"Kau salah paham tuan Cho!"
"Salah paham apa Lee Sungmin?! Kau berdua didalam kamar bersama laki-laki tadi. Salah paham apa?!" bentak Kyuhyun pada Sungmin.
"Hiks,, hiks" tanpa menjawab, Sungmin meletakan sebuah foto keluarga dihadapan Kyuhyun sembari menahan isakannya, tak tau mengapa, Sungmin yang pantang sekali menangis didepan orang, kini malah menangis terisak didepan seorang yang telah menjadi kekasihnya itu.
Kyuhyun yang tak mengerti dengan apa yang dilakukan Sungmin lalu mendongak keatas, menatap Sungmin dengan pandangannya yang kian menunjukan kemarahannya 'jadi sekarang ia menunjukan kedekatan kedua orang tuanya dengan laki-laki tadi, cih!' batinnya.
"Dia oppa-ku Cho Kyuhyun, jadi sekarang berhenti mengataiku dengan yang tidak-tidak dan keluar dari sini!" teriak Sungmin tak kalah kerasnya dengan Kyuhyun tadi.
"MWO?! Oppa ?"
.
.
hanamiJOY137
Unforgettable Love
KyuMin FIRST fanfictoin
WARNING : THIS IS GENDERSWICH FANFICTION
Rated T+
.
.
Main Cast : Cho Kyu Hyun and Lee Sung Min
Other Cast : Leeteuk, Kangin Lee Donghae, EunHyuk, Yesung, Shindong, Ryeowook, Siwon
Dan cast akan bertambah seiring jalan cerita.
.
.
Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah Novel karya Tang Xiao Lan, berjudul Unforgettable Love. Ini BUKAN FF remake, karena alur cerita berbeda. Hanya beberapa bagian dan tema cerita yang sedikit (?) sama. Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin tetap milik Tuhan, keluarga, fans dan juga saya (?) ^^
.
.
Love Kyumin, enJOY all !
.
.
"Ne dia oppa ku, jadi berhenti mengatakan yang tidak-tidak dan keluar dari kamarku!" ketusnya pada Kyuhyun.
"Ming, mianhae, aku tidak tau, aku… aku min-"
"Keluar Cho Kyuhyun!" tanpa menunggu jawaban lain dari Kyuhyun, Sungmin langsung mendorong tubuh pria itu menuju pintu keluar dan menutup rapa-rapat pintu kamarnya.
"Min, maafkan aku, aku salah Min, aku mohon"
Lama Kyuhyun menggedor dan berteriak dari luar, tapi apa daya, ia baru ingat jika kamar di hotel itu kedap suara. Tak bisa mendengar yang didalam, begitu pula sebaliknya, tak bisa mendengar yang diluar. Baiklah, untuk malam ini biarlah Sungmin marah padanya, dan biarlah Cho Kyuhyun merenungkan kesalahannya tersebut.
Saat ia baru saja berbalik untuk menuju kedalam kamarnya tiba-tiba…
"Kyu oppa!" seru seorang wanita dari arah lift.
"Neo!"
"Oppa, jeongmal bogoshipo" ucap wanita itu sembari bergelayut mesra pada Kyuhyun.
"Cih, lepaskan aku Seo-sshi" ucapnya sakartis pada wanita yang diketahui bernama Seohyun tersebut.
"Oppa wae?"
"Wae? Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan disini?"
"Tentu saja aku ingin bersama oppa. Mendengar desas-desus oppa dengan wartawan sialan itu, jadi aku langsung kemari agar semua orang tau kau itu milikku oppa"
"Siapa yang kau maksud watawan sialan hah?! Dan lagi, aku milikmu? Hah, benar-benar tak tau malu, aku saja tak sudi memiliki wanita sepertimu, kau sudah berani mengatakan aku milikmu" sinisnya.
"Oppa, ingat kita akan bertungan" ucapnya pada Kyuhyun dan masuk kedalam kamar Kyuhyun.
"Aku akan menikah dengan kekasihku, jadi bagaimana mungkin bertunangan dengan wanita sepertimu. Apa yang kau lakukan dikamarku? Keluar!" teriaknya dan itu cukup membuat Seohyun menegang.
"Oppa, kau akan menikah dengan kekasihmu? Siapa wanita sialan itu?!"
Namun, tanpa menjawab pertanyaan Seohyun, ia telah terlebih dahulu memanggil seseorang di luar kamarnya.
"Seret wanita ini keluar dari kamarku" ucapnya kepada tiga orang berbadan tegap dan berseragam serba hitam. Mereka adalah staff keamanan yang bertugas dihotel malam itu. Kebetulan, setelah menerima telfon dari hotel, para staff itu langsung bergegas menuju kamar Kyuhyun dan Sungmin.
Flashback
"Yeoboseo?"
"Ini Choi Siwon, ada yang perlu kalian kerjakan"
"Ah Presdir Choi, apa yang bisa kami kerjakan?"
"Kalian cepat siapkan 2 atau 3 orang untuk berjaga didepan kamar 137 dan 138 dan lakukan apa yang diminta oleh penghuninya"
"Ne sajangnim"
TUTT TUTT
'Dia pikir aku tak tau rencana liciknya itu, tenang saja Kyu, aku akan menyelamatkan hubungan kalian dari wanita licik itu' batin Siwon. Benar saja firasatnya, setelah menggertak Seohyun tadi, ia sempat melihat isi koper Seohyun. Terdapat tali tambang dan sebuah pistol api kecil yang ia ketahui milik ayahnya terselip diantara tumpukan make up milik adik tirinya itu.
Flashback off
"KYAAA! Apa yang kalian lakukan, aku ini tunangannya Cho Kyuhyun dan aku adalah adik dari Presdir Choi Siwon! Dengar itu jadi lepaskan aku!" teriak Seohyun.
"Seret dia kemana saja, asalkan jauh sekali dari kamarku, jika perlu bawa dia kelaur dari hotel tempatku"
"Ne Cho sajangnim"
.
.
At International Incheon Airport. Sepasang suami-istri tengah berjalan beriringan. Benar-benar serasi, seorang wanita anggun dan cantik berjalan bergandengan dengan suaminya yang tampan dan gagah walaupun kini usia mereka sudah sekitar setengah abad.
"Ah, senangnya. Yeobo akhirnya kita pulang juga. Aku benar-benar rindu sekali dengan Negara ini" ucap sang wanita kepada suaminya.
"Ne chagi-ya. Ah, bagaimana kalau malam ini kita menginap di hotel dulu?"
"Mwo? Waeyo?"
"Besok baru kita pulang ke rumah dan memberi kejutan kepada Ibu dan putra kita. Rasanya tidak enak jika harus membangunkan mereka ditengah malam begini, dan lagi apa kau tak merindukanku, eoh?"
CUP
Dengan cepat ia mencuri ciuman dari bibir ranum sang istri.
"Aish yak jangan menciumku di tempat umum pabbo! Tapi kau benar juga, ayo kita cari hotel. Aku benar-benar lelah dan ingin segera tidur" kata sang istri lalu segera berlalu mendahului suaminya
"Tak akan kubiarkan kau tidur chagi-ya" ucapnya sembari mengambil langkah cepat untuk mengimbangi langkah istri didepannya.
.
.
Busan. Keesokan paginya, tanpa memikirkan kejadian Seohyun semalam, kini saat jarum jam menunjukan puluk 06.25 KST, Kyuhyun sudah siap dan rapi dengan sebuah buket bunga beserta sebuah boneka bunny pink yang besar dikedua tangannya. Sedari tadi tangannya tak pernah sedikitpun lelah memegang kedua benda tersebut.
CKLEK!
Setelah sekitar 20 menit lebih berdiri, akhirnya pintu didepannya itupun terbuka dan menampilkan seorang wanita dengan pakaian cassual namun tidak pernah mengurangi kecantikannya itu.
"Kyu…" gumamnya pelan bahkan nyaris tak terdengar.
"Min, aku mohon maafkan aku. Aku bersalah, dan aku benar-benar minta maaf atas kejadian semalam" ucapnya tulus sembari berlutut di lantai koridor hotel.
"Kau benar-benar pabbo tuan Cho. Dan aku sarankan, sebelum kau menuduh orang sembarang sebaiknya kau cari tau dulu kebenarannya. Bagaimana ini, aku sudah terlanjur sakit hati dengan perkataanmu semalam" ucap Sungmin tanpa menatap Kyuhyun, alih-alih untuk menatap pria yang kini dibawahnya itu, ia lebih memilih untuk mendongakkan kepalanya keatas guna mencegah kristal bening yang sedari tadi telah terbendung dipelupuk matanya.
Kyuhyun yang tau Sungmin tengah berusaha menahan tangisnya hanya bisa tersenyum miris melihatnya. Sekuat itukah kemarahan Sungmin terhadapnya? Memang ia sudah sangat keterlaluan kemarin, tapi apakah tidak ada sebuah ruang maaf dihati Sungmin? Demi Tuhan, ia tak pernah bermaksud demikian, ia hanya terbakar api cemburu dan emosi saat itu.
Dengan segera, Sungmin berbalik dan mengunci kamarnya dan berlalu dari hadapan Kyuhyun begitu saja. Sedangkan Kyuhyun kini ia tengah meratapi nasibnya, wanita yang ia cintai sudah berlalu begitu saja dari hadapannya. Tapi, kini ia sudah bertekad, apapun yang terjadi, ia akan memepertahankan yang sudah menjadi miliknya. Jika pagi ini permintaan maafnya ditolak mentah-mentah oleh Sungmin maka, 'kita lihat saja nanti, akan kubuktikan padanya' batinnya.
.
.
Saat ini,Sungmin tengah berjalan dengan senyuman menawannya sembari menggandeng lengan kekar sang kakak. Walaupun sebenarnya suasana hatinya sedang tidak bagus, tapi ia tidak mau merusak suasana jalan-jalannya dengan sang oppa hari itu.
"Oppa, hari ini kita akan jalan-jalan bertiga" ucap gadis bergigi kelinci itu.
"Bertiga? Dengan namja?" Tanya Donghae penuh selidik.
"Aniyo oppa. Aku akan mengenalkan oppa dengan sahabat baruku disini. Oppa tau, dia adalah orang yang menemaniku sejak awal disini, dan dia juga punya hobi yang sama dengan oppa, ah bukan hobi, tapi bakat" ungkapnya antusias.
"Benarkah? Kalau begitu pasti dia baik sekali mau menemani gadis menyebalkan sepertimu. Haha" kekeh Donghae dan dibalas dengan wajah cemberut oleh Sungmin.
"Tadi kau bilang bakat yang sama, bakat apa?" lanjutnya.
"Ah dia pintar sekali menari, dance seperti oppa, bahkan menurutku dia lebih baik dari oppa"
"Mworago? Sehebat apa dia sehingga kau bilang lebih baik dariku?"
"Hebat pokoknya, kajja kita ke tempatnya"
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya kedua kakak beradik itu kini sudah sampai didepan tempat sahabatnya itu.
TETT TETT
CKLEK!
"Oh Minnie-ya, sudah sampai rupanya"
"Ne Hyukkie-ya, ayo kita berangkat"
"Ne, tunggu sebentar, aku ambil tasku dulu"
Seusai mengambil tas dan mengunci pintu, dua gadis itu berjalan beriringan menuju tempat Donghae didepan yang telah menunggu mereka.
"Oppa, kenalkan ini Eunhyuk, yang tadi aku ceritakan dan Hyukkie-ya, ini oppa-ku" ucap Sungmin memperkenalkan kedua insan tersebut.
"Anneyonghaseyo, Lee Donghae imnida" ucap Donghae sembari mengulurkan tanggannya.
"Ah, Annyeong Eunhyuk imnida" dan menjabat uluran tangan Donghae.
'hangat'
'halus'
Batin keduanya, dan saat mendongak ke atas, kedua mata itupun sontak bertemu pandang. Bagai tersengat aliran listrik kedua insan itu diam membatu untuk beberapa saat. Sampai akhirnya sebuah tawa menyebalkan membuyarkan pikiran keduanya.
"Kekeke, mau sampai kapan dua orang ini berjabat tangan ya" monolog Sungmin sambil berjalan meninggalkan mereka.
"Ah, mianata" ucap Donghae.
"Ne" dibalas dengan senyuman manis dari Eunhyuk dan melepas jabatan tangan mereka dengan canggung.
"Yak Minnie-ya, jangan tinggalkan kami, aiss" seru Donghae pada adiknya yang hanya dibalas tawa oleh Sungmin. Dan hari itupun dilewati oleh ketiganya dengan canda tawa dan melupakan apa yang telah terjadi pada Sungmin dan Kyuhyun saat itu. Dan tanpa terasa pun mungkin kini telah tumbuh sebuah rasa baru dari dua orang berlainan jenis di antara tiga orang itu. Sebelum akhirnya, hari yang indah itu diakhiri dengan sebuah perasaan kehilangan, karena Donghae harus kembali ke Seoul petang itu juga.
.
.
Sore itu, Kyuhyun terlihat sangat sibuk mengangkat beberapa barang kedalam sebuah kamar yang bukan miliknya itu. Setelah membujuk seorang receptionist agar memberinya kunci cadangan dari sebuah kamar disana, akhirnya Kyuhyun dapat melakukan 'sesuatu' didalam kamar disebrang kamar miliknya itu.
Mulai dari menghias dan menata puluhan tangkai bunga mawar, menata sebuah meja untuk makan malam yang langsung menghadap jendela, menata lilin-lilin berwarna-warni dan meletakkan sebuah boneka bunny pink besar yang hampir seukuran badannya. Setelah selesai dengan semua itu, Kyuhyun bergegas untuk membersihkan diri ke kamar miliknya. Lalu sesegera mungkin ia kembali kedalam kamar diseberang kamarnya, kamar milik Lee Sungmin.
BIP BIP
Terdengar suara pesan masuk di ponselnya. Mendapat pesan bahwa Sungmin telah sampai dihotel dan sudah berada di lobby, ia segera menyalakan lilin dan mematikan semua penerangan listrik dikamar itu. Beberapa menit ia menunggu pujaan hatinya tersebut, hingga suara ganggang pintu yang diputar membuatnya tersenyum penuh arti.
'Apa ini, kenapa ada banyak sekali lilin disini? Woahhh, bagus sekali. Tunggu.. apa ini? "Saranghaeyo Lee Sungmin" siapa yang membuat tulisan dengan lilin ini? Lampu, ah ya!' batin Sungmin ketika baru sampai di kamarnya
CKLEK!
Setelah semua penerangan lainnya dinyalakan, tampaklah seorang lelaki tampan tengah tersenyum sembari menggengam sebuah buket bunga yang tadi pagi ia bawa.
Ya Tuhan, bagaimana bisa kau menciptakan lelaki tampan ini? Lihatlah penampilannya malam ini, setelan jas berwarna hitam, dengan sebuah dasi berwarna merah gemerlap menggantung dilehernya, ditambah lagi dengan rabut yang sedikit berantakan, menambah kesan manly melekat pada dirinya malam ini. Ah, jangan lupakan Sungmin! Apa yang kini terjadi pada gadis itu? Dia diam membatu pada tempatnya, tak tau berkata apa, Kyuhyun adalah keindahan kedua yang dilihatnya sejak melihat hiasan-hiasan mawa, lilin dan sebuah tatanan meja candle light dinner di dekat jendela kamarnya malam itu.
"Min…"
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Sungmin dengan nada datar, tak ada kemarahan, tak ada kekesalan, tak ada nada tinggi, tak ada antusiasme. Datar.
"Aku,, Min, maafkan aku sayang. Aku mohon maafkan sifatku yang seperti anak-anak ini, maafkan ego ku yang begitu tinggi, maafkan aku yang selalu bertindak sesuka hati dan maafkan mulut bodoh ini yang telah berbicara kasar padamu, aku mohon maafkan aku" ucap Kyuhyun sembari menampar bibirnya ketika menyinggung mulutnya yang telah berbicara kasar pada Sungmin.
"Baru beberapa kali kita bertemu, lalu kau kemarin sudah menjadikanku kekasihmu, awalnya aku kira semua sifatmu sudah berubah menjadi lebih baik, tapi ternyata, kau masih sama, bermulut tajam dan suka bermain-main…"
'Haah', terdengar helaan nafas berat saat Sungmin mengucapkan kalimat-kalimat itu tadi.
"Jadi sekarang bukankah lebih baik kita akhiri saja?" ucapnya berkaca-kaca.
"Andwee! Min-ah, aku mohon maafkan aku,," ucap Kyuhyun yang saat itu sudah mulai meneteskan air matanya dan bersimpuh dihadapan.
"Aku mohon,, aku mohon…" gumamnya lagi.
"Keluarlah Kyu" ucap Sungmin.
"Andwe! Aku tak akan keluar begitu saja sebelum kau memaafkanku"
Malas berdebat dengan pria keras kepala didepannya, ia sudah tak memperdulikannya lagi dan berlalu begitu saja, meninggalkan Kyuhyun yang masih bersimpuh dilantai dingin tersebut. Langsung saja Sungmin berjalan menuju lemari pakaiannya, mengambil sebuah piyama dan handuk lalu berjalan menuju ke kamar mandi.
Suara gemericik air terdengar dari dalam ruangan lembab itu, Kyuhyun kini masih setia bersimpuh di tempat yang sama tanpa ada niat untuk menggeser posisinya, walaupun kini betisnya sudah mulai nyeri karena tertimpa oleh paha dan tubunya.
Setelah itu pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan Sungmin dan piyama lengkap yang sudah melekat ditubuhnya.
"Kyuh.." lirihnya hampir tak terdengar.
Segera saja Sungmin menghampiri Kyuhyun dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan lelaki itu.
"Apa yang kau lakukan pabbo?"
"Aku menunggu kata maaf keluar dari sini" ucap Kyuhyun sembari menyentuh bibir shape M didepannya yang langsung dibalas dengan sebuah tepisan kasar dari Sungmin.
"Pulanglah.."
"Tidak! Aku mohon Min-ah"
Lama Sungmin berfikir…..
"Aku berjanji akan selalu menjadi lebih baik lagi"
Tak ada salahnya bukan untuk memaafkannya, bagaimanapun semua orang punya salah, tidak hanya Kyuhyun bahkan dirinya juga. Tapi… mengingat apa yang Kyuhyun katakana waktu itu, kembali harga dirinya merasa direndahkan.
"Baiklah, aku memaafkanmu, jadi sekarang bangun dan kembalilah kekamarmu"
"Benarkah? Terimakasih Ming, jeongmal gomawoyo" ucap Kyuyuh sembari memeluk erat tubuh Sungmin.
"Yak, lepaskan aku, sesak Kyu"
"Sekarang pulanglah" lanjutnya kemudian setelah pelukan Kyuhyun terlepas.
"Ani, aku tak akan pulang, kau tak kasihan melihat semua yang aku buat dikamar ini, ayo kita lanjutkan kejutanku" ucapnya sembari menarik tangan Sungmin, namun yang ditarik justru tak bergeming, tetap diam pada posisi berjongkonya.
"Aku tak mau" ucapnya singkat.
"Aku mohon" ucap Kyuhyun memelas dan akhirnya dengan sedikit malas walaupun hatinya saat ini tengah berbahagia dengan apa yang telah Kyuhyun siapkan.
"Sekarang, gantilah bajumu, tampil secantik mungkin untukku malam ini" ucap Kyuhyun sembari memeberikan sebuah kotak besar yang ternyata berisikan sebuah gaun untuk Sungmin.
Lalu, Sungmin pun berlalu menuju ke tempat berganti pakaian dan merias dirinya disana.
CKLEK!
Ketika tempat dimana Sungmin berganti tersebut terbuka, sontak saja Kyuhyun menolehkan kepalanya kebelakang. Jika tadi Sungmin yang menganga saat melihat penampilan Kyuhyun, sekarang keaadaan berbanding terbalik, Kyuhyun lah yang dibuat terpesona oleh penampilan Sungmin kali ini. Gaun indah berwarna soft pink sepanjang lutut, berdada rendah tanpa tali, dengan aksen blink-blink permata di sepanjang dadanya, sedangkan diperutnya kebawah adalah kain sutra lembut, rambut panjangnya yang digerai, serta riasan tipis diwajahnya.
'tak salah aku memintanya untuk mencarikan Sungmin gaun, saat cocok!' batinnya.
"Kyu, jangan menatapku seperti itu!" seru Sungmin pada Kyuhyun karena malu terus dipandangi.
"Kau sangat cantik Min"
CUP
Kecupnya di pucuk kepala Sungmin.
"Kajja, kita ke meja makan yang sudah aku siapkan"
Mereka pun berjalan menuju ke meja makan, dengan sangat perhatian Kyuhyun menggeserkan kursi untuknya, menyalakan lilin dan menuangkan red wine ke dalam gelasnya dan gelas Sungmin.
"Min, ada yang ingin bertemu denganmu, lihatlah kemari" ucap Kyuhyun dan menyodorkan sebuah tablet kepada Sungmin. Sungmin yang tidak mengerti maksud Kyuhyun hanya menurut dan memperhatikan layar didepannya, hingga…..
"Lee Sungmin-sshi?" layar tersebut tiba-tiba menampilkan seorang wanita berparas cantik dan anggun.
"N-ne" ucap Kyuhyun sedikit gugup.
"Ah, kau cantik sekali, Kyuhyun sudah banyak menceritakanmu padaku, perkenalkan aku adalah…."
.
.
TBC
Review Please ^^
Hay readers and silent readers, chap 6 is UP!
Review? Buat SiDers, gak ada salahnya kasih saya masukan, Review juga ne? ^^
Maafkan alur yang hancur, maafkan karna tidak sesuai EYD, maafkan jika banyak TYPO dan maafkan jika saya update lama. Buat next chap, saya usahan lebih panjang lagi dan lebih cepat.
Dan maaf untuk readers saya jika ada salah yang saya buat di note ini.
Buat yang tanya kenapa Kyu nyatain cintanya cepet dan maksa, soalnya author pengen beda aja sama yang lainnya, gak begitu rumit dan banyak konflik. #plakk
Thanks to : 18thOfMay, BabyChaByCho, Diniaulicious, HyukBunnyMing, Iam E.L.F and JOYer, Ji Sun, Lilin Sarang Kyumin, cho min hae, haengbokhagae, imyk1601, lilin swan kyumin, loupeu, 3, nurichan4, sitara1083, umong, won2, yumiewooki.
Jeongmal Gomawo readers tercinta.
Paypay Readers ^^
Follow : tikhaee
