Miracle of Moon

Crossover HM FoMT X Detective Conan

Disclaimer: I don't own Detective Conan and Harvest Moon.

Hope you enjoy!

Chapter 4: Miracle Town (I)

"Selamat pagi, Ran!" seru Ann saat membuka kamar. Dia terkejut melihat Ran sedang merapikan kamar itu.

"Ah, selamat pagi Ann," balas Ran.

"Ran, kenapa kau yang merapikan kamar ini?" tanya Ann sambil berdiri di samping Ran yang sedang membersihkan debu di meja.

Ran menatap Ann yang mengerutkan dahinya dengan tampang polos. "Aku 'kan tidur di kamar ini. Jadi, bukan hal aneh, kan?"

Ann menggelengkan kepalanya. "Kau di sini itu tamu, Ran. Jadi, tak seharusnya kau yang merapikan kamar ini. Ini tugasku," jelas Ann.

"Tidak, Ann. Aku 'kan sudah bilang kalau aku akan membantu di sini. Aku ingin membalas kebaikan kalian."

"Tapi-" protes Ann terpotong.

"Ayolah, Ann. Biarkan aku membantu di sini. Aku tak ingin jadi tamu yang tak tahu diri," pinta Ran.

Ann mencembungkan pipinya sambil berpikir. Lalu dia mengangguk. "Baiklah kalau itu maumu. Kau akan membantuku membersihkan dan merapikan penginapan ini." Ran tersenyum. "Nah, sebaiknya kau segera turun dan sarapan. Aku akan membawamu mengelilingi Mineral Town." Senyum Ran semakin lebar dan dia mengangguk.

Mereka berdua turun ke bawah dan menemukan Gray dan Cliff duduk di salah satu meja sambil menikmati sarapan mereka. Ran sudah berkenalan dengan mereka berdua hari sebelumnya. Kesan pertama yang didapatnya adalah pendiam dan tak akan mudah berbicara banyak dengan mereka.

Tepat saat Ran dan Ann akan menikmati sarapan mereka, Cliff dan Gray telah menyelesaikan sarapan mereka. Mereka berdua pun segera bangkit dari duduk untuk memulai pekerjaan mereka masing-masing. Saat akan keluar, Ann menghentikan mereka, "Nanti aku dan Ran akan mengunjungi tempat kerja kalian."

Mereka berdua berbalik melihat Ann dan Ran. Gray tetap memasang ekspresi datar dan Cliff mengerutkan dahi, bingung. "Untuk apa?" tanya Cliff.

"Aku akan membawa Ran melihat-lihat Mineral Town. Dia 'kan belum berkenalan dengan penduduk lainnya," jawab Ann santai.

Ran menatap mereka gugup. "Tidak boleh, ya?"

"Tidak masalah," kali ini Gray yang berbicara. Dia mengatakannya dengan cuek. Cliff mengangkat bahunya pertanda dia juga tak keberatan.

Ran tersenyum dan membuka mulutnya. Tapi, tak ada yang keluar dari mulutnya karena Ann sudah mendahuluinya berbicara. "Oke! Siapkan penyambutan yang baik, ya! Sampai nanti!" kedua pemuda itu tidak memerdulikan kata-kata Ann. Mereka lalu keluar.

Ran yang terkejut dengan perkataan Ann, memandangnya dengan dahi yang berkerut dalam. "Apa-apaan itu, Ann? Kita 'kan hanya mampir untuk berkenalan?!"

Ann balas memandangnya. "Itu tidak serius, kok. Kau juga pasti sudah tahu," katanya, lalu kembali melahap sarapannya.

Ran menghela napas. Ini dia sifat Ann, pikirnya. "Tetap saja," gumamnya. Setelah itu, mereka berdua sarapan dalam diam. Ann juga tidak ingin berbicara saat itu. Penjelasan tentang tempat-tempat yang akan mereka datangi akan dia jelaskan saat mereka sampai di tempat itu.

Setelah mereka sarapan, Ran membantu Ann membereskan peralatan makan. Saat itu pukul 10.00 AM. Setelah selesai, Ann langsung mengajak Ran untuk mulai mengelilingi Mineral Town.

Mereka memulai dengan winery di sebelah inn. Ran memandang grape vine yang sudah tidak mempunyai daun-daun karena musim winter. Lalu dia memandang papan keterangan tempat di depan rumah. Aja Winery, pikirnya.

"Ran, ini winery yang dijalankan oleh Duke dan Manna," kata Ann. Mereka sekarang berdiri di jalan masuk ke halaman. "Cliff bekerja di sini," tambahnya lalu mengajak Ran masuk ke dalam.

Mereka disambut oleh senyum dari Duke dan Manna. "Hai, Ann. Senang kau berkunjung. Siapa yang kau bawa, huh?" tanya Duke.

"Ini Ran. Dia yang diceritakan oleh Mayor," jawab Ann. "Aku membawanya untuk diperkenalkan pada kalian."

"Salam kenal," Ran membungkuk.

"Jadi kau yang bernama Ran? Aku Manna, dan ini suamiku Duke. Senang bertemu denganmu. Kami di sini menjual wine dan grape juice. Belilah nanti lain waktu. Aku akan senang jika kau membeli sesuatu atau hanya berkunjung ke sini lagi. Kau sekarang tinggal di inn, kan? Itu berarti kita akan sering bertemu," Manna berbicara panjang lebar.

Ran sweatdropped. Dia lalu mengangguk. "Ah, i… iya," balasnya.

Manna sudah akan membuka mulutnya untuk mengatakan suatu – banyak – hal, tapi Duke sudah lebih dulu bicara. "Begitulah, Ran. Senang bertemu denganmu. Kalian masih harus ke tempat lain, kan?" mereka mengangguk. "Kalau begitu, sampai jumpa!"

Ran dan Ann pun langsung keluar setelah melambaikan tangan pada Manna. Ran lalu menatap Ann. Ann mengerti tatapan Ran. "Begitulah Manna. Dia memang banyak bicara. Tapi, dia wanita yang baik."

Ran mengangguk. "Oh ya, di mana Cliff? Katamu, dia bekerja di sini," tanya Ran.

"Oh, dia sekarang ada di cellar," jawab Ann sambil menunjuk bangunan kecil di sebelah rumah. "Dia memeriksa wine yang ada di situ." Ran mengangguk mengerti.

"Ayo kita lanjutkan!" ajak Ann.

"Kemana kita sekarang?"

"Kita akan ke rumah Anna, Basil, dan Mary," Ran tersenyum senang akan bertemu dengan mereka bertiga.

"Di sebelahnya itu perpustakaan Mary. Dia pasti sedang di situ sekarang," kata Ann saat mereka sampai di depan rumah Mary.

"Mary seorang librarian?" tanya Ran. Ann mengangguk dan mengajak Ran masuk ke dalam rumah.

"Hai Anna, Basil. Lihat siapa yang kubawa!" kata Ann saat dia masuk.

"Hai, Ann. Oh, Ran! Senang kau datang ke sini. Bagaimana keadaanmu?" tanya Anna saat dia melihat Ran.

"Aku baik sekarang. Sekali lagi terima kasih atas pertolongan kalian waktu itu," kata Ran.

"Kau tidak perlu berterima kasih," balas Anna. "Tapi, kami benar-benar terkejut melihatmu tergeletak di sana."

Ran tersenyum pahit. Melihat ekspresi Ran, Basil segera mengganti topik pembicaraan. "Oh ya, kalian ada perlu apa ke sini?"

"Ah, tidak ada perlu apa-apa, sih. Aku hanya sedang mengajak Ran mengelilingi Mineral Town," jawab Ann.

"Tadi kami baru dari tempat Manna dan Duke," sambung Ran.

Anna dan Basil mengangguk. "Kau pasti akan senang berada di sini, Ran. Mineral Town memang bukan kota yang besar. Tapi, kau mempunyai banyak pilihan kegiatan," ucap Anna.

"Salah satunya adalah pergi ke gunung, kan?" tanya Ran.

"Kau benar. Setiap hari Senin, kami sekeluarga pergi ke Mother's Hill untuk meneliti tumbuhan, kecuali hujan atau badai salju," jelas Basil.

"Aku bersyukur kalian mempunyai kegiatan itu," kata Ran. "Kalau tidak, aku pasti akan mati kedinginan di sana."

"Kalau kau mau, kau bisa ikut kami ke sana kapan-kapan," ajak Anna.

"Terima kasih. Aku akan memikirkannya."

"Apa sekarang Mary ada di perpustakaan?" tanya Ann.

"Iya. Sebaiknya, kalian ke sana sekarang. Mary pasti senang kalian berkunjung," ucap Anna.

"Apa kami tidak mengganggu pekerjaan Mary?" tanya Ran.

"Oh, Ann belum memberitahumu, ya?" Ran menatap Ann bingung. "Perpustakaan Mary tidak punya banyak pengunjung. Hanya ada beberapa orang yang mengunjunginya. Itupun tidak setiap hari. Yah, karena penduduk di sini juga tak terlalu banyak, jadi memang tak akan ada banyak pengunjung tiap harinya," jelas Anna.

"Lalu, kenapa Mary setiap hari ada di sana? Dia 'kan tidak perlu seharian di sana kalau tidak ada pengunjung," tanya Ran.

"Mary memang suka ketenangan di perpustakaan. Lagipula, jika nanti ada pengunjung yang datang saat dia tidak di sana, bagaimana?" jelas Ann.

"Begitu? Kalau begitu, ayo kita segera ke sana, Ann!" ajak Ran. mereka pun pamit dan pergi ke perpustakaan Mary.

"Hai, Mary. Lihat, aku datang bersama Ran," kata Ann saat dia masuk ke perpustakaan.

"Hai, Ann. Oh, selamat datang Ran. Bagaimana keadaanmu?" tanya Mary.

"Aku baik. Bagaimana denganmu?" tanya Ran balik. "Kau hebat sekali mempunyai perpustakaan ini."

"Aku juga baik," jawab Mary. "Ah, tidak juga," tanggap Mary tersipu.

"Tidak ada yang datang berkunjung?" tanya Ann sambil melihat ke sekeliling.

Senyum Mary pudar. Dia menggeleng. "Tidak. Yang datang hari ini baru kalian," jawabnya.

"Kau tidak apa-apa, Mary?" tanya Ran melihat Mary murung.

"Oh, aku tidak apa-apa, Ran. Apa boleh buat, ini bukan kota yang besar jadi tidak banyak yang berkunjung," jelas Mary.

"Tidak apa-apa. Kami sudah di sini, kan?" seru Ann mencoba memberi semangat.

"Kalian benar," ucap Mary kembali tersenyum. "Lalu, apa ada buku yang kalian cari?" tanyanya.

Ran memandang sekelilingnya. "Ada buku apa saja di sini?"

"Kebanyakan buku tentang pertanian dan peternakan. Ada juga tentang kedokteran," jawab Mary.

"Apa kau punya buku fiksi?"

"Genre apa?"

"Apa saja. Aku ingin membaca buku seperti itu saat tidak ada yang bisa kukerjakan," jawab Ran.

"Tunggu sebentar," pinta Mary. Dia menuju salah satu rak dan mengambil sebuah buku. "Ini dia, fiksi fantasi. Aku menyukainya dan aku rasa kau akan menyukainya juga," ucap Mary.

"Terima kasih, Mary. Kapan aku harus mengembalikannya?"

"Batas pengembaliannya adalah minggu depan," jawab Mary.

"Baiklah. Kalau begitu, kami pergi dulu. Masih ada yang harus kami datangi," pamit Ran.

"Bye, Mary," Ann melambai.

"Terima kasih sudah datang. Hati-hati."

.

.

.

Penulisan chapter ini agak tersendat-sendat. Itu karena aku harus belajar untuk ujian akhirku. Dan karena itu juga aku tidak tahu kapan aku akan meng-updatechapter selanjutnya (memang selalu begitu =,=). Tapi, aku akan tetap melanjutkannya, kok. Jadi, tetap ditunggu, ya ;) doakan aku juga agar bisa lulus. Dan terakhir, review, please?