Miracle of Moon

Crossover HM FoMT X Detective Conan

Disclaimer: I don't own Detective Conan and Harvest Moon.

Hope you enjoy!

Chapter 2: Moonstones

"Oh, kau sudah kembali Jack," ucap Staid saat dia melihat Jack masuk ke Miracle Farm. Staid sudah selesai mengurus hewan-hewan. Karena ini winter, tidak ada tanaman yang perlu diurus. Jadi, hanya Staid-lah yang membantu Jack di pertanian.

"Ya. Kau tahu Staid, tadi aku bertemu dengan Mayor di Rose Square," kata Jack saat dia duduk di sebelah Staid yang sedang memainkan serulingnya. "Dia bilang kalau sekarang dia sedang mengurus seorang gadis yang ada di klinik. Katanya gadis itu ditemukan Mary di Mother's Hill dalam keadaan pingsan. Kelihatannya gadis itu berasal dari tempat yang jauh."

Staid berhenti memainkan serulingnya. "Gadis itu memang berasal dari tempat yang jauh."

"Kau sudah tahu tentang gadis itu?!"

"Tentu saja. Kami tahu apa yang terjadi di Mineral Town. Kami 'kan Harvest Sprites," ucap Staid santai. Dia kembali memainkan serulingnya.

"Tentu, kalian memang Harvest Sprites," ucap Jack sarkastis.

"Ya. Dan kau tidak boleh hanya bersantai di sini, Jack. Kau harus pergi ke klinik dan menemui gadis itu."

"Eh? Aku? Untuk apa?" tanya Jack bingung.

Staid menatap Jack. "Karena hanya kau yang bisa menolongnya. Kau berteman dengan kami. Kau mengenal Harvest Goddess. Kaulah yang dapat membantunya menemukan cara untuk pulang," jelas Staid.

"Begitukah? Tapi, bagaimana caranya aku membantunya?" tanya Jack lagi.

"Nanti kau bicara padanya. Kalau kau sudah tahu apa yang dia butuhkan, bawa dia ke rumah kami," jawab Staid.

"Aku mulai mengerti. Jadi, kalian tahu cara agar dia bisa pulang?" Staid mengangguk. "Baiklah kalau begitu. Ini masih siang. Aku akan pergi sekarang," Jack pun berdiri dan pergi menuju klinik.

Di klinik, dia disambut oleh Elli yang baru keluar dari kamar pasien. "Hai, Jack. Apa kau membutuhkan sesuatu?"

"Hai Elli. Sebenarnya, aku ke sini untuk melihat keadaan gadis yang sedang dibicarakan itu," ucap Jack.

"Wah, sepertinya berita cepat menyebar, ya?"

"Aku diberi tahu oleh Mayor. Apa aku bisa menjenguknya?"

"Tentu. Keadaan Ran sudah membaik. Aku rasa dia memang membutuhkan seseorang untuk bercakap-cakap dengannya," kata Elli.

"Namanya Ran?" tanya Jack.

"Ya, namanya Mouri Ran," jawab Elli. "Aku harap kau dapat membantunya Jack. Dia masih agak trauma dengan kejadian yang menimpanya."

Jack mengangguk. "Akan kubantu sebisaku." Setelah itu Jack masuk ke kamar Ran dan menemukan Ran yang sedang duduk bersandar di tempat tidurnya.

Ran yang menyadari kehadiran Jack yang tersenyum padanya, membalas senyuman Jack dan mempersilahkannya duduk. "Hai, aku Jack," kata Jack saat dia sudah duduk di samping tempat tidur Ran.

"Namaku Mouri Ran. Kelihatannya kalian saling memanggil dengan nama kecil, jadi kau boleh memanggilku Ran," kata Ran.

"Baiklah, Ran. Bagaimana keadaanmu?" tanya Jack. "Aku sudah mendengar tentangmu dari Mayor."

"Aku sudah baikan. Elli dan Dokter Trent merawatku dengan baik." Jawab Ran. "Aku mengerti. Tadi, Mayor ke sini dan menanyakan asal-usulku, bagaimana aku bisa di sini, dan sebagainya."

"Dan kau menceritakan semuanya?" tanya Jack hati-hati.

Ran mengangguk. "Orang-orang di sini ramah dan baik. Mereka tidak memaksaku dan membuatku nyaman. Lagipula, aku memang harus menceritakannya jika aku ingin kembali. Tapi, kelihatannya tidak ada satu pun yang tahu di mana kotaku dan cara untuk ke sana," jelas Ran sedih.

"Begitu," Jack mengangguk-angguk. "Kalau kau bersedia, aku ingin kau menceritakannya juga padaku. Mungkin saja aku bisa membantu, soalnya aku juga bukan berasal dari kota ini."

Mendengarnya, Ran menatap Jack penuh harap. "Benarkah? Baiklah, aku berasal dari Beika, Tokyo, Jepang," Ran memulai. "Tapi, tadi aku melihat peta dunia kalian dan itu aneh bagiku karena aku sama sekali tidak mengetahui tempat-tempat di peta itu. Yang terakhir kuingat, aku tertidur di kamarku saat sedang melihat pemandangan malam dari beranda kamar. Saat aku terbangun, aku menemukan diriku sudah berada di klinik ini dikelilingi Elli, Dokter Trent, Mary, Basil, dan Anna."

"Jadi kau tak tahu apa-apa bagaimana kau bisa ada di sini?" Ran menggelengkan kepalanya. "Hm, kelihatannya memang hanya mereka yang bisa membantumu."

"Eh? Siapa?" tanya Ran penasaran.

Jack tersenyum. "Aku akan memberitahumu besok. Sekarang, kau masih harus istirahat. Jangan pikirkan apapun dulu," saran Jack. "Aku janji akan membantumu, tapi besok."

Ran sebenarnya masih agak bingung dan penasaran. Tapi dia mengiyakan saran Jack dan beristirahat kembali. Sementara Jack pamit pulang dan kembali ke pertaniannya.

.

Setelah Jack menyelesaikan seluruh pekerjaannya, dia pergi ke dapur dan membuat miso soup. Dia bermaksud untuk memberikannya pada Ran. Setelah itu, dia meninggalkan rumah dan pergi ke supermarket untuk membeli roti. Setelah membayar roti itu pada Jeff, dia pun pergi ke klinik.

Dia menemukan Trent dan Elli yang sedang berbicara di ruangan Trent. "Selamat siang, Dokter, Elli," sapanya.

"Selamat pagi, Jack. Ada yang bisa kami bantu?" tanya Elli.

"Aku ingin meminta izin membawa Ran pergi ke gereja," jawab Jack. "Kemarin aku sudah berjanji padanya untuk membawanya ke gereja untuk berdoa."

Trent menatap Jack. "Baiklah, aku mengizinkanmu, Jack. Kau boleh membawanya keluar. Keadaannya sudah cukup sehat. Tapi, kau tak boleh membuatnya kelelahan!" ucap Trent.

"Aku mengerti. Tenang saja, aku akan menjaga Ran," Jack pun masuk ke kamar Ran.

"Hai Ran. Bagaimana keadaanmu?"

Ran tersenyum melihat kedatangan Jack. "Aku sudah sehat, kok. Lalu, bagaimana dengan yang kau katakan kemarin?"

"Ini," Jack memberikan bungkusan roti yang dibelinya tadi. Ran mengerutkan keningnya lalu menatap Jack dengan tatapan apa-ini. "Itu roti. Aku sudah meminta izin dari Dokter Trent untuk membawamu ke gereja hari ini."

"Gereja? Untuk apa?" tanya Ran bingung.

"Kau akan tahu nanti. Ayo, kita harus bergegas sebelum sore," Jack membantu Ran turun dari kasurnya. Setelah itu, Ran memakai jaket yang dipinjamkan Mary padanya dan mengikuti Jack keluar dari klinik.

Saat di depan gereja, Ran berhenti dan memandang sekelilingnya. 'Jadi ini Mineral Town?' batinnya sambil tersenyum. Dia lalu melihat Jack yang berjalan terus ke jalan di sebelah gereja. "Jack, bukannya kita mau ke gereja? Kenapa kau ke situ?"

Jack berbalik. "Sebenarnya kita tak akan ke gereja, tapi ke samping belakang gereja," ucap Jack sambil mengisyaratkan Ran untuk mengikutinya. Ran pun patuh mengikuti Jack.

Ran terkejut saat melihat sebuah pondok kecil di samping belakang gereja. "Nah Ran, ke sinilah aku ingin membawamu. Di sini tinggal mereka yang dapat membantumu," kata Jack. Ran menatap Jack dengan tatapan takut. Sebenarnya siapa yang tinggal di sini, pikir Ran.

Ran pun mengikuti Jack yang masuk ke pondok itu. Sebelum masuk, Jack berkata pada Ran kalau dia nanti harus memberikan roti-roti itu pada mereka sebagai salam perkenalan.

Ran hampir berteriak saat melihat apa yang ada di pondok itu. Tujuh kurcaci berdiri di hadapan mereka. Ran menggenggam tangan Jack erat. Jack yang merasakan ketakutan Ran, memberikannya senyum yang mengatakan tidak apa-apa pada Ran.

"Jadi kau gadis itu," gumam salah satu dari mereka.

"Ran, mereka adalah Harvest Sprites. Mereka yang bisa membantumu," kata Jack masih dengan senyumnya.

"Ha… harvest Sprites?"

"Yang berwarna biru muda adalah Aqua, kuning Hoggy, biru Staid, ungu Bold, oranye Nappy, merah Chef, dan hijau Timid," Jack memperkenalkan mereka.

"Na… namaku Mouri Ran," Ran masih agak takut. Jack lalu menyuruh Ran untuk memberikan roti itu untuk mereka. "Ini, aku membawa roti untuk kalian." Saat Ran memberikan roti itu, mereka langsung tersenyum padanya, membuat Ran mulai merasa tenang.

"Bagaimana kau tahu kami menyukai ini?" tanya Timid.

Ran melirik Jack yang menyeringai padanya. "Jack yang memberitahuku," jawab Ran. "Katanya, kalian bisa membantuku untuk kembali ke tempat tinggalku. Bisakah kalian memberitahukan caranya?"

Mereka bertujuh kembali memandang Ran dengan serius. "Baiklah, Ran. Sebenarnya, kami tak semudah itu bisa membantu orang baru. Tapi, karena Jack bersamamu, maka kami akan membantumu."

Ran memandang Jack lalu kembali memperhatikan Harvest Sprites. "Mineral Town, dunia ini, berada di dimensi yang berbeda dari duniamu." Ran dan Jack terkejut. "Sebelumnya, apa yang terakhir kau lakukan sebelum kau ada di sini?" tanya Chef.

Ran mencoba mengingat. Saat dia teringat, dia membelalakkan matanya. "Sebelum aku tertidur, aku membisikkan keinginannku sambil menatap bulan."

"Itulah yang membuatmu ada di sini. Karena kau mengatakan keinginanmu pada bulan," kata Chef.

"Tapi, aku tidak menginginkan bisa ada di dimensi lain yang tidak kukenali. Bagaimana cara agar aku bisa pulang?" tanya Ran yang hampir menangis.

"Sebetulnya, kau ada di sini itu adalah cara yang diberikan untuk keinginanmu. Tapi, sudahlah. Kami tahu cara untukmu pulang ke tempat tinggalmu. Kau harus mengumpulkan Moonstones," jelas Chef.

Ran dan Jack saling memandang. "Apa itu Moonstones?"

"Itu adalah batu yang mempunyai energi bulan. Jika kau ingin pulang, kau harus mengumpulkan sembilan Moonstones. Batu itu beragam bentuknya. Cirinya adalah berwarna perak dan permukaannya agak berlubang seperti permukaan bulan dan tersebar di Mineral Town," Ran terdiam mendengarnya. Dia masih berusaha mencerna apa yang dijelaskan oleh Chef.

"Jadi, agar aku bisa pulang aku harus mengumpulkan batu itu?" Ran memastikan sekali lagi.

Mereka mengangguk. "Kau akan menemukannya dalam berbagai cara. Tapi, tidaklah mudah untuk menemukannya. Karena itu, kau harus mau tinggal di Mineral Town sementara waktu," kata Aqua.

Ran merasa lemas mendengarnya. Jack menepuk bahu Ran. "Tenang saja, Ran. Aku akan membantumu," janji Jack.

"Tapi, bagaimana aku bisa tinggal di sini? Aku tidak punya uang dan tidak tahu harus tinggal di mana sekarang," rengut Ran.

Jack berpikir sebentar. "Kau percayalah padaku. Aku akan mengurusnya dengan Mayor nanti. Kau 'kan masih harus kembali ke klinik," ucap Jack. Ran menghembuskan napas.

"Kalian masih harus ke suatu tempat sekarang," Jack dan Ran memandang Chef. "Pergilah ke Spring dan temui Harvest Goddess!" perintahnya.

"Baik. Terima kasih, semuanya," Jack mengangguk dan menarik Ran keluar dari situ menuju ke Spring.

"Nah, kita sudah sampai di Spring," ucap Jack. Ran melihat sekelilingnya. Ada hot spring, sebuah gua, dan pond.

"Lalu, dimana Harvest Goddess itu?" tanya Ran pada Jack yang malah sedang mengeluarkan sebuah bunga dari ranselnya.

Jack yang menyadari tatapan bingung Ran, tersenyum padanya. "Ini Toy Flower, bunga musim semi. Karena sekarang tidak ada bunga yang tumbuh, jadi kita pakai bunga ini saja."

"Memangnya untuk apa bunga itu?"

Jack memberikan bunga itu pada Ran dan menyuruhnya melemparkan itu ke pond. Ran yang tidak mengerti hanya menuruti perintah Jack. Tiba-tiba, sinar terang menyelimuti mereka sesaat. Saat sinar itu hilang, Ran mencoba membuka matanya. Dia tersentak. Seorang wanita berambut dan bermata hijau dan memakai gaun yang cantik berada di hadapannya.

"Hmm, ini pasti Ran," kata wanita itu.

"Bagaimana kau bisa tahu namaku? Dan siapa kau?" tanya Ran yang masih kaget.

"Bagaimana aku tahu namamu? Anggap saja aku tahu banyak hal. Dan aku adalah Harvest Goddess." Jawab Harvest Goddess. "Terima kasih untuk persembahannya."

"Jadi, kau adalah Harvest Goddess?" Ran masih bingung. "Persembahan? Persembahan apa?"

"Bunga yang kau lemparkan tadi itu," akhirnya Jack membuka mulutnya.

"Ya, dan aku sangat suka dengan persembahanmu," kata Harvest Goddess sambil tersenyum. "Kalian kesini untuk mencari tahu tentang Moonstones, kan?" Ran dan Jack mengangguk. "Seperti yang sudah dikatakan, kau harus mengumpulkan kesembilan batu itu, Ran. Saat kau berhasil mengumpulkan semuanya, kembalilah padaku dan aku akan mengatakan apa yang harus kau lakukan selanjutnya."

"Apa yang harus kulakukan untuk menemukannya?"

"Dengan berbagai cara. Aku tidak bisa mengatakannya padamu, Ran. Kaulah yang harus mencarinya." Jelas Harvest Goddess. "Jalanilah kehidupanmu di Mineral Town ini, maka kau akan menemukan apa yang kau cari. Sekarang, sampai jumpa." Dan Harvest Goddess pun menghilang.

Ran hanya termangu di hadapan Goddess Pond itu. Sampai akhirnya Jack menepuk pundak Ran. Ran berbalik menatap Jack yang tersenyum padanya. "Tenanglah, Ran. Kau pasti menemukannya!" ucap Jack sambil tersenyum lebar. Ran mengangguk dan membalas senyuman Jack.

"Oh ya, aku membawakanmu miso soup. Kau belum makan 'kan dari tadi?" tanya Jack sambil mengeluarkan miso soup dan memberikannya pada Ran. "Lebih baik kau makan sekarang. Aku tak ingin kau sakit lagi." Ran menerimanya dan memakannya sambil duduk di batang pohon yang ada di situ.

.

Jack dan Ran berjalan dalam diam. Hari sudah mau sore, dan Jack mengantarkan Ran kembali ke klinik.

"Jack, boleh kita ke gereja dulu?" tanya Ran saat mereka berbelok di belokan depan gereja. "Aku ingin ke situ sebentar. Lagipula, kau mengajakku ke gereja, kan, awalnya?"

"Baiklah."

Mereka berdua pun masuk ke dalam gereja. Carter menyambut mereka dengan senyuman saat mereka masuk. "Yang bersamamu ini pasti Ran, kan, Jack? Mayor sudah bercerita tentangmu. Saya Carter."

Ran tersenyum ramah. "Benar. Tapi kelihatannya semua orang di sini sudah mengetahui tentangku, ya?"

"Mineral Town memang tidak terlalu besar. Seperti ini juga saat aku pertama kali datang ke sini," kata Jack.

Ran memandang Jack dengan pandangan tertarik. Tapi Ran memutuskan untuk mendengar cerita Jack lain kali. Saat ini, dia ingin ketenangan. Dia dan Jack pun duduk di bangku kedua dari depan. Mereka berdua mencoba meresapi ketenangan yang ada di situ. Mencoba untuk memikirkan lagi apa yang telah terjadi beberapa waktu ini.

"Jalanilah kehidupanmu di Mineral Town ini, maka kau akan menemukan apa yang kau cari." Kata-kata Harvest Goddess bergema dalam pikiran Ran. Ya, dia akan menemukan apa yang dia cari.

.

.

.

Chapter 2 selesai di sini! Nama-nama yang ada di pertanian Jack sesuai dengan nama-nama yang kuberikan di HM yang kumainkan. Sampai di sini dulu. Review, please…