URI CHINGU

Cast: Chanyeol (9thn), Baekhyun (9thn), Kai (8thn)

Rate: T

Genre: Drama,Friendship.

Warning: Genderswitch, Typo, OOC

Annyeong….

Mian, absen satu hari ngepost FF ini saya lagi gak dapet ide buat nulis. Hari ini mulai ngepost lagi, oh iya mau puasa saya minta maaf kalo ada salah ya. Terimakasih buat readers yang sudah memberikan comment nya buat FF ini. Semoga mau terus baca sampe FF ini tamat dan memberikan Comment yang membangun buat saya.

Happy Reading

Uri Chingu

"Neo gwenchana?" Seseorang menghampirinya dan menanyakan keadaannya.

Chapter 4

Chanyeol Povs

Didepan ku yeoja itu tepat melangkahkan kaki nya, ya yeoja yang bernama Byun Baekhyun itu. Tumben sekali dia tidak bersama dengan namja bawel itu biasanya kan mereka selalu bersama seolah tak ada yang memisahkan. Eh apa peduli ku pada nya aku sudah mulai gila kenapa aku jadi memikirkannya.

Aku putuskan tidak melihatnya yang berjalan di depan ku, aku berjalan dengan menunduk melihat langkah kaki ku sendiri.

"Brug" eh bunyi apa itu, aku masih tak menghilangkan langkah ku dari langkah kaki ku.

"Ah appo" seseorang terdengan meringis kesakitan, reflek aku melihat ke arahnya, ya arah yeoja itu.

Aku sangat terkeju saat melihatnya tersungkur dipinggir jalan. Aku memutuskan untuk menghampirinya.

"Neo gwenchana?" Aku mensejajarkan tubuh ku dengan nya dan aku melihat mata nya telah berkaca-kaca.

End povs

.

.

.

Normal Povs

Baekhyun melirik seseorang yang menghampirinya itu dan betapa kagetnya dia saat tau orang itu adalah Chanyeol. Baekhyun masih membeku ditempatnya.

"Hey , aku bertanya pada mu apa kau baik-baik saja ?"

"Aniya hiks ini sangat sakit hiks ." Tangis Baekhyun pecah apa lagi saat ia melihat kakinya penuh dengan darah.

"Sudah jangan menangis, Apa kau bisa berjalan?" Chanyeol menghapus air mata Baekhyun dengan sapu tangan nya.

"Hiks aku tidak bisa jalan hiks bahkan berdiri saja susah"

"Baiklah, naik ke punggung ku !" Chanyeol berjongkok agar mempermudah Baekhyun untuk naik ke punggung nya.

"Hiks apa tidak apa apa?"

"Ne, tidak apa apa"

Baekhyun menaiki punggung Chanyeol dengan perlahan. Chanyeol mulai berjalan dengan menggendong Baekhyun di belakan nya.

Baekhyun membuka pembicaraan agar tidak diam seperti kelas saat ujian.

"Kau tidak marah lagi pada ku Yeolie?"

"Yeolie?"

"Apa aku boleh memanggil mu begitu"

"Terserah kau saja"

"Jadi apa kau masih marah"

"Sedikit"

"Mianhae. Eh tapi kalau kau masih marah kenapa mau membantu ku?"

"Kau fikir aku tega membiarkan seorang yeoja tergeletak di pinggir jalan?"

"Molla, tapi mungkin saja"

"Aish kau ini, kalau begitu cepat turun dari punggungku!" Chanyeol menghentikan langkahnya.

"Andwe! Yeolie kau tidak mungkin setega itu kan pada ku?" Baekhyun mengeluarkan aegyo nya sambil menggesekan kepalanya pada punggung Baekhyun.

"Aish jangan merajuk pada ku, itu tidak akan mempan"

"Jadi kau benar-benar akan menelantarkan aku?" Baekhyun langsung mengangkat kepalanya.

"Akan ku lakukan jika aku orang jahat."

"Kalau begitu jangan jadi orang jahat ya yeolie." Merebahkan kepalanya kembali ke punggung Chanyeol.

.

.

.

Perjalanan dari sekolah ke panti tempat mereka tinggal memang agak sedikit jauh. Chanyeol terus berjalan sampai tiba di panti.

Kim eomma yang sedang duduk di pekarangan panti itu terkejut saat melihat dua anak manusia yang pulang dengan keadaan yang namja berkeringat sangat banyak dan sang yeoja berada di punggu namja itu terkulai lemas.

"Aigooo, Baekkie kenapa?" Tanya Kim eomma dengan nada khawatir.

"Tadi dia keserempet dengan motor diperjalanan pulang."

"Kau sendiri baik-baik saja Chanyeol-ah?"

"Ne, aku baik-baik saja, lebih baik obati saja dia"

Chanyeol masih menggendong Baekhyun lalu menurunkannya dikamarnya. Setelah Chanyeol turunkan pun Baekhyun masih terdiam, jelas saja ternyata dia tertidur dari tadi di gendongan Chanyeol.

"Aku mau kekamar dulu, aku tinggal dia." Kata Chanyeol pada Kim eomma.

"Kau ganti baju lalu makan ya Chanyeol-ah"

"Ne"

.

.

.

Chanyeol pergi ke kamarnya untuk mandi karena ia merasa gerah setelah berjalan dari sekolah ke tempat tinggal nya dengan lagi ditambah Baekhyun yang menjadi bebannya.

Baekhyun telah bangun dari tidurnya, ia masih belum bisa bergerak bebas karena lutut dan sikunya masih terasa sakit.

"Baekkie eomma tinggal dulu ya, kau istirahat saja." Kim eomma berbicara pada Baekhyun.

"Ne eomma gomawo." Balas baekhyun dengan senyum manisnya.

.

.

.

Kim eomma pergi meninggalkan kamar baekhyun. Baekhyun kembali sendiri karena Jongin yang selalu menemani nya kapan pun dan dimana pun itu belum juga kembali. Tetapi tiba-tiba saja seseorang memasuki kamar Baekhyun.

"Hey, apa itu masih sakit?" Kata seseorang itu menanyakan keadaan Baekhyun. Lalu ia duduk di tepi tempat tidur Baekhyun.

"Sudah tidak terlalu, Gomawo telah menolong ku tadi Yeolie." Ternyata orang yang menanyakan keadaan Baekhyun adalah Chanyeol.

"Ne."

"Kau ini, apa selalu menjawab dengan satu kata seperti itu?" Baekhyun kesal memanyunkan bibirnya.

"Aku hanya bingung mau menjawab apa."

"Terserah kau saja." Baekhyun melanjutkan aksi ngambeknya.

"Kau marah pada ku?"

"Molla."

"Kau juga menjawab satu kata saja apa bedanya dengan ku."

"Aku ada 5 huruf kau Cuma dua huruf."

"Baiklah terserah kau saja."

Mereka masih melanjutkat percakapan mereka sampai….

"Baekkie, gwenchana?"

Tiba-tiba saja seseorang membuka pintu kamar Baekhyun dengan kasar dan langsung menghampiri Baekhyun ke ranjangnya.

Kalian tau kan siapa itu pasti tau lah.

"Aku baik – baik saja Jongin."

"Mianhae, harusnya aku tidak membiarkan mu pulang sendiri." Jongin terlihat sangat menghawatirkan Baekhyun.

"Eh Neo, mau apa kau di kamar Baekkie? Kau mau menyakitinya? Kau benar – benar kejam" Jongin melanjutkan kalimatnya setelah sadar kalau ada orang selain dirinya dan Baekhyun di kamar Baekhyun.

"Aniya jongin dia sekarang juga teman ku."

"Siapa yang bilang kalau aku menerima mu menjadi teman ku?"

"Eh, ku kira kau sudah mau menjadi teman ku." Baekhyun menunjukan wajah sedihnya kembali.

"Ya! Kau lihat kau membuat nya sedih."

"Baekkie kau jangan sedih biarkan saja dia tak mau berteman dengan kau kan ada aku." Jongin melanjutkan kalimatnya untuk membuat Baekhyun kembali tersenyum.

"Shireo! Aku juga mau dia menjadi teman ku."

"Kalian terlalu berlebihan. Aku pergi."

Chanyeol meninggalkan kamar Baekhyun karena ia malas menanggapi masalah seperti itu.

"Baekkie, kau tunggu disini sebentar ya aku ada urusan sebentar."

Jongin pun mengikuti jejak Chanyeol meninggalkan kamar Baekhyun.

"Aish kenapa aku ditinggal sendirian seperti ini." Baekhyun meratapi dirinya karena ditinggal oleh kedua namja kecil itu.

.

.

.

"Aku mencari mu kemana mana ternyata kau ada disini." Jongin berbicara pada seseorang yang ia cari sejak tadi.

Seseorang yang di cari oleh Jongin adalah Chanyeol, Chanyeol melihat kearah seseorang yang mengajaknya berbicara itu.

"Kenapa kau mencari ku?"

"Aku ingin berbicara pada mu sebagai laki – laki."

"Ck, kau ini bicara apa? Sok dewasa sekali kau."

"Ini masalah serius. Aku tak suka jika melihat Baekkie sedih karena kau."

"Mwo? Karena aku? Apa kau tidak salah?"

"Ani, Dia sedih karena tak bisa berteman dengan mu."

"Apa berteman dengan ku amat begitu penting baginya?"

"Aku tidak tau kenapa dia mau berteman dengan orang menyebalkan seperti mu, tapi karena dia mau makanya kau harus mau juga."

"Kenapa aku harus mau?"

"Karena Baekkie menginginkanya dan aku memintanya pada mu."

"Aku tidak mau."

"Ayolah jangan membuatnya sedih terus, dia sudah amat sangat menderita."

"Menderita kenapa?"

"Baiklah akan ku ceritakan, Aku dan dia sama – sama dibuang oleh orang tua kami, tidak seperti mu. Tapi Baekkie lebih parah ia bahkan belum pernah melihat orang tua nya sejak kecil. Dia dibuang sejak bayi kalau aku dibuang ya sekitar 4 tahun yang lalu mungkin, ah aku tidak ingat aku memang tidak ingin mengingatnya."

"Orang tua mu kejam sekali." Chanyeol merasa kasian pada Jongin setelah mendengar ceritanya.

"Hey kita tidak sedang membahas aku tapi Baekkie."

"Baiklah."

"Baekkie selalu tidak ingin melihat orang lain kesepian makanya dia selalu ingin berteman dengan semua anak yang ada di sini tapi hanya kau saja yang menolaknya, makanya dia sangat sedih. Aku mohon kau terima dia menjadi teman mu. Jika kau tidak mau berteman dengan ku aku tidak masalah tapi berteman lah pada Baekkie."

"Aku…."

TBC / DEL