URI CHINGU
Cast: Chanyeol (9thn), Baekhyun (9thn), Kai (8thn)
Rate: T
Genre: Drama,Friendship.
Warning: Genderswitch, Typo, OOC,
Annyeong….
Terimakasih untuk yang memberi saran,maklum ya saya baru pertama kali mempublish cerita saya ke FFN jadi masih banyak kesalahan yang saya lakukan. Untuk silent reader yang tidak memberikan comment nya saya akan melanjutkan FF ini ada atau tanpa comment dari kalian. Tolong jangan ada yang mempublish FF ini di mana pun tanpa seizin saya telah membaca FF ini.
Happy Reading
Uri Chingu
Chapter 2
Baekhyun Povs
"sedang apa anak itu disitu? kasihan sekali tidak ada yang menemani"
kuhampiri dia dan ku duduk di sebelahnya, entahlah dia sadar atau tidak tapi dia tidak memberi respon apa pun.
"annyeong, Byun Baekhyun imnida" kucoba menyapa nya.
1detik 2detik ia sama sekali tak menanggapi ku.
"Ya! aku sedang bicara pada mu" aku mulai kesal karena ia mengabaikan ku.
"aku tidak mendengar mu!" hah? apa katanya? Ia tak mendengar ku yang benar saja, ia baru saja menanggapi ku itu berarti ia mendengar ku.
"kau baru saja bicara pada ku berarti kau mendengar ku. Kenapa ka uterus mengabaikan aku?"
"Ya! Apa kau menyukaiku? Jangan dekati aku! Aku tidak menyukai mu!" katanya sambil menatap ku tiba-tiba.
"Aniya! Aku hanya ingin berteman dengan mu"
"Tapi aku tak mau berteman dengan mu!" Ia bangkit dari tidurnya, sepertinya ia ingin meninggalkanku.
"Ya!Chakkaman! kenapa kau tak mau berteman dengan ku?" aku meraih tangannya agar ia tak pergi meninggalkanku.
"Ku bilang jangan dekati aku apa kau tak mengerti?"
"aw! Appo" ia baru saja mendorong kasar diriku hingga aku terjatuh.
"Baekkie-ah Gwenchana?" ku dengar ada suara yang perlahan mendekatiku.
End Povs
Chanyeol Povs
Aku merasa ada seseorang yang tiba-tiba saja duduk disebelah ku, aku mengabaikkan nya aku tak peduli aku rasa jika aku mengabaikan nya ia akan pergi.
"annyeong, Byun Baekhyun imnida" aku mendengar nya mengeluarkan suara, ia mengenalkan dirinya tapi apa peduli ku.
"Ya! Aku sedang bicara pada mu" ia menaikan nada suaranya sepertinya ia kesal aku mengabaikan nya, siapa suruh dia tetap berada disini harusnya ia pergi saja.
"aku tidak mendengar mu!" aku merutuki kebodohan ku berkata aku tidak mendengarnya jelas saja aku pasti mendengarnya kalu seperti itu.
"kau baru saja bicara pada ku berarti kau mendengar ku. Kenapa ka uterus mengabaikan aku?"
"Ya! Apa kau menyukaiku? Jangan dekati aku! Aku tidak menyukai mu!" aku menatapnya yang berda di sebelah ku.
"Aniya! Aku hanya ingin berteman dengan mu" ck, aneh sekali yeoja ini dia pikir aku mau berteman dengan nya.
"Tapi aku tak mau berteman dengan mu!" aku sudah malas mendengarnya berbicara jadi lebih aku aku tinggal saja dia.
"Ya!Chakkaman! kenapa kau tak mau berteman dengan ku?" tiba-tiba saja ia meraih tangan ku, mau apa lagi yeoja ini.
"Ku bilang jangan dekati aku apa kau tak mengerti?" ku dorong tubuhnya sampai ia terjatuh.
"aw! Appo" ku rasa ia kesakitan. Ah apa peduliku.
"Baekkie-ah gwenchana?" aku tidak tau itu suara siapa lebih baik aku pergi dari sini.
End Povs
Normal Povs
Chanyeol pergi meninggalkan Baekhyun setelah mendengar suara yang tidak lain itu adalah suara Jongin. Baekhyun masih tersungkur akibat dorongan Chanyeol tadi.
"Neo gwenchana?" Sambil membantu baekhyun berdiri.
"ne, nan gwenchana."
"aish, anak itu benar benar menyebalkan, baru datang sudah membuat mu jatuh begini, biar aku beri pelajaran dia" jongin melangkahkan kakinya berniat menemui orang yang sudah menjatuhkan baekhyun.
"Ya! Mau kemana kau? Menahan jongin agar menghentikan langkahnya.
"tentu saja menemui namja itu untuk membalas perbuatanya pada mu"
"Tubuhnya bahkan lebih tinggi dari mu, apa yang bisa kau lakukan pada nya, sudahlah aku tidak apa-apa Jongin-ah"
"Ya! Byun Baekhyun! Kenapa kau membelanya?" jongin meninggikan suaranya.
"Aku tidak membelanya, hanya saja kau tidak perlu memarahinya. Dan kenapa kau membentakku, dasar tidak sopan kau harusnya memanggilku noona"
"Mwo? Noona? Kau bahkan terlihat lebih muda dari ku"
"Tapi kenyataan nya kau lebih muda 1tahun dari ku jadi panggil aku noona!"
"Shireo!" Sambil berlari
"Ya! Neo! ayo panggil aku noona" Mengejar jongin yang berlari menjauhinya.
"Ck, aneh-aneh saja mereka, membosankan."Kata seorang namja yang dengan sengaja mengintip aktivitas baekhyun dan jongin dari kejauhan.
Jelas itu adalah chanyeol yang menghentikan aktivitas berjalannya tadi karena tertarik dengan pembicaraan baekhyun dan juga jongin tetapi ia sudah tidak tertarin lagi dan akhirnya meninggalkan dua anak manusia itu.
Baekhyun dan Jongin masih asik kejar-kejaran mempermasalahkan panggilan untuk baekhyun.
"Jongin-ah ayo panggil aku noona"Kata baekhyun yang masih setia mengejar Jongin.
"Shireo! Kalau bisa tangkap aku dulu" berlari menghindari baekhyun.
"eh, Ige mwoya?
Baekhyun yang sedang mengejar Jongin tiba-tiba saja berhenti melihat ada sesuatu di hamparan rerumputan.
"Wae? Kenapa kau berhenti Baekkie?" Jongin yang melihat baekhyun berhenti pun kebingungan, dan menghampiri baekhyun yang masih terdiam.
"Eh buku apa itu?" Tanya Jongin lagi setelah melihat apa yang baekhyun pegang.
Ternyata benda yang dilihat baekhyun adalah sebuah buku.
"Molla, tapi aku rasa ini punya Chanyeol"
"Yasudah sini aku Lihat"merebut buku yang ada di tangan baekhyun.
"Jongin lebih baik jangan di buka buka, kita berikan saja pada dia"
"Ini kan hanya komik, aku hanya ingin lihat sebentar" jongin membuka buku komik milik Chanyeol.
Saat Jongin membukanya ada yang terjatuh dari dalam buku komik itu.
Chanyeol Povs
"aku taruh dimana buku itu tadi aku masih melihatnya" Buku komik kesayangan ku menghilang dari penglihatanku, ada sesuatu yang penting didalam komik itu bagaimana jika sampai hilang.
End Povs
Normal Povs
Chanyeol mencari kemana-mana buku itu tetapi tidak ketemu juga. Saat selesai makan malam Chanyeol kembali mencari nya tapi kali ini Chanyeol mencarinya ke taman belakang panti ia berharap dapat menemukanya disana.
Setelah beberapa menit Chanyeol tak juga menemukan buku itu disana. Seseorang tampak menghampiri chanyeol.
"kau mencari ini?" Kata seseorang sambil mengangkat sebuah buku yang dicari oleh Chanyeol.
"Ya! Kau lagi, kau ambil dimana buku milik ku?" Merampas buku yang ada di tangan baekhyun dengan kasar.
Ya seseorang yang menghampirinya adalah baekhyun. Baekhyun berniat mengembalikan buku itu.
"Aku tidak mengambilnya aku hanya ingin mengembalikannya" kata baekhyun perlahan-lahan ia takut jika Chanyeol salaha paham kepadanya.
"Kenapa harus kau lagi, kau lagi yang mengganggu ku?"
"Mian, tapi akukan hanya ingin berteman dengan mu"
"Kenapa kau ingin berteman dengan ku?"
"Karena aku tau kau kesepian"
"kau sok tau sekali, aku tidak kesepian"
"Tapi kau tulis dibuku itu kalau kau kesepian"
Mendengar kata-kata itu Chanyeol langsung menatap intens kearah baekhyun.
"Mianhae, aku tidak sengaja membacanya"
"Kau lancang! Aku membencimu!" lagi-lagi Chanyeol mendorong kasar tubuh Baekhyun hingga Baekhyun terjatuh.
"Ya! Apa-apaan kau ini!" katanya kepada Chanyeol.
"Gwenchana?" Katanya kepada Baekhyun.
Ya, tiba-tiba saja Jongin datang karena mendengar keributan antara Chanyeol dan Baekhyun.
"Ya! Kau baru datang kesini tapi sudah berani membuat jatuh seperti ini 2 kali, mau mu apa sih?" Jongin kesal, terlihat jika kesabaranya telah habis.
"Jongin sudahlah aku tidak apa-apa, berhenti memarahinya" Kata Baekhyun mencoba menghentikan Jongin yang sedang kesal.
"KAU DIAM SAJA!, biar aku yang urus namja ini" Baekhyun bungkam karena ia tak pernah melihat Jongin semarah tadi sebelumnya.
"Dan kau jangan pernah menyakitinya, dia itu teman ku" Jongin berbicara kepada Chanyeol seakan ia sedang melindungi Baekhyun.
"Kau ini berisik sekali, aku tak mengenal kalian jadi aku tidak peduli"
"Kalau begitu perkenalkan aku Kim Jongin"
"Ck, aku tidak peduli"
"Aish, kenapa sikap mu ini sangat menyebalkan, Maaf karena aku membaca buku itu tapi bukan hanya kau yang merasakan kesidihan seperti ini"
"Kau sama sok tau nya dengan dia! Berhenti ikut campur urusan ku"
"Kau fikir hanya kau yang paling menderita di dunia ini?" Amarah Jongin telah memuncak.
.
.
.
TBC
