Miracle of Moon

Crossover HM FoMT X Detective Conan

Disclaimer: I don't own Detective Conan and Harvest Moon.

Hope you enjoy!

Chapter 3: Kehidupan yang Baru

Jack berjalan di samping Mayor dalam diam. Dia sedang memikirkan apa yang akan dikatakannya pada Doug dan Ann mengenai permohonan mereka. Jack dan Mayor ingin meminta pada Doug agar Ran bisa tinggal di penginapannya untuk sementara waktu.

Begitu sampai di penginapan, mereka disambut oleh Doug dan Ann. "Selamat siang, Doug, Ann," sapa Mayor.

"Selamat siang. Apa kalian ingin minum sesuatu?" tanya Doug.

"Tidak, terima kasih." Tolak Mayor halus. "Kami ingin langsung berbicara ke intinya. Aku punya permintaan pada kalian. Ini tentang gadis baru itu, Ran."

Doug dan Ann mengangguk. Mereka sudah tahu tentang Ran. Ann bahkan sudah pernah menjenguknya sekali bersama Karen.

"Aku minta tolong pada kalian agar kalian mau menerima Ran untuk tinggal di sini sementara waktu, sampai dia bisa kembali ke tempat asalnya," kata Mayor.

Doug menatap tajam tamunya. Jack pun berbicara, "Kami akan mengatur tentang pembayaran menginapnya. Jadi, kumohon tolonglah terima Ran untuk tinggal di sini."

Ann menatap ayahnya dengan cemberut. Doug pun tersenyum pada mereka. "Kalian tidak usah khawatir dengan itu. Kami tidak keberatan gadis itu tinggal di sini, asalkan dia dapat bersikap baik dan sopan." Jack dan Mayor tersenyum lega. "Lagipula, sepertinya Ann ingin sekali mempunyai teman perempuan yang tinggal di sini. Karena hanya dia perempuan di sini."

"Ayah!" Ann memberengut. Mereka bertiga tertawa dengan sikap Ann. "Jadi, kapan Ran akan tinggal di sini?" tanya Ann cepat untuk menghentikan tawa ketiga orang itu.

"Aku dan Mayor tadi menjenguknya di klinik. Kata Dokter Trent, Ran sudah bisa keluar dari klinik besok. Keadaannya sudah baik," jawab Jack.

Doug mengangguk. "Berarti, kami harus segera mempersiapkan tempat buatnya."

"Ada yang bisa kami bantu tentang itu?"

Ann menggeleng. "Ah, kalian tidak usah khawatir dengan itu. Aku di sini setiap hari membersihkan kamar-kamar. Biar aku yang mempersiapkan kamar untuk Ran."

"Baiklah kalau begitu, Ann. Besok, kami akan menjemput Ran dan membawanya ke sini. Sekali lagi, terima kasih kepada kalian," kata Mayor. "Kalau begitu, saya permisi dulu. Masih ada yang harus saya kerjakan."

"Sama-sama." Balas Doug. "Saya juga masih mempunyai pekerjaan."

"Jack, kau ikut denganku?" tanya Mayor yang sudah mau keluar.

"Tidak, Mayor. Anda duluan saja," balas Jack. Mayor mengangguk lalu keluar.

Jack beralih ke Ann. "Ann, ada lagi yang ingin kumintai tolong. Tentang pakaian. Kau tahu 'kan, Ran tidak punya pakaian selain yang dipakainya. Dan ini sedang musim dingin. Bisakah kau mencarikan pakaian untuknya? Aku yakin kau lebih tahu tentang itu daripadaku," pinta Jack.

"Tentu. Pasti menyenangkan mencarikan pakaian untuknya," kata Ann bersemangat. "Aku bisa mencarinya di tempat Won. Tapi, dengan syarat kau harus memberiku cake dan telur rebus."

Jack tersenyum puas. "Terima kasih, Ann. Aku akan membawakanmu itu besok saat mengantar Ran. Kalau begitu, aku pergi dulu." Jack pun segera pergi ke klinik untuk memberitahu Ran tentang besok hari.

"Kau kembali lagi, Jack?" tanya Ran saat Jack masuk ke ruangannya lagi.

Setelah berhasil mengatur napasnya, dia duduk di samping tempat tidur Ran. "Aku ingin memberitahumu kalau mulai besok kau bisa tinggal di penginapan Doug. Kau sudah mengenal Ann, kan?"

"Benarkah?" mata Ran berbinar. "Tapi, aku tidak punya uang untuk membayar biayaku tinggal di sana."

"Kalau itu, kau tenang saja! Doug bilang kau tidak perlu membayarnya asalkan kau bersikap baik dan sopan, dan mau menemani Ann," jelas Jack. "Bahkan Ann bersedia mencarikan pakaian untukmu."

"Kenapa orang-orang di sini sangat baik?" tanya Ran haru.

Jack tersenyum mendengarnya. "Begitulah orang-orang di sini. Karena itu, kau juga harus bersikap baik pada mereka."

"Tentu saja. Aku akan berusaha sebaikku untuk membalas kebaikan kalian," kata Ran.

Jack tertawa. "Kau tak usah pikirkan itu. Lebih baik kau persiapkan dirimu untuk besok. Aku juga harus pulang. Masih ada yang harus kukerjakan," ucap Jack sambil pamit. Ran mengangguk dan Jack pun pulang ke peternakannya.

.

"Kau sudah siap, Ran?" tanya Jack saat mereka keluar dari kamar pasien. Ran sudah bisa keluar dari klinik. Dan Jack menjemputnya untuk dibawa ke penginapan Doug.

"Ya. Tapi, aku agak gugup. Setelah keluar dari klinik, aku akan memulai kehidupanku di Mineral Town sambil mencari Moonstones," kata Ran.

"Tenanglah. Kau tahu orang-orang di sini ramah, kan? Tak akan sulit untuk berinteraksi dengan lingkungan barumu," ucap Jack. Ran hanya mengangguk.

"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Elli yang mendatangi mereka berdua.

"Tentang tempat tinggalnya yang baru," jawab jack.

"Doug dan Ann sangat baik. Kau akan senang tinggal dengan mereka. Kau juga bisa mengenal warga Mineral Town dengan cepat karena banyak yang datang siang dan malam untuk makan dan minum di sana," jelas Elli sambil tersenyum.

"Iya," Ran melihat Trent yang berjalan ke arah mereka. "Aku benar-benar berterima kasih karena kalian sudah merawatku."

"Sudah tugas kami," ucap Trent.

"Jika kami punya waktu, kami pasti akan mengunjungimu di penginapan," kata Elli.

"Aku juga akan sering mengunjungi klinik, jika boleh," kata Ran.

"Tentu saja kau boleh, Ran. Kami akan menyambutmu dengan hangat."

"Kami harus segera pergi. Doug sudah menunggu di penginapan," ucap Jack menyudahi pembicaraan mereka.

Trent dan Elli mengantar Ran dan Jack sampai di depan. "Sekali lagi, terima kasih. Aku pergi dulu," ucap Ran. Jack dan Ran pun berjalan meninggalkan klinik menuju ke penginapan.

Ran memandang bangunan yang ada di depannya. "Ini penginapannya, Ran. Ayo masuk!" mereka berdua pun masuk ke penginapan itu.

"Selamat datang di penginapan kami, Ran," sapa Ann saat mereka masuk. Ran tersenyum melihat sikap Ann yang selalu bersemangat.

"Ran, ini Doug, pemilik penginapan dan bar ini juga ayah Ann," ucap Jack.

"Saya Ran. Terima kasih sudah menerimaku tinggal di sini," ucap Ran.

"Tak perlu berterima kasih, Ran. Kami senang menerimamu di sini."

"Sebagai balasannya, biarkan aku membantu kalian di sini," pinta Ran.

"Kau bisa membantu kami kapanpun kau mau. Sekarang, Ann akan mengantarkanmu ke kamar yang sudah disediakan," kata Doug.

"Hei, Ann. Bagaimana dengan permintaanku kemarin?" bisik Jack saat Ran sedang bicara dengan Doug.

"Aku sudah mengurusnya. Jadi, mana bayaranku?" tanya Ann. Jack memberikan bungkusan yang berisi cake dan telur rebus permintaan Ann. Ann menerimanya sambil nyengir.

"Ann," panggil Doug. "Antarkan Ran ke atas!" ucap Doug.

"Baik! Ayo Ran, kita ke atas," Ran mengangguk dan berjalan mengikuti Ann.

"Apa kau akan tetap di sini, Jack? Aku akan menyiapkan minuman untukmu, nanti," ucap Doug saat Ann dan Ran sudah ke atas.

"Tidak, terima kasih," jawab Jack. "Aku sudah mau kembali, kok. Aku masih punya pekerjaan di peternakan. Sampai jumpa!" dan Jack pun meninggalkan penginapan.

"Nah, kau akan tidur di kamar ini, Ran," ucap Ann saat dia membuka pintu kamar bersama Ran.

Ran memperhatikan ruangan itu. Ada tiga tempat tidur, sebuah laci dengan vas bunga, juga meja dan empat kursi bar mengelilinya. Di dekat sudut ruangan terdapat jendela berukuran sedang.

"Ehm, sebenarnya ini kamar untuk menginap. Di sini memakai sistem asrama, dan setiap kamar mempunyai tiga tempat tidur. Di sini kamar perempuan dan di sebelah kamar laki-laki." Ann mulai menjelaskan. "Di kamar sebelah ada Gray dan Cliff. Dan pada musim panas, ada Kai yang datang. Nanti akan kukenalkan padamu. Kau tidak apa-apa, kan, di sini?"

Ran tersenyum. "Tentu saja. Aku akan sangat nyaman di sini. Malah aku yang merasa tidak enak harus menempati satu tempat di kamar ini. Padahal kamar ini disewakan," balas Ran.

"Tidak perlu merasa seperti itu," ucap Ann tersenyum tulus. "Aku sangat senang kau bisa tinggal di sini. Soalnya, yang menginap di sini hanya anak laki-laki. Jadi aku perempuan satu-satunya di sini. Memang sih, ada tamu perempuan yang berkunjung di bar, seperti Karen. Tapi itu tak sama. Jadi, aku sangat senang kau di sini."

"Aku juga senang berada di sini. Kalian semua sangat baik padaku. Entah bagaimana aku bisa membalasnya," kata Ran.

"Sudahlah. Lebih baik kau istirahat dulu," ucap Ann. "Oh ya! Aku sudah menyiapkan beberapa pasang pakaian untukmu," ucap Ann menarik Ran menuju laci kecil di dekat jendela.

"Pakaian?"

"Iya, lihatlah!" Ann membuka laci itu dan menunjukkan pakaian untuk Ran. "Ada pakaian untuk winter, spring, summer, dan autumn."

"Ini benar untukku?" tanya Ran yang terpana dengan baju-baju itu.

"Ya. Nanti, kau ganti bajumu dengan pakaian untuk winter ini!" ucap Ann. Ran mengangguk senang dan berterima kasih pada Ann.

"Tidak perlu. Sekarang, kau istirahatlah! Aku akan memanggilmu saat makan malam tiba," ucap Ann, kemudian dia melangkah keluar dari ruangan itu. Ran tersenyum memperhatikan Ann keluar dari ruangan.

Saat pintu ditutup, Ran segera membongkar pakaian lain di laci itu. Saat dia mengeluarkan pakaian terakhir, dasar laci itu bersinar. Ran yang kaget langsung melihat ke dalam laci. Di dasar laci itu, sebuah batu yang berukuran segenggam tergeletak. Warnanya perak dan permukaannya berlubang-lubang. Ran terdiam melihatnya. Sebuah Moonstone.

.

.

.

Chapter 3 selesai di sini! Ran sudah mendapatkan satu moonstone. Tersisa delapan lagi. Sebenarnya aku agak kesusahan menentukan judul untuk setiap chapter. Soalnya, aku tak terlalu bisa menentukan judul, nama karakter. Semoga kalian menyukainya. Review, please…