URI CHINGU
Cast: Chanyeol (9thn), Baekhyun (9thn), Kai (8thn)
Rate: T
Genre: Drama,Friendship.
Warning: Genderswitch, Typo, OOC
Annyeong….
Terimakasih untuk yang menyukai FF ini, saya akan menerima masukan dari semuanya terimakasih atas saran nya saya akan memperbaikinya.
Happy Reading
Uri Chingu
Baekhyun masih saja diam dan mungkin tidak ada yang menyadari jika wajahnya telah dipenuhi air mata, baekhyun hanya takut melihat 2 orang di hadapan nya saling membentak.
Chanyeol Povs
Apa-apaan namja ini membentak ku sembarangan, memangnya sia dia sampai harus membentakku dan apa urusanya dia ikut campur urusan ku. Mata yeoja itu memerah apa dia menangis? apa itu salah ku? Ah biarkan saja itu kan karena dia sendiri yang berani-beraninya membaca buku ku. Tidak ada yang boleh membaca buku ini kecuali aku.
Flashback
Seorang wanita paruhbaya terlihat sedang bermain dengan anak lelaki kecil di sebuah ayunan.
"Chagi, jika appa pulang kau ingin di belikan apa?"
"Aku ingin komik baru lagi eomma."
"Baiklah jika appa sudah pulang kita pergi membelinya."
"Benarkah eomma?"
1hari kemudian appa anak itu pulang dari kerja luar kota nya, setelah tiba dirumah anak lelaki yang dikenal dengan nama Chanyeol itu langsung segera mengajak appa nya untuk membelikan komik baru, dengan sedikit memaksa Chanyeol berhasil membuat appa nya mau pergi membeli komik bersamanya dan eommanya.
Dalam keadaan lelah sang appa menyupir kendaraan beroda empat itu untuk pulang kerumah seteah menemani sang anak , saat ditengah perjalanan sebuah kecelakaan terjadi mobil yang dikendarai keluarga tersebut menabrak pembatas jalan dengan cukup keras dua penumpang di kursi depan dinyatakan meningga dunia.
"Eomma…. Appa…. Ireona!" Chanyeol menangis didepan jasad orang tuanya.
"Mi,,,an,,hae hiks appa, ini salah hiks yeol appa, jangan tinggalin yeol sendiri." katanya sambil menggenggam komik yang baru saja ia beli.
End Flashback
End povs
Normal povs
"Kau tidak perlu membentak ku, Jongin ssi."
"Aku tidak akan membentakmu jika kau tak kasar pada teman ku."
"Jadi menurutmu aku yang salah? Dia telah lancang membaca buku ku."
"Dia kan sudah bilang tidak sengaja."
"Aku tidak peduli menurutku dia yang salah."
"Apa kau berubah seperti ini karena rasa bersalah?"
"Kau bicara apa sih?"
"Apa kau berpikir kematian orang tua mu atas kesalahan mu." Chanyeol mendengar itu langsung menatap intens kearah Jongin.
"Jongin, apa yang baru saja kau katakana? Cukup jongin." kata baekhyun yang mencoba kembali berbicara.
"Kau tidak membunuhnya. bukankah itu kecelakaan?"
"Kau tidak akan mengerti perasaan ku." Mata chanyeol memerah menahan sesal dan kesedihannya.
"Aku juga pernah mengalami rasa sakit tau. Aku bahkat pernah merasakan sakitnya dibuang dengan orang tua ku sendiri." Air mata jongin menetes tapi dengan segera ia menghapus jejak air mata itu.
"Jongin cukup, berhenti!" Baekhyun khawatir dengan kesedihan jongin.
"Aku tidak apa-apa Baekkie, kau tenang saja." Mencoba tersenyum kea rah baekhyun.
"Kami semua disini adalah keluarga mu jadi kau tidak akan kesepian, kami mau menjadi teman mu agar kau tak kesepian seperti yang kau tulis dibuku itu." Lanjut Jongin kepada Chanyeol.
Setelah mendengar percakapan terakhir dari Jongin, Chanyeol langsur berlari meninggalkan Jongin dan juga Baekhyun mungkin dia sudah tidak ingin melanjukan percakapan rumit tersebut.
"Loh kenapa dia pergi begitu saja, aku kan masih ingin bicara padanya."
"Sudahlah Jongin, dia memang susah untuk di dekati, lebih baik kita masuk saja ke dalam sudah malam."
Pagi harinya keluarga panti asuhan itu memulai hari dengan sarapan bersama. Kim eomma sebagai ibu mereka dip anti itu mulai memanggil semua anak-anak untuk sarapan bersama.
"Anak-anak ayo sarapan lalu berangkat ke sekolah!" Teriak Kim eomma dari ruang makan.
Satu persatu anak-anak itu pun keluar dari kamarnya. Mereka menduduki kursi yang tersedia disana.
"Chanyeol, kamu akan memulai sekolah mu disekolah baru hari ini." Kim eomma berbicara pada Chanyeol yang duduk di sebelahnya.
"Ne" Jawabnya Chanyeol singkat padat dan jelas.
Sesampainya disekolah salah seorang guru membawa chanyeol ke ruang kelasnya. Tepat didepan kelas mereka berhenti dan sang guru memperkenalkan Chanyeol sebagai murid baru yang akan menempati kelas itu.
"Selamat pagi anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, Nak ayo perkenalkan dirimu."
"Annyeong, Park Chanyeol imnida" Chanyeol memperkenalkan dirinya yang diakhiri dengan membungkuk dihadapan semuanya.
"Kamu silakan duduk dengan Baekhyun disana" Park seonsaengnim menunjuk kearah Baekhyun duduk.
Baekhyun
Hari ini aku malas sekali masih sangat mengantuk, sebelum Park seonsaengnim datang aku akan tidur sebentar.
"Selamat pagi anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, Nak ayo perkenakan dirimu" Aish kenapa cepat sekali datangnya aku baru saja ingin tidur.
"Annyeong, Park Chanyeol imnida."Mwo? jadi Chanyeol masuk di kelas ku.
"Kamu silakan duduk dengan Baekhyun disana" Dia duduk dengan ku? Aduh bagaimana ini pasti akan sangat bingung memulai pembicaraan dengan dia.
End povs
Chanyeol Povs
"Kamu silakan duduk dengan Baekhyun disana" Ku perhatikan arah yang ditunjuk oleh guru itu, dan hah? Aku harus duduk dengan yeoja bawel dan menyebalkan itu. Bagaimana ini aku baru saja membuat nya menangis tadi malam apa aku harus meminta maaf padanya.
End povs
Normal Povs
Chanyeol menghampiri tempat duduk Baekhyun lalu duduk di sebelahnya. Baekhyun sangat terlihat gugup saat Chanyeol duduk di sampingnya.
"An,, Annyeong" Kata Baekhyun gugup menyapa Chanyeol
"Ne" Balas Chanyeol singkat.
"Aisha apa tidak ada kata lain selain 'ne' yang bisa kau ucapkan?"
Baekhyun kesal sendiri dengan Chanyeol yang selalu merespon dengan kata-kata yang selalu singkat. Chanyeol yang mendengar kekesalan Baekhyun kaget mendengar Baekhyun yang ternyata bisa marah juga.
"Baekhyun lanjutkan nanti saja pembicaraan kalian" Park seonsaengnim menegur Baekhyun yang berisik saat di kelas.
"Kringggggg….. Kringggggg" Bel jam istirahat pun berniat untuk melangkahkan kaki nya untuk menuju ke kantin tetapi Baekhyun menghentikannya.
"Chanyeol Chakkaman"
"Ada apa?"
"Maaf aku lancang membaca buku mu, dan maaf karena Jongin sudah membentak mu"
"Lupakan saja" Chanyeol melangkahkan kakinya menuju kantin. Tapi iya menghentikan langkanya.
"em, maaf sudah membuat mu menangis semalam" Kata Chanyeol tanpa melihat ke arah Baekhyun lalu segera pergi ke kantin.
Baekhyun Povs
"em, maaf sudah membuat mu menangis semalam" Apa aku tidak salah dengar, ia baru saja meminta maaf pada ku dan dia sadar kalau aku menangis semalam. Byun Baekhyun apa kau sedang bermimpi? Aniya kata-kata nya terdengar jelas ditelinga ku. Aish sudahlah biarkan saja.
End povs
Normal Povs
Baekhyun mengakhiri acara membekunya lalu ia memutuskan untuk kekantin karena perutnya tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Setelah mengambil makanan dan minuman matanya terlihat mencari seseorang.
"Baekkie!" Teriak seseorang sambil melambailkan tangannya menyatakan kalau ia berada disini.
Baekhyun tersenyum mendengar seseorang meneriakan namanya, lalu ia menghampiri seseorang tadi.
"Jongin kau tidak perlu berteriak sekeras tadi." Kata Baekhun pada seseorang yang memanggilnya tadi yaitu Jongin.
"Mian, ku fikir kau tidak akan mendengarnya"
"Aku pasti mendengarnya"
"Baiklah, aku kan sudah minta maaf"
"Kau mau tau tidak, Chanyeol masuk ke kelas ku"
"Jinjja?"
"Ne, dan dia duduk dengan ku, kau tau aku sangat gugup."
"Mwo? Dia duduk dengan mu? Bagaimana kalau dia menyakitimu lagi?"
"Kau terlalu berlebihan Jongin, dia tidak akan melakukan itu. Tadi saja dia meminta maaf pada ku."
"Jinjja? Kau pasti berbohong."
"Aniya, dia benar melakukan itu aku tidak bohong."
"Aku tidak percaya dia melakukannya"
"Aku rasa dia sebenarnya orang yang baik."
"Mungkin saja sih, oh iya nanti aku tidak pulang bersama mu aku mau belajar bersama di rumah teman ku"
"Baiklah tidak apa-apa, jangan pulang terlalu lama ne"
Bel pulang sekolah berbunyi Baekhyun jalan sendirian menuju ke panti yaitu rumah nya. Saat di jalan ada motor yang berjalan sangat kenang entah disengaja atau tidak motor dengan kecepatan tinggi itu menyerempet tubuh Baekhyun yang sangan mungil itu sudah pasti Baekhyun terjatuh ke pinggir jalan.
"Ah Appo"
Baekhyun meringis kesakitan hampir mengeluarkan air mata. Lututnyamengeluarkan darah dan siku nya juga.
"Neo gwenchana?" Seseorang menghampirinya dan menanyakan keadaan nya.
TBC / DEL
