Baby flame baliiik~~#ditimpukReaders#

Miaaaan kalau updatenya lamaaaaa banget. Ada sesuatu yang menghalangikuuh#etciah!

Oke. Baby flame bales reviewan duluu..

Ryu ryungie : Waduh ada yak kuda terbang? Kehempas lagi!#bego kumattd.. mian laamaa~

: iya luuuu cepet sembuuuh~ author gak sanggup nulisnyaa~#lah?. Mian lamaa~ happy ending kok menurut author#oops!

Kang Hyun Yoo : aku juga kesel sama eommanya Sehun tuh! Hunhan gak pisah kok! Putus aja!#disantetHunHanshipper.

RirinSekarini : nggak kok. Happy ending kok! Tapi itu menurut author sih. Mian lamaa~~

lisnana1 : iya udah lanjut, tapi mian lamaaa~

dian deer: gak bakalan baby flame biarin Kris jadi orang ketiga tau!#tendangKris #AuthorditendangTao. Mian lamaaa~

20312luLuEXOticS : aku udah doain Luhan nih#gubrak. Mian lamaaa~~

Cast : HunHan and the other couple~~~.

Warning : OOC, YAOI, BL, Kependekan ., and Typo(s)

Dislaimer : Sehun milik Luhan, dan Luhan milik saya seorang#DisantetSehun.

Happy reading^^

Kris terhuyung. Ia benar-benar kehilangan seluruh tenaganya. Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Tepat didepan kamar milik Luhan. Ia dapat melihat melalui celah intip berlapis kaca pada pintu tersebut. dilihatnya Luhan yang masih terbaring dan Sehun yang duduk disampingnya. Serta baekhyun yang berdiri disamping Sehun.

Kris kembali mengingat perkataan tadi.

-flashback on-

"Kita harus mengadakan beberapa tes terhadap pasien bernama Luhan."

"memangnya apa yang terjadi dengan saudara saya dok?"

"Saya curiga bahwa ia mengidap kanker darah akut" Dokter menatap manik mata Kris dalam.

"Semua gejala sudah saya temukan padanya. Dan untuk lebih memastikannya. Kita harus melakukan tes lanjutan."

-flashback of-

"Duizhang~"

Kris sedikit tersentak dan membalikkan tubuhnya. Sekarang telah ia lihat Tao yang menatap khawatir kearahnya.

"Ceritalah padaku ge" Tao meraih telapak tangan kris.

Melihatnya Kris hanya menghembuskan nafas berat.

"Biar kuceritakan di taman belakang saja" Kris merangkul Tao.

Eternal Love

"Lu~"

"sudahlah Sehun-ah. Luhan baik-baik saja! Dan berhentilah bergumam seperti itu! Kau seperti orang gila" Baekhyun mendengus kesal.

Sehun bangkit dari duduknya. Ia berdiri menghadap ke arah jendela yang langsung menampilkan pemandangan kota.

"Hyung~"

"Mwo? Hyung? Hei! Kau kenapa Sehun-ah?" Baekhyun menepuk bahu Sehun setelah menghampirinya.

"Ibuku"

"Kenapa dengan ibumu eoh?" Baekhyun ikut menatap kearah jendela.

"Ia tidak suka hubunganku dengan Lulu" Sehun masih menerawang.

"Apa yang harus kukatakan padanya hyung?" Sehun melanjutkan.

"Kenapa kau sudah memberitau orang tuamu? Kau gila!" Baekhyun menggerutu menatap Sehun.

"YA. Aku gila Hyung. Aku benar-benar menyukai Luhan hyung~ aku... aku.. mencintainya. Dan aku tidak mau melepasnya." Sehun menunduk.

"Eumm, sudahlah. Kau jalani saja dulu. Takdir pasti menunjukkan yang terbaik untukmu Sehun-ah" Baekhyun menepuk-nepuk bahu Sehun pelan.

"Sebaiknya kita cari Kris. Dan kita tanyakan apa yang sudah ia bicarakan dengan dokter. Biarkan Luhan beristirahat." Baekhyun berjalan dan diekori oleh Sehun.

.

.

.

.

Tes.

Air mata mengalir dari pelupuk mata tersebut. Pelupuk mata Luhan.

Eternal Love

Tao menangis. Menagis setelah mendengar semua penjelasan dari Kris. Bahkan ia masih sesenggukan di dada sang kekasih. Ia tak mampu, tak mampu untuk membayangkan sesulit apa keadaan Luhan sekarang.

"Sudahlah Tao. Dan kau harus ingat. Jangan beri tau yang lain" Kris mengelus surai hitam milik Tao.

"Wae?" Tao mendongakkan wajahnya yang masih berair.

"Aku tidak ingin yang lainnya tau. Kurasa itu akan semakin membuat Luhan sulit menjalani hari-harinya. Dan berita ini belum tentu benar baby~" Kris menghapus jejak air mata di wajah Tao.

"Eummm. Baiklah." Tao mengangguk.

"Lebih baik kita kembali saja. Dan kau harus menenangkan emosimu baby~ jangan sampai ketauan." Kris bangkit dan mengulurkan tangannya.

"Eum" Tao meraaih uluran tangan Kris sambil mengusap matanya.

TaoRis pun menyusuri lorong-lorong rumah sakit. Tak lama kemudian mereka bertemu denggan Baekhyun dan Sehun.

"Kris hyung. Apa yang kau bicarakan dengan dokter tadi eoh?" Baekhyun memulai percakapan.

"Eum. Itu.. Ah! Dokter bilang Luhan kelelahan saja" Kris mengusap leher bagian belakangnya karena gugup.

"Syukurlah. " Baekhyun mengelus dadanya Lega.

"Tao-ah! Temani aku mencari makanan?" Baekhyun merangkul Tao.

"Ayolah" Tao tersenyum tipis.

Setelah berpamitan. Baekhyun dan Tao pun pergi meninggalkan Sehun dan Kris berdua di lorong rumah sakit yang cukup sepi.

"Apa kau yakin?" Sehun memicingkan sebelah alisnya.

Kris hanya mengangguk. Ia takut jika ia menyahut sembarangan. Mungkin akan berakibat fatal.

"Lalu. Kapan Luhan bisa pulang?" Sehun bertanya sambil menatap kearah taman.

"Aku tidak tau" Kris mengikuti arah pandang Sehun.

"Apa kau benar-benar menyukai Luhan hyung?" Kris masih menatap kearah yang sama dengan Sehun.

"Tentu saja. Memangnya kenapa?" Sehun menaikkan sebelah alisnya seraya menatap kearah Kris.

Hening sejenak. Semilir angin bahkan terdengar lebih berisik.

.

.

.

.

Kris menatap Sehun. "Apa Kau akan berjanji untukku?"

"Janji?"

"Dapatkah kau berjanji padaku. Apapun yang terjadi pada Luhan nantinya. Kau tidak akan meninggalkannya." Kris menatap Sehun lekat. Mendengar perkataan tersebut. Sehun menunduk.

.

.

"bisakah?"

"eum." Sehun mengangkat kepalanya.

"Aku berjanji. Aku tidak akan pernah meninggalkan Luhan. Apapun yang terjadi" Sehun menjawab mantap.

"Terimakasih Sehun-ah. Aku percaya padamu" Kris berlalu setelah menepuk bahu Sehun.

Sehun menatap kearah taman lagi. Keheningan kembali menemaninya. Ia menutup matanya.

"Aku berjanji Lu~"

Eternal Love

"Sehun-ah!"

"Eoh? Sejak kapan kalian disini?" Sehun menatap heran pada Kai, D.o, dan Chanyeol yang berada di depan pintu kamar Luhan.

"Sejak tadi dong!" Kai nyolot.

"Aku juga dari tadi kok!" Chanyeol tak mau kalah.

"Bagaimana keadaan Luhan?" D.O bertanya seraya membelah Chanyeol dan Kai yang sedang berahadapan.

"eumm. Dokter bilang ia kelelahan."

"Syukurlah. Lebih baik. Untuk beberapa waktu ini jangan biarkan ia membuka toko. Suruh saja ia beristirahat" D.o menasihati.

"Kyungie~ kamu tuh yang jangan kerja mulu~~ kapan kita kencan kalau kau kerja terus?" Kai merangkul D.O

PLETAKK

Sentilan keras milik D.O mendarat mulus di dahi milik Kai.

"Aiiissh! Appo!" Kai meringis.

"Aiiish! Sudahlah jangan berisik.! Aku mau masuk dulu." Sehun jengah melihat teman-tenmannya.

"Aku ikut!" Kai, D.O dan Chanyeol menyahut bersamaan. Sehun hanya menghela nafas.

"tapi, jangan berisik!"

Sehun pun memasuki ruang rawat milik Luhan. Dilihatnya Luhan yang telah sadarkan diri dan sedang bersandar pada bantal yang ditinggikan. Dengan Kris yang duduk disebelah ranjang.

"Lu~" Sehun menghambur kearah Luhan.

"Sehu—" perkataan Luhan terputus oleh pelukan Sehun.

"Kau tidak apa-apa kan? Kenapa kau bisa kelelahan? Jangan seperti itu lagi oke? Aku sangat Khawatir." Sehun secara bertubi-tubi bertanya pada Luhan,

Luhan tersenyum tipis. "Kau berlebihan Sehun" Luhan berujar pelan. Spontan Sehun melepas pelukannya.

"Aku tidak berlebihan! Itu semua karena aku khawatir sayang~" Sehun mengelus surai milik Luhan.

"Hei! Jangan bemesraan disini dong! Gak ada Baekhyun nih!" Chanyeol menggerutu kesal.

"Tuh! Kekasih tercintamu sudah datang! Jadi jangan banyak protes!" Sehun menunjuk kearah pintu yang baru saja terbuka.

"Baekkie!" Chanyeol menghambur kearah Baekhyun. Mereka yang melihat hal tersebut hanya memutar bola mata jengah.

"Sebaiknya kita makan saja. Tadi aku menerima pesan dari D.O. bahwa ia, kai dan chanyeol akan berkunjung. Jadi aku belikan juga makanan untuk kalian," Tao mengeluarkan barang bawaannya. Dan dibantu oleh Kris.

Mereka pun mulai makan. Namun baru saja Sehun akan menggigit Sandwich miliknya. Handponenya bergetar.

"Eumm"

"..."

"Aku sedang berada dirumah sakit"

"..."

"kekasihku yang sakit"

"..."

"Aku tidak akan pulang sekarang. Aku ingin menemaninya!" Sehun sedikit berteriak. Lau ia menutup sambungan telepon trsebut.

Luhan yang melihatnya pun tersenyum dan meraih tangan kanan Sehun.

"Pulanglah. Ibumu pasti menghawatirkanmu. Besok kau bisa kemari lagi Sehun-ah" Luhan memberikan Senyuman manisnya.

"Tapi lu—"

Luhan menggeleng. "Jika kau tidak pulang. Besok kau tidak boleh kesini lagi. Otte?" Luhan masih menggenggam tangan Sehun.

Sehun menghela nafas. "Baiklah. Aku pulang dulu." Sehun meraih Tasnya

"Lu~ Aku pulang dulu ne?" Sehun mengecup kening Luhan sekilas.

"Yang lainnya~ aku pulang dulu" Sehun pun meninggalkan kamar tersebut.

"Jjaaa! Mari kita lanjutkan makan kitaa!" Chanyeol berkata sambil menatap kearah Sandwich dihadapannya. Sedangkan yang lain hanya tertawa melihatnya.

Eternal Love

"Aku pulang" Sehun berseru setelah memasuki rumahnya.

"Sehun-ah. Besok kau ada waktu sayang?" Eomma Sehun meraih tas miliknya.

"Aku akan kerumah sakit lagi Eomma" Sehun memasang wajah datarnya.

"Sudah kubilang jauhi namja itu!" Eomma Sehun sedikit memekik pada anaknya yangt baru menaiki tangga.

"Tidak akan Eomma!" Sehun berbalik.

"Eomma sudah menjodohkanmu dengan teman Eomma! Dan besok kau harus menemuinya. Eomma tidak mau tau!" Eomma Sehun berkata seraya meninggalkan anaknya.

"MWO? Menjodohkan? Eomma!" Sehun berteriak pada eommanya yang telah meninggalkannya.

Sehun pun menaiki tangga dengan menghentakkan kakinya kuat-kuat. Kesal! Ia benar-benar kesal! Bagaimana mungkin eommanya melakukan sesuatu bahkan tanpa persetujuannya?

Sehun menghempaskan tubuhnya di ranjang king size miliknya.

"Lu~ Sekarang kita harus bagaimana?"

Eternal Love

Pagi. Ya, sekarang sudah pagi. Sehun sudah rapi dengan pakaiannya. Ia pun turun untuk mengikuti acara rutin. Yaitu sarapan bersama keluarga.

Sesampainya diruang makan dengan meja yang panjang. Hanya ada Eommanya dan beberapa maid disana. Sarapan keluarga? Damn it! Ini hanya makan berdua. Dan jaral mereka dari ujung meja ke ujung meja yang lain. Seakan-akan hanya makan sarapan seorang diri.

Sehun mulai menatap sarapan super mewah. Dan baru saja ia memilih makanan yang kan ia makan. Eommanya sudah membuka percakapan menyedihkan.

"pukul 3 sore di Rose kafe. Eomma akan menunggumu disana. Jika kau tak datang. Kau akan dapat akibatnya. Kau mengerti?"

Sehun mendengus kesal. Ia membanting sendok dan sumpit yang berada di keduat tangannya.

"Aku pergi dulu!" Sehun berlalu begitu saja. Selera makannya seperti disedot oleh kalimat tadi.

Sehun segera melaju dengan mobil hitam miliknya menuju rumah sakit. Rumah sakit? Ya. Sekarang masih terlalu pagi intuk pergi ke kampus. Sehun memutuskan untuk melihat keadaan Luhan terlebih dahulu.

Eternal Love

"Lu~~" Sehun memeluk Luhan yang tengah menatap keluar jendela.

"Pagi sekali kau kemari." Luhan mengelus wajah Sehun yang berada di bahunya.

"Aku merindukanmu~~" Luhan terkekeh.

"Baru kemarin kita bertemu Sehun-ah"

"Aku tidak bohong kok!"

"OO yaa?" Luhan membalikkan tubuhnya.

Sehun memeluk Luhan. Luhan sedikit terkejut. Namun sedetik kemudian ia mengelus puggung bidang milik Sehun.

"Lu~~"

"Eumm"

"Ada sesuatu yang menggangguku."

"Apa itu?" Luhan masih mengelus punggung Sehun.

"Ibuku" Sehun berkata lirih.

Luhan berhentti mengelus punggung Sehun. Luhan terdiam.

.

.

.

Merasa tak didengar. Sehun pun melepas pelukannya dan menatap Luhan yang membeku.

"Lu~"

"Aku tau Sehun-ah" Luhan menatap Sehun sendu.

"Kau tau?"

"Eumm. Ibumu melarang hubungan kita? Sebenarnya ini menggangguku juga. Namun, setelah kupikir. Lebih baik kita jalani saja. Bagaimana?"

"Lu~~ Saranghae" Sehun memeluk Luhan.

"Nado~"

Pintu yang awalnya terbuka. Kini tertutup perlahan. Kris menutup pintu tersebut.

"Tuhan. Apakah kau harus menyiksanya lagi? Setelah ia mendapatkan hidupnya?" Kris bergumam hingga meneteskan air matanya. Ia tak sanggup.

Eternal Love

"Jika kau tidak datang. Aku akan pergi menemui namja itu dan mengatakan padanya untuk menjauhimu!"

"Sial!" Sehun mengumpat. Seandainya Eommanya tidak mengancamnya seperti itu. Maka sekarang ia tak harus pergi ke tempat dimana eommanya akan memperkenalkannya pada orang yang dijodohkan dengannya.

"Dijodohkan? Menjijikkan!" Sehun masih mengumpat saat keluar dari mobilnya.

Rose Kafe. Tempat pilihan ibunya. Sehun melangkahkan kakinya. Berat. Sungguh ia merasa kakinya jauh lebih berat dari biasanya.

"Ahh itu dia! Sehun-ah kemari!" Sehun dapat melihat eommanya melambai dengan senyuman mengerikan. Sehun pun pergi kearah diamana Eommanya duduk dengan dua yeoja yang membelakanginya.

Setelah sampai di meja tersebut. Ia menundukkan tubuhnya sedikit. Lalu melihat kearah dua yeoja itu. Sehun sukses membelalakkan matanya.

"Kau?"

"Annyeong Oppa! Sudah lama tidak bertemu. Aku senang orang yang dijodohkan denganku adalah kau oppa! Jujur saja. Aku masih sangat menyukaimu oppa!" seorang yeoja berhambur kearah Kris dan memeluknya.

"MWO?" Sehun berteriak sembari melepas pelukan paksa dari yeoja itu.

-TBC-

Waaaaa. Gimanaaa? Mian yaa updatenya lamaaa~~ RnR? Oo iyaaaa baby flame sempet galooo gara-gara berita Lulu punya pacar~~ namun sesaat kemudian Baby flame menyadari bahwa pacarnya Lulu itu Sehun!#gubrak! Dan banyak yang nanya. Sad ending kah? Menurut author sih Happy. Tapi gatau menurut readers~~ pokoknya endingnya gak keduga.#weleh.

Yang mau tanya lebih boleh PM kok. Lewat media lain juga boyeeeh.. hehe

Review please~~