The 48th Grave
Disclaimer:
Yasushi Akimoto, Satelight
2 hari kemudian...
"Huf..! Pagi yang cerah..!"Nagisa segera bangun dari tidurnya.
"Hei, Chieri.. Ayo bangun!"sahut Nagisa membangunkan Chieri.
"Hhh.. Kau menghancurkan mimpiku.."umpat Chieri.
"Sudahlah..! Mimpi itu hanya bunga tidur! Ayo, kita mandi!"ajak Nagisa.
"Tapi.. Mimpi itu bukan sekedar bunga tidur, menurutku.. Kali ini—"Chieri berhenti bicara setelah melihat Nagisa sudah tidak ada lagi di ruangan itu.
"Huf, pasti dia sudah lebih dulu ke sana..."gumam Chieri.
.
Di kolam...
.
"Hng.."Nagisa sedang berendam.
"Apa Chieri marah ya..?"gumamnya.
...
.
*BRASS!*
"AA!"
"Hahahaha!"
"Chieri..!"
Chieri mengejutkan Nagisa dengan cara menceburkan dirinya secara tiba-tiba.
"Itu balasannya karena sudah menghancurkan mimpiku..!"ujar Chieri sambil tertawa.
"Dasar kau..! Eh ngomong-ngomong mimpimu tadi isinya apa? Kenapa sepertinya terlalu berharga untuk dihentikan..."kata Nagisa.
"Mimpiku? Huh, aku bermimpi, masih tentang pekuburan itu..."jawab Chieri.
"Hah? Ceritakan padaku.."balas Nagisa.
"Aku bermimpi. Di pekuburan itu, tepat di sebelah tenggara, ada sebuah lobang yang menuju ke suatu tempat.. Tempat itu sangat berbau amis.. Dan jika kita menelusuri lebih dalam.. Kita akan menemukan sesuatu.. Tapi, sesuatu itu tidak jelas di mimpiku.."jelas Chieri.
"Hmm.. Mudah-mudahan itu cuma mimpi.."bisik Nagisa.
.
5 menit kemudian..
.
"Heh.. Chieri.."
"Ada apa?"
"Lebih baik kita beranjak dari sini.. Aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi.."usul Nagisa.
"Huh? Okelah..."jawab Chieri.
Mereka berdua segera beranjak dari kolam itu. Ketika mereka memakai baju ganti mereka, alangkah terkejutnya mereka ketika melirik air kolam itu.
"A..a..a.. Darah?!"sahut Chieri dan Nagisa.
Air kolam itu berubah menjadi darah.
"Kita harus beritahu Tsubasa-san tentang ini!"ucap Chieri.
Nagisa mengangguk dan segera pergi bersama Chieri.
.
Di ruang tengah, kebetulan Tsubasa-san sedang ada di sana.
"Tsubasa-san! Gawat!"teriak Nagisa dan Chieri.
"Nagisa? Chieri? Ada apa?"tanya Tsubasa-san.
"Ikut kami..!"jawab Chieri.
Mereka pun membawa Tsubasa-san ke tempat yang mereka maksud.
.
"Hah?! Kenapa ini bisa terjadi?"Tsubasa-san terkejut.
"K..kami tidak tahu...!"kata Nagisa.
"PUEH! APA INI?!"terdengar teriakan dari ruang makan.
"Hah? Ada teriakan dari ruang makan!"sahut Nagisa.
"Ayo ke sana!"ajak Chieri.
.
.
Di ruang makan..
"Ah! Darah?! Kenapa ini bisa terjadi?!"
"Eh, Takamina-san? Ada apa?"tanya Nagisa.
"Air minum di sini..! Semuanya menjadi darah!"jawab Takamina panik.
"HAH! Ini gawat...! Pasti sesuatu telah terjadi...!"ucap Chieri gelisah.
"Jangan-jangan mau kiamat...!"celetuk Yuuko.
"YUUKO!"teriak semua orang yang ada di ruangan itu.
"... Gomen..."Yuuko langsung menunduk.
"Tunggu dulu.. Jika target nisan ke-48 sudah ditemukan, maka akan terjadi hal-hal yang aneh.."kata Chieri tiba-tiba.
"Hah? Dari mana kau tahu?"tanya Nagisa.
"Waktu itu aku baca artikel selanjutnya..."jawab Chieri.
"Lalu kenapa kau tidak bilang dari tadi?!"tanya Nagisa lagi.
"KAN AKU LUPA!"teriak Chieri sekuat-kuatnya.
"-_-"
"Sudah jangan berantam! Kita sedang panik kalian malah berantam..!"lerai Tsubasa-san.
"Jadi bagaimana ini..?"tanya Makoto cemas.
"Aku ingin melihat kalau air di kota juga menjadi seperti ini. Ayo Nagisa, Chieri, Kanata!"ajak Takamina sambil beranjak.
"Eh, Takamina~! Aku mau ikuut..!"pinta Yuuko dan mengikuti mereka bertiga.
.
Di kota..
"!"
".. Ini mimpi..! Pasti mimpi..!"
Semuanya berubah jadi darah dan sebagian orang melarat seperti mau mati.
"Ini pasti.. Karena targetnya sudah ditemukan..!"gumam Chieri.
"Jadi, bagaimana cara mencegahnya..?"tanya Nagisa.
"Aku belum tahu.. Kita harus menemukan solusinya.. Jika tidak.."kata Takamina.
"Ini sama saja kiamat sudah dekat!"balas Yuuko.
"YUUKO!"lagi-lagi mereka meneriaki nama yang 'indah' itu.
"Huf! Kan aku bercanda..!"ujar Yuuko kesal.
"Ah, bagaimana kalau kita pergi ke Pekuburan itu? Dan kita mencari apakah mimpiku tadi ada benarnya.."usul Chieri.
"Ah! Aku tidak mau! Nanti kita mendapat masalah lagi..!"tolak Kanata.
"Tenanglah! Hanya sebentar saja kok!"kata Chieri.
"Okelah.."Kanata pasrah.
.
.
To Be the Next Chapter...!
