Author: Athiya064
Title: { CHaptered} Hello Baby Chapter 2
Genre: Yaoi, Romantic, Drama, Comedy OOC(Out Of Character, beda banget sama aslinya!)
Rating: Teen, PG-13
Cast:
EXO
Other cast:
SM's Member
Cari sendiri
Ps: EXO Hello Baby? Apakah ini akan menarik?
Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE ATHIYA064! Kesamaan tempat dan nama hanya sebuah rekayasa ataupun kebetulan!
Contact me on:
1. fb: athiya almas
2. wp: athiya064 . wordpress . com
Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya, DON'T BE A PLAGIATOR! TIDAK TERIMA BASH… this is just my imagination. RCL please^^
Happy reading
"Lay, kenapa Kyungin betah sekali di gendonganmu? Ia bahkan tak merengek seperti saat pertama kali datang dan ketika berada di gendonganku." Gerutu Suho, Kyungin yang duduk di paha Lay hanya menatap Suho dengan tatapan polosnya. "Em, tidak tahu. Mungkin hyung masih terlalu canggung ketika menggendongnya," jawab Lay.
"Begitu ya? Aku tak terlalu bisa dekat dengan anak kecil. Tapi tidak apa-apa, aku akan belajar. Kau mau membantu appa kan Kyungin?" Suho mengelus pipi Kyungin lembut. Kyungin hanya mengangguk-angguk karena tak mengerti Suho berbicara apa. Chanyeol dan Baekhyun datang dari arah dapur, Chanyeol membawa sebotol susu di tangannya sementara Baekhyun membawa sebuah mainan anak-anak.
"Kyunginna, apa kau lapar?" tanya Chanyeol, ia tersenyum lebar di depan wajah Kyungin. Tapi Kyungin tak menatap Chanyeol, "KYUNGINNAA~" kemudian Chanyeol menoel-noel (?) pipi Kyungin. "Hik.. hikk.. huuu~"
Chanyeol diam, Lay mendeath glare Chanyeol yang membuat Kyungin kembali menangis. "Memang apa salahku? Aku kan membawakannya sebotol susu." Chanyeol menunjuk botol susu di tangannya. "Kyunginna, appa membawakanmu botol susu. Kemarilah minum bersama~" Chanyeol merentangkan tangannya, tapi Kyungin malah mengalihkan pandangan.
"Yeol, dia takut denganmu." Baekhyun menunjuk Kyungin, "Eh benarkah? Mengapa? Aku kan tampan." -_- Suho jadi ikutan malas dengan Chanyeol. "Suaramu itu seperti om-om baru memasuki masa pubertas, dan akan terdengar aneh di telinga anak kecil." Terang Suho, Chanyeol tak terima.
"Eyy, mengapa bisa begitu? Kyunginna~ katakan kau suka padaku, kau suka denganku kan? Joha? Johaeyo?" Chanyeol mengikuti arah pandangan Kyungin, membuat Kyungin makin takut. "Sudahlah Yeol, mengalahlah. Lupakan dia Kyunginna, ini kau mau bermain?" Baekhyun mengacungkan sebuah mainan, Kyungin mengikuti kemana tangan Baekhyun bergerak. Pandangannya berubah jadi berbinar-binar, "Tuh kan, dia menyukaiku."
Baekhyun pun meraih Kyungin dari pelukan Lay dan memainkan mainan itu di hadapan Kyungin, boneka bebek yang bisa berbunyi itu terus dipencet-pencet Baekhyun sehingga mengeluarkan suara yang membuat Kyungin tertawa-tawa. Luhan tiba-tiba bergabung dan duduk di hadapan Kyungin. "Kyunginna, appa bisa membuat suara bebek. Kau mau dengar?"
"Appa darimana? Xiao Lu, kau seorang eomma." Suho mengejek Luhan, "Hei sekarang aku bahkan terlihat lebih manly daripada Sehun dan kau Junmyeon." Luhan balas mengejek, "Kenapa aku terus yang dibawa-bawa? Annyeong Kyunginna~" Sehun muncul, member EXO menertawakannya. Ia mengenakan hoodie dan memakai tudungnya sehingga rambut rainbow miliknya tertutupi.
"Sehunna, kau tidak kepanasan?" Baekhyun menahan kekehannya, Kyunginn menatap Sehun. "Tidak, pendingin ruangannya kan sedang menyala. Aku tak mau rambutku kena banyak liur Kyungin. Lebih baik aku mengganti warna rambutku sesegera mungkin," gerutu Sehun, ia duduk di sebelah Luhan dan menyenderkan kepalanya di bahu Luhan.
"Kweekk.. kweekk.." Luhan menirukan suara donald duck, seperti yang ia tunjukkan di Sukira tempo hari. Kyungin tertawa-tawa, lalu menyentuh pipi Luhan. "Aigoo, kau menyukainya? Kwek-kwek~"
"Ah, dia lucu sekali. Seandainya aku bisa membuat suara seperti Luhan hyung." Gumam Chanyeol, ia menyendiri di belakang Suho-Lay-Sehun-Luhan dan Baekhyun. Ia kemudian menatap cameramen yang seolah-olah bertanya 'Memang-apa-yang-terjadi?'
"Karena aku adalah rapper, aku memiliki suara yang cukup berat. Bukankah suaraku ini sexy? Tapi Kyungin takut dengan suaraku, ia bahkan tak ingin melihatku jinjjha. Aku jadi takut akan menjadi ayah yang paling buruk, apakah aku seburuk itu hanya gara-gara suaraku? Malahan member lain bilang kalau di dekat Kyungin aku harus sesedikit mungkin berbicara, lebih baik aku dengan Chanhun saja. Lagipula namanya mirip dengan gabungan nama 'Chanyeol-Baekyun-Sehun' kekeke~" Chanyeol mengakhiri sesi curhat(?) nya sambil tertawa lebar. Ia kemudian memilih untuk bergabung bersama dengan KaiSoo, KrisTao dan ChenMin yang bercanda dengan Chanhun.
"Ini sudah lumayan siang, saat bagi Kyungin untuk tertidur. Baekhyunna, berikan susu yang tadi dibawa Chanyeol pada Kyungin." Titah Suho, Baekhyun pun meraih botol susunya. "Nah Kyunginna, ayo minum susu." Baekhyun mengarahkan botol minum Kyungin ke mulutnya, namun Kyungin mendorong botol itu menjauh. "Eum wae geurae? Apa kau tidak lapar?" tanya Baekhyun bingung.
"Mungkin kau kurang baik melakukannya, Kyunginna illeowa." Luhan meraih Kyungin dan menidurkan bayi itu di lengannya, "Minumlah, ini benar-benar enak." Kyungin pun minum dengan lahap, "Ah jinjjha kyeowo." Sehun membelai pipi Kyungin sekilas.
"Entah mengapa Kyungin sepertinya lebih tertarik pada figur eomma." -_- Suho menggerutu, "Ah tidak seperti itu. Mungkin memang hyung kurang bisa beradaptasi dengannya, semua akan berjalan sesuai waktu kok." Hibur Lay sambil menepuk-nepuk pundak Suho, Suho pun mengangguk dan kembali melihat Luhan menyusui(?) –memegangi botol susu Kyungin maksudnya kekeke~-
"Sudah habis? Anak pintar," Luhan menarik botol susu dari mulut Kyungin pelan dan memberikannya pada Sehun. "Ah setelah ia kenyang, bayi seharusnya bersendawa kan? Biar aku coba melakukannya," kali ini Suho menggendong Kyungin dan meletakkan kepala Kyungin di dadanya.
"Eottokhajji?" tanya Suho canggung, ia hanya mengelus-elus punggung Kyungin. "Ireohke, hyung harus menepuk-nepuk punggung Kyungin dengan pelan. Kalau terlalu kencang, selain sakit Kyungin bisa memuntahkan kembali susunya." Lay mengarahkan tangan Suho agar bisa melakukannya dengan benar.
"Jangan menempatkan tangan di pinggang bayi hyung, itu akan membuatnya sesak dan perutnya tertekan. Letakkan tangan di bawah pantat Kyungin seperti ini, nah kalau tak menepuk-nepuk lebih baik hyung meletakkan tangan di sekitar leher dan pundak Kyungin." Lay mengarahkan lagi. "Arasseo, gumawo Yi Xing sekarang Kyungin tak menangis lagi." Suho tersenyum, Lay hanya mengangguk mengiyakan.
"Mereka romantis, seperti pasangan muda yang baru saja punya bayi." Baekhyun menunjuk-nunjuk SuLay. "Ah tidak begitu Baekkie." Lay mengelak dengan malu-malu, padahal semua orang juga bisa melihat rona merah di wajah Lay. "Yi Xing memang tampak seperti orangtua yang berpengalaman, aku dan Yi Xing bisa jadi best couple untuk merawat Kyungin kekeke."
"Benar juga kata Baekhyun hyung, Luhan hyung~ ayo cari waktu bertiga dengan Kyungin~ aku ingin jadi appa yang baik juga." Sehun menarik-narik kaos Luhan. "Ey, tidak bisa aku appanya." Luhan menolak.
"Shireo, hyung itu cantik jadi hyung adalah eomma." Balas Sehun, ia merasa tak terima statusnya sebagai 'seme' digantikan Luhan. "Sudah sudah jangan berisik nanti Kyungin bisa nangis lagi, dan Sehunna berhenti bersikap seolah-olah kau ingin mengajak Luhan gege main rumah-rumahan." Detik berikutnya botol susu kosong yang dipegang Sehun melayang ke kepala Baekhyun.
. . .
"Chanhunna, kau terlihat tampan. Karena ini musim semi, mengenakan pakaian berlengan pendek pasti takkan membuatmu kedinginan kan? Ah sexy baby Jung Chanhun~" Kyungsoo merapikan celana Chanhun setelah menggantikan anak itu baju, ia benar-benar pergi ke supermarket untuk belanja bersama dengan Chanhun. "Tapi kau tak boleh sering-sering memakainya, jangan mengeksplor keseksianmu. Nanti jadi seperti Kim Jongin appa." Nasihat Kyungsoo sambil mencubit hidung Chanhun pelan.
"Ne~" jawba Chanhun mengangguk-angguk seolah-olah ia mengerti. "Ey hyung, kenapa kau menjadikan aku contoh?" Kai yang juga sudah siap untuk ikut Kyungsoo berbelanja protes. "Kekeke anniya." Kyungsoo menggeleng lalu merapatkan hoodie yang ia pakai, lalu memakai sepatu kets miliknya. Sementara Kai memakaikan sepatu pada Chanhun.
"Geurae, pegang pundak hyung supaya tak terjatuh. Ah pintar, baik yang sebelah lagi." Kai memasangkan sisi kiri sepatu Chanhun, dan setelah sepatu itu terpasang Kai menggendong Chanhun. "Let's go~"
At supermarket
Beberapa fans yang melihat Kai dan Kyungsoo masuk ke supermarket membawa seorang anak kecil terkejut, maklum mereka belum tahu kalau EXO syuting acara 'Hello Baby' banyak fans mengambil gambar KaiSoo. "Annyeonghasseyo~" Kyungsoo membungkukkan badannya pada fans yang berkumpul di dekat supermarket. "Annyeonghasseyo, Chanhunna katakan annyeonghasseyo pada fans~" Kai menghadapkan Chanhun pada fans dan meminta Chanhun melambaikan tangan.
"Annyeong~" Chanhun melambai kemudian menundukkan kepalanya sopan. Mereka pun memasuki supermarket bersama-sama, Kyungsoo mendorong troley barang dan menuju ke bagian sayuran terlebih dahulu. "Kai, kira-kira malam ini kita makan apa?" Kyungsoo meminta pendapat pada Kai, "Apa hyung mau memasak sup miso?"
"Ide bagus, tapi aku tadi sempat melihat Xiumin hyung ingin makan Spaghetti Kimchi, jadi ayo kita beli sawi putih terlebih dahulu." Sementara Kyungsoo memilih-milih sayuran, Kai mengajak Chanhun ke area buah-buahan. "Kau mau buah? Supaya tumbuh sehat, mau yang mana?" Kai mendatangi tumpukan apel.
"Mau ini?" Kai mengangkat sebuah apel, "Eum.. Chanhun suka apel~" jawab Chanhun. "Eo? Ah, kau berbicara lancar sekali. Baiklah kita beli apel, sementara bawa satu buah dulu ya hyung tidak terlalu tahu bagaimana cara memilih apel kekeke. Nanti setelah Kyungsoo eomma selesai kita akan beli apel lebih banyak."
"Kai appa, igeo~" Chanhun menunjuk pisang yang ada di sudut ruangan. "Ah, aku lupa kalau kau seharusnya memanggil appa. Baiklah, kau mau pisang?" tanya Kai, Chanhun mengangguk. Dan lagi-lagi Kai hanya mengambil satu buah pisang karena tak bisa memilihnya.
"Eh ada Kai!" Kai menoleh menatap dua gadis yang berteriak padanya. "Oh annyeonghasseyo." Kai tersenyum menyapa. Nampaknya dua gadis itu terkejut bertemu dengan Kai di dalam supermarket sedang menggendong balita pula. "Appa, Kyungcoo eomma eoddiga?" tanya Chanhun.
"MWO?" dua gadis tadi berteriak. "Ah annio, jangan salah mengartikan hehe. Exo sedang dalam syuting hello baby, dan kali ini aku dan Kyungsoo hyung bertugas mengajak bayinya berbelanja. Namanya Chanhun, nah Chanhunna beri salam pada noona-noona ini." Jelas Kai, "Annyeong.."
"Ah kyeopta! Wah dia terlihat sepertimu Kai, baiklah semoga EXO hello baby mendapat rating yang bagus! Dan selamat menikmati hari keluarga kalian," gadis yang berkuncir ekor kuda menyemangati, Kai hanya mengangguk. "Kyungsoo oppa, pasti akan jadi eomma yang baik untuk Chanhunna." Gadis yang berambut pendek juga mengikuti, lalu mereka berpamitan dari hadapan Kai.
"Whoa Chanhunna, noona fans dimana-mana. Kau harus terbiasa, nanti mereka juga akan mengenalimu dan pasti akan jadi salah satu penggemarmu juga hehe. Oh kita juga punya penggemar laki-laki yang kebanyakan adalah penggemar Kyungsoo hyung Luhan hyung dan Baekhyun hyung." Kai menjelaskan pada Chanhun, Chanhun nampak tak terlalu perduli.
"Em, VJ-nim.. mengapa anda menatapku seperti itu?" tanya Kai, sedikit aneh. "Tidak hanya saja kau terlihat seperti seorang ayah yang menjaga anaknya ketika istrinya sedang berbelanja." VJ yang berkata pada Kai kemudian terbahak, "Aku belum setua itu untuk jadi ayah haha. Tapi benar juga, bukankah aku dan Kyungsoo hyung sangat serasi. Dan Chanhun memang mirip kami? Keke, ah sudahlah. Chanhunna, ayo kita kembali pada eomma~"
Kyungsoo dan Kai pun menghabiskan waktu dengan berbelanja kebutuhan member EXO dan kedua bayi tersebut. Setelah kegiatan belanja selesai, Kyungsoo yang menggendong Chanhun dan Kai membawakan barang belanjaan mereka ke dalam mobil. Ketika menuju tempat parkir, -Kai dan Kyungsoo sama-sama belum memiliki SIM jadi mereka pergi naik Van yang dikendarai salah seorang staff bersama-sama dengan cameraman dan VJ- banyak penggemar lagi-lagi mengambil gambar mereka.
"Hyung, bisa aku pastikan kalau esok akan keluar foto-foto tentang kita bertiga di internet benar kan Chanhunna?" Kyungsoo hanya tertawa, "Tidak apa-apa dengan begitu Chanhun pasti akan cepat terkenal. Oh ya Chanhunna, aku beli puding apa kau mau?" Kyungsoo meraih sebuah puding dari tas plastik belanja dan membukanya. Kini Chanhun duduk di antara Kai dan Kyungsoo, Chanhun membuka mulut ketika Kyungsoo menyuapkan pudingnya.
"Kau mau juga Kai?" tanya Kyungsoo, Kai mengangguk karena lapar –atau sejujurnya tidak ada waktu bagi Kai untuk tidak lapar- "Chanhunna, bukankah umurmu tiga tahun? Sudah waktunya masuk ke play group kan? Apa kau tidak memulai sekolah?" tanya Kai. Chanhun menggeleng, "Ini masih terlalu dini bagi Chanhun untuk sekolah, Kai." Jawab Kyungsoo.
"Eum jinjjha? Tapi bukankah masuk lebih awal akan membuatmu lebih pintar dari yang lain Chanhunna?" tanya Kai, Chanhun hanya melihati Kai. "Annio annio, appa bercanda hehe. Tumbuhlah seperti yang kau mau Chanhunna, masa muda adalah masa paling indah daripada harus dilewatkan dengan belajar di sekolah."
Tuk!
"Jangan memberi pengaruh buruk pada Chanhun," Kyungsoo mengancam Kai, yang diancam hanya nyengir. Chanhun ikut tertawa karena Jongin menggetok Kai, "Ah kau tertawa. Mungkin sekarang masih sedikit awkward, tapi aku janji akan memberi pengalaman yang menyenangkan berikutnya." Kyungsoo mengelus rambut hitam Chanhun.
"Hwaiting~" Chanhun mengepalkan tangan mengikuti Kai, lalu tersenyum. 'Aku tidak tahu sejak kapan senyum balita membuat hatiku hangat, tapi melihat Chanhun tersenyum seolah-olah aku telah menjelma sebagai ayah sungguhan. Chanhunna, aku tak jadi cemburu padamu karena dekat dengan Kyungsoo hyung, kau adalah anak yang menyenangkan.' Kai berkata dalam hati.
. . .
"Gege, gege! Ini sudah jam kelima semenjak Kyungin datang. Tidakkah kita harus mengganti popoknya?" tanya Tao ke Kris, Kris yang memainkan Ipad-nya menoleh. "Benar juga, baik ayo kita ganti popok Kyungin!"
"Memang gege tahu cara menggantinya?" tanya Tao. "Tentu saja tahu, dan ngomong-ngomong sedari tadi aku belum melakukan kontak fisik dengan Kyungin. Kau mau ikut gege menggantikan popok Kyungin?" tanya Kris, Tao mengangguk lalu bangkit dari duduknya. Kris menghampiri Kyungin yang kali ini berhasil tenang di pangkuan Chen.
"ChenChen, apa dia tidur?" tanya Kris, Chen menggeleng. "Belum, memang kenapa ge?" tanya Chen. "Tidak, ini sudah jam kelima lebih baik kita mengganti popoknya. Biar aku saja yang gantikan," Kris duduk di depan Kyungin, Kyungin menatap Kris dengan tatapan 'Siapa-nama-appa-yang-satu-ini?'
"Oh Kyunginna, aku Kris." Kris berkata pelan, namun Kyungin tak menghindar dari tangan Kris yang meraihnya. Kris menggendong Kyungin, "Bagaimana rasanya berada setinggi ini? Appa adalah orang tertinggi yang pernah menggendongmu kan?" Kris bertanya dengan suara beratnya, member EXO lain yang mendengar langsung tak memperdulikan Kris yang bangga dengan tinggi badannya -_-
"Uh lihat, aku bahkan bisa merasakan popokmu penuh. Kajja kita ganti, for this things i really more skillful than anybody does." Kata Kris dengan bahasa Inggrisnya, Kyungin menatap Kris bingung. "Ge, bahkan aku tak mengerti apa yang kau katakan dan kau mengajak bicara anak satu tahun dengan bahasa Inggris, konyol." Kris hanya tertawa ringan mendengar kata-kata bermakna protes dari mulut Chen.
"Xiumin ge, tolong siapkan air hangat dan jangan terlalu panas untuk Kyungin. Lalu kau Chanyeol, daripada berdiam diri mending kau ambil alas untuk menggantikan Kyungin. Kau tahu kan alas yang biasa dipakai bayi?" Chanyeol mengangguk.
Ketika semuanya siap, Kris membaringkan Kyungin di meja. "Taozi kemarilah, lihat gege akan mengajarkannya padamu." Tao mengangguk, Kris menarik celana Kyungin hingga hanya tersisa diapers saja. "Kris ge, apa tidak apa-apa kita menggantikan Kyungin popok? Ia kan perempuan?" tanya Tao polos.
"Tentu saja tidak apa-apa, ia masih bayi , kita buka popoknya dari samping. Karena ini popok celana, kau bisa merobeknya seperti ini." Krek! Kris merobek popok Kyungin, lalu menggulung popok itu. Tao meraih boneka panda kecil dan memberikannya pada Kyungin yang nampak kurang nyaman. "Kyunginna, ada panda disini. Kau suka panda? Aku suka sekali panda~" Tao menghibur Kyungin.
"Lihat, aku mirip panda kan?" Tao menempelkan boneka panda di sebelah wajahnya, Kyungin memperhatikan Tao. Kris tertawa, kemudian Kris memeras sebuah handuk kain yang telah lebih dahulu ia masukkan ke dalam air hangat. Ia menggunakan handuk kain itu untuk membersihkan Kyungin, "Hik.. hik.. ueeee~"
"Gege, bayinya menangis. Apa airnya terlalu panas? Bagaimana cara menenangkannya? Tao tidak tahu.." Tao menatap Kyungin yang menangis bingung. "Tidak apa-apa Tao, ia hanya kaget dan bayi memang kadang tak menyukai air kecuali ketika mereka mandi. Kau gendong Kyungin dan mencoba menenangkannya sementara gege akan pakaikan popoknya."
"Nanti kalau jatuh?" Tao bertanya ragu. "Aigoo, uri panda. Tao kau kemarin menggendong Sehun di Happy Camp dan Sehun tidak terjatuh kan? Bagaimana mungkin kau akan tidak kuat menggendong Kyungin? Cobalah," dengan canggung Tao pun meraih Kyungin ke pelukannya.
"Kyunginna, tenang ya? Kris gege sedang berusaha memakaikan popok." Tao menghibur Kyungin, "Hueee~" tangisan Kyungin tak berhenti. Tao semakin panik dan berharap Kris cepat-cepat memakaikan Kyungin popok dan membuat Kyungin berhenti menangis. "Uljima, uljima Kyunginnie."
"Nah sudah, berikan pada gege." Kyungin pun kali ini berada di gendongan Kris lagi, "Tao, kau bisa memakaikan celana itu ke Kyungin kan?" Tao mengangguk. Secara otomatis Kyungin diam di gendongan Kris, ia bahkan tak berontak ketika Tao memakaikannya celana.
"Ia bisa tenang dengan gege, tapi tadi menangis denganku. Ah, maaf gege.. aku memang tak berbakat merawat bayi." Tao berkata dengan sedikit menyesal, Kris tersenyum. "Gwaenchana Taozi, dulu gege juga pernah se-awkward dirimu waktu berhadapan dengan keponakanku kok. Tapi dengan latihan perlahan-lahan pasti kau akan terbiasa, lagipula daripada jadi pengasuh bayi kau lebih terlihat seperti seorang bayi yang harus aku jaga dan aku sayangi kok." Kris mengacak rambut Tao.
"Ah benarkah?" tanya Tao dengan mata berbinar-binar, "Iya, jadi Tao.. apa kau mau kugantikan popok juga?" tanya Kris disertai dengan kedipan di sebelah matanya, Tao kaget. "YAAKK GEGE PERVERT!" teriak Tao, "Huweeeeee~"
"TAO JANGAN BIKIN KYUNGIN MENANGIS!" dan detik berikutnya Tao yang hampir menangis karena dibentak member EXO lain. -_- /pukpuk Tao.
. . .
"Chanhunna, makan yang baik ne? Kau harus tumbuh tinggi." Chanyeol menyendokkan sup miso buatan Kyungsoo ke mulut Chanhun. Chanhun membuka mulutnya sambil memainkan ponsel Chanyeol. "Aigoo, lihat kuahnya tumpah." Chanyeol meraih kain bersih untuk mengusap mulut Chanhun yang belepotan.
"Enak?" tanya Chanyeol. "Mashitta~" Chanhun tersenyum. "Itu Kyungsoo eomma yang membuatkannya. Kalau lapar, kau tinggal minta saja padanya. Pasti ia masakkan segala sesuatu yang ia bisa untukmu kekeke." Jelas Chanyeol, Chanhun hanya mengangguk-angguk.
"Appa, neolae~" Chanyeol bingung, Chanhun menyerahkan ponsel Chanyeol. Akhirnya Chanyeol membuka aplikasi pemutar musik, "Kau mau lagu apa hm? Appa punya banyak lagu, bagaimana kalau Wolf saja? Kau kan bayi EXO, jadi kau harus kenal lagu-lagu kami." Chanyeol memutar lagu wolf dari ponselnya. "Dengar dengar, suara Chanyeol appa yang pertama!" Chanyeol berseru karena tertarik.
'Chogiwa danbeone neukkyo, neol hanibe chijeucheoreom jibeoneoheulteda..' Bersamaan dengan lagu mulai berputar, Chanyeol menirukan lagu itu dan menjadikan sendok yang ia gunakan untuk menyuapi Chanhun sebagai microphone. "Ahahaha.." Chanhun tertawa. "Joahae? Kau mau menirukannya? Kau mau jadi rapper?" tanya Chanyeol.
"Nah ini part yang paling menyenangkan, kajja kita bernyanyi bersama!Geurae wolf! Naega wolf! AUUUUUUU" Chanyeol berteriak tapi bukannya takut Chanhun malah tertawa. "Ayo Chanhunna, katakan 'Auuuu'" Chanyeol mengarahkan sendoknya ke mulut Chanhun.
"Auuu.. geo neo minyeo.." Chanhun menirukan lagu wolf dengan lirik yang seadanya, kemudian Chanyeol tertawa. "Good job! Kemudian kau harus berpose seperti ini." Chanyeol menyatukan jari tengah dan jari manis Chanhun dengan ibu jarinya, membentuk sebuah kepala serigala.
"Ah, begitu kau pintar. Sebentar, mari kita mengambil sebuah foto. Chanhunna~ say cheese!" mereka berdua mengambil foto dengan pose wolf. Kemudian Chanyeol memutuskan untuk mengupload foto tersebut ke akun Me2Day miliknya.
'Bersama dengan Chanhun, Chanhunna~ Nan Neukdaego Neo Minyeo! Dan Chanhunna, makanlah yang banyak ini kali pertama aku menyuapi balita dengan tanganku sendiri, aku merasa sedikit nervous. Tapi aku bahagia, selamat malam semua^^~'
Kemudian Chanyeol menambahkan foto mangkok makan Chanhun yang telah kosong ke postingan tersebut, "Kau mau minum?" Chanhun mengangguk, sebelum Chanyeol berdiri untuk mengambil air minum Baekhyun telah datang dengan segelas susu. "Oh Baekkie? Baru saja aku ingin mengambil minum untuk Chanhun." Chanyeol duduk lagi.
"Chanhunna, minumlah susumu." Baekhyun tersenyum dan menyerahkan gelas itu, Chanhun meminum susu yang dibuatkan oleh Baekhyun. "Kenapa kau kesini Baek? Bukannya tadi kau ada di ruang tengah bersama yang lain?"
"Di ruang tengah terlalu berisik, Kyungin menangis terus karena belum terbiasa makan bersama yang lain. Xiumin hyung sampai kebingungan untuk menyuapinya, dan mulai besok sesuai usul Kyungsoo akan dibuat jadwal untuk menjaga Kyungin dan Chanhun." Jelas Baekhyun. "Aku kalau menjaga Chanhun sama sekali tak keberatan, tapi kalo Kyungin.. ketika aku tertawa saja ia sudah menangis bagaimana bila aku mengasuhnya?"
"Ah, karena itu kau harus membiasakan diri. Kau mau jadi ayah terburuk karena tak bisa berdekatan dengan Kyungin?" Chanyeol menggeleng, "Tidak juga sih." Ia ngeri, kalau di pemilihan awal saja ia sudah menjadi ayah terburuk bisa hancur reputasinya -_-v
Baekhyun membolak-balik Chanel tv, kali ini mereka sedang ada di kamar utama. Entah mengapa Chanyeol berniat menyuapi Chanhun di tempat ini. "Oh! Ada MV History! Ah, sudah lama sekali aku tak melihat music video kita yang ini. Chanhunna, lihat ada appadeul di sana!" Baekhyun menunjuk layar televisi, Chanhun menatap tv.
"Chanyeol appa, Baekhyun eomma, Kai appa, Kyungsoo eomma, Cuho appa, Cehun hyung." Chanhun mencoba mengenali wajah-wajah EXO-K. "Uh, kau menghafal kami? Wah daebak, kita baru satu hari bertemu dan kau sudah hafal. Tapi.. kenapa Sehun hyung?" tanya Chanyeol bingung.
"Cehun hyungie bilang hyung lebih bagus dalipada appa." Jawab Chanhun polos, memang tadi Sehun sedikit melarang Chanhun memanggilnya appa. Karena ia merasa belum terlalu tua untuk panggilan appa. "Ah maknae sok muda itu, Chanhunna.. Sehun hyung anniyo, panggil ia Sehun appa." Baekhyun mengoreksi kata-kata Chanhun.
Baekhyun memberdirikan Chanhun, Chanhun berdiri sementara Chanyeol mulai menari beberapa bagian di History dengan cara yang menggelikan. Sementara Baekhyun juga mulai meniru lirik lagunya sendiri, ketika ia melihat Chanhun, balita itu meletakkan kedua telapak tangannya di dalam saku celana.
"Eh, kau suka pocket dance eo? Ayo lakukan!" Baekhyun menggerakkan tangan Chanhun yang berada di dalam saku celananya. "Nah seperti itu, kemudian kau harus melakukan gerakan ini.. dan ini.." Baekhyun mengarahkan Chanhun pada gerakan-gerakan sederhana. Tak disangka Chanhun menirukannya meskipun caranya agak aneh.
"Whoaaa daebak! Chanhunna jjang! Yeollie, bisakah kita minta pada sajangnim untuk mengangkat Chanhun jadi anggota ke tiga belas EXO kekeke.." goda Baekhyun, Chanyeol hanya tertawa. Kemudian ia menghampiri Baekhyun dan Chanhun karena MV di televisi mereka telah usai.
"Yeol? Kau habis makan apa?!" tanya Baekhyun tiba-tiba menaikkan nada suaranya. "Aku bahkan belum makan karena menyuapi Chanhun, memang kenapa? "Kau kentut ya? Kentutmu bau tau, aish menjijikan kau tak sadar ada kamera yang merekam kita?"
"Eh? Bener deh bukan aku, kenapa kau menuduhku? Aku bahkan tidak bau apapun," Chanyeol mengelak. "Ah, aku tahu tabiat burukmu Yeol. Sudahlah, dan kau bilang tak bau? Sebau ini kau tak kebauan? Itu makin membuatmu terlihat sebagai tersangka!" tunjuk Baekhyun tepat ke wajah Chanyeol. "Aih, ini kan Cuma aroma tak sedap. Iya nanti kalau aku yang kentut aku akan minta maaf."
"Appa. Eomma.. jangan beltengkal~" Chanhun meraih ujung baju Chanyeol dan Baekhyun bersama-sama. "Ups mianhae, kami janji akan berhenti Chanhunna." Chanyeol menatap Baekhyun tajam, yang ditatap malah jadi malas menghampiri Chanhun.
"Appa eomma, aku mau poop." Dan detik itu Baekhyun sadar yang kentut bukan Chanyeol melainkan Chanhun sendiri. "Chanyeol, kau saja yang membantu ya. Aku mau main dengan Kyungin dulu hehe," tapi Chanyeol langsung menarik ujung baju Baekhyun. "Karena kau eommanya, mari kita lakukan bersama." Kata Chanyeol sok serius, padahal ia sendiri juga dipastikan tidak bisa membantu Chanhun makanya ia mengajak Baekhyun -_-
TBC._.
Review jusseyo?^^~ buat yang marah kenapa namanya ChanHun bukan ChanHyun aku bener2 minta maaf. Jangan marah ya readers ;A; /kemaren beneran ada yang marah lho._.v
Aku waktu itu emang udah nulis ChanHyun tapi entah kenapa aku ganti. Dan aku bukannya pengen bikin ChanHun couple kok beneran masih ChanBaek mianhae mianhae T.T
