Akhirnya jadi juga chapter 3 ini.

Terus baca ya!


Kise dan Kuroko (main character: kuroko)

"Apakah aku harus menelpon kise-kun?" Kataku kepada diri sendiri. "Aku akan mencobanya pergi!"

Dengan semangat itulah kemudian aku menelepon kise-kun.

tut..tut...tut...

"Halo?" kata seseorang di telepon.

"Ahh... Kise-kun?"

"Ku... kurokocchi?" Jawabnya agak pelan. "Ada apa?"

"Hmm... Begini, apa kau ada waktu luang lusa ini?"

"Lusa..? Kelihatannnya aku ada pemotretan, kenapa?"

"Ah... Begitu ya. Sebenarnya aku ingin mengajkmu makan. Kita kan sudah lama tidak bertemu."

"Makann? Kalau begitu tidak apa-apa! Aku akan pergi!" Jawabnya tiba-tiba bersemangat.

"Eehh? Tidak apa-apa kah?"

"Iya, tidak apa-apa, pemotretan kan bisa dilakukan di lain hari"

"Kalau begitu aku akan menunggumu di kafe yang dulu kita sering kunjungi pukul 6 sore"

"Sipp! Baiklah!"

Telepon pun ditutup.

Aku... aku.. melakukannya! Aku berhasil mengajaknya makan! Akhirnyaa, aku punya kesempatan. Tapi... Itu seperti mengambil kise-kun dari Kasamatsu-kun...

Sudahlah, itu bisa diatur nanti. Nanti akan kupikir. Aku jadi tidak bisa menunggu lusa!

"Kurokocchi~!" Panggil seseorang dari jauh.

"Ah, kise-kun?"

"Apa aku terlalu lama?"

"Tidak, aku baru saja sampai kok"

"Baiklah!"

Aku... Bahagia! Aku merasa di dunia sendiri, saat ini kise-kun sedang disampingku. Dam pembicaraan tadi benar-benar seperti orang yang berkencan!

"Kau mau makan apa, kise-kun?"

"Ini, ini, ini, ini dan ini!" Jawabnya dengan semangat

"Kau, benar benar tidak berubah ya" Kataku dengan sedikit terkikik.

"Eh.. menurutmu begitu?"

"Iya.. Hahaha" Kataku sambil tertawa pelan karena ingin melanjutkan ke inti pembicaraan. "Ngg.,. Kise-kun... apa kau benar-benar serius menyukai kasamatsu-kun?"

"Eh- Kenapa?"

"Aku, cuman penasaran saja"

"Sebenarnya... Aku tidak serius menyukainya..."

"Eh? Lalu, kenapa kau jadian dengannya?"

"Kalau kau bilang begitu, karena awalnya aku tertarik kepadanya" Jawab kise-kun. "Tapi, sekarang aku merasa bahwa aku kagum dengan dia sebagai senpai. Bukan sebagai orang yang kucintai"

"Apakah.. saat ini ada orang yang benar-benar kaucintai?"

"Ada"

"Apakah aku tau orangnya?"

"Iya"

"Oh..."

"Kalau kau melihat cermin di rumah. Dan kau melihat orang itu. Dialah orangnya" Katanya dengan cepat. "Dan, aku harus pergi, bye kurokocchi!"

"Eh-eh tunggu! Berkaca? MAKSUDMU?"

Kise-kun tidak menjawab dan langsung pergi begitu saja dari hadapanku. Maksudku, aku harus pulang ke rumah sekarang kan.

Sesampainya di rumah, aku langsung berkaca dan... "Kalau kau melihat cermin di rumah. Dan kau melihat orang itu. Dialah orangnya"

Maksud kise-kun... AKU? BENARKAH? Tunggu... kaca-kaca, yang kulihat diriku. Berarti itu aku kan? Tapi.. tapi... Secara tidak sadar entah kenapa aku menangis terharu atau menangis lega. Yang penting... Aku tau bahwa... kise-kun sebenarnya menyukaiku... Tapi yang kutakutkan adalah. Bagaimana perasaan asli dari kasamatsu-kun? Kelihatannya aku harus menanyakannya.

"Kasamatsu-kun!" Panggilku dari jauh.

"Kuroko? Ada apa?" Tanyanya bingung.

"Begini, aku.. ingin menanyakan sesuatu"

"Menanyakan apa?"

"Aku akan langsung pada pointnya. Apakah kau menyukai kise-kun?"

"Ehh? Ehh.. sebenarnya, aku menyukainya. Tapi aku lebih melihatnya sebagai adik kelas saja.. Dan aku hanya mengaguminya. Itu saja"

"Benarkah?"

"Iya... Tunggu. Apa Kise sudah jujur kepadamu? Bahwa dia menyukai- Eh.."

"Jadi kau tau?! Jangan-jangan dia sebenarnya sudah memberitahumu? Apa kalian sudah putus?"

"Tidak.. Sebenarnya, aku tau kalau dia dari dulu sudah menyukaimu kuroko" Kata kasamatsu tenang. "Tapi, kelihatannya dia tidak menyadarinya, dan baru sadar setelah dia terakhir bertemu denganmu barusan ini"

"Eh.. benarkah?"

"Iya" Katanya tersenyum.

"Kalau begitu, apakah ada yang benar-benar kau sukai saat ini?"

"Kalau tentang itu... Tapi jangan bilang siapa-siapa janji?"

"Iya, janji"

"Akashi"

"Ohh"

"Akashi"

"TUNGGU- AKASHI? KAU BENAR BENAR MENYUKAINYA?!" Tanyaku kaget dengan nada kencang.

"I-iya kenapa?" Jawabnya dengan muka yang memerah tapi ditutupi dengan tangannya.

"Kau serius?"

"Iya. Aku tau dia hanya suka main-main saja. Tapi aku serius menyukainya" Jawabnya tegas.

"Kalau begitu... berusahalah!"

"Kau tidak mau membantuku?!"

"Aku.. sudah capek berhubungan dengan akashi-kun"

"Apa dia kasar?"

"Aslinya tidak, tapi egois. Karena dia tidak serius menyukaiku"

"Benarkah?"

"Iya"

"Kalau begitu terima kasih! Aku ada urusan, pergi dulu ya!"

"Iyaa"

Dengan begitulah. Aku... Berpikir aku bisa lanjut dengan kise-kun dan aku benar-benar ingin menyatakan perasaanku yang sebenarnya. Dan harus menjalani hubungan dengannya. Karena waktuku tinggal 2 minggu lagi. Aku harap aku bisa memenuhi janjiku dengan akashi-kun.

Tapi sejujurnya. Aku bingung, apa yang akashi-kun pikirkan tentang kasamatsu-kun? Tapi mereka berdua sering berjalan bersama kise-kun sih. Hanya saja, aku tidak bisa berpikir mengapa akashi-kun hanya ingin bermain main denganku. Itulah yang aku pikirkan. Jangan bilang... Dia ingin aku dekat dengan kise-kun. Lalu akashi-kun bisa mendapatkan kasamatsu-kun?

Tunggu... Bisa saja kan? Tapi aku tidak yakin. Akashi-kun kan suka bermain-main saja. Tapi baguslah kalau dia bisa serius dengan seseorang. Aku harap begitu.

Mudah-mudahan saja, kasamatsu-kun bisa jadian dengan akash-kun. Itulah harapanku.


Yosh! Kalian pikir cepat sekali kan updatenya? Karena, aku ingin segera melesaikan persoalan rumit ini.

Sebenarnya agak bingung mau melanjutkan jalan ceritanya bagaimana. Tapi aku akan berusaha agar membuat ending yang memuaskan untuk kalian!

Aku rasa masih ada 2 chapter lagi, jadi tunggu saja ya!

Terima kasih!

give me a reviews please 8"D