"Min.. Aku akan sampai.. Ahhhh…." Kyuhyun terus menggerakkan bokongnya hingga Sungmin tersentak-sentak dan Kyuhyun mendonggakkan kepalanya saat kenikmatan itu datang.
"Ahhhh….." desahnya ketika cairan putih itu melesak kedalam vagina Sungmin. Kyuhyun pun lemas sehabis orgasme dan menidih tubuh Sungmin pelan hinnga dadanya menempel didada Sungmin dan terlelap tanpa melepastan tautan keduanya.
.
.
hanamiJOY137
Unforgettable Love
KyuMin FIRST fanfictoin
WARNING : THIS IS GENDERSWICH FANFICTION
Rated T+
.
.
Main Cast : Cho Kyu Hyun and Lee Sung Min
Other Cast : Leeteuk, Kangin, Donghae, EunHyuk, Yesung, Shindong, Ryeowook, Siwon, Hanggeng, Heechul, Zhoumi, Henry
Dan cast akan bertambah seiring jalan cerita.
.
.
Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah Novel karya Tang Xiao Lan, berjudul Unforgettable Love. Ini BUKAN FF remake, karena alur cerita berbeda. Hanya beberapa bagian dan tema cerita yang sedikit (?) sama. Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin tetap milik Tuhan, keluarga, fans dan juga saya (?) ^^
.
.
Love Kyumin, enJOY all !
.
.
Suara kicauan burung, deru kendaraan dan bias-bias cahaya matahari mulai menjalar di dalam kamar tersebut. Dua insan yang masih bergelung dalam selimut itu seakan menulikan pendengarannya dan masih senantiasa terlelap dalam kehangatan pelukan masing – masing. Sampai akhirnya, setelah beberapa saat mengumpulkan nyawanya dari dunia kapuk, wanita itu sudah mulai mengerjap lucu membiasakan cahaya matahari yang mengenai retina matanya. Melihat sang kekasih yang masih terlelpa diatas 'dada'nya membuatnya tersenyum malu teringat akan apa yang mereka berdua lakukan semalam. Saat dilirknya sekilas pada jam dinding yang sudah menunjukan pukul 10.00, ia bermaksud untuk beranjak dari tempat tidur dan membersihkan diri kekamar mandi, tapi sepertinya Lee Sungmin melupakan sesuatu,,,
"Akhh…" rintihnya ketika merasakan sesuatu di sela – sela pahanya itu.
'Omona! Aku lupa..' batinnya.
"Ugh,, Minnie-ya" desah pria yang masih setia tidur diatasnya itu.
"Mianhae Kyu, aku mau bangun…" ucapnya polos.
"Tapi kau membangunkan'nya' sayang" ucap Kyuhyun disertai smirk yang tercetak di wajahnya. Tanpa berpikir lebih jauh lagi, laki-laki mesum itu langsung saja menggerakkan bokongnya, dan menulikan pendengarannya saat Sungmin meronta-ronta dalam kekangannya.
"Akhhh… Kyuhyuh!" dan silahkan readers sendiri yang membayangkan apa yang terjadi. *author sarap*
.
.
At Seoul. Seorang laki-laki dan seorang wanita paruh baya kini tengah berbelanja bersama disebuah swalayan besar disekitar rumahnya.
"Eomma, kenapa belanja banyak sekali? Tidak biasanya.." gumam pria yang diketahui bernama Lee Donghae itu.
"Hanya ingin saja, bukankah Sungmin akan segera pulang? Eomma benar-benar rindu dengannya"
"Masih dua hari lagi eomma"
"Yah, siapa tau besok sudah pulang.." mengalah dengan sang ibu, akhirnya Donghae hanya berjalan mengikuti kemanapun kaki Leeteuk melangkah.
"Wortel… lobak… daging sudah, apalagi ya..?" gumam seorang wanita yang tidak sengaja berpapasang dengan mereka.
"Eunhyuk-ah!" panggil Donghae, sedangkan sang Ibu dan yang dipanggil langsung saja menoleh padanya.
"Oh Donghae oppa!" ucapnya sembari berlari kecil kearah Donghae. Entah siapa yang memulai, kini mereka berdua tengah berpelukan diiringi senyuman geli dari Leeteuk.
"Ehem…" Leeteuk yang sudah tidak tahan ingin berkenalan dengan gadis itu langsung saja memecahkan keheningan.
"Ah… hehe" cengir Donghae yang merasa sangat malu pada Ibunya kala itu.
"Ehm, oppa sedang berbelanja bersama…."
"Ah, hampir saja lupa, kenalkan Hyukkie-ya, ini ibuku, eomma, kenalkan ini sahabat Sungmin saat di Busan"
"Omo, kau temannya Sungmin? Annyeong, Lee Jung Soo imnida"
"Annyeong Lee-sshi, nan neun Lee HyukJae imnida" ucapnya sembari membungkuk.
"Aigoo, manis sekali. Panggil eommonim saja" ucap leeteuk antusias.
"Ne eommonim"
Setelah selesai berbelanja, akhirnya ketiga orang itupun memutuskan untuk berbincang sebentar di sebuah café terdekat. Saling bercerita tentang Sungmin di busan, pertemuannya dengan Donghae. Dan tak lupa mereka –Donghae dan Eunhyuk- pun sempat bertukar nomor telfon.
Sesampainya dirumah, Leeteuk dan Donghae terlihat selalu mengulas senyum. Bahkan Donghae sampai bernyanyi dan menari-nari begitu sampai dirumahnya. Kelakuan anak dan ibu itupun ditatap dengan heran oleh sang ayah.
"Changi, kalian kenapa? Habis menang undian?"
"~kkk, aniyo yeobo. Kau tau, tadi aku bertemu dengan seorang gadis sahabatnya Sungmin di Busan, dan sepertinya putramu dan gadis itu sudah memendam perasaan. Hihihi"
"Benarkah? Apa dia cantik?"
"Tentu saja, tidak kalah dengan Sungmin kita"
"Ah, aku hampir saja mengira Donghae adalah brothercomplex"
"Omo! Apa yang kau bicarakan? Ck!"
"Hahaha, aku hanya bercanda chagi"
.
.
At Cho Masion. Heechul yang tengah duduk sembari membuka lembar-lembar majalah fashion import-nya itu, tak henti-hentinya tersenyum sambil sesekali memasukkan berbagai macam kue kering kedalam mulutnya.
"Chullie-ya, kau seperti orang gila! Kenapa tersenyum seperti itu?"
"Omo eomma tega sekali mengatai menantumu seperti orang gila"
"habisnya kau aneh"
"Ish eomma tidak tau saja kenapa"
"Kalau begitu cepet beritau aku!"
"Aku kemarin baru bertemu dengan sahabatku, lalu berkenalan dengan kekasih, ah tidak, tapi calon istrinya Kyu" ucapnya berbinar.
"Siapa wanita itu? Tidak taukah dia kalau Kyuhyun akan aku tunangkan dengan Seohyun?!"
"Eomma! Berhentilah mengatur hidup putraku! Apa eomma belum membaca berita pagi ini? Choi Zhoumi dan Kwon Yuri sudah bercerai karena Yuri berselingkuh dengan pria muda, dan seo kesayangan eomma itu akan segera dijebloskan ke penjara karena telah melakukan penganiyayaan terhadap kekasihnya Kyu. Untung saja Kyu dan Siwon segera datang dan menyeret Seohyun" ucap Heechul menggebu-gebu.
"Benarkah chagi-ya?" tanya Hanggeng.
"Ne.. aku baru saja menerima telfon dari Kyu"
"Lalu bagaimana keadaan Sungmin?"
"Sungmin? Nuguya?" tanya sang Ibu tiba-tiba.
"Ah, Sungmin itu…." Akhirnya, setelah menceritakan siapa Sungmin dan bagaimana keadaan keluarga Choi, Nenek cho itupun menegerti dan walaupun sedikit kecewa dengan pilihan cucunya tapi bagaimana lagi, ia tidak akan pernah menang melawan menantu dan cucu kesayangannya itu.
.
.
"Min, maafkan aku.. jangan marah sayang" ucap Kyuhyun sembari berjongkok dan menggedor-gedor pintu kamar mandi.
CKLEK!
Pintu yang ditungguinya sedari tadi itu akhirnya terbuka dan menampakkan seorang wanita berbalu bathrobe dengan raut wajah kesal dan sedikit menampakkan kasakitan.
"Maafkan aku.." ucap Kyuhyun lagi.
"Kau tega sekali Kyu, sudah kubilang hentikan, tapi kau tak mau berhenti, sekarang akulah yang menanggung sakitnya sendiri!"
"Maafkan aku,, kumohon. Ayolah, bahkan kita akan pulang ke seoul sore ini dank au masih mendiamiku"
"Huuh, baiklah aku maafkan, asal kau tidak mengulanginya lagi"
"Arraseo chagi~"
Setelah berkemas dan bersiap, akhirnya pasangan itu memutuskan untuk kembali ke seoul siang itu juga menggunakan kereta.
.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka sampai di Seoul dengan dijemput oleh supir pribadi Kyuhyun.
"Pak Kim, tolong antarkan kami ke rumah Sungmin… tapi sebelumnya antarkan aku membeli bunga dulu"
"Turunkan saja nanti di depan gang dan untuk apa membeli bunga?"
"Tidak bisa, aku ingin bertemu ayah dan ibumu"
"oh….APA? kenapa mendadak sekali pabo?!" baru saja Sungmin ber 'oh' ria sampai akhirnya ia sadar dengan apa yang diucapkan Kyuhyun.
"sstt, jangan berteriak sayang. Aku hanya ingin berkenalan saja"
"Kenapa mendadak Kyu?"
"Sssttt…" gumam Kyuhyun sembari tersenyum kepada Sungmin.
.
Kini mereka sudah sampai didepan rumah sederhana Sungmin. Kyuhyun yang sedikit gugup akan bertemu dengan keluarga kekasihnya itu terlihat beberapa kali membenarkan penampilannya.
"Kyu, palli. Mau sampai kapan kita diam diluar!"
"Ah, arraseo Ming"
KRIIET
Pagar putih itupun dibuka oleh Sungmin. Haah, rasanya sudah lama sekali ia tak pulang kerumah.
"Eomma!" teriaknya begitu sampai dirumah.
"Minnie-ya…" bukannya sang eomma, kini ia disambut oleh teriakan dari sang ayah.
"Appa!..."
"Betah sekali kau di Busan, sampai hari ini baru pulang eoh?" canda Kangin sembari memeluk putri tersayangnya itu.
"Mianhae appa. Oh eomma eddiseo?"
"Minne!" kini terdengar lagi suara seorang wanita yang tak lain adalah ibunya dari dalam rumah.
"Eomma, bogoshipoyo~" ucapnya manja.
"Nado changi.. ah ya, ini siapa?" tanyanya saat melihat Kyuhyun.
"Ah, annyeonghaseo. Nan neun Cho Kyuhyun imnida" jawabnya sopan.
"Omo, Kyuhyun? Ah, rupanya putra Heechul ikut datang. Annyeong Kyuhyun-ah"
"Sebaiknya kita masuk kedalam, kajja"
.
Setelah cukup lama keempat orang itu saling bercerita, akhirnya Donghae pulang bekerja.
"Oppa!"
"Minnie.."
"Aish, kalian seperti tak bertemu setahun saja.. lihat Kyuhyun jadi cemburu melihat kalian berpelukan seperti itu" ucap Leeteuk kepada kedua anaknya itu.
"Kyuhyun?" tanya Donghae.
"Annyeong Donghae-sshi, Cho Kyuhyun imnida" ucapnya pada Donghae.
"Lee Donghae imnida. Kau kekasihnya Sungmin?"
"Ah, n-ne.."
"Kenapa gugup sekali? Tenang saja, aku tak akan memakanmu. ~Kkkkk"
Saling berbagi cerita, dan akhirnya makan malam bersama, ah betapa bahagianya kau Cho Kyuhyun. Disambut dengan baik oleh keluarga Lee, bahkan lihatlah sekarang, kau sudah seperti bagian dari keluarga kecil bahagia itu.
.
.
Malam itu, sebenarnya Kyuhyun sedikit berat hati untuk meninggalkan rumah Sungmin, tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin kan dia menginap disana? Mau dicap yang tidak-tidak oleh orang tua Sungmin? Tapi yah tak apa, besok ia akan berkunjung lagi. Malam ini biarlah dia pulang untuk sekedar bertemu dengan Eomma dan Appa nya yang juga baru kembali ke Korea.
CKLEK
"Selamat datang Kyuhyun"
"Ahjjuma…." Sapanya manja pada sang pelayan yang telah dianggap bibinya itu.
"Larut sekali pulang. Kau sudah makan malam?" tanya sang pelayan sembaru menenteng semua barang-barang Kyuhyun.
"Ne, aku tadi sudah makan. Oh ya, dimana appa dan eomma?"
"Masuklah, mereka sedang berada diruang keluarga juga bersama nenekmu"
Mendengar itu, ia langsung berlalu menuju ruang keluarga yang letaknya author gak tau dimana, karena susah dilacak GPS. Ia pun langsung menghambur menuju keluarga terkasinya itu.
"Omo, Kyuhyunnie kenapa tidak bilang jika mau pulang?"
"Memangnya jika aku pulang eomma akan apa? Menyambut kepulanganku dengan tarian salsa?" ucapnya polos
"Aish. Setidaknya eomma akan membuatkan makanan kesukaanmu"
"Whoooaaa, memangnya sejak kapan eomma bisa masak?"
"YAK!"
"Sudahlah. Kalian ini baru bertemu sudah bertengkar. Kyu, kau sudah makan malam?" tanya sang appa sebagai penengah.
"Tentu saja sudah. Tadi Teukkie ahjjuma sudah memasak banyak untukku"
"Teukkie..?" tanya Hanggeng
"Omo! Kau sudah bertemu keluarga Sungmin? Kenapa tidak mengajakku sekalian pabbo? Tau begitu kan sekalian saja aku lamarkan Sungmin untukmu"
"Ah, jinjayo? Baiklah kalau begitu besok eomma lamarkan Sungmin, agar minggu depan aku bisa langsung menikahinya"
"Woo, jalani saja dulu bocah. Appa tidak mempermasalahkan Sungmin, tapi kau. Kau itu masih sangat labil"
"Aniyo… jebal eomma" ucapnya beralih pada sang eomma.
"Tidak sabaran, eoh? Tapi bagaimanapun juga, ini semua harus disetujui oleh keluarga Lee.."
"Ne ibumu benar.."
"Bawa besok dia kerumah.." ucap sang nenek tiba-tiba dan langsung berlalu dari hadapan ketiga orang itu.
.
.
At Daegu. Pria berparas tampan itu kini tengah duduk didalam mobilnya dengan gelisah. Menunggu seseorang entah itu keluar atau masuk dari dalam rumah mewah bergaya barat itu. Bukannya takut, ia hanya sedang berpikir keras, apa yang akan dikatakan pada haraboji dan halmoeni –nya ketika bertemu. Pasalnya, pertemuan ayah dan keluarga ibunya terakhir kali berakhir dengan kemarahan dari kedua kakek dan neneknya itu. Siapa yang tidak marah, jika menantunya sendiri menghianati putri mereka.
Drrrttt.. Drrttt..
Getaran ponsel membuyarkan lamunan seorang Choi Siwon.
"Yeoboseo appa. Wae?"
"Kau dimana?"
"Aku di Daegu. Ingin menemui ibu"
"Kau sudah bertemu dengannya? Ayah mungkin besok pagi akan menemui mereka, meminta maaf dan meminta ibumu kembali"
"Jinjja? Kenapa tidak sekarang saja?!"
"Di Seoul sedang hujan lebat. Dan kau sebaiknya menginap dulu disana, akan sangat berbahaya jika kau kembali ke Seoul hari ini juga"
"Baiklah"
Tuttt.. Tuttt..
Setelah berdiam diri cukup lama, akhirnya ia memutuskan untuk masuk kedalam, bertemu dengan wanita yang amat ia sayangi.
TING TONG..
"Oh, tuan muda Choi.." kaget seorang pelayan dirumah tersebut.
"Apa tidak ada orang dirumah?"
"Semuanya sedang bersantai dirumah. Silahkan duduk tuan muda. Akan saya panggilkan"
"Ne"
.
.
"Siwonnie.." seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu tiba-tiba turun dari sebuah tangga yang menghubungkan lantai pertama dengan lanta kedua dirumah tersebut.
"Eomma…" Siwon dengan sedikit berlari menghampiri ibunya.
"Bogoshipoyo Siwonnie.."
"Nado eomma,,,"
Bagaikan orang yang telah bertahun-tahun lamanya tak bertemu, mereka berpelukan begitu erat, larut dalam pemikiran masing – masing dan sibuk saling melepas rindu, sampai – sampai mereka tak sadar akan kehadiran dua sosok disebelahnya.
"Siwon-ah!" pekik salah seorang wanita diantaranya.
"Halmonie!... Bogoshipoyo.." sama seperti pertemuannya tadi dengan sang ibu, saat melihat neneknya pun ia berlari dan merengkuh nenek tersayangnya itu.
"Haraboji…" bergantian setelah member pelukan hangat kepada sang nenek, kini ia beralih pada lelaki gagak disebelahnya itu.
"Hei, apa yang kau lakukan jauh – jauh kemari disaat hujan deras begini, eoh?"
"Aku merindukan kalian semuaa…. Dan lagi, ada yang harus aku sampaikan"
Setelah melepas rindu, kini mereka duduk melingkar di salah satu ruangan santai dikediaman tersebut. Kini, semua mata tertuju pada Siwon yang tengah menceritakan apa yang telah terjadi pada 'mantan' ibu dan adik tirinya itu. Dan tak dipungkiri, kini, Kim Henry sedikit mengulas senyuman kala mengetahui 'pengganggu' kehidupan rumah tangganya telah pergi dari kehidupan suaminya. Egois ,kah ia berbahagia ditengah penderitaan 'orang lain'? biarkan saja, toh ini semua memang miliknya sejak awal, jadi mau tidak mau, naluri hatinya akan berbahagia dengan sendirinya. Awalnya, kakek dan neneknya memang sedikit geram akan kelakuan menantunya itu, tapi ia sadar, siapapun bisa gelap mata dan memilih jalan yang salah. Sekali lagi, mereka menganggap ini hanyalah rintangan yang pasti memiliki kisah bahagia dibaliknya.
.
.
At Seoul
"N-ne?" tanyanya sekali lagi pada sang halmoni.
"Ck! Kau itu, tidak bisakah kau menyimak ucapan nenekmu dengan baik? Kubilang BAWA DIA KEMARI Cho Kyuhyun!" ulang neneknya penuh penekanan.
"Ne Eomma!" bukannya dijawab oleh Kyuhyun, kini malah sang ibu yang memekik senang dan menjawabnya.
Keesokan paginya, Kyuhyun, Heechul, Hanggeng dan neneknya tengah menikmati hari – hari kebersamaan mereka yang sangat jarang sekali mereka rasakan. Ah, betapa bahagianya keluarga Cho di hari ini, rasanya kurang lengkap dengan kehadiran menantu dan cucu yang seharusnya semakin mewarnai kebersamaan mereka pagi itu.
Berbeda halnya dengan keluarga Sungmin yang memang memiliki waktu tetap untuk berkumpul bersama dan makan bersama setiap harinya. Keluarga Cho ini memang agak sedikit sibuk. Maklum, mereka kan keluarga pebisnis.
Ketika siang beranjak, Kyuhyun lalu berpamitan untuk pergi menemui Sungmin ke rumahnya. Setibanya disana, ia langsung disambut oleh Leeteuk yang kebetulan tengah menanam bunga – bunga kcil di taman sempit dipekarangan rumahnya itu.
"Eomonim…" sapanya santun.
"Ohh, Kyuhyun-ah.. ayo masuk"
"Ne.. emm, Sungmin dimana eomonim?"
"Tadi pagi ia membantu ayahnya dikebun, jadi sekarang ia sedang tertidur dikamarnya, sepertinya ia kelelahan"
"Keundae.. apakah aku menggangunya?"
"Aihh, kenapa bilang begitu, tentu saja tidak. Dia sudah terlelap sejak tadi, sebentar lagi juga bangun. Tunggu saja sebentar. Hnn, eomonim buatkan minuman dulu, kau duduklah,, atau kau tunggu saja dikamarnya" kata Leeteuk sembari menunjuk sebuah pintu berwarna pink didepannya.
"bolehkah?" tanya Kyuhyun antusias.
"Tentu saja, asalkan kau tak berbuat macam – macam dirumah kami!" candanya pada Kyuhyun.
"Eomonim,, saranghae" ucapnya kepada leeteuk sembari membentuk hati diatas kepalanya. Dan hanya dibalas oleh senyuman geli dari leeteuk.
.
KYUHYUN POV
Eomonim memang baik hati sekali. Ah, beruntungnya kau Cho Kyuhyun.
CKLEK
Tunggu, kenapa semuanya berwarna pink begini?! Aigoo, uri Sungminnie sepertinya sudah keracunan dengan warna aneh ini.
Akupun berjalan mengitari kamar kecilnya itu. Tidak begitu banyak ada benda disana. Hanya sebuah single bed dengan sebuah bingkai foto anak kecil diatasnya yang seukuran dengan besar kepala tempat tidurnya, sebuah lemari, meja rias dan sebuah meja kerja di sudut ruangan. Dan diatas tempat tidur terdapat gundukan besar dengan selimut yang menutupinya.
"Hmm, manis sekali, eoh.."
Ku usap pelan pipi bulatnya. Ku cium kening, mata, hidung, pipi dan bibirnya sekilas. Aigoo, bunny ku ini tidurnya nyenyak sekali. Sudah kucium masih saja tertidur. Karena gemas, akhirnya aku memeluknya. Menenggelamkan kepalaku di perpotongan leher dan bahunya. Kugesekan pelan hidungku. Wanginya benar – benar memabukkan. Apakah ia merendam tubuhnya dengan vanilla? Aromanya seakan tak pernah hilang saja. Lama aku memeluknya, sampai aku sadar ternyata kelinci ini tidak memakai 'bra'. Hahaha! Kau memeluknya disaat yang tepat Cho Kyuhyun. Ahh, dada besarnya terasa sangat menyenangkan saat menempel di dadaku. Lama – lama aku bisa tegang jika begini terus. Dan sekarang, rasanya semakin nyaman, memeluknya sembari menciumi lehernya, kadang juga aku jilat atau ku gigit dan lagi, aku dapat merasakan payudaranya menggesek dada bidangku. Ah, betapa sena….. –CKLEK- ngnya. Siapa yang membuka pintu?
KYUHYUN POV END
"YA APA YANG KAU LAKUKAN CHO KYUHYUN?!" teriak seseorang yang tiba-tiba saja membuka pintu kamar tersebut dan mendapati Sungminnya tengah tidur dan diterkam erat oleh pelukan seorang Cho Kyuhyun.
"Donghae hyung…. Itu.. akuu hanya.."
"MWO?! Kau mau memperkosa adikku hah?!"
"MWO? Aniyo hyung.."
"Kyuhyun-ah,,, oppa,, wae?" tanya seorang gadis yang tadinya tertidur dan kini malahan sudah duduk dengan wajah innocent kelewat manis menatap sang oppa dan kekasihnya berteriak tak jelas didalam kamarnya.
"Dia mau memperkosamu Min!" ucap donghae tegas.
"Sudah kubilang tidak hyung!"
"Dia bohong Min!"
"Ming aku tidak bohong!"
"Kekanakan…." Ucap Sungmin acuh dan berjalan kekamar mandinya.
BLAM!
"Apa?! Dia bilang kekanankan? Yak! Sungmin-ah!" teriak Donghae.
"Kekanakan,,," ucap Kyuhyun menirukan gaya Sungmin dan berlalu keluar dari kamar tersebut.
BLAM!
Dan tinggalah Donghae dengan tampang kelewat pabbo berdiri ditengah kamar tanpa ada yang memperdulikannya. *~kkkkkk sabar ya babyHae*
"Arggghh, menyebalkan!"
.
.
"Eomonim, aboeji, aku ajak Sungmin keluar ne?" tanyanya pada Leeteuk.
"Keluar? Eoddi?" tanya Sungmin yang tiba-tiba muncul diantara Leeteuk, Kyuhyun dan Donghae yang masih kesal dengan kelakuan Kyuhyun dan adiknya itu.
"Jangan dibiarkan appa, mereka pasti akan berbuat mesum"
"Yak hyung!"
"Pikirannya saja yang mesum, diamkan saja kyu, begitulah orang yang tidak memiliki kekasih, dia pasti iri dengan adiknya ini" ucap Sungmin santai.
"Yak! Neo! Kau diracuni apa olehnya hingga kau begitu membelanya eoh?"
"Hey sudahlah…" ucap leeteuk.
"Iyaa, sudahlah hyung, jangan dipendam terlalu lama, katanyan saja cintamu pada Eunhyuk" ucap Kyuhyun (lagi-lagi) menggoda.
"Aishhh…" kesal Donghae dan berlalu menuju kamarnya.
"Sudah puas menggoda kakak kalian itu eoh?" ucap sang ayah.
"Memangnya kalian mau kemana?" lanjutnya.
"Makan malam dirumah.. nenek ingin bertemu Sungmin"
"oh berte… MWO?!"
"Wae?"
"Kenapa tidak bilang? Aku belum siap-siap pabbo!"
"Aihh, tenang saja, aku sudah menyiapkan segalanya.."
.
Tak berselang lama, seorang kurir datang mebawakan sebuah dress sederhana namun terkesan mewah untuk Sungmin.
Dengan paksaan Kyuhyun, ia pun mulai merias dirinya didampingi sang eomma. Lalu keluar dengan diiringi tatapan memuji oleh ayahnya dan Kyuhyun. Bagaimana tidak?! Lihatlah penampilannya sekarang, dengan dress tanpa lengan, bertabur pecahan abstrak diamons berwarna merah dari atas sampai bagian perutnya, dan warna peach gelap untuk bawahnya… ditambah lagi dengan rambut bergelombangnya yang gerai rapi.
"Aigoo, cantik sekali putri kesayanganku ini.."
"Cantik sekali calon istriku…"
"Hii, sudahlah, cepat sana pergi, sebelum kalian ditunggu terlalu lama.."
"baiklah.. Kajja Ming.."
.
.
Sesampainya di mension Cho, mereka disambut hangat oleh Hanggeng dan Heechul. Sedangkan nenek, dia sudah menunggu diruang makan. Suasana makan malam itu berlangsung dengan hangat, yah walaupun sikap yang berbanding ditunjukan oleh sang nenek yang menatap Sungmin sinis.
"Jadi, orang tuamu punya perusahaan apa?"
"N-ne? Hn, ayah dan ibuku bukan seorang pembisnis (lagi). Mereka hanya bekerja di toko kue dan perkebunan.."
"Mwo?! Dengan latar belakang seperti itu kau ingin menjadi istri dari cucuku yang terhormat ini ?! Yang benar saja.." ucapnya ketus.
"Halmoni!"
"Wae? Carilah calon istri yang lebih berkelas…"
DEG
.
.
TBC
Review Please ^^
Sebelumnya saya minta maaf jika konten, bahasa ataupun yang lainnya tidak sesuai, kasar dan yang lainnya.
Dan terimakasih untuk yang sudah menunggu cerita ini. maaf atas keterlambatan saya untuk posting. Karena saya sedikit sibuk dengan tugas-tugas akhir. Dan next chapter akan saya usahakan lagi agar lebih cepat. Maklum, ini sudah dekat masa-masa exam saya ^^
Oh ya, saya ada ide buat ff baru, tapi masih binggung mau buat YAOI atau GS.. baiknya apa ya? Maincastnya? Tetep KyuMin.. :D
Thanks to : 18thOfMay, 0212echy, BabyChaByCho, Diniaulicious, HyukBunnyMing, Iam E.L.F and JOYer, Ji Sun, KarooMinnie, Lilin Sarang Kyumin, Min3o, cho min hae, haengbokhagae, imyk1601, leemingie92, lilin swan kyumin, loupeu, 3, nurichan4, sitara1083, won2, yumiewooki, zoldyk. DAN READERS YANG BELUM SAYA SEBUTKAN *MAAF* :^)
Jeongmal Gomawo readers tercinta.
Dan twitter, instagram dan jejaring sosial lainnya :p : tikhaee *kkkk mian ya, saya jadi promosi gini*
Paypay Readers ^^
