shingeki no kyojin. hajime isayama

cover image is not mine

rated. t

genre. romance

warn. plotless; AR

selembar ragu

written by line

Tidak, kamu tidak pernah berkenalan dengannya. Hanya melalui tatapan mata secara singkat, dan pergesekan tipis antara bahumu dengannya. Hanya sepatah maaf yang dibalas dengan anggukan pelan.

Tapi, kamu tidak juga dapat mengelak bahwa kamu jatuh hati padanya.

Sisi mana dari dia yang kurang memenuhi kriteriamu? Dia kuat. Dia disiplin. Dia berwibawa. Dia tegas. Dia bahkan terlalu sempurna untuk sosok seukuranmu.

Lalu, apa yang menyebabkanmu merasakan selembar ragu membungkus cintamu?

Saudara tirimu sudah mengiyakan. Mendukungmu, malah. Sahabatmu juga tak kalah semangat dalam hal mendukungmu. Senyum keyakinan selalu datang padamu dari orang-orang kesayanganmu.

Kenapa kamu tetap merasa ragu untuk mencintainya?

Tekadmu sudah bulat. Kamu akan mendekatinya, apapun yang terjadi. Tapi mengapa langkahmu selalu terhenti di saat melihat semangat dari saudara tirimu?

"Aku mendukungmu."janji sang Jaeger muda kepadamu. Tetap saja. Selembar ragu itu enggan berpindah dari hatimu. Semakin tebal, malah. Adakah sesuatu pada diri saudara tirimu yang bermarga Jaeger tersebut?

Kamu melilitkan syal merah tua itu ke lehermu lagi. Cuaca kali ini pengap, tapi kenapa kamu masih mau memakainya? Jangan bilang benda usang itu digunakan untuk mengingat jasa saudara tirimu. Bukankah hatimu sudah berpindah pada sang Kopral?

Ackerman, kamu seharusnya segera menyadari. Dapatkah kamu temukan jawaban mengapa hatimu ragu untuk mencintai sang Kopral? Mungkin, saudara tirimu itu memang hanya keluarga. Tapi, sadarkah bila seutas benang merah terlilit di antara kelingking kalian?

Kamu tidak punya waktu untuk memikirkan semua itu.

Kamu melangkahkan kakimu dengan mantap, menuju dimana saudara tirimu berada. Mengapa saudara tirimu yang kamu cari? Bukannya Kopral muda itu telah memikatmu?

Setiap langkah, kamu pikirkan baik-baik jawaban dari semua pertanyaan hatimu. Benarkah kamu mencintai sang Kopral? Kamu terdiam saat pertanyaan itu mengalun. Benarkah si Jaeger muda itu hanya keluarga? Langkahmu terhenti.

Kamu mengulum seutas senyum manis. Sebaris kalimat berisi jawaban sudah kau temukan. Kini, kamu mengerti mengapa kamu merasa ragu untuk mencintai sang Kopral.

"Mikasa! Kamu dari mana? Aku menunggumu dari tadi!"keluh Jaeger muda padamu. Kamu hanya bisa tersenyum tipis dan memohon maaf. Di benakmu, masih terngiang bisik jawaban dari hatimu.

Sederhana; Karena kamu jauh lebih mencintai Jaeger daripada siapapun di dunia ini.

fin

saya menyalahkan tumpukan fict lama yang belum pernah saya sentuh lagi.

regards,

line