Sesampainya di mension Cho, mereka disambut hangat oleh Hanggeng dan Heechul. Sedangkan nenek, dia sudah menunggu diruang makan. Suasana makan malam itu berlangsung dengan hangat, yah walaupun sikap yang berbanding ditunjukan oleh sang nenek yang menatap Sungmin sinis.
"Jadi, orang tuamu punya perusahaan apa?"
"N-ne? Hn, ayah dan ibuku bukan seorang pembisnis (lagi). Mereka hanya bekerja di toko kue dan perkebunan.."
"Mwo?! Dengan latar belakang seperti itu kau ingin menjadi istri dari cucuku yang terhormat ini ?! Yang benar saja.." ucapnya ketus.
"Halmoni!"
"Wae? Carilah calon istri yang lebih berkelas…"
DEG
.
.
hanamiJOY137
Unforgettable Love
KyuMin FIRST fanfictoin
WARNING : THIS IS GENDERSWICH FANFICTION
Rated T+
.
.
Main Cast : Cho Kyu Hyun and Lee Sung Min
Other Cast : Leeteuk, Kangin Lee Donghae, EunHyuk, Yesung, Shindong, Ryeowook, Siwon
Dan cast akan bertambah seiring jalan cerita.
.
.
Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah Novel karya Tang Xiao Lan, berjudul Unforgettable Love. Ini BUKAN FF remake, karena alur cerita berbeda. Hanya beberapa bagian dan tema cerita yang sedikit (?) sama. Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin tetap milik Tuhan, keluarga, fans dan juga saya (?) ^^
.
.
Love Kyumin, enJOY all !
.
.
"Eomma! Apa yang kau bicarakan.." ucap Hanggeng yang merasa tidak senang dengan pernyataan ibunya tersebut.
"Haelmoni! Aku mohon….. jangan berkata seperti itu.." mohon Kyuhyun sembari melirik kearah Sungmin yang sudah menahan tangisnya itu.
"Lalu apa yang kau harapkan dari wanita ini Kyu? Bisa jatuh martabat keluarga CHO didepan para kolega kita! Yang benar saja, seharusnya kau mencari calon istri yang terpandang, terhormat, jelas latar belakang sosialnya, bukannya malah…"
"Eomma sudah benar-benar keterlaluan!" desis seorang wanita yang dari tadi hanya berdiam diri, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Chullie-ya mau kemana kau?!" tanya haelmoni ketika melihat heechul berdiri sembari menggandeng tangan Sungmin.
"Sungminnie, kajja.." ucapnya pada Sungmin dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari ketiga orang yang masih duduk disana.
Heechul memperbesar langkahnya, setelah sampai diluar Mansion, menggandeng lengan Sungmin posesif dan masuk kedalam mobil pribadinya. Menyalakan mesin dan melaju begitu saja tanpa berkata sedikitpun.
"Eomonim, kita mau kemana?" tanya Sungmin ragu ketika masih melihat kilatan kemarahan dimata wanita disebelahnya itu.
"tenanglah min, kita akan pergi kesuatu tempat. Jangan takut ne?" ucapnya sembari menyetir dan menggenggam sebelah tangan Sungmin yang berda dekat dengan jangkauannya.
.
.
Setelah perjalanan yang lumayan lama dimalam yang hampir larut, akhirnya kedua wanita itu sampai di daerah Gangnam. Melewati kompleks perumahan mewah yang ada disana, dan berhenti disebuah rumah bergaya tradisional modern. Tidak sebesar mansion Cho di seoul, tapi rumah ini tampak begitu elegant dan tidak lepas dari kesan mewah yang melekat.
"Kajja Min, kita masuk" ajaknya pada Sungmin.
"Kau pasti bertanya – tanya ini rumah siapa, ini rumahku min. aku membelinya secara diam – diam. Tanpa pengetahuan suamiku, ibu mertua ataupun Kyuhyun. Yang tau rumah ini hanya aku, dan sekarang kau.." lanjutnya sembari tertawa kecil.
"Hng, bukankah ada banyak rumah milik keluarga Cho, kenapa eomonim membeli rumah disini?"
"Walaupun kau belum menikah dengan Kyuhyun, tapi bisakah kau memanggilku dengan panggilan eomma 'kan min?"
"Ne eomma…"
"Kau tau min, pada dasarnya kita takkan pernah bisa hidup sendirian…" ucapnya sembari menggandeng Sungmin masuk ke salah satu kamar utama dirumah tersebut.
"Tapi, kadang kita akan sangat membutuhkan waktu untuk sendirian.. karna itulah aku membeli rumah ini sayang.. dan nanti, apapun yang terjadi padamu, entah masalah apa, kau bisa menenangkan dirimu disini. Tapi ingat, hanya kita yang tau. Hanya eomma dan Sungmin, arraseo?"
"Hm, ne eomma.."
"Eomma sudah mengirim pesan pada ibumu bahwa kau akan menginap dan tidur bersama eomma. Agar dia tak khawatir.."
"Ne"
"Sekarang,ganti dulu gaun itu dengan piyama ini.." ucapnya ketika menyerahkan setelan piyama berwana pink pada Sungmin.
"Setelah itu tidurlah disini, eomma akan membersihkan wajahmu lalu kita tidur" lanjutnya.
"eomma, aku bisa membersihkannya sendiri…" ucap sungmin
"Ani.. eomma yang bersihkan.."
Dan malam itupun mereka lewati dengan kehangatan bersama, bagaikan ibu dan anak sungguhan. Tertawa, bersenda gurau dan bersenang – senang bersama. Melupakan apa yang telah terjadi tadi tanpa memikirkan keadaan di mansion yang kini tengah sibuk mencari keberadaan kedua wanita tersebut.
.
.
.
.
.
Pagi ini, dirumah mewah yang terletak jauh dari hiruk pikuk padatnya kota seoul itu kini terasa sunyam. Hanya dentingan peralatan makan yang terdengar dari lima orang yang tengah berkumpul disana. Tak berani untuk memulai percakapan, tak ada niatan untuk bicara dan sikap acuh yang ditunjukan oleh lelaki tertua disana.
"Jadi apa maumu sekarang Choi Zhoumi?" tanya sang pria tertua dengan tegas.
"Maafkan aku appa, eomma, siwon dan tentunya Henry. Aku benar –benar minta maaf pada kalian semua atas kesalahan besar yang telah aku lakukan" ucapnya.
"Maaf? Mudah sekali kau mengatakannya setelah kau menyakiti putri kami!" ucap sang ibu.
"Eommaa.." lirih Henry pelan.
"Aku akan melakukan apapun demi menebus kesalahanku. Tapi kumohon, berikan aku kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya dengan Henry dan juga Siwon.." mohonnya kepada ayah dan ibu mertuanya tersebut.
"Kau pikir semudah itu meminta maaf setelah kau menduakan putrid kesayanganku ini?! benar – benar tak tau malu" ucap nenek Siwon.
"Yeobo, sudahlah, ini juga demi kebaikan henry, kita harus merelakan putri kita untuk bajingan sepertinya. Lain hari, jika ia mengulangi kesalahannya ataupun berbuat kesalahan sekecil apapun pada henry atau siwon, maka jangan harap kau mendapat maaf dariku"
"Baiklah, aku memberikanmu kesempatan kedua Choi! Tapi, jika aku dengar kau menyakiti anak dan cucuku, aku tak akan segan untuk memisahkan kalian. Dan lagi, kita belum tau, apakah Henry sudah benar – benar yakin akan kembali dengan pria kurang ajar sepertimu.."
"Henry-ya… aku mohon, kita perbaiki lagi semuanya.."
Lama berdiam tak menjawab, akhirnya Henry mengatakan "Ya" setelah mendapatkan tatapan penuh permohonan dari suami dan tentunya anaknya tercinta.
Dan kini, walaupun masih sedikit canggung dengan keadaan yang ada, tapi mereka sangat bahagia, terlebih lagi Siwon. Ia benar – benar merasakan kebahagiaan tiada tara ketika melihat kedua orang tuanya kembali bersama tanpa adanya 'pengganggu' dalam kehidupan mereka. Tapi yah,sepertinya para pengganggu itu belum jera. Lihat saja mantan adik tirinya itu sekarang, ia sepertinya tidak menyerah untuk mendapatkan perhatian dan cinta dari Kyuhyun. Kemarin saja Kyuhyun sudah mengeluh hampir puluhan kali karena ia selalu saja diganggu oleh Seohyun. 'benar – benar tak tau malu' batinnya.
.
.
.
.
.
Other pleace
Suasana pagi dikediaman inipun tak kalah bahagianya. Dua orang wanita cantik tengah itu kini tengah bergulat dengan sayuran dan bahan – bahan makanan lainnya didapur. Walaupun yang terlihat benar – benar memasak hanyalah Sungmin. Karena terlalu asik dengan canda tawa semalam, maka pagi ini kedua wanita itu bangun amat teramat siang dan membuat sarapan terlambatnya.
SKIP TIME
Setelah acara 'sarapan' mereka pagi itu usai, kini keduanya tengah bersiap menuju kesalah satu pusat perawatan kecantikan ternama disana. Melakukan berbagai hal yang biasanya dilakukan oleh wanita – wanita kebanyakan. Mempercantik diri mulai dari ujuk kepala hingga ujung kakinya.
"Seharusnya, kita juga mengajak teukkie kesini. Pasti akan lebih lengkap rasanya jika kita pergi bertiga. Minggu depan bagaimana jika kita pergi bertiga min?"
"Huem, ne eomma.."
Setelah melakukan perawatan tubuh, kini keduanya berjalan menyusuri salah satu pusat belanja bermerek disana. Mulai dari tas, sepatu, dress dan,, ah banyak lagi yang mereka beli disana.
Setelah hari beranjak sore, keduanya memutuskan untuk kembali keseoul. Dan diperjalanan, Heechul benar – benar memohon pada Sungmin untuk melupakan apa yang telah ibu mertuanya katakan tempo hari padanya. Ia sangat berharap Sungmin melupakan itu semua dan menjalani hubungannya dengan baik bersama Kyuhyun.
Walaupun sempat terlintas dibenaknya untuk pergi dari Kyuhyun, sepertinya ia harus membuang jauh – jauh pikiran tersebut, karena bagaimanapun hatinya tak bisa dibohongi. Ia sangat mencintai Kyuhyun, terlebih lagi ia telah memeberikan semua yang ia punya kepada pria tampan itu. Apalagi, semenjak makan malam itu, Kyuhyun selalu berusaha untuk menghubunginya tanpa henti. Seperti pagi tadi, saat ia baru menyalakan ponselnya sudah terdapat puluhan panggilan dan pesan dari Kyuhyun. Dan lagi sekarang Heechul benar – benar manyayanginya, bagaimana mungkin ia meninggalkan semua ini….
.
.
At Cho Corporation.
NORMAL POV
Seorang pria tampak tengah geliasah didepan meja kerjanya. Bagaimana tidak? Sejak semalam ia sama sekali belum bisa menghunungi pujaan hatinya yang pergi entah kemana bersama ibunya. Bukan hanya itu, sekarang lagi –lagi ia harus jengah dengan kelakuan wanita yang tidak ia sukai, Seohyun. Entah apa yang dipikirkan wanita itu, kini ia sibuk sekali menggoda dan merayunya. Benar – benar…..
CKLEK
"Kyu.."
"Oh, appa. Wae? Apakah eomma sudah memberi kabar?" tanya Kyuhyun.
"Ne, tadi eommamu menelfon, katanya ia masih diperjalanan pulang bersama Sungmin. Ia akan mengantar Sungmin pulang, dan kau dilarang untuk menemuinya dalam beberapa saat kedepan"
"Wae?!" katanya dengan nada yang mulai meninggi, tidak terima dengan permintaan yang disampaikan ayahnya itu.
"Sungmin hanya butuh waktu untuk melupakan kejadian saat makan malam itu Kyu.."
"Sementara kalian tak bisa bertemu, bujuklah nenekmu agar bisa menerima Sungmin. Jujur saja, appa juga sangat kecewa dangan kelakuan nenekmu itu.." lanjutnya.
"Baiklah.."
Dengan berat hati, akhirnya Kyuhyun menuruti permintaan agar tak menemui Sungmin dalam beberapa waktu. Dan sekarang, iapun tengah berusaha menyusun cara agar neneknya luluh. Tapi, kalaupun neneknya tidak merestui, ia rela kehilangan semuanya dan hidup bersama Sungmin. Ia tak takut dengan itu.
.
.
.
.
.
Sesampainya dirumah, Sungmin langsung masuk kedalam kamarnya, sedangkan Heechul, ia masih sibuk berbincang – bincang dengan Leeteuk dan Kangin.
SUNGMIN POV
Hari ini benar – benar melelahkan. Berbelanja, kesana kemari, dan banyak hal menyenangkan yang aku lakukan bersama Chullie eomma. Mungkin ia ingin menghiburku atas kejadian saat makan malam tempo hari. Tapi, bagaimanapun juga, hal itu tidak bisa aku lupakan. Nenek benar, mana mungkin orang sepertiku akan mendapingi seorang Cho Kyuhyun kelak? Bodoh, seharusnya saat itu aku tak bertemu dengannya, seharusnya aku tak menerima cintanya, dan seharusnya,,, tak sebodoh itu kuberikan kehormatanku padanya. Tapi mau bagaimana lagi, takdir membawa kami untuk bersama, takdir yang mempertemukanku dengannya, takdir yang menyatukan cinta kami… Hah.. tak ada yang salah Sungmin. Semuanya sudah ditentukan oleh Tuhan, tak ada yang perlu disesali. Mari kita lupakan semuanya dan seperti yang dikatakan Chullie eomma, ayo kita perjuangkan semuanya.
"Fighting!"
Karena saat kami kembali memang sudah mulai gelap, maka setelah mandi aku langsung berkumpul untuk makan malam bersama. Chullie eomma juga makan malam disini. Sepertinya ia enggan untuk pulang. Tapi kuharap malam ini eomma tidak pergi ke gangnam sendirian.
"eonni, Sungminnie dari kemarin makannya sedikit sekali.." celetuk chullie eomma saat kami sedang makan.
"Benarkah? Tidak biasanya, Minnie-ya, kau sedang diet?" tanya appa padaku.
"Aniya. Sepertinya aku makan masih tetap pada porsinya.."
"Makanlah yang banyak chagi, nanti kalau kau kurus kering, Kyuhyun tak akan mau denganmu.." ucap Donghae oppa sembari meletakkan banyak makanan dimangkuk punyaku.
SUNGMIN POV END
.
"Baiklah, sepertinya aku harus segera pulang, sudah sangat malam begini.."
"Ahjjuma perlu aku antar?" tanya Donghae ramah.
"aniya, nanti merepotkan.."
"Hati – hati dijalan, jangan ngebut Chullie-ya" kata Leeteuk.
"Ne eonni.. Oppa, Donghae, Sungminnie aku pulang dulu ne.."
"Hati – hati dijalan Chullie, sudah malam"
"Ne oppa.."
"Eomma, aku antar Chullie eomma sampai depan.."
"Ah, ne"
.
"Minnie-ya, tidur cepat malam ini ne? kau terlihat lelah setelah seharian ini. jangan pikirkan apapun. Arrachi?"
"heum, ne eomma. Eomma juga harus pulang, jangan kemana-mana lagi. Kasihan Hanggeng appa, dia pasti sangat khawatir"
"Ne.. annyeong chagi-ya.."
"Ne.."
Setelah kepergian Heechul, Sungmin masih diam beberapa saat untuk menikmati udara malam ini. Pikirannya benar – benar buruk saat ini, terlebih lagi mengingat kejadian makan malam dirumah Kyuhyun dan lagi pesan ataupun telfon hinaan dan ancaman dari Seo Joo Hyun untuknya. Sepertinya, mulai besok atau lusa, ia akan kembali bekerja lebih awal dari jadwal dikantor. Rasanya ia sangat merindukan kesibukannya mengejar berita dan menenggelamkan semua masalahnya dalam lembaran – lembaran berita yang akan ia kerjakan dikantornya. Lama berdiam diri diluar, tanpa merasakan hadirnya seorang Cho Kyuhyun yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Kyuhyun benar – benar merindukan sosok yang berada tak jauh didepannya.
.
.
.
Setelah meminta izin untuk mulai bekerja minggu ini juga, pagi ini, Sungmin sudah terlihat rapi dengan pakaian formal untuk bekerja, tidak seperti pakaiannya kala menjadi reporter yang terkesan santai, mengingat ia baru saja diberi kabar bahwa ia akan dipindahkan ke devisi editor oleh Nona cream transparan berlengan panjang, rok perut diatas lutut berwarna blue jeans pucat, aksesoris kalung yang melingkar pada kerah lehernya dan sebuah tas selembang coklat yang biasa ia pakai, hm tidak buruk, seperti pakaian formal yang biasa dikenakan ryeowook atau staf editor lainnya.
Setelah tugas yang berikan kepadanya di Busan itu, kini, ia dipindahkan ke bagian editor karena menurut Nona Hwang, sudah cukup ia berkeliaran dilapangan, hn entahlah, mungkin ia hanya ingin menyiksa Sungmin lebih banyak dikantor nanti.
Setelahnya ia berpamitan kepada kedua orang tuanya, Sungmin bergegas menunggu bus di halte dekat rumahnya.
.
.
"Hm, Selamat pagi, sebelum kalian memulai pekerjaan pagi ini, saya akan memperkenalkan teman baru kalian di staff ini sebagai pengganti nona Han yang baru saja resign kemarin. Lee Sungmin, silahkan" ucap Ryeowook kepada para staff bawahannya.
"Annyeonghaseo, Nan neun, Lee Sungmin imnida, saya pindahan dari divisi Star Senior Pers dan mulai hari ini akan bergabung dengan devisi ini. Mohon bantuannnya" ucap Sungmin ramah seraya menunduk kehadapan staff lainnya.
"Annyeong Lee-sshi.."
"Anyyeong Sungmin-ah.."
"Annyeong Lee Sungmin-sshi.."
Sambut para staff dengan tak kalah ramah pula pada Sungmin. Well, sebenarnya ia merasa sedikit canggung entah karena apa, walau sebenarnya, beberapa staff disini sudah kenal baik dengannya. Semoga di devisi ini menjadi awal yang baik untuk Sungmin.
.
.
.
.
.
TBC
A/N : Annyeong Yeorobun !
hanami / miss ty is back…. Lumayan chapter yang pendek dan, hmm, mengecewakan, ne? Mian ya, aku gak nyebutin thanks to di chapter ini karena harus cepet-cepet post sebelum kuota habis (TT_TT) tapi chapter depan janji deh bakalan ada thanks to...
mianhae, saya akhir-akhir ini entah kenapa saya jadi gak mood (miannn) mungkin karena baru denger rumor kalo uri eomma Sungmin punya yeojachingu, (itu bener gak? TT_TT)
Ah ya, Seangil Chukkae Ryeooguuu… Saranghae Kim Ryeowook, chukkae.. *dance I wanna dance*
Dan buat fanfic Destiny Love and Life, adakah yang baca? Berhubung dapat tanggapan sedikit, well mungkin beberapa hari kedepan akan saya delete atau saya 'rombak ulang' dengan judul dan jalan cerita sama, tapi sedikit berbeda(?).. atau saya delete aja nih? -_- habisnya responnya dikit banget, saya pikirnya kalian pada gak suka sama ceritanya. Kalo ada yang baca kasi saran yah *^.^*
Ampun deh, saya jadi ngelantur berkicau.. sekian deh.. pay pay readers…
