Balesan Review kemaren :

Ryu ryungie : Mian kalo kependekaaan . soalnya author nih kerja. Jadi harus bagi waktuuh. Sedangkan author tuh gak bisa kalo 1 chapter harus dicicil. Makanya di "Warning" saya sebutin cerita pen dek hehehehe. Waduh... sampe berapi-api. Kabur aja daaaah~~`

: waduh! Ikutan cadel kaya Sehun nih. Hahaha mungkin eommanya Sehun juga dijodohin kali ya(?)

Kang Hyun Yoo: jangan diinjak dong! Nanti saya yang diinjak sama Sehun gara-gara buat cerita ini. Heheh.

dian deer : Setuju banget! Sehun punya Lulu dan Lulu punya SAYA#dibakarreaders #kabuur.

lisnana1: Di chap ini dijelasin kok kenapa yeoja itu bisa kenal ama Thehun. Aku juga ikut doa jamaahnya deh #buat posisi doa.

Cast : HunHan and the other couple~~~.

Warning : OOC, YAOI, BL, Kependekan ., and Typo(s)

Dislaimer : Sehun milik Luhan, dan Luhan milik saya seorang#DisantetSehun.

Happy reading^^

"Annyeong Oppa! Sudah lama tidak bertemu. Aku senang orang yang dijodohkan denganku adalah kau oppa! Jujur saja. Aku masih sangat menyukaimu oppa!" seorang yeoja berhambur kearah Sehun dan memeluknya.

"MWO?" Sehun berteriak sembari melepas pelukan paksa dari yeoja itu.

"Sehun-ah. Kau harus lebih sopan dong! Dia kan calon istrimu sayang" Eomma Sehun cengir.

"Ne Oppa! Dulu kan kau lembut sekali padaku Oppa!" Yeoja itu masih bergelayut di lengan Sehun.

"Juniel-ah. Itu dulu." Sehun berkata lembut sembari dengan perlahan melepas rangkulan Juniel di lengannya.

"Sama saja kan?" Juniel menatap Sehun kesal.

"Sudahlah. Kalian bisa bernostalgia lain kali. Sekarang kita duduk dulu." Eomma Juniel ambil suara.

Setelah Sehun dengan terpaksa ikut duduk. Mereka pun memulai perbincangan konyol yang sempat membuat Sehun mual seketika. Bagaimana mungkin Eommanya menjodohkannya dengan mantan kekasihnya? Juniel memang pernah menjadi kekasihnya. Itupun hanya Sehun tak tega menolak Juniel. Ia sudah menganggap Juniel seperti adik kandungnya.

Untuk kasus sebelumnya dimana ia harus menerima Juniel sebagai kekasihnya tak sebanding dengan keadaan sekarang. Sekarang ia harus menganggap Juniel sebagai Istrinya? Oh tuhan! Sungguh Sehun lebih suka dikatakan Gay bersama Luhan daripada ia masih normal dengan Juniel.

"Kau setuju kan Sehun?" Eomma Juniel menatap Sehun. Sedangkan Sehun masih berkutat dengan pikirannya yang sedang demo akibat perjodohan konyol ini.

"Oppa!" Juniel memekik sedikit. Namun Sehun masih tak bergeming.

Akhirnya Eomma Sehun yang berada tepat disebelahnya mengambil tindakan berupa menyenggol tubuh Sehun.

Sehun pun mendelik terkejut akibat senggolan Eommanya itu.

"Wae?" Sehun bertanya dengan polosnya.

"Kau setuju dengan semua ini kan?" Eomma Juniel kembali bicara.

"Setuju? Apanya?" Sehun menaikkan sebelah alisnya.

"Setuju dengan pernikahan kita oppa!" Juniel senyam senyum gak jelas.

"MWO?" Sehun memekik.

Eternal Love

Luhan sekarang sedang terbaring di ranjang rumah sakit yang sangat keras dan tak nyaman. Menunggu kedatangan Sehun sebelum ia keluar dari rumah sakit ini. Kris sedang mengurus kepulangannya sore ini. Jadi ia sedang sendiri.

"Luhan-ssi. Kami akan mengambil sample darahmu sekarang." Tiba-tiba salah satu dari dua orang perawat yang memasuki ruangannya berbicara.

"Sample?" Luhan memicingkan alisnya.

"Eum.. sebelum anda pulang. Kami harus melakukan penelitian pada sample darah anda untuk mengetahui beberapa kepastian tentang kondisi anda saat ini. " Suster lainnya menyahut lembut.

Luhan tak menyahut lagi. Setelah sample darahnya diambil, kedua suster itu pun meninggalkan Luhan.

"Keadaanku? Apa yang Kris sembunyikan dariku?" Luhan yang sedang duduk di atas ranjang pun menatap kearah jendela.

"Apakah Tuhan akan memberikanku takdir yang kejam? Sebenci itukah Kau?" Luhan bergumam dalam pandangan kosongnya kearah luar jendela.

Eternal Love.

Akhirnya Sehun lepas dari perbincangan gila itu. Namun lebih gilanya adalaaah Eommanya telah menetapkan pernikahannya dan Juniel yang akan diselenggarakan 4 bulan lagi. Oh Tuhan. Sehun sangat ingin menentangnya. Namun Eommanya telah membawa nama Appanya yang berada diluar negeri saat ini. Jika appa ikut campur. Masalah akan lebih berat.

Lagipula Sehun masih memikirkan keadaan Eommanya yang memiliki penyakit jantung. Jika ia melakukan sesuatu yang gila. Mungkin saja Eommanya akan langsung dimakamkan.

Setelah Sehun mengantarkan Eommanya pulang. Ia langsung membanting stir mobilnya kearah rumah sakit tempat Luhan dirawat.

Setelah sampai di rumah sakit tersebut. Sehun langsung menuju kekamar Luhan. Namun yang ia dapati adalah kamar yang rapi tanpa berpenghuni. Dengan panik Sehun langsung bertanya pada bidang informasi pasien. Setelah ia mengetahui bahwa Luhan baru saja diperbolehkan pulang sore tadi.

Dengan tergesa-gesa Sehun kembali membanting stir mobilnya kearah rumah Luhan.

Eternal Love

Setelah Kris membereskan barang barang milik Luhan. Ia mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah dimana Luhan sedang duduk disana.

"Kris-ah" Luhan memulai percakapan.

"Eum.. Wae Lu~?" Kris menegakkan tubuhnya.

"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" Luhan berbicara tanpa menatap Kris

"Eoh? Apa maksudmu Lu? Tentu saja tidak ada! Ahaha" Kris tertawa garing sembari mengelus tengkuknya asal.

"Kau tak bis berbohong padaku WU YI FAN!" Luhan berteriak namun terhisak setelahnya.

Tubuhnya terduduk dilantai. Ia menangis disana.

"Apa benar aku terkena penyakit kanker Kris? Apa itu benar? Itu tidak benar kan? Dokter hanya bercanda kan Kris? Itu hanya prediksi semata kan? KATAKAN PADAKU KRIS!" Luhan mengguncang tubuh Kris dengan air mata masih mengalir dengan derasnya.

Kris hanya terdiam membeku disana. Ia hanya terduduk diam dihadapan Luhan. Ia tak tau harus menjawab apa. Ia tak tau harus melakukan apa. Ia sungguh tak sanggup melihat Luhan yang seperti ini.

Disisi lain.

.

.

.

Tes.

Tetesan air mata mengalir dalam diam. Mengalir dari manik mata milik seseorang namja di ambang pintu.

"Lu~"

Eternal Love

Setelah Luhan menangis sejadi-jadinya dan Kris yang masih tertegun ditempatnya. Akhirnya Kris membuka percakapan diantara mereka.

"Darimana kau tau Lu?"

Luhan menceritakan apa yang ia dengar tadi siang di rumah sakit dengan isakan.

-Flashback on –

Setelah sample darah Luhan diambil. Bekas tusukan jarum yang tertinggal di pembuluh Luhan sedikit membengkak. Luhan pun pergi keluar untuk mencari Dokter, perawat ataupun Kris.

Setelah berjalan di lorong-lorong rumah sakit. Ia menemukan ruangan dokter Kim Kibum. Ia ingat bahwa dokter irulah yang bertanggung jawab tentang keadaanya. Baru saja Luhan akan mengetuk pintu tersebut, namun teralihkan dengan sesuatu yang ia dengar.

"Kris-ssi. Hasil testnya mungkin akan keluar 2 atau 3 hari dari sekarang."

"Saya mengerti dok. Nanti biar saya yang mengambil hasil test tersebut. Aku tidak ingin jika benar Luhan mengidap kanker dan dia harus membaca hasil test tersebut nantinya."

"Saya mengerti"

"Baiklah terima kasih banyak. Aku berharap besar dengan test tersebut."

"Saya mengerti kondisi anda"

Karena mendengar derap kaki Kris yang akan keluar dari ruangan tersebut. Luhan segera melarikan diri menuju toilet yang tak jauh dari sana.

"K-Kanker? Test? Apa-apan itu?"

-Flashback of-

Setelah Luhan menceritakannya pada Kris. Kris hanya menghembuskan nafas berat. Ia tak pernah menyangka bahwa hal yang seperti ini akan terjadi.

"Itu semua tidak benar kan Kris?" cicit Luhan serak.

Kris memajukan tubuhnya dan memeluk Luhan. "Tenanglah Lu~~ aku yakin Semua akan baik-baik saja" Kris mengelus punggung Luhan.

"Aku tidak mau ..hiks. meninggalkan.. hiks. .Sehun saat ini" Luhan mulai terisak.

"Iya aku tau Lu. Aku tau" Kris terus menenangkan Luhan.

Eternal Love

Tetesan air mata mengalir dalam diam. Mengalir dari manik mata milik seseorang di ambang pintu.

"Lu~" Sehun bergumam lirih di ambang pintu setelah mendengar itu semua. Ia benar-benar terguncang sekarang. Jika pintu rumah Luhan tidak terbuka seperti tadi. Ia tak akan pernah bisa mengetahui hal tadi.

Sehun sekarang berada didalam mobilnya. Masih dipekarangan Luhan. Iam masih terdiam disana. Ia tak bisa mendeskripsikan perasaannya. Ia benar-benar hancur.

Setetes air mata pun menuruni pipi Sehun. Dan terus disusul oleh tetesan yang lain. Namun sedetik kemudian. Sehun mengelap kasar pipinya.

"Ini belum tentu benar! Aku yakin itu tidak benar.. tidak akan!" Sehun bergumam sendiri.

Setelah ia merasa cukup tenang, ia langsung pulang. Ia tak jadi menjenguk
Luhan. Ia merasa lebih baik bertemu dengan Luhan besok. Setelah keadaan Luhan dan dirinya membaik.

Eternal Love

-skip day-

Hari ini Kris pergi kerumah sakit setelah ditelfon oleh dokter Kim untuk mengambil hasil tes milik Luhan. Sebenarnya Kris tidak ingin memberitahu Luhan. Namun Luhan sudah mengetahui terlebih dahulu. Dan ia memaksa untuk ikut. Karena tak bisa menolak. Kris pun membawa Luhan kerumah sakit bersamanya.

Setelah sampai disana. Kris dan Luhan langsung menuju ruangan dokter Kim. Setelah mengetuk pintu ruangan tersebut. Taklama Dokter Kim membukakan pintu. Ia sempat terkejut melihat Luhan yang ikut bersama Kris. Namun ia dengan cepat mempersilahkan Kris dan Luhan masuk dan duduk disana.

"bagaimana dok?" Kris memulai.

"..."

Dokter Kim tidak menjawab. Ia menarik nafas dalam dan menyerahkan sebuah amplop putih besar bertuliskan nama dan alamat rumah sakit ini.

"Kau tidak menjawab berarti hasilnya positif." Luhan tersenyum pahit menatap kearah amplop tersebut.

Dokter Kim sudah berubah menjadi gugup dan was-was.

"Kau tidak boleh bicara seperti itu Lu" Kris mengelus pundak Luhan.

"Berapa lama lagi aku akan hidup?" Luhan tak memperdulikan ucapan Kris.

"Lu~ berhenti" Kris menarik amplop dan membukanya.

Dokter Kim dan Kris mendiamkan diri.

"Kenapa kalian diam? Kalian kasihan padaku? Sini biar kulihat!" Luhan menyentak selebaran yang dikeluarkan Kris dari amplop tersebut.

"Positif ya?" Luhan bersuara serak diikuti bulir bening dari pelupuk matanya.

"Huffftt... Kukira Kris akan merahasiakannya darimu. Tapi keadaan ini lebih baik" Dokter Kim bersuara.

"Apa yang harus kulakukan?" Kris bertanya. Luhan masih menangis dalam diam.

"Ini adalah Kanker darah stadium akhir. Jadi aku tidak bisa berkata apa-apa. Kemungkinannya terlalu kecil. Dan hasil penelitianku mengatakan bahwa ini diturunkan secara genetik. Atau lebih tepatnya secara keturunan." Dokter Kim menarik nafas sebelum melanjutkan bicaranya.

"Kau harus dirawat, dan kau juga harus menjalani serangkaian program terapi dan juga—"

"Berapa lama lagi?" Luhan memotong ucapan Dokter Kim.

Dokter Kim menarik nafas berat. " Perkiraanku adalah 4 bulan."

"..."

"..."

"..."

"Luu~" Kris menatap Luhan yang masih meneteskan bulir-bulir air mata"

Eternal Love

Sudah 3 hari berlalu setelah kejadian tersebut. Hubungan Luhan dan Sehun msih sangat baik. Sehun tak pernah menanyakan hal mengenai apa yang ia dengar di rumah Luhan tempo hari. Luhan juga tidak pernah membahas hal itu dengan Sehun.

Walaupun Sehun harus membagi waktunya unruk Juniel. Ia tetap mengutamakan Luhan. Menjenguk Luhan yang berada di toko bunga. Mengunjunginya dirumah dan sebagainya.

Waktunya dan Juniel hanya sebatas makan siang biasa. Ia melakukannya hanya karena tidak ingin diteror oleh Eommanya.

Hari ini sepulang dari kamous Sehun langsung pergi ke toko bunga diamana Luha berada. Ia pergi kesana membawa sebucket bunga. Beberapa macam bunga yang telah ia cari artinya dan ingini memberikannya pada Luhan.

Sesampainya di toko bunga. Ia melihat Luhan yang sedang menata bunga di salah satu rak disana.

"Hyung! Saranghaeyoo~" Sehun memeluk Luhan dari belakang.

"Ne. Nado saranghae Sehun-ah" Luhan membalikkan tubuhnya dan memeluk sehun dengan senyuman Pahit namun tak bisa dilihat oleh Sehun. Sangat teramat pahit hingga ia meneteskan air matanya.

Sehun melepas pelukannya dan melihat Luhan menangis. "Kau kenapa Luhan hyung?" Sehun terkejut melihatnya. Ia takut.

"tidak apa-apa kok aku hanya terharu" Luhan berbohong! Ya! Luhan berbohong! Bukan itu yang ia tangiskan!

"Aku membawkan ini untukmu. Jadi jangan menangis lagi." Sehun menyerahkan sebuah bucket bunga berisi beberapa macam bunga yaitu Acacia, Coreopsis, Heliotrope dan yang terakhir white rose.

"aku sudah tau arti dari semua bunga ini Lu~." Sehun melanjutkan

"Acacia yang berarti cinta murni, Coreopsis yang berarti kebahagiaan,Heliotrope dan White love yang berarti cinta yang abadi." Sehun menjelaskan sedangkan Luhan semakin menangis.

"Semua ini untukmu, aku berharap cinta murni yang kuberikan padamu memberikan kebahagiaan dan akan selalu abadi untuk kita berdua" Sehun melanjutkan

Sedangkan Luhan menangis semakin keras dan Sehun semakin takut. Ia takut jika ini berhubungan dengan kejadian kemarin. Namun ia berusaha untuk tidak menanyakannya.

"kau kenapa hyung? Bicaralah padaku" Sehun merangkul Luhan di dalam pelukannya.

"Aku hanya terharu dengan pernyataanu Sehun" lagi-lagi Luhan berbohong!

Eternal Love

Luhan turun dari mobil Sehun. Ia pulang diantar oleh Sehun, karena Sehun bersikeras menunggunya dan mengantarkannya pulang.

"Aku pulang dulu Luhan hyung~~~" Sehun memeluk Luhan dan mengecup keningnya sekilas.

Luhan hanya menyunggingkan senyum tipis.

Setelah Sehun pergi. Luhan memasuki rumahnya dengan tubuh yang sedikit terhuyung. Melihat hal itu. Kris merangkul Tubuh Luhan dan mendudukkannya diatas sofa.

Luhan dan Kris hanya terdiam. Tidak ada salah satu dari mereka yang berniat memulai percakapan. Tiba-tiba Kris berdiri dari duduknya hendak beranjak ke kamarnya.

"Kris" Ucapan Luhan membuat Kris berhenti dan membalikkan tubuhnya.

"Aku akan meninggalkan Sehun sekarang juga."

"MWOO? Apa kau gila Hyung?" Kris tersentak kaget.

"AKU TIDAK TAHAN KRIS!" Luhan menunduk.

"Aku tidak ingin menyakitinya nanti. Aku tidak ingin ia sedih saat aku mati nanti!" Luhan berteriak dengan suara serak dan air mata yang mulai mengucur.

"apa kau benar-bnar akan melakukannya?" Kris sekarang menatap lekat manik mata Luhan.

"ya. Aku Tidak ingin membuatnya menderita Kris" Luhan menyaut dengan isakan.

"Kau GILA! Kau akan menyiksanya Lu!" Kris menaikkan nada bicaranya.

"Aku sangat mencintainya. Jadi aku harus melakukan ini semua sebelum semuanya terlambat. Waktuku takbanyak Kris. Jadi kau harus membantuku membuat Sehun membenciku secepat mungkin." Kris pergi meninggalkan Luhan yang masih menangis.

"Sehun-ah. Bagaimana ini?" Luhan masih menangis

-TBC -

Luhan : SIALAN LU THOR! MASSA GUE MENDERITA TERUS SIH!

Sehun : sabar sayang~~~#ngelusLuhan#

Baby flame : Iya nih! Nyantai aja kaleee, kan Cuma cerita? Kok malah marah marah sih Lulu? Kayak cewek lagi pms aja! #DipukulLuhanPakeTongkatWushuTao.#

Hehehehe. Sekarang malam pertama sahur kan? Author cuma mau ngucapin selamat menyambut bulan suci ramadhah yaaa.

HEHEHEHEH... hai hai.. gimanaa gimana? Makin gaje kah? . Mind to review?