Haii semuaa! Terima kasih, akhirnya Chapter 4 ini sudah selesai ya!
Masih ada 2 chapter lagi, mungkin?
Yah, ikuti saja sampai ceritanya selesai ya!
Selamat membaca!
Akashi and Kasamatsu (Main character: Kasamatsu)
Hari ini... Aku, aku akan bertemu akashi hari ini!Hari ini aku sudah janji untuk menemui Akashi, yah... Aku hanya ingin tau perasaan yang sebenarnya kok. Bukan yang lain.. eh bagaimana ya.. Ahh lupakan!
Yap! Aku sudah meneguhkan hatiku untuk bertemu dengannya. Sekarang aku menunggu di depan kafe yang dulu kita biasa kunjungi bersama kise. Sebenarnya aku datang lebih awal 30 menit dari perjanjian. Bagaimana lagi, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya!
"Kasamatsu" Panggil seseorang dari kejauhan dengan tampang yang cool.
"A-akashi?" Lihatku kaget.
"Apa aku telat?" Tanyanya sambil agak mengambil nafas, karena habis berlari.
"Tidak kok, tidak!" Jawabku sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Ayo, kita masuk kedalam saja"
"I-iya"
Kami berdua menuju ke dalam kafe dan mengambil tempat duduk di pojok bagian kanan. Akashi terlihat kehausan, maka dari itu aku membelikannya minuman yang sudah tersedia di kafe tersebut.
"Nah, kita langsung pada pointnya saja" Katanya sambil minum. "Kau mau membicarakan apa?"
"Begini.. Bukannya ikut campur. Tapi kelihatannya Kise dan Kuroko sudah hampir saling mengetahui perasaan satu sama lain"
"Ooh begitukah?" Katanya sambil tersenyum melihatku. "Baguslah kalau begitu"
"Aku.. mau tanya" Kataku ragu-ragu. "Apakah kau menyukai kuroko?"
"Tidak. Kan aku sudah bilang aku hanya mempermainkkanya" Jawabnya santai. Aku lega mendengar pernyataan Akashi langsung.
"Lalu. Apakah ada orang yang kau sukai secara serius?" Tanyaku penasaran.
"Menurutmu?"
"Tidak ada... Karena kau suka mempermainkan mereka kan?"
"Tepat sekali"
"Ka-kalau begitu..." Kataku ragu-ragu sekali lagi.
Aku mengambil nafas panjang karena aku ingin mengatakan sesuatu pada Akashi. Tapi aku tidak yakin. Selama dia mempermainkan kekasihnya, apakah itu yang disebut cinta? Aku tidak yakin. Sama sekali tidak yakin kalau Akashi benar-benar menyukai orang secara serius.
Tapi aku bertanya-tanya. Itu hanya dimulut dia bilang seperti itu. Bagaimana di hati? Apakah ada seseorang yang ia sukai? Apa itu kuroko yang ia bilang dia mempermainkkanya? Apakah itu Kise yang sebenarnya ia sukai diam-diam? Apa ada wanita lain? Aku... Tidak tahu tentang dia sama sekali.
Aku ingin mencari tau dan mencari tau. Tapi apakah ini adalah jalan yang tepat? Walaupun dia tidak akan serius menyukaiku, apakah aku tetap ingin menjadi kekasihnya? Walaupun ia hanya mempermainkanku? Itu, aku tidak yakin.
Bagaimanapun aku ingin mencoba menjadi kekasihnya. Tanpa ragu-ragu lagi aku menarik nafas panjang dan...
"Kenapa kau tidak mempermainkanku saja? Dan jadikan aku kekasihmu?" Kataku tegas. "Aku tidak peduli apakah kau serius menyukaiku apa tidak. Tetapi, yang pasti aku sudah lama menyukaimu sejak aku jadian dengan kise"
"Apa? Bukankah sekarang kau yang mempermainkanku dengan berkata seperti itu?" Tanyanya bingung.
"Tidak, aku tidak main-main!"
"Kau, serius?"
"Te-tentu saja bodoh!"
"Kalau begitu aku akan memberimu pertanyaan" Katanya. "Menurutmu, kenapa aku sering ikut kalian berjalan-jalan, padahal aku tidak menyukai hal seperti itu?"
"Nggg... karena kau butuh refreshing?"
"Salah"
"Terus"
"Kau" Katanya sambil menunjukku.
"Hah? Maksudmu?" Tanyaku bingung tentu.
"Aku, bilang kau bodoh"
"Tu-tunggu... Jangan bilang kau menyukaiku?"
"Tidak" Jawabnya tegas.
"Lalu..?"
"Aku mempermainkanmu"
"Ah, sudah kuduga"
"Apa kau ingin kupermainkan, walaupun seandainya aku tidak menyukaimu?"
"Tidak apa-apa, asal aku bisa bersamamu, Akashi"
"Kalau seandainya aku serius menyukaimu?"
"Aku- akan lebih senang tentu saja.."
"Dengan begitu, apa kau tidak akan merasakan hati gundah lagi?"
"Te-tentu saja, bodoh!"
"Baiklah"
"Apanya?"
"Aku menyukaimu"
"Tidak dari dasar hati tapi, Akashi"
"Pertanyaan tadi hanya mempermainkanmu." katanya simpel. " Jadi, sebenarnya aku menyukaimu dari dulu. Tetapi, aku sudah terlanjur mempermainkan tetsuya. Aku tidak mungkin meminta putus darinya karena alasan ini"
"e-ehh kau.. serius?"
"Menurutmu?"
"Tidak"
"Oh, begitu terserah. Sekarang apa kau mau kupermainkan?" Katanya sambil menyeringai.
"Tentu saja, dasar akashi bodoh!" Kataku sambil memeluknya dan menangis seperti anak kecil lega karena mendengar jawabannya.
Entah kenapa dia langsung membawaku keluar dari kafe. Lalu menuju lorong kecil, dia menciumku dengan hangat disana. Disaat itu aku berpikir, apakah kuroko selalu dicium seperti ini? Lebih dari aku? Aku, tidak ingin memikirkan itu. Aku hanya memikirkan keadaanku sekarang ini.
Dia sedikit demi sedikit memainkan lidahnya ke dalam mulutku. Aku tidak terbiasa dengan ini, karena kise yang menciumku hanya sebatas ciuman biasa. Bukan ciuman ganas ataupun ciuman dewasa. Tapi kelihatannya akashi sudah sangat terbiasa dengan ciuman seperti ini. Tentu saja karena dia pasti sering sekali berciuman denan kuroko seperti ini.
"A-akashi"
"hm?"
"A-apa kau sering berciuman dengan kuroko seperti ini?"
"Tentu saja, kenapa?"
"O-ohh"
"Memangnya kau tidak pernah dengan Ryouta?"
aku hanya menjawab dengan gelengan biasa.
"Tapi aku tidak pernah seganas ini dengan Tetsuya" Katanya menyeringai
Dia langsung menyerangku dengan ganas dan dengan teknik yang sepertinya lebih dari yang ia biasa gunakan menurutku. Tapi, aku hanya menerimanya. Menikmatinya. Iya, perasaan kita sudah bersatu. Aku akan selalu mengenang saat ini.
"I never forget this moment with you. Because i'm too much to love you.
I just want to despair from this world with you. I'm so happy."
'
After words: Terima kasih sudah mengikuti kisah ini sampai sejauh ini.
Aku harap kalian menyukainya.
Dan ikuti karya-karya ku yang lainnya yang akan datang ya!
Request? Just PM! Thank you!
