itu.

"Aku, hmm, aku.. aish bagaimana aku mengatakannya" ucap Kyuhyun dengan sedikit kegugupan tersurat didalamnya.

"Aku,, begini, aku tak tahu apa ini. Aku merasa perasaan ini kian hari semakin tumbuh dengan baik. Saat pertama aku bertemu dengannya aku merasa kesal, marah atas apa yang ia perbuat padaku. Tapi saat yang kedua bertemu dengannya, yang aku lihat dari sorot matanya adalah sebuah pancaran kelembutan dan itu hanya pernah aku lihat dimata ibuku saja. Saat aku menyentuh bibirnya dengan bibirku, aku merasakan sebuah kehangan tiada tara didalamnya. Hmm, mungkin aku mengalami yang namanya cinta. Menurutmu, apa yang harus aku lakukan kepada wanita itu? Jujur saja, aku belum pernah mengalami hal seperti ini" ucapnya panjang lebar.

Sungmin yang mendengarnya jujur saja merasa sedikit kecewa. 'Ternyata ia sedang menanyakan pendapatku, haah, beruntung sekali gadis itu' batinnya dengan sebuah senyuman lirih.

"Menurutku, dekati saja dia. Kalau perlu Kyuhyun-sshi langsung menyatakan cinta, sebelum didahului oleh laki - laki lain" ucapnya dengan besar hati.

"Menyatakan cinta? Aku takut ia akan menolakku" ucapnya sembari tersenyum.

"Huh? Tidak ada salahnya mencoba Kyuhyun-sshi, kau terlalu pesimis"

"Benarkah?"

"Ne"

"Kalau begitu…"

Tiba-tiba saja sebuah buket bunga besar muncul dari tangan kanan Kyuhyun yang entah dari mana datangnya.

"Lee Sungmin-sshi, bagaimana ini? Aku tiba-tiba mencintai orang yang telah menghancurkan karierku sebagai seorang actor dan penyanyi terbaik di Korea? Eotthoke?"

Dan Sungmin? Entah mengapa otaknya sulit sekali mencerna kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Kyuhyun. 'menghancurkan kariernya? Siapa?... OMONA! Bukankah itu aku?' setelah menerka semuanya, akhirnya ia tersadar.

"Kyuhyun-sshi, siapa yang kau maksud?"

"Yya! Kenapa kau belum mengerti heum? Tentu saja itu kau" ucapnya santai

"Lalu bagaimana? Maukah kau menjadi yeojachingu-ku?" lanjutnya.

"Aku,, aku.."

"kuanggap itu iya" tanpa persetujuan dari wanita didepannya, Kyuhyun langsung meraih tanggannya, memberikan buket bunga itu, lalu ia berjalan kebelakang Sungmin, mengaitkan sebuah liontin berwarna silver berbentuk setengah tubuh kupu-kupu dengan tulisan kanji di sayapnya. Bertuliskan sebuah inisial KM, lalu kembali Kyuhyun kembali duduk di tempatnya.

"Kyuhyun-sshi, bagaimana ini? Maksudku, ini terlalu cepat, dan bagaimana dengan kariermu, ah bagaimana ini?" ucapnya gelisah

"bukankah kau bilang aku harus menyatakan cinta tidak peduli bagaimanapun nantinya? Dan untuk karier atau apalah, biarkan saja. Kenapa tidak kita jalani ini perlahan?"

"Baiklah, bukan begitu, kau tau pekerjaan ku ini sangat penting? Bagaimana jika perusahaan meme-"

"Tenang saja, aku akan menjadi sebuah benteng besar untukmu, dengan apapun yang akan terjadi nanti. Dan satu hal lagi, aku tak tahu apakah 'sekarang' kau mencintaiku atau tidak, jika iya, aku akan menjadi sangat bahagia. Namun jika tidak, aku akan memintamu untuk belajar mencintaiku. Aku… aku mohon Lee Sungmin-ah. Saranghae" ucapnya dengan teramat tulus.

Sungmin sendiri ingin menolak, tapi entah mengapa mulut kecilnya terbuka dan mengatakan 'iya' sangat bertolak dengan apa yang ada dipikirannya saat ini. Baiklah, kita biarkan saja dulu seperti ini, toh ia juga memiliki perasaan kepada pria didepannya ini.

Makan siang itupun berlangsung kembali setelah tadi sempat tertuda beberapa waktu, kini suasana tidak secanggung saat awal tadi. Saat ini mereka lebih banyak mengobrol, lebih banyak bercerita dan bertukar hal-hal yang belum mereka ketahui. Untuk seorang Cho Kyuhyun sebenarnya tidak ada yang begitu menarik untuk dibahas, berbeda halnya dengan Lee Sungmin, entah apa yang membuatnya mau menceritakan semuanya, dengar, 'semua'nya dari awal hingga akhir, dari ia diatas hingga ia dibawah, semuanya ia ceritakan pada Kyuhyun, padahal ia tak pernah semudah itu untuk percaya ataupun menceritakan ceritanya pada orang lain, yang tau semua tentang Lee Sungmin hanyalah kedua sahabatnya, Yesung dan Ryeowook selain itu tak ada yang mengetahuinya, tapi kini, ia telah membuka semuanya dihadapan pria yang berhasil merebut hatinya lewat beberapa kali pertemuan saja.

.

Seusai makan siang, mereka, kembali ketempat pelatihan. Turun dari mobil yang sama kembali membuat mereka mengumbar desas-dusus tentang kedua pasangan ini, tapi, sepertinya hubungan ini akan sedikit tertutup setelah adanya kesepakatan yang Sungmin ajukan tadi, jika ia belum ingin semua berakhir dengan tragis, maka mereka akan menyembunyikan hubungan ini sementara waktu.

"Hyukkie-ya…." Teriak Sungmin pada sahabatnya itu.

"Minnie-ah, aku lelah… huweeee, produser itu tak mebiarkan waktu istirahatku tenang" jawabnya memelas.

"Aish kau ini manja sekali, uljima ne Hyukkie-ya. Jaa, ini aku bawakan makanan, kau pasti belum makan siang kan? Ayo aku temani, selagi aku masih punya waktu"

"Aigo, Minnie-ah, saranghae" ucapnya sembari membentuk sebuah hati dengan tangan diatas kepalanya ditambah matanya yang berbinar melihat makanan didepan mata.

"Aish, kajja"

Ditaman dekat camp pelatihan, dua yeoja cantik itu duduk disalah satu bangku taman, yang satunya sibuk melahap makanan dan satunya lagi sibuk menegur yeoja itu agar tidak tersedak.

"Yak! Lee HyukJae, jangan makan seperti itu, aish."

"Minnie-ah, sudah kukatakan panggil aku EunHyuk saya pabbo"

"Jangan mengataiku pa-"

Sashil naneun woolgo shipeun maeumpooninguhl
Geuruhn nooneuro baraboneun nuhn..
sara-

Tiba-tiba saja dering ponselnya membatalkan niatnya menjawab perkataan EunHyuk.

"Yeoboseyo oppa, wae?"

"Chagi-ah kau dimana?"

"Aku ada di busan tentu saja oppa, aku di camp pelatihan. Wae?"

"Oppa sudah di busan saat ini. bogoshipo Minnie-ya"

"Omo, oppa ada di busan? Sedang apa? Kenapa meninggalkan appa dan eomma sendirian di seoul?"

"Aish, oppa sedang ada acara sekolah selama dua hari satu malam di sini. Lalu aku tak seceroboh itu meninggalkan appa dan eomma di seoul tanpa penjagaan, aku sudah meminta Kibum untuk menjaganya dan menginap dirumah, kebetulan juga ia sedang cuti bekerja"

"Oh geurae, Kibum cuti kenapa? Ahh bogoshipo uri oppa" ucapnya riang.

"Ne, dia cuti karena sedang lelah dengan pekerjaanya, apalagi dia habis dipindahkan ke perusahaan baru. Jadi oppa bisa memelukmu dimana, eoh? Oppa menginap di hotel dreambay"

"Mwo, itu kan hotelku juga oppa, apa oppa sudah lupa?"

"Ah, ne. oppa ada di lantai 2, kamarmu nomor berapa? Biar nanti setelah acara ini selesai oppa akan kekamarmu"

"Di kamar nomor 137 oppa. Nanti jika sudah dihotel aku kabari"

"Arra"

Setelah menutup ponselnya, Sungmin kemabali menatap EunHyuk yang masih berkutat dengan makanannya.

"Nugu?"

"Oppa ku ada disini"

"Jinjja-yo? Ah, ingin sekali berkenalan dengannya, bukankah katamu dia juga sangat pandai menari?"

"Ne, besok aku akan mengenalkanmu padanya, bukankah besok kita free sampai malam puncak semi final?"

"Ne Minnie-ah".

.

.

Sesuai janjinya tadi, setelah acara pelatihan selesai, Sungmin langsung bergegas kembali kehotelnya. Berhubung tadi Donghae tidak memberi tau ia dilantai dan nomor berapa, jadi langsung saja ia menuju kekamarnya. Setelah menyelesaikan tugasnya dan mengirimkan ke pusat, ia langsung duduk di sebuah sofa yang terdapat dikamar tersebut. Sampai akhirnya….

TINGTONG!

"Ahh.."

Dengan sedikit berlari kecil ia menuju pintu dan membukakan pintu dikamarnya tersebut.

"Oppaaa… Bogoshipo~"

"Ne chagi"

Setelah berpelukan cukup lama Sungmin dan Donghae masuk kekamar dan menutup pintu kembali, namun tanpa mereka sadari sepasang obesidan tengah memandang geram pemandangan tersebut, dengan sebuah buket bunga lily putih di genggamannya, ia masuk ke dalam kamarnya, menghempaskan bunga tersebut dan menendang sebuah kursi kayu disebelahnya. Emosinya benar-benar meledak malam itu, bagaimana tidak marah, jika melihat kekasih kita sedang berpelukan bahkan mengajak seorang lelaki masuk kekamarnya. Ya, yang sedang marah saat ini adalah Cho Kyuhyun. Dengan rasa letih setelah beraktifitas hari itu, seusai makan malam dengan para produser ia segera menuju ke hotel setelah sebelumnya membeli sebuket bunga lily putih untuk seorang yang bahkan belum genap sehari menjadi kekasihnya itu, tapi apa? Yang ia dapat malah kemesraan sang kekasih bersama laki-laki lain.

Setelah meredam emosinya cukup dalam, ia putuskan untuk membersihkan diri, lalu setelahnya ia berdiri diambang pintu karena dirasa laki - laki yang tadi masuk kekamar Sungmin belum juga keluar.

CKLEK

"Baiklah kalau kau tak mengizinkanku menginap, oppa kembali kekamar dulu"

"Ne hush hush, oppa kembali kekamar, istirahat dan besok kita pergi bersama"

"Kau juga istirahat, Jaljja chagi"

"Jalajjayo oppa"

Setelah Donghae berlalu, baru saja ia akan masuk kekamarnya, tiba-tiba sebuah suara mangintrupsinya.

"Sudah selesai nona Lee?"

"Oh, Kyuhyun-ah, kau membuat ku kaget"

Tanpa menanggapi yang dikatakan Sungmin, Kyuhyun langsung saja masuk kedalam kamar Sungmin, dan duduk di sofa serta meletakkan buket bunga lily diatas meja.

"Aku kira kau wanita baik-baik, tapi ternyata kau sama murahannya dengan wanita diluar sana"

"A-apa yang kau katakan kyu?"

"Cih, apa yang aku katakan? Tidakkah kau sadar, masuk kedalam kamar bersama laki-laki lain selain kekasihmu, ah atau mungkin itu kekasihmu juga sebelum aku?"

"Kau salah paham tuan Cho!"

"Salah paham apa Lee Sungmin?! Kau berdua didalam kamar bersama laki-laki tadi. Salah paham apa?!" bentak Kyuhyun pada Sungmin.

"Hiks,, hiks" tanpa menjawab, Sungmin meletakan sebuah foto keluarga dihadapan Kyuhyun sembari menahan isakannya, tak tau mengapa, Sungmin yang pantang sekali menangis didepan orang, kini malah menangis terisak didepan seorang yang telah menjadi kekasihnya itu.

Kyuhyun yang tak mengerti dengan apa yang dilakukan Sungmin lalu mendongak keatas, menatap Sungmin dengan pandangannya yang kian menunjukan kemarahannya 'jadi sekarang ia menunjukan kedekatan kedua orang tuanya dengan laki-laki tadi, cih!' batinnya.

"Dia oppa-ku Cho Kyuhyun, jadi sekarang berhenti mengataiku dengan yang tidak-tidak dan keluar dari sini!" teriak Sungmin tak kalah kerasnya dengan Kyuhyun tadi.

"MWO?! Oppa ?"

.

.

.

TBC

Review Please ^^

Hay readers and silent readers, chap 5 is UP!

Review? Buat SiDers, gak ada salahnya kasih saya masukan, Review juga ne? ^^

Maafkan alur yang hancur, maafkan karna tidak sesuai EYD, maafkan jika banyak TYPO dan maafkan jika saya update lama. Buat next chap, saya usahan lebih panjang lagi dan lebih cepat.

Banyakin Review ne, review banyak saya update cepat ~kkkk #plak

Paypay Readers ^^

Follow : tikhaee