Author: Athiya064

Title: { CHaptered} Hello Baby Chapter 1

Genre: Yaoi, Romantic, Drama, Comedy OOC(Out Of Character, beda banget sama aslinya!)

Rating: Teen, PG-13

Cast:

EXO

Other cast:

SM's Member

Cari sendiri

Ps: EXO Hello Baby? Apakah ini akan menarik?

Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE ATHIYA064! Kesamaan tempat dan nama hanya sebuah rekayasa ataupun kebetulan!

Contact me on:

1. fb: athiya almas

2. wp: athiya064 . wordpress . com

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya, DON'T BE A PLAGIATOR! TIDAK TERIMA BASH… this is just my imagination. RCL please^^

Happy reading

Chanyeol dan Baekhyun berdiri di depan pintu toilet dengan wajah cemas, "Baekkie, nanti kau yang menceboki (?) ChanHun ya?" Chanyeol berkata lirih, "KENAPA AKU?!" Baekhyun membalasnya dengan suara tiga oktaf. "Ya kau kan tahu sendiri aku tidak punya adik dan punyanya noona!"

"Memang kau kira aku punya?!" Chanyeol menggeleng, lelaki tinggi itu kemudian membenturkan kepalanya ke dinding di samping pintu toilet berulang-ulang. "Neo michyeosseo?" kali ini Baekhyun bertanya dengan suara lebih pelan, Chanyeol menggeleng dan melanjutkan kegiatannya. 'Park Chanyeol, hanya diminta untuk menceboki anak berumur tiga tahun dan ia menunjukkan ekspresi seperti dijatuhi hukuman mati. Bagaimana kalau nanti ia jadi ayah?' batin Baekhyun.

"Appa~" panggil Chanhun dari dalam kamar mandi, "Ne?" tanya Chanyeol. "Cudah~" dan dengan gerakan reflek, Chanyeol menggandeng telapak tangan Baekhyun masuk kamar mandi. "Duh Yeol, kau ini masuk kamar mandi untuk menceboki Chanhun bukannya untuk main permainan berbahaya seperti Bloody Mary =_="

"Ini pengalaman pertamaku dan aku takut." Ucap Chanyeol dengan nada sungguh-sungguh, Baekhyun benar-benar ingin menjitak Chanyeol. Ia menatap Chanhun yang duduk di atas closet dengan pandangan bingung, "Baiklah Chanhun, lupakan tentang Chanyeol." Baekhyun menekan tombol untuk membersihkan closet, setelah yakin semuanya bersih Baekhyun meminta Chanhun berjongkok di satu sisi kamar mandi, sebenarnya itu adalah kamar mandi kering namun kalau tidak dalam posisi seperti itu bagaimana bisa Baekhyun membersihkan Chanhun?

"B-Baekhyun biar aku bantu." Chanyeol maju selangkah, "Katanya tadi kau takut." Chanyeol nyengir, dan akhirnya mereka membersihkan Chanhun berdua.

"SUDAH!" pekik mereka berdua bahagia beberapa saat kemudian, Chanhun menatap keduanya bingung.

. . .

EPISODE 2

Exo datang lebih pagi daripada bayi-bayi itu, (ketika malam tiba bayi kembali pada orangtua mereka Exo pun kembali ke dorm) beberapa member duduk di atas karpet sementara yang lain di sofa. Yang duduk di sofa; Kris, Tao, Chen, Xiumin, Suho dan Lay. Sementara yang lain memilih duduk di atas karpet sembari menggambar di atas karton berwarna merah jambu yang dibentangkan lebar-lebar.

Luhan memegang sebatang crayon berwarna merah, Chanyeol membuka buku diary yang diberikan ibu Kyungin dan Chanhun. "PD-nim bilang, hello baby kita akan sepanjang 20 episode. Nah, kita hanya dijadwalkan 4 hari saja syuting selama seminggu. Dan juga, nanti akan dipotong oleh dimana kita akan berjalan-jalan bersama. Untuk mempersingkat begini saja, kita adakan undian percouple. Sekarang undian untuk mengasuh Kyungin dahulu," jelas Baekhyun.

"KAWI BAWI BO!" yang melaksanakan kawi bawi bo Chanyeol, Kai, Sehun, Chen, Lay dan Tao. Chanyeol mengerang begitu ia keluar pertama, karena perjanjiannya siapa yang keluar lebih awal atau menang yang akan mengasuh Kyungin pertama kali. "Chanyeol kau semangat sekali menangnya! Kenapa kau menang?!" gerutu Baekhyun.

"Aku menang karena reflek." Jawab Chanyeol polos-_- dan urutan berikutnya adalah Chen, Kai, Lay, Sehun dan Tao. Kemudian untuk Chanhun giliran Suho, Baekhyun, Kyungsoo, Luhan, Xiumin, Sehun dan lagi-lagi Tao karena Kris terlihat sangat enggan melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu.

"KAWI BAWI BO! YEAH SEHUN KITA MENANG!" teriak Luhan kencang, ia memang ingin mengasuh Chanhun dari kemarin tapi sepertinya balita tiga tahun itu dimonopoli yang lain. Sehun melakukan highfive dengan Luhan, ia bersyukur karena undian hari ini menguntungkan baginya. Kemudian disusul Kyungsoo, Tao, Suho,Baekhyun dan terakhir Xiumin.

Nguing... nguing..

Mereka menoleh, Chanyeol langsung terbahak-bahak ada mobil-mobilan yang diatasnya diikatkan sebuah misi. Bukan mobil-mobilannya yang masalah, tapi mengapa mobil itu adalah mobil ambulance? "Misinya datang!" jerit Chanyeol, ia membuka ikatan surat misi itu dan menyuruh Suho membacakannya, menghormati Suho sebagai leader.

"Hari ini kalian akan mendapat seorang tamu, ia adalah guest mom, siapa kira-kira? Dan diakhir acara guest mom akan memberi penghargaan untuk best appa dan worst appa." Suho membacakan kartu misi itu. "WHOAAA~ NUGU NUGUUU?" Exo bersemangat, Suho mengangkat bahunya.

"Hanya dijelaskan kalau ia adalah seorang entertainer." Jawab Suho, membaca keterangan di pojok tulisan. "PARK CHORONG!" jerit Luhan bahagia, Sehun mendengus kesal. Luhan akhir-akhir ini selalu menyebut Park Chorong sebagai gadis idaman, "MIRANDA KERR! KATANYA DIA MAU KEMBALI KE KOREA LAGI!" jerit Sehun tak mau kalah.

"APA? MIRANDA KERR?" Luhan menatap Sehun tajam, "MATHALAH? URUTHI PARK CHORONGMU THANA!" Sehun berteriak dengan suara cadelnya, detik berikutnya Chen yang duduk di sofa menarik kerah baju Luhan dan Sehun agar menjauh. "Awas putus." Goda Chen.

"DAEUN! JUNG DAEUN! Dia mungkin jadi gueth mom kan?" Chen menjewer telinga Sehun, "Diam atau aku tak menyelamatkan hubunganmu dengan Luhan gege. Awas saja kalau yang datang benar-benar Chorong nuna, aku akan menertawakanmu selamanya." Ancam Chen, ia melihat wajah putih Luhan sudah memerah menahan kemarahan.

"Apa sih, udah-udah berhenti." Kai mencoba menengahi. "Krystaaalll!" mata Suho tiba-tiba berbinar-binar, Lay hanya mengerucutkan bibirnya tak berani protes seperti Luhan. "Kalau tidak Yoon Sohee!" Kai mengikuti.

"Lebih baik Yura nuna saja yang datang." Putus Chanyeol, Baekhyun mengangguk mengiyakan. "EH ANDWAE! TIDAK ADA PARK YURA NUNA, TIDAK ADA MINAH-SSI, TIDAK ADA MEMBER 4MINUTE, TIDAK POKOKNYA TIDAK!" Xiumin menjambak rambut abu-abu Kai main-main. "Memang kenapa? Kalau Yura nuna kan enak, dia kakak Chanyeol."

"Mending juga nunaku yang kemari! Pokoknya tidak boleh yang menyukai Kyungsoo hyung!" Kai histeris, ia kesal dimana-mana orang menyukai Kyungsoo karena cute. Xiumin menggetok kepala Kai keras sampai maknae kedua itu meringis, "VJ-nim tolong cut bagian ini." Pinta Xiumin, malu juga kalau Kai terlihat seperti itu.

"Sudah sudah, dia bukan member girlband." Jelas sang PD. Member Exo lain menggerutu tak jelas, gerutuan paling keras dari Luhan dan Suho.

"MIRANDA KERR?" Sehun membelalakkan matanya.

"YOON SOHEE?" Kai ikut-ikutan.

"PARK YURA?" heran, kenapa Chanyeol begitu bangga akan nunanya-_- "Bukan Chanyeol, nunamu adalah seorang news announcer bukan entertainer, baiklah akan aku perjelas ia adalah seorang aktris, cantik dan multitalented. Jadi Sehun, jelas ia bukan Miranda Kerr." Jelas sang PD.

"Song.. Jihyo?" tanya Kyungsoo, mencoba menebak. Sang PD hanya tersenyum penuh arti, "JIHYO NUNAAAA! KAPAN EXO IKUT RUNNING MAN?!" Baekhyun histeris, dari awal debut ia sudah sangat-sangat ingin ikut running man tapi EXO belum pernah diundang jadi bintang tamu disana.

"Jauhkan pikiran busukmu Kai." Kris berkata dengan nada dingin, Kai nyengir. "Hehe gege tahu saja." Memang benar bukannya running man yang terpikir begitu mendengar kata Song Jihyo, justru malah film-film yang telah dibintangi Jihyo. Dan Kai tak bisa berbohong kalau ia mengoleksi beberapa film Jihyo, termasuk yang rated dewasa-_-

"Tapi.. apa yang bisa kita lakukan dengan Jihyo nuna?" tanya Lay bingung, "Kalian akan pergi ke festival permen, disana juga ada gulali dan semacamnya. Tapi nanti kalian harus membuat makanan untuk Kyungin dan Chanhun dulu, mereka belum makan."

Ting tong!

Mereka berebutan lari ke pintu masuk, disana sudah ada Chanhun yang berdiri dan Kyungin yang tertidur di kereta bayi. "Annyeong!" sapa Chanhun, Sehun langsung menggendong Chanhun ke pelukannya karena ia dapat tugas pertama mengasuh Chanhun bersama Luhan. "Eum, aku dengar kalian akan pergi ke festival?"

"Ne eomonim," sahut EXO kompak, ibu Kyungin menatap anaknya yang tertidur di kereta bayi dengan khawatir. "Kyungin semalam demam, wajar memang untuk anak kecil seusianya. Tapi ia terus menangis dan baru bisa tertidur dini hari, jadi aku khawatir kondisi kesehatannya bertambah drop."

"Tenang saja eomonim, Chanyeol dan Baekhyun akan menjaga Kyungin dengan baik. Eh.. kita juga sih," Suho menenangkan, Chanyeol bingung. "Oh kalian membagi tugas ya? Baguslah, Baekhyun-ssi aku titip obat untuk Kyungin. Dia sedikit rewel ketika minum obat, tolong hadapi dengan sabar ne." Pinta ibu Kyungin.

"N-ne eomonim, agasshimnida." Sang ibu tersenyum, "Kalau begitu, EXO hwaiting! Aku kembali dulu, annyeong!" member EXO pun menyapa ibu dari Kyungin dan Chanhun dan setelah itu membawa kedua bayi itu masuk.

"Tugas kita Yeol.." Baekhyun mengeluh sembari mendorong masuk kereta bayi Kyungin, "Sudah kita jalani dulu ne," hibur Chanyeol, Baekhyun tiba-tiba kesal karena ia tahu Chanyeol tak benar-benar bisa melakukannya.

"PD-nim, kapan Jihyo nuna akan datang?" tanya Tao. "Nanti, mungkin setengah jam lagi. Ia sedang berada dalam perjalanan," Tao mengangguk mengerti. "Tunggu bukannya nanti kita ada schedule? Kita akan rehearsal di Music Bank jam dua siang kan?" tanya Kris.

"Memang benar, aku sudah bilang pada manager kalian bahwa setelah pulang dari festival permen kalian akan langsung menuju gedung KBS. Dan Jihyo-ssi akan menjaga Chanhun dan Kyungin untuk kalian, karena tak mungkin ia menjaga dua anak sendirian ia bilang Kang Gary-ssi akan menyusul ke KBS."

"MONDAY COUPLE!" Xiumin melirik jam tangannya, sayangnya hari ini bukan hari senin. Lagipula kalau hari ini Senin mereka sudah pasti akan syuting running man, Baekhyun berjongkok di samping kereta bayi Kyungin, menyentuh dahinya lembut.

"PD-nim, tidakkah kita perlu membawa Kyungin ke dokter? badannya masih demam, aku takut akan ada apa-apa." Gumam Baekhyun, "Gwaenchana Baekhyun, nanti setelah kita perform kalau Kyungin masih demam baru kita ke dokter. yang jelas kita harus memberinya obat dan juga menyuapi makan tepat waktu, mungkin nanti kalau ia bangun. Kyungsoo Lay bisa kalian membuat makanan? Oh dan bubur Kyungin ada di laci dapur." Suho memberikan instruksi, Kyungsoo mengangguk. Kemarin setelah berbelanja yang menyimpan bahan makanan memang bukan ia atau Kai, kalau tidak salah Suho dengan Tao.

Ia menuju ke dapur, membuat Pikelets (sejenis pancake dari jagung) yang manis dan mengenyangkan di pagi hari. Dan Lay membuat Samgyetang, kemudian sembari membuat adonan Pikelets, Kyungsoo membuat bubur untuk Kyungin dari nasi yang ia masak lebih lama dan nanti mencampurnya dengan kuah Samgyetang dan batal menggunakan bubur instan yang ternyata kurang baik diberikan pada bayi ketika bayi dalam keadaan tidak fit.

Untung saja Kyungsoo sudah sempat browsing makanan apa saja yang sehat untuk balita, ia menuangkan adonan Pikeletsnya ke atas teflon dan mulai memanggang adonan itu. "Ge.." panggil Kyungsoo, Lay menoleh. "Waeyo?"

"Hanya menyapa saja, rasanya aneh aku akan masak dengan orang disebelahku tapi dalam diam." Lay memutar bola matanya, "Kau ini sudah cepat selesaikan sebelum Jihyo-ssi datang nanti." Lay menyuruh Kyungsoo melanjutkan tugasnya.

Kyungin's room

"Lebih baik dia aku pindahkan saja ke tempat tidur Yeol." Baekhyun menggendong tubuh mungil Kyungin dengan canggung dan meletakkannya di tempat tidur, lalu menyelimuti Kyungin. "Yeol, bisa hidupkan pemanas ruangan?" Chanyeol mengangguk patuh karena memang ia tidak tahu apa lagi yang bisa ia kerjakan.

Kemudian Chanyeol duduk di tepi tempat tidur, "Baekkie, kaki Kyungin dingin. Kata nuna itu berarti panasnya akan tinggi, apa tidak sebaiknya kita memasangkan kaos kaki terlebih dahulu?" Chanyeol memegang telapak kaki Kyungin, "Eh benarkah?" Baekhyun langsung mengambil sepasang kaos kaki dan memakaikannya, kemudian ia menyelimuti Kyungin.

"Lihat bahkan ia menghela nafas dengan berat." Gumam Baekhyun, "Mungkin dia akan flu, hidungnya tersumbat." Jelas Chanyeol menenangkan. "Lihat.. tangannya mungil sekali, jauh berbeda denganku." Chanyeol menggenggam telapak tangan Kyungin yang terkulai di luar selimut.

"Heh sudah jangan mengganggu Kyungin, ayo keluar." Baekhyun menarik Chanyeol keluar kamar.

Ting tong!

"Ne?" Xiumin berlari menuju pintu, membukanya setengah. "Annyeonghasseyo." Wanita cantik di depan Xiumin membungkukkan badannya, wajah cantiknya terlihat jauh berbeda dari umur sebenarnya. "Oh annyeonghasseyo.. nuna, oh.. wasseoyeo?" jawab Xiumin kikuk.

"Annyeong, Song Jihyo imnida bangapseumnida. Tentu saja, aku sudah ada di depanmu bukan?" Xiumin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu membukakan pintu. "Selamat datang~" sapanya ramah, Jihyo mengikuti langkah kaki Xiumin menuju ruang tengah.

"Oh! Nunaaaaaa!" Jihyo tersenyum, lalu membungkukkan badannya lagi. "Annyeonghasseyo, aku adalah guest mom untuk hari ini. Song Jihyo imnida, bangapseumnida EXO yeorobeun.." Jihyo memperkenalkan dirinya lagi.

"Dyo! Lay!" teriak Luhan, Kyungsoo dan Lay buru-buru meninggalkan dapur dan menuju ruang tengah, Jihyo menatap dua orang itu kebingungan. Ia bahkan belum sempat meletakkan kartu misi dan tasnya.

"Hana dul set, WE ARE ONE, WE ARE EXO!" mereka berkenalan dengan nada yang sedikit keras lalu membungkukkan badan, bahkan Chanhun yang digandeng Sehun ikut-ikutan membungkukkan badan meski tak tahu apa yang diucapkan appadeulnya tersebut.

"Muahahhaha." EXO menatap Jihyo bingung, "W-Wae?" tanya Kai. "Annio, kalian terlihat bersemangat. Hanya lucu saja melihatnya, dan tolong lain kali pelankan suara kalian." Jihyo masih menahan tawa, Exo hanya tersenyum kaku.

Ngeeenggg...

Awkward-_-

"Ah, Samgyetangnya sudah matang." Celetuk Lay, "Ah kalian memasak?" tanya Jihyo, Kyungsoo dan Lay mengangguk-angguk. "Nuna makan bersama kami saja, kita sudah biasa membuat masakan porsi kuli kok jadi pasti bisa dimakan kita berlima belas." Baekhyun tersenyum.

"Porsi... kuli?" Jihyo menautkan alisnya, "Ada yang selalu beralasan makan banyak karena masih dalam masa pertumbuhan, mereka jadi mirip kuli bangunan kelaparan." Jelas Kris, Jihyo masih termangu namun mengikuti EXO menuju meja makan.

"Hei, bagaimana dengan Kyungin?" Chanyeol dan Baekhyun hanya diam menanggapi pertanyaan Luhan. "Masih tidur, badannya demam." Jawab Chanyeol lalu mulai mengambil piring. "Oh iya aku belum berkenalan, Chanhun annyeong! Jihyo eomma imnida."

"Annyeong, eomma." Chanhun tersenyum, menampilkan eyesmile miliknya. "Kyungin itu yang berumur satu tahun kan? Dia sakit?" tanya Jihyo, member Exo mengangguk. "Sudah kalian beri obat?"

"Belum nuna, ia masih tidur." Jawab Suho, "Ey.. kalau begitu sudah kalian beri plester demam?" EXO menggeleng, mereka tidak membeli yang seperti itu. "Untung aku bawa, ini rekatkan pada dahinya supaya demamnya turun Baekhyun-ssi." Jihyo menyodorkan sekotak plester demam, Baekhyun mengangguk dan pergi menuju kamar Kyungin.

Setelah Baekhyun kembali merekapun mulai makan, dan Jihyo baru sadar kalau beberapa member EXO memang makan dengan porsi seperti orang tidak makan berhari-hari -_-

. . .

"HIIKKKK HUWEEE eommmaaaaaaaa~" member EXO lain mengelus dada, sudah setengah jam semenjak mereka siap pergi ke festival tiba-tiba Kyungin bangun. Awalnya saat menyuapi Kyungin, bayi itu masih mau makan. Namun setelah Chanyeol mendekat ia jadi menangis histeris, akhirnya Chanyeol berdiri di pojok. Lalu ketika Baekhyun akan memberikan obat, Kyungin berontak dan menangis keras.

"Chanhunna." Panggil Chanyeol, Chanhun menoleh imut. "Yeodonsaengmu itu kenapa sih? Dia membenciku?" tanya Chanyeol, sekarang ia berjongkok di sebelah Chanhun agar tinggi mereka setara. Benar-benar pemandangan yang tragis ketika melihat Chanyeol, duduk di pojok tembok dan didepannya sudah ada barang-barang milik cameraman dan juga perlengkapan EXO perform nanti karena mereka tidak akan pulang dulu.

"Anniyo, Kyungin celalu takut pada cuala ahjucci-ahjucci. Menyelamkan.." jawab Chanhun polos, kalau saja Chanhun bukan balita mungkin Chanyeol sudah menjitak kepala anak itu-_- "Lalu aku harus bagaimana supaya bisa dekat dengan Kyungin? Aku tidak mau jadi worst appa."

"Teddy beal." Jawab Chanhun singkat, "Hah?" tanya Chanyeol bingung. "Kyungin cuka cekali dengan teddy beal, dia akan mendekati cemua teddy beal." Jelas Chanhun, Chanyeol mengangguk-angguk. "Nanti aku akan beli teddy bear untuk Kyungin, gumawo." Chanhun mengangguk singkat.

"Jangan cedih lagi ya appa." Chanyeol mengacak rambut Chanhun, "Arasseo."

"Akhirnya setelah perjuangan berat Baekhyun hyung berhasil meminumkan obat pada Kyungin, dan kau hyung! Kenapa kau disini?! Chanhun adalah tanggung jawabku seharian ini bersama Luhan hyung." Gerutu Sehun. "Aku tau maknae, tapi Kyungin menolak ketika aku mendekatinya jadi.. ya mau bagaimana lagi. Lagian kau juga menjauh dari Chanhun,"

"Alasan." Detik berikutnya Sehun mengerang kesakitan karena rambutnya yang sudah berubah warna ditarik Chanyeol.

Candies Festival

Karena obat yang diminumkan pada Kyungin dapat menyebabkan ngantuk Kyungin pun tertidur lagi. Mereka turun dari mobil van, dibagi menjadi dua mobil van karena cukup sesak. Harusnya kali ini EXO menyewa mini bus-_-

Mereka menyusuri sebuah amusement park yang disulap menjadi festival permen, dimana-mana ada permen. "Badut!" jerit Chanhun, Sehun langsung berjongkok di depan Chanhun. "Mau apa Hun?" tanya Luhan bingung. "Naikkan saja Chanhun ke pundakku, nanti kita lihat badut bersama." Luhan segera meletakkan Chanhun di pundak Sehun dan membiarkan Sehun berjalan-jalan sambil membawa Chanhun di pundaknya.

"Kapan dia akan bangun? Dia hanya bangun dan menangis lalu tertidur lagi." Gurau Jihyo, "Memang Kyungin seperti itu nuna." Jawab Kai pendek, Kyungsoo langsung menyenggolnya. "Kai, kau maknae kan?" tanya Jihyo.

"Sehun akan membunuhku kalau aku menjawab iya haha, tapi secara umur aku adalah maknae." Jelas Kai, Jihyo mengangguk. "Sebenarnya tidak ada dari kalian bertiga, maksudku Kau, Sehun dan Tao yang terlihat seperti maknae sungguhan. Aku baru tahu kalau Tao tipe tipe maknae ketika melihatnya melakukan aegyo. Aku malah mengira Luhan, Xiumin, Kyungsoo, Baekhyun yang merupakan maknae haha."

"Sudah biasa kalau orang mengira seperti itu," Kyungsoo menimpali. "Nuna sendiri paling suka siapa di EXO?" tanya Lay penasaran. "K-Kenapa tanya sesuatu yang seperti itu? Aku jadi malu.. aigoo aku benar-benar terlihat sangat tua diantara kalian berdua belas." Jihyo jadi salah tingkah sendiri, kebiasaan bila ia berdekatan dengan lelaki tampan yang lebih muda.

"Nuna terlihat seperti masih berada di umur dua puluhan," puji Kris. Jihyo tertawa sambil menutupi wajahnya, "Dasar anak muda, sudah-sudah. Sebenarnya aku paling suka Chanyeol, tapi suara Chen dan Kyungsoo sangat merdu, Luhan dan Baekhyun juga imut, Kris dan Tao sangat keren, tarian Sehun Lay dan Kai juga, Suho dan Xiumin juga sangat baik hati. Molla, aku suka kalian semua."

"M-Ma? Eomma?" mereka menoleh, menatap kereta bayi yang didorong Chanyeol. "Ah Kyungin? Kajja disini banyak permen, karena demammu sudah turun eomma akan membelikanmu permen." Baekhyun mengangkat tubuh Kyungin, "Eomma?" tanya Jihyo.

"Dia sudah terbiasa memanggil aku, Kyungsoo, Luhan ge, Xiumin hyung, Lay gege dengan eomma. Kalau Tao tidak tahu, aku belum pernah mendengarnya." Jelas Baekhyun. "Jadi posisiku disini sebagai ahjumma ya?"

"Ah bukan!" Chen menengahi. "Haha, kau ini. Aku tahu Chen, oh ayo kita kesana." Jihyo menunjuk ke tempat yang paling ramai, sepertinya disana sedang ada atraksi maskot taman bermain itu yang menggunakan seragam khas permen lollipop.

Baekhyun menggandeng kedua lengan Kyungin, membiarkan Kyungin mencoba berjalan dengan langkah yang masih belum stabil. Kyungin sendiri masih mengenakan jaket yang cukup tebal untuk mencegah agar ia tak sakit lagi.

"Hana, dul, set, net,daseot, yeoseot, ilgop, yeod—" Baekhyun yang menghitung langkah Kyungin berhenti begitu mendengar suara aneh, ia menoleh. "Kyungin annyeonghasseyo.." Kyungin berhenti lalu ikut-ikut menoleh ke arah kiri.

"T-Tedy.." gumamnya, meski pelafalannya belum jelas. Baekhyun tahu orang dibalik boneka Teddy Bear itu adalah Chanyeol, tapi Kyungin belum mengenalinya. "Kyungin ggakung~" (Ggakung: Bahasa Korea dari 'Peek a Boo') Chanyeol menutupkan boneka itu di depan wajahnya.

"Kya~" Kyungin memekik, lalu tertawa renyah dengan suara khas anak kecil. Perlahan-lahan Chanyeol menyingkirkan boneka beruang itu dari wajahnya, lalu terdiam menunggu ekspresi Kyungin. Yang Chanyeol takutkan adalah Kyungin takut juga pada wajahnya.

"Teddy?" Kyungin mengernyit bingung. "Apa Kyungin mau jalan-jalan dengan teddy? Kalau Kyungin mau jalan-jalan maka Kyungin harus ada di gendongan Chanyeol appa, supaya Teddy Bear bisa bicara terus dengan Kyungin. Chanyeol appa akan membelikan permen disana, Kyungin mau kan?" tanya Chanyeol, ia sengaja membuat suaranya lebih lucu.

Dengan polos Kyungin mengangguk, Chanyeol hampir berteriak bahagia. Namun akhirnya ia menguasai dirinya, ia menggendong Kyungin di tangan kanan dan membawa boneka beruang itu di tangan kiri. "Chukkae Chanyeolla.." Baekhyun mengacungkan ibu jarinya. "Gumawo Baekkie, nah ayo kita kesana." Ajak Chanyeol, Baekhyun pun langsung mengikuti langkah kaki Chanyeol.

HUNHAN

"Hyuuungg aku mau permen kapath." Rengek Sehun, Luhan memutar kedua bola matanya malas. "Beli saja," jawab Luhan acuh, sudah sedari tadi Sehun merengek dan itu membuat Luhan kesal. "Mana bitha aku membeli permen kapath kalau aku menggendong Chanhun theperti ini?"

"Dengar ya Sehun, kemarin-kemarin cadelmu sudah hilang. Jadi aku tahu kalau hari ini kau merengek dan sedang ingin manja tapi aku sedang tidak mood, arasseo?" Luhan sedikit menaikkan nada suaranya, memang akhir-akhir ini Sehun tak terlalu cadel seperti dulu. Hal itu membuat beberapa orang yang ada di sekitar mereka menatap bingung, HunHan couple romantis sedang bertengkar?

"Jadi hyung tidak thuka kalau aku cadel? Baiklah, ayo Chanhun kita pergi ke sana." Sehun langsung membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Luhan, Luhan mengernyit bingung 'Sebegitu cepatnya ia kembali tidak cadel lagi? Tapi.. mengapa ia meninggalkanku?' batin Luhan.

"Ya.. Oh Sehun!" panggil Luhan, Sehun tak menoleh bahkan berjalan lebih cepat ke stan penjual permen kapas. Mendapat ide, Luhan bukannya menyusul Sehun malah menuju ke arah yang berlawanan. Ia baru sadar kalau ternyata mereka berpisah jauh dan member lain sedang bermain di beberapa arena permainan, kecuali Jihyo yang menggendong Kyungin karena Chanyeol sedang ke kamar kecil dan Baekhyun sedikit lelah.

.

"Huh.. Luhan gege tidak menyusulku. Eottokhae Chanhunna?" tanya Sehun, dahinya mengkerut karena kesal. Ia memakan permen kapasnya asal-asalan, sementara Chanhun masih mencuil permen kapas Sehun. Sehun tadi hanya membeli satu karena tiba-tiba mood makan permen kapas itu hilang.

"Appa cuka pelmen kapas?" tanya Chanhun. Sehun mengangguk, "Ne, thuka thekali. Biathanya diakhir pekan appa dan Luhan eomma akan minum bubble tea dan makan permen kapath berthama." Cerita Sehun. "Patthi menyenangkan pelgi belcama Luhan eomma, Chanhun juga mau makan pelmen kapath teluth."

"Kenapa kau jadi ikutan cadel huruf 'Eth'? um maksudnya S." Sehun berusaha mengendalikan cara bicaranya, memang kalau tidak ia sadari ia akan kembali cadel lagi. "Chanhun mau thepelti appa hali ini."

"Ah therterah kau thaja hehe, asal jangan thampai bethar kau cadel teruth arasseo?" Chanhun mengangguk, "Appa.. thuka pada Luhan eomma ya?" tanya Chanhun polos. Sehun tersenyum lalu membisikkan sesuatu ke telinga Chanhun, lebih tepatnya membisikkan..

'Bukan hanya thuka, appa dan Luhan eomma akan berthama thelamanya.' Sehun menggunakan kata yang lebih sederhana untuk menjelaskan. "Jinjjha? Thelamanya?" Sehun mengangguk. "Thampai bulan depan?" Sehun mengangguk lagi.

"Tahun depan? Tahun depannya lagi? Tahun depannya tahun lagi? Depannya tahun depan depannya lagi? Depannya tahun depan depannya depan depan..."

"Ya! Iya iya thampai depan depan depan depan depaaaaaannnnn... thelamanya." Sehun akhirnya kesal sendiri dengan pertanyaan Chanhun. "Appa itu Luhan eomma datang." Sehun menoleh, Luhan berjalan ke arah mereka dengan dua buah balon di kiri dan kanan tangannya.

"Mau apa hyung kethini?" tanya Sehun sok ketus, padahal sebenarnya ia senang sekali Luhan menyusulnya-_- "Appa kenapa malah? Bukannya appa bilang akan belthama Luhan eomma thampai depan depan depannya depan depan mmpphhff..." Sehun membekap mulut Chanhun. Luhan menautkan kedua alisnya bingung.

"Sehunna mianhae, ini aku bawa balon." Luhan menyodorkan balon berwarna merah jambu dengan motif hati di tangan kanannya ke arah Sehun. "Aku bukan anak kecil yang bitha dirayu dengan balon," Sehun menggeleng, Luhan mencoba sabar.

"Aku tadi sedang badmood, sudahlah jangan marah. Aku akan mengabulkan permintaanmu," Luhan tersenyum. "Benarkah?" Luhan mengangguk, "Janji?" tanya Sehun, Luhan mengangguk lagi. "Semua?"

"Batasnya sampai besok." Sehun tersenyum lebar. "Nanti malam temani aku nonton film, makan popcorn, lalu kita kencan, lalu Kyungthoo hyung kita pindahkan ke kamar Kai, lalu kita berthama malam-malam lalu lalu.."

"Sehun, sepatuku nganggur nih." Luhan mengetuk-ngetukkan kakinya, senyum Sehun surut seketika. "Maaf, aku terlalu berthemangat." Luhan tersenyum berusaha memaklumi, lalu menyerahkan balon tadi ke Sehun. Sehun membaca tulisan di balon tersebut.

I Will Love You Forever

"Thungguh?" Luhan mengangguk, "Thelamanya?" Luhan mengangguk lagi. "Thampai tahun depan depannya lagi depannya lagi depan depan depannya depannya.."

"BERHENTIIII!" Sehun menutup mulutnya, "Maaf Chanhun menularkan pengulangan itu padaku." Sehun nyengir, lalu Luhan memberikan balon berbentuk pesawat terbang ke tangan Chanhun. "Ini balon untuk Chanhun."

"Gumawo, eomma." Luhan mengacak rambut Chanhun. "Ayo balik, sepertinya manager sudah menelpon Suho. Kita harus ada di gedung KBS satu setengah jam lagi," Sehun mengangguk, mereka kembali ke pintu masuk festival dan kali ini Luhan yang menggendong Chanhun.

KBS Building

"Nuna, dimana Gary hyung?" tanya Suho, Jihyo yang masih menggendong Kyungin –Kyungin tidur karena lelah, dan karena Chanyeol akan bersiap-siap di ruang make up maka Jihyo menggendong Kyungin dan Chanhun masih digandeng Kai, kenapa bukan Sehun? Karena anak itu sedang bermanja-manjaan dengan Luhan-_-

"Bisa tolong ambilkan ponsel di tasku? Xiumin telponkan Gary ya." Xiumin mengangguk, lalu mencari kontak 'Gary' di ponsel Jihyo dan menghubunginya. "Annyeong hyung, aku Xiumin EXO. Hyung ada dimana?" tanya Xiumin.

"Ah aku di depan ruang make up 2PM, kalian datang saja." Setelah mengucap terima kasih, Xiumin mengakhiri panggilan. Ruang make up 2PM dekat dengan milik EXO, mereka pun berjalan sampai ke sana.

"Annyeong Gary hyung~" sapa Tao. "Woo annyeonghasseyo, aigoo shikkeureo haha." Gary tertawa karena di depannya terdapat banyak lelaki tampan dan Jihyo, juga dua bayi EXO. "Gary kau benar-benar terlihat seperti seorang manager bila berhadapan dengan EXO." Jihyo terkekeh, wajah Gary berubah jadi sendu.

"Ahaha, tidak tidak hyung Leesang sangat keren!" puji Chanyeol. "Ah gomapseumnida!" jawab Gary heboh. "Gary shikkeureo~ nanti Kyungin bangun." Gary berhenti heboh, "Ah ini waktu kami di make up, titip anak kami ya." Suho tersenyum ramah.

"Percayakan pada Monday couple! Ah nanti kita bertemu di restauran dekat sini ya," kata Gary. EXO mengangguk, "Annyeong yeorobeun!" Jihyo melambaikan tangannya.

Preview Next Chapter:

"Aku dan Gary sudah membicarakan, Best appa hari ini adalah.."

"AKUUUU? WOAAAHH! GUMAWO!"

"Dan Worst appa hari ini adalah..."

"AKU? AKU? AKU? BAGAIMANA BISA? T.T"

"Kyungin sakit!"

"Kita ke dokter sekarang, ini sudah parah!"

"APA? GEJALA TYPHUS?"

"Sepertinya Kyungin tidak bisa ikut Hello baby selanjutnya.."

"Kalau Kyungin tidak ikut aku juga tidak mau ikut appadeul!"

"Mungkin.. Hello Babynya kita tunda sampai Kyungin sembuh."

TBC._.

FINALLY AN UPDATE QAQ OMFG!

Really really really really Sorry sorry sorry sorry sorry mianhae for super duper late updateeeeee T.T

Ini kalau ga mirip hello baby lain aku minta maaf ya, aku nonton hello baby terakhir itu malah hello baby snsd, jadi udah lupa sama hello baby SHINee MBLAQ Sistar dll._.

Jadi aku nyoba bikin formatnya kaya yang di SNSD, ada guest momnya. Dan ada MONDAY COUPLE^^~ suka banget deh sama Monday couple kekekeke. Dan setiap dua chapt bakal ada guest mom ya.

Dan prev chap depan, kira-kira siapa best dan worst appa nya hayooo? :3

SELAMAT LEBARAN^^

Last, Review? :D