WE GOT MARRIED

KaiSoo Version Part 3

"Jongin-ah! Khajima..."

.

.

Rate: T++

.

Main Cast : Kai, D.O, Chanyeol, Baekhyun,

Side Cast : Siwon, Kibum, Suho, Donghae, Eunhyuk, Xiumin

Cameo : Kangin, Minho, Taemin

Pairs : Kaisoo slight Chansoo dan KaiBaek

.

.

Genre : Gender Switch (GS), Romance, Love, comedy, Drama

Disclaimer : EXO hanyalah milik Tuhan dan SM,

dan para member adalah milik orang tua dan diri mereka sendiri...

Yang author miliki di cerita ini hanya jalan ceritanya

serta semagat untuk terus mencintai EXO… ah.. Saranghaeyeo!

.

.

.

WARNING : TYPO IS EVERY WHERE

.

.

NEED REVIEW

NO BASH

NO PLAGIARISM

NO HATE

JUST LOVE EXO

.

.

HAPPY READING!

.

.

"ini sebuah kesalahan..." Kyungsoo memulai pembicaraan.

"keadaan ini... sebuah kesalahan... aku ingin memperbaikinya.." Kyungsoo berkata lagi.

"Bagaimana kau akan memperbaikinya?" Kai bertanya tak mengerti

"Aku ingin... ketika bayi ini lahir... dan kita sudah mampu berdiri sendiri... aku... ingin kita bercerai.." Kyungsoo membawa kata - kata perceraian kedalam rumah tangga mereka yang usianya baru beberapa jam

"Lalu? setelah bercerai apa rencanamu?" Kai mereasakan gemuruh di hatinya. Entah mengapa dia menjadi sangat kesal

"Entahlah... hanya saja ingin bebas dari semua tekanan ini.."

"Apa kau akan pergi bersama Chanyeol?"

Kyungsoo kini menatap Kai, dia hanya terdiam menatap mata penuh amarah itu...

.

.

We Got Married Kaisoo Version Part 3

.

.

"Okay... mari kita bercerai setelah anak ini lahir!"

Kai mengepalkan tangannya erat - erat, matanya menusuk tajam dan hatinya sangat gemetar. Belum genap 24 jam usia pernikahan mereka, kata Bercerai sudah menjadi hiasan. Kai meninggalkan Kyungsoo sendirian di balkon, dia masuk ke kamarnya yang juga kamar Kyungsoo. Rumah ini memang memiliki dua kamar, tapi kamar satu lagi adalah kamar kosong... benar - benar kosong.

Kyungsoo ikut masuk dan menuju kamar, sebut saja kamar mereka.

"Sedang apa kau di sini?" Kyungsoo melihat Kai tertelungkup diatas tempat tidur

"Mwo? tidak boleh juga aku tidur?" Kai menatap Kyungsoo tidur

"Anii... aku hanya tak terbiasa tidur dengan orang lain..." Kyungsoo mengernyitkan matanya

"Orang lain?" Kai menaikkan nada bicaranya,

Kyungsoo hanya diam dan mematung.

"Guere... karena kau sedang mengandung 'ANAKKU' jadi ku biarkan kau yang tinggal dan tidur di kamar ini!"

Kai langsung bangun dan mengambil sebuah keranjang cucian, dia memasukkan semua bajunya yang ada di lemari ke dalam keranjang, termasuk beberapa peralatan pribadi miliknya. Kai lalu membawanya ke kamar yang kosong di sebelahnya. Kai juga membawa dua buah bed cover dan satu bantal sofa ke kamar tersebut. Kyungsoo masih diam mematung melihat apa yang Kai lakukan.

Selama terdiam, sebenarnya hati Kyungsoo merasa tidak enak, dia seperti sadar bahwa Kai sedikit tersinggung dengan kata 'cerai' dan perlakuannya... sedikit?... entahlah... ekspresi Kai sangat tak mudah ditebak...

Malam itu mereka tidur di kamar terpisah, Kai tidur beralaskan Bed cover dan berbantal satu buah bantal sofa ukuran 40cm x 40cm... Kai memang bukan tipikal anak yang memilih... dia mampu tidur dimanapun dalam keadaan bagaimanapun... hidup sebagai Kim Jongin selama ini sudah cukup melatihnya untuk menjadi orang yang tegar dan terbiasa 'dibuang - buang'...

Walaupun Donghae dan Eunhyuk sangat menyayangi Kai, tapi mereka adalah orang tua dengan karir cemerlang... Kai sendiri bahkan sering kesulitan bertemu dnegan orang tuanya... Dia bergaul dengan orang - orang yang sama sekali asing... Bahkan saat ini takdir mengharuskannya hidup dengan orang yang mengasingkannya.

Kai pertama kali bertemu Kyungsoo saat mereka usia 7 tahun... saat itu mereka sama - sama sedang tamasya di Sungai Han...

FLASH BACK

"eooommmaaaaaaaaa... apppaaaaaaaaaaaaa... opppaaaaaa... aaaaaaaa"

Kyungsoo menangis di pinggir jalan saat pawai memenuhi jalanan dekat sungai Han dalam rangka perayaan Chuseok. Kai yang datang bersama Sekretaris Choi dan beberapa pelayan mulai berbuat ulah... Kai perlahan menyelinap dan menghilang di dalam kerumunan orang. Ditengah usahanya bersembunyi dari orang - orang itu, Kai terdiam melihat seorang anak kecil menangis di tepi jalan... anak itu nampak begitu takut...

"Ya... uljima... wae uroo?" Kai mendekati Kyungsoo kecil yang sedang menangis

"Eoommaa..." Kyungsoo mengeraskan tangisannya

"Oh!.. kau kehilangan eommamu?" Kai mendekat dan menepuk - nepuk pundak Kyungsoo dengan halus... Kungsoo hanya mengangguk kemudian kembali terisak.

"Ya... uljimaa... jika kau berhenti menangis aku akan membantumu mencari eommamu...arraci?" Kai membujuk gadis kecil bermata bulat itu. Melihat mata Kyungsoo yang basah, Kai langsung mengambil saput tangan yang ada di kantongnya dan membantu Kyungsoo mengeringkan air mata yang membasahi pipinya.

Kyungsoo melihat Kai dengan tatapan polosnya, seorang anak kecil tampan dengan dandanan yang sanagt rapi khas anak - anak pejabat, Kai menggunakan stelan kemeja plus sweeter, celana bahan dan sepatu kulit, rambutnya juga tersisir rapi, walaupun agak gelap Kai terlihat begitu tampan dan baik dimata Kyungsoo.

"Namaku Jungii..." Kai mengulurkan tangannya. Saat itu Kai memang dipanggil - panggil Jungii, dia bahkan tidak tau siapa nama panjangnya

"Namaku Kyungsoo.." Kyungsoo sudah tak menangis lagi. Kai tersenyum melihat mata bundar itu sudah tak berair lagi.

"ayo kita cari eomma dan appamu... mereka juga pasti khawatir" Kai masih mengulurkan tangannya, namun Kyungsoo nampak berpikir banyak menerima uluran tangan itu

"Gwuenchana... aku bukan anak yang nakal.. aku akan membantumu,," Kai kecil tersenyum begitu manis. Akhirnya Kyungsoo balas mengulurkan tangannya

"Selama berjalan... jangan pernah lepas tanganku ya... agar kau tak terpisah lagi..." Kai memberi tau gadis kecil itu. Kyungsoo mengangguk polos kemudian mengikuti Kai berjalan

Kai berniat mengajak Kyungsoo ke sebuah post jaga keamanan, siapa tau ada orang dewasa yang bisa membantu... saat itu mungkin Kai masih belum terpengaruh hal - hal nakal, jadi otaknya masih pintar dan cepat berpikir... namun ditengah perjalanan Kyungsoo terdiam.

"Ah wae? kau melihat eomma dan appamu?" tanya Kai memandang Kyungsoo mereka masih bergandengan tangan. Kai melihat mata Kyungsoo memandang ke satu titik... itu adalah lapak penjual manisan dengan warna - warna yang menarik. Kai mengerti, anak itu pasti ingin membeli salah satunya.

"Ya... Kyungsoo-ah... jika kita berjalan beberapa meter kedepan, disana ada toko permen yang bagus... aku akan mentraktirmu... jangan beli yang disini... nanti kau sakit" ucap bibir manis Kai membuat Kyungsoo tersenyum dan menganggukkan kepala. Sejenk Kai kecil terdiam melihat senyum diwajah itu... 'anak ini cantik sekali...' batin Kai kecil.

Di toko yang dijanjikan Kai, Kyungsoo memilih beberapa permen lollipop berbagai macam warna, rata - rata adalah rasa jeruk. Kai benar - benar mentraktir Kyungsoo, mereka duduk di sebuah bangku di depan toko yang berhadapan langsung dengan akuarium ikan yang cukup besar utnuk mereka. Kyungsoo memakan lollipopnya dengan sanagat bersemangat sambil melihat ikan itu.

"Itu namanya clown fish... jika aku sudah besar, aku ingin merawat ikanku sendiri,.. ikan seperti itu.." Kyungsoo menunjuk pada akuarium di depannya.

"Kalau aku... aku suka memakan ikan.. hehehe... ikan sangat bagus agar kau tumbuh tinggi..." Kai mengacungkan sebelah jempolnya.

Kyungsoo hanya menggeleng dan berkata dia tidak suka ikan.

"Kyungsoo-ah..." Suho berlari kearah adiknya dan memeluk Kyungsoo

"Oppa... oppa kemana saja..." Kyungsoo hampir menangis tapi oppanya tersenyum sangat manis

"Oppa mencarimu Kyungiie... dugu? Kyungii chingu?" Suho bertanya pada Kyungsoo tentang Kai

"Dia temanku oppa... dia yang menolongku, tadi aku menangis karena takut ditinggal,... dia juga membelikanku lollipop - lollipop ini.." Kyungsoo tersenyum manis memamerkan lollipopnya

"Namaku Suho... Do Suho... gumawo sudah menolong dan menjaga adikku... cinca gumawo" Suho mengulurkan tangannya pada Kai. Kai menyambut tangan seorang anak yang berterima kasih padanya.

"Nde hyung... aku akan senang hati menjaganya... dongsaengmu... nomu yeppo jie!" Kai dan Suho tersenyum bersama.

Dan 10 tahun kemudian... Hari pertama Kai masuk SMA di Seoul International High School... Kai turun dari mobilnya dengan kesal. Rambutnya acak - acakan, seragamnya berantakan, bahkan raut wajahnya ikut semrawut. Kai berjalan menuju gerbang sekolah, namun langkah kaki kesalnya berhenti. Seorang siswi sedang berpamitan pada oppa yang mengantarnya... Jantung Kai mulai berdegup lebih cepat... cepat dan semakin cepat...tak mungkin dia lupa, itu adalah Kyungsoo dan oppanya. Senyum merekah di wajah Kai. Kai berjalan mendekati gadis yang melambai kearah mobil yang bergerak menjauh itu.

Kyungsoo berbalik lalu kaget melihat seseorang dengan tampang menyedihkan tersenyum kearahnya.

"Mwo?" Kyungsoo langsung mengerutkan alisnya. Namun Kai masih tersenyum... wajah anak itu masih sama, sama manisnya dengan gadis kecil yang dia temukan dulu.

"Uremania..." Kai tersenyum lagi pada Kyungsoo yang semakin cemberut kearahnya.

"Kau ingat kita pernah bertemu sebelumnya" Kai berkata dengan antusias... dan tak pernah seantusias itu

"Naneun? malldoanduwe... aku tidak pernah bertemu dengan orang sepertimu sebelumnya... cih.." Kyungsoo berdecak sambil memandang Kai dari ujung kepala hingga ujung kaki. 'orang ini berantakan sekali' kyungsoo berkata dalam hati.

"Kyungiiee baby,..." Suara barito menggema itu membuat Kyungsoo langsung menoleh dan melambaikan tangan ceria kearah siswa jangkung itu. Siswa itu terlihat tampan dan rapi.

"Oh! Jongin-ah... kau sekolah di sini juga?" Chanyeol menyapa Kai dengan senyum ramahnya

"Kau kenal dengannya?" Kyungsoo bertanya sambil mengalungkan tangannya di lengan Chanyeol

"mmm... dia temanku saat SMP...Jongin-ah... ini Kyungsoo... yeojachinguku..."

Kepala Kai terasa terkena tembakan meriam disaat yang sama mendengar Chanyeol mengatakan itu. Kai hanya bisa memberikan smirk seramnya lalu berlalu dari hadapan Chanyeol dan Kyungsoo yang berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka terlihat baik bersama... mereka adalah pasangan sempurna... bahkan disebut sebagai pasangat teladan karena keduanya sangat pintar dan berprestasi. Hal itu membuat Kai kesal, sering malas sekolah dan mengganggu Kyungsoo.

FLASH BACK END

.

.

.

Esok paginya Kyungsoo terbangun karena bell berbunyi... itu sekretaris keluarga Kai, Sekretaris Choi membawa banyak sekali perlengkapan rumah tangga. Mulai dari isi kulkas, kebutuhan bulanan, pertolongan pertama, makanan ringan bahkan sekretaris Choi bilang dia akan mengirimkan beberapa pelayan setiap jam 7 pagi dan 5 sore untuk bersih - bersih di apartemen mereka.

"Kyungsoo manim, dulyonim dimana?" Pria berkacamata itu menanyakan tuannya

"Aaaah... dia masih tidur..." Kyungsoo menjawab singkat

"Jika dia sudah bangun, tolong berikan ini... Kim Chagwan-nim yang memberikan" Sekretaris Choi menyerahkan sebuah wallet pada Kyungsoo.

Setelah itu sekretaris Choi meninggalkan apartemen mungil itu.

"Cih... apanya katamu bertanggung jawab... dilihat dari ini semua... si Kkamjong itu masih bergantung pada orang tuanya" Kyungsoo mengerutkan wajahnya.

"Mworagu?" Kai tiba - tiba datang dan mendengar grutuan istrinya itu.

"Ini... ayah kebanggaanmu menitipkan ini padamu... enak ya jadi pria sepertimu.. pantas saja berani bertanggung jawab,..." Kata Kyungsoo menyerahkan wallet yang berisi beberapa kartu kredit itu.

"Lalu? kenapa kau protes? bukannya enak menikah dengan anak orang kaya sepertiku? apa - apa tinggal menggesek kartu - kartu ini saja..." Kai yang merasa tersinggung ikut berkata sinis.

"Ahahaha... kupikir kau benar - benar bisa bertanggung jawab... tapi rasanya tidak sama sekali ya... kau itu MANJA! KETERGANTUNGAN! TIDAK MAU BERUSAHA! BODOH!" Kyungsoo meneriaki Kai yang baru saja membuka kaleng minumannya.

"YA MAUMU SEBENARNYA APA? PAGI - PAGI SUDAH MENGAJAK BERTENGKAR!" Kai ikut berteriak kesal dengan kata - kata Kyungsoo

"BENAR SEKALI... Kau ini bodoh atau apa sih, sudah besar... berani menghamili anak orang, dan tak punya malu meminta dengan orang tua?"

"YAA!"

Kai berteriak sambil melempar kalengnya menghentikan omelan Kyungsoo. Keduanya saling melotot, Kai meremas wallet yang diberikan padanya. Napasnya tak beraturan melihat wajah menantang di depannya. Kai langsung menuju pintu apartemen dan keluar, hanya memakai cenala pendek dan kaosnya.

.

.

Kai ternyata menuju ke rumahnya. Kai memarkir mobil dengan baik di garasi. Seperti yang dia duga, Donghae dan Eunhyuk memang belum berangkat kerja. Mereka berdua sedang sarapan,

"Ah... Jonginiie.. mwo hae? Kyungsoo mana?" Eunhyuk menyambut anaknya sambil mengoleskan mentega pada roti Donghae dan tak memperhatikan wajah marah Kai yang sudah sangat persis gorila mengamuk ini... mungkin tampang itu diwarisi dari Eunhyuk...(kekekeke)

Kai membanting kunci mobil dan waletnya. Donghae yang sedang tenang membaca korannya terpelongo melihat anaknya membanting - banting pemberiannya.

"Mulai saat ini...jangan kirimkan apapun lagi ke apartemenku! Aku tidak membutuhkannya!"

Kai meninggalkan kedua orang tuanya yang masih menatap Kai tak mengerti. Kai tak peduli apa tanggapan kedua orang tuanya, yang pasti dia mengembalikan mobil dan kartu kredit yang diberikan Donghae untuknya. Kai langsung menuju garasi, mengambil sepeda gunung kesayangannya yang dia dapatkan dari sebuah doorprise acara undian berhadiah jalan santai itu,...

Banyak orang memperhatikan Kai yang bersepeda hanya menggunakan celana boxer pendek dan baju kaos putih tanpa lengan, wajahnya yang khas baru bangun tidur membuat beberapa yeoja memandang kearahnya dengan tatapan 'lapar'...

.

.

.

"Kau dari mana?" Kyungsoo sedang menonton TV nampak memakan buah yang tadi dikirim orang tuanya. Kai menyeringai kesal kearah ibu hamil itu. 'tadi dia bilang tidak mau menerima bantuan, sekarang buahnya dimakan,... untung itu semua tidak kubawa tadi' pikir Kai dikepalanya. Kai tidak menjawab pertanyaan Kyungsoo namun langsung menuju kamar mandi. Kai menggunakan kamar mandi yang sama dengan Kyungsoo karena kamar mandi di luar tidak berfungsi dengan baik,

Kai keluar dari kamarnya, namja berkulit Tan itu sudah berdandan sangat rapi menurutnya. Dia menggunakan clena jeans panjang, baju kaos serta jas luaran dan sepatu kats. Rambutnya juga tak seacak - acakan biasanya.

"Kau mau kemana?" Kyungsoo bertanya lagi ketika Kai menggendong ranselnya

Kai menoleh sebentar dan menyeringai tajam, tidak menjawab lalu pergi. Kai mengayuh sepedanya kearah pinggiran kota Seoul, tak jauh dari apartemennya. Dia hendak bertemu dengan kawan lamanya Taemin. Kai berhenti di sebuah coffee shop yang terlihat cukup sepi.

"Jongin-ah!" gadis cantik berambut pendek melambai ke arah Kai, nampaknya gadis itu sudah menunggu lama. Kai langsung yakin bahwa ini adalah coffee shop yang dibicarakan oleh Taemin. Kai memarkir sepeda gunungnya tepat disamping mobil gadis yang melambaikan tangan tadi.

"Ya... Kkam Prince... dimana mobil sportmu?" Taemin mengernyitkan alisnya melihat kawannya itu menaiki sepeda gunung

"Jangan banyak tanya... kapan kau kembali dari New York?" Kai bertanya tanpa tersenyum

"Hari ini,... oh ya... ayo ketemu Appa dulu" Taemin menyeret tangan Kai dan masuk kedalam gubuk tua itu

"JOOOOONNGGGIIINNN-aaaa" Pria bertubuh besar bernama Kangin itu langsung memeluknya

"Kangin Ajhusi,,, pangabta..." Kai memeluk Kangin dan tersenyum

"euuu... uri adeul... bagaimana kabarmu? Eommamu menelpon katanya kau menikah kemarin, tapi aku baru saja sampai di Seoul hari ini.. ahahaha" Kangin tertawa penuh rasa bahagia memandang Kai yang sudah lama tak bertemu dengannya itu.

"Aku kira kau menikah dengan Baekhyun... ternyata dengan yang lain... ohooo." Kangin mengedipkan matanya dan Kai mengerti maksudnya

"itu kecelakaan... aku tetap lebih menyukai Taemin noona.." Kai mengedipkan sebelah matanya pada Taemin, dan Taemin membalasnya dengan kecupan jauh.

"Ah... ajhusi kenapa memanggilku kemari?" semburat keceriaan terhambur di wajah manis itu

"Taeminnie bilang kau butuh pekerjaan..?" Kangin melirik Kai dengan seksama

"Aaah.. nde... aku memang membutuhkannya, tadi pagi aku sempat post tweet mencari pekerjaan" Kai menggaruk kepala belakangnya malu

"Bingo! Kalau begitu bekerjalah di sini..." Kangin tersenyum geli

"MWO?" Kai kaget... bukannya dia tidak mau bekerja, tapi dia kaget dengan mudahnya pekerjaan menghampirinya

"tenang... aku tidak merekrutmu karena aku mengenalmu... tapi Taemin bilang kau punya selera yang bagus dalam berbisnis... berlatih lah disini...!" Kangin menepuk pundak Kai yang masih menganga dengan tawaran tadi.

"Posisimu sebagai pengurus guudang dan pengelola barang - barang..." Kangin menaruh kepercayaan besar pada Kai.

Kangin tau Kai adalah anak berandalan yang agak terlambat berpikir... tapi Kangin juga mengenal Kai dari kecil... Kai masi tetap anak yang jujur dan baik hati.

.

.

.

Hari itu Kai pulang siang hari, membawa beberapa kertas data gudang di Coffee Shop Kangin... Kai memencet pin apartemennya lalu melihat ada alas kaki asing di rak sepatu... dan suara menggema itu...

"Chanyeol" gumam Kai

"Aaah,... Jongin-ah waseo? aku membawa puding jeruk kesukaan Kyungsoo... kau mau?" Chanyeol berkata dengan senyum lengkap dengan deretan giginya

"Anii... gumawo..." Kai langsung masuk ke kamarnya... kamar yang hanya ada satu buah keranjang cucian berisi baju, dan bed cover yang berserakan di lantai. Kai membaringkan tubuhnya di bed cover itu sembari mendengar gelak tawa Kyungsoo dan Chanyeol sambil menonton TV di luar.

Jujur saja Kai sangat cemburu dengan aktivitas mereka. Kai langsung mengenakan kembali jasnya dan keluar.

"Kyungsoo-ah.. ayo bersiap - siap!" Kai masuk ke kamar Kyungsoo lalu menyiapkan baju untuk Kyungsoo. Kyungsoo menghampiri Kai dan bertanya... "Siap - siap apa?"

"Kita harus membeli beberapa kebutuhan untukmu chagi... aku tidak mau perkembangan bayi kita terhambat karena kau kurang nutrisi" Kai tersenyum dengan manisnya sambil mencubit pipi Kyungsoo yang menatapnya tanpa ekspresi.

Chanyeol melihat gelagat manis Kai dengan tatapan kurang nyaman. Kyungsoo menuruti kata Kai, setelah itu Kai langsung duduk di sebelah Chanyeol dan mencicipi pudding jeruk itu.

"mmm masta... kau membuatnya sendiri?" Kai memasang tampang imut

"Nde... aku .. membuatnya.." Chanyeol agak aneh melihat senyum aegyo Kai

"Mmmm... ajarkan aku membuatnya ya,.. siapa tau uri chagi ngidam ini..." Kai masih berbicara dengan nada aegyonya

"Kau terlihat aneh,,," Chanyeol masih melihat dengan mulut menganga, setan yang biasanya menekuk - nekuk wajahnya kini malah dengan imutnya menebar aegyo

"Ahaha... kau tau kan, mood kedua pasangan yang sedang memiliki bayi dalam kandunga... tidak hanya eommanya saja loo yang biasanya ngidam atau berubah mood... tapi appanya juga.. mungkin aku sedang mengalami perubahan mood karena bayiku yang ada dalam kandungan Kyungsoo" Kai agak menekan kalimat terakhir.

"Aku sudah siap..." Kyungsoo mengenakan dress one piece berenda dengan cardigan putih, rambutnya dibiarkan terurai namun poninya dijepi dengan rapi.

"Aku ikut juga ya.." Chanyeol kembali memamerkan deretan giginya

"Aaaahhaaha... jangan... mana bisa kau ikut... kau kan harus belajar untuk test masuk universitasmu Chaniiee... mana bisa kau ikut kami.. kau tentu lebih mengerti dari aku, betapa beratnya beban pelajar Korea yang ingin masuk jurusan kedokteran.." Kai tertawa sambil memukul - mukul manja bahu Chanyeol

"Nde... Jongin benar.. kau lebih baik pulang dan belajarlah..." Kyungsoo seakan mendukung alasan tepat Kai.

Diparkiran, Chanyeol lebih dulu pergi... pasangan muda itu dengan imut melambaikan tangan.

"Hati - hati ya chanyeoliie.." Kata kai masih dan masih dengan senyum manis kekanak - kanakannya

Senyum Kai memudar ketika mobil itu berbelok. Kai langsung menyetop sebuah taksi dan membukakakn pintunya untuk Kyungsoo

"Kita naik taksi? mobilmu mana?" tanya Kyungsoo bingung

"Ya... tidak ingatkah kau yang tadi pagi mengomeliku anak manja yang memanfaatkan fasilitas orang tuanya saja? AKU... MENGEMBALIKAN... SEMUANYA... keculi ponsel dan apartemen ini..." kata Kai tersenyum sinis... seakan senyum aegyonya ikut pergi bersama Chanyeol barusan

"Kau mengembalikannya?" Kyungsoo terpekik kaget

"Ya... cepat lah masuk.. argonya sudah berjalan,.. aku tidak punya banyak uang...!"

Mereka berdua masuk lalu taksipun berjalan.

.

.

Disisi lain, Eunhyuk dan Kibum nampak ingin mengunjungi mereka. Tapi mobil mereka terhenti merlihat putra putrinya sedang bercakap - cakap lalu menaiki taksi.

"Uni uni... ayo kita ikuti mereka..." kata Kibum antusias.

"Jung ajushi... pali.. ikuti taksi itu" perintah Eunhyuk pada supirnya

"Unii... lihat ini..." Kibum memperlihatkan tablet PCnya pada Eunhyuk.

"Tadi pagi, Jongin ngetweet dia bilang butuh pekerjaan" Kibum memekik antusian

KAIjong94 sangat membutuhkan pekerjaan.. pekerjaan apapun, yang memiliki lowongan harap memberi tauku! SEGERA!

"Ommo... tadi pagi... Jonginiie datang kerumah dan mengembalikan kunci mobi dan semua kredit cardnya padaku... dia bahkan menolak semua bantuan dari orang tuanya" Eunhyuk kaget melihat tingkah aneh anaknya.

"Maka dari itu unii... aku terus memantau semua akun SNS milik Jongin... twitter, Facebook, path, instagram, weibo, cyworld, dan semuanya... siapa tau ada informasi yang penting.." Kibum si ibu - ibu super sosialita itu berkata dengan bangganya

"Bagus... kita berdua harus terus mencari informasi tentang mereka nde..." Eunhyuk mengedipkan matanya imut.

Kibum mengangguk antusias.

"Tapi... Jongin punya semua akun itu?" Eunhyuk penasaran, apakah anaknya yang pendiam itu ternyata sosialita juga

"Anii... Jonginiie hanya punya twitter saja unii..kekeke" Kibum tertawa geli

.

.

Taksi itu mengarah ke sebuah Super Market yang notabene adalah milik ayah Kyungsoo, mereka berdua masuk kedalam super market dan menganbil troli belanja mereka. Kedua ibu - ibu sosialita itu sudah sengan cepat beganti baju dan menyamar, mereka mengikuti kedua sejoli yang kini tengah berputar - putar di swalayan...

"Kibum-ah...Mereka masuk ke areal bayi dan ibu hamil...!" Eunhyuk menyikut kibum geli

"Arraseo unii..." Kibum terkikik geli

cekrek~

Kibum mengambil foto dengan ponselnya, foto Kai dan Kyungsoo sedang memilih susu ibu hamil, Kai yang lebih tinggi dari Kyungsoo menundukkan sedikit badannya agar Kyungsoo dapat melihat kandungan gizi susu - susu itu. Dan Kibum segera menguploadnya ke Instagram

Jongin and Kyungsoo Love story
#newlywed #baby #pregnant #calon #eomma #appa
#sosweet# #couple #susu #love #DOmarket #Lovely
#Happy #family #smile #cutejongin #sweetkyungsoo

Setelah menentukan susu yang pas kini mereka beralih ke tempat sayur dan buah.

"Dirumah kan masih banyak buah..." Kai memprotes

"Yaaa... yang di kulkas tinggal apel dan strawberry... aku maunya jeruk dan kiwi" Kyungsoo mengambil beberapa buah jeruk dan kiwi dan dimasukkan kedalam kantong yang Kai bawa

"aaah,... kau ngidam jeruk dan kiwi rupanya..." Kai mengangguk - aggukan kepalanya

Kyungsoo melihat Kai begitu polos langsung menempelkan buah jeruk yang cukup dingin itu ke pipi Kai, kai agak berjengit karena kaget sesuatu yang dingin menempel di pipinya, tapi Kyungsoo malah tertawa geli..

cekrek~

Lagi - lagi Kibum menangkap momen manis itu. Dieditnya sedikit, lalu diupload ke instagram

Jongin and Kyungsoo Love Story#buah#ngidam#dingin#cutejongin#sweetkyungsoo
#senyum#manis#tawa#riang
#pengantin#baru#calon#eomma#appa

.

.

"Kau bisa masak?" Kai bertanya pada Kyungsoo ketika berjalan di areal alat masak

"Nde... aku suka sekali masak... aku paling ahli membuat bibimbap" Kyungsoo berkata sambil melihat - lihat kotak penyimpan kimchi

"Kalau begitu mulai sekarang masak lah di rumah... Karena tidak ada orang tua, jangan delivery terus nanti kondisimu melemah" Kai mendorong trolinya

"Gwuenchana... aku mengerti... memangnya aku bodoh seperti kau apa?" Kyungsoo mendengus menganggap Kai cerewet.

.

"jangan! jangan makan yang seperti itu..." Kai merebut kembali beberapa bungkus makanan ringan yang Kyungsoo masukkan ke trolly

"tapi aku menyukainya.." Kyungsu mempoutkan bibirnya kesal

Kai menautkan kedua alisnya lalu berkata "Aku tak peduli kau menyukainya atau ingin memakannya, yang ku pedulikan adalah bayi yang ada di dalam perutmu itu... aku tak mau dia sampai kenapa - kenapa" Kai berkata sambil meletakkan kembali makanan ringan tersebut.

Kyungsoo terdiam mendengar perkataan Kai yang memperdulikan jabang bayinya, tanpa sadar dia mengusap perutnya yang sedikit lebih buncit dari yang dulu.

.

"Kau... dimana mendapatkan uang untuk membayar semuanya?" Kyungsoo penasaran dan bertanya setelah Kai selesai membayar semua belanjaanya

"Aku... aku mulai bekerja... hari ini aku bekerja setengah hari, dan ajhusi pemilik tempat kerja itu memberikanku setengah gajiku sebulan lebih awal dan menyuruhku mengajakmu berbelanja kebutuhan ibu hamil" Kai berjalan sambil menenteng tas belanjaan mereka.

"Kau bekerja? Dimana?" Kyungsoo kaget mendengar Kai bekerja,... 'anak manja itu bekerja?' pikirnya

"Ahaha... hanya sebuah pekerjaan ringan dengan gaji lumayan... aku dapatkan dari rekomendasi temanku..." Kai tersenyum agak malu mengakui pekerjaannya.

"Bubble tea..." Kyungsoo berhenti disalah satu kedai minum teh di swalayan itu. Kai mendengus sebentar lalu berkata "ayo istirahat dulu... sambil minum.. kau haus kan?"

Kyungsoo dengan sigap menganggukkan kepalanya dan tersenyum riang. Kini segelas milk bubbel tea sedang dia seruput dengan gembira, bahkan mata bundarnya ikut tersenyum. Kai yang hanya minum air mineral guna menghemat pengeluaran mereka tak merasa keberatan jika harus berkorban demi senyuman manis Kyungsoo.

cekrek~

Jongin and Kyungsoo Love Story
#jongin#appa#kyungsoo#eomma
#sweet#couple#bubble#tea#mineral#water
#how#sweet#they#are

Nampaknya Kibum dan Eunhyuk masih mengikuti mereka, mereka terharu melihat betama manisnya pasangan itu... Eunhyuk bahkan menitikan air mata melihat bagaimana Kai memperlakukan istrinya. Dia mendengar semua percakapan anaknya, dia tak menyangka Kai yang manja, keras kepala dan berandalan kini berubah menjadi pria yang mau bertanggung jawab pada istrinya.

"Uni wae uroo?" Kibum yang tadi tersenyum melihat banyak komen di akun instagramnya kini bingung melihat Eunhyuk sedih

"Anii Kibummii... aku tak menyangka mereka akan seperti itu,.. Jongin, benar - benar bertanggung jawab" kecengengan eunhyuk kembali kumat

.

.

.

Malam harinya di apartemen mungil itu, Kyungsoo memasak spagethii kimchi. Kai datang menghampiri Kyungsoo yang nampak sibuk di dapur.

"mau kubantu?" Kai berjalan kearah dapur sambil mengacak - acak rambutnya..

"Anii,,, tidak usah... sebentar lagi matang" Kyungsoo tersenyum imut

Kai menyalakan penghangat dispensernya, mengambil sebuah gelas dan sekaleng susu khusus ibu hamil. Kai melihat takarannya dan membaca dengan teliti aturan membuatnya. Kai belum pernah sama sekali melakukan hal - hal semacam itu, namun kini dia merasa wajib melakukannya.

Kyungsoo sibuk merapikan meja makan dan meletakkan sepiring kimchi spagethii. Tunggu dulu, sepiring?

"Kau hanya membuat untuk dirimu saja?" Kai menaikan satu alisnya melihat kyungsoo melahap spagethinya dengan senyum manis lalu mengangguk dengan yakin.

"Jika kau lapar, masak saja sendiri sana... memangnya aku pembantumu... sudah jangan manja.." Kai seperti ditusuk mendengar kata - kata Kyungsoo itu.

Kai lalu meletakkan segelas susu yang tadi dibuatnya lalu mengambil gelas lain lagi diisi air putih biasa untuk diminum Kyungsoo saat makan

"Jangan minum banyak air es, itu tidak baik untuk kesehatanmu... minum air putih ini... setelah selesai makan, minum lah susunya... Chalja..."

Kai lalu pergi masuk ke kamarnya, menutup kamar itu dan meninggalkan Kyungsoo sendirian di meja makan. Kyungsoo agak tak enak dengan Kai. Dia merasa dirinya terlalu kasar pada calon appa bayinya itu.

.

.

Pukul 2.40 pagi. Kyungsoo terbangun dan merasa sangat lapar. Lapar? bukannya tadi dia sudah makan? hahaha... Kyungsoo kan sedang berbadan dua,... jadi dangat wajar jika dia merasa lapar atau ingin sesuatu di pagi buta begini. Kyungsoo bangun dan mengetuk pintu kamar yang Kai tiduri. Beberapa saat kemudian Kai membuka pintu namun matanya masih menyipit, dia terlihat lelah sekali.

"Jongin-ah... aku ingin ayam goreeeeng,..." rengek Kyugsoo.

"Sekarang?" Kai melihat jam dindingnya lalu berkata lagi "delivery saja ya..?"

"Anduweee... aku ingin kau yang membelikannya langsung... pleasee..." Kyungsoo menyipitkan matanya dan menggosok kedua tangannya dihadapan Kai

Kai langsung mencuci mukanya. menyisir sedikit rambutnya yang agak panjang dan mengenakan bajunya kembali lengkap dengan jaket.

"Kau tunggu di sini... jangan kemana - mana... kalau ada apa - apa telpon saja aku.."

Kai mengayuh sepeda gunungnya ditengah dinginnya pagi di kota seoul menuju kesebuah restaurant cepat saji berlambang kakek tua. hanya itu yang masih dan sudah buka pagi - pagi begini dan juga dekat dari apartemennya. Kai sempan mengigil kedinginan dijalan, jaketnya tak cukup menahan dingin tubuhnya. Setelah membelikan pesanan Kyungsoo, Kai lalu mengecek ponselnya, memastikan tak ada panggilan atau pesan.

"huft... harusnya aku bawa tas saja tadi..." Kai lalu mengayuh sepedanya lagi, memegang stang sepeda dengan tangan kanannya sedangkan yang kiri menenteng belanjaannya.

Sesampainya di apartemen, Kai melihat Kyungsoo sudah kembali tidur dengan nyenyaknya, Kai bingung harus membangunkannya atau tidak. Dia putuskan untuk membangunkan Kyungsoo.

"Kyung...Kyungii-ah.. irona.. ayam gorengnya sudah datang" Kai membangunkan Kyungsoo berulang kali.

"aaa,,, jongin-ah,,, aku mau ayam..." Kyungsoo berkata sambil mengucek matanya

"nde.. ini sudah aku belika,... kita makan bersama - sama ya,," Kai tersenyum lalu membantu Kyungsoo bangun dan mengajaknya ke meja makan.

"Jongin-ah... aku mau disuapin..." Kyungsoo menatap Kai dengan puppy eyesnya. Kai hanya bisa tersenyum dan melakukan apa yang Kyungsoo minta.

Kai menyuapi Kyungsoo yang nampak kurang nafsu makan, Kai sedikit mengerutkan dahinya ketika Kyungsoo bilang "aku sudah... sisanya kau saja yang makan..."

.

.

Keesokan harinya, Kyungsoo dibangunkan oleh suara ribut - ribut diluar kamarnya. Kyungsoo langsung keluar takut terjadi sesuatu.

Dan benar saja! sesuatu memang terjadi! Kai sedang mengepel lantai diluar. Kyungsoo kaget melihat apa yang namja tampan berkulit eksotis itu lakukan. Karena seluruh dunia ini tau bahwa Kai adalah anak yang sangat malas dan jorok. Namun ini apa? Seisi rumah jadi bersih karenanya.

Kai sadar Kyungsoo sudah bangun, dia menghentikan aktivitas mengepelnya dan menyapa yeoja bermata bundar itu.

"Selamat pagi... ayo cepat mandi, biar aku bisa membersihkan kamarmu... oh ya, kamar mandinya sudah aku bersihkan juga.." Kai berkata sambil memeras kain pelnya.

"Kau bersih - bersih?" Kyungsoo masih tak percaya

"mmm... aku sudah menolak bantuan pekerja rumah tangga dari eomma, maka dari itu aku yang membersihkan sendiri apartemen ini... jika bukan aku siapa lagi? masak kau sih..."

Kai kini menuju kamar Kyungsoo, dan bergegas membersihkan tempat tidur yang tadi Kyungsoo pakai.

Kyungsoo seharusnya bersyukur karena Kai sangat baik dan cekatan dalam merawatnya. Kai membersihkan rumah setiap pagi, membuatkannya susu setiap pagi dan malam, berbelanja kebutuhan rumah sebelum pulang kerja, rutin mengantar Kyungsoo mengikuti senam dan terapi ibu hamil sesuai anjuran Suho, dan juga selalu mengantar Kyungsoo kedokter setiap bulan.

Semua itu Kai lakukan dengan baik tanpa mengeluh. Bahkan dia tak pernah keberatan dibangunkan oleh Kyungsoo saat tengah malam untuk membelikan sesuatu atau melakukan sesuatu untuk Kyungsoo.

.

Waktu berjalan begitu cepat... tak terasa usia kehamilan Kyungsoo kini menginjak bulan ke 7. Kai makin sering menelpon Kyungsoo ketika dia istirahat kerja, menanyakan Kyungsoo sudah makan atau belum dan melarang kyungsoo menyentuh ramyunnya di kamar.

Kyungsoo memang tak pernah mau memasak untuk Kai, Kai juga tak bisa memasak. Jika dia membeli akan jadi semakin boros, maka dari itu dia membeli banyak stok ramyun dan memakan itu setiap dia lapar, kecuali saat makan siang karena dia harus memakan jatah makan siangnya di coffee shop.

"Ya,, kau habis menelpon istrimu?" Minho bertanya pada Kai yang masih menghitung stok - stok kopi, buah dan bahan - bahan lainya

"oo... tadi aku memastikan dia sudah makan siang dan minum obat dari dokter.." Kai berkata tanpa menatap barista berdimple yang kini tengah menyantap makan siangnya

"Kau tidak makan? akhir - akhir ini kau rajin sekali.. tidak hanya bertuas di gudang, tapi sesekali ikut membantu melayani tamu." Minho kagum pada sosok Kai yang pekerja keras

"Aku... hanya mencoba mengerti bagaimana cara bertanggung jawab..."

"Kau pasti jadi orang yang sukses bila terus bekerja keras seperti itu.."

"Sayangnya aku tidak punya keahlian..."

"Ya! Jongin-ah... siapa bilang kau tidak memiliki keahlian.. kau itu hebat... kau merasa tidak, dulu caffe ini sepi pengunjung,.. tapi semenjak kau membantu Kangin boss.. dan memberikan ide - idemu cafe ini jadi sangat ramaii..." Minho hampir tersedak saat menyanjung Kai

Kai yang baru selesai dengan urusan hitung - menghitungnya kini mulai makan jatah makan siangnya.

"ya.. kau mengusulkan untuk tidak hanya menjual kopi, tapi juga minuman yang lain seperti jus dan ice cream... kau juga mengusulkan untuk mengisi life performance musisi akustik jalanan di cafe setiap sabtu dan minggu... ah.. kau juga yang menyarankan Kangin boss untu menata ulang dapur menjadi open kitchen semi bar seperti sekarang.." Choi Minho nampak sangat mengagumi Kai

"hahah,,, itu semua hal biasa.. jika Minho hyung punya ide, katakan saja pada Kangin boss... dia pasti akan mewujudkan ide itu..." kai tersenyum pada Minho.

Kai seirng mengambil jam kerja tambahan alias lembur, sift kerjanya bertambah karen Taemin yang memegang posisi yang sama di sift sore - malam sedang sakit. Seperti hari ini, jam 8 malam Kai masih ada di cafe. Kai berniat memberi tau Kyungsoo jika dia pulang terlambat, namum ponsel Kyungsoo nampak dimatikan.

.

.

.

"Chanyeol-ah..." Kyungsoo membuka pintu apartemennya. Namja bertelinga lebar itu kini sudah menjadi mahasiswa kedokteran, dan dia masih sering menemui Kyungsoo. Seperti malam ini.

"Kai mana?" Chanyeol bertanya sambil mengedarkan padangannya ke segala arah.

"Belum pulang... sepertinya dia lembur lagi... ponselku tak bisa dihidupkan... apa yang salah ya.." Kyungsoo memainkan posnelnya yang tak kunjung hidup itu.

"Mau ku antar untuk memperbaikinya?" Chanyeol menawarkan diri.

"Aaaah,... boleh... aku siap - siap dulu ya..."

Perut Kyungsoo kini sudah cukup besar, dia juga sudah mengenakan baju khusus ibu hamil, Chanyeol masih terus memaksa perasaanya agar tetap mencintai Kyungsoo bagaimanapun keadaanya. Walaupun dia tau Kyungsoo sudah memiliki Kai di sisinya tapi dia tidak peduli.

"Kajja..." Kyungsoo sudah selesai bersiap - siap, mereka pun segera meluncur ke tempat yang mampu memperbaiki ponsel Kyungsoo.

.

.

.

"Jongin oppa..." Baekhyun masuk kesebuah caffee dan mendapati Kai ada di sana.

"Baekhyun-ah anyeong..." Kai tersenyum melihat gadis bermata smiling eyes itu dihadapannya

"Oppa bekerja di sini?" tanya Baekhyun memelototkan matanya yang sipit itu, Kai hanya membalas dengan anggukan

"Uaaah... kenapa tidak bekerja di tempat yang lebih besar... aku bisa meminta appa untuk menempatkan Jongin oppa di kantornya" Baekhyun bergegas mengambil ponselnya namun Kai menghalanginya

"Anduwee.. aku tidak mau menyusahkan appamu... lagi pula aku kan... sempat membuatnya kecewa.." Kai tertunduk malu

"oppa kau sekarang banyak tersenyum ya.." Baekhyun ikut tersenyum melihat Kai yang kebetulan membantu Minho menyiapkan minuman yang dipesan Baekhyun.

"oppa tidak melanjutkan kuliah?" Baekhyun kini duduk di bar chair agar dapat berkomunikasi dengan Kai

"belum... oppa masih harus menjaga Kyungsoo.." Senyum baekhyun agak memudar ketika mendengar nama Kyungsoo

"sekarang oppa juga bisa membuat minuman.." Baekhyun kagum melihat Kai yang banyak berubah

"Oppa juga masih belajar, Barista itu yang mengajarkan oppa.." Kai menunjuk Minho dan Minho melambaikan tangannya pada Baekhyun

Mereka cukup lama mengobrol, Kai juga banyak tersenyum sambil bekerja. Namun senyuman itu memudar ketika Kai melihat tamu yang datang berikutnya. Chanyeol dan Kyungsoo.

Kyungsoo juga kaget dengan pemandangan yang dia lihat. Baekhyun bersama Kai.

Keempat dari mereka semuanya membeku, tak ada satu orang pun yang berani berkata duluan. Akhirnya Baekhyun memberanikan diri menyapa Kyungsoo.

"Kyungsoo sunbaenim.. kau datang... Chanyeol sunbaenim anyeonghaseo" Sapa Baekhyun ramah

"Kau... kenapa ada bersama Jongin" Tersirat tatapan penuh cemburu di mata Kyungsoo.

"Aku hanya kebetulan kesini, tempat bimbingan belajarku juga dekat sini.." Baekhyun memaksakan senyuman salah tingkahnya

"Kau juga kenapa bisa datang bersama Chanyeol?" Kai menghampiri mereka bertiga setelah mengantar minuman ke salah satu pengunjung

"Sebaiknya kita duduk!" Kata Kai menoleh ke meja kosong di dekatnya

"Aku tidak mau!" Jawab Kyungsoo cepat.

"Aku mau kita bicarakan ini!" Kai bicara dengan nada penuh emosi, menatap tajam kearah Chanyeol

Akhirnya mereka berempat duduk di meja yang ditinjuk Kai tadi.

"Kenapa kau bisa ada bersama Chanyeol?" Kai mengulangi pertanyaannya

"Dia menemaniku memperbaiki ponselku" Jawab Kyungsoo ketus

"Tidak bisakah kau menungguku?"

Kyungsoo tidak mampu menjawab. Kai walaupun terlihat tenang tapi matanya seperti akan siap membunuh siapa saja yang salah bicara.

"Tadi aku ke apartemenmu ingin menjenguk Kyungsoo.. lalu Kyungsoo bilang ponselnya rusak, jadi aku ajak dia ketempat memperbaikinya... sekarang sudah normal lagi.." Chanyeol menjelaskan

"YA! PARK CHANYEOL!... semua orang bilang kau ini adalah anak yang cerdas, IQmu tinggi, dan sekarang kau sekolah kedokteran... tapi... nampaknya kau tak cukup pintar untuk menyadari bahwa Kyungsoo adalah istriku! Orang cerdas macam apa yang mengencani istri orang lain yang sedang hamil pula?" Kai menggeretak Chanyeol

sejenak hening hingga Chanyeol mulai merespon kata - kata Kai

"Aku... adalah orang cerdas yang jatuh cinta... orang cerdas yang mencintai Kyungsoo hingga rasanya aku hampir gila karena Kyungsoo mengandung anakmu, menikah denganmu!" Emosi Chanyeol mulai tersulut.

Pembicaraan yang terlihat biasa bagi orang lain ini makin menegang dan panas, terutama Chanyeol dan Kai yang siap menerkam satu sama lain.

"Bukankah kau yang lebih dulu merebut Kyungsoo dariku! Lelaki bodoh dan berandal sepertimu, menjebak Kyungsoo, memperkosanya hingga dia hamil!"

"KEUMANE!" Kyungsoo sedikit meninggikan nada bicaranya. Kedua mata yang saling mencekik itu akhirnya mengalihkan pandangan mereka.

"Kau sendiri, mengapa ada bersama baekhyun dan mengobrol di tempat kerja? apa kau sengaja lembur untuk bisa bertemu dengannya?" Kyungsoo mendelik pada Kai

"ka.. kami.. tidak pernah bertemu... ini,.. pertama kali" Jawab Bakehyun menjawab pertanyaan cemburu Kyungsoo

"aku tidak bertanya padamu! aku bertanya pada 'SUAMIKU'" Kyungsoo menekan kata terakhirnya.

"Hari ini aku terpakas lembur, Taemin noona sedang sakit" Kai menjawab dengan malas

"Benarkah? dapatkah aku percaya padamu?" Kyungsoo masih terus bertanya

"Apa orang bodoh, manja, tidak bertanggung jawab dan keras kepala sepertiku juga orang yang tak dapat dipercaya?"

Kini mata Kai balas menatap mata Kyungsoo. Jelas dari sinar matanya Kai tidak berbohong, Kai sedang tersakiti.

Namun seseorang tiba - tiba berlari kearah mereka berempat tanpa tau situasi yang terjadi.

"Jooongiiinn-aaah... mianhae memintamu lembur terus... aku kesini untuk mengantar kunci mobil yang kau pinjam dari appa... kebetulan aku baru pulang dari dokter dan lewat cafe ini.." Taemin tersenyum kearah wajah - wajah yang pucat di depannya. Menyadari situasi yang tak kondusif itu Taemin langsung meletakkan kunci mobil yang Kai pinjam dan berpamitan

"Gumawo noona... maaf merepotkan, harusnya aku bisa mengambilnya sendiri.." Kai tersenyum masam

"Anii... aku pulang diantar Minho sekarang... gwuenchana"

.

.

Suasana kembali hening... Kai langsung menggenggam tangan Kyungsoo lalu berdiri, Kyungsoo juga ikut berdiri mengikuti Kai. Setelah memandang Kyungsoo lekat - lekat, Kai lalu berkata pada Chanyeol

"Kau... aku mohon jauhilah istriku saat ini... biarkan aku menikmati hari - hariku bersamanya... sebelum kau akan merebutnya kembali setelah bayi ini lahir... aku tau rencana kalian... tapi aku mohon... sampai bayi ini lahir saja... tolong jauhi kami... setelah bayi ini lahir, kami akan bercerai, maka saat itulah... kau boleh datang dan mengambilnya kembali,..."

Kai meneteskan air matanya. Seperti ada pisau tak terlihat yang menyayat tiap jengkal jantungnya. Kyungsoo tak mengira, bahwa Kai masih mengingat ucapannya dulu, setelah bayi ini lahir mereka akan bercerai.

Baekhyun juga kaget mendengar apa yang Kai bicarakan... Baekhyun baru tau jika selama ini Chanyeol sendiri masih mengikuti suami istri itu, tidak seperti dirinya yang perlahan menjauh walaupun memang terasa berat...

.

Kai memasukkan sepeda gunungnya kedalam garasi cafe dan meminta izin pulang mendahului pada Taemin yang kebetulan sedang menunggu Minho.

Ditengah perjalanan dari cafe menuju apartemen mereka, Kai masih meneteskan air mata. Kyungsoo terus melihat kearah namja tampat yang menangis itu. Saat mobil berhenti di lampu merah, Kai kemudian memulai pembicaraan

"Kau... dan Chanyeol... apa kalian benar - benar saling mencintai...?"

Kyungsoo hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.

"jujur saja... dari awal aku melakukan kesalahan ini, aku tak pernah menyesal... tapi hari ini... melihat kalian berdua bersama dibelakangku... aku mulai menyesali pilihanku..."

Kai menarik satu napas panjang lalu melanjutkan

"karena sekarang... aku merasa bertanggung jawab padamu, adalah senjata untuk membunuh diriku sendiri"

Air mata Kyungsoo menetes. Dia menangis diam - diam, tak berani menoleh kearah Kai yang menyetir dengan tatapan kosong.

Sampai di apartemenpun Kai tak berkata apa - apa lagi, dia langsung membuatkan Kyungsoo susu, setelah itu mandi kemudian masuk kekamar.

Kyungsoo meneguk habis susunya setelah itu Kyungsoo juga langsung masuk ke kamarnya dan terbaring bersama perutnya yang besar. Kyungsoo masih menangis, dia tak mengerti kenapa hatinya begitu sakit saat melihat wajah Kai seperti tadi. Dia menyesal, kenapa dia selalu berbohong dan berpura - pura tak peduli dengan perasaannya pada Kai. Kyungsoo mencintai namja itu... Kyungsoo mencintai appa bayinya sejak awal...

.

.

.

Tengah malamnya Kai terbangun. Diambilnya sebotol olive oil dengan kandungan madu di lemari obat. Kai membuka perlahan pintu kamar Kyungsoo. Kai memang rutin datang setiap tengah malam untuk mengurut kaki bengkak Kyungsoo. Kai melakukannya pada malam hari karena ia tidak ingin Kyungsoo terganggu dan menolak, atau merasa bahwa Kai sangat cerewet padanya.

Kai menuangkan minyak ditangannya, kemudian mengurut kaki bengkak Kyungsoo sesuai dengan tutorial yang dia dapat dari youtube.

Kali ini Kyungsoo masih belum benar - menar tertidur, menyadari seseorang sedang mengurut kakinya. Kyungsoo tak berani berkutik, dia terus berpura - pura tidur.

Kyungsoo mampu mendengar suara isakan Kai seperti masih menangis.

"ya... Kyungsoo-ah... kau... sebesar itukah kebencianmu padaku? Karena aku bodoh, aku berandalan, aku manja dan tidak bertanggung jawab... sepertinya, semua usahaku untuk berubah selama ini semuanya sia - sia.. tak sekalipun kau melirikku. Tidakkah kau melihat ketulusanku pada setiap hal yang kulakukan untukmu?"

Kai berkata sedniri...Hening sejenak, Kai masih mengurut kaki kiri Kyungsoo.

"Aku... aku memang hitam dan jelek... tidak putih, tampan, dan tinggi seperti Chanyeol... apalagi chanyeol itu pintar, bukan berandalan... pastinya tidak manja dan penuh tanggung jawab... Kyungsoo-ah.. no arra? ... setiap hari di tempatku bekerja, semangatku adalah kau dan calon anak kita... aku yang sangat pemalas, entah dari mana asalnya... semangat itu muncul dalam diriku... aku mulai bekerja, walaupun pekerjaanku hanyalah pekerjaan kasar dan tidak membutuhkan otak... tapi untuk ukuran orang bodoh dan manja sepertiku, boleh kan aku bangga pada diriku sendiri?... Karena kau...bersama anak ini benar - benar mengubah hidupku..."

Kai menghapus air matanya, dan beralih pada kaki kanan Kyungsoo.

"Ya... aegiyaa... dibuku yang appa baca... walaupun kau masih dalam kandungan, kau sudah bisa mendengar suara eomma dan appamu... apa kau mendengarkan appa?"

Seketika bayi dalam perut Kyungsoo menendang dinding rahimnya, seperti merespon perkataan Kai.

"Jika kau lahir nanti... kumohon jangan warisi otak bodoh appamu ini ya... karena eommamu sangat membenci orang bodoh, jika kau laki - laki maka warisilah wajah Donghae haraboji saja, jika kau perempuan... warisi lah wajah eommamu... dia adalah yeoja paling cantik... dan juga,,, warisilah kulit putih Eunhyuk halmoni.. jangan berkulit Tan seperti appa... eommamu juga tidak suka... jika kau tumbuh besar nanti, jadilah anak yang bertanggung jawab dan mandiri... jangan menghandalkan eommamu... karena eomma, tidak menyukainya..."

"ya... aegiya.. sebenarnya aku sangat ingin kau juga mewarisi sesuatu dari appa, tapi appa takut jika kau meniruku, eomamu akan tidak menyukainya... karena eomma, tidak menyukai appa nak.."

Bayi dalam perut Kyungsoo itu seakan merasakan kesedihan appanya, dia terus bergerak gelisah dan menendang - nendang lembut dinding rahim eommanya

"ah ya... jika nanti eomma dan appa benar - benar berpisah... kau bagaimana?... mianhae aegy... sebenarnya appa ingin kita tetap terus bersama... tapi appa tak bisa memaksa... appa tidak mau eommamu hidup menderita bersama berandalan seperti appa... jadi, nanti kalai appa dan eomma berpisah... kau ikut eommamu saja... karena Chanyeol-ssi... sudah berjanji akan menyanyangimu seperti anaknya sendiri... tapi kau juga harus berjanji tetap memanggilku appa.. nde..."

Kyungsoo tak bisa lagi menahan tangisnya. Kata - kata yang kai katakan tadi seperti menampar keras kedua pipinya. Kyungsoo merasa bersalah karena tidak pernah memperhatikan Kai, dan tetap pada keegoisannya membohongi diri sendiri padahal dia tau seberapa besar rasa cintanya pada namja yang setiap malam menurut kakinya ini.

"jujur,,... aku sendiri takut... jika anakku nanti membenciku juga karena aku seperti ini... Kyungsoo-ah, jika kita berpisah, maukah kau mengijinkan aku untuk bertemu dengannya? Bolehkah setiap hari?" Kai mengusap air matanya menggunakan punggung tangannya.

Kai sudah selesai dengan rutinitas pemijatan kaki Kyungsoo. Kai lalu mengusap - usap perut Kyungsoo dengan lembut, bayi yang menendang - nendang itu seperti ditenangkan, karena begitu Kai mengelusnya, Bayi itu tak lagi menendang.

"Chalja aegiya... appa... sangat menyayangimu..." Kai mengecup perut buncit Kyungsoo , kemudian mengusap rambut istrinya dengan sayang. "Chalja Kyungsoo-ah.."

Kai sangat terkejut ketika tangan Kyungsoo tiba - tiba menggenggam tangannya yang sedang mengusap rambut Kyungsoo. Kai samar - samar mendengar isakan tangis Kyungsoo. Kai mendekatkan wajahnya untuk memastikan, lalu membantu Kyungsoo duduk di tempat tidurnya. Kyungsoo masih memegang erat tangan Kai, tangan yeoja itu begitu dingin dan berkeringat.

"Jongin-ah...khajima..." Kyungsoo berkata dalam isakannya.

-TBC-

"Yaaaah kok TBC lagi,... harusnya kan ini part terakhir?"

Iya Author juga mikirnya gitu... tapi kalo part ini dilengkapin jadinya puanjuang buangetz... karena sebelumnya ada yang komen alurnya kecepetan... ini udah tak lambatin dikit biar detailnya gak ilang... jadinya puanjang... :'(

Jadi reader-deul, author minta maaf kalo musti membagi ending partnya, dan ngepost setengahnya dulu di part 3 ini,,, mian mian... ceongmal mianhae... tapi yang bener2 ending di chap selanjutnya bakalan so fast update kok.. karena bahannya udah ada...

Terimakasi reader-deul yang udah baca... auuuu... ah! Sarangahaeyeo!

Replies for viewers' :

Sexy Rose : gumawo...ini sudah update lagi... hehehe

LethiciaFio : Okay,... Kaihun sama Krisho masuk list... tunggu aja ya,.. kekekeke

diya1013 : di sini jelas banget kalo Kai sayang buanget sama Kyungsoo... T_T anak itu jadi so sweet... cekeke

Han Young Seul Kaisoohardship : Gumawoo... ceongmal... hihihi

uwiechan92 : nde... yaah... tapi Chanyeol masih terus nyari2 Kyungsoo... gimana dong... :(

myeolchi gyuhee : Iy nih si Kyungsoo pake pura - pura gak cinta segala... tapi kayaknya dia mau bilang sesuatu deh itu...

chocoDOnutKRISpy : Gumawoo... dilanjut ya bacanya...

MidnightPandaDragon1728 : aaaak... itu kayaknya kyungsoo mau ngaku deh

DianaSangadji : semoga di akhirnya mereka saling mencintai... tapi kalo gitu gimana dengan nasib Chanyeol dan Baekhyun?

LeeYeon : Gumawo atas sarannya... hehehe... ayo kita tunggu Kyungsoo melahirkan

AnjarW : hint *Krishun bakal nongol setelah ini full END dan Oneshoot Kray :)

kyeoptafadila : gumawo chingu... and mianhae kasur...

: hint *bakal terjadi sesuatu yang jeder sama Chanbaek di chap end nnti

yoo araa : Kainya udah ngaku... dikit lagi...

kjjzz : awalnya cuma mau bikin 3 Chap, tapi takutnya Chap 3 kepanjangan... jadi kebagi dua deh... mohon ditunggu chap bonusnya yaa

byunpopof : gumawo gumawo,... semoga chap ini juga bikin chingu seneng yaa

miszshanty05 : di sini si Kai so sweet banget gak sih? heheh

DevilFujoshi : Nde... author akan berusaha menjadi konsultan perkawinan yang baik...

younlaycious88 : Kyungsoonya gitu karena dia dari awal gak suka Kai, tapi lama - lama.. Kyungsoonya... *kasi tau gak ya..

Lalala Kkamjong : ini sudah getting slow motion... nege marhaejeo ige sarangiramyeon... meil geudewaaaa...*lah malah nyanyi*

AmeliaShim : yang penting kan sekarang Kainya udah ngaku kan...

Amortentia Chan : gumawo... terusin penasarannya yaa...

ghea. : disini malah sosialita abis itu si mak Kibum... hehehe... gumawo ne reviewnya.. dan dilanjutin ya... 1 chap lagi... buat nuntasin Chanbaek

KaiSa : semoga ini masih bisa dibilang gak lama yaa...

puputkyungsoo : Gumawoo puput-ssi... cinca ceongmal gumawoseo...*sambil ngedance ureurong*

FishyPinky : ahaaa... Yewook... aku juga suka pair itu... *langsung masukin list*

Ai Rin Lee : gumawoo... tapi reviewnya masuk semua kok... tenang ajah,...

putchanC : gumawo... jujur aja Taoris udah ada di draft selanjutnya... ditunggu nee...

nada'onginkkamjong : disini Jongin udah tersiksa habis... huaa... bagaimana ini... hehehe

hoppingneonbunny : Kembar? aaak... asik juga tuh...

soo baby : kayaknya sih... mereka bakal bersatu deh... huahahhaa...

Cinca Gumawo buat reader deul yang udah baca, udah review, udah follow, udah favorite dan masih tetep ngikutin... Part 3 Comingsoon and fast update deh... chap depan itu tujuannya untuk membuat dua orang patah hati bersatu...

NB: kalau kalian punya pairs yang mau dibuatin cerita di WGM versi author Park Hee Ry si VIP ELF dari EXO planet ini... silahkan di review dan cantumin pairs yang mau dibuatin ceritanya... akhir kata author ucapkan... AH.. SARANGHAEYEO!