URI CHINGU
Cast: Chanyeol (9thn), Baekhyun (9thn), Kai (8thn)
Rate: T
Genre: Drama,Friendship.
Warning: Genderswitch, Typo, OOC
Annyeong….
Wah saya gak ada semangat buat nulis nih, sedih juga cuma sedikit yang review padahal saya berharap banyak yang nge review. Tapi makasih buat yang setia membaca dan mereview FF ini. Saya akan menunggu review-review berikutnya. Kalian juga tunggu chapter-chapter dan FF saya berikutnya ya. Kamsahamnida readers.
Happy Reading
Uri Chingu
"Aku akan mencoba berteman dengan nya."
"Jinja?" Jongin kaget mendengar penuturan dari Chanyeol yang mengabulkan permintaan nya.
"Ne, akan kucoba."
"Gomawo hyung kau memang yang terbaik." Memeluk tubuh Chanyeol.
"Ya! Kau ini apa-apaan jangan peluk aku."
"Hehe mianhae hyung aku terlalu senang."
"Ck, kenapa kau memanggil ku hyung tapi tidak memanggil Baekhyun noona?"
"Dia bahkan terlihat lebih muda dari ku hyung jadi aku malas memanggilnya noona."
"Oh begitu, eh berarti aku terlihat tua begitu?"
"Ne terlihat seperti itu."
"Ya! Neo!"
"Jangan marah hyung, aku hanya bercanda."
Chanyeol menyetujui permintaan Jongin untuk berteman dengan Baekhyun. Tapi ia bingung bagaimana caranya ia bicara pada Baekhyun.
.
.
.
Pagi harinya, di ruang makan anak – anak tengah berkumpul untuk menyantap sarapan pagi sebelum memulai aktivitas.
"Baekkie-ah kau yakin mau sekolah? Kau kan masih sakit."
"Nde eomma Baekkie yakin, lagian ini juga sudah tidak begitu sakit."
"Kau kan masih sakit tidak usah sekolah saja lebih baik." Jongin angkat bicara.
"Shireo! Aku mau sekolah jongin-ah." Baekhyun mengeluarkan aegyo nya, dia yakin kalo sudah begini Jongin pasti tidak akan menolak kemauan nya.
"Aish terserah kau saja lah."
"Kalau begitu kau hati hati ya Baekkie. Jongin kau harus menjaga nya di sekolah."
"Ne eomma ara." Jongin menyanggupi amanat dari Kim eomma.
Tiba di sekolah ia menuju ke kelas lalu duduk di tempatnya diantar oleh Jongin.
"Kau tidak perlu mengantar ku sampai kelas."
"Kau kan dititipkan pada ku kalau kau kenapa – kenapa bagaimana?"
"Tapi aku tidak apa – apa jadi tenang saja."
"Baiklah aku akan kembali ke kelas."
.
.
.
Jongin berjalan keluar kelas Baekhyun melewati tempat duduk Chanyeol. Chanyeol terlihat sedag gelisah entah mengapa. Jongin mendekatkan tubuh nya dengan tubuh Chanyeol.
"Hyung Fighting!" Ucapnya pada Chanyeol.
Chanyeol mengerti apa yang dimaksud dengan Jongin tetapi Baekhyu yang memperhatikan mereka amat bingung dengan apa yang dilakukan oleh kedua teman nya itu.
.
.
.
Bel istitrahat pun berbunyi seuruh siswa dan siswi berhamburan keluar kelas. Tetapi terlihat seorang siswi yang sedang kesulitan untuk bangkit dari persinggahannya. Ya siswi itu adalah Baekhyun rasa nyeri pada lutut dan siku nya menyulitkan nya untuk berdiri.
"Kau butuh bantuan?"
"Ah…. Ne Chanyeol-ah"
Chanyeol membantu Baekhyun untuk berdiri dari tempat duduk nya.
"Kau ingin ke kantin?"
"Ne"
"Kenapa jadi kau sekarang yang suka menjawab hanya dengan satu kata."
"Eh bukan begitu, aku cuma bingung harus jawab apa."
"Baiklah terserah kau saja, ayo kita ke kantin."
Baekhyun sangat bingung dengan sikap Chanyeol yang berubah derastis kepada nya.
.
.
.
Di perjalanan ke kantin mereka diam tanpa suara mereka terlihat bingung untuk memulai bicara dari mana, tetapi salah satu diantara mereka memulai pembicaraan.
"Tentang penawaran menjadi teman mu."
"Ne?"
"Apa itu masih berlaku?"
"Eh? Ne tentu saja masih berlaku."
"Bailklah aku menerimanya."
"Jinja? Kau mau menjadi teman ku?"
"Ne, Aku mau."
"Yeay sekarang kita teman."Melompat kegirangan. Baekhyun sangat senang mendengar hal itu saking senangnya ia lupa kalau kakinya sedang sakit.
"Ah appo" Baekhyun terjatuh karena melompat sedangkan kakinya sedang sakit.
"Gwenchana?" Membantu Baekhyun untuk berdiri.
"Ne nan gwenchana."
"Kau lupa kalau kaki mu sedang sakit?"
"Aku hanya terlalu senang hehe, ayo kita ke kantin." Ucapnya sambil menarik lengan Chanyeol untuk ikut bersama nya.
.
.
.
Jongin sedang menikmati makan siang nya di kantin. Tiba-tiba saja ia tersedak karena mendengar teriakan dari seseorang.
"Jongin-ah…." Teriak Baekhyun sambil menyambar tubuh Jongin yang sedang menikmati makan siang nya itu.
"Uhuk, uhuk." Jongin mengambil minumannya.
"Ya! Baekkie kau mengagetkan ku."
"Mian, tapi aku sangat bahagia hari ini."
"Aku mendapat teman baru."
Tak lama kemudian Chanyeol datang ke meja itu, ya tadi nya mereka jalan bersama tapi tiba-tiba saja Baekhyun mempercepat langkahnya ke arah Jongin.
Jongin menatap kea rah Chanyeol seakan bicara "Kau berhasil hyung?" Chanyeol hanya membalasnya dengan senyum.
"Baiklah baiklah ayo kita makan dulu."
"Kau tidak ikut senang?"
"Aku senang nih aku senyum." Jongin memperlihatkan senyum 3 jari nya .
"Baik lah ayo kita makan."
Mereka bertiga memulai pertemenan mereka dari situ, Sejak saat itu tak ada lagi hanya Baekhyun dan Jongin tetapi juga ada Chanyeol bersama mereka.
.
.
.
Suatu ketika mereka sedang bermain di taman belakan panti dan janji itu pun terucap.
"Hyung kau jangan menggoda Baekkie terus nanti kalau dia menangis bisa repot."
"Memangnya mengapa kalau aku mengis hah?" Baekhyun kesal dengan apa yang dikatakan oleh Jongin.
"Kau kan sangat sulit diam kalau sudah menangis sangat berisik tau."
"Ya! Aku tidak seperti itu tau."
"Kenyataan nya seperti itu, iya kan hyung?"
"Yeollie kau harus membela ku." Baekhyun kembali mengeluarkan aegyo nya.
Chanyeol pusing dengan tingkah kedua temannya yang selau berantem itu.
"Sudahlah kalian ini bertengkar terus, aku tidak membela keduanya." Kata Chanyeol
"Kalau begitu Yeollie berarti membela ku."
"Mana bisa begitu."
"Bisa saja."
"Sudah sudah lebih baik kita main lagi saja."
"Walaupun Jongin menyebalkan, dan terkadang Yeollie menyebalkan kalian harus berjanji tidak akan meninggalkan ku."
"kau juga tidak boleh meninggalkan kita." Balas Jongin.
"Aku janji tidak akan meninggalkan kalian berdua." Baekhyun sambil mengulurkan jari kelingking nya.
"Aku juga berjanji." Jongin mengikuti apa yang dilakukan oleh Baekhyun.
Mereka berdua melirik kea rah Chanyeol yang tak kunjung mengikuti mereka.
"Iya aku janji." Akhirya Chanyeol ikut mengulurkan kelingkinnya.
"Kalau sudah begini berarti Janji kita sudah di stempel oleh tuhan."
.
.
.
Mereka bertiga selalu melakukan semuanya bersama, kemana – mana bersama pokoknya selalu bersama. Mereka selalu bersama sampai hari dimana hal itu terjadi. Hari dimana mereka harus berpisah
.
.
.
"Anak – anak ayo kemari." Kim eomma memanggil seluruh anak – anak yang ada di panti termasuk tiga serangkai yaitu Baekhyun, Jongin dan juga Chanyeol.
Semua anak telah berkumpul dan berjejer di ruangan itu. Ternyata diruangan itu tak hanya ada Kim eomma tetapi juga ada seorang namja kecil tetapi tampan dan lumayan tinggi bersama dengan seorang halmeoni yang walaupun tua tetap terlihat cantik dan anggun.
Baekhyun Povs
Siapa anak itu? Apa akan menjadi teman baru. Tapi kalau dia jadi teman baru siapa halmeoni itu.
End povs
Jongin Povs
Siapa anak itu? Dan mau apa dia kesini?
End Povs
Kedua temanya sedang berfantasi dengan pemikiran mereka tetapi Chanyeol hanya diam seolah tak peduli dengan keberadaan anak itu.
"Kris, kau boleh memilih siapa yang akan menjadi teman mu."
"Ne halmeoni"
Baekhyun Povs
Oh jadi namanya Kris eh tapi apa maksud yang di katakana oleh halmeoni itu.
End Povs
Jongin Povs
Apa yang mereka katakan? Siapa yang mereka maksud untuk dipilih?
End Povs
Chanyeol Povs
Apa – apaan mereka, apa mereka akan mengadopsi salah satu dari kami?
End Povs
Akhirnya Chanyeol mengikuti kedua teman nya untuk berfantasi dengan fikiranya juga.
"Aku mau dia halmeoni" Menunjuk salah satu diantara anak panti dengan jari telunjuk nya.
.
.
.
TBC / DEL
Mohon Review nya ya biar semangat nulis ya. Gomawo.
