WE GOT MARRIED
KaiSoo Version Part 4
END
"Naneun appa, noneun eomma"
.
.
Rate: T
.
Main Cast : Kai, D.O, Chanyeol, Baekhyun,
Side Cast : Siwon, Kibum, Suho, Donghae, Eunhyuk, Xiumin
Cameo : Changmin, Lay
Pairs : Kaisoo slight Chansoo dan KaiBaek
.
.
Genre : Gender Switch (GS), Romance, Love, comedy, Drama
Disclaimer : EXO hanyalah milik Tuhan dan SM,
dan para member adalah milik orang tua dan diri mereka sendiri...
Yang author miliki di cerita ini hanya jalan ceritanya
serta semagat untuk terus mencintai EXO… ah.. Saranghaeyeo!
.
.
.
WARNING : TYPO IS EVERY WHERE
.
.
NEED REVIEW
NO BASH
NO PLAGIARISM
NO HATE
JUST LOVE EXO
.
.
HAPPY READING!
.
.
"Chalja aegiya... appa... sangat menyayangimu..." Kai mengecup perut buncit Kyungsoo , kemudian mengusap rambut istrinya dengan sayang. "Chalja Kyungsoo-ah.."
Kai sangat terkejut ketika tangan Kyungsoo tiba - tiba menggenggam tangannya yang sedang mengusap rambut Kyungsoo. Kai samar - samar mendengar isakan tangis Kyungsoo. Kai mendekatkan wajahnya untuk memastikan, lalu membantu Kyungsoo duduk di tempat tidurnya. Kyungsoo masih memegang erat tangan Kai, tangan yeoja itu begitu dingin dan berkeringat.
"Jongin-ah...khajima..." Kyungsoo berkata dalam isakannya.
.
.
Kai langsung menghidupkan lampu kamar itu dan kembali duduk disamping Kyungsoo. Kai langsung panik karena Kyungsoo menangis dan badanya agak dingin.
"Kyungsoo-ah... kau kenapa? apa ada yang sakit? ada yang tidak beres? kau merasa tidak enak? Kau..."
Seketika kepanikan Kai terhenti karena Kyungsoo langsung memeluk erat tubuhnya, Kyungsoo memeluk tubuh Kai begitu erat dan menangis di dalam pelukan Kai, Kai yang tidak mengerti mencoba menepuk - nepuk bahu istrinya.
"Kyungii-ah... ada apa? beri tau aku kau kenapa...?"
"Jongin-ah mianhae..."
"Mianhae? kau kenapa?"
"Jongin-ah... jaebal, mianhae... aku... mendengar yang kau bicarakan tadi..."
Kai kaget, ternyata saat dia bicara sendiri tadi Kyungsoo masih belum tidur. Kyungsoo makin mempererat pelukannya pada Kai, hingga kai ikut memeluk tubuhnya dan mengusap lembut kepalanya.
"Ya... keumane... jangan menangis.. kau membuatku takut.." Kai berbisik pelan, masih megusap - usap lembut kyungsoo.
"Mianhae Jongin-ah..."
"kau tidak perlu meminta maaf... okay.. sudah, hentikan tangismu..."
Kai melepaskan pelukan kyungsoo lalu membantu kyungsoo menyeka air matanya. Kai menakupkan kedua tangannya di pipi Kyungsoo, menatap wajah yeoja yang dicintainya dengan tatapan penuh kasih sayang. Setelah Kyungsoo lebih tenang, Kai lalu tersenyum dan kembali megusap lembut kening Kyungsoo, namun Kyungsoo kembali memeluk Kai.
"Jongin-ah... saranghae... aku sangat mencintaimu..."
Kai kaget mendengar yang dibicarakan Kyungsoo. "Mwo?" Kai yang memang agak lambat berpikir dalam situasi seperti itu bertanya karena benar - benar tidak mengerti
"Aku sangat mencintaimu... aku tidak mau kita berpisah... aku mau selamanya kita bersama... aku ingin anak ini tumbuh bersama appa dan eommanya... aku mencintaimu jongin-ah... sangat mencintaimu..."
Kyungsoo melepaskan pelukannya, Kai meneteskan air mata mendengar kata - kata Kyungsoo.
"Ya... kenapa malah kau yang menangis?" Kyungsoo menghapus air mata suaminya lalu tersenyum
"benarkah?... Kyungsoo-ah... kau tidak sedang mabuk atau bercanda kan? boleh aku percaya kata - katamu?" Kai berbicara sambil menatap istrinya, mantanya masih terus mengeluarkan airmata.
"Nde... aku sangat mencintaimu... aku tidak ingin kita berpisah, aku ingin kita terus bersama..."
Kai menarik lembut tubuh Kyungsoo kembali kedalam pelukannya, Kyungsoo membalas pelukan itu dan mengecup bahu Kai.
"Saranghae.."
"Nadoo... aku juga sangat mencintaimu Kyunsoo-ah... aku tidak mau kau pergi..."
"uljima.."
"aku terlalu bahagia... aku tak tau harus bagaimana selain begini.."
"Jongin-ah... maafkan aku karena telah begitu sering menyakitimu... maafkan aku,.."
"gwuenchana... aku tidak keberatan dengan semua itu.. aku memang bersalah"
"Aanii... jangan begitu.. kau tidak seharusnya merasa bersalah.."
"lalu aku harus apa?"
"kau harus mencintaiku dengan sepenuh hatimu, tak akan meninggalkanku, apapun yang terjadi"
"aku akan melakukannya... aku milikmu Kyungsoo-ah.."
"mmm.. aku juga milikmu, hatiku milikmu... cintaku milikmu... bahkan tubuh ini sudah kau miliki duluan hingga anak juga ini milikmu bersamaku..."
Kai melepaskan pelukannya, kedua tangannya kembali ditakupkan dipipi Kyungsoo. Kai mendekatkan wajahnya dan keduanya menutup mata... lalu Kai mencium bibir Kyungsoo dengan lembut... perlahan tapi pasti Kyungsoo menyambut bibir Kai dengan lembut, kemudian mengalungkan tangannya di leher Kai,... Kai melumat bibir kyungsoo dengan hati - hati, Kyungsoopun membalas lumatan itu dan menghisap lembut bibir bawah Kai. Kai memeluk lagi tubuh Kyungsoo kemudian balas menghisap bibir atas Kyungsoo... ditengah - tengah ciuman hangat itu Kai berbisik "saranghae kyungsoo-ah" dengan lembut dan penuh cinta... dan Kyungsoo membalasnya dengan "nadoo"... Kyungsoo menarik bibirnya lalu mencium kening kai dan tersenyum.
"mulai sekarang, mari kita hidup saling mencintai dan bersama selamanya.."
Dan malam itu berakhir dengan Kyungsoo tertidur dalam pelukan Kai. Perasaan mereka kini benar - benar lega, bahagia dan tak dapat dijelaskan. Dan keputusan Kyungsoo untuk menyerah pada keegoisannya membuat dia berhasil tidur dalam pelukan namja yang sangat ia cintai itu.
.
.
Pagi harinya Kyungsoo dibangunkan oleh suara ribut - ribut dari luar kamarnya. Kai sudah tidak ada disampingnya...
Kyungsoo dengan susah payang membopong perut buncintya mencari tau asal keributan itu. Baru membuka pintu saja Kyungsoo sudah tau bahwa itu semua berasal dari dapur.
"Oh... Kyungsoo-ah,... irrona waseo?" Kai menyapa Kyungsoo dengan senyum di wajahnya.
"Kau sedang apa?" Kyungsoo sebenarnya tau Kai sedang 'mencoba memasak' atau lebih tepatnya mencoba menghancurkan dapur di apartemennya. Semua bahan makanan dan alat masak tercecer dari ujung sampai keujung dapur mungil itu.
Kai mengambil sebuah piring saji yang berisi fruity pancake dengan banyak sekali buah jeruk dan kiwi serta ice cream vanilla kesukaan Kyungsoo. Dan yang terpenting adalah sebuah lilin yang menyala diatas pancake itu.
"Kyungsoo-ah... seingil chukkaee..."
Kai menyodorkan pancake yang 'agak' gosong itu kearah Kyungsoo. Kyungsoo kaget dengan apa yang dilakukan Kai,
"Jongin-ah... kau membuatnya sendiri?" Kyungsoo melongo dengan tatapan mata khasnya, dia terharu.
"Ahahaha... nde... ayo cepat make a wish lalu tiup lilinnya.." pinta Kai, Kai sedikit membungkuk agar lilinya tepat berada sejajar dengan bibir Kyungsoo.
Kyungsoo mencakupkan tangannya lalu memejamkan mata bundarnya dan berdoa...
"Tuhan... terimakasih kau telah memberikanku anak ini dan mempersatukanku dengan namja yang istimewa, buatlah dia selalu mencintaiku... aku mencintaimu Kim Jongin"
Kyungsoo membuka matanya lalu meniup lilinnya...
Chup~ ... dan saat bibir Kyungsoo masih dalam posisi meniup lilin, Kai langsung mengecup bibir tebal Kyungsoo. Kai langsung tersenyum setelah itu, semburat merah menyeruak di pipi Kyungsoo.
"Segera mandi dan hari ini kita akan jalan - jalan!" Kai mengacak rambut Kyungsoo lalu membalik badan mungil dengan perut buncit itu dan menuntunnya ke kamar mandi.
.
.
"Kita mau kemana?" Kyungsoo bertanya pada Kai yang kini menyetir mobil milik Kangin Boss-nya
"Kita akan ke Sungai Han... ke toko permen tempatku bertemu cinta pertamaku dulu..." Kai tersnyum namun matanya tetap fokus menyetir.
"Baekhyun?" Kyungsoo menebak lalu mempoutkan bibirnya
"Anii..."
"Kau dapat dari mana mobil ini?" Kyungsoo mengalihkan pembicaraannya, tapi wajahnya sangat jelas dia sedang cemburu.
"Pinjam dari Kangin Boss... tentu tidak cuma - cuma.. aku menukar 30% gajiku bulan ini untuk meminjam mobil dan meminta cuti di hari ulang tahunmu.."
"gumawo Jongin-ah..." Kyungsoo tersenyum agak masam
.
.
.
.
Saat ini di sungai Han sedang ada acara pameran karya dari Universitas Seoul. Kebetulan juga hari ini sekolah Baekhyun sengaja diliburkan karena kepala sekolah di sekolah mereka sedang berulang tahun. (enaknya..)
"Oh! Chanyeol sunbae!" Baekhyun menyapa Chanyeol yang sedang mengambil foto sebuah tarian yang dipentaskan oleh teman - temannya
"Ya... Baekhyunnie.. tidak sekolah?" Chanyeol menyapa gadis yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu
"Anii... aku lupa Kepala sekolah hari ini ulang tahun..." Baekhyun tersenyum malu
"Aaah,,, Kepala sekolah kita masih memberikan kebijakan itu ya,... hahaha.." Chanyeol tertawa mengingat kebijakan aneh kepala sekolahnya itu
"Keunde... Chanyeol sunbaenim kau panitia acara ini?" Baekhyun melihat sebuah nametag bertengger di depan saku jas Chanyeol
"Tentu saja... aku memegang bagian dokumentasi... kau sudah liat - liat semua? sepertinya ada korner untuk konsultasi jurusan... itu bagus untukmu" Chanyeol tersenyum sambil memberikan sebuah selebaran
"aaah... beruntungnya.. aku memang mengincar universitas ini" Baekhyun berjingkrak terlalu bahagia
"Oh ya? mau masuk jurusan apa?" Chanyeol melirik Baekhyun yang membaca teliti selebaran itu
"Aaaa.. meolla... tahun ini sangat sulit, sepertinya tidak mungkin jurusan kedokteran.." Baekhyun tersenyum sambil menggaruk pelipisnya
"Wae... kan kau itu pintar... jangan berkecil hati... berusahalah.." Chanyeol mengepalkan tangannya memberi semangat
"Ahaha... nde... nde...fighting!" Baekhyun menirukan Chanyeol
"aaa... jika kau masuk jurusan kedokteran dan jadi hoobaeku lagi, aku akan memberikanmu hadiah.." Chanyeol melirik Baekhyun dengan tatapan misteriusnya.
"Hadiah? Apa?" Baekhyun antusias
"Rahasia,... pokoknya kau harus masuk jurusan kedokteran dan jadi hoobaeku... aku yakin kau bisa.. kau kan pintar.. seperti Kyungsoo" Chanyeol lalu tersenyum lebar memamerkan deretan gigi indahnya
"Aaa .. bukankah hari ini har ulang tahun Kyungsoo sunbaenim?" Baekhyun mengecek tanggal di ponselnya
"Ah,.. benar... kenapa aku lupa ya...aaa gawat.. gumawo sudah mengingatkanku... acara ini sungguh membuatku sibuk"
Chanyeol lalu mengeluarkan ponselnya dan men dial nomor telepon Kyungsoo.
.
.
.
Kyungsoo dan Kai sampai di areal rekreasi Sungai Han, Kai menggandeng tangan Kyungsoo dengan erat, menuju sebuah toko permen dan manisan. Tempat itu masih persis sama seperti waktu mereka kecil dulu, saat Kai mentraktir Kyungsoo beberapa lollipop rasa jeruk kesukaannya.
"Kau duduk lah di sini..." Kai meminta Kyungsoo duduk di sebuah bangku di depan akuarium yang kini nampak lebih kecil dari pada saat mereka pertama kali mengunjungi toko manisan ini. Tak lama kemudian Kai datang dan membawa beberapa Lollipop jeruk kesukaan Kyungsoo.
"Orange Lollipop..." Pekik Kyungsoo bahagia langsung mengambil lollipop itu.
"Ottoke arra?" Kyungsoo langsung mengemut satu lollipop jeruk itu.
"Dulu, saat aku berusia 7 tahun, aku sedang menikmati acara pawai, tiba - tiba ada seorang gadis kecil menangis karena terpisah dari orang tua dan oppanya,... aku datang menghampiri gadis kecil itu, lalu membantunya mencari orang tua dan oppanya... tepat saat melihat dagang permen di pinggir jalan, gadis kecil itu nampak ingin sekali membelinya... aku langsung saja mentraktirnya makan lollipop itu di sini... tak berapa lama oppanya datang menjemput... nama kakak gadis itu adalah Do Suho... dan gadis itu... bernama Do Kyung...Soo..."
Kai menceritakan perihal masa lalu yang dia rasa sudah dilupakan oleh Kyungsoo.
"Jadi... anak yang membantuku itu kau? Kau jungii?" Kyungsoo melebarkan matanya seperti akan melompat dan berteriak, namun kondisinya tak memungkinkannya untuk melakukan itu.
"iya itu aku... dan gadis kecil itu... adalah cinta pertamaku... my first love! nan cheo sarang!"
"AKU?"
"Bukan kau... gadis kecil itu.."
"Tapi tetap saja itu aku..."
"Anii... mereka berbeda... gadis kecil itu begitu cantik, polos dan lugu..."
"Jadi kau mau bilang aku tak seperti itu lagi?"
"Tidak juga..."
"Lalu?"
"Jika Do Kyungsoo kecil itu adalah cinta pertamaku... maka Do Kyungsoo yang ada di hadapanku ini adalah.. Cinta terakhirku...ibu dari anakku"
Chup~ Kyungsoo langsung mengecup pipi Kai secara tiba - tiba. Kai merasa jantungnya berhenti berdetak selama beberapa saat. Dilihatnya Kyungsoo melanjutkan acara mengemut lollipopnya itu seperti tak ada sesuatu yang terjadi.
Ketika Kai ingin membalas ciuman itu, Kai mengincar pipi putih Kyungsoo namun disaat yang bersamaan Kyungsoo menoleh kearah Kai sehingga... kedua bibir mereka saling bersentuhan...
Sedetik...
Dua detik...
Tiga detik...
Empat Detik...
Mereka hampir saja tenggelam jika saja ponsel Kyungsoo tidak berbunyi... Kyungsoo melihat layar ponselnya, Kai juga dapat melihat siapa yang menelpon itu, Kyungsoo sempat diam sejenak, namun Kai meminta Kyungsoo untuk mengangkatnya saja...
Setelah Kai setuju maka Kyungsoo mengangkatnya...
K: "Nde Chanyeol-ah..."
C: "kau dimana?"
K: "ah...aku..di..."
C: "apakau dirumah?"
K: "Ah...iya...iya"
C: "seingil chukkae!"
K: "ooo... gumawo..."
C: "sebentar lagi jika acaraku selesai... aku akan ke apartemenmu nde.. aku punya sesuatu"
K: "aaa... tidak usah... begini saja cukup..."
C: "Kyungsoo-ah.."
K: "Oh?"
C: "Boggoshipeoseo..."
Mendengar Chanyeol mengatakan itu, Kyungsoo langsung menoleh kearah Kai yang masih setia menatapnya. Kyungsoo langsung menutup telponnya tanpa peduli Chanyeol masih memanggil namanya.
"Ayo kita lanjutkan jalan - jalannya saja... anakku nampak bahagia bisa jalan - jalan sama appanya..." Kyungsoo meletakkan tangan Kai di perutnya... membuat gerakan memutar seperti sedang mengelus bayi itu. Kai yang menangkap sinar mata gugup Kyungsoo tak bertanya apa yang Kyungsoo dan Chanyeol bicarakan di telpon
.
.
.
"Boggoshipeoseo"
tuut tuuut tuut
"ya... Kyungiie-ah...yeobuseo?... ah,... kenapa dimatikan?" Chanyeol berkata sendiri pada ponselnya. Baekhyun agak berjengit saat Chanyeol berkata "Boggoshipeoseo" pada Kyungsoo di telpon.
"Chanyeol sunbae... sunbae benar - benar serius akan menunggu mereka berpisah?" Baekhyun berkata agak takut.
"Nde... aku akan menunggu mereka berpisah, aku yakin Kyungsoo akan kembali padaku... kau juga harus yakin jika Jongin akan kembali padamu... oh ya,.. tadi aku mau mengajakmu ke korner konsultasi jurusan kan? khajaa!"
Baekhyun mengikuti Chanyeol ke korner yang dia promosikan tadi. Baekhyun masih memikirkan hal yang terjadi kemarin, saat mereka berempat duduk bersama dan terjadi sebuah ketegangan,... sejujurnya Baekhyun bisa melihat betapa Kyungsoo dan Kai saling mencintai... tapi apakah benar kemungkinan yang dikatakan Chanyeol itu benar adanya?
.
.
.
Sementara itu Kai mengajak Kyungsoo menyusuri Sungai Han yang indah, mereka beranjak ke pameran seni Universitas Seoul, mereka melihat - lihat hasil karya seni mahasiswa itu. Kai mengambil banyak sekali foto Kyungsoo melalui ponselnya. Bahkan dia sempat mengganti avatar twitternya dengan foto selca mereka, Kai juga semapat mentweet sesuatu
KAIjong94 jika memang ada kekuatan untuk menghentikan waktu, tolong hentikan hari ini selamanya...
Dan mengupload sebuah selca mereka berdua berlatar belakang sungai Han.
Kibum si ratu sosialita langsung mendapatkan update dari tweeter Kai yang memang sudah lama tak memiliki tanda - tanda kehidupan. Kibum langsung meretweetnya, menjadikannya favorit, kemudian menyimpan foto itu, dan menguploadnya di instagram pastinya dengan banyak hastag yang menyertai.
.
.
Tidak hanya Kibum, Chanyeol dan Baekhyun juga melihat update twitternya. Bisa dibayangkan perasaan mereka melihat Kyungsoo dan Kai begitu bahagia kan?
"Chanyeol sunbae-nim..." Baekhyun melihat perubahan raut wajah Chanyeol yang terdiam karena update tweeter Kai
"Kyungsoo-ah... kau berbohong padaku..." gumam Chanyeol tanpa menghiraukan keberadaan Baekhyun.
Chanyeol berlari berniat mencari Kai dan Kyungsoo. Baekhyun sesegera mungkin mengejar Chanyeol.
.
.
"Jongin-ah... ayo kita beli peralatan bayii..." Kyungsoo menggandeng lengan Kai dengan manja
"aaaah... jangan...jangan sekarang... aku sedang ingin pergi ke suatu tempat... " Kai tersenyum cemerlang
"Ya... Jongin appa! persiapan itu sangatlah penting! Dari jauh - jauh hari kita perlu menyiapkan peralatan bayi kita..." Kyungsoo berkata dengan punuh semangat
Kai mengangguk - angguk mengerti maksud Kyungsoo.
"Okay kalau begitu... aku akan membelanjakan tabunganku untuk kebutuhannya... namun sebelum itu aku harus ke suatu tempat... aku sudah janji,... " Kai dan Kyungsoo terus berjalan menuju ke parkiran
"Okay... aku akan ikut denganmu appa..."
"Gumawo eomma.."
Chanyeol masih berlari - lari mencari Kyungsoo dan Kai sementara Baekhyun mengejar Chanyeol.
Dari kejauhan chanyeol dapat melihat Kyungsoo dan Kai menuju kearah parkiran, Chanyeol dan Baekhyun kembali mengejar. Kyungsoo dan Kai sudah masuk kedalam mobil mereka dan mobil itu bergerak perlahan ketika Chanyeol dan Baekhyun sampai di parkiran. Chanyeol bergegas menuju ke mobilnya dan lagi - lagi Baekhyun mengejarnya.
"Chanyeol sunabe... kau mau kemana?" Baekhyun menghampiri Chanyeol yang sudah membuka pintu mobilnya
"aku akan mengejar mereka, Kyungsoo berbohong padaku, itu pasti ulah Jongin!" Chanyeol sudah menutup pintu mobil dan mobilnya siap melaju, namun Baekhyun langsung berdiri di depannya.
"MWO?" Chanyeol mengeluarkan kepalanya dan berteriak
"Jika itu tujuannya aku akan ikut..."
Baekhyun dan Chanyeol akhirnya mengejar Kai dan Kyungsoo. Chanyeol menyetir sangat ugal - ugalan penuh emosi mengejar mobil Kyungsoo dan Kai namun tetap tidak terkejar. Ketegangan ikut memenuhi mobil itu.
.
.
"MAX Interior Designer?" Tanya Kyungsoo heran melihat tempat tujuan mereka.
"ooo... yang punya tempat ini adalah pelanggan di cafe, dia sering sekali minum kopi di tempatku terutama setiap sabtu dan minggu bersama yeoja chingunya... aku ada janji dengannya.."
Kai mengajak Kyungsoo masuk kedalam kantor designer interior itu. Kai melapor pada front office bahwa dia sudah punya janji bertemu dengan pemiliknya. Tak berselang lama, Pria bertubuh tinggi sangat tinggi datang menghampiri mereka
"Jongin-ah waseo... ahaha... ini pasti istrimu yang selalu kau ceritakan itu.." Changmin menjabat tangan Kai
"Nde, Hyung... dia adalah istriku..." Kai memperkenalkan Kyungsoo dan kyungsoo langsung memberi salam
"Aku sudah mempersiapkan yang kau minta... dan aku harap kau bisa menjadi yang terbaik..." Changmin menepuk pundak Kai, setelah itu pria tampan dan tinggi tersebut meminta anak buahnya memasukkan beberapa barang yang Changmin berikan pada Kai.
"Aku senang bertemu orang sepertimu, kau begitu pekerja keras dan tangguh..." Changmin memuji Kai
"Jangan begitu hyung... aku buka apa - apa tanpa Kyungsoo dan anakku.." Kai tersipu malu.
"Menjadi namja yang memiliki tanggung jawab besar di usia semuda kau... itu bukan hal yang mudah Jongin-ah... dan aku juga belum tentu sanggup jika dihadapkan kepada hal yang sama denganmu.." Changmin tersenyum bangga melihat pemuda manis itu tersenyum
"Kyungsoo-ah... jaga jongin baik - baik nde... Aegy-ah.. kau punya appa yang hebat.." Changmin berkata sambil mengelus perut buncit Kai.
Setelah beberapa barang dimasukkan kedalam mobil, Kai langsung berpamitan... dan di mobil Kyungsoo sedikit bingung, itu semua untuk apa...
"aaah... waktu ini aku sempat melihat Changmin Hyung sedang pusing di cafe, aku lihat dia sedang mengerjakan sebuah desain untuk cafe juga... karen aku tertarik jadinya aku bantu..." Kai menjelaskan
"aaah... lalu barang - barang itu?" Kyungsoo masih penasaran
"Kan sudah kubilang aku membantu Changmin hyung... sepertinya tahun depan aku akan mengambil SATku dan mengambil jurusan desain interior juga.." Kai berkata sambil menyetir mobilnya
"Aaaa... aegy-ah... appamu adalah seorang desainer interior.. yaaay.." Kyungsoo mengusap perutnya dengan senang.
"Kau sendiri, apa kau masih ingin menjadi dokter?" Kai bertanya pada istrinya
"Anii... aku sudah tidak tertarik lagi dengan kuliah... sekarang cita - citaku adalah menjadi ibu rumah tangga yang baik, istri yang baik dan juga ibu yang baik untuk anak - anakku.." Kyungsoo menjawab dengan bangga
"Uah... apa kau juga akan menjadi sosialita seperti Kibum eomani...?" Kai meledek Kyungsoo, lalu Kyungsoo memukul - mukul bahu Kai dengan manja
.
.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat belanja peralatan bayi, disana sudah ada Eunhyuk, Kibum, Donghae dan Siwon. Mereka adalah calon kakek dan nenek paling heboh se-Korea Selatan. Mereka berempat sangat antusias menyambut kedatangan si kecil yang akan lahir sekitar 1bulan lagi...
"Ya,,, Kyungiie... jongiiee.." Eunhyuk menghampiri Kai dan kyungsoo
"Ya eomma... kalian ikut juga mencari peralatan bayi?" Kai kaget melihat semua orang tua lengkap di sana.
"Ya... apa kau mau tetap sok tidak menerima bantuan dari kami terus terusan? eoh?" Donghae sedikit menjitak kepala Kai
"Heei! jangan sakiti menantuku... bagaimanapun dia sudah menjadi suami terbaik untuk putriku... aku sangat menyayangimu jongin-ah.." Siwon menepuk pundak Jongin dengan bangga.
"Dan sekarang, kau tidak boleh menolah pemberian kami... kami tidak memberikannya padamu... kami memberikannya pada cucu kami.." Kibum berkata sambil menyipitkan matanya.
Disana mereka menghabiskan waktu untuk mencari peralatan bayi, mulai dari baju bayi, sepatu, sarung tangan, tempat tidur, baby bathup dan semuanya yang berhubungan dengan bayi. Siwon dan Donghae juga kembali bertengkar karena Siwon ingin cucu mereka perempuan dan membelikan semua barang bernuansa pink sementara Donghae ingin cucu mereka laki - laki jadi dia membelikan yang berwana biru. Kibum dan Eunhyuk sampai lelah melerai kedua calon kakek itu.
"yaaa... kenapa kau mengambil barang - barang berwarna pink?" Donghae merebut selimut bayi yang dipegang Siwon
"Kau sendiri kenapa mengambil barang berwarna biru?" Siwon merebut kembali selimut bayinya
"Tentu saja cucuku pasti laki - laki... dia harus kuat, tangguh..." Donghae berkata dengan mantap
"Mana mungkin... kau lihat saja Kyungsoo... ciri - cirinya menunjukkan cucuku itu perempuan..." Siwon membantah
"Anii... cucuku laki - laki!" Donghae mulai ngotot
"Mwoo? memang kau siapa enak saja menentukan... dia pasti perempuan" Siwon mendelikkan mata bundarnya
"YA! Aku ini kakeknya!" Donghae mulai kesal
"YA! YA! Kau kira aku ini siapa? Aku juga kakeknya...!" Siwon juga ikut kesal
"Pokoknya tidak boleh ada warna pink!" Donghae bersikeras
"Tidak boleh juga ada warna biru!" Siwon lebih bersikeras.
cekrek~
Pertengkaran Dua calon Kakek
#Do#Siwon#Kim#Donghae
#mereka#berdua#calon#kakek#yang#lucu
#bertengkar#karena#warna#selimut
Setelah selesai dengan isntagramnya Kibum langsung melerai kedua calon kakek muda itu...
"Yaa... sudah lah... ini tempat umum" Kibum menyikut suaminya
"Kalian ini sudah hampir menjadi kakek masih saja ribut!" Eunhyuk menimpali
"Aku hanya ingin cucu perempuan,... mengenakan selimut cantik ini... pasti akan sangat imut" Siwon mengadu pada istrinya
"Aku juga hanya ingin cuuc laki - laki yang tangguh! memangnya kalian siapa melarangku menginginkan cucu laki - laki?" Donghae mengerutkan alisnya
"YA! KAMI NENEKNYA!" Kibum dan Euhnyuk berteriak bersama.
.
Disisi lain ketika Kai sedang melihat - lihat sepatu bayi, beberapa orang yeoja dan pramuniaga yeoja berbisik - bisik melirik Kai yang sangat tampan itu. Bahkan seorang yeoja sengaja menjatuhkan belanjaanya di dekat Kai demi meraih simpati namja ber smirk sexy itu. Kai akhirnya mau - tidak mau harus membantu yeoja itu. Namun setelah Kai selesai yeoja itu tetap mengejar Kai.
Kyungsoo yang tak tahan melihat yeoja - yeoja itu langsung menghampiri Kai dan dengan manja menggandeng Kai.
"Appa... aegy ingin diusap - usap appa..." Kyungsoo berkata dengan penuh aegyo
Kai mennyambut istrinya dengan sangat manis, lalu menundukkan badannya sejajar perut kyungsoo dan mengusap - usap lembut perut itu.
"mmm..anak appa kangen appa ya... ayo cepatlah lahir nak,,, nanti kita main bersama... oke.." Kai kemudian mengecup lembut perut Kyungsoo lalu mengecup kening Kyungsoo penuh kasih sayang.
"mmm... istriku tampak lelah... ayo kita duduk, biar kakek dan nenek saja yang mencari kebutuhannya.." Kai langsung mengajak Kyungsoo duduk di sebuah sofa di toko itu.
Yeoja yang tadi memandang penuh rasa lapar kearah Kai, kini memandang dengan penuh cemburu dan iri kepada Kyungsoo karena memiliki suami yang sexy, tampan, lembut dan perhatian seperti Kai.
Setelah selesai belanja Kai dan Kyungsoo berpisah dengan orang tua mereka di sana, sementara perlengkapan bayi yang mereka beli hari ini akan dikirim langsung ke apartemen Kai dan Kyungsoo minggu depan. Karena Kyungsoo sangat cepat lapar, akhirnya mereka mampir ke sebuah cafe untuk membeli orange cheese cake dan bubble tea.
.
.
Hari sudah mulai petang, hujan mengguyur kota Seoul yang padat. Chanyeol dan Baekhyun sejak sore masih berputar - putar mengelilingi kota Seoul, masih mencari dimana keberadaan Kai dan Kyungsoo. Chanyeol sudah mulai frustasi, Baekhyun agak takut melihat Chanyeol seperti itu. Baekhyun merasa ada sesuatu yang membuat dia harus tetap bersama namja itu, Baekhyun ingin menenangkan rasa sakit yang dirasakan Chanyeol, karena dia juga tau betapa sakit rasanya.
Tak beberapa lama setelah mobil Chanyeol berhenti, Chanyeol melihat pemandangan diseberang jalan yang sangat tak ingin dia lihat ... Kyungsoo memeluk Kai yang memayunginya dan berjalan kearah mobil, sebelum masuk mobil bahkan Kai mencium bibir Kyungsoo dua kali...
Chanyeol yang tak tahan langsung keluar dari mobilnya, Baekhyun menyusul Chanyeol yang penuh amarah itu.
"Chanyeol Sunbaenim... mau kemana?" Teriak baekhyun ditengah hujan
Chanyeol hanya diam dan menunggu lampu menyebrang berubah menjadi hijau...
"Chanyeol Sunbaenim..." Baekhyun menghentikan langkah Chanyeol
"Jangan hentikan aku! Kyungsoo milikku... Jongin tidak boleh mengambilnya!"
"Chanyeol Sunbae! jangan seperti ini,... jaebal!"
"Apa kau tidak sakit hati melihat orang yang kau sayangi bersama dengan orang lain?"
"Chanyeol sunbae! percayalah! Aku mengerti apa yang kau rasakan! Aku juga sangat mencintai Jongin oppa..."
"Kalau kau mencintainya rebut dia kembali!"
"Anduweee... bukan seperti itu caranya mencintai seseorang!"
"Lalu bagaimana aku harus mencintai Kyungsoo jika seperti ini?"
Chanyeol melepaskan paksa tangan Baekhyun dan langsung mengambil langkahnya... dengan cepat Baekhyun memgejar Chanyeol dan memeluk Chanyeol dari belakang.
"Sunbaenim...jaebal... jangan begini..."
"Wae? Kenapa aku tidak boleh begini? Kenapa?"
"Karena jika kita terus masuk kedalam kehidupan mereka... kita hanya akan membuat mereka semakin tersiksa... apa sunbae mau orang yang sunbae cintai menderita?"
Chanyeol terdiam mendengarkan perkataan Baekhyun. Mereka tidak peduli berapa deras yang mengguyur tubuh mereka dan berapa banyak orang yang menonton mereka saling berteriak di pinggir jalanan.
"Tapi aku juga tersiksa melihat mereka bersama.." Chanyeol menitikan air matanya
"Nadoo... aku juga sangat tersika melihat Jongin oppa bahagia dengan orang lain... tapi aku akan lebih tersiksa jika melihat Jongin oppa bersedih... jangan pisahkan Kyungsoo sunbae darinya,... jaebal..."
Baekhyun memeluk Chanyeol sangat erat dan menangis di punggung namja bertubuh tinggi itu.
"Jika saat ini kita memang benar - benar mencintai mereka... maka lepaskanlah mereka... biarkan mereka hidup bahagia dengan orang yang mereka cintai... karena dengan merelakannya, akan membuat hidup mereka menjadi bahagia... membuat mereka bahagia...begitulah seharusnya kita mencintai mereka..." Baekhyun perlahan melepaskan pelukannya pada Chanyeol.
Mobil Kai dan Kyungsoo sudah tidak ada... mereka sudah pergi. Baekhyun dan Chanyeol masih berdiri dibawah hujan. Chanyeol menangis dalam diamnya, setidaknya hujan menyamarkan air matanya. Chanyeol memikirkan kata - kata Baekhyun, dia ingin sekali sesuatu menampar dirinya, dia merasa begitu jahat kepada Kyungsoo selama ini... Dia terlalu sering datang dan mengacaukan kehidupan Kyungsoo, Chanyeol lah yang membuat Kyungsoo terus merasa bersalah jika dia mencintai Jongin. Chanyeol kini sadar, apa yang dikatakan Baekhyun semuanya benar... kadang untuk mencintai seseotang, kita harus rela melepasnya...
Chanyeol berbalik dan menatap seorang gadis berseragam sekolah sedang tertunduk dalam tangisnya... Chanyeol menatap dalam Baekhyun yang menangis dibawah guyuran hujan bersamanya,
"apakah ini juga sangat sakit untukmu?" Chanyeol bertanya pada Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk dan masih menangis
"aku... melihat kita berdua sangat menyedihkan..." Chanyeol menarik Baekhyun kedalam pelukannya, menepuk - nepuk punggung Baekhyun dan merasakan isakkan pedih hati Baekhyun.
"Jaebal... jangan usik mereka lagi... kita akan semakin menyedihkan jika melakukannya..." Baekhyun berkata sangat pelan dalam pelukan Chanyeol, namun Chanyeol mampu mendengarnya.
"Khaja..."
Chanyeol menuntun Baekhyun kembali ke mobil.
.
.
Sesampainya di rumah Baekhyun, Chanyeol menemukan sebuah note
"aegy-ah... eomma dan appa harus kembali ke Jeju sekarang... kau jaga diri baik - baik ya"
Chanyeol memberikan note itu pada Baekhyun dan Baekhyun pun tersenyum.
"Eomma dan appa memang tinggal di Jeju untuk bisnis hotel dan villa... aku tinggal di Seoul karena harus sekolah di sini..." Baekhyun menjelaskan.
"mmm... kau tinggal sendirian, kau tak punya saudara?" Chanyeol bertanya sambil membuka jasnya yang basah
"Aku dulu punya oppa, tapi tiga tahun yang lalu oppaku kabur dengan pacarnya karena hubungan mereka tidak disetujui oleh appa..." Baekhyun kembali menundukkan kepalanya
"Ah... mianhae... aku tidak tau.." Chanyeol menggaruk tengkuknya salah tingkah
"mmm... gwuenchana sunbaenim..." Baekhyun tersenyum manis
PLETAK... BRUG...JDEEEERRR...
"AAAAK" Baekhyun langsung jongkok dan menutup telinganya
Chanyeol agak berjengit karena kaget mendengar teriakan Baekhyun
"Wae Baekhyun-ah? Gwuenchana?" Chanyeol menghampiri Bakehyun
"Petir... hujannya semakin deras..." Baekhyun masih menutup telinganya
Chanyeol melihat kearah luar rumah, Hujan semakin lebat dan bercampur dengan angin sehingga salah satu pot bonsai dirumah itu jatuh.
"Sepertinya ini bukan hujan biasa... ini Badai..." Chanyeol bergumam.
"Sunbaenim... sebaiknya sunbae tinggal disini dulu, situasinya menyramkan di sini..." Baekhyun sudah kembali berdiri
"Mmmm... baiklah... aku rasa itu yang terbaik" Chanyeol mengangguk pelan
Baekhyun meminta Chanyeol untuk duduk di ruang tengah sementara Baekhyun meminta maidnya untuk menyiapkan segala sesuatunya. Tak lama kemudian Baekhyun yang masih menggunakan seragam basahnya menghampiri Chanyeol.
"Chanyeol sunbae... ini baju gantinya,... ini punya Jonghyun oppa, mmm... karena kamar tamu sedang direnovasi jadi Sunbae sebaiknya menggunakan kamarku saja" Baekhyun menatap Chanyeol dengan smiling eyesnya
"Mwo? lalu kau dimana?" Chanyeol sedikit kaget.
"Aku... bisa pakai kamar Jonghyun oppa... oppaku tidak suka orang lain masuk - masuk ke kamarnya, jadi biar aku saja yang dikamar itu.." Baekhyun menjelaskan disambut anggukan kepala Chanyeol
.
.
Setelah selesai berganti pakaian Chanyeol hendak kembali ke ruang tengah, namun aroma sedap dari arah dapur menggoda hidungnya.
"Chanyeol Sunabe... kita makan malam dulu..." Baekhyun menata makanan diatas mejanya.
"Ya... ternyata ini Badai... untung saja acara di Sungai Han sudah berakhir tadi sore..." Chanyeol menghampiri meja makan dan melihat banyak makanan yang tertata rapi
"Silahkan duduk... aku tidak jamin rasa masakan ini enak, tapi ini kemampuanku,.." Baekhyun duduk di depan Chanyeol
"Gwuenchana... aku bukan tipe orang yang memilih makanan..." Chanyeol menyendok soupnya dan mencicipi masakan Baekhyun tersebut
"uhuk..." Chanyeol tiba - tiba terbatuk setelah mencicipi soup itu
Baekhyun menggigit bibir bawahnya dan menggenggam sendoknya dengan erat.
"Mmmm...apa kau memasaknya dengan air laut? ini asin sekali...Apa kau tidak mencicipinya?" Chanyeol lalu minum airnya untuk segera menetralkan rasa asin soup itu
Baekhyun hanya menggeleng lalu menundukkan kepalanya... "Aku sendiri takut mencicipi masakanku..."
"Ahahahahahaa..." Chanyeol malah tertawa melihat ekspresi baekhyun
"Sunbaenimm... sudahlah..." Wajah baekhyun begitu merah dia sangat malu dengan hasil masakannya
"Ahahaha... nde ... nde..ahaha... yaa... tapi terimakasih sudah berniat membuatkan masakan untukku... setidaknya ada yang lain yang bisa dimakan..." Chanyeol mengedarkan pandangannya meneliti semua hidangan di sana dan ...
"Ahahahahahahahaaaa..." kembali tertawa,...
"Sunbaeniiiim... jaebal..." Baekhyun semakin malu dengan dirinya sendiri
"Hmmm...nasinya kurang matang, dan ini... telurnya terlalu matang sehingga kuningnya pecah... dan kimchi ini... harusnya tidak usah kau tambahkan air jeruk... tidak semua kimchi akan enak jika ditambah air jeruk"
Baekhyun mengangguk dengan ekspresi super polosnya mendengar nasehat Chanyeol, dalam hatinya dia berkata 'seharusnya dia meminta maidnya saja untuk memasak'
Chanyeol berjalan kearah dapur dan melihat isi kulkas. Kepala mengangguk sebentar kemudian menoleh kearah Baekhyun yang masih duduk di kursinya.
"Boleh aku yang masak?" Chanyeol menunjukkan dua butir telur ditangannya
"Chanyeol Sunbae bisa masak?" Baekhyun antusias menatap Chanyeol
"Hanya omlet sederhana... setidaknya aku berani jamin masakanku akan lebih baik dari pada soup lautanmu itu... ahahahaha..." Chanyeol tertawa lagi hingga membuat Baekhyun rasanya ingin melemparkan soup itu ke lautan.
Baekhyun melihat cara Chanyeol memasak omlet sederhananya. Chanyeol meminta bantuan Baekhyun untuk memotong daun bawang dan sosis, sementara dirinya sendiri memotong kubis dan wortel. Chanyeol bahkan menggoda cara memotong baekhyun yang terlalu lambat dan tidak simetris, Baekhyun hanya terima - terima saja tapi sesekali mempoutkan bibirnya karena pura - pura ngambek. Setelah itu Chanyeol mengambil mangkuk cukup besar dan membuka 3 butir telur, kemudian memasukkan semua bahan yang dipotong tadi. Tapi Chanyeol hanya menambahkan garam dan merica kedalamnya, tidak ada bumbu lainnya.
Baekhyun menyalakan kompor dan meletakkan sebuah teflon diatasnya, Chanyeol mengoleskan margarin secukupnya dan menuangkan setengah adonan ke dalam teflon. Baekhyun dengan girang menepuk tangannya melihat aksi Chanyeol memasak, Chanyeol tentu tidak melewatkan kesempatan untuk memamerkan keahliannya. Beberapa menit kemudian, dua buah omlet sederhana ala Chanyeol siap dihidangkan. Baekhyun memberikan hiasan dipinggir - pinggir piring saji dan menuangkan saous dan mayonais diatas omlet tersebut.
"Waaah... kau kreatif juga... omlet ini jadi cantik setelah kau hias..," Chanyeol memuji hiasan piring Baekhyun
"Ahahaha... itulah keahlianku... dan itulah kenapa tampilan masakanku sering menipu rasanya... hehehe" Baekhyun terkekeh dan kembali disambut tawa riang Chanyeol.
Mereka makan dengan gembira sambil bercerita hal - hal menyenangkan tanpa menyentuh nama "Jongin dan Kyungsoo".
.
.
.
.
Sementara itu, Kai sedang menjaga Kyungsoo yang tertidur. Perlahan - lahan Kai meninggalkan Kyungsoo yang sudah terlelap dan masuk kekamar sebelahnya. Kai memandangi kamar itu tiap sudut, jengkal, pojok dan semuanya. Kai menganggukkan kepalanya pelan lalu mengitari ruangan itu seperti sedang melakukan ritual.
Setelah dia merasa yakin, Kai lalu membuka barang - barang yang diberikan Changmin tadi sore. Kai mulai mengukur dan menggambar di sebuah kertas. Dia mengambil beberapa contoh warna Cat yang juga diberikan Changmin. Kai memutuskan untuk memilih warna hijau muda. Lalu dilihatnya lagi beberapa wall stiker dan wall paper di dalamnya. Kai mengangguk sambil tersenyum geli sedniri. Kai mulai membersikan tembok kamar itu dan melapisi lantai kayunya dengan koran. Setelah itu dia mengecat ulang seluruh kamar selebar 4x4 meter itu. Kai yang cekatan dan teliti mampu menyelesaikat proses pengecatan itu selama 2 jam.
Jam menunjukkan pukul 2 pagi namun Kai masih terlalu asik dengan kegiatannya, menghias kamar untuk bayi kecilnya. Kai memilih warna hijau muda karena dia merasa itu adalah warna yang sangat segar dan menyejukkan. Kai mulai menempel wall stiker ketika cat yang cepat kering itu sudah benar - benar kering. Kai menempel dengan penuh hati - hati. Sesekali dia bergumam sendiri membayangkan betapa bahagianya dia melihat anaknya akan tidur di kamar yang dia siapkan sendiri.
Karena kamar itu kecil jadi Kai dapat dengan mudah dan cepat menyelesaikan penempelan wallpaper dan wall stikernya. Namun dia rasa ada yang kurang. Kai kembali melihat cat - cat yang dia punya. Dia mengambil kuas dan mencocokkan warna, setelah itu dia mulai menggambar di tembok, menggambar berbagai macam tokoh kartun yang dia tau seperti pororo, crong, pocoyo dan lain sebagainya. Dia bahkan tertawa geli sendiri melihat hasilnya.
.
.
Kesokan harinya Kyungsoo bangun dan mendapati sebelah tempat tidurnya kosong. Tapi tidak ada suara ribut - ribut dari arah dapur, Kyungsoo berdiri dan memapah perut buncitnya dan berjalan perlahan lahan ke luar kamarnya. Namun dia mendapati kamar sebelahnya terbuka.
"apa jongin tidur di situ lagi ya?" gumam Kyungsoo
Kyungsoo membuka pintu kamar itu...
DEG
Airmatanya menetes melihat hasil karya Kai dalam semalam. Sebuah kamar bayi sudah diset dengan begitu indah di kamar itu, hanya tinggal ditata rapi dengan barang - barang yang kemarin mereka beli. Kyungsoo melihat Kai tertidur pulas di lantai beralaskan koran itu, Kyungsoo memandang wajah tampan yang terlihat sangat lelap itu.
"Appa... aegy bilang gumawo..." Kyungsoo berbisik dan Kai pun seperti tersenyum dalam tidurnya.
.
.
Kai terbangun jam 8 pagi karena alarmnya berbunyi. Dia harus bekerja dan mengembalikan mobil yang dia pinjam hari ini. Kai langsung menuju kamar mandi tanpa menyadari Kyungsoo sudah bangun, setelah mandi Kai mencari - cari kerdus ramyunnya namun sudah tidak ada.
"Kyungiie-ah... kau melihat kerdus ramyunku?" Kai bertanya sedikit panik
"Anii..." Kyungsoo menjawab agak tersenyum
"Uaaah... kau masak banyak sekali... apa sekarang perayaan Chuseok?" Kai masih menatap hidangan yang dibuat Kyungsoo
"Aniii..." Kyungsoo hanya menggelengkan kepala tanpa menatap Kai
"Lalu kenapa kau masak banyak sekali...?" Kai masih tidak mengerti
Kyungsoo lalu menghampiri Kai dan menakup pipi suami kesayangannya itu dan CHUP ... Kyungsoo mengecup bibir Jongin dan berkata
"Aku... memasaknya untuk sarapan suamiku..."
Kai memandang wajah cantik didepannya kemudian tersenyum kegirangan
"Aku? kau memasak untukku? ceongmal? cinca? cinca? aaaaahahaha..."
Kai langsung menghampiri meja makan itu, dia sendiri bingung bagaimana harus memulainya. Dia terlalu bahagia karena Kyungsoo memasak untuknya, bahkan saat makan Kai tak henti - hentinya tersenyum dan memuji masakan Kyungsoo.
.
.
.
.
.
Chanyeol membuka matanya dengan malas, dia sadar bahwa semalam dia dan Baekhyun tidur terlalu larut karena asik menonton koleksi film Baekhyun. Chanyeol meregangkan tubuhnya dan berguling - guling sebentar lalu terduduk ditempat tidur Baekhyun. Chanyeol menatap kamar Baekhyun secara keseluruhan.
Chanyeol melihat foto yang berjajar di dinding kamar itu, foto itu adalah foto baekhyun dari usia 0 hingga sekarang, jumlahnya ada 18 foto. Chanyeol terkekeh sendiri melihat foto - foto itu.
"yaaah... dia manis sekali saat masih kecil...aaa.. coba lihat mata sipit itu...hihihi keyopta.."
Chanyeol mengalihkan perhatiannya ke sebuah meja belajar yang sangat rapi, didepannya terdapat sebuah papan styrofoam berwarna pink yang diisi tempelan note Baekyun tentang rumus, teori atau hanya sekedar tulisan "Baekhyun Fighting" "Jangan menyerah" dan lain sebagainya. Buku - buku di rak juga ditata rapi sesuai jenisnya. Chanyeol merasa kagum dengan koleksi buku milik Baekhyun.
"waaah... dia juga membaca buku ini... eoh... dia bahkan mencatat beberapa kalimat penting.." Chanyeol membuka beberapa buku Baekhyun
Dikamar itu juga banyak koleksi boneka yang Chanyeol ajak tidur semalam. Chanyeol berdiri di tengah kamar sambil tersipu malu. Itu adalah pertama kalinya dia menginap dikamar seorang yeoja. Kamar Baekhyun sangat rapi dan ditata dengan manis. Sangat berbeda dengan kamar Chanyeol dirumah.
"Hmmm... anak ini manis juga... Byun Baekhyun... biasanya aku tidak bisa nyaman tidur dikamar orang... tapi kamarmu yang beraroma strawberry ini memang nyaman.." Chanyeol menganggukkan kepalanya.
Chanyeol mengambil sebuah kertas warna dan sebuah sepidol. Dia menuliskan sebuah pesan dan menempelnya di papan Baekhyun.
"yoo.. Byun Baekhyun Fighting! Jadilah Hoobaeku di jurusan Kedokteran Universitas Seoul dan dapatkan hadiahmu dariku! FIGHTING! - Park Chanyeol"
.
.
.
.
.
.
Waktu berjalan cukup tenang setelah hari itu. Kai dan Kyungsoo menjalani kehidupan rumah tangga mereka dan menanti kelahiran bayinya dengan sangat bahagia dan tanpa pertengkaran, tanpa kecemburuan, tanpa keegoisan. Kyungsoo kini benar - benar menjadi istri yang baik untuk Kai, bahkan Kai rela pulang untuk makan siang dirumah karena Kyungsoo memasak untuknya. Kyungsoo juga sering membantu Kai mempersiapkan diri untuk test SAT. nammpaknya Kai memang betul - betul ingin melanjutkan kuliahnya. Mereka berdua sudah benar - benar bersatu. Kai dan Kyungsoo sangat menikmati kehidupan damai mereka tanpa terusik Chanyeol.
Lalu kemana Chanyeol?
Chanyeol sibuk atau lebih tepatnya menyibukkan dirinya dengan perkuliahannya. Dia ingat janjinya pada Baekhyun untuk tidak mencampuri kehidupan rumah tangga Kaisoo. Bahkan kini Baekhyun dan Chanyeol sering bertemu dan bersama. Chanyeol membantu Baekhyun agar bisa menjadi hoobaenya. Dan seiring waktu pulang Chanyeol dan Baekhyun menjadi semakin dekat dan mengenal satu sama lain. Chanyeol juga sering diam - diam memasukkan susu stawberry atau jus strawberry kedalam tas Baekhyun. Demikian juga dengan Baekhyun yang sering mengirim selcanya yang tengah belajar pada Chanyeol.
.
.
.
.
.
Kyungsoo merasakan ada yang aneh dengan perutnya, rasanya sakit sekali. Kyungsoo membangunkan Kai yang tidur disebelahnya. Seperti biasa Kai selalu panik, namun kepanikannya kali ini jelas karena Kyungsoo akan melahirkan. Kai sudah menyimpan nomor - nomor penting di ponselnya, pertama dia menelpon ambulance agar menjemput Kyungsoo. Kemudian dia menelpon dokter kandungan Kyungsoo,Suho, kemudian orang tua mereka.
Kibum dan Eunhyuk yang sempat menjenguk mereka sudah menyiapkan satu tas yang sudah packing lengkap jika Kyungsoo tiba - tiba melahirkan. Kai dengan sigap menenteng tas itu ketika orang - orang dari rumah sakit menjemput Kyungsoo di apartemen mereka.
Kyungsoo terus menggenggam erat tangan Kai. Kai dengan sabar mendampingi istrinya yang menahan sakit, Kai meminta Kyungsoo untuk terus menarik napasnya dalam - dalam, Kai menyeka keringat Kyungsoo dan terus berdoa demi keselamatan kelahiran bayinya.
"Yixing-ah...apa ambulancenya sudah datang?" Suho yang kebetulan masih di rumah sakit malam itu bertanya pada kekasihnya yang juga dokter kandungan Kyungsoo
"belum oppa... tapi sepertinya sebentar lagi sampai" Lay juga agak cemas menanti ambulance yang membawa kedua adik iparnya
"Ah itu dia..." Suho langsung berlari menuju ambulance
"Kyungsoo-ah... gwuenchana.. nde... oppa disini..." Suho meraih sebelah tangan Kyungsoo
"Oppa... sakit sekali oppaa..." Kyungsoo merintih pada Suho
"Aegy-ah... sabar sebentar ya..." Kai mengelus perut Kyungsoo. Kini napas Kyungsoo agak tidak beraturan
"Kyungii... sayang... waseo... tenang ya,... semua akan baik - baik saja.." Lay menghampiri Kyungsoo diruang bersalin
"Jongin-ah... kau tetap disamping Kyungsoo nde... berikan semangat padanya..." Lay menebar senyum menenangkan
"Nde Yixing noona" Kai yang begitu gugup menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari Kyungsoo
"Ah Suho oppa... kau berjaga lah diluar, siapa tau para orang tua datang..." kata Lay setelah persiapan selesai
"aaah arraseo..."
Suho lalu pergi dan meninggalkan adiknya
"Okay Kyungsoo... sudah siap yaa... sekarang tarik napasmu perlahan sayang..." Lay berkata dengan nada lembut
"Gwuenchana Kyungii-ah... sebentar lagi kita bertemu dengannya,..." Kai menggenggam erat tangan Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk pelan.
Tubuh Kyungsoo penuh dengan keringat menarik napasnya perlahan dan mendorong bayinya sekuat tenaga.
"Chua... ayo Kyungsoo... kepalanya sudah muncul... tariik napas lagi sayang... ayo eommaa..." Lay menyemangati adik iparnya
Kai tak bisa melakukan apa - apa... dia ingin sekali membantu Kyungsoo tapi dia tak mengerti apa yang harus dia lakukan. Kai akhirnya menangis, perasaanya bercampur aduk melihat Kyungsoo berjuang. Kyungsoo mencengkram erat tangan Kai, Kai tak peduli sakitnya cengkraman itu. Kai hanya tersu memberi semangat pada Kyungsoo dan terus berdoa.
OOOEEEEEEEEK...OOEEEEKKK...
Suara tangisan bayi menggema diruangan bersalin itu. Kyungsoo menarik napas panjang dan mendengar suara bayinya samar - samar.
"Kyungi-ah... anak kita sudah lahir... gumawo kyungii-ah... kau melakukannya dengan baik" Kai memeluk istrinya dan menangis kencang dalam pelukan itu.
"Jongin-ah... kita jadi orang tua sekarang..." Kyungsoo berbisik dengan sisa - sisa tenanganya.
"nde.. Kyungi-ah... naneun appa, noneun eomma..." Kai menitikan airmatanya terharu dengan perjuangan Kyungsoo.
"permisi.. kita harus membersihkan ibunya... anak anda sedang dibersihkan..." seorang suster menghampiri Kai dan membawa Kyungsoo keruangan lain untuk dibersihkan.
Lay menggendong bayi kecil itu dan menghampiri Kai. Kai hanya berdiri dan menatap Lay menggendong anaknya. Kai masih terus bercucuran air mata, dia tak menyangka anaknya telah lahir kedunia. Buah cinta dan kasihnya.
"Jongin-ah... anakmu cantik sekali..." Lay mendekatkan bayi yang tertidur damai dipelukannya itu.
"Dii...dia... putriku... ini...dia?" Kai terbata - bata dalam tangisnya menatap wajah damai bayi cantik itu.
"Aegy-ah... ini appamu..." Lay memberikan bayi itu untuk digendong Kai. Kai takut sekai menerima bayi itu. tangannya bergetar sangking gugupnya menggendong anaknya untuk pertama kali.
"noonaa... bagaimana cara menggendongnya...aku takut..." Kai berkata dengan polosnya. Lay lalu mengajari Kai bagaimana cara menggendong bayi itu. Kai dengan cepar memahami, bahkan putrinya seperti tertidur dengan bahagia ketika dipindah ke gendongan Kai.
.
.
Setelah Kyungsoo siap dan bayi itu mulai menangis. Kai mendekatkan bayinya kepada ibunya, Kyungsoo menangis melihat putri kecilnya itu menggeliat dipelukannya. Kyungsoo mulai menyusui bayinya untuk pertamakali. Kyungsoo membelai lembut bayinya yang tengah menyusu dengan tenang. Kai disampingnya memandang dengan penuh haru.
"Kungsoo... gumawo... cinca ceongmal gumawo..." Kai memulai pembicaraannya
"Mmm... Jongin-ah... no arra? sebenarnya aku ingin seorang bayi yang wajahnya mirip denganmu... nampaknya tuhan mengabulkannya.." Kata Kyungsoo tersenyum penuh kasih sayang memandang bayinya.
"Benarkah? dia mirip denganku?" Kai mendongakkan kepalanya dan melihat wajah bayi yang sedang sibuk menyusu itu.
"Ya... Jongin-ah... siapa nama bayi kita?" Kyungsoo bertanya dengan lembut
"mmm...aku tidak tau... masih belum yakin... dia terlalu cantik... aku tak tau nama apa yang cantik untuknya juga.." Kai mengusap tengkuknya bingung
"Yaa... bagaimana kalau namanya gabungan dari nama kita saja...mmm?" Kyungsoo memberi ide
"nama kita... Kim Jongin, Do Kyungsoo..."
"Do Kyungsoo? YA! namaku Kim Kyungsoo... aku istrimu.."
"ahaha,,, nde,, mian mian... Kyungin? Inkyung? JongKyung?"
"bagaimana dengan In Soo... Kim.. In.. Soo..."
"Kim In Soo?"
"mmm..."
"Okay... kalau begitu, anak appa... namamu Kim In Soo... In Soo ya... anyeong..."
.
.
.
.
.
.
BONUS STORY
.
.
.
3 TAHUN KEMUDIAN
.
.
"Appa... appa... appaaaaa..." In Soo membangunkan appanya yang masih tertidur pulas
"mmm... Insoo-ah... appa masih ngantuk... 5 menit lagi ya.." Kai mengulat di tempat tidurnya
"Annduuee... Inthoo mau nonton kaltun thama appa.." In soo menarik narik kaos yang dipakai appanya
"aaaaaak... uri gongju... appa ngantukk..."
"uaaaaaaa..."
In soo menangis karena appanya tidak mau bangun, Kyungsoo yang sibuk di dapur masuk kekamar dan menggendong In Soo keluar.
"aaa... mianhae sayang... appamu kemarin belajar sampai malam, hari ini appa harus ujian... In Soo nonton sama eomma saja ya.. sambil sarapan.." bujung Kyungsoo
"Thilleo..Thilleo... In thoo mau thama appa... Inthoo mau appa.." gadis kecil berwajah 99.99% wajah Kim Jongin itu mengerutkan wajahnya ngambek.
Kai tersenyum mendengar keinginan anaknya langsung bangun dan tak mempedulikan kantuknya.
"Benarkah? Insoo benar - benar mau sama appa?" Kai membuka pintu kamar dan mengeluarkan kepalanya. Insoo mengangguk imut dan menjulurkan tangannya tanda ingin digendong appanya.
Kai mengambil Insoo dari gendongan eommanya dan menggendong si kecil Insoo di bahunya. Kai menyalakan TV lalu mereka menonton kartun favorit mereka setiap pagi. Pororo. Kai dan Insoo bahkan menari dan menyanyi bersama menirukan pororo dan crong. Kyungsoo seperti biasa hanya bisa melihat kedua orang yang paling dicintainya itu dengan senyum bahagia.
"ya,... ya... cukup nonton TVnya ayoo mandi lalu sarapan!" Kyungsoo menggendong Insoo dan mencium pipi Kai yang menyodorkan pipinya penuh harap.
.
.
"Appa... Inthoo mau adik... Jinoo ceman Inthoo bilang dia akan punya adik..."
kata - kata anak itu membuat appa dan eommanya tersedak saat menyantap sarapan bersama. Kyungsoo dan Kai saling memandang dengan malu. Mereka berdua sibuk mengurusi Insoo dan Kai juga harus melanjutkan kuliahnya jadi mereka tidak sempat 'melakukannya' lagi selama ini. sekarang tiba - tiba anaknya sendiri berkata seperti itu, sungguh mereka seperti dua orang yang tertangkap basah.
.
.
.
.
.
"YA HOOBAE!" Chanyeol mengagetkan Baekhyun yang sedang menyusuri rak 102 di perpustakaan kampus mereka.
"Ya Sunbae!" Bisik Bakehyun yang kaget melihat deretan gigi yang tersenyum kearahnya.
"Ayo kita keluar... aku mau makan siang lapar..." Chanyeol mengusap - usap perutnya.
"Mau kemana? makan siang apa?" Baekhyun menyipitkan matanya sambil menunjukkan tumpukan buku yang dia bawa..
"Yaa.. belajarnya nanti saja..." Chanyeol mengerutkan wajahnya.
"Ya Chanyeol Sunbaenim sih enak sekarang sudah tinggal praktek.. aku? ujian semakin dekat..." Baekhyun mengerutkan keningnya
"Gwuenchana.. aku akan membantumu belajar.. tapi sekarang kita makan siang dulu... okay.." Chanyeol menarik lengan Baekhyun dan Bakehyunpun mengikutinya dengan malas.
"oh.. Chanyeol-ah.. Baekhyun-ah... kalian di sini?" Kai menyapa keduanya
"Aaah... Insoo appa... anyeong.." Chanyeol melambaikan kedua tangannya melihat Kai yang baru saja memasuki gedung perpustakaan
"Jongin oppa juga siap - siap ujian? Tuhkan .. semuanya siap - siap.. mana bisa aku hanya diam saja..." Baekhyun menggerakkan tangannya yang digenggam Chanyeol
"Ya... kalau Jongin belajar biarkan saja... pokoknya kau harus ikut aku"
"Chanyeol sunbae... ujianku besook... jaebal... aku mau belajar.."
"Ya! Ya! siapa yang pernah ujian duluan sebelum kau? Aku pernah mengalaminya... jadi tenanglah akan aku ajari.."
"Anii..shireo yeo... Chanyeol sunbae akan mengerjaiku lagi..."
"Ah... soal itu.. mianhae... yang dulu bercanda tapi sekarang aku akan mengajarimu..."
"Cincayeo?"
"Nde... aku berjanji didepan wajah Jongin yang nampak pintar akhir - akhir ini!"
Kai hanya tersenyum melihat dua orang itu, Kai mampu menangkap apa hal yang berbeda dari sekedar hubungan sunbae dan hoobae diantara mereka. Chanyeol dan Baekhyun memang dikenal sangat dekat bahkan mereka sering dijodoh - jodohkan karena saking dekatnya. Kai sendiri heran kedua orang yang dulu mengusik kehidupan rumah tangganya kini sibuk saling mengusik kehidupan masing - masing.
"Ya... sudah lah... makan siang saja dulu... belajar akan semakin melelahkan jika perutmu kosong.." Kai melerai dua orang itu
"Ah... nde oppa... aku akan makan siang.." Bakehyun mengangguk
"YA! Mwo ya ige? Kau lebih menuruti kata - kata Kkamjong daripaa aku?" Chanyeol memprotes
Kai sambil tersenyum meninggalkan kedua pasangan saling jatuh cinta namun menyembunyikan perasaan mereka itu dan masuk dalam gedung perpustakaan. Kai mendapatkan beasiswa karena 3 tahun yang lalu berhasil memenangkan lomba desain interior di perusahaan Changmin. Kai begitu menikmati kehidupannya yang sekarang.
.
.
.
.
"YA! Sunbae bilang mau makan siang... kenapa sunbae malah kerumahku?" Baekhyun memprotes
"Aku... mau makan siang disini dengan menu Soup air lautmu itu... ahahahaha..." Chanyeol berkata dengan lembut.
Mereka berdua masuk kedalam rumah Baekhyun yang tentu saja hanya ada beberapa maid membersihkan beberapa ruangan. Chanyeol dan Baekhyun sibuk berdua di dapur. Mereka bahkan memasak sambil bertengkar karena mereka memiliki selera berbeda, kemampuan memasak Baekhyun kini meningkat semenjak Chanyeol 'sering' mengajarinya. Kini soup air lautnya sudah berubah menjadi soup yang enak dan membuat Chanyeol ketagihan.
"aah... sesuai janji sunbae.. sunbae harus mengajari aku beberapa hal..." Baekhyun telah selesai mencuci piringnya dan melepas apronnya.
"Oke.. aku siap mengajarimu... hari ini aku free... kau juga kan?" Chanyeol berjalan mengikuti Bakehyun ke kamarnya
"mmm... hari ini kosong khusus untuk siap - siap ujian besok.." Baekhyun membuka pintu dan Chanyeol menutupnya kemudian
Baekhyun mencari beberapa buku yang berisi materi yang ingin dia tanyakan, namun sesuatu terjadi..
Chanyeol memeluk tubuhnya dari belakang, Chanyeol mengecup bahyu Baekhyun dan memeluk yeoja berambut pirang itu makin erat.
"Sun...Sunbae... apa yang kau lakukan...?" Baekhyun bertanya pura - pura tidak mengerti.
"Kau ingat, dulu aku berjanji memberimu hadiah? mmm kau bahkan masih menempel note itu..." Chanyeol masih memeluk Baekhyun. Baekhyun hanya menganggukan kepalanya kemudian Chanyeol membalikkan badannya,
Perlahan Chanyeol maju kearah Baekhyun dan Baekhyun berjalan mundur hingga menabrak lembut meja belajarnya. Baekhyun terduduk diatas meja belajarnya, Chanyeol semakin mendekatkan tubuhnya dan meletakkan kedua tangannya di atas meja mengapit tubuh Baekhyun.
"Aku akan memberikannya sekarang..." Bisik Chanyeol di telinga Baekhyun.
"Se...se..karang?" Baekhyun terbata
"Aku.. karena kau begitu menyukaiku... maka aku akan memberikan diriku sendiri sebagai hadiahnya untukmu.."
Wajah Chanyeol dan Baekhyun hanya berjarak beberapa centimeter saja, bahkan hidung mereka kini bersentuhan. Baekhyun memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya.
"Apa kau mau menerimaku sebagai hadiahmu?" Chanyeol bertanya sambil menatap wajah baekhyun
"Shireo..." Bisik Baekhyun, degupan jantungya dapat Chanyeol rasakan
"Wae?"
"Aku tidak mau Chanyeol sunbae sebagai hadiah..."
"Bagaimana jika aku menjadi namjachingumu... maukah kau menerimaku sebagai namjachingumu?"
"nnnndeee..."
Baekhyun menganggukkan pelan kepalanya, dan Chanyeol menyentuh bibir tipis Baekhyun dengan bibirnya. Chanyeol melumat lembut bibir Baekhyun perlahan Baekhyun juga membalas lumatan itu, Chanyeol memeluk tubuh mungil Bakehyun dan menyentuh punggung Bakehyun dengan lembut. Baekhyun membalas pelukan itu dan mengalungkan tangannya di bahu Chanyeol
Chanyeol menggendong Baekhyun yang mengaitkan kedua kakinya di pinggul Chanyeol dan masih saling melumat dan mengisap bibir satu sama lain. Chanyeol mengarahkan Baekhyun menuju tempat tidur dan merebahkan tubuh itu dibawahnya. Chanyeol masih mencumbu gadis berkulit seputih susu itu dan memberi sebuah kecupan panjang di bibirnya.
"Byun Baekhyun... saranghae..."
"Nadoo Saranghae Park Chanyeol Sunbaenim.."
"Sunbaenim?"
"mmmm..."
"Panggil aku oppa..."
"Chanyeol oppa?"
CHUP
"mmm...panggil aku itu... Baekhyun-ah... aku sangat mencintaimu..."
"Nadoo... oppa..."
Napas Baekhyun masih tak berarturan melihat namja tampan yang dicintainya selama 3 tahun terakhir ini menindih badannya diatas ranjang.
CHUP
Chanyeol mengecup bibirnya lagi. Bakehyun masih tak menyangka bahwa Chanyeol juga mencintainya
"Baekhyun-ah... gumawo... gumawo karena sudah menjadikan aku namja yang sangat beruntung... namja yang tidak menyedihkan lagi.."
"Sunbaenim..."
"OPPA!"
"Aaah... Oppa... aku juga berterimakasih padamu... karena oppa telah membuatku merasakan cinta.."
"Waktu telah menunjukkan padaku, bahwa kau adalah orang yang seharusnya aku cintai..."
"Jangan tinggalkan aku oppa..."
"Aku tidak akan memberikan rasa sakit pada hatimu... aku akan menyayangimu..."
"Berjanjilah akan selalu untukku..."
"Apa harus aku memberikanmu bukti bahwa aku tidak akan meninggalkanmu baekiie-ah?"
"mmm? apa?"
"Sama seperti yang Jongin berikan pada Kyungsoo mungkin?"
"mmmm?...Aegy?"
Baekhyun kaget saat Chanyeol mengangguk kemudian melumat bibir tipisnya kembali.
.
.
.
.
"Insoo-ah... appa pulang,..." Kai menenteng sebuah tas berisi boneka pororo kesukaan Insoo
"Insoo eomma... insoo mana? sudah tidur? tumben..." Kai mengintip ke kamar Insoo dan melihat kearah jam
"Seharian dia diajak main oleh Suho oppa dan Yixing uniie... dia pasti capek.." Kyungsoo membantu Kai melepaskan jaketnya
"Aaaah... padahal appa bawa kejutan untuknya..." Kai terlihat agak kecewa
"Gwuenchana... kau bisa menundanya sampai besok pagi kan...? Bagaimana ujianmu?"
"mmm... lancar... Kyungsoo-ah... tapi ada satu hal yang ingin ku lakukan dan tak bisa ku tunda hingga besok pagi"
"apa? mebuat desain lagi?"
"Aniii..."
Kai memeluk erat tubuh Kyungsoo dan mengecup pipi Kyungsoo.
"Aku tidak bisa menunda untuk membuatkan adik yang diminta Insoo..."
"Mwo... ya... kau belum mandi..."
"mmm... ayo mandi bersama.."
"tidak bisakah kau menundanya hingga habis mandi?"
"Aaaa... tidak bisa..."
Pipi Kyungsoo memerah Kai yang sudah melepas seluruh pakaiannya kini perlahan - lahan melucuti pakaian Kyungsoo. Kai mencium leher Kyungsoo menghisap setiap jengkal kulit di lehernya, tangannya tentu tak tinggal diam dan terus menggerayangi tubuh istrinya. Dan akhirnya Kai menggendong tubuh Kyungsoo dan membawanya ke kamar mandi, Kai merebahkan tubuh Kyungsoo ke dalam bathup yang telah berisi penuh air hangat, dan Kai ikut masuk kedalam bathup itu sehingga beberapa bagian airnya meluap.
Apa yang mereka lakukan disana?
Tentu saja kalian paham... hehehehe...
-END-
.
.
END! Akhirnya END juga... hehehe...gimana? puas sama ceritanya? author harap reader-deul pada puas sama ending ceritanya... walaupun author tau,,.. kalo diisi adegan NC pasti makin greget... tapi author gak mau bikin kasur kalian berantakan lagi atau ada majiccom yang beterbangan karena ketendang pas lagi baca adegan NC. hehehe...
Terus ikuti sekuel WE GOT MARRIED ala Author Park Eun Ry dalam berbagai versi.
Coming soon :
"WGM KaiHun version" itu yang paling banyak votenya.
"WGM SuLay version" itu optional
"WGM KrisHun version" ini special one shoot edition :)
"WGM Taoris version" karena ada yang sampe nge PM minta couple taoris.
itu semua dipublish sesuai dengan urutannya ya... hehehe... gumawoo...
dan sisanya masih nunggu playlistnya ya... paling lamberta minggu depan deh... hehehe
selalu menjanjikan fast update nih si author...
Replay for eviewers'
MinwooImitasi - - LeeYeon - Sexy Rose - MidnightPandaDragon1728 - yoo araa - diya1013 - ghea. - LethiciaFio - IndiraSatya1 - Amortentia Chan - Rosita230 - RaeMii - chocoDOnutKRISpy - Kim Hye Hwa-ssi - AnjarW - DianaSangadji - uwiechan92 - putchanC - AmeliaShim - Han Young Seul Kaisoohardship -
Cinca ceongmal nommu gumawoseo buat reader-deul setia yang selalu mereview karya author... Saranghae! jangan lupa diikutin terus ya sekuel ini... kekekke... buat yang udah follow dan favorite juga terimakasih banyak... buat para siders... author juga menucapkan terimakasih...
NB: tetep kalau kalian punya pairs yang mau dibuatin cerita di WGM versi author Park Hee Ry si VIP ELF dari EXO planet ini... silahkan di review dan cantumin pairs yang mau dibuatin ceritanya... akhir kata author ucapkan... AH.. SARANGHAEYEO!
