ROBIN HOOD MENCURI CINTA

Author : Kiela Yue

Cast : Luhan, Baekhyun, Sehun, Kai Kris and the rest of EXO

Chapter : 2/?

Disclaimer : FF ini punya saya. Dan EXO milik EXOtics. XD lalu Luhan milik saya.

.

.

DLDR!

.

Ahem, buat yang masih dibawah umur tapi tetap pengen baca ff ni, silakan Tutup mata aja, tapi jarinya ga usah dirapatin. XD Kalo ga, tutup mata pake kaca pembesar. Hohoho~

.

.

.

Summary : Robin Hood adalah pencuri baik hati yang mencuri dari orang kaya dan membagikannya pada orang miskin. Bagaimana jika Robin Hood nya terdiri dari kumpulan namja – namja mesum?


Terdengar bunyi pintu didobrak dan lima orang prajurit bersenjata pedang sudah berdiri dihadapan mereka berdua. Kai diam – diam bernafas lega karena sudah menyobek ujung gaun Baekhyun untuk dijadikan penutup wajah agar identitas mereka tidak ketahuan. Meski demikian, ia tetap pesimis bisa lolos dengan selamat mengingat tubuhnya yang masih lemas karena kegiatannya dengan Baekhyun tadi. Baekhyun tidak bisa diharapkan, untuk berdiri saja ia merasa susah. Kali ini, Kai merutuki kebodohannya yang seenaknya melakukan hal seperti itu saat sedang menjalankan misinya.


Chapter 2

.

"Ngomong – ngomong, Kai dan Baekhyun dimana? Kok mereka lama sekali?" Luhan bertanya saat mereka telah berangkat dari rumah Sungmin.

"Diamlah! Mereka pasti menyusul."

Luhan cuma mengangkat bahunya mendengar perkataan Kris. "Tapi kalian harus tahu kalau tadi kegilaan Kai sedang kambuh. Masa dia mengajakku, ahem, bercinta diatas kuda?"

Sehun berusaha menahan nafasnya yang tertohok. Sedangkan Kris membulatkan matanya. "Apaa? Kamu tidak bohong kan?"

"Untuk apa bohong? Kan tidak ada untungnya?"

Kris berpikir sejenak. Kai sedang dalam masa mesumnya, lalu ia meninggalkan namja yang memiliki smirk menakutkan itu bersama Baekhyun yang sedang dalam gaya cantiknya. OH TIDAK! Kris sudah bisa menduga apa yang terjadi kenapa dua biji temannya bisa terlambat.

"Sehun!"

"E..eh apa?" Tanya Sehun tergagap. Dia kaget kenapa tiba – tiba Kris memanggilnya dengan kuat. Padahal tadi ia sedang membayangkan kalau dirinya lah yang bercinta dengan Luhan diatas kuda. Luhan melihatnya dengan tatapan aneh. Hancur sudah khayalannya.

"Kita harus kembali!"

"Hee? Kenapa?"

"Kai pasti berulah! Ayo cepat!" tanpa menunggu jawaban, Kris memutar dan langsung melesat pergi. Sehun menyusul setelah sebelumnya menyempatkan diri melirik Luhan.

"Apa?" Luhan bertanya tanpa suara dan Sehun pura – pura tidak melihat.

"Dia kenapa sih? Kenapa melihatku dengan tatapan begitu?" Luhan memiringkan kepalanya dan saat itu ia sadar kalau ia ditinggal sendirian ditengah malam.

""Hiyyyaaa! Kenapa kalian meninggalkanku?!"

Ssyuu~

Tidak ada jawaban. Hanya desiran angin malam yang terdengar menyapa gendang telinganya. Luhan menggerutu sebal. Masa sih mereka meninggalkannya ditengah kota begini? Malam – malam? Meski namja, Luhan cukup pe-de dengan kecantikannya dan ia AMAT SANGAT sadar banyak yang menaruh hati padanya. Bagaimana kalau ada yang menculiknya? Meski Luhan bisa menjaga diri, tetap saja ia kesal. HUH! Semua ini gara – gara kkamjong pesek! Seharusnya hidungnya diinjak kuda saja supaya ia tidak usah bernafas sekalian.

.

.

"Kkamjong!" Kris berteriak saat ia melihat lengan Kai sudah berlumuran darah. Sepertinya kena sayatan pedang. Sedangkan Baekhyun tengah berusaha mati – matian menahan serangan dua namja berbadan besar yang menyerangnya dengan membabi buta. Tidak ada perlawanan, ia hanya berusaha menghindar tanpa menyerang balik seolah – pedang yang ada ditangannya tidak berguna.

Kris bisa mengerti kenapa mereka lemah padahal yang mereka lawan hanya lima orang saja. Dua sudah tersungkur dan satu lagi berada di depan Kai bersiap untuk menebas lehernya. Tapi Sehun bergerak cepat. Ia dengan sigap mengambil busur dan anak panahnya dan langsung membidik namja didepan Kai tepat dilehernya. Seketika namja itu langsung ambruk dengan darah yang mengalir deras hingga perutnya.

Perhatian Sehun berpindah pada namja didepan Baekhyun dan salah satunya ambruk terkena panah dipunggung. Meski tidak menancap terlalu dalam, bisa dipastikan prajurit itu mati karena tadi siang Sehun sudah mengoleskan ujung panahnya dengan racun. Namja yang seorang lagi mulai ketakutan karena Kris sudah berdiri didepan Baekhyun dan menyerangnya. Prajurit itu kewalahan menghadapi Kris yang selalu memiliki celah untuk menyerangnya. Kakinya sudah kena tendangan Kris hingga ia kesulitan untuk berdiri. Dan Sehun yang menganggur memukul tengkuk prajurit itu dan pertarungan selesai.

"Dia.. mati?" Tanya Baekhyun. Kris tidak menjawab, ia hanya menarik tangan Baekhyun untuk segera pergi dari sana dan Sehun membantu Kai untuk berdiri. Mereka terpaksa berboncengan(?) karena Kai tidak mungkin naik kuda sendiri. Biar saja malam ini kudanya kecapekan membawa dua namja sekaligus. Toh besok mereka akan libur.

.

.

"Bisa kau jelaskan kenapa semuanya jadi begini, Kai?"

Kai tidak menjawab pertanyaan Kris. Ia hanya diam saja dan meminta Baekhyun membelanya lewat pandangan matanya.

"Jangan melihat Baekhyun. Aku bertanya padamu, Kkamjong!"

"Namaku Kai," ujarnya pelan.

"Terserah!" Kris mengangkat sebelah alisnya. "Sekarang kita tidak membahas nama, Kkamjong. Kenapa kamu bisa sebodoh itu untuk melakukan hal seperti itu disana? Aku tidak mempermasalahkannya kamu melakukannya berapa kalipun asal jangan saat sedang 'bekerja', tapi kenapa kamu melanggarnya? Apa kamu memang bosan hidup?"

"Salahkan Baekhyun. Dia terlalu menggoda dan aku tidak bisa menahannya."

"Enak saja!" teriak Baekhyun tidak terima. "Aku tidak menggodamu. Kamu saja yang memang nafsuan."

Kris mengusap wajahnya kasar. Ia benar – benar capek kalau harus melerai Kai dan Baekhyun yang mulai beradu mulut. Cck, apa mereka lupa kalau tadi malam mereka hampir mati?

"DIAAAM!"

Kai dan Baekhyun berpandangan. "Kenapa malah bertengkar haahhh? Apa kalian tahu kalau Sehun sampai harus membunuh demi menyelamatkan kalian? Padahal kan seharusnya kita tidak membunuh siapapun. Sekarang Magnae itu sedang berada dikamarnya merenungi kesalahannya yang telah membunuh! Kalian harus pikirkan itu!"

Mereka terdiam. Memang mereka semua telah berjanji untuk tidak membunuh. Tapi tadi malam itu benar – benar kritis.

"Bagaimana kalau masyarakat malah tidak mempercayai kita lagi dan menuduh kita sebagai pembunuh? Inikah yang kalian inginkan?" Baekhyun memilih keluar daripada diinterogasi.

"B-bukan seperti itu Kris."

"Lalu?"

Kai tidak menjawab lagi.

"Haahh…" Kris membuang nafas berat. "Bagaimanapun kamu harus dihukum, Kkamjong!"

Kai mendesah. "Apa hukumannya? Meniduri Baekhyun dan Luhan sekaligus?"

Kali ini Kris tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak melempar Kai dengan sepatu yang ia kenakan.

"Sakit, bodoh! Kenapa malah melemparku?"

"Bisa tidak kamu jangan terlalu berpikiran mesum seperti itu?"

"Tidak," Kai memasang wajah sok imut dan Kris jadi mual.

"Kamu harus push up 500 kali. Anggap saja latihan,"

"WHAAAATT?" Kai berteriak histeris. "Itu bukan hukuman, tapi pembunuhan! Bagaimana mungkin aku bisa melakukanya sedangkan tanganku sakit? Lagipula, kenapa mesti sebanyak itu? Sepuluh saja kan sudah cukup."

"Baiklah, kalau begitu aku akan meminta Luhan dan Baekhyun untuk tidak memperbolehkanmu menyentuh mereka selama sebulan. Kamu tinggal memilih yang mana."

Mata Kai membulat seketika. Kenapa Kris senang sekali menyiksanya seperti ini. huh, mentang – mentang Baekhyun udah keluar, ia bisa seenaknya membicarakan namja cantik itu. Tanpa berpikir panjang, Kai langsung memilih opsi pertama. Daripada tidak dapat jatah, mending push up sampai setengah hidup. Kris tersenyum mendapat jawaban dari Kai.

.

.

Kris duduk diatas kursi santai di halaman belakang yang ditumbuhi rumput yang sengaja dipangkas pendek. Sekelilingnya ditutupi oleh pagar kayu yang tinggi hingga orang luar tidak akan bisa melihat kedalam. Sisa – sisa embun dipagi hari masih terlihat membasahi kaki Kai saat ia melangkah tanpa alas kaki. Dengan wajah memberengut, ia mulai mengatur posisi dan memulai hukumannya.

"Kalian sedang apa?" Baekhyun bertanya dengan nada riang. Ia sudah mengisi perutnya, jadi baginya dunia terlihat lebih cerah.

Kris tidak menjawab, tapi ia menepuk pahanya untuk menyuruh duduk disana. Baekhyun menurut. "Kalian kenapa sih?" tanyanya lagi.

"Menghukum Kai."

Baekhyun membulatkan mulutnya.

"Kenapa sayang? Minta dicium?" Tanya Kris. Baekhyun memutar tubuhnya hingga ia sekarang menghadap Kris. Kakinya melingkar dipinggang namja bertubuh tinggi itu. Tanpa perlu banyak bicara, ia langsung menciumi Kris. Jangan sebut ia jalang karena Baekhyun yakin banyak fans Kris diluar sana yang membayangkan hal seperti ini jadi kenyataan. Jadi saat Kris berada tepat didepannya, ia tidak akan menyia – nyiakan kesempatan.

Ciuman Baekhyun disambut Kris dengan senang hati. Tangannya bahkan sudah mulai merangkak kedalam baju Baekhyun dan mengelus punggungnya dengan pelan. Baekhyun yang merasa keenakan mengeluarkan desahannya dan membuat Kai yang jadi penonton harus menahan hasratnya.

"Akh~" Baekhyun berteriak tertahan saat Kris mulai beralih pada lehernya dan Kai yakin si tiang itu pasti menancapkan taringnya disana.

"Yakk! Apa yang kalian lakukan, haahhh?!"

KrisBaek menghentikan kegiatannya sejenak. "Kami berciuman. Kenapa?" Tanya Kris dengan santai. Kening Kai makin berkerut.

.

.

Luhan melangkah pelan saat ia baru saja selesai sarapan pagi. Tadi malam begitu sampai dirumah ia memang langsung tidur dan sama sekali tidak terjaga saat Kris dan temannya yang lain masuk kedalam rumah. Ia merasa heran melihat Kai yang push up dengan tangan yang diikat pada sebuah tiang. Lalu lengannya diperban, mungkin terluka. Sepertinya Kai tengah menjalani hukuman.

"Dia dihukum ya?" tanya Luhan pada KrisBaek yang tengah asyik saling melahap bibir. Tapi ucapannya seperti angin lalu yang tidak ditanggapi dan terlewat begitu saja.

"Kenapa dia dihukum?" Luhan berusaha untuk sabar. Tapi yang ia dengar malah desahan Baekhyun sebagai jawabannya.

"WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOII...!" Luhan berteriak sekencang – kencangnya tepat didekat KrisBaek hingga mereka terpaksa menjauhkan kepalanya. Kris menatapnya kesal dan Baekhyun memberengut.

"Kamu kenapa sih Luhan?"

"Kalian mengabaikanku, aku bertanya Kai kenapa kalian malah tetap tidak mendengarkanku."

"Oh.. itu. Kai dihukum karena tadi malam dia meniduri Baekhyun dirumah Sungmin hingga hampir ketahuan dan Sehun terpaksa membunuh pengawal yang menyerang kami." Kris menjelaskan dengan pelan tapi tangannya sudah menyusup kedalam Kaos Baekhyun dan mencubit tonjoloan kecil disana hingga Baekhyun mengerang pelan. Luhan memandang bosan pemandangan didepannya.

"Dia tidak adil!" Seru Kai tiba – tiba.

"Maksudmu?" Kris mengerutkan keningnya. Enak saja ia dibilang tidak adil. Kai ngajak berantem ya?

"Kenapa malah bertanya lagi? Kalau Baekhyun menolak kan aku tidak akan menyerangnya. Lalu kenapa dia tidak dihukum? Sedangkan aku disiksa begini?"

"Oh itu..." Kris menampilkan smirknya. "Apa kamu ingin melihat lengan kurusnya jadi berotot dan besar kalau melakukan gerakan seperti itu? Nanti dia tidak sexy lagi. Lalu dia tidak dihukum karena dia mau menjadi buttom. Memangnya kamu mau jadi bottom seperti dia? Kalau iya, aku tidak akan menghukummu."

"Bener Kai. Menjadi bottom tidak seburuk yang kamu perkirakan looh~" Baekhyun mengerlingkan sebelah matanya nakal.

Mata Kai hampir meloncat keluar mendengarnya. Keringat dingin mengucur deras. Hanya membayangkan Kris mencumbunya dan mengerayanginya membuat bulu kuduknya meremang. Itu adalah hal paling horor dan menyeramkan dalam hidupnya.

"Tidak!" Kai langsung membuang pandangannya karena kesal dan kembali melanjutkan hukumannya.

Luhan merasa Kai yang sedang kesal sangat asyik untuk dikerjai. Sebuah ide terlintas dikepalanya saat ia menoleh kearah KrisBaek yang kembali melanjutkan acara lahap – melahapnya yang sempat tertunda.

"Hei Kai..!" Luhan berkata dengan santai sambil duduk diatas pinggang Kai yang tengah bertelanjang dada. Ia tidak mempedulikan teriakan Kai yang menyuruhnya untuk menyingkir dari sana kalau masih ingin selamat. Gertakan sambal. Luhan memilih untuk mengabaikannya.

"Jangan marah – marah~ aku sedang ingin main kuda – kudaan.."

"Lalu aku jadi kudanya?"

"Ne!"

Kai mengabaikan berat yang bertambah karena Luhan menaikinya tanpa perasaan. Ia kuat dan sanggup melakukan push up walau Luhan berada diatas punggungnya.

"Oh iya Kai, apa kamu tidak merasa kalau gerakan yang kamu lakukan ini mirip seperti gerakanmu saat memasukiku? Atau hanya aku yang merasa demikian?"

Kai mengerutkan keningnya. Kenapa tiba – tiba Luhan berkata begitu?

"Ngomong – ngomong..." Luhan memutar duduknya menghadap belakang. "Aku kepikiran dengan apa yang dikatakan Kris. Bagaimana kalau kamu jadi bottom ku untuk hari ini saja?"

Tidak ada jawaban. Luhan tahu Kai sedang berusaha menahan diri. Tapi dasar Luhan yang memang ingin mengerjai Kai, ia mulai memasukkan tangannya kedalam celana Kai dan mengelus bongkahan butt namja itu dengan gerakan erotis.

"Hentikan Luhan!" Kai mulai berteriak. Ia benar – benar tidak ingin membuat Kris menambah hukuman lagi kalau ia tidak menjalankannya dengan sungguh – sungguh. Tapi kenapa Luhan setan ini malah mengerjainya disaat seperti ini?

"Ouh.. jangan marah – marah Kai~hh" Luhan mulai mendesah. "Aku sama sekali tidak berminat memasukimu kok. Aku tidak suka yang seperti itu." Tanpa sepengetahuan Luhan, Kai menghela nafas lega. Mungkin Luhan akan berhenti mengerjainya. Tapi dia salah, Luhan malah kembali berbalik menghadap kedepan dan mulai menggerak – gerakkan pinggangnya.

"Nggh Kai~ faster..." Luhan tidak tahu kenapa ia yang malah jadi menginginkan Kai seperti ini. Mungkin karena ia terangsang melihat Baekhyun yang sedang memberikan blowjob pada Kris. Luhan merasa kalau tubuhnya tidak bisa lagi diajak kompromi. Namja itu mulai membuka bajunya dan mengelus tubuhnya sendiri seolah Kai lah yang melakukannya. Ia juga mengeluarkan junior miliknya dan mengocoknya sendiri. Kai yang menyadari kegiatan Luhan yang tidak sopan diatas tubuhnya berbalik dengan cepat. Persetan dengan hukuman. Yang penting sekarang ia harus meredamkan amarah adik kecilnya yang sudah membesar dari tadi.

"Jangan berhenti Kai!" Kris ternyata masih sempat memperhatikan Kai walau Baekhyun sudah berada diatas pangkuannya. "Atau aku akan menambah hukumanmu!"

"Sial!" Kai meggeram kesal dan kembali melanjutkan acara push up nya yang sudah memasuki hitungan ke tigaratus. Desahan Luhan yang semakin menjadi – jadi membuat telinga Kai semakin memerah. Dalam hati ia berjanji akan menghabisi Luhan sampai namja itu tidak sanggup berjalan saat hukumannya selesai. Membayangkan apa yang akan ia lakukan nantinya membuat semangatnya meluap – luap.

Luhan yang sudah melupakan niat awalnya untuk mengerjai Kai semakin mempercepat gerakannya. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya ia mengeluarkan cairannya diatas punggung Kai.

"Ouh~ Kai.." ia menunduk dan menjilati tengkuk Kai. Tangannya bergerak dengan cekatan mengoleskan cairannya dipunggung namja itu.

Kai berkata dalam hati kalau ini adalah hukuman paling berat yang pernah ia terima. Walau sebelumnya Kris pernah menyuruhnya untuk tidak menyentuh Luhan dan Baekhyun selama seminggu, ia masih bisa menahannya. Atau saat ia disuruh mengayun pedang selama semalam penuh tanpa henti juga bisa ia lakukan dengan baik. Walau kekesalan tetap menghantuinya. Ayolah~ dia jago memainkan pedang, tapi malah disuruh berlatih mengayunkan pedang seperti orang yang baru belajar. Tidak apa – apa. Setidaknya gerakannya makin cepat. Tapi ini? Tangannya diikat dan melakukan push up dalam jumlah yang tidak manusiawi, lalu Kris sengaja pamer kemesraan dengan bercinta didepannya dan sekarang Luhan menyentuh dirinya sendiri diatas tubuh Kai. What the hell!? Belum lagi aroma sperm Luhan yang menguar dan memanjakan indera penciumannya.

Sialnya, meski sudah menyiksa jiwa dan raganya, Luhan sama sekali tidak bergerak dari atas tubuhnya. Tapi saat ia hampir selesai, Luhan tiba – tiba beranjak pergi dan berlari meninggalkannya. Kris yang sudah menyelesaikan kegiatannya membuka tali yang mengikat Kai. Ia merasa heran kenapa namja itu masih punya kekuatan untuk mengejar Luhan padahal tadi wajahnya sudah seperti orang yang mau mati.

"BUKA PINTUNYA LUHAAAAN! SIALAN! CEPAT BUKAAAA!" Kai terus menggedor pintu kamar Luhan. Ia tidak akan tenang sebelum membalas kelakuan namja genit gatel itu. Tapi sayangnya pintu itu tetap tidak bergeming.

Luhan yang sedari tadi cekikikan mengerutkan keningnya. Ia heran kenapa Kai malah menggedor pintu kamar sebelah, bukannya kamarnya. Mungkin kewarasan Kai sudah perlu dipertanyakan. Tapi saat mendengar sebuah suara yang menegurnya, Luhan merasa kalau ia lah yang tidak waras disini.

"Apa yang kamu lakukan di kamarku, Luhan?"

Luhan menelan ludahnya saat tahu siapa yang mengeluarkan suara ini.

"E. Heheheee.. itu..." Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ternyata karena buru – buru, ia salah dan malah masuk kedalam kamar Sehun yang berada disamping kamarnya.

"Kai mencarimu. Cepat temui dia. Siapa tahu ada yang perlu."

Luhan menggeleng. "Tidak. Dia hanya ingin menghabisiku saja."

"Kalau begitu keluar dari sini. Aku tidak ingin dia menghabisimu dikamarku!"

"A.. apa?" Luhan merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar. "Tolonglaah. Kamu harusnya tahu kalau dia tidak akan puas kalau tidak membuatku terkapar selama seminggu. Biarkan aku bersembunyi disini, nee?"

Sehun menghela nafas berat saat melihat Luhan yang merayunya dengan memasang puppy eyes andalannya. Kalau begini, justru Sehun yang kesusahan karena harus menahan hasratnya.

"Jangan menyuruhku keluar... plis Sehun... pliiissss~"

"Baiklah .. baiklaah,,," Sehun akhirnya mengalah. "Tetap disini karena aku mau keluar!"

"Baik BOS!" ujar Luhan dengan nada ceria sambil menghormat.

Begitu Sehun keluar, Luhan langsung mengelus dadanya. Ia tidak tahu darimana ia mendapat keberanian untuk menjadi sok manja didepan Sehun. Padahal biasanya hubungan mereka tidak terlalu dekat. Bisa dibilang, Sehun berlaku 'agak' dingin padanya. Luhan tidak tahu apa ada yang salah. Tapi ia biarkan saja, toh sekarang Sehun menolongnya.

"Ah~ nyaman sekali.." Luhan merentangkan kedua tangannya saat berbaring diatas tempat tidur Sehun yang begitu bersih dan wangi. Luhan menghirup aroma itu dalam – dalam. Seketika ia kembali teringat kejadian tadi malam dimana Sehun memandanginya cukup lama. Tidak biasanya namja itu melihat Luhan dengan cukup lama.

"Dia kenapa ya?" Luhan mencoba berpikir dengan memiringkan kepalanya. Tapi karena tidak menemukan jawabannya, Luhan memilih untuk memejamkan matanya dan kembali tidur.

.

Kai yang sudah terlanjur terangsang menendang pintu Luhan dengan sekuat tenaga sebelum beranjak pergi. Tapi diruang tengah ia melihat Baekhyun yang berjalan dengan pelan. Sebuah smirk terpampang dibibirnya.

"A.. ada a.. apa?" Baekhyun merasakan firasat buruk saat Kai mulai mendekatinya dengan wajah mesum.

"Bukan apa – apa. Aku hanya ingin menyelesaikan ini." Kai menunjuk benda diantara selangkangannya yang sudah sangat menonjol. Baekhyun menelan ludah paksa dan berusaha melarikan diri, tapi Kai sudah menahan tangannya dan mendorongnya kedinding. Kai tidak menunggu lagi dan langsung menciumi bibir Baekhyun dengan kasar. Kekesalannya pada Luhan ia lampiaskan pada Baekhyun. Baginya Luhan dan Bekhyun sama saja. Meniduri salah satu diantara mereka berdua sudah cukup untuk memenuhi hasratnya.

.

"Kai..hh aku..." perkataan Baekhyun hanya sampai disitu karena ia sudah menumpahkan cairannya untuk yang kesekian kalinya. Tubuhnya terasa sangat lelah dan tulangnya seakan remuk karena tenaganya benar – benar terkuras. Kai menyetubuhinya seperti orang yang kesetanan tanpa ada perasaan kasihan. Untung saja setelah Kai mencapai puncaknya, tubuh namja itu terkulai dan terbaring disampingnya.

"Terima kasih, Baekhyun.." Kai mengelus pipi Baekhyun dan mengecupnya perlahan. Ia kemudian keluar untuk membersihkan diri. Kai juga merasa sudah saatnya untuk mengobati lengannya yang mulai berdenyut – denyut. Aneh sekali. Padahal sewaktu menghajar Baekhyun diatas tempat tidur, lukanya tidak terasa sakit. Mungkin karena rasa nikmat lebih mendominasi. Hahahaa...

.

"Sial!" Sehun mengumpat selama perjalanan menuju rumahnya. Ia merasa sangat bodoh karena tidak sanggup untuk menyentuh Luhan seperti Kris ataupun Kai. Sehun hanya bisa memandangi dari jauh sedangkan mereka berdua mengerayangi tubuh Luhan kapanpun mereka menginginkannya. Dan yang paling membuat Sehun kesal karena Luhan sama sekali tidak pernah menolak dan terlihat menikmatinya. Persis seperti slut murahan. Ukh, andai saja ia tidak terlalu gengsi. Padahal kesempatan selalu tersedia banyak. Seperti tadi misalnya, saat Luhan masuk kedalam kamarnya. Melihat Luhan dari belakang membuat pikirannya melayang jauh. Bagaimana kalau ia melihat tubuh itu dengan jelas setelah menyingkirkan semua pakaian sialan itu.

Sehun memacu kudanya semakin cepat. Ia tidak sabar ingin sampai dirumahnya secepat mungkin dan menjernihkan pikirannya. Terlalu lama bergaul dengan orang – orang aneh itu membuat Sehun merasa kalau ia ikutan jadi aneh juga. Meski ia sama sekali tidak tahu dimana letak keanehannya.

.

Baekhyun baru membuka matanya setelah sore hari karena ia sangat kecapekan. Ia mencoba untuk bangun tapi tidak bisa karena bagian bawahnya benar – benar sakit. Kai sialan!

"Kau sudah bangun? Makan dulu, aku sudah membuatkanmu bubur."

Baekhyun menoleh kearah suara yang menegurnya. Seketika ia langsung mengerucutkan bibirnya saat melihat Luhan yang duduk manis dipinggir tempat tidurnya.

"Huh! Apa kamu maksudmu berbaik hati padaku? Aku jadi seperti ini kan karena Kai tidak menemukanmu. Kamu yang mengerjainya malah aku yang kena. Menyebalkan!"

"Hei.. jangan begitu teman.." Baekhyun memasang wajah mau muntah.

"Baekhyun.. karena merasa bersalah makanya aku membuatkanmu bubur. Aku tahu kamu tidak akan bisa berjalan. Kai dan Kris sedang sibuk untuk mendata jumlah penduduk di desa miskin itu dan membagi – bagi hasil tadi malam. Mereka tidak akan sempat menjagamu."

"Ya sudah. Tapi kamu harus menyuapiku ya!"

"Baiklah... aaa~" Luhan pun menyuapi Baekhyun. Baekhyun yang kelaparan makan dengan sangat lahap. Untuk beberapa saat mereka berdua tidak ada yang membuka suara.

"Ngomong – ngomong, kamu ada memperhatikan ga sih? Diantara Kris dan Kai, punya siapa yang lebih besar?"

Luhan berpikir sejenak sambil memasukkan suapan terakhir kedalam mulut Baekhyun. "Kalau aku tidak salah, rasanya punya Kai lebih besar walau punya Kris sedikit lebih panjang."

Baekhyun mengangguk.

"Kenapa tiba – tiba menanyakan hal seperti itu?"

"Begini.." Baekhyun mengelap mulutnya dengan saputangan yang disodorkan Luhan padanya. "Apa kamu tidak penasaran dengan milik Sehun?"

Luhan hampir menjatuhkan mangkok bubur yang ia pegang. Untung saja Baekhyun tidak memperhatikannya dan ia berhasil meletakkan mangkok itu dengan baik diatas meja kecil dekat tempat tidur Baekhyun.

"Tidak. Aku tidak penasaran," jawab Luhan cepat.

"Aku juga tidak penasaran sih.. Hanya saja aku pernah melihatnya tanpa sengaja."

"KAMU MELIHAT MILIKNYAAAAAAA?!" Luhan tidak bisa menahan teriakannnya.

"Ck, jangan heboh begitu dong. Aku kan tidak melihatnya langsung. Hanya melihat dari luar saja. Dia masih memakai celana kok."

Luhan menghela nafas lega dan ia tidak tahu kenapa ia harus begitu.

"Sehun kan selalu memakai baju panjang hingga bagian anu nya tidak kelihatan. Jadi kemarin itu aku melihatnya menyingkap bajunya. Oh.. kau tahu apa yang aku lihat?"

"Tidak."

"Hahahaaa..." Baekhyun tertawa bahagia karena itu artinya ia yang pertama kali menyadarinya. "Kau tahu? Milik Sehun benar – benar besar meski milik nya sedang tidak dalam keadaan hidup. Kai dan Kris kalah total. Tonjolan yang sangat besar. Aku yakin aku, atau kau akan ketagihan jika dimasuki oleh benda sehebat itu."

Luhan menggigit bibirnya. Dan ia benar – benar membayangkan Sehun mengerayanginya. Oh, pipinya terasa panas. Lagi – lagi tatapan Sehun terlintas dikepalanya.

"Orang seperti dia tidak mungkin tertarik dengan namja seperti kita, Baekhyun."

"Hhh.. Kau benar." Baekhyun menghela nafas pelan. "Dia memang berbeda. Kita ini hanya pencuri murahan yang punya sedikit kebaikan hati untuk membagikannya pada orang lain. Sedangkan dia terlihat seperti bintang yang terlalu jauh untuk digapai."

Entah kenapa Luhan merasa dadanya sesak mendengar ucapan Baekhyun. Tapi ia berusaha mengabaikannya.

"Benar, kamu memang baik hati mau mencucikan bajuku, Baekhyun!"

"Yakk!" Baekhyun melempar Luhan dengan bantal. "Jadi itu maksudmu berbaik hati padaku?"

"Tentu saja!" ujar Luhan sambil berlari. "Aku hanya ingin kamu cepat sembuh dan mencuci bajuku karena kalah taruhan. Hahahaaa!"

"Dasar! Mereka semua sama saja!" Baekhyun bergumam pelan. Tapi ia senang berada disini dengan teman – teman yang sudah ia anggap seperti saudara. Mereka melewati susah senang bersama. Daripada kehidupannya yang dulu, Baekhyun sudah sangat bersyukur berada disini sekarang.

.

Te Be Ce

.

.

Cuplikan chapter depan..

"Apa? Mereka menyebar selebaran sketsa wajah Robin Hood di Kota?"...

"Bangsawan yang kita incar berikutnya adalah... Bangsawan Park!"

.

.

Disini Luhan gatel banget ya? XD

Ahem. Kiela beneran seneng banget liat kalo banyak yg review FF ini. Luv You! Apalagi banyak Author yang karyanya kece Badai di FFN ikutan ngereview. Wow! Kiela merasa tersanjung.. /

chap ini masi tentang kehidupan sehari - hari mereka aja yaa. yang lainnya chap depan yooo~

.

Tapi Kiela udah sok sibuk dan ga sempet bales review. Maaf yaaaaaaaaaaaaaaa~ *deepBOW

TT_TT

.

BIG THANKS BUAT YANG UDAH MEREVIEW~

zoldyk . xiaolu odult . younlaycious88 . keziarihta . KkamCon Penjahat FanFic . Guest . lisnana1 . hongkihanna . HyunRa . Lean fujoshi hunhan shipper . chanbaekxoxo . RirinSekarini . sarang-baek . 0312luLuEXOticS . Oh Dhan Mi . luhan deer . eyelinerbaekhyun . hunhanie . chyshinji0204 . asroyasrii . titis anggraeni . Samrah'exotic . SMKA . littlebyul . FranciscaGun03 . luhansgirlorz . EclaireOh . etrase

.

KECHUP BASYAAAH~~~

.

RnR lagi? XD